#Just You#

Cast : KyuMin, SiBum, and many other

Semua main cast adalah milik mereka sendiri, keluarga, dan Tuhan. Cerita gaje bin ajaib ini yaa… punya saya, siapa lagi hehe ^^

Let's read~~

Seorang namja bertubuh atletis sedang duduk dipinggiran ranjang dengan wajah yang murung. Namaja itu menundukan kepalanya sambil menangkupkan kedua tangannya. Tetesan airmatanya mulai turun membasahi lantai marmer kamar yang dingin.

"Tuhan… kenapa kau hukum adikku? Dia hanya ingin mempertahankan cintanya, tapi kenapa tak ada yang bisa menerima kenyataan itu? Termasuk Appa dan Umma kami…. Tuhan.. tolong bukakan jalannya" namja itu terus menanggis sambil meredam tanggisannya.

'Ceklek'

"Siwonnie.."

Kyuhyun tampak mondar mandir diruang kerjanya. Dirinya sama sekali tak berniat untuk melanjutkan pekerjaan kantornya yang lumayan menumpuk itu. Raut wajah gelisah terus saja mewarnai wajah Kyuhyun belakangan ini.

"Kyunnie~~"Kyuhyun menolehkan kepalanya kearah pintu dan mendapati seorang yeoja yang telah menjadi miliknya sedang membawakan minuman dan cake berukuran medium tengah tersenyum padanya.

"Minnie.."Kyuhyun berlarian memeluk Sungmin setelah Sungmin menaruh nampannya diatas meja kerja Kyuhyun, Sungmin yang kaget hanya dapat membalas pelukan erat sang suami. Bahu Kyuhyun mulai bergetar lagi.

"Kyu… kau kenapa? Kau menanggis?"Sungmin melepaskan pelukannya bersama Kyuhyun dan mengajak suaminya itu untuk duduk disofa putih yang terdapat diruang kerja Kyuhyun. Kyuhyun masih diam dengan bulir airmata yang terus menetes membasahi wajah stoicknya.

"Kau kenapa lagi Kyu? Uljima ne. kau membuatku sakit jika kau terus menanggis seperti ini" Sungmin menghapus jejak airmata Kyuhyun dengan ibu jarinya. Kyuhyun mengangguk dan berusaha menahan deraian airmatanya.

"Be-belakangan ini aku tampak seperti yeoja, ne. suka sekali menanggis"kini Sungmin yang malahan terdiam. Sungmin merengkuh Kyuhyun kembali dalam pelukannya. "Tak apa. Kau juga memerlukannya belakangan ini. Aku mengerti akan hal itu Kyu" Sungmin mengelus punggung suaminya dengan sayang.

"Min… aku… aku baru saja mendapatkan pesan dari umma"Sungmin menautkan alisnya. "Jadi hanya karna itu kau menanggis? Kau lucu sekali Kyu"Sungmin tertawa yang lebih terlihat dipaksakan sambil mengacak-acak rambut pendek Kyuhyun. "Jangan tertawa seperti itu. Semuanya akan memburuk setelah ini Ming"

Sungmin kembali diam, dengan susah payah Sungmin menahan airmatanya yang sebentar lagi akan meluncur membasahi pipi chubbynya. "Tidak akan ada yang buruk, jika kita bersama. Bukankah kau selalu berkata seperti itu disaat aku sedih atau bahkan dalam keadaan buruk sekalipun? Tapi, kenapa sekarang kau sepertinya meragukan kalimat itu Kyu? Kenapa?"Sungmin menundukan kepalanya, airmata yang ditahannya akhirnya meluncur juga. Memperlihatkan kelemahan Sungmin.

"Aku tahu bahkan aku sangat tahu Ming. Tapi, bukan itu yang aku maksud… aku.."Sungmin menampakkan wajahnya dengan kedua mata yang sembab, membuat Kyuhyun tercekat hatinya terasa sakit saat melihat wajah sedih Sungmin seperti ini.

"Jangan menanggis lagi Min. aku akan sakit melihatnya"Kyuhyun menghapus bulir airmata yang membasahi pipi chubby Sungmin. "Apa isi pesan dari umma mu Kyu?" Kyuhyun terpaksa tersenyum hanya ingin mengembalikan ketenangan pada istrinya yang keadaannya sama lemahnya dengan dirinya.

