Kost-an That Never Was

Disclaimer :

Kingdom Hearts beserta isinya adalah milik Square Enix dan Disney.

Cerita berjudul maksa ini punya saya ==b

Pairing :

Gaada sih, Cuma nanti ada sedikit Roxas-Xion.

Rate :

T

A/N :

Yahoo ! Ini chapter 2 ! Banyak dari orang – orang yang ngereview saya

bilang 'tulisan harus diperbaiki'.. *sfx : doeeeeng* Yah, saya minta maaf karena saya

masih bau kencur ( kenapa harus kencur ? kenapa nggak sirup leci aja ? )

dalam hal tulis – menulis dan ketik – mengetik, saya mohon maaf.

Saya ucapkan terima kasih buat reviewnya, ya \( ` `)/

.

.

.

.

Chapter 2 : Weekend : Merinding Disko

Sore hari yang cerah saat cowok – cowok penghuni kost Kingdom ( akhirnya ada namanya juga :D ) sedang asyik makan bakso sambil menggosip ala ibu – ibu.

" Kemaren gue ketemu Ven di Twilight Mall, dia lagi sama pacarnya. Terus dia tanya – tanya apa Roxas gak kenapa – napa di kost-an, kayaknya dia masih trauma kejadian 2 tahun lalu " kata Axel sambil makan bihun dari mangkok dengan brutalnya (?). " Ngomong – ngomong soal pria berhelm yang nyaris meng 'itu' kan kakak gue, ada di depan kost-an tadi malam " kata Roxas. " Eh ? Sumprit lo ? " seru kesebelas cowok yang lagi asik makan bakso, walhasil kuah maknyus mereka menerpa wajah ponds Roxas. " Sumprit. Pas gue ngerjain tugas tadi malem, itu makhluk ada disana. Langsung aja gue kunci pintu sama jendela, terus bobo' " kata Roxas sambil melap mukanya. " Wiih.. serem ya.. Masih mending kalo yang ngincar cewek seksi kayak Jupe, nah, kita diincar om – om homo. " kata Marluxia. Semua manggut – manggut setuju, " hati – hatilah, Roxas. Keperjakaanmu terancam " kata Luxord sambil nepuk – nepuk pundak Roxas.

Setelah membayar, kesebelasan mahasiswa ini langsung bubar. Ada yang ke ruang tengah buat nonton TV, ada yang ke kamar buat tidur, ada yang lari ke kamar Roxas buat main game, mulai dari GBA, NDS, PSP, Nintendo Wii, PS 2, PS 3, XBOX 360, dll ada di kamarnya, belum lagi koleksi DVDnya yang bejibun. Kamar Roxas udah kayak rental, makanya banyak anak kos yang mampir ke kamarnya buat main sampai malam. Kebetulan, sore itu yang main di kamar Roxas adalah Axel, Zexion, sama Luxord.

" Eh, beli cemilan yuuk " kata Axel. " Buset, udah makan bakso segitu banyak masih laper ? " kata Zexion. " Perutku kan ada 3 " kata Axel bangga. Walhasil, yang berangkat beli cemilan adalah Saix dan Roxas.

Karena waktu itu matahari sudah hampir terbenam seutuhnya, Saix dan Roxas mempercepat jalan ke warung.

" Kairi ! " seru Roxas pada cewek yang jaga di warung, " hei, Rox ! Mau beli cemilan ? " tanya Kairi. Kairim emang ikut membantu di usaha ortunya. " , beli kripik kentang yang gede lima, sama jus jeruk empat yaa " kata Roxas. Kairi langsung mengambil cemilan - cemilan itu dan menghitung harga keseluruhannya, " tumben beli banyak ? Axel ngidam ? " tanya Kairi. " Hush, bukan ngidam. Dia lagi main game di kamar gue, jadinya minta cemilan segunung. Yah, lu tau kan perutnya Axel kayak apa " kata Roxas. Setelah membayar, Kairi langsung memberi warning ke Roxas, " Rox, kalo mau balik ke kost, jangan lewat jalan yang tadi ya. Lewat jalan yang lebih jauh, pokoknya jangan jalan yang tadi ! ". " Emang kenapa non ? " tanya Roxas. " Pokoknya jangan lewat aja ! Kemarin udah ada korban ! " kata Kairi. Roxas cuma manggut – manggut sambil menyeret Saix yang dari tadi bengong nonton (?) pak satpam di gerbang kompleks yang lagi joget – joget gaje.

