Part 2
Lalu BI pun meninggalkan Junhoe di kamar mandi. Setelah pintu kamar mandi tertutup BI pun keluar untuk mengambil minum. Saat ia kembali ke kamar tiba-tiba ia mendengar teriakan lemah dari Junhoe.
"Hyung!"
BRAK
Pintu kamar mandi dibuka dengan paksa oleh BI setelah mendengar teriakan Junhoe
"Wae ju-June kamu kenapa?"kaget BI melihat Junhoe tergeletak di lantai lemas
"Molla... aku tiba-tiba mual dan pusing hyung. Kepalaku berat.."kata Junhoe lemas
"Ya sudah ayo ke rumah sakit"kata BI serius
"Biarkan aku mandi sebentar hyung. Jebal~"rajuk Junhoe
"Geurue.. cepat! Kamu bisa sendiri?"
"Em.."
10 menit kemudian
Junhoe keluar dari kamar mandi dengan wajah yang pucat dan tubuh yang lemas membuat BI khawatir padanya. Sebelumnya BI sudah berkata pada Jinhwan jika Junhoe sakit dan ia akan membawanya ke rumah sakit.
"Bisa berjalan sendiri?"
"Tentu saja"jawab Junhoe lemas
"Ayo ke rumah sakit"kata BI pengertian.
Junhoe hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban.
Disinilah mereka di Rumah Sakit Internasional Korean. BI membiarkan Junhoe menyandarkan kepala di bahunya saat menunggu giliran. Akhirnya giliran mereka tiba.
" Junhoe!"seru Suster
"Ne! Kajja namamu sudang dipanggil June"
"Arra.. aku tidak tuli hyung"ujar Junhoe kurang ajar dengan nada lemas
"Kamu ini saat sakit ataupun sehat sama saja"omel BI
"Sudahlah hyung ayo masuk"
Mereka pun masuk ke ruangan 317 ruangan dokter spesialis laki-laki
"Selamat siang"kata dokter ramah
"Selamat siang"balas BI. Junhoe hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban. Mereka pun duduk di kursi berhadapan dengan sang dokter.
"Ada masalah kesehatan apa kalau boleh saya tahu"
"Aku merasa pusing dan mual. Kepalaku terasa berat dan perutku terasa sangat penuh, padahal saya belum makan pagi ini dok"jelas Junhoe dengan lemas
"Baiklah.. biarkan saya memeriksa anda terlebih dahulu. Silahkan berbaring di kasur "
Setelah dokter memeriksa keadaan Junhoe, tiba-tiba raut muka sang dokter benar-benar serius. Mereka pun kembali ke meja dokter. Dokter pun memberitahukan keadaan Junhoe dan itu membuat mereka berdua benar-benar syok dan tidak bergeming sedikit pun.
Dalam perjalanan pulang setelah dari rumah sakit
"Junhoe sedang hamil usianya sekitar 3 minggu. Ini memang sulit dikatakan tapi Junhoe adalah seseorang hermafrodit. Yaitu seseorang yang memiliki 2 kelamin jantan dan betina. Sehingga memungkinkan membuatnya bisa hamil. Karena ini adalah kasus langka lebih baik Junhoe tidak melakukan hal-hal yang berat dan menjaga pikirannya agar tidak stress karena bisa mempengaruhi kandungannya"kata Dokter masih mengingang di kepala Junhoe
"Bagaimana ini? Oh Tuhan apa yang harus kulakukan?"batin Junhoe tanpa sadar meneteskan air mata.
BI yang melihat itu dengan sigap menghapus air mata itu dan tersenyum lembut pada Junhoe
"Gwencana. Mian June ini semua salahku. Aku tidak bisa mengontrol diriku sendiri"kata BI menyesal
"Hyung..."kata Junhoe dengan tatapan hampa
"Gwencana june."kata BI membawa Junhoe ke dalam dekapannya. Membuat Junhoe tanpa sadar tertidur
In Dorm
Ups.. author lupa bilang kalau hubungan mereka sudah berbaikan karena camping saat itu mereka sudah mencoba untuk damai
BI membawa Junhoe ke kamar mereka dengan menggendong Junhoe yang tertidur bridal style. Setelah BI meletakkan Junhoe di kasur Jinhwan memanggilnya di ruang tamu.
