Mayuzumi Chihiro paling tidak suka jika waktu senggangnya diganggu. Terutama diganggu oleh pemilik bibir monyong bernama Nijimura seperti hari ini, misalnya—

"Mayuuuuuuuuu! Lo harus dengar ini mayu! Oi! Ma—"

Belum sempat Nijimura berteriak lagi, Mayuzumi sudah memberinya morning kiss dengan menyumpal mulut temannya dengan kertas.

.

.

.

Kuroko's basketball © tadatoshi fujimaki

.

Best friends © kapten pelangi

.

Mayuzumi Chihiro — Nijimura Shuzo — Miyaji Kiyoshi

.

Warning :

Out of character, typo(s), miss typo, no romance, nyelip yaoi dikitlaaaah, dan lain-lainnya.

.

.

.

Miyaji Kiyoshi mengerutkan dahinya bingung kala melihat sebuah dress panjang berwarna biru seperti milik Alice dari Alice in Wonderland yang diberikan oleh Mibuchi Reo padanya.

Tunggu, memangnya dia meminta pakaian itu? Dan sejak kapan pemuda cantik bernama Mibuchi Reo memiliki pakaian seperti itu?

"Nah, Kiyo-chan, menurut hasil polling saat kau tidak masuk—" Mibuchi mengantungkan kalimatnya, sebuah senyum menjijikan terukir, membuat Miyaji berkeringat dingin.

Uh-oh, firasat buruk, nih.

"—kau menjadi tokoh Alice untuk pentas drama kelas kita."

Miyaji melebarkan matanya. Hell, orang dihadapannya tidak bercanda, 'kan?! Ia, seorang Miyaji Kiyoshi, menjadi Alice? Ayolah, dia laki-laki, bukan perempuan. "Tunggu sebentar, Mibuchi! Bukannya itu peran untuk para ga—"

"Chi-chan dan Shuu-chan yang merekomendasikanmu, omong-omong."

—seketika, Miyaji langsung melempar nanas dan barang-barang lainnya di kelas.

.

.

Kaki jejang yang dibalut kaus kaki terlihat, sebuah dress manis dikenakan sekaligus sedikit memperlihatkan kerampingan tubuhnya, wajah dengan riasan kosmetik —lipstip, bedak, dan lainnya— tipis menambah kesan manis, sederhana, dan elegan. Surai panjang berwarna coklat madu tergerai hingga ping—

—Suara gelak tawa terdengar dari sesosok pemuda yang merupakan captain tim basket, membuat si Alice —gadungan—mrmberengut kesal.

"Berisik lu, Bibir Monyong!" Sebuah geraman terdengar membuat beberapa siswa menutup telinganya.

Nijimura Shuuzou —yang biasanya bakal langsung ngebacot dengar nama panggilan yang nggak dia baget— masih tertawa sambil berbicara pada sahabatnya satu lagi, "njir, Mayu! Pfft— liat si Alice kita deh— hahaha! Cocok lu kayak gitu, Miya! Huahahaha— gile, wignya cocok banget— pfft! Mibuchi Reo emang top abis!"

"Setuju." —satu kata datar meluncur dari mulut Mayuzumi. Pemuda abu-abu tersebut masih asyik membaca novelnya sembari memfoto Miyaji dengan kameranya.

"Kampreeeeet! Sini lu berdua!"

.

.

Nijimura menatap dua temannya yang sedang bermain-main dikamarnya. Iya, ketiga pemuda tersebut sedang bermain —atau modus minta makannan gratis— di rumah keluarga Nijimura. Ah, lagi pula, Nyonya Nijimura juga tidak keberatan jika teman baik putranya itu main di sini.

"Eh, Miyaji!" Seruan Nijimura membuat Miyaji Kiyoshi mengalihkan perhatiannya dari ponsel, membalas dengan gumaman. "Mi, lu 'kan populer dan banyak cowok yang ngantri jadi pacaran lo, tapi, gua nanya dong, lu tuh, lebih milih Yuuya atau Hayama Kotaro dari kelas 3-3? Secara, diantara yang lain, lu paling deket sama mereka berdua."

Miyaji mengerutkan dahinya. Bingung sudah ia dengan maksud Nijimura. "Maksud lo? Yuuya 'kan adek gua. Ngapain lu bawa-bawa dia?"

"Dia ngira elu incest, Mi." Mayuzumi ikutan nimbrung bak ibu-ibu yang nge-gossip pas lagi beli sayur.

"Hah?"

Nijimura geram sendiri mendengar 'Hah' dari Miyaji, "Gini, loh, Miya temen gua yang suka lemparin nanas setiap harinya ke Midorima sama Takao, lu tuh, ukenya siapa? Hayama Kotaro, atau adek lu si Yuuya itu?"

Miyaji mengerutkan keningnya, "tunggu, tunggu! Uke? Maksudnya apaan?"

"Geez... Mayu! Jelasin ke dia napa?!"

"Ogah, nyet."

Nijimura mencak-mencak kesal, "Ish, nih, ya, Miya yang gua sayang, elu pacaran sama Hayama atau lu sebenarnya incest sama adi—"

—Seketika, sebuah buku entah dari mana melayang mengenai kepala si Bibir Fabulous.

.

.