" Hei, Rox. Kelamaan kalo kita lewat jalan ini, lewat aja jalan yang biasa, tapi sambil jalannya dicepetin. " kata Saix. " Yaampun agan Saix-ku cayaang, kan mami Kairi udah ngasi warning sama kita tentang jalanan ini " kata Roxas. " Lagian kan, kita pulang sore terus kalo kuliah, terus kalo malam jarang keluar, jadi gatau apa yang terjadi disini " lanjut Roxas.

Tetapi, karena Axel menelepon hape Roxas dan teriak – teriak kelaperan, Roxas menyetujui usul Saix. Dan disinilah kegemparan terjadi..

Jalanan yang gelap emang sedikit bikin parno ( paranoid ). Lagipula, daerah sekitar kost kan, sepi banget, jadi kesan horornya bertambah.

" Gak ada apa – apa tuh, Rox " kata Saix.

Roxas mengiyakan karena sepanjang jalan kenangan.. eh salah, sepanjang jalan menuju kost-an gaada tanda – tanda lollipop vanilla*, om – om sepeda motor, mbak – mbak bintang iklan shampoo**, dan sejenisnya. Tetapi dugaan mereka tentang ' tak ada apapun dan siapapun ' telah terbantahkan. Tak jauh di depan mereka, di bawah lampu jalan yang redup, ada seorang cewek memakai terusan u can see all my ketiak selutut, dan pake sepatu hak tinggi 9 cm. Dari jauh, dia emang cewek yang oh-so-sexy.

" Wow, ada cewek bohay " kata Saix.

Roxas yang masih waras sedikit memandang heran ke cewek itu. Demi apa ada cewek keluar rumah pas jam setengah tujuh, ke tempat gelap – gelapan lagi ( itu jam – jam maghrib, biasanya sepi kalau di kompleks – kompleks ).

" Saix, gue curiga sama tuh cewek " kata Roxas. " Kenapa ? " tanya Saix. " Se gak warasnya cewek, gaada yang berani nongkrong di tempat angker kayak gini " kata Roxas. Saix mengiyakan Roxas, dan mereka berjalan melewati cewek itu dengan diam dan tidak peduli. Tanpa sengaja, Roxas bertemu mata dengan cewek itu. Mampus, batin Roxas.

" Aiiiiiiihhhh ! Cowok kok unyu banget yaaaacchhh ! Ishh… kamu ganteng deh, mau jadi pacarku ? " kata cewek itu pada Roxas.

Yang setelah dilihat lebih lanjut, di zoom in 5 kali. Cewek ini benar – benar salah. Cewek ini berwajah lelaki dan terlihat tonjolan di lehernya.

" Saix.. dia.. makhluk galau " bisik Roxas pada Saix yang terpaku. " Eeeechhh ? Kug diem aja siiicchhhhh chayankk ? Jawab Bebhihhh dunkkkzzzz " kata 'cewek' itu dengan bahasa 4L4Y. " Huwaaaaaaaa ! " seru Roxas dan Saix, otomatis mereka kabur dengan kecepatan tinggi. " Pantesan Kairi ngasi warning, ternyata ada makhluk itu ! " seru Roxas. " Rox, lebih kenceng ! Dia ngejaaaaaaaarrrrr ! " seru Saix. " GOD SPEEEEEEEEDDDD ! " seru Roxas sambil berlari sekencang pesawat jet ( ? ). " DEVIL BAT GHOST ! " seru Saix sambil menjiplak Sena Kobayakawa dari Eyeshield 21 ( digampar gara – gara bawa nama anime lain ).

Setelah sampai kost-an, dua cowok ini langsung menerjang ke ruang tengah.

" Kenapa Rox, Saix ? " tanya Lexaeus. " Ki…kita dikejar… " belum sempat Roxas menyelesaikan omongannya, 'cewek' itu udah muncul. " Pirang-ku chayaaaaannnkkk ! Bebhihhhh belum dapet jawaban nichhhh ! " seru 'cewek' itu. " Huwaaaa ! Selamatkan aku Lexaeus ! " seru Roxas sambil sembunyi di belakang Lexaeus. " Aiih rupanya ada kumpulan cowok – cowok hot rupanyaaahhhh… Hmmm… pilih mana yaach ? " kata 'cewek' itu.