"Apa kata dokter?"tanya Jinhwan tanpa basa-basi
"..."
"BI"
"...mian hyung"
"Wae?! Jangan buat khawatir BI!"seru Jinhwan
"June hamil hyung.."kata BI pelan.
"Mwo?! Yak! Yang benar dia laki-laki!"seru Jinhwan tidak percaya
"Dia hermafrodit hyung!"
"..."
"Mian..."
"Itu sudah tidak ada gunanya lagi Hanbin. Sekarang tanggung jawabmu untuk mengurus Junhoe dan anakmu nantinya. Sekarang katakan pada Yang sunbeniem. Kita sudah menjadi Ikon lebih dari 7 tahun BI!" (Anggap saja lebih dari 7 tahun)
"Ne hyung aku akan berangkat kesana sekarang. Tolong jaga Junhoe ne!"seru BI segera meninggalkan ruangan.
YG ENT.
"Wae Hanbin-a?" Sekarang BI sedang berhadapan dengan mr. Yang pembentuk YG ent.
"Yang sunbeniem. Mianhamida. Ini memang kabar yang mendadak tapi ini juga mendadak bagiku"
"Wae?"
"Junhoe hamil... dia Hermafrodit"
"..."tidak ada repon yang ia dapat membuatnya benar-benar gelisah sekarang.
"Mianhamida"kata BI penuh dengan penyesalan.
Terdengar helaan nafas panjang dari orang di depannya. Saat ini jantungnya berdebar-debar ia takut akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
"Gwencana. Sekarang kamu harus tanggung jawab hanbin-a. Menikahlah dengan Junhoe sebelum kandungannya menjadi besar. Biar aku yang urusi nanti. Lebih baik menikah di Eropa karena mereka melegalkan itu"
"Yang sunbeniem tidak marah?"tanya BI
"Untuk apa aku marah? Ini sudah terjadi Hanbin-a."jawab santai
"Tapi bagaimana dengan Ikon?"
"Biar aku saja yang mengurusi itu. Sekarang fokuslah pada Junhoe pasti ia tertekan dengan keadaannya."
"Ghansamida"
Setelah itu BI pun pulang menuju ke dorm mereka dengan perasaan yang lega.
DORM
Saat sampai di dorm ia Jinhwan segera mendatanginya
"Bagaimana?"tanya Jinhwan
"Yang sunbeniem menyuruhku untuk menikahi Junhoe hyung sebelum kandungannya membesar"jelas BI
"Itu memang pilihan yang tepat" terdengar helaan nafas pelan dari Jinhwan.
"Sekarang cek lah kondisi Junhoe sedari tadi ia tidak berhenti memanggil namamu dan meteskan air mata. Aku khawatir padanya"kata Jinhwan
"Ne hyung!"dengan secepat kilat BI memasuki kamar mereka.
BIxJune room
Terdengar gumaman-gumaman yang menyerukan nama BI dengan lemas membuat BI bertambah khawatir pada Junhoe. Oh! Lihatlah bagaimana keadaan Junhoe sekarang. Tubuh yang dipenuhi dengan keringat dingin, mata yang terus mengeluarkan air mata, dan mulut yang menyerukan namanya sejak tadi. Melihat itu membuat BI meringis. Bagaimana bisa seorang Goo JunHoe bisa menjadi seperti ini. BI pun memeluk Junhoe
"Aku disini June"kata BI sambil mengelus kepala Junhoe membuat Junhoe terbangun.
"Hyung..."terdengar suara Junhoe yang bergetar
"Gwencana.. aku sudah mengurusnya June. Tenanglah itu tidak baik untuk kandunganmu."
"Tapi hyung bagaimana dengan Ikon? Bagaimana dengan Yang sunbeniem? Bagaimana dengan pandangan orang? Baga-"
Kata-kata Junhoe terpotong dengan sebuah ranum merah milik BI. BI pun menghentikan ciuman mereka. Ia segera membawa Junhoe ke dalam dekapannya lebih dalam lagi.
