Pandangan Kaien tiba-tiba terlihat sendu. Ia mengingat seseorang. Seseorang yang dulu pernah mengisi hatinya. Orang itu mirip dengan gadis yang di depannya. Bedanya hanya rambut gadis yang disukai Kaien itu panjang dan warna matanya coklat musim gugur.

"Senna.." guman Kaien pelan.

"Eh? Kau berkata apa Kai-san?" tanya Rukia.

Kaien hanya menggeleng.

'lihat Senna? Dia juga memanggilku Kai, sama sepertimu. Apakah itu tandanya aku boleh menyayangi gadis di depanku ini?' guman Kaien dalam hatinya.

Beberapa menit kemudian.

"selesai.." ucap Kaien.

"Arigatou Kaien" ucap Ichigo.

"Arigatou Kai-san!" seru Rukia dengan riangnya.

"Senna, sepertinya aku telah jatuh cinta" ucap Kaien sambil tersenyum saat Rukia dan Ichigo sudah tidak terlihat.

WHITE ROSES

Fandom : Bleach

Genre : Romance, Hurt/Comfort, galau, Galau!, GALAU!

Rated : K/T

Pairing : IchiRuki

Disclaimer : Tite Kubo

WARNING!

AU - OOC - GAJE - ANEH - TYPO(S) - GALAU - GALAU - GALAU - GALAU

Hari ini Rukia terbangun pada jam 2 pagi. Dia sudah mencoba tidur tiga kali, tetapi entah kenapa dia tak bisa tertidur kembali. Tiba-tiba dia mendengar suara Yuzu di dekat tangga (kamar Rukia dilantai 2).

"Iya Ichi-nii, Aku setuju dengan Karin"

'hah Karin?' tanya Rukia dalam hati.

"Iya! Seharusnya kan Ayah atau Ichi-nii membantuku mengerjakan PR, tugas, bercanda dengan kami dan yang lain-lainnya. Eh, sekarang Ichi-nii dan Ayah tidak peduli pada kita!"

"BETUL!" timpal Yuzu.

"Memang tidak peduli bagaimana sih? Apanya yang beda?" tanya Ichigo. Suaranya seperti menahan amarah.

Awalnya Rukia ingin turun dan menengahi pertengkaran kakak adik-adik itu tetapi ketika Ia mendengar suara Karin…

"Karena Nee-san mungkin?"ucap Karin.

"Rukia maksud kalian?" tanya Ichigo.

"Hei, dengar ya. Rukia itu Cuma numpang dirumah ini karena sudah menyelamatkan Yuzu." Lanjut Ichigo yang tentu saja membuat Rukia kaget, sangat kaget.

'Ku pikir kita dekat.. Ichigo' batin Rukia.

"Terus kenapa sepertinya Ichi-nii menyukai Nee-san?" tanya Yuzu.

"Sebagai teman." Jawab Ichigo pelan.

'Ku kira.. kau juga menyukaiku… lebih dari teman, mungkin…' pikir Rukia.

"Lalu ketika Nee-san sudah sembuh total, bagaimana?" tanya Karin.

"Mengembalikan kerumahnya" jawab Ichigo pelan.

"HEI! Kalian ini ngapain malam-malam? Cepat tidur!" seru Isshin.

"I-iya ayah" ujar si kembar dengan kompak.

Setelah sepi, tanpa sadar air mata Rukia menetes.

"Aku kira, aku sudah memiliki keluarga. Aku kira semuanya akan berakhir bahagia. Aku kira.. kau menyukaiku… ternyata aku memang ditakdirkan hidup sendirian. Kalau aku terus ada disini maka aku akan merepotkan Yuzu dan Karin, paman Isshin, serta.. Ichigo. Aku akan keluar dari tidak ingin hanya menjadi beban, aku tidak ingin dikasihani."

Tepat pada saat itu juga Rukia mengemasi barang-barangnya dan memasukkannya kedalam sebuah kantung plastik karena dia tidak mempunyai tas. Dia kabur dengan cara keluar dari pintu belakang. Karena biasanya kunci pintu belakang masih berada di lubang kuncinya sendiri.

