•RUMOR•

Main cast: Oh Sehun Xi Luhan

Support cast: Kang Jisub(OC), Byun Baekhyun, Park Chanyeol, other cast

.

Summary:

Sehun dan Luhan terlibat dalam sebuah rumor yang dibuat oleh agensi yang menaungi Luhan. Rumor itu akhirnya diklarifikasi dan benar adanya. Namun, seiring berjalannya waktu, Sehun dan Luhan malah terlibat dalam sebuah scandal yang hampir merenggut karier mereka.

.

Lenght: Chaptered

Rating: T-M

Genre: Drama, Romance, ??

Disclaimer:

Semau cast yang author pakai dalam cerita ini adalah milik Tuhan YME, orang tua mereka dan agensi masing-masing. Kecuali kalo Oh Sehun mau jadi punya author juga gapapa...ㅋㅋㅋ

.

.

WARNING!

Cerita ini sangatlah pasaran dan sangatlah berantakan. Jadi, maaf kalau dalam cerita ini ada kesamaan dengan cerita lainnya. Cerita ini murni berasal dari ide author yang agak ribet. THIS IS GS FANFIC! kalo ga suka GS, tinggal pencet tombol back

Dilarang keras untuk copas ide author, karena buatnya aja udah susah, terus masa mau di copas sih ?? :(

Maaf kalau dalam ff ini ada kesalahan/kata2 yang menyinggung readers, author gak bermaksud demikian. Typo is everywhere. Bahasa semerawut. Maaf kalau masih berantakan karna ini ff pertama author.

.

.

Happy Reading~~~

.

.

.

.

.

Chapter 2

"Ya, kau adalah tipe pria idamanku."

Sehun terbengong mendengar pernyataan yang baru saja keluar dari mulut Luhan itu. Yang benar saja?! Apa ini adalah tanda kalau gadis itu sebenarnya juga tertarik padanya?

Ya Tuhan, apa yang harus kulakukan sekarang?

Sehun yang masih shock, sekarang dibuat bingung karena tiba-tiba Luhan tertawa terpingkal-pingkal hingga hampir saja limbung kalau saja gadis itu tidak berpegangan pada ujung meja televisi yang ada didepannya.

"Ya Tuhan, Sehun! Kau itu lucu sekali sih! Kau itu polos atau apa? Hahaha..."

"Huh?" Sungguh, Sehun tak paham dengan maksud Luhan. Polos? Apa maksudnya?

"Oh, maafkan aku Sehun. Aku hanya bercanda tadi." Seketika rasanya hati Sehun bagai di tusuk pedang yang begitu banyak. Ok, itu memang berlebihan, tapi memang itu adanya.

Sehun berusaha untuk tak menunjukkan raut sedihnya pada Luhan. Bisa gawat kalau Luhan melihatnya dan semuanya bisa berantakan kalau Luhan tau.

Kegiatan mereka teralihkan oleh dering ponsel milik Luhan. Gadis itu segera mengambil ponselnya yang berada di atas sofa. Ia terdiam sejenak untuk melihat siapa yang menelfonnya. Detik berikutnya ia mulai menekan ikon hijau pada ponselnya lalu menempelkan ponselnya ke telinga.

"Ne, Oppa?"

"Ya, baiklah. Kami akan segera kembali. Sampai jumpa!"

Pip

Sambungan itu terputus dan Luhan segera menyimpan ponselnya di saku celana jeans yang ia kenakan.

"Nugu?"

Luhan menoleh ke arah Sehun, "Jisub oppa," Katanya seraya menyimpan kembali ponselnya di saku celana.

Dia menyuruh kita unyuk segera kembali ke kantor." Sehun hanya mengagguk paham. Lalu ia segera menggandeng tangan Luhan untuk segera keluar dari unit apartemen Luhan.

.

.

.

.

.

"Dikabarkan, Oh Sehun dan Xi Luhan sedang menjalin hubungan asmara. Siang tadi Keduanya terlihat sedang pergi bersama. Lalu apa tanggapan agensi mengenai berita ini?"

"Ya, kami selaku pihak dari BM Entertainment, membenarkan berita itu. Keduanya sudah saling kenal sekitar dua tahun yang lalu dan mereka menjalin hubungan yang tidak diketahui oleh publik. Mereka baru berani mengungkapkan hubungan itu hari ini dan itu sudah kami setujui, begitu pula dari pihak SM Entertainment, agensi Sehun."

"Lalu bagaimana tanggapan fans-"

Pip

Televisi berlayar besar itu mati seketika ketika seorang perempuan yang duduk didepannya mematikan televisi itu.