"Umma… umma menyuruhku pulang Ming"Sungmin mengangguk paham "Pulanglah Kyu. Aku tak apa jika akan sendirian" Kyuhyun mengelengkan kepalanya. "Wae Kyu?" Kyuhyun menarik nafas beratnya dan menghembuskannya dengan kasar.

"Aku takut jika aku tak bisa kembali lagi padamu. Aku tak akan mendengarkan mereka untuk kali ini saja. Ijinkan aku Min. Aku hanya ingin bersamamu sampai ajal menjemputku. Jangan paksa aku Min"

"Umma" yeoja paruh baya itu mendekat kearah putra pertamanya dan memeluknya dengan erat. "Apa ada kabar dari adik mu, Siwon?" Siwon terdiam, bibirnya terasa kelu. "Siwon… umma sedang bertanya. Apakah Kyuhyun baik-baik saja?" Siwon menggelengkan kepalanya.

"Aku tak tahu umma."yeoja paruh baya bernama Teukkie itu mengelus punggung putra pertamanya dengan sayang. "Umma sangat berharap penuh padanya. Umma ingin dia kembali menjadi bagian dari kita seperti sebelumnya" Siwon membulatkan matanya dengan kesal.

Siwon berdiri dari duduknya. "Umma tahu, Kyuhyun hanya mencintai Sungmin. Kyuhyun tidak akan mau berpisah dengan Sungmin. Biarkanlah Kyuhyun bahagia dengan cintanya bersama Sungmin. Kenapa kalian semua tidak ada yang mendukung keputusan Kyuhyun? Dan malah ingin memisahkan Kyuhyun dengan Sungmin? Kenapa tidak sekalian saja kalian menghapus nama Kyuhyun dari daftar keluarga Cho?" emosi Siwon kembali memuncak hingga ubun-ubun, kepalanya terasa ingin pecah sekarang juga.

"Wonnie, Sungmin itu hanya akan memperkeruh keluarga kita. Lihat sekarang, Kyuhyun jadi anak yang membangkang, bukan?"Siwon mengeleng "Umma tidak tahu apa-apa. Umma sama saja dengan Appa dan kakek yang selalu saja menentang cinta tulus kami bersama dengan orang yang kami kasihi. Cukup aku umma yang menjadi korban keganasan keluarga ini, jangan Kyuhyun lagi yang menjadi korbannya. Cukup aku umma… cukup aku!" Siwon beranjak keluar dari kamarnya dengan membanting pintu kamar dengan keras.

"Siwon!" teriakan ummanya sama sekali tak dihiraukannya. Rasa bersalahnya pada Kyuhyun makin saja mencuat kepermukaan. Tatapan garang sang kakek yang ditemuinya diruang tengah sama sekali tak dihiraukannya. Mengucapkan salam atau hanya sekedar membungkukan badannya pun tak Siwon lakukan seperti biasanya, dirinya merasa benci dengan seluruh orang yang berada dimension megah milik keluarga Cho ini. Terutama pada kakek nya, Lee Yunho.

"Siwon! Berhenti sebentar. Aku mau bicara dengan mu"Siwon menolehkan kepalanya dan menatap sang kakek dengan wajah datarnya. "Maaf aku tidak mempunyai waktu yang panjang"Siwon kembali berjalan sambil meraih kunci mobilnya dan hendak keluar dari kediamannya.

"Siwon!"Siwon melirik sang kakek dengan wajah beringasnya. "Sekarang apa lagi?!"Siwon bertanya dengan nada dingin. Lee Yunho sang kakek mulai terbawa emosi, tapi dirinya masih bersikap menahan amarahnya.

"Jangan membantah lagi. Cepat kemari" perintah Yunho dengan santainya kembali duduk dengan nyaman dikursi sofa hitamnya. Dengan terpaksa Siwon mengikuti perintah sang kakek. Siwon duduk dihadapan Yunho dengan raut wajah acuh.

"Kau kenapa akhir-akhir ini menjadi pembangkang seperti adikmu?"Siwon menolehkan kepalanya dan menatap Yunho tidak suka. "Jangan membawa-bawa nama adikku. Jika ingin marah ya marah saja dengan ku"Yunho menatap Siwon tidak percaya.

"Kenapa akhir-akhir ini kau selalu marah dan suka sekali berteriak. Dimana letak sopan santunmu iru, HAH?!"Siwon lagi-lagi hanya menatap sang kakek dengan tatapan datar. "Tanyakan saja pada dirimu sendiri. Kenapa semua cucumu melakukan ini"Siwon pergi begitu saja dari hadapan Yunho yang tengah mengepalkan tangannya.

