"Begini, istriku keguguran dan rahimnya diangkat. Ayahku memintaku untuk menikah lagi dengan Shizuka atau wanita lain dari keluarga terhormat. Menurutmu aku harus bagaimana?"
"Ahh, kau tahu apa yang terjadi pada keluarga Hinata?" lanjut Naruto.
Sasuke mengangguk.
"Kau tahu di mana dia sekarang? tadi siang aku ke rumahnya tapi rumahnya yang itu telah disita. Dan mereka tidak tahu di mana Hinata sekarang."
Sasuke mengerti apa maksud Naruto.
"Naruto… jangan-jangan kau….?"
'PRAANNGGG'
Obrolan mereka terhenti karena mendengar suara keributan.
'BUK'
"Kerja yang becus! Sebelum hutang ayahmu lunas, kau harus mau melayani para pelangganku!" bentak seorang pria setelah membanting tubuh seorang gadis yang berbalut gaun hitam yang tampak menggoda.
"Dia—" gumam Sasuke.
"Hinata!" lanjut Naruto.
Pucuk dicinta ulam pun tiba. Orang yang dicarinya telah ada di depannya. Seringai di wajah Naruto semakin lebar.
…
Dua Cincin
By Amaya Katsumi
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Genre : Romance, Angst, Hurt/Comfort, Drama, Family
Pairing : NaruHina
Rate : T+
Warning : Typo, gak jelas, gak nyambung, gaya sinetron, pasaran
Don't like, don't read!
.
.
.
Naruto menghampiri pria yang terus saja membentak gadis yang masih saja belum bangun dari posisinya yang terjatuh.
"Paman, apa dia masih baru di sini?" tanya Naruto yang menghentikan pria yang sedikit lagi akan menampar Hinata.
"Ya, sudah dua malam dia di sini. Tapi dia selalu kabur dan belum pernah melayani para pelangganku." Jawab mucikari itu.
Gotcha! Satu bonus lagi untuk Naruto bahwa Hinata belum tersentuh. Penilaian untuk ayahnya bahwa gadis ini cocok untuk di bawa kepada ayahnya.
"Anda ingin gadis ini, Tuan?"
Naruto menyeringai. "Ya, tapi untuk satu malam saja. aku akan membelinya."
Mata pria itu membelalak. "Tapi, Tuan! Keluarga gadis ini mempunyai hutang yang cukup besar. Sebelum uang itu terbayarkan, dia tidak boleh kemana-mana."
"Akan kubayar berapa pun itu! katakan, berapa yang kau mau?" Naruto mengeluarkan buku kwitansi dan pulpen.
"Anda serius, Tuan?"
Pria itu semakin tertohok melihat jumlah cek yang diberikan Naruto. Menurutnya, ini sudah lebih dari cukup. Sungguh kayanya pria berambut kuning ini! Sayang sekali gadis perawan ini telah dimiliki tuan ini.
Setelah itu, mucikari itu membiarkan Naruto membawa Hinata pergi. Sedangkan Sasuke yang menyaksikan, memilih untuk pulang dan menghampiri istri tercintanya di rumah.
…
"Naruto, terima kasih!"
"Hn, tapi aku minta imbalan!" ucap Naruto sambil terus menyetir tanpa memperhatikan gadis di sampingnya.
Kedua mata Hinata sedikit membulat. "A-apa… kau juga ingin—"
Naruto terkekeh memotong kata-kata Hinata.
"Tidak tidak! Aku tidak akan meminta uang padamu atau memintaku untuk pelacurku. Itu kan yang ada di dalam kepala manismu?"
Kepala Hinata tertunduk untuk menyembunyikan wajahnya yang memerah karena malu.
'SRREET'
Naruto menghentikan mobilnya mendadak membuat Hinata terkejut.
"Hinata, aku tahu kalau aku sudah menikah. Tapi, istriku tidak bisa memiliki anak." Jelasnya. "Jadi, kau melahirkan anakku."
Hinata memandang Naruto dengan pandangan sulit dipercaya. Apa Naruto baru saja melamarnya?