Seluruh penghuni ruang tengah langsung kalap dan berlari ke lantai dua. " Kemana ini ? " seru Demyx. " Kamar gue aja ! " seru Roxas.

Setelah pintu dibuka, sembilan cowok langsung menyerbu ke dalam kamar dan mengunci pintunya.

" Oi oi.. ada apaan nih ? " tanya Axel. " Ada banci gila yang ngejar Roxy " kata Marluxia. " Kita harus mengamankan diri disini " kata Xigbar. " Aduuh, aku kebelet pipis " kata Vexen. " Tahan dikit ! Ini urusan hidup mati, kawan " kata Luxord. " Tapi ini juga masalah hidup mati, Luxord.. " kata Vexen. Terdengar suara pintu dipukul dengan keras. " Pirangku chayankkk keluar dunkkzzzz ! Kita bicara empath mataaaa ! " seru suara dari balik pintu. " Ampun deh Rox, lu ganteng tapi laku dikalangan banci " komentar Axel. Roxas cuma bisa pundung di pojokan kamar. " Gimana nih ? Dia gak bakal pergi dari depan pintu " kata Luxord. " Aku kebelet pipiiiiisss ! " seru Vexen. " Oke, aku punya ide " kata Xigbar. Dia memencet nomor – nomor di hapenya, " halooo.. eh lu bisa mampir gak ? Adik tersayang lu lagi pundung nih, gamau makan gamau tidur ". " Eh, lu nelpon siapa ? " tanya Zexion. " Ada dwech " kata Xigbar.

Roxas mengintip dari jendela, dan dia melihat kakak kembarnya, Ventus, datang. " Xigbar.. Lu gila apa nelpon kakak gue ? " tanya Roxas.

Xigbar cuma ketawa nista. " Apa boleh buat, Rox. Semua hal butuh pengorbanan " kata Marluxia. Sepuluh cowok lain manggut – manggut tanda setuju. Mereka menunggu dalam kamar dengan H2C ( harap harap cemas ). " Aiiiihhh ! Kembarannya pirang chayank-ku yaaach ? " seru banci itu. " Oh, tidak. Kakaaaaaakkkk ! " seru Roxas yang berlari ke pintu, dan langsung dihentikan sebelas manusia lain. BUAGH ! Terdengar suara pukulan yang keras.

Dengan takut – takut, Roxas membuka pintu dan menemukan Ventus memegang tangannya yang mengepal, dan banci yang sudah koit.

" Mana yang namanya Xigbar ? Ceritanya gue jadi umpan neh ? " tanya Ventus. Semua penghuni kos sujud ke Ventus, kecuali Roxas. " Aku enggak lho kak, ini idenya si Xigbar " kata Roxas sambil mengangkat tangan.

Ventus langsung ngasi death glare ke Xigbar. Setelah segenap penghuni kost ditambah Ventus melempar manusia galau itu ke planet Jupiter (?), Ventus langsung memberi komentar asem ke adiknya, " kamu itu dek.. Ngerayu liat – liat dong, kok ngerayu cewekyangkalojongkoknunjuk ? ". Wajah Roxas langsung asem, " kak, aku gak sekurang kerjaan itu sampe harus ngerayu cewek gak jelas… ".

Karena malam sudah beranjak, Ventus memutuskan pulang setelah memberikan bogem mentah penuh cinta ke pipi Xigbar. Dan kos – kosan kembali aman.

Jam 11 malam, rupanya cowok – cowok tidak seberapa keren ini ( minus Roxas #plak ) belum mau berguling dalam kasurnya. Karena pak Xemnas tersayang masih JMM ( Jalan Malam Mingguan ) sama istrinya ke Twilight Town, cowok – cowok ini banyak yang hang out keluar. Dan sisanya, Roxas, Zexion dan Demyx nongkrong di kamar Roxas sambil milih – milih DVD buat ditonton malam itu ( iyalah, masa' di blender ? ).

" Rox, punya film apa aja ? " tanya Demyx. " Banyak, mulai dari anime, drama, horror, sampe film membuat anak " kata Roxas polos (?). " Lagi males nonton horror nih. Kalo drama jelas bikin ngantuk " kata Zexion. " Terus mau apa ? Anime ? Itu berseri, capek liatnya. " kata Roxas. Ia kembali mencari DVD yang menarik. " Nonton film membuat anak aja yuk " kata Demyx. " Ya amplop, nih orang sama aja kayak Axel " komentar Zexion. Tapi, mereka berakhir nonton film itu.