"Siwon… Kyuhyun… maafkan umma, ne. Umma memang sangat amat bersalah pada kalian. Tapi, umma tak bisa melakukan apa-apa lagi. Umma akan berusaha dengan sekuat tenaga walaupun nyawa umma yang akan menjadi taruhannya. Asalkan kalian bahagia, umma juga akan bahagia" yeoja paruh baya itu membekap mulutnya untuk menahan isakannya.

Dirinya merasa sangat amat bersalah pada kedua putra yang sangat dicintainya. Teukkie memandang kepergian mobil Siwon dengan tatapan sedih dan sendu. "Kenapa kedua putra ku harus merasakan kepedihan yang sama denganku?"

Flashback

"Teukkie… apapun yang terjadi kau harus tetap menikah dengan Cho Minho. Tinggalkan namja tidak benar bernama KangIn itu, dia sama sekali tidak pantas bersanding denganmu. Kau itu putrid tunggalku. Menurut saja apa kataku" seorang yeija menanggis tersedu dipelukan sang ibu, Jung Jaejoong.

"Aku tidak mau Appa! Aku tak mencintai namja pilihan Appa. Lagi pula apa salahnya jika aku ingin menikah dengan KangIn? Dia namja yang baik Appa"Yeoja itu berusaha meredam tanggisnya. Namja paruh baya itu menatap tidak suka pada putri tunggalnya.

"Kau ingin menjadi pembangkang sekarang? Kau ingin menikah dengan Cho Minho atau akan kumusnahkan keluarga KangIn itu sekarang juga? Dia itu hanya penjual makanan dicaffe murahan miliknya, berbeda dengan Cho Minho yang mempunyai pekerjaan yang matang dan akan menjamin kehidupanmu dimasa yang akan datang" yeoja itu tetap mengeleng dan tetap bersikukuh dengan pendiriannya.

"Baik, jika itu yang kau mau. Aku akan menghancurkan kehidupan namja tidak jelas bernama KangIn itu" namja paruh baya itu mengambil handphonenya yang ada disaku jasnya dan mendial sebuah nomor.

"Hallo pak Kang ada pekerjaan untukmu."Teukkie segera berlari mendekat kearah ayahnya sambil memeluk kaki ayahnya. "Jangan Appa… aku mohon jangan. Aku akan menuruti keinginanmu. Tapi jangan hancurkan keluarga KangIn, aku sangat mencintainya" mohon Teukkie dengan deraian airmata yang tertumpah deras membanjiri wajah cantiknya.

Jaejoong hanya bisa menatap kasihan pada putri semata wayangnya yang menanggis tersedu dikaki sang ayah. "Sudah… sudah hentikan Yunho! Kau menyakiti putrimu sendiri. Biarkan saja dia dengan cintanya, kau sebagai orang tua cukup mendidik dan membimbingnya. Bukannya malah mencampuri urusannya seperti ini" airmata Jaejoong ikut tumpah saat dirinya merengkuh Teukkie kedalam pelukannya.

"Jangan ikut campur Jaejoong. Kau tidak tahu apa maksudku untuk menjodohkan anak kita ini dengan keluarga Cho Minho anak dari Cho Jinki. Lagi pula namja bernama KangIn itu tak akan bisa menghidupi anak kita dengan penghidupan yang layak bagi masa depannya. Apalagi untuk cucu-cucu kita nantinya" Yunho beranjak dari ruang keluarga yang hawanya terasa panas.

"Uljima,ne. Teukkie tenang sedikit, ne. ada Umma disini, umma akan berusaha sekuat tenaga, demi kebahagiaanmu chagi" Teukkie hanya mengangguk lemah dalam pelukan Jaejoong. Dirinya sudah merasa pasrah dengan keputusan ayahnya yang sampai kapanpun tak akan bisa diganggu gugat oleh siapa pun.

"Umma aku akan baik-baik saja, asalkan Appa tidak menyakiti keluarga KangIn. Aku sangat mencintainya Umma" Jaejoong mengangguk dengan raut wajah sedihnya. Anak semata wayangnya mempunyai nasib yang sangat menyedihkan.

Beberapa hari kemudian, Leeteuk mencoba mendatangin KangIn dicaffe milik KangIn. Dari penghasilan Caffe inilah keluarga KangIn hidup, ayah KangIn yang seorang pensiunan militer hanya sanggup memenuhi kebutuhan pangan mereka tanpa bisa memenuhi kebutuhan hidup lainnya.