Dengan berjalan perlahan Rukia melewati dapur.

"Lho Nee-san? Mau kemana malam-malam begini" tanya seorang anak kecil berambut coklat.

"Lho? Yuzu? K-kamu belum tidur?" ucap Rukia sambil tergagap.

"Aku haus jadi aku mengambil minum ke dapur. Nee-san mau membuang sampah ya?" tanya Yuzu sambil menunjuk sebuah kantung plastik hitam yang dipegang Rukia.

Rukia hanya menganggukan kepalanya.

"Oh yasudah. Aku kembali ke kamar ya, Nee-san. Selamat tidur"

"Yaa, selamat tidur Yuzu. Mimpi indah" ucap Rukia sambil tersenyum sendu ketika melihat Yuzu sudah tak ada dihadapannya.

"Maaf.." bisik Rukia pelan.

Perlu 2 jam Rukia berjalan kaki sampai dirumahnya, selain karena letak rumahnya yang jauh, juga karena mentari belum menampakan cahayanya jadi Rukia sedikit kebingungan mencari rumahnya yang termasuk rumah kecil itu.

"Akhirnya aku sampai! Lama sekali kita tidak bertemu yaa Chappy!" seru Rukia sambil memeluk sebuah boneka kelinci putih.

"Mulai sekarang aku tidak akan meninggalkanmu Chappy. Kau adalah satu-satunya temanku.. keluargaku" ucap Rukia lirih.

.

.

.

.

Mulai hari itu Rukia tidak pernah bertemu lagi dengan Ichigo. Dan Rukia telah menemukan kehidupan barunya. Hidup dirumahnya yang kecil bersama Chappy tentunya. Ia bekerja sebagai guru di hari sekolah dan sebagai badut di taman bermain pada hari libur. Kenapa guru dan badut? Karena Rukia senang membuat orang tertawa dan juga senang melihat orang lain tertawa karenanya. Itulah Rukia.

Masih pukul setengah 7 pagi. Biasanya orang-orang masih bermalas-malasan untuk bekerja. Tetapi tidak untuk gadis yang satu ini.

Rukia sedang menemani beberapa anak didiknya untuk berjalan-jalan keluar sekolah. Ya, sekolah tempat Rukia bekerja mempunyai kelebihan khusus yaitu setiap 1 bulan sekali anak-anaknya akan diajak keluar sekolah untuk mempelajari dunia luar, entah itu tumbuhan, hewan atau bahkan rambu-rambu lalu lintas.

"Kakak Guru, bolehkah aku ke taman Kak?" tanya salah satu anak didik rukia yang rambutnya diikat kuda.

"I-Iya Kak. Kami juga mau ikut!" ucap anak-anak lainnya.

"Oke, kalau begitu hari ini kita pergi ketaman. Setuju?" tanya Rukia.

"SETUJU!" sorak anak-anak didiknya itu.

#Tavia#

Rukia sedang duduk di bangku taman. Dia memperhatikan keadaan sekitar.

"Dulu, aku pernah kesini" ucap Rukia. Tatapan matanya yang ceria tiba-tiba berubah menjadi sendu.

"Bersama Ichigo.." lanjutnya.

"Hei Nona! Sedang bernostalgia-kah?" ucap seorang pria sambil menutup kedua mata sang kakak guru itu dari belakang.

"Em.. Kaien! Jangan begitu ah! Aku adi kaget tahu!" protes Rukia.

Kemudian lelaki itu duduk disamping Rukia.

"Teringat orang itu ya?" tanyanya lagi.

Jangan heran melihat keakraban Rukia dan Kaien. Karena semenjak Rukia keluar em.. atau lebih tepatmnya kabur dari kediaman Kurosaki, Kaien selalu ada disamping Rukia, Kaien berusaha menjadi yang terbaik untuk Rukia. Ia bersikap lembut, pemberani, menjaga, bahkan mendengarkan curhatan Rukia tentang apapun. Bahkan tentang Ichigo…

Rukia hanya mengangguk.

