Hampir setiap hari Naruto selalu berlatih, mengasah kemampuannya dalam berpedang. Walaupun ia sangat kuat namun semua itu bukan akhir, tapi Naruto terus berlatih supaya bertambah kuat.

Saat ini dia sedang berlatih pedang dihalaman belakang rumahnya.

"Hyaaa .. hap ... haaa ... ". Sesekali ia mengusap peluh yang mengalir dipelipisnya.

"Naruto ... Narutoo". Sakura tengah mencari-cari Naruto kesemua ruangan rumahnya. Ia terus mencari si pemilik rumah itu dengan tangan membawa piring berisi makanan kecil. Tak ada pilihan lain selain menanyakan pada Kushina. Sakura menghampiri Kushina yang sedang duduk santai bersama Minato.

"Obasan, dimana Naruto?".

"Sakura , kau mencari Naruto? Dia ada dihalaman belakang, sedang berlatih". Jawab Kushina.

"Arigatou". Sakura membungkuk lalu ia melenggang pergi meninggalkan ruang keluarga.

"Nee , Minato. Apa kau merasakan hal yang sama denganku?". Kushina menyenggol pinggang Minato yang ada disampingnya, ia sedang membaca Koran.

"Hmm". Minato masih anteng dengan korannya.

"Hey kau memperhatikanku tidak-ttebane?". Kushina berkacak pinggang dihadapan Minato. Ia langsung melempar korannya kesembarang arah, jika sang istri sudah marah maka tamatlah sudah.

"I-iya maaf aku tidak memperhatikan mereka, Kushina".

"Huh". Kushina memalingkan mukanya seraya berkata. "Nampaknya Sakura mulai tertarik dengan anak kita".

Minato hanya bengong melihat tingkah sang istri.

"Apa kau tidak tahu-ttebane, dia itu putri mahkota Haruno".

"Ahhh yahh tentu saja. Kita sangat beruntung sekali". Ucap Minato namun masih setengah tidak mengerti.

.

Kini Sakura menyusuri ruangan rumah Naruto yang bergaya jepang kuno namun masih dibilang elegan dengan beberapa hiasan di dinding. Saat sakura menggeser pintu halaman belakang, ia melihat Naruto yang sedang berlatih dengan pedangnya.

Pedang itu terayun ke sebuah kayu.

Craaashhh ...

Kayu itu hancur seketika. Betapa tajam sekali pedang itu membayangkannya saja sudah membuat bulu kuduk merinding sampai pedang bermata satu itu bercahaya.

Prannggg ...

Piring yang dipegang Sakura terjatuh seketika sehingga konsentrasi Naruto buyar saat mendengar suara piring pecah. Makanannya berserakan dimana-mana, Sakura nampak bergetar dan memegang kepalanya.

"Eh Sakura sejak kapan kau disitu? Kemarilah".

Mata Sakura membulat seketika, tangannya bergetar hebat. Naruto yang menyaksikan itu menyimpan rasa penasaran sehingga ia berfikir untuk menghampiri gadis itu.

"Sakura". Naruto mengulurkan tangannya, tapi dengan cepat Sakura menebas tangan Naruto hingga tubuhnya sedikit terdorong.

"Kau kenapa Sakura?".

Sakura kembali teringat dengan Sasuke yang selalu mengayun-ngayun pedang ke arahnya dan hampir memotong dirinya. Dan sepertinya Sakura begitu benci melihat pedang, karena ia teringat kekejaman Sasuke.

"Aaarghhhh , akan kubunuh kauuu". Nada Sakura berubah menjadi berat dan rambutnya berubah menjadi hitam, kukunya memanjang. Naruto merasa ada hal yang tidak beres pada Sakura.

"Kenapa Kau. Sakura sadarlah". Naruto tak tinggal diam ia segera menghampiri Sakura namun ia segera memukul perut Naruto hingga terpental beberapa meter. Pedangnya langsung terlepas dari tangannya.

"Ughh .."

"Hyaaaaaaaaaaaaaaa". Sakura berlari kearah Naruto dan akan menendangnya. Tapi Naruto berhasil menghindari Sakura ia memutar tubuhnya kebelakang Sakura lalu memeluk Sakura dari belakang.

"Hentikan Sakura, kumohon".

