Tilang Aku, Pak Pol!
By: Cherry Philein
Naruto milik Kishimoto Masashi, saya hanya minjam charanya.
Haruno Sakura & Uchiha Sasuke
Warning: OoC, EyD?, Humor berkurang, Garing Krik Krik, Typos, DLDR.
.
.
.
Selamat Membaca
.
.
.
Happy Reading~~~
.
.
.
Chapter 1
Awal dan Cekcok
.
.
.
Panas.
Panas.
Keringat.
Udara beracun kenalpot.
Alis mengerut tajam.
Walaupun wajahnya kelihatan datar, tapi nyatanya dalam hati sang polisi sedang mengumpat sejadi-jadinya karena melihat kelakuan tidak sabaran dari pengendara. Ia ingin sekali membanting beberapa motor yang terus saja menekan klakson. Mungkin, akan lebih baik ia memukul kepala songong itu dengan tongkat yang ada di sisi pinggangnya.
Kalau ini adalah Naruto, lelaki maniak ramen itu pasti sudah meneriaki si pengendara sejadi-jadinya di depan wajahnya. Lalu, lelaki itu akan menarik kerah baju si pengendara dan mengajaknya adu mata sambil menyemprot dengan suara toak masjid yang ia punya, jangan banyangkan apa yang akan dirasakan sang pengemudi, tentu saja ia akan terciprat liur-liur menjijikan milik Naruto.
Tapi, tidak dengan lelaki satu ini. Walaupum banyak lagi yang tergambar di wajah ganteng aduhai seorang polisi kece yang sedang berada di tengah jalan untuk menertibkan lalulintas macet ini. Ia meniup peluit, memelototi pengendara yang tidak tahu atuaran, mereka seenak udelnya menekan klakson motor atau mobilnya. Uchiha Sasuke, polisi yang sedang bertugas di jalan Kurama itu langsung saja berjalan ke arah motor seorang cowok berambut perak klimis dan langsung memegang pundak lelaki itu.
Kretakk. Hidan, lelaki yang sedang mengendarai motor langsung terbelalak dengan mulut ternganga lebar.
"Kau ... ingin kutilang, hn?" Sasuke berbicara dengan wajah horor yang terlalu kerasa. Membuat bulu kuduk siapa saja pasti meremang. Tapi, tentu saja tetap intonasi datarnya. Stay cool, man.
Polisi mengerikan itu dengan sekuat tenaga meremas bahu Hidan dan membuat lelaki malang itu hanya menangguk kaku karena rasa sakit yang amat sangat.
Setelah beberapa jam penyiksaan fisik dan batin itu, akhirnya Sasuke bisa tenang juga di kediaman pos polisi yang ada di sudut perempatan jalan. Ia sedang memejamkan mata dan merasakan syahdunya musik india, ditambah belayan AC yang menyejukkan hatinya. Pak Polisi ini sedang dalam mode santainya, dengan secangkir kopi yang ada di meja kerja.
Sementara di luar sana.
"Shannaroo!"
Buaaggghh.
"Aaarrgggg. A-apa yang kaulakukan, Nona Pink? Ta-tapi, ini prosedur kau—"
"Berengsek, kenapa rambu-rambu itu ada di ujung sana, Hah? Kaubuta? Tertutup rimbunan pohon begitu, makanya dibersihkan! Dan ini bukan salahku!"
Gadis berperawakan kecil yang memakai kaos hijau dan celana lee putih sebatas betis itu baru saja menggunakan lututnya untuk menghajar polisi berwajah mesum yang sejak tadi menggodanya. Bayangkan saja, Haruno Sakura sang gadis yang mengendarai motor sport-nya dibuat terbelalak karena tingkah mesum polisi itu. Ia akan dimaafkan jika menciup si polisi berambut kuning dan bermata biru itu. Huekk, amit-amit jabang bayi. Ditambah lagi, yang membuat Sakura jijai adalah senyum cimer dan mata jelalatan yang minta diculek pake obeng kesayangannya.
Jadilah ia harus menghajar polisi itu dengan menjadikan perutnya sebagai incaran dengkul kuat Sakura. Sebaiknya, si polisi tidak memandang remeh gadis berperawakan kecil sepertinya, karena selain ia menguasai aikidou, Sakura juga sangat mahir berkelahi di jalanan.
