-Guest : Terima kasih dan maaf karena tidak bisa up-date kilat karena itu sudah menjadi kebiasaan
-namikaze nakato : Yosh, ini udah di up-date dan maaf telat
-Can Rez'Alv : Semoga saja ini chapter ini seru
-uzumaki julianti-san : Terima kasih atas pujiannya (author jadi besar kepala), tapi gomen karena up-date'x lama
-Nasumichan Uharu : Uhm. . . bisa dibilang begitu dan soal Naruto mesum, he he. Liat aja di chap ini
-Raito Kunazawa : He he, iya makasih. Tapi up-date'x tidak lancar, hwaaaaaaa
-Zack : Sipp senpai
-holmes950 : makasih senpai dan untuk kalimat terakhir artinya apa ya? Hehe maaf soal'x g ngerti
-Jamcomaria : Makasih atas pujiannya (author jadi tambah besar kepala). Klo soal Erika tenang saja, karena nanti bakal jdi teman Naruto, dan Tamamo emang perwujudan Kyuubi tapi bukan yang asli, karena yang kluar hanya chakranya saja. Kemudian soal Naruto, fufufu liat saja. Karena di chap ini adalah klimaksnya
Summary : Naruto adalah shinobi jenius yang mewarisi bakat alami ayahnya. Apa yang akan terjadi jika ia bertemu dengan seorang gadis asing didalam hutan, OC.
Disclaimer : Yang terhormat, Masashi Kishimoto-senpai
Pair : Tidak ada
Genre : Adventure & Fantasy
ORANGE NINJA : Human, Kitsune & Vampire
"Lady's first" Naruto mempersilahkan Erika untuk menyerang lebih dulu
"Aku harap kau tidak menyesal karena telah mengatakannya" Ucap Erika dengan seringainya
Dengan kecepatan kilat miliknya sekarang Erika berada tepat dihadapan Naruto dan melayangkan sebuah tinju yang mengarah pada wajahnya, tapi mengingat Naruto yang memiliki kecepatan setara dengannya bisa dengan mudah menghindarinya lalu melompat ke belakang untuk membuat jarak aman.
"Aku tidak tahu harus memilih siapa, tapi yang pasti ini akan menjadi seru" Ucap Tamamo entah pada siapa sambil bersandar diatas pohon
Kali ini raut wajah Naruto berubah menjadi serius dengan tatapan yang masih mengarah pada Erika, ia tahu bahwa yang dihadapinya sekarang bukanlah manusia tapi apa boleh buat karena sudah terlanjur. Sementara itu gadis yang kini dihadapi Naruto sedang bertegur sapa dengan Tamamo yang jaraknya tidak terlalu berjauhan. Naruto bisa melihat beberapa perubahan fisik pada dirinya seperti matanya yang sekarang berwarna hijau tosca, dua buah taring yang terlihat serta kuku hitamnya yang hampir menyerupai cakar.
"Oh ya, tadi sampai mana? Aku lupa" Ucap Erika dengan innocence
"Biar kubantu kau untuk mengingatnya" Balas Naruto dengan evil smirknya
Tiba-tiba muncullah empat Nemesis berwujud manusia dari empat arah yang mengepung Erika dan hal itu membuat seringaian Naruto bertambah lebar tatkala keempat Nemesis tersebut berubah menjadi ratusan shuriken yang mengarah tepat padanya, tapi sebelum serangan itu mengenainya Erika sudah lebih dulu merubah tubuhnya menjadi sekumpulan kelelawar kecil lalu terbang menjauh dari tempat itu dan kumpulan kelelawar tersebut kembali bersatu menjadi Erika yang kini melayang diudara. Tapi seketika mata Erika melebar saat melihat Naruto berada tepat dihadapannya dengan evil smirk khas miliknya.
"Bagaimana mungkin" Ucapnya tidak percaya
"Menembus dimensi ruang bukan hal yang sulit untukku" Ucap Naruto
Mata Erika semakin melebar saat dia merasakan sebuah benda tajam menusuk perutnya hingga menembus punggungnya dan ternyata benar saja saat ini katana Naruto telah menancap sempurna diperut Erika.
"Kau tidak akan menang melawanku didunia ini, karena disini akulah yang menjadi Tuhannya" Ucap Naruto dengan evil smirk yang masih menghiasi wajahnya
Kemudian Naruto melepaskan genggaman pada katana miliknya lalu menendang Erika sehingga dia terpental ke belakang dan menabrak pohon yang ada dibelakangnya yang mengakibatkan pohon tersebut langsung tumbang. Perlahan Naruto mulai turun dan menapakkan kakinya disebuah dahan pohon.
"Sudah selesai" Ucapnya kemudian berbalik untuk meninggalkan tempat tersebut
Tapi tiba-tiba Naruto merasakan sebuah killing intent besar dari arah belakangnya yang mengakibatkan tubuhnya menjadi kaku untuk digerakkan.
"Kau pikir bisa mengalahkan seorang vampire berdarah murni sepertiku dengan mudah, Naruto" Ucap Erika yang sekarang berada dibelakang Naruto
Naruto tidak membalas perkataan Erika dan ia langsung menyerangnya dengan menggunakan tangan kiri, Tapi Erika yang sudah mengetahui arah serangannya dengan cepat langsung mencakar tangan Naruto dengan tangan kirinya lalu melompat ke belakang untuk menghindari serangan lain yang tertuju padanya.
"Rasanya manis dan kau tahu, aku jadi ketagihan" Ucap Erika setelah menjilat telunjuk kirinya yang berlumuran darah
"Tch, kau pikir darahku itu minuman yang bisa seenaknya kau jilat" Balas Naruto ketus
"Ya dan rasanya seperti strawberry" Ucapnya
Naruto hanya sweetdrop mendengarnya, ia tidak pernah menyangka akan bertemu dengan gadis aneh dan menakutkan seperti yang ada dihadapannya sekarang, walau pun harus ia akui dia memang manis. Tapi tetap saja baginya ini adalah mimpi buruk. Sementara itu Erika masih menjilati jari-jari tangannya yang masih berlumuran darah hingga bersih tak bersisa dan setelah selesai pandangannya kembali mengarah pada Naruto.