"Kyaaaa...Chan! Luhan sudah punya pacar!" Seru seorang gadis dengan nada kelewat bahagia. Gadis itu segera menghampiri dan memeluk kekasihnya dari belakang. Kekasihnya itu tampak sedang sibuk di dapur, memasak makanan untuk keduanya.

"Jinjja? Wow...Daebak," Lelaki itu tersenyum lebar mendengar berita dari kekasihnya itu sambil terus memasak.

"Tolong ambilkan mangkuk yang ada disana." Gadis itu menurut. Ia berjalan ke samping lalu kembali lagi ke tempat semula dan dengan posisi semula-memeluk kekasihnya dari belakang-

"Ini." Ia memberikan mangkuk itu pada kekasihnya dengan senyum yang masih merekah di bibirnya. "Terima kasih, Baek."

"Chan, bagaimana kalau aku telepon saja Luhan? Dia berhutang penjelasan padaku soal kisah asmaranya!"

Lelaki itu tertawa lalu sedikit melihat ke belakang, ke arah kekasihnya yang sedang memeluknya dari belakang. Lelaki itu kemudian menganggukkan kepala pertanda ia setuju dengan usulan sang kekasih.

Gadis itu adalah Byun Baekhyun, atau yang biasa dipanggil Baekkie itu adalah sahabat Luhan sejak mereka berada di sekolah menegah atas. Hari ini ia menerima kabar dari berita di televisi kalau sahabatnya itu sekarang sedang menjalin cinta dengan seorang model terkenal!

Baekhyun sangat gembira mendengar kabar yang mengejutkan ini. Saking senangnya, ia bahkan tak mau melepaskan pelukannya pada Chanyeol, kekasihnya.

"Aku tau kau bahagia mendengar sahabatmu itu punya pacar dan aku senang kau memelukku begini. Tapi setidaknya longgarkan tanganmu, sayang. Kau membuatku tak bisa bergerak leluasa!" Peringat Chanyeol pada sang kekasih yang mendadak jadi manja.

Pertanyaannya, sebenarnya siapa yang baru saja punya kekasih? Kenapa jadi Baekhyun yang berbunga-bunga sampai manja pada kekasihnya?

"Ya, baiklah. Maafkan aku." Baekhyun hanya nyengir tak berdosa. Namun kemudian ia sedikit mengendurkan pelukannya.

"Ja, sup rumput lautnya sudah jadi!" Seru Chanyeol sambil mengangkat dua mangkuk berisikan sup rumput laut itu. Baekhyun melepaskan pelukannya pada sang kekasih.

Chanyeol berjalan menuju meja makan minimalis yang ada di depan dapur. Baekhyun segera menghampiri Chanyeol dan duduk di salah satu bangku yang ada. Ia tersenyum melihat sup rumput laut yang begitu menggoda seleranya.

"Ja, makanlah. Aku tau kau sudah lapar." Tanpa menanggapi ucapan Chanyeol, Baekhyun segera mengambil alat makannya dan berseru, "Selamat makan!"

Chanyeol tertawa melihat kelakuan kekasihnya yang seperti anak kecil, sangat menggemaskan! Hal itu membuat Chanyeol tak tahan untuk mencubit pipi Baekhyun, yang segera dibalas dengan jeritan kesakitan dari Baekhyun. Baekhyun mengerucutkan bibirnya lucu membuatnya semakin imut.

"Sudah-sudah. Sekarang makanlah."

Baekhyun segera melanjutkan acara makannya yang terhambat karena ulah sang kekasih.

"Wow...masakanmu yang terbaik, Chan!" Seru Baekhyun yang dibalas senyum lebar oleh Chanyeol.

"Benarkah? Berarti resep eommaku benar-benar enak." Senyum Chanyeol masih terpatri di wajah tampannya membuat Baekhyun juga ikut tertular karenanya. Ck, dasar happy virus!

Walau Chanyeol tersenyum, tapi Baekhyun bisa melihat pancaran mata prianya tak memancarkan kebahagiaan. Tatapan mata sendu itu membuat Baekhyun melunturkan senyumnya. Kemudian ia menarik tangan Chanyeol yang berada di atas meja dan menggenggam tangannya dengan lembut, seolah memberikan kekuatan dari genggaman tangannya.

"Aku merindukannya, Baek." Lirihnya sambil menatap kearah tangannya yang sedang digenggam erat oleh sang kekasih. Baekhyun tersenyum, bersimpati pada kekasihnya itu.