"Tenanglah.. aku sudah mengurus semuanya. Sekarang tugasmu hanyalah tenang dan sabar June. Maafkan aku"kata BI menyesal
"Ne..."ujar Junhoe lemas
"Sekarang ayo makan! Kamu belum makan sejak tadi"ajak BI
"Tapi hyung aku sedang malas makan"kata Junhoe menolak ajakan BI
"June.. tidak ada penolakan. Ingat sekarang kamu sudah punya bayi di dalammu jadi jagalah tubuhmu dengan benar"kata BI menarik tubuh Junhoe ke meja makan, tidak memberikan waktu pada Junhoe untuk berbicara
Dining room
"Aaa..."kata BI
"Aku bisa sendiri hyung!"kesal Junhoe.
"Ani! Ayo aa..."tolak BI.
Junhoe yang mendengar itu hanya bisa menghela nafas dan membuka mulutnya menerima suapan BI. Ia sedang malas berdebat sekarang.
Para member yang baru saja diberitahu Jinhwan mengenai keadaan Junhoe pun mendatangi Junhoe yang sedang di suapi BI
"Uwa... romantis sekali!"goda Bobby. Sekarang Bobby adalah kekasih Jinhwan. Saat di camping Jinhwan berkata bahwa ia akan membuat Bobby berpaling padanya. Bobby pun menyetujui itu dan berusaha berpaling dari Junhoe.
BLUSH
Rona merah benar-benar melekat pada wajah Junhoe. BI yang mendengar itu hanya bisa tersenyum dan tetap menyuapi Junhoe.
"HYUNG!"teriak Chanwoo membuat Junhoe kaget dan hampir saja tersedak.
"Yak! Kamu mau membuatku mati eoh?"kesal Junhoe
"Ah.. mian hyung aku terlalu bersemangat. Wah! Setelah ini aku akan punya keponakan. Wooo!"kata Chanwoo dengan semangat
"Dan aku akan menjadi paman. Tidak! Aku tidak ingin tua."kata Yunhyeong mendramatis suasana
Member lain yang melihat itu hanya bisa tertawa kecil. Mereka berdua sudah meriangkan suasana disana.
Setelah makan Junhoe dan semua member Ikon( kecuali BI) menonton Tv di ruang tamu. Sekarang disinilah BI. Duduk di balkon dan menikirkan masa depannya dengan Junhoe. Setelah berbicara dengan Mr. Yang tadi BI memikirkan apa yang harus ia lakukan sekarang. Ia memang harus menikahi Junhoe sebelum kandungannya membesar. Toh.. kedua orang tua mereka juga sudah tahu mereka memiliki hubungan malah orang tua mereka yang memaksa meminta cucu. Mungkin ini memang saatnya untuk melamar Junhie sebelum terlambat. Saat Junhoe tengah tertidur, BI pun memanggil para member saat malam. BI meminta tolong para member untuk membantunya melamar Junhoe. Dan mereka semua setuju. Selama berhari-hari mereka menyiapkan semuanya hingga akhirnya hari H pun datang.
Sekarang Junhoe sedang berada di taman menunggu Jinhwan yang sedang pergi untuk membeli minum. Haah... ia menghela nafas. Pikirannya sedang banyak sekali. Ia tidak tahu bagaimana kelanjutan karirnya atau apapun itu. Tiba-tiba terdengar nada-nada yang berasal dari gitar yang sedang dimainkan tidak jauh darinya. Lalu BI mendekati Junhoe membuat Junhoe kaget bagaimana bisa BI tahu ia di taman. Lampu-lampu di sekitar taman menyala membentuk sekumpulan kata HANBIN LOVE JUNHOE. Membuat Junhoe terharu. BI tetap maju hingga berada di depan Junhoe dan menyanyikan lagu
naekkeo haja, naega neol saranghae, eo? naega neol geokjeonghae, eo?
naega neol kkeut kkaji, chaekim jil ge
naekkeo haja, niga nal aljanha, eo? niga nal bwat janha, eo?
naega neol kkeut kkaji, jikyeo julge
○infinite-be mine○
Nyanyian itu terhenti. Tiba-tiba BI berseru dengan suara yang keras
"Please be mine!"seru BI
Junhoe menangis ia sungguh terharu dengan semua ini.