"Kau itu memang tidak memiliki rasa simpati terhadap seorang perempuan, bisa-bisanya kau menendangku hingga tulang rusukku patah" Ucap Erika kesal
"Kalau begitu aku minta maaf, karena yang tadi itu baru pemanasan" Balas Naruto
Kini terlihat Naruto dan Erika yang saling menatap tajam satu sama lain, selama beberapa detik posisi mereka tidak berubah hingga tiba-tiba Erika membuat sebuah bola api yang seukuran rasengan dengan tangan kanannya. Sedangkan tangan kirinya dia ukurkan ke depan dan mengucapkan
"Spell Pentagram"
Lalu muncullah sebuah gerbang berbentuk pentagram yang letaknya tidak jauh dari tempatnya sekarang berdiri dan Erika pun langsung melemparkan bola api tersebut ke arah Naruto, saat bola api yang dilemparnya melewati gerbang pentagram ukurannya langsung berubah menjadi 30 kali lebih besar dari ukuran semula dan tepat mengarah pada Naruto. Sementara itu Naruto hanya memandang bola api raksasa yang mengarah padanya dengan tatapan bosan.
"Apa tidak ada yang lebih menarik, memandangnya saja sudah membuatku mengantuk" Ucap Naruto entah pada siapa
Naruto lalu membuat sebuah rasengan dengan tangan kanannya kemudian melompat dan mengarahkannya pada bola api raksasa tersebut, perlahan ukuran rasengan yang diarahkan Naruto semakin besar hingga akhirnya menjadi sebesar bola api milik Erika.
'BLARR'
Terjadi ledakan besar saat rasengan Naruto dan bola api Erika bertubrukan sehingga mengakibatkan angin kencang bertiup ditempat itu.
"Huh, kalau seperti ini aku juga ingin ikutan" Ucap Tamamo menggembungkan kedua pipinya dan membiarkan rambut merah panjangnya yang terikat rapi tertiup angin begitu saja
Erika hanya melihat ledakan tersebut dengan tatapan bosannya dan tidak lama kemudian setelah asapnya mulai menghilang terlihat Naruto yang berdiri diatas dahan pohon dengan jarak sekitar 50 meter darinya, Erika hanya menyeringai tipis setelah mengetahui jarak antara dirinya dengan Naruto
"Scatter : Moonlight" Ucapnya pelan
Yang terlihat kemudian adalah aura hitam yang menutupi tempat Erika dan Naruto berpijak, sementara itu Tamamo langsung berinisiatif mengambil jarak aman. Sekarang aura hitam itu sudah sepenuhnya menutupi mereka berdua dalam radius 600 meter yang berbentuk kubah setengah lingkaran.
"Wow, ini luar biasa" Puji Tamamo
Sementara itu didalam kubah setengah lingkaran tersebut terlihat Naruto yang kebingungan karena sejauh pantauannya tidak ada daratan dan sekarang ia menapak diatas permukaan air, begitu pula dengan langitnya yang gelap hanya diterangi cahaya bulan saja. Selain itu Naruto juga merasakan bahwa daya gravitasinya dua sampai tiga kali lebih lebih kuat dibanding dengan tempatnya tadi.
"Kau seperti orang yang kebingungan Naruto-kun" Ucap seseorang
Kemudian Naruto melihat ke bawah dan disana berdiri Erika yang melawan gravitasi tepat dibawah kakinya lalu menghilang.
"Aku hanya heran kenapa kau suka tempat yang gelap seperti ini" Balas Naruto dengan tatapan bosan
"Sebenarnya tidak juga, aku hanya merasa tidak adil jika tadi kita bertarung ditempatmu. Lalu bagaimana kalau sekarang kita bertarung ditempatku" Ucap Erika tepat dibelakang Naruto kemudian menghilang lagi
Tanpa menggunakan sebuah gulungan Naruto langsung mengeluarkan magic knifenya, mengingat ini bukan dunianya jadi ia harus mulai berhati-hati.
"Hi hi hi, kau mulai serius rupanya" Ucap Erika dihadapan Naruto dan langsung mencakar tubuhnya hingga ia harus mundur beberapa langkah, setelah itu Erika kembali menghilang
'Sial, aku lupa dengan efek gravitasinya' Rutuk Naruto dalam hati
'CRASSSHH'
Sekarang Naruto merasakan dia mencakar punggungnya dan saat akan membalas serangannya Erika sudah menghilang, karena merasa tidak ada gunanya mengandalkan penglihatan disaat seperti ini. Akhirnya Naruto menutup matanya dan menajamkan indera pendengarannya untuk merasakan pergesekan udara yang ditimbulkan akibat pergerakannya, maka dengan gerakan yang meninggalkan seberkas cahaya kuning Naruto langsung berada tepat dibelakang Erika dan mengunci kedua tangannya.
"Tidak mungkin" Ucapnya tidak percaya
"Tidak ada yang tidak mungkin" Balas Naruto dengan seringai lebarnya
"Walau pun kau bisa melihat gerakanku tapi tidak seharusnya kau bisa menyamainya, mengingat da–" Ucapnya
"Kau lupa satu hal, daya gravitasi tidak akan berpengaruh selama aku bisa menembus dimensi ruang. Kau kalah telak Erika-chan" Balas Naruto dengan evil smirknya
Perlahan-lahan kubah setengah lingkaran yang diciptakan Erika mulai retak dan akhirnya hancur berkeping-keping hingga meninggalkan sebuah kawah raksasa seluas 600 m 2 dengan kedalaman kurang lebih 100 m, setelah melihat kubah hitam yang diciptakan Erika hancur Tamamo langsung mendekati area sekitar kawah tersebut dan dia melihat Naruto yang masih berdiri tegak didasar kawah dengan Erika yang tergeletak tidak jauh darinya. Merasa ada yang memperhatikan Naruto langsung menengok ke belakang dan ia melihat Tamamo berdiri dipinggir kawah yang sekarang dipijak olehnya.
"Menurutku kemampuannya mungkin setara dengan Sannin Konoha" Ucap Tamamo pada Naruto yang sekarang berada disampingnya
"Ya dan tak kusangka dia bisa membuatku sampai seperti ini" Balas Naruto dengan ekspresi datarnya
Tamamo bisa melihat luka bekas cakaran didada, punggung dan tangan kirinya. Kemudian dia kembali mengarahkan pandangannya ke depan.