Bosan, Roxas keluar kamar dan berniat melakukan 'tugas suci' ( BAB kok berencana, sih ? ). Tapi, karena trauma ke kamar mandi bawah ( takut kepergok sama om homo ), dia pun di kamar mandi atas yang gelap dan jarang dipakai. Untuk menghilangkan perasaan mencekam, Roxas mainan hape dan membuka fesbuknya.

Axel CowKer SlaluBawaMotorGede

Menikmati keindahan malam di klub Twilight ( 3 )

Like . Comment . Share

Namine Riku's Wife, Kairi LuvDa Sky, Demyx Genjreng Tralala like this.

Namine Riku's Wife

Yeeey, jadi anak gahool ni yee.. Clubbing pas malming gaada pak Xemnas XD

Like

Demyx Genjreng Tralala

Awas ketemu cewek yang tadi :p

Like

Kairi LuvDa Sky

Cewek ? Jangan – jangan yang diceritain Ven tadi..

Katanya ngejar Roxas XD

Ampun dah, tuh pirang jabrik udah gue kasih warning masih aja ngelanggar..

Muncul kao, Roxas Maba CoolUnyu !

Like

Roxas Maba CoolUnyu

Heh, kakak gue gabisa nyimpen aib aja ==

Gue gak ngapa – ngapain tuh 'cewek', tapi dia yang ngejar…

Nasib jadi cowok ganteng lahh

Like

Axel CowKer SlaluBawaMotorGede

Namine : iyalah gue gahool ^^ v

Demyx : … udah deh, lu juga dikejar kan ? Sesama terincar dilarang mengejek

Kairi : dasar Ven ="=

Roxas : alah, sok lu, mentang – mentang lu yang diincer jadi kegantengan

Like

Roxas ngakak – ngakak baca status temen – temennya. Setelah merasa tugas sucinya sudah tuntas, dia segera menyiram dan bersuci.. Bahkan sampai keluar dari KM, dia masih memandang lekat hapenya.

Saix IniCeritaku ApaCeritamu

Eh, temen – temen kost Kingdom, Aku lagi di swalayan, mau titip apa ?

.: Ini tawaranku, apa tawaranmu ? :.

Like . Comment . Share

Marluxia Kebun Bunga, Demyx Genjreng Tralala, Luxord Poker Face, and 8 people like this.

Marluxia Kebun Bunga

Aduuh… apa yaaa…

Like

Demyx Genjreng Tralala

Awas, nanti ketemu cewek yang tadi :p

Like

Axel CowKer SlaluBawaMotorGede

Oy, Demyx, lu naksir tuh cewek galau ? Disebut – sebut mulu ==

Like

Saix IniCeritaku ApaCeritamu

Gw deh ^^ v

Like

Luxord Poker Face

Aseeek ! Aku pesen cumi pedas manis yaa :D

Like

Zexion 'BukanTukul' TapiOtacool

Gw pesen

PASTAAAAA~

Like

Xaldin TheLorD ofTheWind

Pesen apapun yang berkuah en masih hangat, masuk angin lagi gw

-A-

Like

Lexaeus DariGoa Hantu

Aku mau tidur.

Xaldin : jangan numpang kamar orang, ntar kentut lagi, meracuni lagi,

korban berjatuhan lagi

Like

Vexen AddictedTo RedVelvetCake

Pesen es krim !

Like

Axel CowKer SlaluBawaMotorGede

Pesen Maichi*** ( bener gak tulisannya ? )

Like

Roxas Maba Cool-Unyu

Aku mau Red Velvet Cake. Kalo gak ada ya beliin cake lemon yang gede !

:D

Like

Saix IniCeritaku ApaCeritamu

Sip !

Roxas : siapa yang ultah, gan ? Kok minta cake ? ==a

Like

Demyx Genjreng Tralala

Kuingin makan kripik kentang yang pedes… Beliin 3 ya, yang paling

gede T.T #lagi galau

Like

Marluxia Kebun Bunga

Kerupuk udang… beliin kerupuk udang.. :D

Like

Luxord Poker Face

Daripada nongkrong fesbukan, mending lu lu pada pulang deh. Cepet pulang

, cepet makan :D. Oh iya, gue mau cilok, cimol, cireng, cikar

masing – masing senilai 10 ribu yaa :D

Like

Kita kembali ke dunia nyata. Roxas kembali ke kamar dan mengeluarkan DVD koleksinya yang segunung.