"Geureu.."jawab Junhoe pelan
Mereka pun menautkan bibir mereka satu sama lain. Menikmati cinta di dalamnya. Para member yang melihat kejadian itu menangis terharu
"Hiks.. mereka sungguh romantis"kata Yunhyeong
"Hyung benar.. aku ingin melamar pacarku seperti itu juga"balas Chanwoo
"Yak! Kamu ini dilarang meniru ok?"kata Bobby
"Sudah-sudah sekarang ayo kita pulang. Kita biarkan mereka."kata Jinhwan pelan yang hanya dibalas gumaman oleh member lainnya.
Dalam proses menuju ke pernikahan. BI dan Junhoe mencari baju pengantin, cincin, tempat, dan masih banyak lagi. memberikan mereka kebebasan dan berkata pada publik jika BI dan Junhoe sedang terkena sedikit masalah jadi tidak bisa aktif selama beberapa bulan ke depan. Hari sebelum pernikahan benar-benar berat. Belum lagi Junhoe yang sering mengidam pada waktu yang tidak tepat. Contohnya saat tengah malam Junhoe terbangun dan tiba-tiba menangis. BI yang mengetahui itu pun bangun dan melihat Junhoe khawatir
"Wae june?"tanya BI
"Hiks.. hyung.."
"Wae? Uljima June-a"kata BI menghibur dan menghapus air mata Junhoe
"Hiks.. aku ingin makan coklat"
"Coklat?"tanya BI memastikan yang hanya dibalas anggukan oleh Junhoe.
Untung saja BI adalah maniak coklat jadi ia punya stok coklat yang bisa dibilang sangat banyak. BI pun mengambil coklat miliknya dan memberikannya pada Junhoe
"Ini coklat... sudah jangan menangis lagi eoh?"kata BI.
Junhoe pun tersenyum dan menghentikan tangisannya. Tapi tiba-tiba Junhoe menarik-narik baju BI
"Wae june?"tanya BI pengertian
"Hyung suapi aku"pinta Junhoe
"Geureu mana coklatnya"
"Tapi pakai mulut"
"..." kata-kata Junhoe benar-benar membuat BI mematung
"Hyung~~"
"Ah...jeongmal? Pakai mulut june?"tanya BI. Junhoe menjawabnya dengan senyuman dan anggukan. Wah.. jika begini BI ingin Junhoe ngidam terus saja. Ini kesempatan yang berharga bukan?
"Baiklah jika kamu yang meminta"kata BI kegirangan
BI pun memajukan tubuhnya dan memberikan coklat dari mulutnya ke mulut Junhoe. Karena tidak bisa menahan libido lagi. BI pun mencium bibir Junhoe yang sudah dipenuhi coklat. Wah... benar-benar enak rasanya. Bibir Junhoe yang manis dicapur coklat kesukaannya. Ciuman mereka tetap berlangsung hingga BI memutuskan untuk menghentikannya karena memikirkan keadaan Junhoe.
"Jja...sekarang ayo kita tidur"kata BI sambil membawa Junhoe dalam dekapannya.
Waktu terus berjalan. Akhirnya Hanbin dan Junhoe menikah di Eropa pada tanggal 14 Februari tanggal yang indah bukan?
Mereka berdua maju ke depan altar bersama dan mengucapkan janji suci bahwa mereka menerima pasangan mereka apa adanya. Resepsi pernikahan benar-benar melelahkan membuat 2 member Ikon ini segera terlelap melewatkan malam pertama mereka. Tapi meskipun begitu tentu saja malam kedua dan seterusnya tidak akan mereka lupakan.
Sekarang disini lah mereka menikmati Honeymoon mereka di Eropa.
"Hanbin hyung"kata Junhoe dengan manja.
Entah kenapa Junhoe makin manja padanya semenjak hamil. Sekarang kandungan Junhoe sudah berumur 4 bulan membuat BI harus menjaga Junhoe lebih ketat. Ingat Junhoe adalah orang yang keras kepala.
"Wae?"tanya BI sambil mengeratkan dekapannya pada Junhoe. Junhoe pun mencari posisi yang nyaman.
"Aku tiba-tiba ingin..."kata-kata Junhoe terhenti membuat BI bingung.
