Who 2

ChanBaek

.

Ada announcement dibawah ya babes^^

.

Baekhyun membuka matanya dan tersadar kalau ia berada didalam pelukan seseorang 5 detik setelahnya. Dada bidang yang terbungkus sebuah kaos putih tipis adalah pemandangan pertama yang ia lihat. Tepat didepan mata dan Baekhyun juga dapat dengan jelas menghirup aroma menyegarkan dari tubuh ini.

Chanyeol.

Baekhyun sedikit menjauhkan kepalanya dan benar saja kalau ia mendapati Chanyeol. Ia bergerak perlahan, menaikan tubuhnya sedikit agar bisa melihat wajah menggemaskan Chanyeol yang tengah terlelap dengan lebih jelas.

Bulu matanya sedikit panjang, dengan hidung mancung yang membuat Chanyeol terlihat semakin tampan, dan juga bibir tebal Chanyeol yang terlihat agak kering dimata Baekhyun.

Tak sadar, Baekhyun memujinya didalam hati. Ia tersenyum, menyentuh wajah Chanyeol hati-hati dengan ujung jarinya. Rasanya lembut dan menyenangkan, bahkan Baekhyun bisa melihat senyum muncul dibibir lelaki itu sekarang.

Eh, tunggu. Senyum?

Baekhyun menjauhkan tangannya cepat dan menyimpannya didepan dada. Ia memejamkan matanya lagi berpura-pura tidur karena takut Chanyeol akan terbangun dan menangkap basah dirinya. Baekhyun merutuk sejadi-jadinya, mengutuk pikirannya atas apa yang baru saja ia lakukan. Heol, mau taruh dimana wajah cantiknya kalau sampai Chanyeol tahu Baekhyun tengah mengagguminya diam-diam.

"Kenapa berhenti eum?"

Mata Baekhyun masih terpejam walau ia yakin ini tak akan menghasilkan apapun. Chanyeol disisinya pun masih memejamkan matanya, tapi sebenarnya lelaki itu bahkan sudah terjaga sejak sejam yang lalu. Jauh sebelum Baekhyun yang menggemaskan itu bangun dari tidurnya.

"Ugh, selamat pagi sayang"

Chanyeol mengeratkan pelukannya pada pinggang Baekhyun, ia juga mencuri sebuah kecupan sebelum menenggelamkan wajahnya dileher Baekhyun.

Anak manis itu merasa tergelitik dan tak bisa melakukan apapun walau ia ingin mendorong Chanyeol. Si tampan itu memeluknya erat sekali seolah takut Baekhyun akan meninggalkannya sendirian diatas ranjang mereka.

"Kau harus sekolah kan?"

"C-chanyeol~"

"Hn?"

"G-geli. Rambutmu menggelitik daguku!"

Sedetik kemudian Baekhyun dapat mendengar sebuah tawa menyenangkan dibawahnya. Chanyeol tertawa pelan, memilih mengalah dan segera menjauhkan kepalanya dari leher Baekhyun.

"Morning kiss?"

"A-aku harus mandi!"

"Hn?"

"L-lepaskan aku ishh"

"Mor-hmptt"

"Lepaskan!"

"Sure"

Chanyeol tertawa pelan dan Baekhyun segera berlari turun dari ranjangnya. Ia malu, sungguh. Wajahnya pasti memerah setelah memberikan Chanyeol kecupan. Oh tuhan, bagaimana bisa ia seceroboh itu. Memotong ucapan Chanyeol dan mencuri sebuah kecupan dibibir. Astaga.

"Manisnya"

.

.

Baekhyun tak tahu sudah berapa hari ia diklaim menjadi suami Chanyeol. Ia bahkan tak ingat kapan pertama kali ia bertemu Chanyeol. Ia tak tahu tepatnya kapan, tapi ia dengan jelas mengingat kalau ia BENAR-BENAR bertemu pertama kali dengan Chanyeol di depan tangga dan lelaki tampan itu langsung mengklaimnya sebagai seorang suami.