"Ya, aku tau." Balas Baekhyun tak kalah lirihnya dengan Chanyeol. Raut wajah Chanyeol juga seketika berubah sedih, menyiratkan betapa sedih dan rindunya ia pada sosok itu-ibunya-

"Kalau kau mau, aku bisa menemanimu ke makamnya." Kata Baekhyun dengan tersenyum lebih lembut. Chanyeol yang awalnya menunduk menjadi mendongakkan kepalanya dan menatap mata sipit Baekhyun.

"Benarkah?" Gadis itu menganggukan kepalanya. Chanyeol tersenyum dan ia menyetujui hal itu.

"Baiklah, lusa kita akan berangkat."

.

.

.

.

.

Setelah menyelesaikan acara makan malam dan diselingi dengan pembicaraan mengenai keberangkatan mereka menuju Mokpo-tempat ibu Chanyeol dimakamkan-mereka sekarang tampak bersantai di ruang tengah.

Drama yang ditampilkan di layar televisi itu menjadi tontonan mereka. Baekhyun tampak serius menonton dengan posisi berbaring dan menjadikan paha Chanyeol sebagai bantalan. Sedangkan Chanyeol tampak tak henti-hentinya mengusap lembut kepala Baekhyun.

Tiba-tiba Baekhyun mendongak menatap kearah Chanyeol. Pergerakan kepala Baekhyun jelas membuat pria itu melihat ke arah Baekhyun dan ia menyeritkan dahi melihat Baekhyun yang menatapnya dengan wajah polos.

"Chan, aku lupa menelpon Luhan!" Serunya mendadak, membuat Chanyeol sedikit terkejut. Pria itu menghela napas melihat Baekhyun yang tiba-tiba berdiri dan berlari ke kamar untuk mengambil ponselnya.

Gadis itu kembali ke ruang tengah dan duduk di sebelah kekasihnya. Ia tampak sibuk dengan ponselnya sampai mengabaikan Chanyeol yang sedari tadi memasang wajah masam.

"Apa Luhan sebegitu penting sampai kau mengabaikanku?" Tanya pria itu dengan wajah yang masih sama-masih dengan wajah masam.

Baekhyun mengalihkan perhatiannya sejenak, "Iya. Aku harus bertanya padanya soal berita yang ada di televisi tadi itu." Gadis itu kembali mengotak-atik ponselnya dan kembali mengabaikan Chanyeol.

Sekarang Baekhyun sedang sibuk menghubungi Luhan sedangkan Chanyeol akhirnya meninggalkan Baekhyun sendiri di ruang tengah dan lebih memilih untuk tidur dikamarnya.

Bukannya ia melarang untuk Baekhyun menelpon Luhan. Tapi ini sudah cukup larut. Setidaknya tunggulah esok hari untuk menelpon gadis itu. Tapi kalaupun diberitahu seperti itu, Baekhyun akan tetap menelpon sahabatnya itu. Memang dasarnya Baekhyun itu keras kepala. Dilarang seperti apapun gadis itu akan tetap melakukan hal yang dia inginkan.

Sementara itu Baekhyun sekarang sudah terhubung dengan Luhan. Kedua gadis itu tampak seru dalam berkomunikasi hingga mereka melupakan fakta bahwa ini sudah larut malam.

"Ya Tuhan, Lu! Ternyata ini sudah larut malam! Bicara denganmu memang membuatku lupa waktu...hahaha,"

"Hahaha...istirahatlah, Baek. Aku tau kau ada di apartemen Chanyeol. Sebaiknya kau temani priamu itu! Aku mendapat feeling kalau kekasihmu itu sedang merajuk!"

"Ya, tadi dia aku abaikan demi bisa menelponmu."

"Hmm...pantas! Ya sudah, segera temui dia. Selamat malam, Baekkie.""Selamat malam, Luhannie."

Pip

Sambungan itu terputus dan Baekhyun segera menyimpan ponselnya ke adalam saku celananya. Gadis itu pun mulai beranjak dari ruang tengah ke kamar sang kekasih.

Cklek

Baekhyun berusaha membuka pintu dengan sangat pelan, takut membangunkan manusia yang sedang tertidur pulas di dalamnya.

Gadis itu segera menghampiri Chanyeol yang tampak sudah tertidur dengan pulas. Tangan lentiknya ia gunakan untuk mengusap lembut pipi kekasihnya. Ia jadi merasa bersalah sudah mengabaikan lelaki itu tadi.

"Selamat malam, sayang."

Cup

Satu kecupan lembut ia berikan pada bibir kekasihnya. Gadis itu pun segera berbaring di samping Chanyeol dan memeluk lelaki itu. Ia mulai menyusul Chanyeol yang terlebih dulu sudah menyelami alam mimpi.

.

.

.

.

.

