Glasses Boys Lovers

Disclaimer : plotnya memang punya Kawamaru Shin (komik) tapi nanti cerita, dialog, dan alurnya saya rubah sendiri. Yang sama cuma plot kacamata nya aja. tapi buat cerita, dialog dan alur saya sendiri nanti yang buat, jangan ada yang nanya lagi yah soal komik ini... aku udh kasih disclaimer. Aku cuma minjem plotnya aja!

Main Cast :Siwon, Kibum(SiBum)

Summary : King, Ace, Joker dan Jack itulah sebutan bagi mereka yang dipuja-puja di suatu Club rahasia didalam Club Fotografi, Club yang hanya diisi oleh orang-orang yang menyukai cowok keren berkaca mata. Semua anggota club akan mencari data dan foto dari cowok yang menurut mereka pantas di juluki King Kaca Mata, Ace Kaca mata, Joker Kaca mata dan Jack Kaca mata dan akan di puja-puja oleh mereka tanpa sepengetahuan pihak luar. Bagai mana aksi mereka?

Chapter :1 (King Kacamata part 1)

Genre : Humor, Romance

Warning : Yaoi / sounen-ai, typo(s) dimana-mana #pasti =A=, OOC! (Kibum sama Siwon karakternya kebalik =A=)

Rated : T


Chapter 1 (King Kacamata!)

Di klub fotografi SMA S.M High School, terdapat satu klub rahasia bernamakan 'Klub Penggemar Cowok berkacamata." Hampir semua namja dan yeoja yang memasuki klub fotografi memasukki klub ini. Ya benar, di SMA S.M High School ini tak ada perbedaan antara namja dan yeoja. Banyak sekali pasangan yaoi maupun yuri yang secara terang-terangan menyatakan hubungan mereka.

Kembali lagi ke Klub Penggemar Cowok Berkacamata, siang ini anggota klub sedang mengadakan rapat yang tentu saja tersembunyi dari pihak luar. Yang mengikuti rapat ini hanya anggota-anggota inti saja yang berjumlah empat orang namja. Keempat orang namja itu tengah larut dalam pikiran masing-masing. Tiba-tiba keheningan yang terjadi dipecahkan oleh suara namja yang dikenal sebagai ketua klub itu yang bernama Kim Kibum.

"Bagaimana kalau untuk King King kacamata tahun ini kita pilih Choi Siwon? Bukankah ia memenuhi syarat sebagai King Kacamata? Dia tampan dan pintar. Yahh.. walaupun sedikit dingin." Kata Kibum enteng sambil mengetukkan ujung pena di dagunya.

Sontak perkataan Kibum tadi membuat semua namja di dalam ruangan itu melebarkan mata dan memasang tampang tak percaya akan apa yang Kibum katakan tadi.

'M-maksudmu Choi Siwon kelas 11D, Hyung ?" Tanya Tao sambil tetap memasangtampang cengo.

"Tentu saja, kau kira ada berapa Choi Siwon di sekolah ini?" Tanya Kibum malas.

"Choi Siwon? Kau yakin Hyung?" Tanya si namja aegyeo bernama Taemin.

"Tentu saja. Memangnya kenapa? Bukankah dia sudah sangat pantas menggantikan King Kacamata tahun lalu?" Heran Kibum.

"Bukan begitu hyung. Masalahnya dia itu kan terkenal suka menyendiri. Bahkan orang yang mau atau lebih tepatnya dibolehkan Siwon berteman dengannya hanya Hankyung si namja China."

"Hm? Memangnya apa yang salah dengan itu?"

"Hah... nggak masalah sih Hyung, tapi kan dia itu terlihat sangat... Mengerikan." Ujat Taemin dengan wajah horrornya pada saat mengatakan kata terakhir.

"Ne, Aku setuju dengan Taemin. Siwon itu terlalu... Horror." Ucap Jaejoong mengiyakan perkataan Taemin.

"Dan juga banyak gosip buruk tentangnya." Sahut Tao yang turut menyetujui perkataan Taemin.