Sakura masih berdiri dengan berkacak pinggang, sementara si lelaki polisi yang bernama Naruto, tengah menciut karena masih merasakan rasa sakit di perut berototnya. Ia lalu menggunakan walky-talky dan kelihatan sedang menghubungi seseorang. Sakura tersenyum ringan ketika ia melihat sang polisi ingin pergi, ia kira masalah ini sudah selesai. Tapi, nyatanya tidak. Mata Sakura menangkap sesosok yang berjalan mendekatinya dan memakai seragam yang sama seperti lelaki malang yang dihajarnya itu.
Kesan pertama yang masuk ke otaknya adalah; wow, sexy police, hm? Tapi, ketika melihat wajah datar sang polisi lebih jelas, entah kenapa membuat ia langsung merasa kesal sampai ke ubun-ubun. Ia seperti mengingat seseorang yang selalu menganggunya di tempat nongkrongnya bersama sang kakak. Sial, wajah lelaki kampret yang isengnya terlalu bazeng membuat Sakura langsung berwajah gak nyante. Hah, ia ingat dengan salah satu ungkapan yang pernah diberitahu papa Kizashi, kalau di dunia ini, kau akan mememukan tujuh orang yang fisiknya mirip denganmu. Sakura langsung dapat membayangkan wajah papanya yang sedang ceramah sambil membuat lelucon absurd.
Sementara Sasuke, ia langsung menaikkan sebelah alisnya karena melihat cebikan tajam bibir makhluk pink yang sekarang memandangnya dengan wajah ilfeel. Hey? Sasuke langsung mememkik dengan suara melengkin wanita dalam batinnya. Apa yang terjadi? Biasanya kalau melihat ketampanan yang kelewatan ini, makhluk Tuhan yang berlawanan kelamin dengannya akan menjerit sok seksi, sebenarnya Sasuke cukup najis mendengar suara desahan mereka yang terlalu lebay. Tapi, gadis di depannya ini menatap dirinya serasa ia adalah seonggok eek yang ada di wajah Naruto. Bayangkan itu, sudah seperti eek dan tempatnya adalah di wajah Naruto lagi. Sial.
"Apa liat-liat?" pelototan tajam langsung dihadiahkan Sakura.
Sasuke menyeringai karena ingin mencoba tren yang sedang menjamur di salah satu media sosialnya.
"Suka-suka gue, dong! Udah bayar lima ribu." Wajah Sasuke kelewat songong saat berucap.
Meremas jari-jarinya, tak disangka kalau si polisi yang wajahnya mengingatkannya dengan salah satu makhluk sahabat kakaknya itu, mengatakan hal begini. Njirrr, korban medsos nih orang. Dewi batin Sakura berbicara.
"Kau seharusnya sudah paham apa kesalahanmu, Nona."
Sakura kini menaikkan alis ketika melihat perbedaan ekspresi sang polisi saat ia berbicara sekarang, padahal tadi ia yakin kalau lelaki tinggi ini menyeringai nakal. Dasar labil. Kembali, dewi batin Sakura berbicara. Ia lalu menarik napas dalam ketika Sasuke mengeluarkan pena dan surat tilang untuknya. Lelaki itu kelihatan mencatata sesuatu sambil melihat nomor yang tertera di plat motor.
"Hey, enak saja kau! Aku tidak bersalah, kaulihat sendiri di sini tidak ada rambu dilarang parkir!" Sakura kembali berkacak pinggang. Wajahnya semakin merah karena marah-marah. Dan bagi Sasuke itu sangat menggemaskan.
Gadis ini berpakaian toboy, tetapi memakai bando berwarna merah di rambutnya yang pendek dan berponi samping.
Lelaki polisi itu langsung menunjuk ke sebuah rambu dilarang parkir yang letaknya sekitar tiga puluh merer dari tempat mereka berada, memang sangat tidak jelas rambu itu, ditambah lagi tertutup dedaunan pohon pula. Sakura kembali menarik napas dan meneriaki sabar dalam hati untuk menghadapi polisi berwajah judes ini.
"Dasar picek, mana keliahatan kalau keaadaannya begitu. Kaumau mengakali kami ya, sebagai pengendara? Pokoknya aku tidak mau tahu, ini kesalahan kalian. Minggir! Aku mau pulang. Dasar berengsek!"
Tidak tinggal diam, Sasuke langsung memengang depan motor Sakura dan menahannya untuk pergi. Ditambah lagi, entah kecepatan dari mana, Sasuke langsung mencabut kunci motor miliknya dan ditaruhnya kunci itu di dalam saku celana. Kesabaran Sakura habis, ia lalu turun kembali dari motor miliknya dan langsung maju mendekati tubuh Sasuke. Jarak mereka hanya satu langkah, karena Sasuke yang terlalu tinggi untuk gadis seperti dirinya ini, Sakura langsung menarik kerah baju polisi itu dan sekarang wajah mereka hanya berjarak beberapa centi saja. Pelototan langsung dihadiahkan sang gadis, tarikan napas mereka bersautan. Ok, mungkin Sakura sama sekali tidak sadar kalau jarak mereka terlalu dekat dan agak err ... intim. Tapi, Sasuke malah menyeringai karena benar-benar menyadari keintiman mereka ini. Salah sedikit, bisa saja ia langsung mencium bibir cherry makhluk pink ini.