"Aku rasa ini terlalu berlebihan, memangnya apa yang kau lakukan sehingga bisa menghancurkan kubah sebesar itu?" Ujar Tamamo
"Aku hanya menggunakan Mangetsu Rasengan, Hinokami Rasengan dan Cho-Oodama Rasengan untuk menghancurkannya. Apa itu berlebihan?" Balas Naruto menengok ke arah Tamamo, sedangkan yang ditengok hanya bisa sweetdrop mendengar tiga jutsu yang disebutkan olehnya tadi.
Naruto kembali mengarahkan pandangannya pada Erika yang tergeletak didasar kawah dan perlahan ia juga mengarahkan telapak tangan kanan ke arahnya, terlihat energi positif dan energi negatif yang berkumpul didepan telapak tangan kanannya hingga membentuk sebuah bola berwarna biru keputihan yang ukurannya dua kali rasengan normal.
"Apa yang akan kau lakukan dengan jutsu itu?" Tanya Tamamo dengan rasa penasaran
"Aku tidak bisa membunuhnya dengan jutsu biasa. . ."
Perlahan bola berwarna biru keputihan tersebut menyusut hingga ukurannya empat kali lebih kecil dari ukuran sebelumnya.
". . . kasai bakuhatsu no tamashi no jutsu" Balasnya dan seketika mata Tamamo melebar saat melihat Naruto melepaskan energi padat tersebut yang tepat mengarah pada Erika
Tapi sebelum gumpalan energi tersebut mengenai Erika, Tamamo sudah menendangnya lebih dulu sehingga arahnya berbelok mengenai pohon dan akibatnya pohon tersebut langsung lenyap tak bersisa.
"Kenapa kau melindunginya" Geram Naruto dan seketika itu juga angin berhembus kencang
"Aku mendukung keputusanmu untuk melindungi Konoha. Tapi kenapa kau sampai ingin membunuhnya, bukankah kau sudah mengalahkannya Naruto" Balas Tamamo yang saat ini membelakangi Erika
"Apa kau sudah lupa, dia nyaris membunuh lelaki tadi. Jadi sudah tidak ada alasan lagi untuk melindunginya" Ucap Naruto masih menahan amarahnya
"Kenapa kau jadi pendendam seperti itu Naruto" Ucap Tamamo
"Diamlah" Balas Naruto memalingkan wajahnya
Tamamo langsung menengok ke belakang begitu menyadari Erika sudah mendapatkan kembali kesadarannya.
"Kau tidak apa-apa Erika-chan" Ujar Tamamo yang kini berjongkok dihadapan Erika
"Hehe, aku tidak apa-apa kok. Kepalaku hanya sedikit pusing" Balasnya sambil duduk bersila dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal
Dengan secepat kilat Naruto kini sudah berada dihadapan Tamamo dan Erika, kemudian ia menundukkan kepalanya dihadapan gadis berambut pirang tersubut.
"Aku minta maaf" Ucapnya
"Kau beruntung karena aku tidak menggunakan kekuatan penuh saat melawanmu" Balas Erika menunjukkan senyum jahilnya
'BLETAKK'
"Aduhh, kenapa kau memukul kepalaku?" Ucapnya tidak terima
"Itu balasan karena kau berkata tidak sopan padaku" Balas Naruto dengan senyum tipis yang tidak disadari oleh Tamamo maupun Erika
"Tenang saja, aku tidak akan menjadi seorang pendendam" Ucap Naruto saat berjalan melewati Tamamo dan tanpa disadari olehnya terlihat senyum tipis dibibir gadis berambut merah tersebut
Sekarang Naruto dan Erika berada didalam apartemen karena masih larut malam, tidak ada satu pun dari mereka yang memulai pembicaraan sehingga membuat suasana semakin hening dibawah langit malam.
"Jika kau memang menginginkan darah, aku akan membawakan beberapa kantung darah dari Rumah Sakit Konoha. Aku yakin disana ada cukup banyak persediaan" Ucap Naruto yang masih dalam wujud remaja berusia empat belas tahun
"Kau tahu, sudah lama aku memperhatikanmu dan aku sangat mengagumimu Naruto. Kau berbeda dengan kebanyakan manusia yang pernah kutemui, kau terlalu baik kepada mereka semua yang bahkan menganggapmu tidak ada. Kadang aku kesal sendiri dengan sikapmu yang terlalu baik itu" Ucap Erika
Naruto hanya diam saja mendengar perkataan Erika lalu ia pergi dari apartemennya menuju Rumah Sakit Konoha, selang beberapa menit akhirnya Naruto kembali dengan membawa dua buah kantung plastik yang berisi darah kemudian menyerahkannya pada Erika.
"Aku selalu berharap mendapatkan seorang teman yang benar-benar mempercayaiku dari desaku sendiri, tapi nyatanya orang yang kucari selama ini bukan berasal dari desa tempat kelahiranku dan bahkan tidak terpikirkan olehku sama sekali. Seperti kau dan Tamamo" Ucap Naruto sambil memperhatikan Erika yang sedang meminum darah dari kantung plastik yang dibawanya tadi
"Ada sesuatu yang ingin kukatakan padamu Naruto. . ."
Kini tatapan Erika menjadi sedikit lebih serius dan dia juga mulai berhenti menghisap darah dari kantung plastik yang dipegangnya.
". . . aku menyukaimu" Ucap Erika
Naruto hanya tersenyum mendengar perkataan Erika barusan dan ia lebih memilih diam karena tahu bahwa gadis yang ada dihadapannya akan melanjutkan kembali perkataannya.
"Tapi walau pun kau menolakku, bisakah kita tetap berteman" Lanjutnya
"Tentu saja, uhm boleh aku bertanya satu hal. . ."
Erika hanya mengangguk tanda menyetujui
". . . saat pertama kali bertemu dihutan aku tahu kau berbohong bahwa kau tidak memiliki keluarga dan yang ingin kutanyakan adalah apa kau tidak merindukan keluargamu?" Jelas Naruto
"Kalau ditanya seperti itu, tentu saja kujawab ya" Balas Erika
"Ikut aku" Ucap Naruto sambil menarik tangan kanan Erika dengan tangan kirinya kemudian ia membentuk beberapa segel jutsu dengan tangan kanannya dan akhirnya mereka berdua menghilang dengan meninggalkan seberkas cahaya kuning
"Kenapa kau membawaku ke sini?" Tanya Erika saat mengetahui ternyata tempat yang dituju Naruto adalah tempat pertama kali mereka bertemu
"Pulanglah, mereka pasti mengkhawatirkanmu" Ucap Naruto
"Kau mengusirku?"