Awalnya Baekhyun bahkan menolak Chanyeol mati-matian. Ia melempari lelaki itu, mengutuknya bahkan pernah suatu malam ia mengusir dan mengunci Chanyeol diluar rumahnya. Tapi sekarang Baekhyun bisa apa? Semua bukti yang Chanyeol tunjukkan mau tak mau harus membuatnya percaya kalau mereka memang menikah. Ditambah kedatangan kedua orang tuanya, dimana harusnya mereka membela Baekhyun, tapi mereka malah membela Chanyeol. Kedua paruh baya itu bahkan juga ikut meyakinkan kalau Chanyeol memanglah suami Baekhyun.

Baekhyun pusing bukan main. Ia tak bisa mengingat hal-hal lain yang bisa membantunya mengenal siapa itu Chanyeol. Yang ia ingat hanya Chanyeol yang sebelumnya suka mampir di mimpi indahnya. Juga bagaimana lelaki yang sialnya tampan itu muncul tiba-tiba dan mengaku kalau ia adalah suami Baekhyun.

Baeknyun seolah tak mengenal apa itu waktu. Ia tak selalu tak ingat ini hari apa, besok atau kemarin. Yang ia tahu hanya pagi, siang, sore dan malam tanpa tahu jelas itu tanggal berapa dan harinya. Sesekali Baekhyun selalu mencoba untuk mengingat, ia tidak lupa ingatan dan ia yakin. Tapi kepalanya selalu merasa sakit ketika memaksakan diri untuk mengingat hal-hal sebelum-sebelumnya.

Dan kini Baekhyun memilih pasrah. Sudah tak peduli pada statusnya yang adalah suami Chanyeol. Ia tak peduli juga pada semua temannya yang entah kenapa nampak biasa saja mengetahui kalau Baekhyun bahkan sudah menikah. Ia tak peduli. Lagipula, menjadi partner Chanyeol bukanlah hal buruk. Lelaki itu baik dan penyayang, Baekhyun saja sudah jutaan kali merasa nyaman dan terpesona pada lelaki itu.

"Baby?"

"..."

"Ba-"

"Aku Baekhyun, bukan Baby!"

"Apa bedanya? Itu sama-sama menggemaskan"

Baekhyun menyerah, tak bisa menjawab lagi apa yang baru saja terlontar dari mulut menyebalkan Chanyeol. Ia meletakan sendok dan garpunya, mengangkat kepalanya dramatis hingga ia mendati suami tampannya tengah menatapnya dengan senyum.

"Baiklah, aku minta maaf" Chanyeol bergumam agak menyesal dengan wajah memelas sebelum akhirnya melanjutkan, "Kau adalah Baekhyun, Park Baekhyun" Dan senyumnya mengembang dengan percaya diri.

"Byun Baekhyun!"

"Kalau kau ingat~" Chanyeol tersenyum mengejek, mengangkat tangan kananya dan menggerak-gerakan jarinya. Membuat Baekhyun menghela nafas ketika melihat cincin yang dipakai dijari manis Chanyeol. Cicin yang katanya cincin pernikahan mereka.

"Baik." Baekhyun mengangkat wajahnya, menatap Chanyeol agak menantang "Aku Park Baekhyun, sesuai dengan yang kau inginkan!" Dan Baekhyun kembali merasa kesal. Ia memutar matanya jengah, menatap Chanyeol malas yang hanya dihadiahi cengiran lebar dari Chanyeol sendiri.

Suasananya kembali hening, sejak membalikan sendok dan garpunya 2 menit lalu Baekhyun sama sekali tak berniat menyentuh lagi makanannya. Ia hanya diam ditempatnya, memandangi Chanyeol yang tengah sibuk dengan makanannya.

Sesekali Baekhyun ingin tertawa, ketika melihat Chanyeol meliriknya dan berakting berlebihan ketika merasakan makanan didalam mulutnya. Lelaki itu mengunyahnya dramatis, hampir membuat Baekhyun mengguyurnya dengan susu karena ia hampir tak bisa menahan tawanya.

"Chanyeol"

"Hn?"

"Ada nasi bibirmu!"

"Oh, sungguh?" Chanyeol berpura-pura terkejut tapi tak sama sekali menyentuh bibirnya. Yang terlihat malah sebuah seringai kecil yang pasti tak disadari Baekhyun.