Siang malam KangIn membanting tulang demi menghidupi keluarga kecilnya. Hasil jeripayah KangIn selama menjadi pelayan disebuah caffe sampai menjadi kuli pengangkut barang terus KangIn kumpulkan dan sampai pada akhirnya KangIn dapat membuka Caffe kecil.

Seiring berjalannya waktu caffe milik KangIn ini bisa direnovasi dan caffenya menjadi sangat ramai, hal inilah yang nantinya menjadi modal bagi KangIn untuk mempersunting Leeteuk. Namun takdir berkata lain.

"KangIn~~"Leeteuk datang menghampiri KangIn yang masih sibuk melayani pelanggannya. KangIn yang mendengar namanya dipanggil pun ikut menolehkan kepalanya kesumber suara. Raut wajah senang langsung terpatir indah diwajah tampan KangIn.

"Teukkie~~ nan bogoshipeo" KangIn berlarian kearah Leeteuk dan memeluknya dengan erat. "Hei.. Jonghyun, tolong kau layani pelanggan yang ada dimeja ujung sana" perintahnya setelah melepaskan pelukannya pada Leeteuk. "Baik boss" ujar pelayan bernama Jonghyun itu dengan cenggiran khasnya dan langsung meluncur melayani pelanggan yang ada dimeja ujung caffe.

"Leeteuk.. apa yang membawamu kesini? Apa kau merindukanku?"kata KangIn dengan nada riang sambil menuntun Leeteuk duduk disudut caffe. Wajah Leeteuk kembali mendung, rasa bersalah Leeteuk pada KangIn timbul kepermukaan. Rasanya Leeteuk ingin segera mengakhiri hidupnya atau malahan mengakhiri hidup sang ayah yang dengan kejamnya memisahkannya bersama KangIn namja yang dicintainya. Namun otak Leeteuk masih waras untuk melakukan hal sekeji itu.

"Mianhae" hanya kata itu yang dapat Leeteuk ucapkan sebagai gambaran hatinya yang hancur berkeping-keping. KangIn yang mendapatkan perkataan maaf dari Leeteuk hanya dapat menautkan alisnya, binggung. "Apa maksudmu Teukkie? Aku tidak mengerti" bukannya menjawab pertanyaan KangIn, Leeteuk malah menundukan kepalanya menyembunyikan lelehan airmatanya.

"Kau? Ada apa denganmu Teukkie? Apakah ada sesuatu yang ingin kau sampaikan padaku? Katakan saja aku akan mendengarkannya" KangIn berusaha menenagkan Leeteuk yang bahunya semakin bergetar. KangIn tahu, sangat tahu malah kalau yeojachigunya itu sedang menanggis, entah karna apa.

"KangInnie.. aku… aku akan menikah dengan jodohan Appaku. Aku mohon kau mengerti. Demi kebaikan kita KangInnie"bagaikan tersambar petir disiang bolong, KangIn menatap kelu pada yeoja yang sangat dicintainya itu. Dalam diam KangIn menitikan airmatanya, dia tahu apa penyebabnya ayah Leeteuk tak menerimanya sebagai namjachigu Leeteuk apalagi menjadi menantunya dikehidupannya kelak.

"KangInnie.. maafkan aku. Aku tak mau kau dan keluargamu disakiti oleh appaku. Aku sangat tahu watak appaku, dia akan sungguh-sungguh menghancurkanmu dengan keluargamu. Aku tak mau itu terjadi KangInnie… aku juga sakit dengan keputusan ini, percayalah."pandangan mata KangIn terasa berat dan meredup, hatinya terasa tercabik-cabik dengan kenyataan pahit yang harus dirinya lalui bersama dengan yeoja yang dicintainya itu.

"Aku mengerti akan kekhawatiranmu padaku dan keluargaku. Aku memahami apa yang membuat appamu tak mau menerima keberadaanku. Kau… berjanjilah padaku, kelak kita akan bersatu kembali. Jaga hatimu untukku. Aku akan kembali padamu saat aku sudah menjadi namja yang sukses kelak. Menikahlah dengannya, aku akan merebutmu kembali. Apa kau mau berjanji padaku Teukkie?" dengan sekuat tenaga KangIn mengucapkan kalmiat yang menurutnya mustahil itu, tapi dengan kekuatan cintanya pada Leeteuk, KangIn berjanji akan mengabulkan janjinya tersebut.