"Dengar, ya! Aku tidak mau kau menilangku karena kelalaian kalian, Polisi wajah judes."
Sakura mengoyang-goyangkan tubuh Sasuke, menarik-narik kerah baju itu dan membuat si polisi jadi merasakan tercekik. Entah bagaiman, Sakura bisa memperhitungkan jarak dari kedekatan mereka itu dan walaupun tubuh polisi malang ini telah diguncang-guncang, tapi tidak sampai membuat wajah si polisi menyentuh wajahnya.
Geraman keluar dari mulut Sasuke, ia langsung menahan kedua tangan Sakura dengan tangan besarnya. Dengan paksa tapi tetap berhati-hati, ia melepaskan cengkraman itu di kerah bajunya yang sekarang menjadi kusut.
Lelaki ini kuat, sial. Kedua tangan Sakura sekarang malah terperangkap di jari bersar Sasuke. Lelaki itu kembali menyeringai ketika melihat perlawanan Sakura yang sia-sia saja. Ia bahkan juga menahan pinggul Sakura karena melihat gadis itu seperti berniat ingin membantingnya.
Napas Sakura terengah-engah, ia sama sekali tidak mengerti kenapa lelaki ini seperti bisa membaca gerakan pemberontakannya. Sumpah demi celana dan dalaman Sasori yang pernah ia disemprotkan cairan merah mirip darah di selangkangannya ketika lelaki itu tertidur lelap di ranjangnya. Sakura benar-benar kehabisan tenaga sekarang.
Ia langsung menatap sengit wajah menjengkelkan si polisi mata hitam ini. Ia tidak menerti, sudah cukup dengan cobaan hidup selama sembilan belas tahun. Tinggal serumah dengan makhluk bangke semacam Sasori yang mengidap siscont akut dan terlalu over dengan dirinya. Ditambah lagi kakanya itu memiliki muka bayi yang membuatnya sirik dunia akhirat. Belum cukup dengan itu, hidupnya semakin sulit ketika memiliki teman kampret semacam Ino yang hobinya menggosip sana-sini. Ia kira, hidupnya sudah kelar dengan segala hal mengerikan itu, tapi tidak. Nyatanya, sekarang ia harus berhadapan dengan sesosok makhluk berwajah judes selekep yang kini menyusahkannya.
Dosa apa mami Mebuki saat mengandungnya, Sakura ngelongso dalam hati karena masih tidak bisa lepas dengan makhluk ganteng-ganteng songong ini. Membuatnya ingin sekali menjitak jidat berkeringat jangung itu.
Sakura langsung menatap wajah Sasuke. Ia lalu menyeringai, dan melompat dengan sekuat tenaga. Jidatnya yang lebar dan keras kini beradu dengan jidat Sasuke. Membuat lelaki itu merasakan bernturan yang menyayat jiwa dan raganya, ia tidak menyangka gadis berperawakan mungil ini nekat menghalalkan segala cara untuk terlepas dari dirinya.
Ia terjatuh karena nyeri dan pusing di kepalanya. Benturan itu tidak main-main. Dan Sasuke terbelalak ketika melihat Sakura yang biasa saja, dan malah menertawainya yang sedang tepar di pingir jalan.
Gadis pink durjana ini.
Masih belum bisa bangun ataupun bergerak, ia lalu dikejutkan dengan gadis itu yang mendekat dan merogoh saku celana miliknya. Lengan gadis itu lansung Sasuke pengang kuat lagi. Pokoknya ia harus bisa menilang gadis ini. Maka, dengan sekali tarikan, Sasuke langsung menjatuhkan gadis itu di atas tubuhnya dan langsung membalikkan keadaan. Jadilah Sakura yang sekarang berada di bawahnya.
"Lepaaaasss!" Suara Sakura benar-benar memekakkan telinga.
Untung saja di sini sepi dan tidak seramai di persimpangan jalan Kurama.
"Nona Pink, kau harus ditilang. Bagaimana? Atau kauingin aku melakukan sesuatu seperti mendatangi rumahmu dan mengatakan beberapa hal kepada orangtuamu, hm?"