"A-ap-apa?"
"Hubunganku dengan Shion, tidak direstui oleh ayahku. Tapi aku tidak ingin menceraikannya. Dan Shion memintaku untuk mencarikan wanita lain yang bisa melahirkan keturunanku. Jadi, sekali lagi kukatakan kalau aku ingin kau melahirkan anakku."
"Kenapa harus aku?" lirihnya.
Naruto menutup matanya lalu membukanya lagi.
"Aku tidak tahu. Aku hanya berfikir, kalau kau adalah wanita yang tepat." Ucap Naruto. "Jika kau tidak mau, lebih baik kau kukembalikan ke mucikari tadi."
"Jangan!" bentak Hinata. "Baiklah, aku mau memenuhi keinginanmu."
Pria itu tersenyum. "Akhirnya! Aku tahu kau tidak akan menolak." Dia kembali menjalankan mobilnya.
…
"Okaenasai, Naruto!" Sambut seseorang setelah Naruto masuk ke dalam rumah.
"Tadaima!" Jawab Naruto. "Shion, ini Hyuuga Hinata. Dia yang akan menjadi istriku."
"Ohh, kau Hinata yang waktu itu kan? Aku masih ingat kau."
Hinata mengangguk setelah mengingat-ngingat masa lalu saat pertama bertemu Shion. Waktu Hinata akan mengembalikan buku Naruto yang tertinggal di kelas, dia melihat wanita pirang itu memghampiri Naruto. Padahal Hinata sekalian ingin memberikan surat cinta pada Naruto. Tapi dia urungkan niatnya karena ternyata orang yang disukainya telah memiliki kekasih.
"Aku turut berduka atas apa yang terjadi pada keluargamu."
Hinata mengangguk lagi.
Kini kehidupan mereka baru saja dimulai.
...
Kedua mata pria baya itu melihat seorang gadis berambut indigo dari bawah ke atas. Bahasa tubuhnya menggambarkan bahwa dia sedang menilai gadis itu.
"Kau berasal dari keluarga Hyuuga yang bangkrut itu, kan? Dan kau dijadikan jaminan untuk menutupi hutang-hutang, ya kan?" sindirnya. "Kau tidak bisa menikahi seorang pelacur, Naruto!"
"Ayah! Dia ini adalah gadis baik-baik. Menjadi pelacur itu bukan keinginannya. Hinata masih perawan! Aku sudah mengenalnya saat masih SMP." Bantah Naruto.
"Umm, begitu! Tapi, tetap saja—"
"Aku akan menikahi Hinata atau tidak sama sekali! Lebih baik aku mati daripada harus menikah dengan Shizuka."
Setelah mengatakan itu dengan lantang, Naruto menarik tangan Hinata lalu pergi.
...
'PUK'
"Kau tanda tangani ini." Ucapnya setelah menaruh sebuah map di atas meja.
Hinata membuka map itu dan mengambil sebuah bollpoint. Dibacanya isinya yang ternyata adalah surat pernikahan.
"Kenapa, Naruto-kun?"
Kedua mata birunya menatap gadis di depannya dengan tengah dipenuhi keraguan.
"Tanda tangani saja! setelah itu, kau boleh keluar. Aku ingin sendiri dulu." titahnya.
Setelah menuruti perintah pria kuning di depannya, Hinata memilih keluar. Kenapa harus dia yang mengalami ini? Selama 10 tahun, Hinata sudah mencintai Naruto dengan tulus. Dan dia merelakan Naruto menikah dengan gadis pilihannya. Padahal dia sudah terlebih dahulu menyukai pria itu sebelum dia bertemu dengan Shion. Apakah dosa mencintai seorang Uzumaki Naruto sehingga dia harus memilih menjadi istri kedua untuk bisa bersamanya?
Daripada memikirkan itu semua, Hinata memilih pergi ke kamarnya dan menyendiri. Air mata yang sudah ia tahan sedari tadi akhirnya membanjiri pipinya.
