Chapter 1,5
.
.
.
"Saem kan dokter dan bisa diajak konsultasi. Bagaimana kalau membantuku untuk yang satu ini?" nafasnya menyapu permukaan telingaku. Suaranya berbisik dengan nada rendah yang kurang ajar seksinya. Tangannya meremas tanganku yang berada di atas kejantanannya yang otomatis membuat tanganku ikut meremas miliknya.
"KAU KURANG AJAR SEKALI.. AKU INI GURUMU.." aku menarik tanganku dari muridku yang sangat kurang ajar ini. Tapi, cengkraman tangannya semakin kuat membuatku merasakan miliknya yang keras.
Dia menarik tengkukku untuk mendekatkan bibirnya ke telingaku dan berbisik dengan suara beratnya, "Ne.. Sensei.. Aku boleh kan memanggil Saem dengan sebutan Sensei kan? Aku tidak biasa bercinta dengan seorang guru tanpa memanggilnya Sensei." Bisikan setan itu sungguh sensual diiringi dengan hembusan nafasnya yang menyapu daun telingaku. Dia menggigit daun telingaku dan menjilatnya. Ughh... sudah lama sekali aku merasakan sensasi seperti ini. Jantungku berdegup kencang dan libidoku naik dengan sangat cepat. Apa karena aku sudah lama tidak melakukan hal ini?!
Ya... Aku gay... dan aku sudah 2 bulan tidak melakukan hal ini karna aku putus dengan Kidoh 2 bulan yang lalu. Dan kurasa... aku perlu pengalihan dan pelampiasan rasa sedih kehilangan keluargaku. Tentu saja aku bisa lari ke klub dan mabuk bahkan bercinta dengan pengunjung klub. Tapi aku berjanji pada Kookie bahwa aku akan menjadi seorang dokter perawat yang bekerja sepenuh hati. Ugh.. Kookie... Air mataku menetes tanpa kusadari.
"Kau..." Aku mulai angkat bicara, "..siswa pindahan sebulan yang lalu bukan..nggghhh..." suaraku tertahan saat bibirnya mulain mengecup, menghisap dan menjilat setiap jengkal ceruk leherku. Entah sejak kapan kini aku sudah berada di atas pangkuannya dan tangannya melingkar di pinggangku. "Namamu.. eunghh.. Kim... Nam.. .Joon... sshhh.. AAHHH..." dia menggigit tulang selangkaku dengan keras. Kurasa itu berdarah sekarang.
"Yes... Sensei ternyata punya daya ingat yang kuat. Aku tahu kau gay dan aku sudah mengincarmu sejak pertama kali kita bertemu di gerbang sekolah saat aku baru pindah." Remasan keras tangannya di milikku membuatku mengerang merasa sakit tapi nikmat mendamba hal lebih.
Dia mengangkat tubuhku dan menghempaskan badanku ke kasur yang memang pasti ada di setiap klinik sekolah. Mengurung tubuhku diantara lengan kokohnya. Kancing bajunya yang telah terbuka seluruhnya menampilkan abs yang terbentuk rapi dengan lekukan2 yang jelas. Membuatku menggigit bibir bawahku.
Namjoon menyentak kemejanya dalam sekali gerakan dan kini dia sudah topless. Seketika wajahku terasa begitu panas seperti ada setrika hangat yang menjalari pipiku.
"Do you enjoy the view, sensei?" Dia menyentuh absnya dan memaparkan smirk diwajahnya yang terpasang begitu mesum dan menggoda sebenarnya. Ugh... kurasa saat ini mukaku sudah seperti udang yang terlalu lama direbus.
.
.
.
Ampuni author ini...
Harusnya chapter kemarin nyampe sini.. biar gak bingung itu murid kurang ajar siapa.. tp harusnya ketebak sih ya kalau itu Namjoon... Ehehehe... tp asa kurang ajar authornya.. masak Namjoonnya ke skip disebut :"
Maapkeun banyak typo.. sedang malas ngedit2 beginian.. maklum authornya rada malesan tp pengen update terus..
Oiya soal ceritanya rada gajelas alurnya maaf banget ya :"
Nanti diusahakan dijelasin di bagian belakang.. /kalau jadi lanjut
Makasih banyak buat para reader yang sudah memberikan review dan yang udah mau baca atau follow atau numpang lewat.. Kalau ada masukan atau komentar soal ff2nya diri ini jangan sungkan2 ya.. kalau jelek bilang aja jelek bagian apanya.. nanti pasti author coba perbaiki..
Loph you all...
Mumpung masih lebaran pasti dimaapin kan yak... ohohoho ;))