Mata Sakura terbelalak, kalau sampai ayah dan ibunya tahu ia berurusan dengan polisi dan melanggar rambu. Sudah dipastikan itu akan mejadi alasan kuat bagi mereka untuk menyita motor kesayangannya ini.
"Apa? Tidak!" Sakura menggeleng-gelengkan kepalanya. Gawat, gawat.
"Hn, adalah hal mudah untuk mengetahui di mana rumahmu, Nona. Jadi, tolong untuk mengikuti prosedur."
Mereka masih dalam posisi yang sama, orang-orang yang lewat tidak memerdulikan mereka karena ketika melihat wajah sang polisi, mereka berjamaah langsung ngabrit dari tempat kejadian perkara. Tidak mau ambil risiko dengan polisi yang sudah terkenal mengerikan bak iblis kematian itu.
Seringai kembali mewarnai wajah Sasuke, ia lalu mendekatkan diri kepada telinga Sakura dan berbisik.
"Terimakasih, Nona Pink." Ucapnya sambil meniup telinga gadis itu dan membuat tubuh Sakura merinding seketika.
Sekarang, Sakura hanya menatap si polisi GGS yang sedang menuliskan surat tilang untuknya. Ia menggeram dalam hati, dan mulai menatap intens dari ujung rambut yang mengenakai topi kepolisian itu, lalu menjalari tubuh itu hingga ke kaki.
Surat itu ia terima, sial ia ditilang sekarang.
Hela napas pun Sakura keluarkan.
Sekarang, tiba-tiba saja Sakura menyeringai dengan mata yang berkilat tajam. Gadis itu, kini tengah merencanakan sesuatu di dalam otaknya. Pak Pol, awas saja kau.
Kita akan mulai misi ini. Namanya adalah 'Coba tilang aku, Pak Pol!'.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
A/N:
Terimakasih kepada pebaca sekalian. Haa garing krik krik ya. Humornya kurang berasa, maaf karena humor itu agak sulit menurut saya, tapi tak apa lah. Chapter selanjutnya semoga humornya lebih berasa lagi.
BTW, ini adalah awal pejumpaan Pak Pol ganteng dengan gadis Pink Durjana. Wkwkkwkw. Sasuke menguji kesabar Sakura sih. Cari mati. Bakal diisengin deh sama cewe doyan tantangan itu. Tapi, walaupun Sakura memiliki motto hidup seperti Larry, yang paling ditakutinya tetap kedua orang tuanya tuh. Hehe.
Dan lagi, apaan Sakura nyemproti cairan merah mirip darah di selangkangan Sasori, si Muka Bayi pasti syok berat waktu bangun pagi karena selangkangannya berdarah. Wkwwkkw. Dia kira mens pasti. Atau sesuatu.
Balasan:
Sami Haruchan: Sudah lanjut. Terimakasih ya hehe. Mantika Mochi: Poor Sasuke hehe. Rhein98: Udah di lanjut hehe. Dinda idr: Ekekkkeke Iya, Itachi dzolimi Sasuke juga. Wowwoh geegee: Iya, Itachi sih juga jahil. Mkasih udah suka. CoolAndCold: Sudah update. Hehe. Caesarpuspita: Iya, Sasu OOC. Makasih selalu menunggu fic ini. Shellarple: Sekarang masih chap awal, belum masuk menistakan Sasu hehe. Niwa-chann: Hahah Sasuke kan tsundere, walau diluar kelihatan sebal tapi di hati ia terhura karena di jahilin Saku? Maso wkkwkw. Aduh gak janji ya bisa humornya lucu atau enggak hehe. Shinji Kumoka: Sasuke memang durjana eekekkek. Yoriko Yakochoda: Wah, adikmu pasti orang yang greget kaya Sakura hehe. Sebenarnya aku pribadi belum pernah ditilang sih. Heheh. Hanamura18: Sudah lanjuttt. Karu Cakun: Sudah lanjut. :) jeenrish: oke sudah. Hehe. Bang Kise Ganteng: Wwkwkwk ini semua karena dendam Sakura. Sasuke kan di canon hidupnya memang di jalanan. Heheh. Haruno Saki: Makasih udah memberitahu typo. Masalah humor kayaknya masih krik krik sih. Menangisalah Negeriku: Makasih udah mampir, masih prolog. Hehe Susah nistain suami sendiri. Zarachan: Kalau gak pake prolog gak greget. Tsurugi De Lelouch: Iya, Sasu sih buat Sakura dendam hehe. Makasih kak udah mampir.