"Aku akan menunggumu KangInnie… sampai ajal menjemputku." Leeteuk dan KangIn pun berpelukan. Mungkin pelukan hangat ini adalah pelukan terakhir sebelum mereka berdua akan terpisahkan dengan takdir yang tak sejalan dengan keinginan mereka.

'Tuhan… jangan pernah lepaskan genggaman cinta kami hingga ajal menjemput kami. Aku mohon'

Flashback off

Leeteuk menggengam tangannya dengan erat, sampai buku-buku tangannya memutih sangking eratnya. Rasa bersalahnya kian menumpuk saja, tidak dengan anaknya, dengan suaminya, sampai pada tambatan hatinya yang tak akan pernah berubah sampai kapan pun.

Cho Minho, kini telah meninggal dunia karna penyakit jantung yang dideritanya. Dirinya sangat mencintai keluarga kecilnya, tanpa mengetahui sang istri masih menyimpan hati pada namja lain. entah mengapa, Cho Minho itu memiliki sifat yang sama dengan Jung Yunho, ayah Leeteuk yang gemar sekali mencampuri urusan anaknya.

Minho sempat melarang hubungan Siwon dengan beberapa yeoja yang menurutnya berbeda kasta dengannya, hal serupapun dirinya lakukan pada Kyuhyun putra keduanya. Siwon yang memang dasarnya penurut hanya bisa menuruti apa kata ayahnya itu walaupun hatinya merasa tersakiti. Siwon begitu menghormati kedua orang tuannya.

Berbeda dengan Kyuhyun yang merasa cintanya pada Sungmin harus dipertahankan hingga ajal menjemputnya. Kyuhyun akan mempertahankan cintanya bersama Sungmin apapun yang terjadi. Terbukti dengan kaburnya Kyuhyun dan menikah dengan Sungmin secara diam-diam. Kyuhyun tidak perduli lagi dengan kedua orang tuanya yang dirasanya cukup egois dan berlebihan. Kyuhyun pun membangkang dan pergi dari rumah hingga saat ini dirinya tak pernah kembali lagi menginjakkan kakinya kekediaman keluarga Cho.

"Tuhan.. mengapa kau pilihkan jalan sulit ini untuk ku dan kedua putraku? Cukup aku yang tersiksa Tuhan… jangan kau siksa kedua anakku. Aku sangat menyayangi mereka melebihi apapun"

Tanpa memperdulikan kecepatannya, Siwon terus saja memacu mobilnya menuju sebuah caffe yang berada disudut kota Seoul. Entah mengapa , jika sedang merasa suntuk Siwon selalu saja berkunjung keCaffe ini dan mendatangi pemilik caffe yang sudah dianggapnya sebagai appanya sendiri. Rasa perhatian yang ditorehkan sang pemilik caffe padanya selalu saja membuatnya tenang dan merasa nyaman. Dia juga tak tahu apa penyebabnya.

Senyum indah terpatir sempurna diwajah tampan Siwon saat memasuki caffe bernuansa klasik yang selalu menenangkan pikirannya. "Hey…. Siwon. Lama tak kemari kemana saja kau nak?"Tanya namja paruh baya yang sedang memakai apron merahnya dibalik meja kasir caffe yang cukup sukses itu.

"Appa. Aku sangat merindukanmu. Kemarilah aku ingin memelukmu" dengan nurut namja paruh baya itu mendekati Siwon dan memeluk Siwon yang sudah dianggapnnya sebagai anaknya sendiri. "Kau anak yang nakal Siwon. Appa sangat merindukanmu dan mengkhawatirkanmu. Kau sama sekali tak memberikan kabar pada Appamu ini. Kau jahat sekali" gurau namja paruh baya itu sambil mengacak-acak rambut Siwon.

"Ahaha maafkan aku Appa. Aku sama sekali tidak bermaksud membuat appa khawatir seperti itu. Aku baru saja mendapatkan masalah appa." Namja paruh baya itu menggiring Siwon kemeja penggunjung. "Benarkah? Bisa kah kau menceritakannya padaku?"Siwon mengangguk.

"Hey… Taemin. Buatkan Siwon coffe ekspresso, ne." Taemin adalah anak yeoja Jonghyun namja yang selalu setia bekerja dengan namja paruh baya pemilik caffe belasan tahun yang lalu tersebut menolehkan kepalanya dan mendapati sang pemilik caffe bersama dengan Siwon tengah tersenyum hangat menatapnya. "Baik boss" tak lupa Taemin melemparkan senyumannya sebelum memasuki dapur untuk membuatkan pesanan yang selalu Siwon pesan jika sedang berkunjung ke caffe.