" June ingin apa?"batinnya.
Tapi pertanyaan itu terjawab saat Junhoe menggigit bibir bawahnya dan menatap bibir BI.
"Hyung~"kata Junhoe tetap melihat bibir BI
BI yang mengerti maksud Junhoe pun mendekatkan tubuhnya membuat Junhoe menutup matanya. Menikmati ciuman BI yang selalu membuatnya berdebar-debar. Tapi kelemahan dari ciuman dengan BI adalah ia akan berakhir di ranjang dalam keadaan naked. Hufftt.. ia malas mengingat itu yang penting sekarang ia menginginkan ciuman dari BI. Ciuman itu semarin panas dan bergairah. Hingga membuat mereka tanpa sadar melakukan *PIIIIPP* SKIP NC
Keesokan harinya
Saat pagi tiba-tiba Junhoe berlari ke kamar mandi dan memuntahkan apa yang ia makan. Biasa morning sickness
"Gwencana?"tanya BI lembut.
Hanya ada anggukan sebagai jawaban. Keadaan Junhoe sekarang membuat BI panik. Saat Junhoe berusaha bangun dengan secepat kilat rasa sakit medera di perutnya.
"Aargg... APPO!"jerit Junhoe
"JUNE!"
Tanpa menunggu terlalu lama BI segera mengangkat Junhoe dan membawanya ke rumah perjalanan Junhoe tidak henti-hentinya menangis. Saat tiba di rumah sakit Junhoe pun langsung dibawa ke ruang UGD sementara BI masih setia menunggu hingga seorang suster mengatakn untuk mengatur administrasinya dulu. BI pun pergi untuk mengurusi asministrasinya lalu kembali ke tempat semula.. Sekitar 10 menit terlihat seorang dokter keluar dari ruang UGD
"Keluarga Goo JunHoe?"
"Ne.. saya suaminya dok!"
"Ah.. baiklah kalau begitu mari ke ruangan saya."
"Ne..."
Sampainya di ruangan dokter. BI merasa ada yang aneh. Apa terjadi hal-hal yang buruk pada Junhoe atau aish.. dia sudah tidak bisa memikirkan hal lain lagi.
"Sebenarnya ada apa dok?"
Sebelum menjawab pertanyaan BI, dokter di depannya menghela nafas.
"Pasien JunHoe ini mengalami pergerakan pada bayi di dalam kandungannya. Karena ia laki-laki maka itu akan sedikit menyakitkan. Tapi lama-lama pasti tidak. Dan tolong usahakan jangan melakukan hal-hal berat atau memikirkan hal-hal berat itu bisa mempengaruhi kandungannya. Untuk kasus Junhoe ini, ia terlihat melakukan hal-hal yang berat selama ini. Apa memang seperti itu?"tanya dokter setelah menjelaskan keadaan Junhoe
"Tidak dok. Setauku ia tidak melakukan hal lain selain di dorm. Atau mungkin karena kita making out?"kata BI sekaligus bertanya
"Tidak itu tidak mempengaruhi sama sekali. Jika melihat keadaan pasien Junhoe, ia seperti melakukan hal-hal yang berat. Bisa saja seperti olahraga, menari, berlari-lari, dan masing banyak lagi. Sebenarnya making out sama sekali tidak mempengaruhi disini."jelas dokter panjang lebar
"Apa mungkin Junhoe masih menari? Aku akan menanyakannya nanti"batin BI
"Ah.. terima kasih dok."kata BI
"Oh iya tentu saja"balas sang dokter
"Kalau begitu saya pergi dulu"
Setelah itu BI pun meninggalkan ruangan dan mendatangi ruang kamar Junhoe. Terlihat Junhoe yang sedang memandangnya lewat jendela ruangannya. BI pun tersenyum lembut pada Junhoe. BI masuk le dalam ruangan Junhoe dan duduk di kursi yang terletak di sebelah kiri Junhoe.
"Junhoe"
O-O.. ada yang salah kelihatannya. Tumben BI tidak memanggilnya June. Junhoe pun menjadi gugup dan gelisah.