Syuuuuuutttt ...

Aura hitam itu perlahan memudar, rambutnya kembali seperti semula. Matanya yang hitam kembali lagi ke emerland.

Naruto tetap memeluk tubuh gadis ini. "Dia sangat kuat, bisa mengalahkanku hanya satu pukulan saja". Gumam Naruto sambil menahan rasa sakit diperutnya.

Kepala merah muda itu tiba-tiba merunduk dan pelukan Naruto berubah menjadi penahan agar tubuh Sakura tak jatuh. Yah Sakura pingsan.

"Setidaknya ini lebih baik".

Tiba-tiba Kushina dan Minato sudah ada dibibir pintu.

"Narutoooo-ttebane apa yang kau lakukan pada Sakura hime?". Kini Kushina berubah menjadi sangat marah didapati sang anak sedang memeluk tubuh Sakura dari belakang dengan tubuh membungkuk karena pingsan. Tadinya mereka hanya ingin mengintipnya saja namun semua itu berubah setelah apa yang mereka lihat.

"Kyaaaa ibu , bukan itu. tidak seperti yang ibu bayangkan. Sakura berub .. kyaaaa". Kushina langsung menarik telinga anaknya itu. "Dasar mesummm-ttebane".

"Bukan bu bukan, dia hanya pingsan. Ibu tidak melihatnya dari awal".

"Sana masuk biar ibu membawanya kekamar".

.

.

.

"Apaaaaaaaaaaaa ..." teriak Naruto memekikan telinga.

"Apa kau tidak tahu Naruto?". Tanya Minato.

"Sungguh aku mengetahuinya dari kalian kalau Sakura adalah putri mahkota. Ya ampunn ini sangat memalukan aku selalu bertingkah bodoh didepannya". Naruto nampak sangat menyesal setelah apa yang ia lakukan. Contohnya ia selalu bercerita tentang dirinya, dan kekonyolan Naruto lainnya. Naruto orangnya sangat terbuka ia mudah sekali beradaptasi dengan orang baru. Maka tak heran jika banyak orang yang menyukainya, selain kuat dia sangat ramah.

"Tiba-tiba saja Sakura menjadi berubah. Aku sempat takut melihatnya". Terlihat dari bicaranya Naruto berubah menjadi serius. "Dia sangat menyeramkan".

"Apa yang kau bicarakan, gadis secantik itu kau bilang menyeramkan? Mana sopan santunmu didepan seoran gadis, hah? Pantas saja kau belum mendapat pacar-ttebane".

"Sudahlah Kushina, kita dengarkan dulu penjelasan Naruto". Minato mencoba mengembalikan topic pembicaraan Naruto.

"Dia seperti-"

"Permisi, maaf mengganggu". Suara yang tak asing itu, Sakura menghampiri mereka bertiga.

"Ah Sakura. nanti aku bicara lagi bu, ayah". Naruto segera beranjak dari ruang keluarga dan mengajak Sakura keluar.

"Tch anak itu, aku harap Sakura tetap menyukai Naruto".

"Kau begitu mengharapkannya, Kushina"

"Ahhh sudahlah lupakan aku ingin tidur".

Blammm .. Kushina memasuki kamarnya dan menutup pintu dengan tanpa perasaan.

.

.

.

"Sasuke-sama sebaiknya hari ini kita istirahat dulu. Pencarian kita bisa dilanjutkan besok". Ucap Suigetsu.

Shrinngg ... pedang itu mengayun ke leher Suigetsu, keringat dingin bermunculan didahi putihnya itu.

Glek ...

"Jika kekuatan Sakura diketahui oleh orang lain maka tamatlah sudah misi kita. Kau jangan coba-coba mengelak Suigetsu". Lalu pedang itu diturunkan kembali ketanah. Kini mereka sedang berada dihutan belantara. Entah dimana itu, Sasuke sudah hampir berkeliling ke setiap tempat namun belum menemukan Sakura.

"Tapi menurutku apa yang dikatakan Suigetsu benar, kita harus menyimpan energi, jika kita kelelahan maka semuanya akan berantakan. Mengingat Sakura itu sangatlah kuat. Jika kita menemukannya juga belum tentu mudah karena dia sangat membenci .. "Perkataan Juugo terhenti ia sangat takut mengatakannya. "A-anda".