"Bagaimana, jadi menceritakannya?"Siwon mengangguk. "Appa ku baru saja meninggal appa."namja paruh baya itu terdiam menyelami raut sedih Siwon. "Ah benarkah? Aku turut berduka, ne. lalu bagaimana dengan mu dan keluargamu sekarang? Ah.. aku ingin menanyakan keadaan adikmu itu"Siwon tersenyum mendengar nada perhatian yang namja paruh baya itu berikan padanya.

Perasaan tenang selalu saja menjalari hati Siwon yang belakang ini terasa ngilu karna terpaan berbagai rasa bersalahnya pada Kyuhyun. "Dia baik-baik saja appa, tetap keras kepala seperti dulu."Siwon kembali menyunggingkan senyumnya saat Taemin datang membawakan pesanannya.

"Hehehe ini pesanannya. Aku yang buat lho~ pasti enak"Siwon mengangguk " gomawoyeo Taemin-ah. Buatanmu memang yang terbaik." Taemin mengangguk senang. "Cheon, Siwon oppa" Taemin pun kembali kedapur melanjutkan pekerjaannya.

"Kau ini sepertinya sangat menyayangi Kyuhyun,ne?"Siwon menatap namja paruh baya itu dengan wajah yang sulit untuk diartikan. "Aku memang menyayanginya appa. Tapi, dia berbeda tanggapan denganku"namja paruh baya itu menautkan alisnya yang sedikit keriput. "Apa maksudmu?"

"Kyu… kau tidak bisa berbuat seperti ini terus, kau akan menyakiti hati banyak orang termasuk ummamu sendiri."Kyuhyun mengeleng kuat. "Terserah mereka mau sakit atau tidak. Aku tidak perduli lagi dengan mereka semua. Mereka yang terlebih dahulu menyakitiku, Min. aku benci mereka." Sungmin menatap Kyuhyun dengan kasihan.

"Kau datanglah kerumahmu dulu Kyu. Jelaskan pada mereka apa yang ingin kau jelaskan. Terserah apa tanggapan mereka. Jika kau ingin kemari… kau bisa kemari kapan saja, aku akan selalu menunggumu. Percayalah padaku."dengan rasa keterpaksaan Kyuhyun mengangguk, mengiyakan perkataan Sungmin, istri yang sangat dicintainya itu.

"Sekarang kau istirahat saja,ne. aku akan menyuruh sekertaris Kim untuk mengerjakan pekerjaan kantormu. Cepat sana mandi lalu istirahat dikamar." Kyuhyun mengangguk.

'C.H.U.P~'

"Aku menyayangimu Cho Kyuhyun" ujar Sungmin setelah memberi kecupan singkat pada bibir tebal Kyuhyun. "Aku juga menyayangimu Cho Sungmin" Kyuhyun pun beranjak dari ruang kerjanya menuju kamar pribadinya bersama Sungmin.

"Sekertaris Kim, tolong kerjakan ini, ne." sekertaris Kim mengangguk paham. "Baik nyonya" Sungmin pun beralih kekamarnya untuk mengecek keadaan Kyuhyun yang berada dilantai dua.

"Kyu…"Sungmin mengendarkan pandangannya dan mendapati gundukan selimut diatas ranjang tidurnya. "Hahaha jadi dia sudah tidur rupanya" Sungmin berjalan mendekati tempat tidur yang sedang ditiduri Kyuhyun.

Sungmin merebahkan tubuh lelahnya dengan perlahan disamping Kyuhyun yang dirasanya tertidur dengan pulas. Sungmin membalikan tubuhnya kesamping dengan perlahan takut Kyuhyun terbangun karena pergerakannya.

'Grep'

Sungmin merasa terjerat dari pelukan posessive yang merangkul erat pinggang kecilnya. Sungmin mengetahui bahwa itu adalah perbuatan Kyuhyun. Sungmin menolehkan kepalanya kesamping dan mendapati Kyuhyun yang masih memejamkan matanya.

"Sudah tidur masih saja berbuat mesum. Heran aku mengapa bisa mempunyai suami sepervert dirinya. Ck… malangnya kau Lee Sungmin" perkataan Sungmin membuat Kyuhyun membukakan kedua matanya dan menatap Sungmin dengan raut wajah yang dibuatnya sekesal mungkin.

