Naruto © Masashi Kishimoto
.
.
.
.
Waktu sudah menunjukkan pukul 22.00. Naruto sudah bersiap tidur sementara Sasuke masih sibuk membaca buku tentang ilmu kedokteran -yang tebalnya tidak main-main itu- sambil bersandar di kepala ranjang, persis di sebelah Naruto berbaring.
"Hei, Sasuke."
Sasuke hanya bergumam sebagai balasan. Tapi itu cukup membuktikan pada Naruto bahwa ia mendengarkan.
"Kau ingat dengan Kiba yang baru saja melahirkan seminggu yang lalu? Shikamaru menamai anak mereka Shikadai."
"Benarkah?" tanggap Sasuke pasif. Perhatiannya tetap tertuju pada barisan kata dalam buku.
"Iya. Kiba langsung menyuruh Akamaru menggigitku saat aku mengatakan kalau nama anak mereka sekilas terdengar seperti keledai."
Naruto tertawa karena leluconnya sendiri sementara Sasuke hanya mendengus, "baka."
Naruto cemberut. Respon Sasuke datar-datar saja, padahal sebenarnya ia sedang ingin 'sesuatu', tapi kalau Sasuke nya menolak, ia takut buku tebal di tangan Sasuke melayang ke arahnya atau yang terparah, ia berakhir tidur di sofa.
"Sasuke..."
"Hn?"
"Jika kau mempunyai keistimewaan seperti Kiba dan kita bisa punya anak, Nama apa yang akan kau berikan padanya.?"
"Itu tidak mungkin, Dobe."
"Kenapa? Kau itu kan Dokter dan Kiba adalah bukti kalau pria yang bisa hamil itu bukan hal yang mustahil."
Sasuke mengerling sekilas ke arah Naruto, "Baiklah, terserah. Menurutmu?"
Naruto nampak berfikir sejenak, "Hmm... Bagaimana kalau Bolt? Terdengar keren kan?"
"Itu seperti nama hewan di salah satu kartun animasi."
Naruto manyun. "Baiklah, bagaimana dengan Menma?"
"Apa di otakmu itu hanya ada ramen?"
Naruto tercekat, "Kalau Ken? Seperti Kenzo, Kento, Ken-"
"Ya, dan jika anak kedua kita perempuan, kau bisa menamainya Barbie." Sasuke mencibir dengan tampangnya yang masih tetap datar.
Naruto mendengus.
"Taro?"
"Itu nama snack."
"Pakun?"
"Itu nama anjing peliharaan Kakashi sensei, bodoh."
Twitch
"Haru?"
"Terlalu sederhana."
"Akio?"
"Terlalu berlebihan."
Dahi Naruto mulai berkedut kesal.
"Benjiro?"
"Terdengar aneh."
Naruto menarik napas dan menghembuskannya perlahan, "Chio?"
"Bukannya itu nama neneknya Gaara?"
GAH! Cukup sudah. Naruto kesal sendiri jadinya. Sasuke sepertinya sama sekali tidak menganggap serius pembicaan ini. Lihat, dia bahkan tetap menatap buku tebal sialan itu sepanjang menjawab pertanyaannya!
Sasuke melirik Naruto yang tiba-tiba berhenti bicara. Pemuda blonde itu kini berbaring memunggunginya sambil mendumel tak jelas. Ngambek.
"Hei, Dobe. Kenapa tidak tanya pendapatku?"
Naruto terdengar menggerutu, "Memangnya nama apa yang kau punya yang kau pikir lebih bagus dari milikku?" katanya setengah dongkol.
Sasuke menutup buku bacaannya dan meletakkannya di pangkuan, "entahlah, mungkin... Natsu?"
"Eh?" Naruto berbalik dan menatapnya bingung, "Musim panas? Kenapa?"
Sasuke balas menatap Naruto dengan tatapan lembut dan senyum yang begitu memukau, "Karena aku ingin dia tumbuh menjadi anak yang ceria dan hangat, sepertimu."
Hening, kedua shappire Naruto nampak berkaca-kaca. Terharu dengan jawaban Sasuke yang terdengar Oh-So-Sweet baginya.
"Sasuke..."
"Hm?"
"Kalau begitu ayo kita 'buat anak' sekarang! Tiga ronde, biar kau cepat hamil dan kita bisa punya anak." ujar Naruto dengan semangat menggebu-gebu.
Oh, jadi sejak tadi Naruto itu sedang MODUS pemirsahh...
Bukk!
Dan buku tebal yang sukses mendarat di kepala Naruto adalah jawabannya. Poor Naruto...
.
.
End
Akio = Pahlawan mulia
Benjiro = Perdamaian
Chio = Panjang Umur
A/N : Maaf buat nama-nama yg saya nistakan disini, itu untuk kebutuhan cerita semata ^^v
Q : setiap drabble itu pendek ya?
A : iya, wordnya rata2 di bawah 1k
Q : apa ada genderswitchnya jg?
A : kayaknya mustahil /lho?/ saya lebih sering baca dan nulis ff yaoi ketimbang gs jadi ya... Sprtinya ga bakalan ada...
Terimakasih kunjungannya Readers-san... :)
