⇨⇨ATTACK OF LOVE SPECIAL⇦⇦
⇨⇨KLR⇦⇦
⇨⇨MASASHI KISHIMOTO©⇦⇦
⇨⇨RATED~T⇦⇦
⇨⇨ROMANCE,SUPERNATURE,DRAMA,FANTASY⇦⇦
█WARNING◆TYPO,SPEED,ETC,OOC█
INI JADI RAHASIA KITA _
Sial kenapa ini terjadi. Kenapa Nagato memberikan kekuatan matanya padaku, sialnya Hinata melihat mata baruku
"Umm Naruto-kun" panggilnya menghilangkan lamunanku
"Ada apa ?" Tanyaku menatapnya penuh tanya
"Matamu kenapa seperti itu Naruto-kun. Sebenarnya apa yang terjadi padamu ?" Baliknya bertanya. Membuatku bingung tuk menjawabnya
"Kau tak perlu tau mata apa ini, dan ada apa denganku. Karna ini semua tak ada hubungannya denganmu" ujarku dengan pandangan biasa
"Umm katanya kau mencintaiku, kau seharusnya memberitahuku" ucapnya merona merah
Karna ucapannya tadi, membuat tubuhku jadi aneh. Sepertinya tubuhku akan hancur
"Lupakan itu, kuharap kau dapat merahasiakan soal mataku ini. Jika tidak.." tahanku lalu menatapnya begitu dingin
"Aku akan.. memperkosamu Hinata" kesalku. Ya lebih baik dari pada membunuhnya bukan ?
"Na-Naruto-kun.. apa yang terjadi denganmu Naruto-kun" ucapnya melangkah mendekatiku
Aku berjalan mundur, lalu pergi meninggalkannya. Aku rasa ini yang terbaik. Namun tiba-tiba..
*glep..
Aku dipeluk seseorang, dan aku kenal bau ini, sensai saat punggung terkena dada perempuan yang kukenal. Ini Hinata
"Tunggu Naruto-kun.. aku... aku.. minta maaf.. mohon maafkan aku" ucapnya terbata dalam pelukannya terhadapku
"Lupakan semua kata-katamu barusan. Maaf orang seperti diriku seharusnya tak mencintaiku. Bye" balasku memutar tubuhku dalam pelukan Hinata. Dengan sengaja aku mendorong kedua pundaknya tuk melepaskan pelukan dan menjauh
Akhirnya lepas. Akupun berjalan pergi meninggalkannya, huh aku mendorongnya terlalu kencang. Sehingga ia terjatuh ke lantai, dan saat aku menolehnya. Ia menangis
Setelah kejadian tadi. Saat dikelas, Hinata hanya diam namun sesekali melirikku. Aku merasa bersalah, tapi ini yang terbaik. Kurasa ia akan membenciku
"Naruto" panggil seseorang dari belakang
"Ada apa ?" Tanyaku setelah menoleh padanya
"Bagaimana ? Apa ia menerimanya ?" Tanyanya dengan mengenipkan mata kanannya. Atau lebih tepatnya wanita yang berada disampingku, siapa lagi kalau bukan Hinata
"Huuh.. seperti biasa Shikamaru. Ia menolakku mentah-mentah" jawabku frustasi. Dan disitu Hinata menoleh ke arahku, kurasa ia mendengarkan perbincangan kami
"Jangan menyerah Naruto, nanti juga ia akan menerima cintamu yang tulus kepadanya" semangatnya. Namun itu malah membuatku drop
"Dan nanti ia akan mengakui perasaanya terhadapmu, dan saat itulah kalian bisa bersatu sebagai sepasang kekasih yang saling mencintai" tambahnya. Sungguh aku jadi kesal
"Huuh.." tarik nafasku panjang
"Haah.." kukeluarkan
"Kurasa, tunggu aku mati dulu baru ia mau bilang mencintaiku." Ucapku namun kusadar tiba-tiba ekspresi Hinata berubah seperti raut penyesalan
"Jaga kata-katamu" balasnya
"Baik. Oh iya.. tadi itu yang terakhir kalinya Shikamaru, menurutmu apa yang seharusnya kulakukan ?" Tanyaku meminta saran
"Tetap cintai dia walau sakit.. jangan pernah hilangkan rasa cintamu padanya Naruto" ucapnya memberi saran
"Lupakan itu. Ia juga tak pernah mencintaiku, dari dulu ia tak mencintaiku dan kurasa sebenarnya ia ingin segera melupakanku Tapi. Aku jadi pengganggu disaat ingatan tentangku akan hilang" gumanku padanya, sekali lagi. Ekspresi Hinata menjadi sangat sedih, apa ia akan menangis ?