"Kau nakal sekali Cho Sungmin. Beraninya kau mengataiku mesum dan pervert. Kau juga mengubah margamu kembali menjadi Lee. Rasakan hukumanmu Cho Sungmin!"Kyuhyun langsung saja menindih tubuh mungil Sungmin dengan beringas dan wajah laparnya.

"Apa yang kau mau dariku Tuan Cho?"Sungmin mengerlingkan matanya dengan nakal. "Hoo… mau menggodaku,eoh? Jelas aku akan memakanmu Cho Sungmin"tanpa ba-bi-bu lagi Kyuhyun langsung meraup bibir plump Sungmin dan mengajaknya bertarung dengan bibir tebal nan sexy miliknya.

"Engghh…" lenguh Sungmin dalam ciuman panasnya bersama Kyuhyun. Kyuhyun-nya menyentuhnya dengan lembut, baru sampai tahap berciuman saja sudah membuat Sungmin merasa melayang. Kyuhyun memang namja yang sangat bisa diandalkan dalam urusan apapun.

"Enghh… akhhh… Kyuhhh" Sungmin mengelinjang hebat saat bibir tebal Kyuhyun mengelitik ceruk lehernya tanpa ampun. Kyuhyun melakukannya penuh dengan cinta tanpa nafsu. Kyuhyun menginginkan Sungmin-nya untuk selalu berada disampingnya sampai kapanpun.

"Engghh… Kyuhhh… moree" desah Sungmin saat Kyuhyun menemukan titik sensitifnya diperpotongan leher Sungmin. Kyuhyun memberhentikan aksinya dan menatap wajah Sungmin yang sudah memerah padam. "Kenapa berhenti?"Tanya Sungmin sambil mengembungkan pipinya kesal. Dirinya sudah hampir dipuncak dan Kyuhyun malah berhenti mengerjainya.

"Mendesahlah dan terus panggil namaku"ujar Kyuhyun dengan evil smirk andalannya. "Apa seperti ini? Akhhh… Kyuhhh… faster… akhhh… ssshhh… Kyuuhhh… Moreee" desah Sungmin dengan mata yang dibuat sesayu mungkin. "Kau membuatku gila Min" Kyuhyun langsung melanjutkan aksinya.

Dengan perlahan tapi pasti Kyuhyun melepaskan semua pakaian yang Sungmin kenakan hingga istrinya tersebut berkeadaan full naked. Kyuhyun terus menyerigai dalam setiap aksinya. Perasaan cinta dan sayangnya selalu saja membuncah kepermukaan, berada dalam jarak yang dekat dengan Sungmin adalah hal yang paling dia sukai. Sehari saja tak bertemu dengan Sungmin dirinya akan merasa ingin mati saja sangking merindukan istri tercintanya ini, apa lagi jika ia benar-benar akan dipisahkan dengan Sungmin. Mungkin Kyuhyun akan benar-benar mati.

Tanpa menggulur waktu Kyuhyun langsung menyambar dua gundukan kembar Sungmin yang terasa kenyal, lembut, dan menggairahkan. Payudara Sungmin adalah mainan yang paling Kyuhyun sukai, Sungmin pun juga selalu merasa senang jika Kyuhyun sedang mengerjai kedua payudara sexynya. #plak

Sudah hampir satu jam Kyuhyun menggulum, menghisap, memilin, sampai meremas payudara Sungmin, kini bibir nakal Kyuhyun beralih pada bagian perut rata Sungmin sebelum akhirnya bibir tebal Kyuhyun bermuara pada lubang kehangatan Sungmin yang selalu menariknya masuk kedalam pesona seorang Cho Sungmin.

"Kyuhhh… sshhh… akhhh" desah Sungmin tertahan saat Kyuhyun melahap klitorisnya dengan lembut. Sungmin merasa selangkangan dan daerah kewanitaannya digelitik oleh Kyuhyun yang handal dalam melakukannya. Sungmin selalu saja merasa melayang jika Kyuhyun tengah melakukan 'this and that' padanya.

"Min…. boleh?" Tanya Kyuhyun dengan tampang kekanakan sambil menunjuk selangkangan Sungmin dan menepuk-nepuk tempat dimana Little Kyu bersarang. "Apa?" Tanya Sungmin pura-pura tidak tahu dengan maksud perkataan Kyuhyun. "Aisshh.. pura-pura tidak tahu. Adikku ingin masuk kedalam sarangnya… apa boleh?" Tanya Kyuhyun masih dengan wajah anehnya. Sungmin menahan kelikikan tawanya.