" Oi oi, dipilihin dong, yang bagus, jangan segunung gitu dibawa ke ruang tengah " kata Demyx. Zexion tidak merespon apapun karena matanya sudah tertempel ( ? ) di layar TV yang mempertontonkan adegan [ biiiiiiiip ] yang sedang hot – hotnya. " Baru mau dilakukan, nilaimu 90. Karena kamu mengingatkanku " kata Roxas menjiplak kata – kata Kilik di Air Gear ( digampar lagi gara – gara bawa nama anime lagi ).

Setelah film panas itu selesai, mereka bertiga mengusung DVD player dan tumpukan DVD yang sudah diseleksi terlebih dulu secara ketat (?). Tak lama kemudian, terdengar suara motor gede punya Axel.

" Eh, Saix udah datang ? " tanya Axel sambil melepas helmnya. " Belum.. eh, itu apaan di pipi sama leher lu ? " tanya Roxas sambil menunjuk bekas lipstick di pipi dan leher Axel ( whoooooohooo ajiiib ). " Hehe.. gue baru dari bar paling ajib di Twilight Town.. Cewek – ceweknya ? Asoy gan ! " kata Axel bangga. " Itu kissmark ? " tanya Demyx. " Tentu, lah ! Walaupun gue gak seganteng Roxy dan gak populer di kampus, gue masih punya sisi ganteng ! Got it memorized ? " kata Axel bangga. " Iya.. iya.. tau.. tau.. " kata Zexion. " Halah, keminggris " cemooh Roxas dan Demyx.

Mereka pun duduk di karpet dan menggonta – ganti channel TV. Sedangkan Axel lagi asyik nelepon gebetan barunya yang ia temukan di bar tadi.

" Iyah, kamu udah pulang ? Aku pulang duluan, temen – temenku ngajak… nonton di kost-an " kata Axel di telpon. " Bilang aja ngegosip, gan ! Kejujuran lebih utama daripada gengsi ! " seru Demyx bijak. " Nice job, Demyx ! " seru Zexion dan Roxas. " Shhhhhtt ! Hah ? Oh, enggak kok, temen – temen aku ngusilin, biasa, mereka kan iseng " kata Axel, setelah men 'shush' temen – temennya, dan beralih ke telepon lagi.

Luxord dan Marluxia datang bersamaan. Dilanjutkan Xigbar dan Xaldin. Lexaeus langsung naik ke lantai 2 dan tenggelam ke dalam selimutnya. Vexen yang datang setelahnya langsung bergabung dengan trio Roxas-Zexion-Demyx buat menjahili Axel.

" Ecieeeeeeeeh Axel, gebetan baru ? Cewek yang tadi kerumah dikemanain ? " seru Vexen, dilanjutkan tawa nista Roxas, Zexion dan Demyx. " Shhhhhhhhhttt ! " seru Axel, " sori, ya. Tadi tuh temenku ada yang dikejar banci, yah, ngejar dia sampe kost-an. Sumpah, itu banci, kok ! " lanjutnya di telepon. " Bilang aja kecewa, gan ! Kan, tadi udah direbut sama kakaknya Rox ! " seru Demyx. Semua ketawa kecuali Roxas, dia langsung pundung dipojokan mendengar kata 'kakaknya Roxas'.

Setelah Axel selesai dengan teleponnya, dia langsung menghajar Roxas dkk.

" Dasar, kalian ini putus asa gapunya gandengan ? Senang amat ganggu orang pacaran ! " seru Axel emosi, dia melempar kulkas dengan satu tangan ( kok mirip Shizuo Heiwajima ? ). " Hohoho sabar gaaan ! Bercandaaa ! " seru Vexen dan Luxord. Trio Axis****… salah, trio Roxas-Zexion-Demyx masih menyerang Axel, kecuali Roxas yang masih pundung di pojokan sambil mengibarkan bendera putih, " awas lhooo ! Jangan – jangan itu cowok ! Iiiih, atuuuuuutt ( takut )! " seru Demyx dan Zexion ( kenapa kalemnya Zexion jadi rusak di fic ini ? ).