2 hari kemudian

Hari ini adalah akhir pekan. Hari ini Baekhyun dan Chanyeol akan pergi ke Mokpo. Mereka akan berangkat pagi hari karena perjalanan dari Seoul ke Mokpo memakan waktu yang cukpu lama yaitu kurang lebih tiga jam perjalanan menggunakan kereta dari Seoul station.

Pagi ini Baekhyun menghampiri apartemen Chanyeol. Gadis itu segera naik ke lantai delapan dimana unit apartemen Chanyeol berada. Sesampainya di depan unit apartemen Chanyeol, ia segera membuka pintu itu dengan memasukkan password pada gagang pintu.

Pintu itu terbuka dan Baekhyun segera masuk ke dalam. Setelah masuk, yang ia dapati adalah suasana apartemen ini sangat sepi. Jelas, karena apartemen ini hanya di huni satu orang saja. Tapi tidak biasanya jam segini apartemen itu masih terasa sepi.

Dengan inisiatifnya, Baekhyun menghampiri kamar kekasihnya dan benar saja! Chanyeol masih tertidur pulas. Gadis itu mendengus keras melihat gundukan besar yang terbungkus selimut tebal itu. Ia mendekati ranjang kekasihnya lalu membuka selimut tebal yang membungkus kekasihnya.

Gadis itu dengan ide jailnya mulai membangunkan kekasihnya dengan menggelitiki tubuh Chanyeol. Sementara Chanyeol berekasi dengan menggeliatkan tubuhnya hingga pria itu akhirnya tertawa keras.

"Geumanhae, Baek!"

Pria itu berseru sambil terus bergerak heboh membuat ranjang besar itu berantakan dalam sekejap. Baekhyun akhirnya mengalah. Ia menarik tangannya dari pinggang Chanyeol lalu tertawa melihat wajah Chanyeol yang semakin berantakan. Rambut pria itu sudah tak berbentuk sekarang.

Melihat Baekhyun yang masih tertawa membuat kesempatan besar untuk Chanyeol untuk dia bisa balas dendam akan tindakan kekasihnya itu.

"Ah!" Pekik Baekhyun ketika tiba-tiba Chanyeol balas menggelitiki tubuhnya. Gadis itu ganti tertawa keras membuat Chanyeol mau tak mau tertawa puas. Ck, dasar pasangan jail!

Aksi mereka itupun terhenti ketika mereka menyadari bahwa sekarang sudah menunjukan pukul delapan dan itu artinya mereka sudah hampir setengah jam mereka saling balas menggelitiki tubuh masing-masing.

"Sebaiknya kau cepatlah mandi." Ujar Baekhyun seraya turun dari ranjang lalu menghampiri lemari pakaian milik Chanyeol. Gadis itu mengambilkan beberapa potong pakaian untuk Chanyeol. Chanyeol tersenyum melihat tindakan kekasihnya yang seperti seorang istri pada suaminya. Ia terkekeh geli memikirkan hal itu.

"Kau seperti seorang istri yang menyiapkan pakaian untuk suamimu. Aku jadi ingin segera menikahimu, Baek." Dan secara ajaib, kata-kata Chanyeol itu sukses membuat pipi Baekhyun memerah. Gadis itu langsung salah tingkah. Ia segera meletakkan pakaian Chanyeol di atas ranjang lalu segera keluar dari kamar pria itu.

Chanyeol hanya bisa terkekeh lalu segera berjalan menuju ke kamar mandi yang berada tepat di depan kamarnya.

.

.

.

.

.

Chanyeol dan Baekhyun sekarang sudah berada di halte utama Seoul. Mereka sedang menunggu bus yang akan membawa mereka menuju Mokpo. Sekitar 15 menit kemudian bus yang akan mereka tumpangi datang dan mereka segera masuk ke dalam bus tersebut.

Tak butuh waktu lama, bus itu segera melaju meninggalkan halte. Selama perjalanan, Baekhyun lebih banyak melihat ke arah luar jendela bus. Ia menoleh ke kana ketika ia merasakan Chanyeol menggenggam tangannya.

"Baek, gomawo. Kau sudah mau menemaniku ke Mokpo." Chanyeol tersenyum ke arah Baekhyun dan gadis itu juga membalasnya dengan senyum. Pria itu kemudian memeluk gadisnya dan menggumamkan kata terima kasih lagi kepada Baekhyun.

"Jangan bersedih lagi, Chan. Aku yakin eommamu sudah bahagia di sana." Lirih Baekhyun. Pria itu langsung menganggukan kepalanya.