"Hah... kalian payah. Bukankah itu asiknya memasukki klub ini? Mencari informasi dan foto dari orang yang menurut kalian horror seperti Siwon pasti sangat menarik. Lagi pula, kita belum mencoba kan?" Ujar Kibum yang masih kokoh akan pendiriannya.

"Huh... baiklah, kalau begini kami menurut saja." Ujar Jaejoong yang diikuti anggukan oleh Taemin dan Tao.

"Bagus. Baiklah, jadi siapa yang akan mencari informasi dan foto tentang Siwon?" Tanya Kibum yang dibalas ancungan telunjuk yang mengarah padanya.

"Hah... ne ne arrasseo." Ujar Kibum yang dibalas helaan nafas legah dari anggota club karena mereka tak menjadi 'tumbal'.

.

Di kelas XI D terlihat seorang namja dengan kacamata berframe penuh dengan bahan metalik berwarna hitam tengah membaca buku. Dilihat dari perawakannya sepertinya namja ini berasal dari kalangan yang berada dan ditambah lagi dengan aura gelap yang entah mengapa berada di sekitarnya. Namja itu bernama Choi Siwon. Ya, dialah namja yang tengah diperbincangakan anggota club pecinta sowok berkacamata, walaupun Siwon sendiri tak tahu apa-apa tentang hal itu.

"Yo! Siwon-ah!" Panggil seseorang mengganggu kegiatan Siwon. Siapa lagi orang yang berani berbuat seperti itu kecuali Tan Hangeng, namja China yang menjadi satu-satunya teman Siwon.

"Hm?" Ucap atau lebih tepatnya gumam Siwon yang segera mengonsentrasikan pandangannya pada buku yang dibacanya lagi. Sedangkan Hangeng hanya tersenyum simpul mendengar jawaban Siwon dan segera mendudukkan dirinya di kursi yang berada di sebelah Siwon.

"Hah... kau ini, kalau sifatmu tak berubah, bagaimana bisa kau mendapatkan yeoja atau namja chingu? Temanmu saja hanya aku seorang." Tanya Hangeng pada Siwon.

"Aku tak tertarik dengan hubungan seperti pacaran. Hubungan seperti itu terlalu ababil serta terdengar sedikit aneh dan juga membuatku tak bebas." Ujar Siwon dengan mata yang masih tertuju pada buku kesayangannya.

Hangeng memukul pelan bahu Siwon. "Ck...ck... Terserah kau sajalah Siwon-ah. Aku sebagai satu-satunya temanmu hanya menyarankan agar kau lebih memerhatikan dan mewarnai masa-masa SMA-mu. Kata orang masa-masa SMA itu masa-masa yang indah, hahhh... tapi sepertinya itu tak berlaku bagimu ya."

"Hm."

"Aish.. Sudahlah, bagaimana kalau kita ke atap? Aku benar-benar bosan di sini." Ucap Hankyung sambil memerhatikan buku yang Siwon baca.

Siwon mengalihkan pandangannya dari buku untuk menatap Hangeng dan berkata,"Ne, kajja." Sambil menutup buku yang sedari tadi dibacanya.

Hangeng dan Siwon pun pergi untuk menuju ke atap sekolah. Atap sekolah S.M High School memang selalu sepi saat jam istirahat, maka itu Siwon mau-mau saja diajak Hangeng ke sana.
Seperti biasa, kalau Hankyung berjalan dengan aura malaikatnya, Siwon akan berjalan dengan aura gelapnya. Hal ini membuat satu sekolah aneh melihat persahabatan mereka, padahal sifat mereka benar-benar bertolak belakang.

'BRAKK'

Siwon menabrak seseorang sampai-sampai orang yang ditabraknya terjatuh. Siwon yang melihat itu hanya mengulurkan tangannya kearah orang tadi, berniat untuk membantu orang tadi untuk berdiri. Orang yang Siwon tabrak pun menerima uluran tangan Siwon.

"Maaf." Ujar Siwon, karena merasa dirinya yang bersalah.

"Ne, tak ap-" Ntah mengapa perkataan orang tadi terhenti saat mengetahui kalau didepannya ini adalah Siwon.

"Hei...Hei..." Ujar Hangeng sambil mengibas-ngibaskan tangannya ke depan wajah namaja yang Siwon tabrak tadi.

