Deep
Disclaimer: Masashi Kishimoto
Oleh: Aqilah Hanabira-chan
Genre: Fiksi dan perjalanan
Warning: Typo, tidak jelas, dan yang terpenting kalau kalian madasaku silahkan dibaca. Takut tidak siap hati,
Chapter 2: Zaman Ketegangan
'Cit, Cit, Cit'
Kicauan burung pipit, menggema di telinga Sakura. "Engh…" Ia mengusap kedua matanya pelan dan bangkit dari tidurnya. Sudah berapa lama dirinya pingsan? Ditepuknya kedua lutut yang ditempeli oleh debu.
Dalam kesadaran penuh, barulah ia sadar sedang berada dimana. Yang dilihat matanya, bukan lah kamar tidur yang sempit. Melainkan alam sekitar yang dipenuhi dengan pohon-pohon yang amat besar di setiap sisinya. "Huah! Dimana ini?! … Te-tenang, ini hanya mimpi. Hahah~ benar sekali." Kata Sakura sambil menepuk-nepuk jidatnya. Ia berusaha tenang.
"Berisik sekali, siapa disana?" Tanya seseorang entah darimana suaranya. Sakura menoleh. Tidak ada siapa-siapa! "Glek… Si-siapa?" dia malah balik bertanya.
"Huft…" Terdengar dengusan dari balik semak yang berada di belakang pohon didepannya. 'SREK' muncul lah seseorang yang duduk tepat dari arah semak itu. Ia mengusap-ngusap rambutnya yang ditempeli rumput. Sakura langsung bertatapan dengan seorang anak berambut raven. Mata anak itu hitam legam, sedang menatap tajam dirinya. "Seharusnya aku yang tanya. Kau siapa?" ucap anak kecil itu dengan nada sinis. "Ah, maaf. Berisik ya? A-apa kakak mengganggu mu?" Sakura dengan nada kikuk mencoba berbicara.
Entah yang sakura lihat itu hanya perasaannya saja atau tidak, pipi anak tadi seketika blushing, Walau hanya sebentar. "Ha-hanya berisik. Aku suka suasana tenang. Aku hanya ingin tidur. Ah, Lupakan!" Anak itu langsung kembali bersembunyi dibalik semak. Mungkin melanjutkan tidurnya? "Ah.. Manisnya," Gumam Sakura. 'Plak' Dia langsung menampar pipinya sendiri. "Apa yang kau pikirkan Sakura! Ingat kau ini sedang dimana. Baka!" Pikirnya lagi sambil mengepal tangan. Ia memberanikan diri mencoba bertanya. Setelah mengambil nafas yang cukup, ia menemui anak itu dibalik semak.
"Hei, bolehkah kakak bertanya? Ini dimana sih?" tanya Sakura agak ragu melihat anak yang masih menutup mata di bawah nya. Anak itu membuka matanya perlahan. "Madara," ucap anak itu.
"Eh?"
"Namaku Madara,"
"O-oh… Ne, Madara. Kakak ingin tau. Ini dimana?"
Madara seperti agak terkejut langsung mengatur posisi dari berbaring keposisi duduk. "Hah? Kau bercanda? Apa kau bukan orang disini?" Dengan tatapan heran pada Sakura. Mendengar itu, muncul lah empat kedutan disamping dahi Sakura. "Anak ini boleh saja ganteng. Tapi, 'Kau'? dia memanggil orang yang lebih tua dengan sebutan 'Kau'? Kurang ajar!" Inner Sakura mulai beraksi.
"Yah… Kalau aku ceritakan, kau mungkin takkan percaya. Aku memang orang baru disini. E-hehehe~" ucap Sakura tersenyum menahan emosi. "Hm…" Madara menungkikkan alisnya. "Ini tempat tinggal Shinobi. Ah, lebih tepatnya desa." Jawabnya setelah diam sebentar. "Etto… Shinobi itu apa? Aku tidak pernah mendengarnya sama sekali." Kata Sakura sambil menggarukkan kepalanya.
"Apa kau tertelan zaman atau terlalu sering melarat dihutan? Desa Shinobi adalah desa-desa tersembunyi yang ditinggali ninja yang berperan sebagai kekuatan untuk keamanan desanya. Semua orang tau itu!" jawab Madara dengan nada mengejek. "Siapa yang kuno, lihat saja. Seharusnya kau yang lebih pantas dikatakan begitu." Pikir Sakura menatap baju kuno yang dikenakan anak itu. "Dan lagi, bajumu itu terlihat aneh." Ungkap Madara lebih pedas. "I-ini trend tau! Stylish!" Sakura mengucapkan kata-kata aneh pada Madara. "S-stailisu? Apa?" Madara bingung mencerna kata-kata Sakura. "Ah, kau tau? Stylish itu sesuatu yang keren. Dimana banyak yang memakainya.." Ucap Sakura sambil tersenyum dan mengangkat alis dua kali. "Huh? Tunggu, Kau laki-laki atau perempuan?" Tanya Madara lagi. "A-apa? Sedatar itukah dadaku?! Aku itu perempuan!" Jawab Sakura marah menutupi dadanya.
"Ah, tunggu apa yang kukatakan? Baka!" Seketika Sakura sadar akan ucapannya. "Perempuan?" Seketika suara Madara terlihat canggung. Belum lagi masalah awkward yang menimpa mereka berdua. Seorang anak berambut hitam pendek berponi, datang menyapa Madara. "Yo! Madara, selamat si-…" Langkah anak itu terhenti dan menatap Sakura sebentar. Tiba-tiba anak itu kalang kabut. "Ma-madara, Siapa cewek bersamamu itu? A-ah! Aku tau, maafkan aku mengganggu! Tak kusangka ternyata kau-" Anak didepan mereka ini salah sangka. "He-hei! Hashirama! Ini tak seperti yang kau kira, dasar bodoh!" Teriakan Madara tak kalah dengan suara Hashirama. Sakura hanya menyipitkan matanya melihat adu mulut kedua anak dihadapannya. Lebih tepatnya melihat dua bocah biasa yang sedang mengoceh tidak jelas. "Hah… Sebenarnya kejadian apa yang menimpaku sekarang?" Batin Sakura sambil termenung menatap mereka berdua.
Bersambung
Gomenne, chapter ini pendek. Sesuai permintaan ini flash update. Madara nya sudah datang. Cover cerita ini kubuat sendiri. Semoga suka sama gambar Madara Blushing nya. Kebetulan aku juga suka buat Fanart. Makasih banyak yang sudah komen dan mengirim pesan padaku. Sungguh daku terharu~ TAT Arigatou gozaimasen. (^3^) sedikit spoiler, Sakura akan datang ke beberapa zaman, hingga persinggahan terakhirnya dizaman shinobi Konoha dan bertemu dengan Madara lagi. ^_^
