Maaf lama update. Yas beneran lagi gak ada waktu buat ngetik*sok sibuk*
Ini juga ngetiknya kilat, jadinya pendek n banyak typo. Maaf~

Yosh,,selamat membaca..

#

#

_sebelumnya_

"Naruto…akhirnya aku bertemu denganmu."

Dan sebuah suara sukses menghentikan perkataan Gaara.
dengan tampang horror Naruto dan Gaara mulai membalikan tubuh mereka untuk meyakinkan pendengarannya, bahwa yang mereka dengar adalah salah. Dan orang pertama yang merespon saat sepenuhnya berbalik adalah Naruto.

"Sasuke-"

"Aku merindukanmu, Naruto."

.

Disclaimer : Masashi Kisimoto

Genre : Romance

Main chara : GaaFemNaru

Rating : T

Story by : Yashina Uzumaki

WARNING : Abal, gaje, AU, Typo (sangat), gender bender, (agak) OOC, dll

Summary : Sudah kubilang bukan, yang aku cintai sekarang adalah kau. Yang ada di hatiku saat ini adalah kau. Jadi, percayalah padaku.

.

.

SASUKE POV

Akhirnya aku bisa kembali lagi ke kota kelahiranku ini. Konoha, betapa aku rindu kota ini dan juga merindukan malaikat pirang yang ku tinggalkan.`tidak apa Sasuke, Dobe-mu itu sangat mencintaimu. Dia pasti akan memaafkanmu dan kembali ke sisimu` aku menyemangati diriku sendiri.

Aku seorang bungsu Uchiha mengakui bahwa aku yang salah karna telah meninggalkan kekasihku dulu. Saat itu aku memang harus meninggalkannya. Pertama karna ayah mempercayakan anak perusahaannya padaku yang jauh dari kota Konoha, dan yang ke dua juga karna aku belum mampu dan tidak mungkin sanggup bahagia dan membahagiakannya bila jarak kami berjauhan. Apa kalian berfikir alasan kedua adalah alasan yang konyol? Menurutku tidak.

Aku adalah seorang Uchiha, dan aku seseorang yang ingin memiliki miliknya setuhnya. Selalu ada di sampingku dan selalu menemaniku. Egois? Tidak. Karna untukku, itulah cinta. Maka dari itu aku memilih berpisah dengan Dobe-ku sementara dan mencari sukses terlebih dahulu, setelahnya aku akan mencarinya dan akan melamarnya. Seperti niatku saat ini datang ke Konoha.

Sebenarnya tidak susah untukku mengetahui dimana Dobe-ku berada, karna sekarang dia adalah model terkenal di Konoha dan di kota-kota lainnya. Tapi sebelum aku menemuinya, aku ingin membeli hadiah dulu untuknya. Maka dari itu saat ini aku sedang ada di pusat kota Konoha, tempat dimana kau bisa menemukan berbagai macam toko, dari toko yang menyediakan perhiasan mewah, sampai toko pernak-pernik murahan pun ada. Dan kalian juga pasti sudah tau bukan kalau aku akan membeli hadiah apa untuk Dobe-ku?

END SASUKE POV

Berbekal sebuah kalung mewah dengan permata berwarna biru di tiap incinya, Uchiha Sasuke berjalan-jalan menghirup udara kota Konoha seorang diri tanpa mobilnya yang mewah yang dia tinggalkan terparkir di depan toko perhisan nomor satu di Konoha.

Saat sedang asik-asiknya berjalan di trotoar jalan matanya menangkap sesosok gadis yang sangat dia kenal berjalan dengan seorang pemuda berambut merah di sampingnya. Tanpa pikir panjang Sasuke langsung berlari mendekat pada dua orang di depannya dan berseru …

"Naruto."orang yang merasa di panggil namanya langsung membeku di tempat. Merasa bahwa pendengarannya mendengar suara yang begitu familiar menyerusan namanya. Dengan tampang horror Naruto dan Gaara membalikkan badan mereka untuk memastikan bahwa apa yang mereka duga itu salah. "Akhirnya aku bertemu denganmu."dan ternyata Kami-sama sedang tidak berpihak pada mereka.