"Ah? Eh?" Ujar namja itu pertanda bahwa namja itu telas selesai dengan masa-masa melamunnya.

"Bisakah kau lepaskan tanganku?" Tanya Siwon pada namja tadi, setelah menyadari kalau tangannya masih digenggam namja tadi.

"Eh? Mian-mian." Ujar namja tadi sambil membungkukkan badannya.

"Hmmm tak apa." Ujar Siwon sambil bersiap pergi dari situ.

"Si-siwon-ssi?" Ujar namja tadi memanggil Siwon. Siwon yang merasa dipanggil pun membalikkan tubuhnya dan menunjuk dirinya, berusaha memastikan kalau dialah yang dipanggil oleh namja tadi.

"Ne, boleh aku bicara padamu, sebentar saja?" Tanya namja tadi.

"Hah... aku duluan ya Siwon." Ujar Hangeng sambil berlalu.

"Ada apa?" Tanya Siwon dingin.

"Sebaiknya kita berbicara di tempat lain saja." Katanya, "Sebentar saja." Tambahnya setelah melihat raut muka Siwon yang siap menolak ajakannya.

"Hm."

Siwon dan namja tadi pun menuju suatu ruangan yang sepi bisa kita kenal sebagai ruang kesenian.

"Jadi, ada apa?" Tanya Siwon sambil membuka buku sekedar membuang kebosanannya menunggu namja dihadapannya berbicara.

"Sebelumnya aku ingin memperkenalkan diri dulu, nae ileum-eun Kibum-ibnida, aku sunbae-mu di dini."

"Ne?" Tanya Siwon. Apa sebenarnya mau namja dihadapannya ini?

"A-aku minta foto." Ujar namja tadi terbata. Siwon hanya mengerutkan alisnya bingung.

"Untuk?"

"Untuk tugas fotografi. he he ya, untuk tugas fotografi." Terang namja tadi atau bisa kita panggil Kibum nervous .

"Kenapa harus aku?"

"Aku ngefans."

'BLAM'

Suara pintu terdengar pertanda kalau Siwon sudah meninggalkan tempat itu. Sedangkan Kibum hanya meghela nafas.

"Sepertinya ini benar-benar akan sulit."

.

.

Di ruang klub fotografi terlihat Kibum yang sepertinya sedang berpikir keras. Entah berpikir tentang apa. Sesekali Kibum menghela nafas dan membuangnya lagi dan begitu seterusnya. Taemin, Jaejoong dan Tao yang melihat itu hanya mengerutkan kening mereka melihat tingkah laku Kibum.

"Kau ini kenapa Hyung?" Tanya Tao heran masih tetap mengerutkan keningnya.
Kibum yang merasa ditanyai pun hanya menolehkan kepalahnya setelah itu kembali bergelayut dengan kegiatannya yang tadi.

"Hyung? Kau ini kenapa?" Tanya Taemin geram.

"Bukan apa-apa." Jawab Kibum pelan.

"Huh... baiklah-baiklah. Kalu begitu, apa Hyung sudah mendapatkan informasi tentang Siwon?" Tanya Tao.

"Aisshhhh... jangankan mendapatkan informasi dan fotonya, aku saja yang baru mengeluarkan beberapa kata langsung ditolak mentah-mentah." Jawab Kibum frustasi.

"Ditolak? Maksudmu?" Tanya Jaejoong yang sedari tadi diam. Kibum pun menceritakan apa yang tadi di alaminya. Mulai dari dia yang tertabrak Siwon di koridor sampai kejadian Siwon yang menutup pintu ruang kesenian.

"Buahahhahahahaha.." Tawa Jaejoong, Tao dan Taemin serempak.

"Yah.. kenapa kalian tertawa, eoh? Tak merasa kasihan apa melihatku yang sedang frustasi ini." Kata Kibum sambil memasang muka tak percaya yang ditujukannya pada Jaejoong, Tao dan Taemin. Apa mereka tak merasa kasihan dan bersimpati atau paling tidak membantunya, nah.. ini malah menertawakannya. Siapa yang tak kesal coba?