Perang The World That Never Was ke 1 (?) itu baru selesai setelah kedatangan dewa penyelamat berwujud Saix yang membawa pesanan penghuni kost.

Semua langsung berebut makanan dan makan dengan ribut.

" Oi, tumben lu baik beliin kita – kita makanan " kata Axel pada Saix. " Yah, kan gue peduli sama kesehatan kalian, kawan. Tapi gue rugi satu juta hari ini " kata Saix sambil membuka dompetnya yang kosong melompong. " Hah ? Emang elu bawa duit sejuta ? " tanya Axel. " Pake kartu kredit lah, ah, lu kayak orang kampung aja " kata Saix ( bagi orang kampung, saya gak maksud menghina, ini buat lucu - lucuan ).

Seusai makan, mereka bertengkar lagi soal film.

" Ini aja ! Hantu Goyang Kayangan ! " seru Axel. " Ampun deh, liat Apollo 20 aja deeh ! Lu film mesum doang yang ditonton ! " seru Vexen bijak, jujur, author sendiri kagum dengan Vexen saat ini. " … filmnya Rhoma Irama… " kata Roxas pelan. " HANTU GOYANG KAYANGAAAANNN ! " seru Marluxia, Zexion, Demyx dan Xaldin. " Rhoma Irama… ", " Apollo 20 ! ".

Setelah berunding cukup mengesankan (?), mereka pun sepakat nonton Paranormal Activity 3 ( perasaan tadi belum disebutin.. biarlah ).

" Ini horror yak ? Ada penampakannya nggak ? " tanya Marluxia takut – takut. " Enggak, gak ada kok " kata Roxas datar. Dia udah liat film ini 100 kali ( ? ).

Pertama – tama memang garing kraus – kraus. Para penonton cuma bisa menguap dan nungging kebosanan.

" Jangan nungging, awas kalo kentut " ancam Luxord pada Axel yang lagi indehoy nungging. " Harusnya kamu bilang itu sama Xaldin yang juga nungging.. " kata Axel. " Eh, eh, mulai nih " kata Roxas. Semua pasang mata tertuju di layar.

Tiba – tiba, sang kakak cewek di film itu bangkit dari tempat tidur, dan jalan sendiri.

" Eh buset, kan kakinya patah " kata Axel. " Kesurupan tuh " komentar Demyx. " Oi, oi, dia ke kamar adiknya.. " kata Zexion. Diem. Diem. Diem. " Huwaaaaaaaaaa ! " jerit Saix. " Apaan sih, kan kakaknya gak ngapa – ngapain " kata Axel kesal.

Saix menunjuk tangan dibahunya. Mata yang semula tertancap pada layar TV tertuju pada tangan di bahu Saix.

" Haloooooooooooohhh ! " ternyata itu makhluk galau yang tadi, readers. " HUWAAAAAAAAAAAAAAAAAAA ! " seru kesepuluhan penghuni kost. " Ehh ? Kok liatnya kesinih ? Ke filemnya dunkzz " kata 'cewek' itu. " Am.. ampun.. " kata Saix gemetaran. " Semua… ! " seru Axel. Serempak mereka berlari keluar. " Eeeeeeeeeeehhh ? Tunggu eikeh dunkzzzzz ! " seru 'cewek' itu.

Bedanya, penghuni kost tidak berlari ke kamar Roxas, tetapi ke kamar Lexaeus, yang untungnya nggak dikunci.

" Apaan sih ? Kok kesini semua ? " tanya Lexaeus kesal. " A.. ada 'cewek' yang tadi " kata Marluxia. " Telepon Ven sana ! " seru Zexion. " Enggak mungkin ! Pasti dia nolak ! " seru Xigbar.

Semua berdiam di kamar Lexaeus dengan harap – harap cemas. Berharap ada dewa atau dewi penyelamat yang menghajar makhluk ini. Dan malang tak dapat ditolak, untung sepupunya Donal Bebek, gak ada yang menolong mereka sampai pagi menjelang.

Chapter.. dua.. selesaiiiii ! Gimana ? Gimana ? Bagus gak ? Garing gak ? Jangan lupa reviewnya oke ? Sankyuuu :3

* lollipop vanilla : hantu apa lagi yang mirip sama lollipop ? ( pocong )

** mbak – mbak bintang iklan shampoo : hantu apa lagi yang punya rambut sebagus mbak kunti ?

***Trio Axis : Jerman-Jepang-Itali