Sedangkan Naruto sendiri tidak ingin memandang Hinata yang sedari tadi ada di depannya. Sampai gadis itu keluar pun, dia tidak mau. Membiarkan pernikahannya terlihat sah di mata hukum lebih baik daripada harus mengucapkan janji suci di hadapan Tuhan, tapi ia melanggarnya. Pernikahan ini hanyalah sebuah status yang hanya menguntungkan untuk kedua belah pihak. Naruto mendapatkan apa yang dia inginkan, dan Hinata juga dapat bebas dari hutang-hutang ayahnya.
Diliriknya jari manisnya yang berhiaskan sebuah cincin pernikahan yang dia pakai setelah mengucapkan janji suci. Tapi sekarang dia melanggarnya. Janji untuk selalu setia sampai mati hanyalah sebuah kata. Sungguh Naruto tidak sanggup membagi hatinya dengan wanita lain. Memakai dua cincin dari pernikahan yang berbeda.
…
Kabar Naruto memilih untuk mencari wanita lain, sudah masuk ke dalam telinganya. Dan kini pria itu sudah mendapatkannya. Berita itu membuatnya geram.
'BRRAAAK'
"ARRRGHHHH!" erangnya frustasi.
Dia banting seluruh peralatan make up yang ada di meja riasnya untuk melampiaskan kekesalannya. Setelah itu dia mengambil sebuah botol kecil yang tidak ikut terjatuh.
"Naruto, padahal aku sudah membuat Shion tidak bisa memiliki anak lagi. Tapi kenapa kau malah memilih wanita lain?"
'PRAANGG'
Dilemparnya botol itu kearah dinding sampai pecah dan cairannya berhamburan kemana-mana.
"Tunggu saja! aku tidak akan menyerah! Aku akan tetap melakukan cara apapun agar kau jadi milikku!"
Ucapan itu terdengar seperti sumpah yang tidak akan ditarik atau dilanggar olehnya. Senyumnya begitu banyak mengandung makna jahat.
…
To be continue
…
Balasan Review :
fujiwarajannah : tenang aja kok. Bukan Shion yg jahat di sini. Yang sebenernya jadi orang ketiganya Hinata, tapi akhirnya Naruto bakal cintanya sama Hinata. Amaya gak jamin Hinata yg menderita krna Amaya pun gak tahu siapa yg bakal menderita. Ikutin terus aja ya!
Virgo24 : makasih pujiannya . Ini udah lanjut
Byakugan no Hime : makasih banyak buat dukungan serta pujiannya. Tapi jangan lupa kritiknya juga ya! ;)
Dinda : emang iya yaa. Dan kemungkinan yg trsakiti di sini tuh dari ketiga tokoh utama cerita ini, hehe 😀. Amaya kurang suka kalau Sakura jadi jahat. Krna selain NHL, Amaya juga SSL.
Yuka : gak kok, tenang aja! Naruto bakal kecantolnya sama Hinata.
yukahyuzu : duh, sabar sabar! Ini NaruHina kok!
NameLelakiSetia : Amaya gak janji akhir cerita ini bakal happy atau ending krna Amaya belum mikirin itu :D. tapi Amaya jamin kalau akhirnya Naruto bakal sama Hinata.
Ra-chan : nih udah update. Maaf yg ini agak telat karena chapternya masih sedikit dan masih banyak yang harus ditambah-tambahin. Alhamdulillah ya Amaya selalu sehat. Walau sakit, ya sehat-sehatin aja. :D. makasih ya buat dukungannya :)
Amaya's note :
Pada takut kalau endingnya NaruShion ya? tenang aja, minna-san! Pada akhirnya, Naruto bakal jatuh ke pelukan Hinata kok. Amaya udah nemu klimaksnya. Itu bocorannya. Tinggal Amaya butuh bantuan dari para reader dan juga senpai. Ikutin terus aja ya cerita Amaya! ;)
Terima kasih untuk para reader yang sudah mau membaca! . Tolong beri komentarnya di kotak review ya! ;). Makasih juga yang udah ngefollow dan menambahkan fic ini ke favoritenya.