"Hahhahah... Habisnya kau sih tak percaya Hyung. Bukankah kami sudah bilang kalau Siwon itu sangat aneh dan menyeramkan?" Kata Tao sambil tertawa.
Dia benar-benar tak habis pikir dengan kenekatan Kibum yang menurutnya terlalu over itu.

"Iya. Kau ini aneh-aneh saja Kibum-Ah..." Sahut Jaejoong yang bisa mengontrol tawanya yang tadi meledak.

"Astaga hyung-hyung." Kata Taemin sambil menggeleng-gelengkan kepala.

kalau ini komik pasti sekarang di kepala Kibum sudah ada tanda empat siku-siku. Perkataan Jaejoong, Tao dan Taemin benar-benar makin membuat moodnya semakin buruk hari ini. Tak cukup melihat penolakan mentah-mentah dari Siwon tadi malah ditambah dengan ditertawakan teman-temanya sepertinya bukan hanya merusak moodnya saja tapi benar-benar sudah membuat Kibum menyesal masuk sekolah hari ini.

"Aish! Jinjja! Kalian ini bukannya membantu malah menertawakanku! Kalian senang aku frustasi begini, eoh? Lebih baik aku cari angin saja di luar." Kata Kibum sebal sambil melangkahkan kakinya keluar ruangan meninggalkan JaeMinTao di ruangan itu.

"HAHAHHAHAHAHHA.." Sepertinya Taemin, Jaejoong dan Tao benar-benar akan tertawa lepas kali ini =A=

.

.

Kibum melangkahkan kakinya di koridor sepi itu. Dengan tampang kesal yang benar-benar melengkapi aura gelap yang berada di sekelilingnya. Pemuda itu berkali-kali mengumpat dengan suara yang menyerupai bisikkan. Perlakuan teman-temannya tadi benar-benar sukses besar membuat moodnya turun drastis.

"Kibum-ssi?" Panggil seseorang memanggil nama Kibum. Kibum yang merasa dipanggilpun segera menolehkan kepalanya. Setelah dilihat yang memanggilnya adalah Lee-SeonSaengnim, guru keseniannya.

"Ne? Ada apa Seonsaengnim?" Tanya Kibum santun kebalikkan dengan hatinya yang ingin sekali mencincang-cincang namja tua di depannya ini karena sudah mengganggu masa-masa galaunya yang berharga.

"Bisakah kau ambilkan buku kesenian kelas dua belas di perpustakaan,Kibum-ssi?" Tanya namja tua yang dipanggil Lee-seonSaengnim tadi.

"Ne... Arrasseo." Ucap Kibum lemas. Apa tak puas orang-orang merusakkan moodnya hari ini?

"Gamsahamida, Kibum-ssi. Kalau begitu saya tunggu di kantor." Ucap namja itu sambil berlalu meninggalkan Kibum yang sedang memasang wajah ter-horrornya.

"Aish! Jinjja! Mati saja aku kalau begini!" Ujar Kibum frustasi. Kibum pun mau tak mau melangkahkan kakinya menuju ke perpustakaan yang terletak di ujung koridor di sebelah kanan lantai empat.

.

.

Siwon dan Hankyung berada di atap sekolah. Hanya untuk sekedar bersantai, tak lebih. Hankyung sedang memainkan Hand Phone nya sedangkan Siwon tetap setia membaca buku yang sedari tadi dia baca, ntah buku apa itu. Siwon yang sedang fokus membaca buku tiba-tiba dikagetkan dengan suara Hankyung yang tiba-tiba saja tertawa.

"Kau gila?" Tanya Siwon.

Hankyung yang fokus menatap layar Hand Phone-nya sambil tersenyum-senyum sendiri dikagetkan dengan pertanyaan Siwon. "Apa?" Tanyanya balik pada Siwon.

"Aish... Aku mau ke perpustakaan saja." Kata Siwon enteng. Siwon tau kalau Hankyung tersenyum bahkan tertawa sendiri itu pasti karena menerima pesan dari Kim HeeChul, namja yang Hankyung sukai. Karena tak mau mendengar curhatan Hankyung yang panjang lebar, Siwon memutuskan pergi ke Perpustakaan saja.