Udah jadi kebiasaan Miyaji, Nijimura, dan Mayuzumi buat makan di atas, alias diatap. Iya, atap, tempat tidur salah seorang adik kelas mereka yang berkulit hitam untuk bolos dari apapun. Ah, tapi hari ini hanya ada Miyaji dan Mayuzumi. Di mana pemuda satu lagi?

"Mi," sebuah panggilan dengan nada datar membuat pemuda bernama lengkap Miyaji Kiyoshi itu tidak jadi membuka kotak bekalnya, "hati-hati, Niji tadi numpahin susu coklat ke bekel lu."

"Hah?"

"Buka bekel lu—"

Miyaji yang memang mau membukanya malah mengenyitkan dahi, pemuda yang merupakan small forward tersebut hanya nembukanya. Bau coklat yang tercampur dengan nasi membuat Mayuzumi dan Miyaji menutup hidung —padahal, mereka di luar kelas!

"Anjrit, ini apaan?!"

"Don't ask me. Yang gua tahu itu ulah—"

"NIJIMURA KAMVRET, BEDEBAH, BIBIR MONYONG, DIMANA LUUUUU?! TANGGUNG JAWAB, NYET!"

"—lu makan bekel gua aja, deh, Mi."

.

.

Nijimura dicium nanas berkali-kali saat kegiatan klub berlangsung. Balas dendam, pemuda dengan helaian hitam tersebut tahu bahwa Miyaji sedang nembalas dendam. Belum selesai masalahnya, hari ini mereka bertiga akan menginap di rumah Mayuzumi.

—Nijimura menyesalinya. Serius menyesalinya.

Kamar Mayuzumi itu luas, nggak berantakan, dan perabotannya minim. Yang paling menonjol adalah lemari besar tempat menyimpan segudang buku-bukunya..Tapi Nijimura tahu, kedua temannya ingin membalas dendam —Nijimura bingung, salahnya apaan, sih?— padanya.

Ceklek.

Mati lampu pas malam-malam.

Nijimura lamgsung mengejap-ngejapkan matanya, "Mayu! Miya! Ada senter kagak?"

Tidak ada jawaban.

"Oi, Miya! Jangan main-main, dong!"

Masih tidak ada jawaban, yang ada hanyalah suara ketawa-ketiwi, serta teriakan-teriakkan yang bukan dari kedua sahabatnya.

Seketika, sang kapten klub basket merinding, suara-suara tersebut semakin terdengar, "Mayu! Gua ta—"

Ceklek.

"Ngapain lu manggil-manggil nama gua?" Miyaji Kiyoshi, muncul dengan santainya sembari menyalakan lampu.

"Miyaaaaa! Lu dari mana aja?!"

"Toilet."

"Mayu?"

"Kepo lu."

"Miya, tadi mati lampu kagak?"

"Hah? Kagak ah."

"Tadi denger suara-suara nggak?"

"Nggak! Paling suara elu yang mang— tunggu, emang kenapa?"

"Gua tadi... dengar suara teriakkan, trus lampu mati sendiri."

.

.


* codetraesure : makasih reviewnya owo. Iya, mereka kan main bareng trus, kagak jelas sih ketiganya. Lolicon akut itu Mayu. Mayuzumi Chihiro itu lolicon. Iya, sisi lain miya biki oh my god— /nosebleed/

* yuzu nishikawa : Yang ada, saya kasian sama Himuro yang bakal kena bacotan mereka XD

secara, Himuro kan gitu orgnya, menenangkannya kurang gitu lah— kalau hyuga, udah deh, bye-bye aja bagi ketiganya. Kalau izuki yg ada malah bikin lawakan garing ._.

* kagami tania : makasih, Tania-san~

* mayumayumi : jangan ingetin saya sama typoooooo— iya, dong, varokah baca ini, langsung ngakak kok saya juga pas baca ulangnya. Nijinya disini emang terkenal dengan bibirnya, miya terkenal dengan nanas. Atuh, si mayu kayak gitu sih, jadiin aja lolicon akut, kan bagus tuh. Duh, ikatan benang me— uhuk, maaf, maksudnya ikatan takdir pertemanan— ini udah lanjuuut

* macaroon waffle : uun— niji bego di fisika, padahal miya aja yg bisa mtk juga bisa fisika looh— /okenggaknyambung/ MASIH MENDING JAGO MTK TAPI NGGAK BISA FISIK, DUH, SAMA MALAH NGGAK BISA KEDUANYA— /nangis/ wajib harus kudu niji kena bully. Iya, ternyata dibalik wajah datarnya—

* erry-kun : kita tidak membutuhkan logika ataupun relasi anatar ketiga senpai ini uhuk— uun, bang miya tuh ganteng owowoowo. Hahay, makasih banyak, ya! Ini sudah lanjut kok

..

a/n :

Setelah memikirkan lagi dan lagi. Saya beneran bikin jadi multichap. Buat sabilsabil sudah saya bales di PM, ya— saya tahu ini humor gagal tolooong— ah, tau deh. Ada yg mau menyumbangkan kejadian lucu atau absurdnya? Hahaha— saya pengen bikin jadi threeshoot aja, biar nggak panjang-panjang. Makasih nih, buat temen baik saya yg udh nyumbang kejadian lucunya— walau itu agak aneh, sih, mas—

Uhuk, abaikan sana, deh. Jaa mata ne!