"Ya, tidak akan lagi." Ujar Chanyeol tak kalah lirih dengan suara Baekhyun barusan. Pria itu kemudian beralih mencium lama kening Baekhyun. Sedangkan gadis itu memejamkan matanya ketika merasakan benda lunak tak bertulang itu menyentuh keningnya.

"Saranghae, Park Baekhyun." Bisik Chanyeol. Namun gadis itu malah berdecak ketika nama marganya diganti begitu saja oleh pria di sebelahnya itu. Ia langsung melepaskan pelukannya pada pria itu. Sebenarnya ia senang marga pria di sebelahnya itu tersemat di depan namanya. Tapi mereka kan belum menikah.

"Ck, jangan suka mengubah margaku! Kita kan belum menikah." Bisik Baekhyun pada kalimat terakhirnya dengan rona merah pada pipinya.

"Jadi, kau mau kita secepatnya menikah?" Goda Chanyeol yang sukses membuat pipi Baekhyun makin merah. Gadis itu menunduk agar Chanyeol tak melihat pipinya yang sudah semerah tomat itu.

"Bukan...bukan begitu, Chan." Jujur Baekhyun gugup sekarang. Dia harus berkata apa sekarang? Chanyeol tertawa puas melihat reaksi Baekhyun.

"Kita akan menikah, Baek. Tapi nanti," Ujar Chanyeol ketika ia bisa mengendalikan tawanya. Pria itu menatap serius ke arah Baekhyun. Sedangkan Baekhyun, jelas gadis itu terkejut mendengar penuturan Chanyeol barusan.

Jujur Baekhyun senang mendengar itu. Tapi ia juga merasa kecewa ketika ada kata 'nanti' dari mulut pria itu.

"Nanti, kalau tabunganku sudah cukup. Kita akan menikah, membangun rumah tangga yang bahagia bersama anak-anak kita nanti." Final. Itu membuat mata Baekhyun sukses berkaca-kaca. Gadis itu langsung memeluk Chanyeol dengan erat. Chanyeol mengusap punggung gadisnya dengan lembut untuk menenangkannya.

"Sssstt... jangan menangis, sayang. Kau tidak senang ya mendengar aku akan menikahimu?" Baekhyun langsung menggeleng keras.

"Aku terharu, Chan. Aku mau kok menikah denganmu." Ia tersenyum lalu Chanyeol balas tersenyum lembut seraya menghapus jejak air mata di pipi gadisnya.

"Jadi, lamaranku diterima?" Saking bahagianya Baekhyun tak sadar kalau sebenarnya ia sedang dilamar secara tak langsung.

"K-kau melamarku?" Tanya Baekhyun yang terkejut. Pria itu mengangguk. Lagi, Baekhyun kembali menangis dan sekarang ditambah dengan sesenggukan. Dengan cepat Baekhyun mengangguk.

"Ya, aku mau, Chan." Katanya. Chanyeol langsung memeluk Baekhyun lalu menggumamkan kata terima kasih pada Baekhyun.

"Saranghae, Baek."

"Nado. Nado saranghae, Chan."

Chanyeol langsung mencium bibir Baekhyun yang dibalas dengan baik oleh Baekhyun. Gadis itu sangat bahagia hari ini. Ia bahagia bisa kenal Chanyeol dan ia mau hidup bahagia dengan pria itu. Pria itu benar-benar sudah membuat hidup Baekhyun lengkap.

.

.

.

.

.

Tak terasa sudah tiga jam mereka berada di dalam bus itu dan itu artinya mereka telah sampai di Mokpo. Bus itu berhenti di halte dan mereka segera turun dari bus itu.

Chanyeol memberhentikan sebuah taksi dan mereka menumpangi taksi itu untuk sampai ke makam eomma Chanyeol. Pria itu terus menggenggam tangan Baekhyun dan mencium punggung tangannya. Entah kenapa setelah lamaran tak langsungnya itu diterima, Chanyeol jadi makin sering melakukan skinship dengan Baekhyun.

Taksi yang mereka tumpangi pun sampai di depan sebuah area pemakaman. Chanyeol memberikan beberapa lembar uang pada supir taksi itu lalu kembali menggenggam tangan Baekhyun dan membawanya masuk ke dalam area pemakaman.

Mereka pun berjalan menuju makam eomma Chanyeol. Keduanya tersenyum ketika mereka sudah berdiri didepan makam eomma Chanyeol.

"Eomma," Panggil Chanyeol pada makam eommanya, seolah makam itu dapat berbicara dengannya. Suaranya lirih dan sedikit bergetar membuat Baekhyun langsung mengeratkan genggaman tangannya pada Chanyeol. Gadis itu berusaha memberikan kekuatan lewat genggaman tangannya.