"Cepat singkirkan itu! Kau tampan tapi makan saja berantakan!"

"Coba singkirkan untukku,"

"Ak-"

"Dengan bibirmu!"

Chanyeol tertawa lepas begitu saja ketika menyadari kalau wajah Baekhyun jadi merona. Anak itu melirik kearah lain, bibirnya terkatup rapat dengan tangannya yang mengepal kuat dikedua sisinya.

Baekhyun tak percaya bisa salah tingkah seperti ini hanya karena gombalan membosankan milik Chanyeol. Ia malu, apalagi ia yakin kalau wajahnya sudah memerah sekarang ini.

"Hentikan tawamu itu! Haishh"

"Kau manis sekali sayang"

"Hentikan Chanyeol! Ck, cepat selesaikan sarapanmu!"

"Oke oke, jangan merajuk seperti itu pfftt"

Chanyeol mengalah dan berusaha menghentikan tawanya walau sulit. Tak henti-henti matanya menelusuri wajah Baekhyun disebrangnya yang terlihat semakin menggemaskan ketika sedang malu seperti ini. Chanyeol senang sekali, Baekhyun bahkan merona hebat hanya karena ia goda sedikit. Manisnya~

"Eung...Chanyeol?"

"Ya?" Chanyeol menjawab dengan antusias setelah ia menyelesaikan sarapannya. Ia tersenyum ramah, memandang dengan penuh rasa penasaran pada lelaki 18 tahun didepannya yang sudah rapih dengan pakaian sekolahnya.

"Kenapa tidak bersiap-siap?"

"Aku?"

"Ya. Aku harus pergi kesekolah, kau tidak ke kantor?"

"Nanti siang aku akan ke kantor"

"Siang? Lalu, setelah sarapan ini kau kemana? Kenapa tidak bilang padaku kalau kau bekerja siang hari? Kalau tahu begitu kau tidak perlu bangun pagi-pagi sekali ishh"

Baekhyun seolah tak sadar kalau ia baru saja mengoceh panjang lebar pada Chanyeol. Ia terlihat seperti seorang suami yang begitu khawatir kalau suami tampannya masih kekurangan istirahat. Baekhyun tahu Chanyeol pasti mengantuk dan juga lelah karena memiliki banyak pekerjaan.

"Kau masih mengantuk?"

"Sedikit. Tapi tak-"

"Kembalilah ke kamar!"

"Hei, tidak perlu khawatir begitu baby."

"Kau bilang masih mengantuk!"

"Tidak kalau ada dirimu didekatku"

Baekhyun mendengus, masih saja Chanyeol sempat untuk menggombal seperti itu. Kalau tak ingat ini sudah semaki siang dan ia bisa saja terlambat kesekolah, Baekhyun pasti sudah menyeret Chanyeol kembali ke kamar. Sungguh, Baekhyun hanya tak mau Chanyeol kelelahan dan akhirnya jatuh sakit. Biarpun Baekhyun terkadang masih merasa asing dengan Chanyeol, tapi ia benar-benar khawatir kalau lelaki itu kenapa-napa.

"Aku akan kerumah sakit"

"Kembalilah tidur Chan- apa?" Baekhyun baru saja hendak pergi setelah mengecek isi tas sekolahnya. Tapi saat menyadari apa yang baru saja Chanyeol ucapkan, ia malah kembali mengabaikan tas-nya dan dengan cepat mengalihkan pandangan pada lelaki didepannya.

"Rumah sakit"

"Kenapa? Kau sakit? Sungguh? Hei, kenapa tidak bilang padaku Yeol? Kau sakit apa? Bagaimana bisa tak memberitahuku sama sekali ka-" Ia nampak panik, bahkan sempat menggebrak pelan meja makan mereka karena gemas sekali pada Chanyeol.

"Hei hei, calm down baby. Ini tidak seperti yang kau pikirkan. Aku tidak sakit oke, tenanglah"

Ada helaan nafas lega yang Chanyeol dengar dari mulut Baekhyun setelahnya. Anak itu masih terlihat khawatir, tapi sudah jauh lebih baik ketimbang sebelumnya.