"Oiya, kau tau Rukia? Sebenarnya waktu terus berjalan, dia tidak akan menunggumu untuk menyesali masa lalu dan kita harus membuka hal baru masuk ke dalam hidup kita karena semuanya pasti akan berlalu. Kau pernah dengar cerita…"

Bola mata Rukia terbelalak. Dia memukul pelan kedua pipinya.

'Ini bukan mimpi' batinnya dalam hati.

Dia melihat seorang pemuda jangkung berambut oranye dengan kemeja kotak-kotak yang dilipat lengannya hingga kesiku. Pemuda jangkung itu menggunakan celana jeans biru dengan sepatu kets putih. Keringatnya bercucuran.

'Pasti dia habis lari pagi' pikir Rukia sambil tersenyum.

Tetapi senyum itu tidak bertahan lama. Wajah Rukia kembali muram, sedih, Ia melihat seorang perempuan berambut coklat ke oranye-an datang dan memeluk lengan pemuda yang dikenal Ichigo itu dengan manja.

Perempuan itu menggunakan kaos kuning polos yang ketat, rok pendek bewarna hitam, high heels kuning dan beberapa gelang warna-warni. Perempuan itu tersenyum, membuat Ichigo juga ikut tersenyum.

"Kau.. sudah melupakanku ya?" ucap Rukia pelan.

"Rukia? Hey? Kau mendengarkanku kan?" tanya Kaien.

Sebelum Kaien menyadari apa yang sedang dilihat oleh Rukia, Ia buru-buru memalingkan wajahnya.

"Kaien, aku pergi duluan ya" Rukia langsung berjalan cepat kearah anak didiknya.

Kaien hanya menatap kepergian Rukia dengan pandangan bingung. Kemudian dia menengok kekanan dan kekiri. Bola matanya sempat membesar, tetapi hanya sesaat.

"jadi, kau melihatnya ya Rukia? Sepertinya luangku hanya sedikit.." ucap Kaien lirih.

.

.

.

.

Hari ini hari minggu. Hari yang sangat indah bagi beberapa orang. Tak terkecuali gadis satu ini.

"Pagi Chappy! Pagi burung-burung! Pagi bumi! Pagi yang indah untuk semuanyaa!" seru seorang gadis manis sambil membuka jendela dan memeluk sebuah boneka kelinci putih.

Gadis itu langsung duduk di sofa yang tepat berada dibelakang sebuah jendela besar.

Gadis itu tersenyum ketika Ia melihat warna orange melewati rumahnya. Bukan, itu bukan sekedar warna. Itu adalah warna rambut. Warna rambut orang yang dicintainya dan juga orang yang telah memuatnya… sakit hati.

Gadis itu menggeleng-gelengkan kepalanya.

'Ayolah Rukia! Masa sih kau masih belum bisa melupakan orang itu!' pikir gadis yang bernama Rukia itu.

Tiba-tiba gelengannya terhenti pada sebuah jam dinding berbentuk kelinci putih yang menunjukan pukul tujuh pagi.

"WAAA AKU TERLAMBAT!" jeritnya.

.

.

.

.

#Tavia#

AAAAAAH GOMENE UPDATENYA LAMA T_T gara-gara mudik sih jadi gasempat update dikampung gaada sinyaal *curcol deh*

maaf kalo chap ini sedikit._. hehehe

Mohon maaf lahir batin semuaa! *telat*

Nah, ini balesan review untuk yang gak log-in.

Mitsuki ota malez log in : Makasih Mitsuki-san XDD eh? Kecepetan ya? waah maaf-maaf, diusahakan biar rada lambat yaa XD hehe review lagi Mitsuki-san :)

wu : Makasih Wu-san! em, ini gak hiatus kok! cuma rada lama aja apdetnya (?) review lagi yaa Wu-san :)