"N-ne hyung?"jawab Junhoe takut-takut
"Jawab aku dengan jujur. 1 pertanyaan saja ne.."kata BI lembut
"Geureu.. kenapa hyung?"kata Junhoe ragu
"Kamu masih menari?"
DEG
Rasanya jantung Junhoe berhenti untuk bekerja. Junhoe takut selama ini rahasianya akan terbongkar. Ia takut BI akan marah padanya. Oh.. please bantu Junhoe sekali ini.
"H-hyung...mian"jawab Junhoe yang disusul beberapa isakan kecil. Uh.. ia benci ini. Entah kenapa selama hamil ia menjadi sangat sensitif.
BI yang melihat itu segera memeluk dan menenangkan Junhoe. Ia ingat pesan dokter, maka dari itu ia tidak ingin terjadi hal-hal aneh pada Junhoe dan anaknya. Ia mengusap lembut rambut Junhoe dan membawa Junhoe kedalam dekapannya.
"Sudah.. uljima ne.. Sejak kapan seorang Goo Junhoe bisa secengeng ini?"ucap BI menggoda Junhoe
"Hyung!"kesal Junhoe lalu memukul pelan dada BI.
BI hanya bisa tersenyum atas perilaku Junhoe. Entah kenapa jika ia bisa menghentikan waktu maka ia akan menghentikan waktunya hanya untuk momen ini. Ia sungguh beruntung memiliki Junhoe. Orang yang bisa mengerti dirinya, membuatnya nyaman, membuatnya berdebar-debar, mencuri perhatiannya, pokoknya bisa mengambil semua dari BI. Ia jadi teringat pertemuan pertama mereka sungguh sangat canggung dan awkard. Hanya Jinhwan, Donghyuk, dan Yunhyeong yang dekat dengannya. Sedangkan BI dan Bobby masih canggung pada Junhoe. Mereka bukanlah orang yang dengan cepat bersosialisasi. Hingga hari demi hari mereka bersama, membuat benih-benih cinta di dalam hati BI. Dari saat itulah BI menyukai Junhoe.
"Hyung!"kata Junhoe memotong pikiran BI
"Ne? Ada apa June? Ada yang sakit? Kamu perlu apa? Mau minum? Atau makan? Oh! Apa kam-"kata-kata BI terhenti saat teriakan Junhoe dengan paksa memotongnya
"HYUNG! Biarkan aku bicara!"kesal Junhoe
"Ah.. ne ne mian June"sesal BI
"Hyung tidak marah?"tanya Junhoe
"Marah kenapa?"tanya balik BI
"K-karena aku.. menari?"kata Junhoe menggantung
"Tidak.. aku tidak akan memarahimu selama kamu jujur padaku June. Get it?"kata BI lembut
"Ne.. gomawo hanbin hyung"ujar Junhoe dengan senyuman yang lebar
"Sama-sama princess"kata BI sambil mencium dahi Junhoe lembut
"Oh my! Princess? Panggilan apa itu? Memalukan sekali"batin Junhoe
"Hyung!"kesal Junhoe memukul dada BI
"Ne ne mian June. Sekarang ingat pesanku ne. Jangan menari ataupun melakukan hal-hal yang berat lagi! Jika tidak aku akan menghukummu. Kamu bisa membahayakan kandunganmu June. Jangan keras kepala sekali ini saja dengarkan aku. Ne?"kata BI penuh pengertian
"Ne.. mian"ujar Junhoe sambil mencari kehangatan lebih pada tubuh BI.
Hari demi hari telah berlalu disinilah semuanya menanti proses melahirkan yang sedang dialami Junhoe. Mau tidak mau Junhoe harus melahirkan secara operasi karena ia laki-laki. Jelas dong kalau tidak bayinya mau keluar dari mana? #plak. Maafkan saya kita kembali ke cerita.
Sekitar 2 jam akhirnya dokter keluar dari ruang operasi.
"Bagaimana dok? Berhasil? Atau gagal? Mereka selamat kan? Bayiku laki-laki atau perempuan? Jun-"kata-kata BI yang cepat itu terhenti, dihentikan member IKON yang membekap mulutya
"Biarkan dokter berbicara dulu hanbin-a"kata Ayah BI
"Mungkin ia terlalu khawatir"canda ibu Junhoe.