Chanyeol menarik kurisnya untuk mendekat, meraih kedua tangan Baekhyun untuk ia genggam. Ia tersenyum menenangkan, mengusap lembut dengan ibu jarinya punggung tangan Baekhyun perlahan-lahan. Oh tuhan, ia semakin mencintai Baekhyun kalau begini ceritanya.

"Jangan khawatir baby~"

"Kenapa rumah sakit Yeol?" Baekhyun berucap lembut, masih sedikit penasaran dengan alasan Chanyeol yang katanya akan pergi ke rumah sakit setelah ini. Jujur Baekhyun memang khawatir. Ia tidak mau Chanyeol kenapa-napa.

"Aku hanya ingin menemui teman lama"

"Eung?"

"Hanya teman lama. Jangan khawatir oke?"

"Siapa?"

"Namanya Jongdae, dia temanku saat sekolah menengah. Dan sekarang dia adalah Dokter, jadi kalau ingin menemuinya aku harus pergi ke rumah sakit"

"Sungguh hanya itu?"

"Ya, tidak ada yang perlu dikhawatirkan oke?"

"A-aku tidak khawatir!"

Baekhyun memilih untuk buang muka ketika tertangkap basah saat tengah merasa khawatir. Dan ia merasa ingin dikubur saja saat Chanyeol tersenyum begitu tampan sambil mengecup punggung tangannya.

"Sudah semakin siang, kau tidak berangkat se-"

"Aku tidak mau sekolah!"

Baekhyun berucap tiba-tiba dan menarik tangannya dari Chanyeol. Wajahnya terlihat begitu serius dan menatap Chanyeol lamat-lamat.

Chanyeol agak terkejut, ia bingung padahal beberapa menit yang lalu Baekhyun terlihat bersemangat dan bilang akan pergi kesekolah. Tapi kenapa sekarang anak itu nampak menyeramkan dan bilang tidak mau pergi kesekolah?

"Bee~ kenapa tidak sekolah? Kau harus sekolah sayang. Apa perlu ku antar?"

"Tidak mau! Tidak mau ishh"

"Ke-"

"Aku mau ikut ke rumah sakit!" Baekhyun memohon, tak sadar melembutkan tatapannya pada Chanyeol yang kini kembali merasa gemas pada Baekhyun.

"Hn? Kau takut aku selingkuh dengan Jongdae?"

"T-tidak! Ishh, pokoknya aku mau ikut bersamamu! Aku memaksa!" Baekhyun tak mungkin jujur kan pada Chanyeol kalau ia memang cemburu. Maka itu ia hanya mempout, melipat tangannya diperut dan menunjukkan wajah memelasnya. Ayolah, tanpa perlu memelas seperti itu sebenarnya Chanyeol pun akan tetap menuruti apapun yang Baekhyun mau.

"Eung, kalau kau memaksa, yasudah. Tapi ganti pakaianmu, kau tidak mungkin mengenakan seragam sekolah dan berkeliaran dirumah sakit"

"Tunggu aku!"

"Tentu. Aku akan mandi selama kau berganti pakaian"

"Akan kusiapkan pakaianmu juga"

"Terimakasih sayang"

"Tentu"

.

.

Baekhyun tak henti-hentinya merasa malu bahkan sejak ia dan Chanyeol masih berada didalam mobil tadi. Bayangkan saja, Chanyeol sama sekali tak melepaskan genggaman tangan mereka padahal lelaki itu harus menyetir mobil.

Sesekali pula Chanyeol memberikan kecupan dipunggung tangannya, membuat Baekhyun memekik tertahan dan makin merasa malu. Bagaimana bisa Chanyeol bersikap manis seperti ini terus. Memangnya Chanyeol tak bosan? Setiap ada kesempatan selalu saja digunakan untuk membuat Baekhyun merasa tersipu.

"Yeol~"

"Hn?"

"Boleh aku jujur?"

"Tentu. Katakan padaku apa yang mengganggumu!"

Keduanya tengah berada didalam lift karena Chanyeol bilang temannya yang bernama Jongdae itu menunggu di lantai 20. Chanyeol merengkuh pinggangnya posesive, memberikan beberapa kali ciuman dipipi dan juga pucuk kepala Baekhyun. Beruntung lift kosong dan hanya ada mereka. Haishh, berdua dengan Chanyeol saja Baekhyun merasa malu. Alalagi kalau lift dipenuhi banyak orang.