"Ya"
"Apa kau akan merindukanku?"
"Tidak"
"Kejam"
Naruto hanya berdiam diri menunggu kepergian Erika sambil bersandar pada sebuah pohon, tatapannya masih terfokus pada gadis yang baru ditemuinya kemarin. Entah kenapa ada rasa khawatir yang menyelimutinya saat melihat dia akan pergi.
"Kau mengkhawatirkannya?" Ujar Tamamo
"Ya" Balas Naruto
Saat Erika akan pergi dengan menggunakan gerbang dimensi tiba-tiba saja Tamamo menghampirinya dan berkata bahwa dia dan Naruto juga akan ikut bersamanya, mendengar hal itu sontak saja Erika langsung memeluk Tamamo. Sedangkan Naruto hanya mendengus pelan.
Tidak lama kemudian mereka bertiga keluar dari gerbang dimensi yang dibuat Erika dan sampai disebuah tempat yang terlihat asing dimata Naruto dan Tamamo, mereka dapat melihat banyak bangunan yang memiliki corak yang berbeda dengan yang ada di Konoha. Selain itu terdapat sebuah bangunan besar yang megah berdiri diantara bangunan-bangunan kecil lainnya layaknya sebuah istana.
"Selamat datang di Kananga" Ucap Erika ceria seperti biasanya
"Kananga?" Ujar Tamamo
"Ya, ini adalah tempat kami para kaum vampire" Jelas Erika
Berbeda dengan Erika dan Tamamo, yang pertama kali dilihat Naruto adalah langit sore hari di Kananga lalu ia pun tersenyum tipis.
"Perbedaan waktunya drastis juga, padahal di Konoha sudah malam hari" Ucap Naruto
"Banyak hal yang tidak kau ketahui karena dunia ini tidak sempit loh" Balas Erika
Sekarang mereka bertiga tengah berjalan-jalan memasuki daerah kawasan Kananga, suasananya memang tidak terlalu ramai karena hanya beberapa vampire saja yang lewat. Tapi Naruto dapat merasakan tatapan intens dari vampire-vampire berpakaian mewah yang berlalu lalang disekitarnya, maklum saja karena hanya dia satu-satunya manusia yang berani menginjakkan kakinya disana.
"Aku tidak suka dengan tatapan mereka" Ucap Naruto
"Itu karena kau satu-satunya manusia disini" Balas Erika
"Bangunan disini memang unik-unik ya" Ucap Tamamo melihat ke sekeliling
"Lalu yang disana itu apa?" Tanya Naruto pada Erika sambil menunjuk bangunan setinggi 25 meter diarah utara Kananga
"Itu menara jam" Jawab Erika
Tidak lama kemudian mereka sampai didepan sebuah rumah mewah bergaya khas Eropa, tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu Erika langsung membuka pintu tersebut yang ternyata tidak terkunci lalu terlihatlah sebuah ruangan besar yang gelap dengan penerangan yang minim. Sedangkan Naruto dan Tamamo hanya mengikuti dari belakang, samar-samar mereka berdua melihat dua orang paruh baya menghampiri mereka. Yang satu adalah seorang wanita cantik berambut pirang panjang dan bermata hazel denganbibir merah mudanya yang menggoda, dia mengenakan dress gothic berwarna hitam yang membalut kulit putih bersihnya dan juga memiliki kuku hitam seperti Erika. Sedangkan yang satunya lagi adalah seorang lelaki tampan dengan short spike hair style berwarna coklat dan mata berwarna hijau tosca, ia mengenakan tuxedo putih lengkap dengan atasannya yang membuatnya terlihat lebih berwibawa dan juga kuku putih yang hampir menyerupai cakar.
"Mereka adalah orang tuaku" Ujar Erika pada Naruto dan Tamamo
"Perkenalkan namaku adalah Lougan Kynn Pattersonn" Ucap lelaki paruh baya tersebut dengan sopan
"Namaku Dianna Kynn Pattersonn, senang berkenalan dengan kalian" Ucapnya ramah
Namun tiba-tiba tatapan Lougan dan Dianna langsung berubah tajam saat pandangannya mengarah pada Naruto, sedangkan Naruto hanya mendengus kesal ketika menyadari ada orang (ralat : vampire) yang menatapnya seperti itu.
"Tch, kenapa kalian menatapku seolah aku ini mangsa kalian" Ucap Naruto kesal
"Tentu saja, karena kau terlihat sangat lezat" Balas Dianna dengan nada menggoda sambil membelai lembut pipi kiri Naruto dengan tangan kanannya, sedangkan Naruto hanya diam saja seolah terhipnotis oleh Dianna
Sementara itu Tamamo hanya menatap kesal wanita paruh baya tersebut lalu memalingkan wajahnya.
"Kalau boleh kutahu siapa nama kalian?" Tanya Lougan
"Namaku Naruto Namikaze" Jawab Naruto setelah mendapatkan kembali kesadarannya
"Tamamo" Ucap Tamamo masih dengan raut wajah kesal
"Oh ya, aku hampir lupa. Nanti malam akan diadakan pesta dikastil Kananga dan jika kalian berminat kalian boleh datang kesana" Ujar Dianna yang kini sudah berada disamping Lougan
"Sekarang kalian bisa beristirahat terlebih dahulu, disini ada banyak kamar kosong. Kalian boleh memilih kamar mana pun yang kalian suka, dan Erika. . ."
Erika pun langsung menoleh ke arah sumber suara yang tidak lain adalah ayahnya
". . . tolong antar mereka" Sambung Lougan
Lalu setelah melihat kedua orang tuanya pergi, Erika langsung mengantar Naruto dan Tamamo menuju kamarnya masing-masing. Mereka bertiga menaiki tangga menuju lantai dua, keadaannya pun hampir sama dengan hanya menggunakan penerangan yang minim.
"Boleh aku bertanya" Ucap Naruto pada Erika
"Ya" Balas Erika
"Apa semua vampire ber-gender perempuan selalu bersikap err. . . seperti itu?" Tanya Naruto
"Kebanyakan sih iya" Jawab Erika langsung tanpa hambatan sedikit pun
'Mati aku' Batin Naruto membayangkan hal-hal yang mungkin akan terjadi nanti
Tidak lama kemudian akhirnya mereka sampai dikamar Naruto yang bersebelahan dengan kamar Tamamo, dan ketika Naruto hendak masuk Erika menahannya terlebih dahulu.