"Aku harap setelah Temptation ia mendapatkan pacar" singkatku membalikan tubuhku ke arah depan. Ya tadi aku menghadapan kebelakang tuk lebih enak saat ngobrol dengan Shikamaru
"Naruto.. kau kenapa ?" Tanyanya
"Aku tak apa-apa. Seperti kata Kakek, " makin lama kau tersakiti maka banyak penderitaan menantimu, namun hatimu akan jadi kuat. Tapi makin banyak kau tak mau jujur pada perasaanmu, maka makin banyak kebohongan yang kau ucapku" itulah kata-kata kakekku yang dia ambil dari catatanku, juga ia taruh di Novel terbarunya..." ucapku panjang lebar
Dan saat aku menoleh ke Hinata. Ia, menangis tersedu. Kenapa ia menangis ? Ku tak mengerti kenapa ia bisa menangis
Aku mencoba menenangkannya dengan menempelkan kepalanya kelenganku, sambil ku lap air matanya yang terus keluar. Sesekali ku elus punggung dan kepalanya
"Kau kenapa Hinata" tanyaku padanya yang masih menangis dalam dekapanku
"Maaf.. aku minta maaf Naruto-kun" balasnya namun tak dapat kumengeri
Dan dari situlah keheningan mulai muncul, yang dapat kulakukan hanya mencoba menenangkan Hinata agar tak menangis lagi
"Naruto" panggil Hiruzen Sensei, ia adalah mantan Master di Konoha. Dan sekarang ia mengajar disekolah ini , sudah 8 tahun ia mengajar. Ia juga dihormati
"Ya Sensei" tanggapku
"Kenapa dengan Hinata ? Apa terjadi sesuatu ?" Tanyanya padaku
"Eee.. Hinata apa yang terjadi kepadamu ?" Ucapku mengalihkan topik ke Hinata yang masih memeluk lenganku dari samping.
"Aku.. aku... "
"Huuh... aku mengerti, kau ingin terus memeluk Naruto seperti itu ?" Tanya Hiruzen Sensei pada Hinata
"Ya..." singkat Hinata merona merah, sial kenapa ia malah bilang Ya
"Maaf Naruto-kun" gumannya kepadaku
"Ya tak apa, aku akan menjagamu jadi jangan menangis lagi" ucapku mengelus punggug Hinata. Dan ternyata setelah beberapa menit ku elus, ia tertidur sambil memelukku. Sialnya kami jadi pusat perhatian dan bisik-bisik
Tak lupa Hiruzen Sensei sesekali tertawa melihatku. Ini memalukan tapi juga membahagiakan . Ehemm kalian tahu aku tak hanya mengelus-ngelus punggung Hinata, tapi dada sebelah kanannya keremas-remas lewat tangan kananku yang menyelip diantar badan dan lengan Hinata. Dan tak jarang ia mendesah, it's for some think font face="Nimbus Mono L, monospace"span lang="zh-CN"ヽ/span/font(^font face="Nimbus Mono L, monospace"span lang="zh-CN"。/span/font^)font face="Nimbus Mono L, monospace"span lang="zh-CN"ノ/span/font
"Naruto-kun" gumannya membuka mata. Tampaknya ia sudah bangun dari tidurnya
Aku membalasnya dengan senyum, diapun tersenyum padaku. Dan masih dalam dekapanku
"Maaf membuatmu tak bisa pulang dari tadi" ujarnya berdiri didepanku
Ya, sebelumnya ia meregangkan badan lalu berdiri didepan, akupun berdiri dan menghampirinya
"Tak apa, ayo kita pulang" ajakku melangkah keluar kelas diapun mengikuti dari belakang sambil berlari kecil mengejarku
Waktu berlalu, sudah seminggu setelah kejadian aku menyatakan perasaanku padanya. Walaupun hasilnya pahit, namun itu membuatku sadar akan sesuatu yang lebih penting
Dan seminggu lagi aku akan mengikuti Temptation, dan aku akan melakukannya sendiri. Tak perlu ada teman, ataupun orang yang menemaniku.
DIKELAS..
_
"Kalian akan mengikuti Temptation, persiapkan diri dan team kalian" ujar Iruka Sensei
Iruka ? Ya, paman Iruka juga mengajar disekolahku, ya tambahan untuk keuangannya
"Jika kalian sudah membuat team masing-masing, coba tulis dikertas dan kumpulkan" titah Iruka sensei
"Naruto-kun, apa aku boleh seteam denganmu ?" Tanya Hinata kepadaku
"Tidak, aku sendiripun cukup. Kau tak perlu mencampuri urusanku tentang ini. Karna aku tak ingin kau terluka." Jawabku membuatnya tersontak kaget. Kenapa harus kaget segala ?