Nampaknya Sasuke tak bereaksi apa yang dikatan Juugo. Ia sudah berfikir setelah mengatakan itu Sasuke akan mencabik-cabik tubuhnya. Namun sepertinya tidak terjadi apa-apa, ia menghela nafas panjang.'syukurlah aku selamat'. Batin Juugo.

"Baiklah, hari ini kita bermalam disini. Simpan tenaga kalian semua dan jangan sampai kalian merepotkan aku".

"Baik sasuke-sama". Ucap mereka serempak.

Mereka mendirikan sebuah tenda ditengah hutan, sebagian dari mereka tengah mencari makanan dan air minum.

"Sasuke-sama". Suigetsu mencoba mengajak bicara tuannya itu.

"Hn".

"setelah difikir-fikir anda seperti remot pengendali".

"Apa maksudmu?". Sasuke menjawab dengan nada dinginnya yang khas. Yah uchiha memang seperti ini bukan?.

"Ketika Sakura berubah menjadi jelmaan dewi Haruno, Silver Devil aku melihat anda seperti mengendalikannya. Anda bisa menghentikan dan membangkitan kekuatan Sakura dengan melihat mata sharingan anda. Ini sungguh luar biasa sekali".

Sasuke mengernyikan dahinya, ia berfikir apa yang dikatakan Suigetsu benar. Lalu ia menyeringai.

"Kau benar, kenapa aku baru menyadarinya. Aku semakin tidak sabar menunggunya lagi, ini seperti saling berhubungan. Besok kita harus mencarinya sampai ketemu aku akan segera menguasai dunia ini dan menjadi orang terkuat". Hasrat untuk mendapatkan Sakura begitu besar. Suigetsu menjadi semakin takut melihat orang ini begitu menakutkan.'setidaknya aku tidak mengatakan ini kalau Sasuke-sama menjadi semakin terobsesi'. Batin Suigetsu.

"Berani sekali orang itu telah mengambil Sakura dari tanganku. Kematianmu semakin dekat". Dan mata merah Sasuke langsung muncul.

.

.

"Maaf soal kejadian tadi pagi, Naruto". Ucap gadis pink itu sambil menundukan kepalanya.

"Tidak apa-apa Sakura aku sudah melupakannya". Jawab Naruto sambil berjalan menyusuri hutan bersama Sakura. Malam ini Sakura ingin melihat bintang jadi Naruto mengajaknya ke hutan. Disana ada tempat yang cocok untuk melihat bintang, ditambah pemandangan yang sangat indah.

"Kau tidak takut padaku?". Tanya Sakura tanpa ragu, ia begitu terfikiran dirinya saat berubah menjadi 'Silver Devil' telah melukai Naruto. Tapi Naruto berusaha menyembunyikan semuanya ia takut Sakura merasa bersalah dan sakit hati.

"Kenapa harus takut pada seorang gadis cantik sepertimu, Sakura". Naruto melempar senyum termanisnya.

Saat itu pula jantung Sakura berdetak hebat saat Naruto mengatakan itu tak dipungkiri wajahnya yang putih itu memerah ditambah sinar bulan menerangi membuat semakin jelas.

"Ayo cepatlah Sakura". naruto menggandeng tangan Sakura, lagi-lagi jantungnya berdetak cepat. Bagaimana tidak tangan Naruto memgang tangan Sakura.

Mereka pun tiba ditempat tujuan. Ditengah hutan terdapat hamparan padang rumput diantara pohon-pohon besar da nada sebuah batu besar ditengahnya. Ditambah pemandangan malam yang sangat indah bertaburan bintang dilangit.

"Whuaaahhhh indah sekali, bagaimana mungkin disini ada tempat yang sangat indah. Naruto apa kau sering kesini?". Sakura tak bisa menahan perasaannya ia langsung berlarian dan menangkap beberapa kunang-kunang yang berterbangan disana. Naruto hanya terkekeh geli melihat tingkah laku Sakura yang seperti anak kecil.

"Heyy Saakuraaa". Teriak Naruto karena Sakura berada jauh darinya.

"Iya Naruto". Jawabnya dengan semangat. Ia merasa tak sebahagia ini sebelumnya mengingat saat dikerajaan dulu Sakura tidak diperbolehkan keluar sembarangan apalagi sendirian. Dia sangat dikekang oleh orang tuanya. Senyum manis dan bahagia terpancar jelas diwajah cantik nan ayu itu.