Baekhyun jelas tak masalah. Sudah ia bilang kan kalau ia mau tak mau harus mengakui Chanyeol sebagai suaminya mengingat semua bukti yang ada memang meyakinkan. Ia akan belajar mencintai Chanyeol. Mungkin.

"Yeol~" Gumamannya terdengar lemah, dan Baekhyun dengan jelas merasakan kalau kepalanya menjadi pening tiba-tiba.

Sebenarnya, bahkan saat langkah pertama Baekhyun memasuki gedung rumah sakit ini ia merasa aneh. Tubuhnya bereaksi aneh seolah-olah ia tak boleh datang ke tempat ini. Ia merasa kaku dan sakit disekujur tubuhnya.

"Apa?"

Baekhyun memeluknya, menenggelamkan wajahnya pada dada berbalut kemeja dan juga jas milik Chanyeol. Ia tak tahu kenapa tiba-tiba tubuhnya merasa sakit. Bukan sakit yang serius, Baekhyun hanya merasa kalau sekujur tubuhnya menjadi agak kaku.

"Aku sakit~"

"Baby? Katakan padaku apa yang sakit!"

"Semuanya~"

"Kita sekalian periksa saja. Aku akan bilang Jong-"

Ting

Lift terbuka sebelum Chanyeol sempat menyelesaikan kalimatnya. Baekhyun terlihat jadi agak pucat dengan tubuh lemas yang untungnya Chanyeol rengkuh.

Keduanya berjalan perlahan menyusuri lorong di lantai 20. Terlihat sepi dan Baekhyun tak peduli. Ia semakin merasa pusing dan sakit disetiap langkahnya. Rasanya seperti nyawanya tengah keluar dan melayang perlahan lahan setiap satu langkahnya. Padahal tadi pagi ia merasa baik-baik saja, tapi kenapa sekarang ia merasa begitu tak sehat.

Semua terlihat buram dan menyebalkan. Baekhyun tak tahu apa sebenarnya yang salah disini. Ia memperhatikan sekitarnya, sesungguhnya ini nampak biasa saja dan terlihat normal seperti lorong rumah sakit pada umumnya.

Chanyeol masih memapahnya dengan penuh perhatian, bertanya sesekali apakah Baekhyun baik-baik saja dengan begitu khawatir. Rasanya melegakan, mendapati suaminya sendiri begitu perhatian padanya. Tapi rasa sakitnya datang lagi, ketika ia melangkah semakin jauh bersama Chanyeol, detak jantungnya seolah hampir berhenti berdetak. Dan itu sangat menyakitkan

"Aku mencintaimu"

"Hn?"

"Katakan kalau kau mencintaiku juga Yeol"

"Aku mencintaimu sayang. Kau kenapa? Bersabarlah, kau terlihat semakin pucat"

"Terimakasih sudah mencintaiku"

Baekhyun tersenyum tiba-tiba hingga membuat Chanyeol menghentikan langkahnya. Lelaki itu menyempatkan diri untuk menyeka keringat didahi Baekhyun. Ia juga bingung sebenarnya, namun rasa khawatirnya pada Baekhyun jauh lebih besar.

Keduanya kembali berjalan setelah Chanyeol bilang ia harus cepat-cepat membawa Baekhyun untuk menemui siapapun itu dokter atau perawat.

Dan Chanyeol baru saja hendak meneriaki dokter ataupun perawat dilantai itu karena ia rasa Baekhyun semakin merasa tidak baik. Tubuhnya semakin dingin dan Chanyeol tahu itu bukan pertanda baik.

"C-chanyeol"

Langkah mereka kembali terhenti. Chanyeol dapat merasakan kali ini lebih buruk dari sebelumnya. Baekhyun mematung dan hanya menatap pada satu objek didepan sana.

"Y-yang tengah berbaring diranjang kamar itu...aku?"

"Apa yang kau katakan Baekhyun? Jangan mel-"

"A-aku?"