"Sasuke-"bisik Naruto pada dirinya sendiri.

"Aku merindukanmu Naruto."dan Sasuke tetap berjalan mendekati Naruto yang dia kira hatinya masih menjadi miliknya.

Setelah Sasuke tepat berdiri di depan Naruto , Sasuke langsung menggenggam tangan kanan Naruto, menariknya bermaksud membawa Naruto ke dalam pelukannya. Tapi sebuah suara yang cukup nyaring menghentikan aksi nekad Sasuke tersebut.

"Berhenti disitu Uchiha"

GAARA POV

"Naruto"tidak mungkin. Suara itu, suara itu memanggil Naruto-ku. Tidak, aku tidak bisa membuatnya memiliki Naruto-ku kembali. Cukup bagiku bertahan selama kami bersekolah, menjadi orang ke tiga yang memendam rasa tanpa ada seorang pun yang mengetahui rasaku ini.

Aku dan Naruto berbalik untuk melihat siapa yang memanggilnya. Aku berharap bukan Uchiha itu. Aku mohon jangan sam-

"Aku merindukanmu Naruto." aku langsung membeku di tempat. Tidak, berani-beraninya dia mengucapka kalimat seperti itu. Siapa dia yang begitu berani merindukan Naruto-ku. Hanya aku, hanya aku yang di perbolehkan merindukannya. Kami hidup hanya berdua, aku untuk Naruto dan Naruto untukku. Kami dua dalam satu.

Dan sekarang dia berani mendekat. Ah, dia menyentuh tangan gadis-ku. Di-dia mau memeluknya? Takkan ku biarkan ini berlanjut Uchiha brengsek.

"Berhenti disitu Uchiha"

GAARA POV END

"Berhenti disitu Uchiha"Gaara mengcengkram bahu Sasuke untuk menunjukkan betapa tidak suka dirinya melihat Naruto di sentuh oleh orang lain, apa lagi oleh Sasuke.

"Hn..apa kau Sabaku?"seakan tau maksud Gaara mencengkram kuat bahunya, Sasuke bertanya sinis dengan tatapan tajam yang tertuju pada mata jade Gaara.

"Ya aku. Dan, bisakah kau lepaskan genggamanmu pada Naruto?"Sasuke langsung melepaskan genggaman tangannya pada Naruto.

"Ano..tidak usah melotot begitu Gaara."Naruto mencoba mencairkan suasana suram di antara Gaara dan Sasuke. "Dan Sasuke, apa kabar. Kapan kau kembali ke Konoha?"memasang senyum amat manis dan bicara sesantai mungkin, mungkin akan membuat Sasuke tidak memberikan tatapan tajamnya terus kearah Gaara.

"Hn."Sasuke berusaha menahan mimisan saat melihat senyum malaikat yang Naruto berikan padanya. `uuh~kenapa si Dobe ini selalu manis?`batinnya.

"Hei,,kau benar-benar tidak berubah masih setia dengan `hn` jelekmu itu."Naruto tertawa kecil saat mengingat bagaimana masa sekolahnya dulu, saat dirinya masih menjalin hubungan dengan Sasuke dan paling sering mendengar `hn` yang tak berguna itu.

"Aku takkan berubah. Kau yang berubah."Naruto agak malu kala Sasuke membicarakan perubahannya.

"Tapi kearah yang lebih baik bukan?"kembali, Naruto memasang senyum manisnya.

"Hn."dan lagi-lagi hanya dua huruf itu saja yang menjadi jawaban dari sang Uchiha.

"Kau. Gahh..kau memang selalu menyebalkan. Dasar Teme."Naruto jadi mencak-mencak sendiri. Mengembungkan kedua pipinya yang chabby dan memanyunkan bibirnya, tanda banwa ia sedang benar-benar sebal.

Sasuke dan Naruto asik dengan pertengkaran mereka sendiri, sampai-sampai melupakan seorang lagi yang hanya menonton pertengkaran bodoh itu.