"Maafkan atas kejadian tadi dok"ujar keluarga Junhoe dan BI
"Haha.. iya tidak papa"ujar dokter
"Dok! Bagaimana operasinya?"ujar BI setelah berhasil melepaskan diri dari member IKON
"Tenang saja.. operasinya berhasil. Bayinya kembar laki-laki lucu dan sehat. Tapi Junhoe dinyatakan tidak bisa hamil lagi karena rahimnya kami angkat agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Sudah saya permisi dulu"kata dokter setelah itu meninggalkan mereka
"Ne.. ghansamida dok!"ujar mereka semua
"Wow! Aku jadi Appa! Woo-hoo"ujar BI bersemangat.
Mereka semua yang melihat itu hanya bisa tersenyum makhlum.
Setelah melahirkan Junhoe dipindahkan ke kamar biasa bersama dengan 2 bayinya. Sekarang mereka semua mengelilingi Junhoe dan bayi-bayinya. Junhoe masih tidak sadar karena suntikan bius saat operasi tadi. BI sudah menggendong salah satu anaknya sedangkan bayi yang lain digendong ibu Junhoe yang membuat ibu Junhoe dikelilingi oleh keluarganya dan keluarga BI
"Wah... lucu sekali. Mereka juga berani dan tidak menangis."ujar ibu Junhoe
"Tentu saja ini anakmu eomma!"ujar BI bangga
"Huh.. kamu ini baru begini sudah bangga"ujar ayah BI
Mereka pun tertawa bersama. Karena Junhoe yang belum sadar-sadar dan sudah larut mereka semua pun pulang sedangkan BI memilih menjaga Junhoe dan anak-anaknya.
Akhirnya mata Junhoe terbuka. Saat ia menggerakan tubuhnya ia sedikut meringis karena sakit di perutnya akibat operasi.
"Kamu sudah sadar? Lama sekali aku sudah bosan"ujar BI
"Huh.. hyung ini aku sedang capek hyung masih bisa-bisanya mengomel. Sekarang bagaimana anak kita? Berikan dia padaku!"kata Junhoe
"Anak kita kembar! Laki-laki semua. Tapi.."ujar BI menggantung sambil memberikan satu bayi yang satunya ia yang gendong.
"Tapi apa hyung?"tanya Junhoe sambil mencium bayinya.
"Kamu tidak bisa hamil lagi"ujar BI
"Itu bagus! Hamil itu tidak enak"kata Junhoe
"Cih! Kamu ini.."
"Mereka lucu sekali. Aku tidak percaya ini anakku. Mereka mirip denganmu!"kesal Junhoe
BI yang mendengar itu hanya bisa tersenyum. Memang benar kata Junhoe. Dari 2 anaknya semua miril dengannya. Yang satu berkulit putih dan memiliki bentuk hidung seperti Junhoe tetapi memiliki mata dan mulut BI. Yang satunya lagi memiliki kulit sedikit tan dan bibir seperti BI tetapi memiliki mata dan hidung seperti Junhoe. Cara mereka tertawa berbeda. Ada yang seperti Junhoe, ada yang seperti BI. Yang berkulit seperti Junhoe tertawa seperti BI sedangkan yang berkulit seperti BI tertawa seperti Junhoe.
"Yang berkulit sepertiku dan memiliki matamu ini yang lahir pertama"ujar BI setelah diberitahu suster tadi
"Bisa kutebak ia akan menjadi seme"canda Junhoe
"Tentu saja.. sedangkan yang lahir terakhir pasti jadi uke. Sudah-sudah sekarang waktunya memberi nama" ujar BI semangat
"Kamu sudah menyiapkannya?"tanya Junhoe
"Bagaimana jika Hanjun bagi yang pertama dan Junhan untuk yang kedua? Nama itu cocok dengan mereka"kata BI
"Nama yang bagus. Aku suka itu. Kalau begitu halo Junhan dan Hanjun"ujar Junhoe yang membuat kedua bayi itu tertawa
"Aku sungguh bahagia. Bisa bersama denganmu dan anak-anak kita"ujar BI mengecup lembut bibir Junhoe
"Aku juga"
THE END
Mohon Reviewnya...