"Apa nanti kau dan Tamamo-chan akan datang ke pesta nanti malam?" Tanya Erika harap-harap cemas
"Tidak" Jawab Naruto langsung karena ia memiliki firasat buruk jika datang
"Uhm, Tamamo-chan?" Kali ini Erika melirik ke arah Tamamo
"Entahlah"
"Ayolah ikut denganku, kau pasti akan menyukainya. Disana juga ada banyak makanan dan cake yang enak" Ucap Erika dengan puppy eyes-nya
Tiba-tiba mata Tamamo langsung berbinar-binar saat Erika menyebut 'cake' dan dengan pasti Tamamo langsung mengangguk menyetujui ajakannya, kini pandangan Erika beralih pada Naruto sedangkan yang dipandangi hanya menghela nafas.
"Baiklah, aku ikut"
"Oh ya satu lagi, kau tidak jatuh hati pada kaasan-ku kan? Soalnya aku tidak mau memiliki tou-san yang seumuran denganku" Tanya Erika memastikan
"Tentu saja tidak" Jawab Naruto dengan semburat merah tentunya
"Maaf merepotkanmu, tapi aku tidak akan memakai kamar ini" Ucap Tamamo yang kemudian menghilang
Waktu terus berlalu dan tidak terasa sekarang sudah tengah malam, terdengar suara langkah kaki yang menggema dikediaman keluarga Kynn Patterson. Perlahan sosok yang membuat suara tersebut mulai terlihat, dia adalah Erika dengan dress hitam selututnya yang sedang berjalan menuju sebuah kamar yang kini dihuni oleh seseorang.
"Hei, ini sudah tengah malam. Cepatlah karena aku tidak mau menunggu" Ucap Erika didepan sebuah pintu kamar
Tidak lama kemudian sosok yang ditunggu Erika akhirnya keluar dari balik pintu, seperti biasa ia memakai pakaian serba hitam sambil memasukkan kedua tangan ke dalam saku celananya.
"Ayo kita berangkat" Ucapnya
Erika berjalan lebih dulu diikuti dengan sosok yang ada dibelakangnya yang tidak lain adalah Naruto, keadaan rumah tersebut tidak berubah tetap hening dan sepi dan tentu saja dengan penerangan yang minim.
"Kalian lama sekali" Seru Tamamo yang bersandar ditembok saat melihat Naruto dan Tamamo muncul dari kegelapan (maklum saja karena keadaan dalam rumah tersebut memang gelap)
Sekarang mereka bertiga sedang berjalan menuju kastil Kananga tempat diadakannya pesta, suasana malam harinya hampir sama dengan di Konoha, tenang dan damai. Bahkan tanpa disadari dua orang disampingnya, terlihat senyum tipis dibibir Naruto.
"Entah hanya perasaanku saja, tapi malam ini kau agak berbeda Naruto" Ujar Erika
"Aku hanya tidak mau menjadi objek tatapan mereka lagi" Balas Naruto
Setelah berjalan cukup jauh akhirnya mereka sampai dikastil Kananga, sebuah kastil bermodel abad pertengahan Eropa yang megah. Lalu mereka pun masuk dan sekarang mereka sedang berjalan dalam sebuah lorong yang dindingnya dipenuhi berbagai macam lukisan dan terdapat makna yang berbeda antara lukisan yang satu dengan lukisan yang lainnya. Berbagai macam lukisan terpampang disana, ada yang beraliran surrealism, cubism, romance dan plural painting. Bahkan lukisan abstrak pun ada, menambah kesan tersendiri bagi siapa pun yang melihatnya dan tentu saja semua lukisan yang ada disana memiliki nilai seni yang tinggi.
"Tak kusangka mereka memiliki sentuhan indah seperti ini" Seru Tamamo melihat-lihat lukisan yang tertempel didinding
"Tentu saja, karena diantara kami ada yang memiliki sense tinggi dalam seni" Ujar seseorang dari belakang
Mendengar suara asing tersebut sontak Naruto, Tamamo dan Erika langsung menoleh ke belakang. Disana berdiri seorang gadis cantik yang seumuran dengan mereka, dia memiliki rambut berwarna biru gelap sepunggung dan mata berwarna coklat karamel yang kini tengah tersenyum, dia juga mengenakan dress yang sama dengan yang dipakai Erika.
"Anna-chan" Seru Erika dengan dengan mata berbinar dan langsung memeluk orang yang dipanggil 'Anna' olehnya tadi
"Lama tidak bertemu Erika-chan, memangnya kemana saja kau selama ini?" Balasnya
"Seperti biasa, oh ya aku hampir lupa. Kenalkan dia ini adalah temanku, namanya Milianna Elderwhite" Ujar Erika pada Naruto dan Tamamo
"Aku Naruto Namikaze"
"Namaku Tamamo"
"Senang berkenalan dengan kalian, biar lebih akrab panggil saja aku Anna"
Setelah itu mereka berempat langsung menuju aula utama tempat berlangsungnya pesta, disana sudah banyak vampire yang datang dari berbagai golongan. Keadaannya sudah semakin ramai, beberapa diantaranya ada yang berdansa dengan diiringi musik mellow. BahkanNaruto dan Tamamo bisa melihat hampir semua vampire ber-gender perempuan memakai dress gothic dan dress goddes, tiba-tiba Naruto, Erika dan Milianna keheranan melihat mata Tamamo yang berbinar-binar menatap sesuatu. Kemudian mereka bertiga mengikuti arah pandangan Tamamo dan ternyata disana ada sebuah meja yang panjang yang diatasnya terdapat berbagai macam cake seperti chocolate ganache tart, black forest in shooter, raspberry meringue, mango mousse breton cookie dan masih banyak lagi. Tanpa menghiraukan ketiga temannya Tamamo langsung berjalan ke arah meja yang dipenuhi berbagai macam cake dan langsung memakannya, begitu juga dengan Erika yang langsung menghampiri Tamamo lalu bergabung dengannya. Sedangkan Naruto dan Milianna lebih memilih diam sambil bersandar ditembok.