BRUK

Dan suara pekikan Chanyeol menggema diseluruh penjuru lantai 20. Baekhyun tak sadarkan diri, dan beberapa detik kemudian tanpa berpikir macam-macam Chanyeol segera menggendongnya. Ia bahkan memaksa seorang dokter jaga untuk segera memeriksa suami manisnya.

...

...

...

"E-eomma"

Dokter Park mengangkat kepalanya cepat yang sebelumnya ia baringkan disisi ranjang Baekhyun. Ia berdeham sekali, membenarkan kacamata baca-nya sebelum akhirnya menyadari kalau suara bisikan lemah barusan berasal dari...Baekhyun.

"Hei hei, tenanglah"

"Eomma~"

Chanyeol tadi tengah menemani Baekhyun sendirian karena Eomma dan Appa Byun harus pergi untuk beberapa alasan. Chanyeol menghabiskan waktunya untuk membaca buku hingga tak sadar ia malah tertidur disisi ranjang Baekhyun. Dan saat mendengar bisikan lembut itu terdegar, rasa terkejut dan juga senang langsung menghampirinya. Oh tuhan, Baekhyun tersadar dari koma-nya. Dan tak ada hal lain yang bisa Chanyeol pikirkan setelelahnya.

"Uh, aku akan memeriksamu dulu" Chanyeol tersenyum begitu manis sambil memerika Baekhyun. Senyumnya sama sekali tak luntur barang sedetikpun ketika merasakan kalau detakan jantung Baekhyun dan segala pergerakan organ didalam tubuh si manis ini mulai berjalan normal.

"E-eomma~"

"Eomma-mu sedang keluar sebentar." Chanyeol tersenyum dan menyampirkan stetoskop-nya dileher sebelum memperhatikan lagi Baekhyun yang masih setengah terpejam "Selamat datang lagi Baekhyun-ah. Aku senang bisa melihatmu membuka mata" Lanjutnya dengan senyum lebar bahagia.

Ia melepaskan kacamata baca-nya, menyimpannya baik-baik disaku sebelum akhirnya mengeluarkan sebuah tissue yang akhirnya ia gunakan untuk menyeka keringat di dahi Baekhyun.

"Chanyeol~"

"Ap- eh, kau tahu namaku?"

"Suamiku!"

Chanyeol mendengarnya walau Baekhyun berbicara seperti orang berbisik. Dan Chanyeol maklum, karena ia pikir Baekhyun baru saja tersadar dan kembali ke dunia setelah koma selama sebulan.

Chanyeol diam. Merasa agak terkejut dan juga tergelitik hatinya ketika mendengar Baekhyun memanggil namanya. Oh, jangan lupakan kalau Chanyeol masih penasaran dengan bagaimana bisa Baekhyun mengetahui namanya.

TBC

Annyeong~

Hei hei hei~ ada chapter 2-nya niiiiihhhh~ wkwk. Baekhyun-nya udah sadar yaaw~ aku mau cepet-cepet dia sadar aja biar cepet keluar momennya bareng dokter park wkwk

Ohiya buat kejadian Baekhyun nikah sama Chanyeol itu...itu bukan masa depan atau masa lalu ya sayang~ itu semacem kaya...Baekhyun punya dunia sendiri yang cuma bisa dia rasain pas dia koma. Dunia dimana dia jadi suami manisnya si Chanyeol itu loooh~

Dan usia Baekhyun, mau di dunia-nya dia waktu koma atau di dunia real-nya sama yaaaa... Si cutie ini masih 18 tahun wkwk dan Chanyeol, sekitar 24 or 25 gitulah hehe

Ngerti? Sudah sedikit lebih paham kah kalian semua? Kalo masih butuh penjelasan, tulis aja di kotak review atau kalo perlu PM aja oke. Kalo mau nanya-nya di line juga silahkan~ coba cek bio dulu oke^^

Satu lagi, buat yang nunggu ff lainnya mohon bersabar dulu oke. Maaf yaaa, ff-nya masih proses hehe. Aku makasih banget sama kalian-kalian yang setia nungguin ff aku huhuhu~ I Loph Y'all :*

Last.

Review Juseyoooooooo~