Disclaimer:punyanya Tite Kubo bukan punyaku

Greengroophy: Thx banget yah^o^. Aku juga suka banget ma pair ini, makanya buat cerita tentang mereka. Iya rencananya emang mau dibuat panjang. Haha... Trus maaf ya chapter sebelumnya kependekan, soalnya gak tau mau nulis apa lagi sih. Update kilat diusahain deh...^^

Pertemuan

Chapter 2

Setelah keluar dari ruangan Soutaichou, Toushirou kembali ke ruangannya. Ia memanggil Matsumoto dan berkata bahwa ia akan pergi untuk sementara waktu dan pekerjaannya harus diselesaikan oleh Matsumoto. Kalau tidak ia akan menahan sake Matsumoto dan memotong gajinya selama setengah tahun.

"Janagan donk Taichou, masa Taichou tega sama aku. Huhu... Lagian Taichou mau kemana sih?" kata Matsumoto

"Itu bukan urusanmu!"

"Tidaaaakkk Taichou! Jangan pergi!" Padahal sih aslinya malas ngerjain tugas tuh, kan kalo ada Taichounya, Rangiku gak perlu ngerjain tugasnya. Dasar pemalas. "Aku ikut ya?"dan mengeluarkan puppy eyes nya. Tapi Toushirou dengan tegas menjawab, "Gak mau gw, siapa juga yang mau ditemenin sama lu!"

"Taichou kejam!" Dan berlari keluar ruangan sambil nangis-nangis(ini adegan dalam slow motion yah). Pengennya Rangiku sih Toushirou ngejar-ngejar dia. Tapi eh malah di cuekin. Ya udah deh enakan gw ngajak Kira minum sake aja deh. Huuuhh dasar Taichou kejam...

Toushirou yang berada di ruangannya pergi ke kamarnya untuk mengepak barang dan bersiap pergi ke dunia manusia.

Ia bershunpo ke divisi 13 dengan ngos-ngosan. Ya iyalha siapa juga yang gak bakal kecapean kalau bawa barang seberat itu coba. Tentu aja berat isinya kan marbel 20 kg.

Dari sana ia langsung berangkat ke dunia manusia. Ternyata gerbang Soul Society itu bersambungan dengan tempat Urahara.

"Oh kamu datang juga akhirnya, Hitsugaya Taichou," kata Urahara yang lagi asyik-asyiknya ngipas pake kipas yang super besar. Sedangkan Yoruichi sedang tidur-tiduran dalam tubuh kucingnya.

"Ya Urahara-san. Bagaimana kamu bisa tahu tentang kedatanganku? Apa soutaichou yang memberitahumu? Jangan-jangan kamu tau alasan mengapa aku dikirim kesini?"

Urahara hanya tersenyum lebar dan berkata"That's secret," dan dengan itu ia tak berkata apa-apa lagi.

"Huuh... Ya sudahlah bila kamu tak mau memberitahuku, mana gigai milikku?"

"Ada di sana tapi sebelumnya bayar 5000 yen dulu."

"Kenapa aku harus membayar gigai itu padamu? Gigai itu kan disediakan oleh Soul Society."

"Tapi nak, gigai itu diletakkan di tempatku. Dan artinya benda itu milikku. Bisnis adalah bisnis. Sekarang mana uangnya. Ada uang ada barang. Itu aturannya."

Toushirou yang kesal memberikan sejumlah uang pada Urahara dan masuk ke gigainya. Dan segera pergi dari sana menuju kediaman Kurosaki.

Sesampainya di kediaman Kurosaki, bahkan sebelum ia memencet bel. Pintu terbuka tiba-tiba dan tampak bayangan hitam samar yang melesat ke arahnya sambil berseru, "Shiro-chan akhirnya kau datang juga." Dan memeluk Toushirou erat-erat sehingga ia kehabisan napas. (Wew, kasihan banget yah Shiro-chan baru juga nyampe udah kena percobaan pembunuhan).

"Ayah lepaskan dia! Bisa-bisa kamu membunuhnya!"

"Tapi Karin, ayah tak bisa membunuhnya. Dia kan memang sudah mati. Lagian dia itu kan Shinigami, Karin-chan," dengan menggunakan nada bicara pada anak kecil.

Karin sweetdrop dan ia juga kesal pada Ayahnya karena menggunakan nada bicara seperti itu. Lalu, ia menendang Ayahnya yang masih memeluk Toushirou.

Jadilah mereka berdua tersungkur di lantai rumah.

"Kyyyaaaaa...! Apa yang sudah kamu lakukan Karin? Kenapa kamu menendang Ayah? Dan itu siapa?" kata Yuzu kembarannya Karin, sambil menunjuk ke arah Toushirou.

"Astaga! Aku lupa, ayah kan masih memeluk Toushirou. Gawat!" Karin menghampiri Ayahnya dan menendang Ayahnnya ke samping. (Karin kejam banget yah).

"Maaf, Toushirou. Aku lupa kalau Ayah sedang memelukmu. Kamu gak apa-apa kan?" menyentuhkan tanganya ke wajah Toushirou dan mengelus-ngelusnya.

Toushirou yang menyadari bahwa ada sesuatu yang lembut sedang mengelusnya, melihat ke atas dan bertatapan mata dengan Karin.

Begitu ia menyadari bahwa yang sedang mengelusnya itu tangan Karin, wajahnya sontak memerah. Dengan terbata-bata, ia berkata,"I...i...iya, a...aku baik-baik aja kok".