Chanyeol menoleh sejenak ke arah Baekhyun lalu kembali berujar, "Apa kabar eomma? Yeollie rindu oada eomma. Apa eomma bahagia disana?" Tanya pria itu, berusaha tetap tegar walau jelas suaranya sudah bergetar.

"Chan," Chanyeol tak merespon panggilan Baekhyun. Ia tetap menatap lurus ke arah batu nisan di depannya.

Lama terdiam, Akhirnya Chanyeol kembali berujar, "Ah ya, eomma. Kenalkan, ini Byun Baekhyun. Dia kekasihku, Ani, dia calon istriku, eomma. Dia cantikkan?" Chanyeol terkekeh melihat calon istrinya itu sudah merona.

Cukup lama mereka berada disana. Chanyeol tak bosan-bosannya untuk mengusap nisan ibunya.

"Sudah sore. Sebaiknya kami pamit pulang dulu eomma." Chanyeol tersenyum. Ia menoleh ke arah Baekhyun lalu memeluk bahu kekasihnya. Mereka berdiri lalu membungkuk hormat sebagai salam perpisahan.

"Kami pamit, eommoni. Sampai jumpa." Ujar Baekhyun lalu mereka segera berjalan meninggalkan area pemakaman itu.

Kali ini Chanyeol rasanya sudah lega karena ia sudah mencurahkan isi hatinya tadi di makam ibunya. Ia juga bahagia, karena Baekhyu tetap disisinya walau Chanyeol terpuruk sekalipun. Ia berjanji, ia akan menikahi Baekhyun secepat mungkin dan ia berjanji akan menjaga serta membahagiakan calon istinya itu. Untuk selamanya hanya Baekhyun yang ia cintai.

.

.

.

.

Setelah kejadia dua hari yang lalu di apartemen Luhan, Sehun semakin bertekad untuk membuat Luhan benar-benar mencintainya. Ia ingin mereka menjadi pasangan yang sesungguhnya, bukan sekedar sandiwara seperti saat ini.

Hari ini Sehun mendapat jadwal pemotretan sebuah majalah fashion ternama di Korea Selatan untuk edisi musim panas yang akan segera datang. Ia dan manajernya datang di sebuah gedung yang digunakan untuk pemotretan. Sehun masuk ke dalam sebuah studio, disana sudah banyak staff yang berlalu lalang. Ia membungkuk hormat pada pada staff yang berpapswn dengannya lalu masuk kedalam ruangan untuk berganti pakaian dengan yang sudah di tentukan.

Sehun terlihat tampan hanya dengan kaos tanpa lengan berwarna putih dengan garis berwarna bitu muda di bagian bawah. Sehun juga mengenakan celana pendek berwarna hitam sebagai bawahannya. Setelah berganti pakaian, Sehun segera duduk di depan meja rias untuk dipoles sedikit agar wajahnya terlihat lebih fresh.

Sebenarnya tanpa dirias pun wajah Sehun sudah terlihat tampan apalagi kalau diberi sedikit polesan seperti sekarang. Ketampanan pria itu semakin bertambah.

Saat Sehun sedang di make up, tiba-tiba seorang perempuan masuk ke dalam ruangan itu disusul sang manajer. Sehun melihatnya dari pantulan cermin di depannya. Ia terkejut melihat siapa perempuan itu. Jelas ia sangat mengenal perempuan itu bahkan manajernya ia sangat mengenalnya.

Perempuan itu adalah Luhan.Sama halnya dengan Sehun, Luhan juga terkejut melihat Sehun berada di ruangan itu, "Sehunnie?" Luhan melihat ke arah Sehun lalu ia beralih melihat Jisub. Gadis itu menatap manajernya seolah bertanya melalui tatapan matanya, 'Jadi Sehun yang jadi model lelakinya?' dan Jisub hanya mengangguk ringan sebagai jawabannya.

"Segeralah ganti pakaianmu. Kita harus cepat melakukan pemotretan." Ujar Jisub lalu pergi meninggalkan ruangan itu, menyisakan Sehun dan Luhan serta beberapa penata rias. Seorang staff datang lalu memberikan pakaian yang harus Luhan kenakan untuk pemotretan.

Luhan segera mengganti pakaiannya lalu duduk di sebelah Sehun yang sudah selesai di make up. Sehun sedikit bingung melihat Luhan yang mengenakan bathrobe. tapi ketika Luhan duduk, mata Sehun dapat melihat pakaian yang Luhan pakai di balik bathrobe itu. Mata Sehun membola melihat pakaian yang Luhan kenakan. Ia memang tau kalau ini pemotretan untuk majalah edisi musim panas. Tapi Sehun pikir Luhan sedang mengenakan sports bra dengan hot pants sebagai bawahan. Tapi nyatanya gadis itu memakai bikini dan itu membuat Sehun terkejut.