"Kau kelihatan menikmati pesta ini" Seru Milianna membuka topik pembicaraan
"Jujur saja, bukan keinginanku untuk datang ke pesta ini" Balas Naruto
"Oh, jadi begitu" serunya lagi
Sementara itu, terlihat Tamamo dan Erika masih memakan cake yang tersedia diatas meja dengan lahapnya, bahkan sampai melupakan acara pestanya. Tanpa diketahui oleh keduanya, datang seorang laki-laki yang jika dilihat dari bentuk fisiknya seperti manusia berumur 18 tahun menghampiri mereka berdua.
"Hai nona manis, baru pertama kali aku melihatmu disini. Perkenalkan namaku adalah Jonas Alvarez, senang berkenalan denganmu" Ucapnya memperkenalkan diri layaknya seorang pangeran. Ia memiliki rambut pirang panjang yang diikat ponytail sehingga membuatnya terlihat seperti lelaki feminim dan juga mata coklat keemasan dengan pakaian seperti seorang pangeran.
"Oh, aku Tamamo" Balas Tamamo kemudian melanjutkan kegiatannya lagi. Tapi saat dia hendak mengambil cake selanjutnya, tangannya sudah keburu digenggam seseorang
"Aku rela menjadi seorang pedophile asalkan bisa membuatmu menjadi pasanganku, Tamamo-chan" Ujar Jonas yang kemudian mencium pergelangan tangan Tamamo
Sementara itu Erika hanya diam saja seolah tidak terjadi apa-apa dan tetap melahap cakenya. Sedangkan Tamamo, kini sudah terlihat perempatan didahinya karena orang yang berada dihadapannya telah berani mengganggu acara makannya dan tanpa belas kasihan sedikit pun dia langsung memunculkan satu ekornya lalu menghempaskannya ke arah Jonas sehingga ia terpental sejauh 15 meter dari tempat kejadian.
Entah disadari atau tidak terlihat sepasang mata tengah memperhatikan kejadian tersebut dengan intens, ia adalah Naruto Namikaze beserta Milianna Elderwhite yang kini berada disampingnya.
"Kau cemburu?" Seru Milianna
"Tidak" Balas Naruto dengan ekspresi datar seperti biasanya
"Namanya Jonas Alvarez, ia hanya seorang vampire kelas rendahan" Ucap Milianna
"Kalau begitu, boleh aku melenyapkannya?" Tanya Naruto
"Terserah, lagipula ada atau tidak ada. Itu tidak akan merubah apa pun, justru yang membuatku terkejut adalah kenyataan bahwa ada manusia yang berani menginjakkan kakinya disini" Ucap Milianna dengan evil smilenya
"Kau, darimana kau tahu tentang hal itu?" Tanya Naruto sambil menatap tajam ke arah Milianna
Secepat kilat Milianna langsung membuat luka gores dipipi Naruto dengan kukunya yang hampir menyerupai cakar.
"Rasanya manis, jika aku tetap berada disini. Bisa-bisa aku menghisap darahmu sampai habis dan satu lagi, kau tidak akan pernah bisa membohongi vampire berdarah murni hanya dengan menyembunyikan hawa keberadaanmu saja" Ucapnya setelah menjilat jari telunjuknya kemudian dia menghilang
Sementara itu Tamamo dan Erika masih asyik melahap cake kesayangannya walau pun ada insiden kecil yang terjadi tadi, setelah merasa puas akhirnya mereka berdua kembali ke tempat Naruto dan Milianna. Tapi saat sudah sampai Tamamo dan Erika hanya mendapati Naruto saja.
"Eh, Anna-chan kemana?" Tanya Erika
"Pergi" Satu kata dari Naruto dengan kekesalan yang sudah tergambar jelas diwajahnya
"Oh" Seru Erika ber'oh' ria
"Ayo kita keluar" Ucap Naruto
"Baiklah, bagaimana denganmu Tamamo-chan?" Seru Erika sedangkan Tamamo hanya mengangguk tanda menyetujui
Sekarang Naruto, Tamamo dan Erika sedang berjalan disebuah lorong. Keadaannya sangat sangat sepi, walau pun sedang diadakan pesta tapi tidak terdengar suara sedikit pun. Lalu setelah sampai diujung lorong tersebut mereka langsung berbelok ke arah kanan dan saat akan melewati sebuah pintu, tiba-tiba terdengar suara desahan dari balik pintu yang kini berada disamping mereka bertiga.
"Aaaahhhhhhhh, le-lebih cepattt" Suara desahan tersebut terdengar semakin jelas, maklum saja berhubung tempat itu memang sepi
"Kau menyukainya"
"I-iy-iya, te-terus seperti itu. Mmmmmppphh" Suaranya terdengar semakin erotis
Sementara itu Naruto hanya menunjukkan evil smilenya, begitu juga dengan Erika. Sedangkan Tamamo terlihat tidak tertarik, terlihat dari sikapnya yang biasa-biasa saja.
"Kalian berdua tidak akan membuka pintunya kan?" Tanya Tamamo memastikan
"Entahlah" Jawab Naruto
"Perasaanku tidak enak jika tetap berada ditempat ini, ayo kita pergi" Ucap Tamamo menarik tangan Naruto dan Erika
Setelah cukup jauh dari tempat itu Tamamo baru melepaskan Naruto dan Erika.
"Memangnya selalu ada hal seperti itu?" Tanya Naruto
"Kami kaum vampire berbeda dengan manusa, kami bebas melakukan apa pun tanpa ada batasan atau larangan. Seperti melakukan seks" Jawab Erika
"Kalau begitu, apa kau masih virgin?" Tanya Naruto kali ini dengan evil smilenya
'BLETAKK'
Tanpa ragu Erika langsung memukul kepala Naruto sekeras mungkin dengan wajah yang memerah tentunya, sedangkan Tamamo hanya sweetdrop melihat mereka berdua.