`inilah yang tidak aku suka.`batin Gaara. Sebenarnya Gaara sudah tau bahwa Sasuke dan Naruto mempunya ikatan kuat yang sangat tipis namun begitu mengikat mereka. Entah apa nama ikatan itu, Gaara tak tau. Tapi sejujurnya ia tak ingin ikatan yang mengikat Naruto-nya terus terjalin, apa lagi dengan Uchiha di depannya ini.

"EHEM..Bisakah kita cepat pulang Naruto? Kau besok ada pemotretankan? Jadi hanya hari ini waktu kita membagi kartu undangannya."Naruto langsung mengalihkan perhatiannya pada Gaara.

"Ah iya. Ya sudah Sasuke, sampai bertemu lain waktu. Aku senang bisa berjumpa kembali denganmu."Naruto hendak pergi sebelum sebuah tangan menghalanginya untuk melanjutkan langkahnya.

"Undangan apa?"tanya Sasuke. sejujurnya dia penasaran dengan undangan macam apa yang di bicarakan Gaara.

"Ooh itu. Kami akan menikah dua minggu lagi. Aku dan Gaara."senyum tulus dengan pancaran kebahagiaan yang begitu terlihat bersinar tampak di wajah Naruto. Dia begitu bahagia bila membicarakan tentang pernikahannya dengan Gaara.

"Hah?"Sasuke merasa dunianya benar-benar hancur. Malaikat pirangnya, Dobe-nya, Naruto-nya yang ia kira masih mencintainya dan akan tetap menjadi miliknya ternyata akan di miliki oleh rivalnya semasa sekolah dulu. Dunia benar-benar akan kiamat.

"Ini"Gaara menyerahkan satu kartu undangan pernikahannya dengan Naruto pada Sasuke. Dan dengan seulas senyum sinis yang di susul dengan seringai kemenangan, Gaara melanjutkan "Datang ya. Aku akan sangat senang bila sahabatku dan Naruto dapat hadir di acara bahagia kami."

Sasuke hanya mampu melotot pada kartu undangan berwarnakuning dengan aksen pita merah itu. `Ini tidak mungkin`batin Sasuke berteriak tak percaya.

"Bagus, kau sudah dapat. Jadi tinggal datang ya. Jaa Sasuke~"

Maka berlalulah GaaNaru dari hadapan Sasuke yang masih melotot kearah kartu undangan itu. Poor Sasuke!

"Sial. Siapa yang sahabatmu Sabaku? lihat saja nanti, aku pastikan Naru kembali ke pelukanku."dan tampaklah seringai licik ala Uchiha yang bermain di bibir Sasuke. Sepertinya Uchiha bungsu kita ini punya rencana yang patut untuk ia banggakan.

.

.

Di perjalanan pulang GaaNaru.

"Aku tidak suka kau terlalu dekat dengannya seperti tadi."Gaara memecah keheningan yang tercipta dia antara mereka.

"Hah?"muncullah wajah melongo Naruto. Alisnya berkerut, tanda ia tak mengerti apa yang di bicarakan calon suaminya itu

Gaara menoleh pada Naruto dan menberikannya tatapan tajam "Jangan pura-pura tak mengerti."

"Aku memang tidak mengerti."ia menghentakkan kakinya karna kesal dirinya di anggap mengerti padahal jelas-jelas dia tak mengerti. Padahal kekasihnya ini tau kalau dirinya tak akan mungkin mengerti suatu masalah dengan pengertian yang terlalu abu-abu atau berbelit-belit.

"hhaaahh~"Gaara menghelah nafas karna mengingat kalau kekasihnya itu bodoh*rasengan* "Kau memanggilnya dengan sebutan Teme, seperti dulu saat kita masih bersekolah. Aku merasa kau akan berpaling dariku."susah payah Gaara menyembunyikan rona merah di pipinya. `Gengsi dong kalo ketahuan cemburu`batinnya.