"Aku ikut.. akukan.."
"Kau wanita yang kuat, jangan seteam dengaku. Dan tak perlu banyak alasan, sekali sendiri tetap sendiri" potongku mendahulukan ucapan Hinata
Akhirnya semua tlah mengumpulkan nama-nama team mereka dikertas, begitu pula denganku. Walau aku sendiri, yang penting Hinata tak ikut denganku. Hinata masuk team Sakura
Secara perlahan Iruka Sensei mengganti lembar-demi lembar kertas. Dan ia terhenti dikertasku, terlihat ia membaca alasan kenapa aku hanya seorang diri tuk mengikuti Temptation
"Nagato Ya.. huuh kenapa ia harus muncul sekarang" guman Iruka Sensei menatap kertasku
Ia tersenyum kecil lalu
"Aku mengijinkanmu Naruto" singkatnya membuatku sangat gembira dan bahagia. Ia memang paman yang baik dan pengertian
DIKANTOR PUSAT BAGI MASTER KONOHA ( MASTER = PEMIMPIN )
"Kapan kau ke Negara Kiri Kakashi ?" Tanya seseorang yang memiliki alis tebal berwarna hitam
"Mungkin seminggu lagi, oh iya aku lupa sesuatu Gai" balas seseorang dengan memekai penutup wajah dan ia adalah Kakashi. Master Konoha saat ini
"Lupa apa ?" Tanya pria bernama Gai dengan antusias
"Nanti kau datang kesekolah-sekolah tuk mempersiapkan para murid yang akan mengikuti Temptation" jawab sang Master dimejanya yang bertumpuk dokumen
"Baik.. kalau begitu aku pergi dulu" singkat Gai lalu menghilang
Setelah kepergian Gai barusan, Kakashi melangkah maju ke sebuah lemari. Disana terdapat beberapa foto para Master, tak hanya di Konoha tapi Master lainnya juga ada
Ia menatap sebuah foto calon master kiri selanjutnya. Ia menatap foto itu dengan penuh arti, Master Kiri selanjutnya dalam foto tersebut bernama Mei
"Kau makin cantik dan sexy Mei-chan. Kumenanti pertemuan kita nanti hehh" gumannya menatap foto Mei sendiri
"Kuharap ia sudah punya pacar" guman Kakashi kembali. Iapun berjalan kekursinya tuk menyelesaikan beberapa dokumen
JAM PELAJARAN GAI SENSEI
Gai Sensei tak hanya tangan kanan Master Kakashi, tapi juga guru di sekolahku
"Baiklah anak-anak, keluarkan semangat masa muda kalian. Para pemuda kobarkan api semangat kalian" teriak Gai Sensei diatas tiang. Ngapain coba pake segala berdiri diatas tiang
"Gai Sensei" panggil Neji. Ia adalah Kakaknya Hinata dan ia ditakuti dan dihormati dikelas karena kekuatan dan kemampuannya
"Oh Neji, ada apa ?" Tanya Gai Sensei pada Neji dari atas Tiang
"Sekarang bukannya, uji coba pertarungan antara para siswa" jawab Neji
Gai Senseipun melompat dengan salto memutar-mutar lalu
*Tap
Ia sudah menapak ditanah dengan gaya bangau. Guru yang gokil ya !
"Kau benar Neji, maka pertarungan pertama adalah...
Neji vs Naruto" ucap Gai Sensei membuatku tersontak kaget. Begitu juga para murid yang dipastikan mendukung Neji
"Ahhhh kenapa aku yang pertama ?" Tanyaku namun tak ada yang memperdulikannya
-
-
TBC TO CHAPTER 3
HAHAHAGAHAH AKHIRNYA SELESAI JUGA YA. JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN KRITIK PARA READER DIKOLOM KOMENTAR YA..
SAMA BAGI MAU REQ CHAPTER SELANJUTNYA TULIS AJA DIKOMENTAR (REQ= MINTA DI CHAPTER SELANJUTNYA ADA... DI... YA POKOKNYA SETERAH READERS, TAPI HARUS NYAMBUNG DAN TAK SEMUA REQ CHAPTER DIMASUKIN ... =font face="Nimbus Mono L, monospace"span lang="zh-CN" ̄/span/fontωfont face="Nimbus Mono L, monospace"span lang="zh-CN" ̄/span/font= )
SEE YOU AGAIN.. :( :) :'( :/ ;) :D :V -_-