Saat memasuki perpustakaan, mata Siwon tertuju pada bangku kosong paling ujung. Bangku itu karena letaknya yang terlalu sudut, membuat bangku itu jarang diduduki oleh orang, tapi menurut Siwon di sanalah dia bisa tenang membaca buku tanpa gangguan orang lain. Siwon pun segera melangkahkan kakinya menuju bangku itu dan mendudukinya. Setelah mendapat posisi yang nyaman Siwon pun segera membaca buku yang sedari tadi dia baca.

Menjelang beberapa menit, buku yang Siwon baca pun sudah mencapai lembar terakhir. Setelah memastikan kalau isi buku itu benar-benar tamat, Siwon melangkahkan kakinya menuju sebuah rak untuk sekedar mencari buku yang sekiranya bisa mengisi kebosanannya saat ini. Saat hendak mengambil buku Siwon dikejutkan oleh sesuatu.

'BRAK!'

Sudah dipastikan itu adalah suara orang terjatuh.

.

.

Kibum melangkahkan kakinya sambil bersenandung kecil. Saat tiba di perpustakaan dia pun memasuki perpustakaan itu. Tanpa basa basi, ia segera menuju rak yang dikhususkan untuk buku kesenian. Kibum pun mencari satu-persatu buku di situ untuk mendapatkan buku yang dipinta Lee SeonSaengnim. Setelah menemukan buku itu Kibum pun berusaha mengambilnya, dan sepertinya hari ini Kibum benar-benar akan sial karena buku itu terletak di rak yang paling atas.

"Aish... Jinjja... Kenapa tinggi sekali, eoh?" Kesal Kibum.
Kibum pun berjinjit agar dapat mengambil buku itu. Tapi sepertinya ini benar-benar bukan hal yang baik karena..

'BRAK!"
Kibum terpeleset dengan indahnya di lantai. Setelah jatuh dia baru sadar kalau lanatai itu baru saja dipel. Dan sekarang, Kibum benar-benar akan mengutuk siapa pun yang mengepel lantai itu. Saat sedang mencoba untuk berdiri, ada tangan seseorang yang tiba-tiba berada di hadapannya. Tanpa sungkan Kibumpun menerima uluran tangan itu.

"Gomawo.."

"Ne." Jawab Siwon.

"Siwon?" Tanya Kibum tak percaya. Sepertinya hari ini dia tidak akan seratus persen sial.

"Kau? Dasar ceroboh." Sinis Siwon.

"Ya! Jangan salahkan aku babo! Salahkan lantainya yang licin!" Teriak Kibum yang mengundang tatapan marah dari penjaga perpustakaan.

"Dimana-mana tidak ada lantai yang bersalah, dasar." Ucap Siwon kalem. "Mana buku yang ingin kau ambil?" Tanya Siwon, tak mengubris pandangan tajam dari Kibum.

"Itu." Ujar Kibum sambil menunjuk buku yang berada di rak paling atas. Siwon pun mengambil buku itu dengan mudahnya. Yah... tinggi Siwon memang melebihi tinggi Kibum, jadi tak heran kalau melihat Siwon dengan mudahnya mengambil buku itu. Setelah berhasil mendapatkan buku itu, Siwon pun memberikan buku itu kepada Kibum.

"Gomawo." Kata Kibum berterimakasih.

"Ne." Jawab Siwon setelah itu Siwon beranjak dari sana untuk kembali ke tempat duduknya. Setelah Siwon duduk di bangkunya, Siwon dikejutkan dengan Kibum yang tiba-tiba ikut duduk di sebelahnya. "Mau apa kau?" Tanya Siwon.

"Tentu saja duduk babo!" Jawab Kibum dengan entengnya. Sepertinya dia melupakan satu amanah yang diberikan.

"Kenapa harus di sini? Masih banyak bangku kosong yang lain." Kata Siwon aneh dengan perlakuan dan perkataan namja di hadapannya ini.

"Heh! ini tempat umum babo! Semua siswa berhak duduk di manapun yang mereka suka." Jawab Kibum enteng.