"he-hei,,apa-apaan bicaramu itu? Sudah kubilang bukan, yang aku cintai sekarang adalah kau. Yang ada di hatiku saat ini adalah kau. Dan kita akan melanjutkan hubungan kita sesuai dengan rencana yang telah kita rencanakan. Jadi, percaya padaku."setelah mengungkapkan semua perasaanya, Naruto lantas tersenyum tulus dan menggenggam tanggan kiri Gaara. Mencoba menyalurkan kehangatan dan kesungguhan dari semua ucapannya barusan. Naruto ingin Gaara percaya padanya.

"Hm. Aku percaya padamu. Dan maafkan aku."dan Gaara makin mengeratkan gengaman tangannya dengan Naruto. Mencoba menyakinkan hatinya bahwa Naruto ada bersamanya, fisik juga hatinya.

Yang bisa Naruto lakukan hanyalah menunjukkan cengiran khasnya dan berucap "aku mencintaimu." Sembari mengecup singkat pipi putih tanpa noda milik Gaara.

"Dan aku rela mati untukmu."hhaaah~Gaara akan mulai gombalannya lagi rupanya.

"Gombal."

"Tidak"

"Gombal."

"Tidak."

"Dasar…"

"Cintaku memang tak berdasar, dan cintaku bermula dari senyummu."

"Kau. Berhenti bersikap seperti itu."

"hahahaha.."dan meledaklah tawa Gaara di sepanjang jalan yang mereka lalui.

.

"hei,,hei,,bukankah itu model terkenal Naruto Uzumaki?"

"Iya, itu dia."

"Wah benar. Ayo kita minta tanda tangannya."

Dan masih banyak lagi bisik-bisik orang-orang yang ada di sekitar mereka. Naruto yang menyadari adanya ancaman fans-nya yang akan menggila langsung melirik pada Gaara. Dan ternyata Gaara pun menyadarinya.

Gaara menarik tangan kanan Naruto untuk mengajaknya berlari dari gerombolan Gadis remaja dan pemuda yang mengidolakan Naruto.

"Ayo."ucap Gaara.

Dapat di lihat dari arah belakang Naruto dan Gaara ada sekitar dua puluh orang berbeda gender, dari berbagai usia, sedang mengejar mereka, lebih tepatnya Naruto. Dengan membawa spidol dan berbagai alas untuk sebuah tanda tangan. Sepertinya sore ini adalah waktu untuk GaaNaru olahraga lari rupanya.

.

_TBC or END?_

.

.

_balesan review_

Rosanaru : Iya, Sasu mantan Naru. Pernikahan GaaNaru akan tetap berlangsung kok. Mungkin!
makasih udah RnR ya~

akihisa yoshii : makasih udah RnR..RnR lagi ya~
N cerita `belive me, and come back to me`-nya yas hapus. Di ganti sama `Fate Game`.

kanon1010 : maaf yah anon-san, yas beneran lupa ama cerita kanon yang itu. Jadinya malah sama. Tp yas udah hapus n ganti ama yang baru. Semoga gak akan sama lagi ama author yang lain. Amin. Iya Sasu mantannya Naruto. Makasih udah review~

namikaze malfoy : Viiiii-chan~ini lanjutannya. Makasih udah RnR~

naomi : Sasu ngacauwinnya cuma dikit kok. Makasih udah RnR~

hatakehanahungry : Sasu itu mantannya Naru yang ninggalin Naru dulu. Tapi gak ada dendam di antara mereka. KakaIru? Ini bukan yaoi, jadi maaf~. Tapi kalo entar Yas bikin yaoi Yas bikin KakaIru deh#insyaalloh# Di sini Gaara udah OOC belom?

shiho nakahara : Gak kok, Yas malah bersyukur ada yang ngasih tau ke Yas. Yas udah ganti yang belive me, sama `Fate Game`. RnR lagi ya~

.

.

Pendek? Emang.
Yas emang lagi sibuk kuliah, tapi Yas nyempetin ngetik chapy ini n langsung update. Takut readers nunggu-nunggu *yakin amat ada yang nunggu*

Yas bingung mau nerusin atau enggak. Tapi kalo minat readers sama fic Yas yang ini banyak, Yas pasti lanjutin. Jadi RnR ya biar Yas semangat.

Akhir kata..
Review please~