Bukannya Sehun tak pernah melihat wanita menggunakan bikini. Tapi kalai Luhan yang memakainya, itu akan berdampak pada kesehatan jantungnya. Bahkan hanya tak sengaja melihat saja sudah membuat Sehun hampir pingsan, apalagi kalau bathrobe itu ditanggalkan? Mungkin Sehun sudah dilarikan ke rumah sakit karena terkena serangan jantung.

Tak lama kemudian seorang staff memanggil Sehun untuk segera pergi ke set yang sudah di sediakan. Pria itu mengangguk sebagai jawaban lalu berdiri dan pergi dari ruang make up. Sebelum pergi dari ruangan itu Sehun sempat bertemu pandang dengan Luhan. Pria itu seolah berkata, 'kutunggu di depan' melalui tatapan matanya pada Luhan. Gadis itu tersenyum tipis sebagai jawaban dan Sehun pun pergi meninggalkan ruangan tersebut.

.

.

.

.

.

Sudah sekitar dua puluh menit Sehun melakukan pemotretan. Sudah puluhan foto pula yang berhasil tersimpan. Sang fotografer pun menyuruh Sehun untuk menunggu sebentar karena sebentar lagi adalah sesi dimana Sehun akan di foto bersama Luhan.

Beberapa menit kemudian, Luhan datang dengan diikuti seorang staff yang yang tadi memanggilnya. Begitu sampai di depan set, Luhan langsung membuka bathrobenya. Sehun melihat itu. Baginya Luhan seperti membukanya dengan cara yang sensual, membuatnya menelan ludah kasar melihat lekuk tubuh kekasihnya.

Luhan berjalan mendekat ke arah Sehun. Dari jarak sedekat ini, tubuh Luhan tampak semakin sexy dengan bikini berwarna baby blue yang sangat cocok dengan kulitnya yang putih bersih bak porselen. Sehun makin tak fokus dengan itu. Matanya tak berhenti memperhatikan lekuk tubuh kekasihnya. Namun ketika Luhan sudah sangat dekat dengannya,-bahkan hampir tak ada jarak diantara mereka- Sehun mulai tersadar. Ia mengalihkan pandangannya dari luhan, terutama tubuhnya.Ia menggaruk tengkuknya dan meruntuki matanya yang sedari tadi terus melihat kearah tubuh Luhan. Sehun dapat melihat beberapa staff yang berada di depan set tampak tertawa kecil dan melihat ke arah Sehun. Tampaknya mereka melihat tingkah Sehun itu.

"Baiklah, Kalian segeralah mengatur pose kalian!" Seru si fotografer pada kedua model didepannya itu. Sehun dan Luhan mulai bersiap mengatur pose masing-masing. Sehun tampak menyilangkan tangannya di depan dada lalu satu sudut bibirnya terangkat, memperlihatkan smirknya yang mematikan. Sedangkan Luhan, gadis itu memasang foto dengan meletakkan lengan kanannya di atas bahu lebar Sehun dan tangan kirinya berada di pinggang. Ia memasang senyum yang sedikit sensual.

klik

Kamera itu berhasil menjepret pose keduanya. Sang fotografer tampak tersenyum melihat potret keduanya di layar kamera. Keduanya tampak sangat baik dalam mengatus pose dan ekspresi. "Baiklah, ganti pose kalian."

Puluhan foto berhasil didapatkan si fotografer dengan Sehun dan Luhan sebagai objeknya. "Oke, kalian boleh istirahat dulu." Kata fotografer itu lalu sibuk dengan kameranya.

Sehun tampak pergi meninggalkan set terlebih dahulu, meninggalkan Luhan yang masih sibuk mengenakan kembali bathrobenya. Luhan kemudian berjalan meninggalkan set. Hampir ia sampai di ruangan yang disediakan untuknya, tiba-tiba Sehun datang tanpa sepengetahuan Luhan dan para staff. Ia menarik tangan Luhan lalu membawanya masuk ke ruangan Luhan. Berintung kondisi lorong saat itu sedang sepi, jadi tak ada yang tau kalau Sehun baru saja masuk ke dalam ruangan Luhan.

"Sehun?!" Pekik Luhan. Sehun memberi isyarat pada Luhan untuk tidak berteriak.