Toushirou segera bangun dan berdiri. Sedangkan Karin menarik tangannya dan berdiri juga.

Saat itu lha, Karin sadar bahwa pemuda yang ada di depannya ini. Bukan anak kecil yang pendek lagi. Sekarang tingginya sudah lebih tinggi dari Karin. Kira-kira hampir mencapai 170 cm. Tinggi Karin hanya mencapai bahunya saja.

Sedangkan Toushiro sendiri juga menyadari perubahan yang dialami oleh Karin dalam 4 tahun ini. Rambut Karin sekarang sebatas bahu. Dan ia mulai terlihat seperti anak perempuan pada umumnya. Ia terlihat manis.

Karin dan Toushirou yang saling memandang itu. Tiba-tiba dikagetkan oleh sebuah suara.

"Karin-chan, apa kamu mengenal pria itu? Apa dia pacarmu?" tanya Yuzu.

Wajah Karin sontak memerah. Dan wajah Toushirou yang sudah merah bertambah merah kayak kepiting rebus. Haha...

"Bu...bukan kok!"

"Oh iya, Ayah lupa bilang pada kalian bahwa Shiro-chan akan tinggal bersama kita sementara ini," kata Isshin yang tiba-tiba muncul di hadapan mereka. Lalu katanya lagi,"Karin-chan, kamu kenal dengan Shirou chan ya?"

"Uhm... Dulu aku pernah bertemu dengannya sekali." Ya dulu sekali, saat Toushirou membantunya bertanding sepakbola melawan anak SMP. Dan menyelamatkan nyawanya dari Hollow.

"Oh begitu," kata Isshin sambil mengangguk.

Yuzu yang kesal karena gak ngerti dengan isi pembicaraan ini. Bertanya sambil merengek,"Uuuhh... Kalian lagi ngomongin apa sih? Yuzu gak ngerti. Lalu kalau bukan pacar Karin, siapa dia?" menunjuk ke arah Toushirou.

"Isshin-san, bagaimana kalau kita membicarakannya di dalam saja?"

"Oh ya, benar. Ayo masuk Shiro-chan."

Di dalam rumah, Isshin memberitahu pada putri kembarnya bahwa Shiro-chan adalah seorang shinigami sama dengan dirinya dan Ichigo. Dan akan tinggal di sini sementara waktu untuk menjalankan sebuah tugas. Toushirou juga akan masuk ke SMA Karakura, sekolah yang sama dengan Yuzu dan Karin bersekolah saat ini.

"Tapi sebenarnya apa tugasmu Toushirou?" tanya Karin

"Maaf, aku sendiri tidak tau. Aku hanya diperintahkan untuk datang ke dunia manusia dan masuk ke SMA Karakura. Soutaichou tidak mengatakan apapun selain itu," jawab Toushirou.

"Oh..." jawab Karin dan Yuzu serempak.

"Sudah-sudah, jangan bertanya apa-apa lagi pada Shiro-chan. Ia pasti capek. Karin antarkan Toushirou ke kamarnya Ichigo," perintah Isshin.

"Baik ayah. Ayo Toushirou kita ke atas."

"Kalau begitu aku akan segera menyiapkan makan malam. Toushirou pasti lapar sekali," kata Yuzu sambil tersenyum manis.

Sementara itu, Karin mengajak Toushirou ke kamarnya Ichigo. Ya, kamar Ichigo sudah lama kosong kira-kira 2 tahun ini. Karena sekarang ia kuliah kedokteran di universitas Tokyo. Kamarnya hanya berpenghuni saat ia pulang liburan.

Kamar itu masih sama seperti dulu saat Toushirou masuk ke kamar Kurosaki. Kamar itu bercat putih dan ada sebuah meja belajar di sisi lain dari tempat tidur.

Karin meninggalkan Toushirou di kamar itu untuk beristirahat. Tapi, saat ia mau keluar dari kamar itu. Kakinya tersandung dengan tas Toushirou yang diletakkan di lantai. Dan ia terjatuh bersama dengan Toushirou saat berusaha menangkapnya agar tak jatuh. Tapi akhirnya malah ia sendiri ikut jatuh.

Kini Karin ada di bawah tubuh Toushirou. Dan samar-samar Karin mendengar ada langkah kaki yang mendekati kamar itu. 'Oh tidak! Bagaimana ini?' pikirnya. Sedangkan Toushirou sendiri masih belum beranjak dari posisinya.

Nao: Kyyyaaaa... Shiro-chan lepasin Karin donk. Mau berapa lama tuh?

Wajah Shiro sontak memerah. Dan berusaha mengalihkan pembicaraan.

Shiro: Itu adegan kan lu yang buat. Trus kenapa gw dapat sambutan kayak gitu sih dari Isshin-san?

Nao: Mau gimana lagi itu kan adegannya shiro-chan. Kasihan juga sih sebenernya baru juga nyampe udah dapat sambutan 'hangat' dari keluarga Kurosaki. Oh, poor Shiro-chan. Haha...

Shiro: Itu kan gara-gara lu tau. Dasar author gila. Tega-teganya lu buat wajah gw yang nan ganteng dan imut ini cium lantai.

Nao lari ke kamar mandi dan langsung muntah-muntah. Huuuueekkkhh...

Shiro: Berani-beraninya ya lu. Minta gw bankai ya.

Shiro mulai mengambil Hyorinmaru dan...

Nao: Oh no...!_ Laaaarrriiii!

Oke2 sekian dulu chapter ini. Sory ya kalau ceritanya OOC dan gaje. But, pleeeeaasssseee R&R ya. Ciao...