"Terserah." Kata Siwon. Siwon merasa percuma saja meladeni namja di sebelahnya ini, maka itu dia kembali fokus dengan buku yang baru saja diambilnya dari rak buku.

"Siwon?" Tanya Kibum.

"Apa?"

"Aku minta fotomu ya... Sekali saja..." Ucap Kibum dengan puppy eyesnya.

Siwon yang melihat pandangan Kibum yang seperti itu hanya menggelengkan kepalanya dan kembali berkutat dengan bukunya.

"Aish! Jinjja! pelit sekali kau ini. Sekali saja masa tidak boleh." Kaya Kibum sebal. Tiba-tiba aura di belakangnya entah mengapa mendadak kelam...

"Kibum-ssi..." Ujar seorang namja di belakang Kibum yang bisa kita kenal sebagai Lee-seonsaengnim.

'Mati Aku...' Ujar Kibum dalam hati.

.

.

Hari sudah menunjukkan pukul delapan pagi, waktu dimana siswa-siswi S.M High School untuk kembali belajar di sekolah. Di lapangan parkiran mobil, terlihat dua namja yang tengah berjalan beriringan.

"Kenapa kau mengikutiku terus?" Tanya Siwon pada namja di sebelahnya a.k.a Kim Kibum.

"Aku tak akan berhenti mengikutimu sampai kau mau difoto olehku." Ucap Kibum kokoh.

"Baru pertama kali aku melihat namja semenyebalkan dirimu." Kata Siwon Sinis.

"Terserah. Pokoknya aku akan selalu mengikutimu sampai kau mau difoto olehku." Jawab Kibum. Yah... kalau dihitung-hitung ini sudah seminggu Kibum membuntuti Siwon untuk membujuk namja es itu untuk difoto.

"Terserah kau sajalah." Kata Siwon, setelah itu dia melangkahkan kakinya cepat menuju kedalam sekolah. Tak digubrisnya teriakan Kibum. Tapi pada saat dia baru beberapa langkah menuju ke pintu gerbang...

'BRAKKK'

Siwon pun menolehkan kepalanya menuju Kibum. Dan berapa terkejutnya dia melihat Kibum yang terbaring di tanah dengan darah yang mengalir di badannya. Kibum tertabrak mobil milik siswa kelas dua belas. Tanpa aba-aba, Siwon pun segera melangkahkan kakinya menuju tempat segerombolan orang dengan Kibum sebagai pusatnya.

~TBC~

a/n: Mian Readers-ssi aku TBC dulu, mungkin King Kacamata ini bakal menjadi dua atau tiga chap. - -" Ini benar-benar keluar dari rencana awal - -" Mian sekali lagi T_T

Kalian sudah liatkan kalau ceritanya itu benar-benar beda dengan yang di komik? BEDA BANGET MALAH! Jadi bagi anda yang nggak melihat disclaimer yang sudah saya tulis, hanya satu tanggapanku 'it's not my problem.'

DAN MAKASIH BANYAK BUAT YANG UDAH REVIEW! :*

grace251280| Jin Ki Tao| Lee Yong Joon| zakurafrezee| R407| Ryugai Risa| desrochan| HarunoZuka| cloudyeye| thybum| dindaR| OktavLuvJaejoong| Marcia Rena| rie yunnie bear| sibumxoxo| Numpangbaca| puzZy cat| Cloud| Mulov| Guest| Ichigobumchan| redKrystal| | meyy-chaan| riska0122| irengiovanny| Beakren| Wookienach| FuuYuki34| feykwangie| Aoi-Ko Mamoru| golden13| Brigitta Bukan Brigittiw| mbaAjier| Cho Rai Sa|

Oh ya, baca juga FF baruku yang berjudul 'Ode to the Gallantry' aku sebenarnya mau apus tu FF, abis yang nunggu FF itu dikit banget - -" Yah... pokoknya saya benar-benar mengharapkan kalau ada yang menunggu itu FF - -"

Oh ya, satu lagi, yang FF One Thing di end aja di chap itu ya? Habisnya tu FF aneh banget - -"

Akhir kata:

RnR?

Pai-Pai! see you next chap! :*