"Kecilkan suaramu, Lu. Mereka nanti bisa tau kalau aku ada disini." Katanya sambil melangkah mendekat ke arah Luhan

"Apa yang kau lakukan disini?" Tanya Luhan bingung dengan Sehun yang mendadak menariknya masuk. Pria itu tersenyum miring lalu semakin mendekat kearah Luhan.

"Aku heran, apa mereka tak punya stok pakaian musim panas lainnya?" Tanya Sehun. Pria itu sekrang berhasil memojokkan Luhan ke dinding. Gadis itu hanya menggeleng acuh.

"Sebaiknya kau keluar. Aku mau ganti pakaian." Ujarnya malas. Tapi Luhan bisa melihat Senyum miring Sehun sekali lagi dan ini lebih lebar. Luhan agak bergidik ngeri melihat smirk Sehun itu.

"Oh, kau mau ganti pakaian? Silahkan." Sehun berpindah posisi agar Luhan bisa jeluar dari kukungannya. Gadis itu peegi menjauh lalu mengambil pakaiannya. Ketika hendak membuka tali branya, Luhan baru menyadari bahwa Sehun belum keluar. Pria itu tampak menatapnya lapar dari belakang sana. Sehun mendekat, lalu memeluk Luhan dari belakang.

Luhan agak terkejut dengan yang dilakukan Sehun. Tapi ia juga tak menolak pelukan Sehun itu-yang ternyata nyaman-. Luhan kemudian berbalik lalu menatap Sehun, "Apa maumu?" Tanyanya.

Tanpa menjawab pertanyaan Luhan, Sehun langsung mencium bibir gadis itu. Luhan terkejut dengan tindakan Sehun yang selalu mendadak. Mata rusanya bahkan sudah hampir keluar dari tempatnya, ya kalau Sehun tak berbuat lebih pada bibirnya alias melumat bibirnya.

Luhan lama-kelamaan mulai bisa menerimanya. Tanpa sadar ia pun mengalungkan tangannya di leher Sehun. Sedangkan tangan pria itu berada di tengkuk Luhan dan di punggungnya. Ciuman itu terjadi cukup lama. Sehun bahkan sudah mau berbuat lebih pada Luhan-karena tangannya yang dipunggung Luhan sudah mau menarik tali branya-kalau saja Jisub tak datang dengan teriakannya yang membuat telinga keduanya hampir tuli.

"Ya! Apa yang kalian lakukan disini?!" Teriaknya dan itu jelas menghentikan kegiatan 'baru' mereka. Sehun melepaskan Luhan dari pelukannya lalu berdecak agak keras. Itu membuat Jisub melotot horor pada Sehun.

"Pergi sana! Mentang-mentang kalian pacaran lalu bisa berduan disini? Kalau aku tidak datang mungkin kalian sudah melakukan yang tidak-tidak disini!" Serunya marah pada Sehun, terutama.

Sehun akhirnya mengalah, ia keluar dari ruangan Luhan. Beruntung staff yang ada sedang sibuk di studio. Kalau tidak bisa-bisa hal ini menyebar sampai ke media massa.

Luhan menatap kepergian Sehun dari ruangannya. Ia menghela napas agak keras dan itu terdengar oleh Jisub. Manajernya itu mengampirinya. Sambil berkacak pinggang, pria itu tampak memarahi Luhan. Gadis itu tak mendengarkan ocehan manajernya. Otaknya terus memaksa untuk memikirkan kejadian tadi, saat Sehun mencium bibirnya. Tanpa sadar Luhan malah menyentuh bibirnya yang habis dicium Sehun. Ia tersenyum, seperti masih bisa merasakan tekstur bibir Sehun dibibirnya.

"Kurasa sekarang aku sudah jatuh cinta padamu, Oh Sehun."

.

.

.

.

TBC

5 Desember 2017

Hello~

maaf baru bisa update sekarang... author lagi ujian jadi author juga lebih fokus buat belajar.. dan faktor lainnya adalah karena mas Sehun ku itu yang sangat baik memamerkan absnya yang buaguss itu sampe buat author nangis seharian karena ga bisa liat langsung:( /ok, ini lebay/ (btw, author beneran nangis ya gaess...ini ga bohongan)

oh ya, di chap ini lagi banyak chanbaeknya, Mana nih suaranya ChanBaek shipper?? and finally all castnya udh keluar:)

kalau ff ini kurang bagus maaf ya gaess

btw, Author juga BERTERIMA KASIH buuangettt buat para readers yang udah mau baca di chap sebelumnya dan makasih banget masukannyaa buat siapapun itu yang udh ngasih masukan ke author walaupun akunnya gada namenya.

doakan ff ini cepet selesainya...Aminnn

Review juseyooo readernim~~~

Kamsahamnida~

XOXO