"Yang aku tahu seorang putri itu sangat anggun". Perkataan Naruto hanya dibalas tatapan tajam Sakura. Naruto membalasnya dengan tawaan terpaksa sambil menggaruk kepalanya."Maaf .. maaf aku hanya bercanda". Ia pun berlari menghampiri Sakura.

"Pegang tanganku". Naruto mengulurkan tangannya pada Sakura. Sakura pun menuruti keinginannya, ia tak tahu apa yang dilakukan Naruto selanjutnya.

Naruto menarik tangan Sakura ia memanjat batu tersebut dengan sebelah tangannya hingga mereka berdua sampai dibatu besar itu lalu duduk diatasnya.

"Aku sering kesini kalau sedang bahagia".

"Eh ..". sakura tahu Naruto sedang bahagia bukan karena ada dirinya namun semua itu tak dapat membohongi hatinya. Naruto bahagia karena ada sesuatu hal, bukan karena ada aku disisinya, fikir Sakura.

"Saat ini aku menyukai seorang wanita". Ia berbicara tanpa memandang Sakura, pandangannya kini menghadap ke langit. Sakura semakin terkejut setelah apa yang dikatakan pria ini. saat ini Sakura sangat malu sekali pada Naruto.

Dan tidak salah lagi , Sakura berfikir wanita itu adalah dirinya.

"Oh ya kenapa kau tidak bilang padaku kalau kau putri mahkota Haruno". Naruto mengganti topic pembicaraannya.

"K-kenapa kau t-tidak Tanya". Jawab Sakura dengan perasaan gugup yang masih dirasakannya.

"Ahahahha iya ya bodoh sekali aku ini". Naruto terlihat kikuk dihadapan Sakura.

"Naruto". Sakura memberanikan diri untuk memegang tangan laki-laki blonde itu. lalu Naruto menoleh pada Sakura. kini jarak mereka semakin dekat. Sinar bulan menerangi dua orang itu membuat suasana semakin romantis.

"Arigatou". Sakura mendekatkan wajahnya pada Naruto. Tak lepas dari Naruto ia tengah menerjapkan kedua matanya heran campur aduk gugup karena wanita secantik Sakura sepertinya akan ehmm , mencium Naruto. Tiba-tiba

Boooooooooommmmmmm ... sebuah ledakan dan kepulan asap seketika meledak dihapadan mereka berdua. Yah kunai yang diikat dengan kertas peledak terlempar kearah mereka. Namun dengan cekatan Naruto dapat menghindari serangan mendadak itu.

Mereka pun langsung turun dari batu itu. Naruto tak melepaskan pegangan tangan Sakura, ia mencari siapa yang berani melempar kunai kearahnya.

"Kau mencari aku?". Tiba-tiba seorang laki-laki berambut raven dan wajah ehm tampan muncul diantara pepohonan diikuti oleh pengawal-pengawalnya, yah benar dia Uchiha Sasuke.

Beberapa menit sebelumnya ...

"Sasuke-sama disini tidak ada air, bagaimana ini". ucap pria bergigi tajam, Suigetsu.

"Mana mungkin dihutan ini tidak air, cepat cari sampai ketemu".

"B-baik". Suigetsu lalu berlari ia hanya bisa mengumpat bosnya yang kejam itu. 'Lebih baik tidak makan seminggu daripada aku harus dicabik Sasuke'. Batin Suigetsu. Ia tak berhenti mencari-cari mata air, namun saat ia berjalan, Suigetsu menemukan sebuah hamparan padang rumput ditengah hutan.

"Tempat apa ini. disini bukan mata air. Haaahh dia?". mata Suigetsu seketika membesar saat matanya menangkap sesuatu objek. "Bingo ... kena kau".

Ia langsung memberitahu Sasuke setelah apa yang dia lihat.

"Bersiaplah untuk mati, Naruto". Shriinggg pedang itu diayunkan oleh Sasuke.

.

.

"Siapa kau?". Teriak Naruto sambil mengacungkan pedangnya pada sekumpulan orang itu. Sakura yang melihat pedang yang dipegang Naruto tiba-tiba tubuhnya kembali bergetar.