"Jangan tertawa Min, kau membuatku kikuk"Sungmin diam sambil mengangguk. "Terserah maumu Tuan Cho, aku akan menurut saja. Pelan saja,ne."Kyuhyun mengangguk keras hampir saja kepalanya lepas.

'Jleb' Kyuhyun menyentakkan kepala little Kyu nya didalam kewanitaan Sungmin yang masih masuk setengahnya. "Enghhh… Appo!" Kyuhyun dengan susah payah menahan adiknya yang kian berkedut. "Apa kita sudahi saja Min? aku bisa solo sendiri dikamar mandi" ujar Kyuhyun sambil menghapus peluh yang membanjiri kening Sungmin. "Untuk apa kau solo jika masih ada aku? Lanjutkan saja." Kyuhyun mengangguk paham. "Kyu… lanjutkan"

'Jleb' little Kyu sudah masuk sepenuhnya dengan sekali sentakan yang dilakukan Kyuhyun. "Engghh.." desah Sungmin tertahan, karna bibirnya sudah menjadi santapan bibir tebal Kyuhyun yang makin merah dan terlihat sexy. Bunyi kecipakan antara saliva mereka dengan ngenjotan yang ada dibawah sana, begitu menambah kesan erotis dikamar dengan cahaya yang remang itu.

Kyuhyun sangat bahagia saat melihat Sungmin mendesahkan namanya dengan mata yang sayup saat mereka bercinta. Kyuhyun merasa bahwa kebahagiaannya hanya bisa didapatnya jika dirinya terus bersama dengan yeoja yang sangat dicintainya itu.

Sungmin adalah nafas bagi Kyuhyun begitu juga sebaliknya. Mereka akan mati jika mereka berdua dipisahkan, walaupun mati sekalipun Kyuhyun maupun Sungmin akan terus mempertahankan cinta suci mereka, tak perduli ada seseorang yang akan menghalangi cinta sejati mereka sekalipun orang tua dan keluarga mereka.

Orang tua dan keluarga sama sekali tidak berhak mencampuri urusan perasaan mereka, setidaknya dalam hal yang positive. Kyuhyun akan semakin murka jika cintanya dihalang begitu saja oleh orang tua dan keluarganya yang selama ini menentang cintanya bersama Sungmin. Kyuhyun sangat mencintai Sungmin! Dan tidak ada yang bisa menggubah itu semua selain TUHAN.

Kyuhyun dan Sungmin benar-benar melakukannya hingga larut malam tiba. Sejak sore mereka saling bercinta melepas penat dan berbagai masalah yang belakangan ini kerap menghadang mereka berdua. Kyuhyun menatap Sungmin dengan tatapan bahagia walaupun tak dapat dipungkiri rasa hatinya terasa sakit karna kedua orang tuanya dan keluarganya yang menentang cinta sucinya bersama Sungmin.

Kyuhyun bersumpah tidak akan pernah melepaskan Sungmin walau bagaimanapun caranya. Kyuhyun terlalu mencintai Sungmin dan Sungmin pun sangat mencintai Kyuhyun. Kyuhyun merapikan anak poni yang menghalangi wajah lelah Sungmin yang sedang tertidur nyaman dilengan Kyuhyun yang menjadi bantalnya.

Kyuhyun merapatkan selimut yang digunakan untuk menutup tubuh toples mereka berdua. Kyuhyun mendekatkan bibir tebalnya kearah kening Sungmin yang masih terdapat peluh akibat aktifitas menyenangkan mereka hari ini.

Kyuhyun mencium kening Sungmin dengan perasaan yang bercampur aduk antara senang dan rasa bersalahnya karna dirinya terlalu lemah dalam mengambil keputusan dan selalu menanggis jika sudah tak tahan dengan himpitan pikiran yang selalu menganggunya belakangan ini. Dan sekali lagi hanya Sungmin lah yang menjadi sandarannya… hanya Sungmin. Cinta SEJATInya sampai MATI.

"Saranghae~~ Cho Sungmin"

Next or delete?

Wehehe saya kembali mengupdate FF yang menjadi inspirasi saya belakangan ini… semoga readerdeul suka dengan ini :D saya tidak mengharap banyak… cukup review dari readerdeul saja sudah membuat saya senang kok ^^ Sekali lagi mohon reviewnya… #Hug