"Jangan samakan aku dengan vampire rendahan itu, aku adalah vampire berdarah murni dari keluarga bangsawan. Walau pun kami bebas melakukan apa pun tanpa ada larangan yang mengikat, tapi tidak semua dari kaum kami melakukan hal serendah itu. Beberapa diantara kami masih ada yang memegang etika seperti ras vampire berdarah murni" Jelas Erika yang masih kesal
"Menarik, tapi aku lebih suka ras yang satunya lagi" Balas Naruto sambil menopang dagu dengan tangan kanannya
"Dasar mesum" Ucap Erika, sedangkan Tamamo hanya tersenyum melihat tingkah laku keduanya
"Kalau boleh, aku ingin tahu lebih banyak tentang vampire dan juga tempat yang dinamakan Kananga ini" Seru Tamamo
"Kebanyakan dari kami berasal dari kawasan Eropa Timur, namun setelah jatuhnya Mesopotamia entah kenapa banyak kaum kami menyebar ke berbagai wilayah dan salah satunya adalah Kananga. Dulunya kami menemukan daerah ini sebagai daerah yang kosong dan tidak ada tanda kehidupan sama sekali, seperti kota akhirnya kami membangun kehidupan disini pada akhir abad Renaissance sampai sekarang" Jelas Erika
"Jadi begitu" Ucap Tamamo mengangguk
Sekarang mereka sudah sampai disebuah lorong lantai pertama, bisa dikatakan lorong ini adalah yang terindah karena dindingnya dipenuhi dengan berbagai lukisan yang memiliki nilai seni yang tinggi. Tepat dari arah yang yang berlawanan terlihat tiga vampire ber-gender perempuan sedang berjalan ke arah Naruto, Tamamo dan Erika. Dari ketiganya ada yang memakai dress gothic berwarna ungu, berambut hitam panjang dengan mata berwarnna merah darah. Kemudian ada yang memakai dress gothic berwarna biru, rambutnya berwarna pirang bergelombang dan dia memiliki mata biru cerah. Dan yang terakhir, dia juga memakai dress gothic berwarna merah dengan rambut merah maroon yang diikat ponytail. Ketiganya terlihat seperti orang berumur 20 tahun, mereka berjalan dengan anggun lalu berhenti dihadapan Naruto.
"Hai tampan" Ucap salah seorang vampire yang memakai dress gothic berwarna merah mulai menggoda Naruto
"Dan kau juga terlihat seksi" Lanjut perempuan yang memakai dress gothic berwarna biru disampingnya dengan nada menggoda, sedangkan Naruto hanya acuh tak acuh saja
"Tenang saja mereka hanya vampire rendahan Tamamo-chan . . ."
Tapi saat Erika melihat ke arah Tamamo, betapa terkejutnya dia saat melihat matanya berwarna merah menyala sambil menatap tajam ke arah tiga vampire tersebut.
". . . Kau tidak apa-apa kan Tamamo-chan?" Tanya Erika memastikan
Tiba-tiba saja sudah tercipta sebuah bijuu-dama seukuran rasengan ditangan kanan Tamamo.
"He-hentikan Tamamo-chan, kau bisa menghancurkan kastil ini" Ucap Erika yang panik karena kesusahan menghentikan niat jahat Tamamo yang diakibatkan kecemburuan
"Huft, baiklah" Ucap Tamamo yang emosinya mulai mereda
"Kalau begitu kutunggu kau dikamar kami" Seru vampire yang satunya lagi kemudian ketiganya berjalan melewati Naruto dan tak lupa mereka menunjukkan senyum manis ke arah Erika dan Tamamo
Seketika Naruto terkejut saat Tamamo langsung menarik tangannya lalu berjalan ke ujung lorong tersebut kemudian belok ke kiri.
"Kenapa kau mengaja–" Tamamo langsung memotong ucapan Naruto dengan bibirnya, selama kurang lebih 10 menit mereka berciuman. Dan akhirnya aktifitas itu pun berhenti karena paru-paru mereka yang sudah meminta pasokan oksigen lebih
"Jadi, ini alasannya? Maaf aku baru menyadarinya" Ujar Naruto
"Aku hanya tidak suka saat ketiga vampire itu menggodamu. Apa kau menyesalinya, Naruto" Balas Tamamo
"Tidak, justru aku merasa senang. Lagipula. . ."
Naruto mulai mendekatkan wajahnya ke telinga Tamamo
". . . rasanya manis seperti apel" Ujarnya
"Baka" Umpat Tamamo, tapi yang terlihat kemudian adalah senyum yang mengembang diwajah keduanya
Sementara itu terlihat seseorang yang berdiri diatap kastil Kananga, dia adalah Erika yang sedang bersandar pada tembok pembatas sambil melahap cake yang dibawanya dengan menggunakan piring kecil. Lalu tiba-tiba datang seseorang dari arah belakang, ia mengenakan pakaian serba hitam dengan rambut pirangnya yang sudah mencapai bahu dan juga tatapan matanya yang kosong. Jika dilihat-lihat ia seperti baru berumur 14 tahun, Erika yang menyadarinya langsung menoleh ke belakang dan seketika senyum tipis terlihat diwajah cantiknya.
"Hai Yami-chan" Seru Erika
"Jangan memanggilku seperti itu" Ucap Yami Naruto kesal
"Memangnya kenapa?" Tanya Erika dengan senyum jahilnya
Dengan secepat kilat Yami Naruto sekarang berada dihadapan Erika dan langsung menciumnya, seketika Erika hanya diam mematung dan akibatnya piring kecil yang dipegangnya pun langsung jatuh. Setelah mendapatkan kembali kesadarannya dengan sekuat tenaga dia langsung memberontak, begitu juga Yami Naruto yang semakin memperdalam ciumannya dan akhirnya karena tenaga yang tidak seimbang, Erika pun berhenti memberontak. Setelah beberapa lama, Yami Naruto pun menyudahinya dan mengelap saliva disudut bibirnya dengan punggung tangan kirinya, senyum penuh kemenangan tercetak jelas diwajahnya. Sedangkan Erika yang masih shock hanya bisa mundur beberapa langkah.
"Aku tidak akan memaafkanmu. Berani-beraninya kau menciumku, kepala pirang" Geram Erika dengan perasaan malu dan kesal yang bercampur
"Kenapa? Bukankah tadi kau menikmatinya juga" Balas Yami Naruto dengan evil smilenya
"Kau aka–"
"Tunggu dulu. . ."
Yami Naruto menggerakkan lidahnya kesana kemari didalam mulutnya
". . . kenapa ada rasa cream dan coklat" Ujarnya
"Itu rasa cake yang kumakan tadi baka" Seru Erika masih kesal
"Tidak enak, rasanya terlalu manis" Balas Yami Naruto
"Terserah kau saja" Ucap Erika memalingkan wajahnya yang memerah
"Aku rasa mungkin Naruto akan pulang pagi ini" Seru Yami Naruto yang berjalan mendekati pagar pembatas
"Ya, dan aku juga tidak akan bertemu dengan Tamamo-chan, kau dan Naruto lagi" Balas Erika menggembungkan kedua pipinya
Tiba-tiba Yami Naruto mengarahkan tangan kanannya ke arah bulan purnama yang bersinar malam itu dan dalam sekejap sudah tercipta rasengan. Perlahan namun pasti, rasengan yang diciptakan Yami Naruto mulai dilapisi cahaya bulan purnama sehingga membuatnya terlihat lebih indah. Setelah itu Yami Naruto kembali menarik tangan kanannya lalu menghadap Erika.