"Tenanglah Sakura, aku akan melindungimu kau jangan takut".

"Hahahahaha tak kusangka orang yang mengambil Sakura adalah seorang pahlawan. Uzumaki Naruto, si pengguna pedang". oke nama Naruto begitu terkenal bahkan Sasuke pun tahu siapa dia, nama Sasuke hampir kalah tenar oleh nama Naruto.

"Apa maksudmu aku mengambil Sakura. aku hanya menyelamatkan dia dari kurungan".

"Aku yang mengurungnya, bodoh". Ucap Sasuke dengan nada angkuhnya. Mata Naruto melebar seketika. Ia baru tahu bahwa Sakura adalah tawanan Sasuke.

"Hey seperti itukah kau memperlakukan wanita. Akan kuhabisi kau". Perkataan Naruto memang bukan main, ia sangat marah mendengar Sakura adalah korban penindasan Sasuke.

Mata Sakura kini mengitam, rambutnya menjadi hitam. Sakura sudah terbawa emosinya, ia takut melihat Sasuke dan benci melihat pedang.

"Dia bukan wanita sembarangan. Coba perhatikan baik-baik. Sakura adalah 'Silver Devil' titisan leluhur dewi Haruno". Teriak Sasuke lantang.

Naruto kembali terkejut untuk kedua kaliinya. Saat ini bahkan lebih mengejutkan lagi. Ia melihat tampilan Sakura. pegangan Naruto semakin mengeratkan tangan Sakura. Dan akhirnya mata Sakura kembali lagi menjadi emerland.

"Habisi dia". perintah Sasuke. Dan prajurit itu menyerang Naruto. Namun ia dapat melawannya dengan pedang.

Beberapa kilatan cahaya efek dari gesekan antara pedang-pedang terpancar jelas.

Prang ... prang ...

"N-Naruto , aku takut". Sakura bersembunyi dibalik punggung Naruto tapi tiba-tiba Sasuke sudah dibelakang Naruto ia langsung merebut Sakura dan membopongnya dengan paksaan.

"Kyaaaaaaaaaaaaaa" teriak Sakura

"Sakuraaaaaaa". Naruto segera mengejar Sasuke yang mengambil Sakura tapi sayang ia kalah jumlah saat itu. Naruto ditahan oleh 2 orang dibelakang dengan memegang tangannya hingga pedang itu terjatuh dari tangan Naruto dan 3 orang didepan sambil mengacungkan pedangnya.

"Kau main curaaaangg". Teriak Naruto pada Sasuke yang sudah diatas kuda bersama Sakura. Naruto yang dikenal kuat itu mendadak lemah saat gadis cantik itu direbut kembali oleh Sasuke. Ia meronta-ronta.

"Kau berisik". Kata Juugo sambil mengambil ancang-ancang untuk menyerang Naruto.

Craaaashh ... dengan mudah Juugo menusuk perut Naruto hingga tembus kebelakang.

"Arghhhhhhh .."

Craaaaasshh ... pedang itu dicabut dari perut Naruto dengan tanpa perasaan. Lalu Suigetsu melepaskan Naruto.

Bruukkk ... tubuh Naruto ambruk seketika.

"Narutooooooooooooo". Teriak Sakura histeris menyaksikan pemandangan mengerikan itu disertai isak tangisnya. Sasuke hanya menyeringai.

Dan lagi rasa sakit ditubuh Naruto belum berakhir, Suigetsu menusuk kembali Naruto dengan pedang miliknya. Lalu mereka semua pergi meninggalkan Naruto sendirian ditengah hutan dengan pedang yang masih tertancap diperutnya.

"Sa ...ku ..". dengan suara seadanya ia memanggil nama gadis pink itu yang sudah semakin jauh bersama pria yang bernama Sasuke. Ia telah berhasil mengambil Sakura dari Naruto.

"Ma .. af..kan ...a ..". perlahan pandangannya memudar , sedikit demi sedikit matanya tertutup. "Ku .. so".

Sesaat ia menutup matanya, Naruto melihat sekilas kaki seseorang didepannya. Dia menolong Naruto saat itu juga.

"Aku akan menolongmu".

To be Continue ..

Pasti kalian udah nebak siapa orang yang nolong Naruto.