"Kau menyukainya?" Seru Yami Naruto
"Ya" Balas Erika dan dia mulai mengarahkan kedua telapak tangannya unuk meraba lapisan cahaya yang menyelubungi rasengan tersebut dengan senyum tipisnya
"Apa kau masih marah?" Tanya Yami Naruto
"Aku rasa tidak" Jawabnya
"Dasar chibi, tapi aku senang bertemu denganmu" Seru Yami Naruto kemudian melenyapkan rasengan yang telah dibuatnya dan perlahan tubuhnya pun mulai berubah menjadi debu lalu hilang tertiup angin
Sekarang waktu sudah menunjukkan pagi hari, terlihat Naruto, Tamamo dan Erika yang saat ini berada didaerah perbatasan sebelah timur Kananga.
"Jadi, kalian akan pulang sekarang?" Seru Erika yang tidak bisa menyembunyikan raut kesedihan diwajahnya
"Ya, mungkin saat ini Iruka-sensei dan Hokage-jiisan sedang mencari keberadaanku" Balas Naruto tersenyum tipis
"Suatu saat nanti aku pasti akan mengunjungi kalian lagi" Seru Erika
"Akan kutunggu saat itu" Balas Tamamo
Kemudian Naruto dan Tamamo masuk ke dalam gerbang dimensi yang telah dibuat Erika lalu lenyap begitu saja.
'Itu pasti, suatu saat nanti aku akan kembali ke Konoha. Sekali lagi bertemu dengan kalian bertiga. Sekali lagi bertarung dengan Naruto dan berjalan-jalan dengan Tamamo-chan. Dan sekali lagi menggodamu, Yami Naruto' Ucap Erika dalam hati
Sementara itu dihutan dekat Konoha, terlihat Naruto dan Tamamo berjalan keluar dari gerbang dimensi dan seketika gerbang dimensi itu pun langsung lenyap. Naruto langsung mengedarkan pandangannya ke sekeliling, rupanya sudah sore hari dan saat ini mereka berada ditempat yang sama dengan tempat pertama kali ia, Tamamo dan Erika pergi ke Kananga dengan menggunakan gerbang dimensi.
"Ayo kita pulang" Seru Naruto
"Tunggu dulu, apa kau akan pulang ke Konoha dengan memakai wujud itu" Balas Tamamo
Naruto langsung melihat dirinya sendiri yang masih berwujud remaja berumur 14 tahun dan tiba-tiba keluar bayangan Yami Naruto dari dalam tubuhnya, seketika Naruto kembali ke wujud asalnya.
"Terima kasih atas bantuannya" Ujar Naruto
"Ya" Balas Yami Naruto dan perlahan ia berubah menjadi debu lalu menghilang tertiup angin
Naruto lalu berjalan keluar dari hutan tersebut dan tidak lama kemudian akhirnya ia sampai didepan gerbang Konoha, seperti biasa banyak warga Konoha yang menatapnya tidak suka saat ia berjalan melewati gerbang dan bahkan beberapa diantaranya adalah chuunin. Tapi Naruto tidak mempedulikan mereka, ia terus berjalan dijalanan Konoha dengan senyum tipis menghiasi wajahnya.
"Hey Naruto" Seru Kiba langsung menghampiri Naruto
"Ada apa Kiba?" Tanya Naruto
"Kemana saja kau hari ini sampai membolos segala? Dasar, kalalu mau bolos ajak-ajak dong" Seru Kiba lagi dengan tampang kesal
"Hehe, iya maaf. Lain kali aku pasti mengajakmu" Ucap Naruto sambil menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal
Langit sore hari yang cerah kini telah berganti menjadi langit malam berbintang yang menyinari setiap pelosok Konoha, suasananya benar-benar mirip seperti di Kananga. Seolah dua tempat yang terpisah sejauh ribuan kilometer itu adalah tempat yang sama. Terlihat seorang anak laki-laki yang masih berumur 12 tahun tengah tidur terlentang diatas patung Yondaime-hokage yang tidak lain adalah Naruto, ia sedang melihat panorama langit yang memukau matanya dengan ditemani Tamamo yang kini duduk disampingnya.
"Kau merindukannya ya?" Tanya Tamamo memecah keheningan malam itu
"Ya, aku tidak tahu apakah aku bisa menemukan orang seperti dia di Konoha. Yang pasti aku tidak akan melupakan kejadian yang terjadi selama dua hari ini" Jawab Naruto
"Aku juga" Ujar Tamamo mengikuti arah pandangan Naruto
Tiba-tiba sebuah sebuah bintang jatuh tetangkap jelas oleh permata sapphirenya dan seulas senyum pun terlukis diwajahnya.
'Aku harap bisa bertemu denganmu lagi, Erika' Ucap Naruto dalam hati
THE END
Akhirnya selesai juga sequel dari ORANGE NINJA yang berjudul ORANGE NINJA : Human. Kitsune & Vampire dan wow, ini adalah fic terpanjang yang pernah dibuat Sank selama ini, lebih dari 5500 kata. Semoga saja para reader's suka dengan ceritanya (semoga), dan yang dibawah ini adalah keterangannya
KETERANGAN
Disini Kananga adalah sebuah kota terpencil di Inggris dan perbedaan waktu yang digunakan adalah perbedaan waktu antara London (Kananga) dengan Tokyo (Konoha) yaitu 9 jam.
Sebenarnya banyak sumber yang menceritakan tentang vampire, hanya saja dalam versi yang berbeda-beda. Dan yang Sank masukin dalam cerita ini adalah versi vampire dari kawasan Eropa pada abad pertengahan, disana dijelaskan bahwa para vampire memiliki paras yang rupawan dan mereka memakai pakaian yang mewah pada zamannya.
Hehe. . . maaf kalo keterangannya ada yang salah, tolong dibenarkan. Dan yang terakhir
Review plisssssss ^_^
