Kirana : Ciaaaooo, minaaa~! Disclaimer-nya masih tetep Hidekazu Himaruya doong!

Qiao : Fantasy dan Romance, genre-nya.

Agi : Straight, OOC, miss typo(s), ga-je, abal, dll! Happy Reading And Hope You Like It~!

Kirana : Maaf atas terlambat update. Gara-gara error itu sih... *pundung habis-habisan*

Fairy Tale : Young Princess From South Italy

Chapter 2

Di kerajaan Rome, Italy...

"Apa? Lucia kabur?" seru King Roma kaget. Sang Prajurit menatapnya dengan pandangan hormat sekaligus ketakutan.

"Ya, Yang Mulia... Figlia Lucia tidak ditemukan di manapun... Tapi kami menemukan surat ini, Yang Mulia..." kata sang Prajurit sambil menyerahkan sepucuk surat. Raja menerimanya.

Halo, Papa.

Maafkan aku karena telah egois, tapi bagaimanapun, ini hidupku dan siapapun—termasuk Papa—tidak berhak mengaturnya. Aku bisa menjaga diri sendiri, kok.

Papa, pasti Papa ingin tau kenapa aku pergi. Aku sudah muak dengan kehidupanku. Mungkin orang lain bisa memimpikan hidup seperti seorang Figlia di Kerajaan yang besar. Tapi aku malah memimpikan untuk hidup tanpa kekangan.

Aku hidup di Kerajaan bagai terkungkung di sangkar emas. Aku bagaikan boneka hidup yang hanya hidup bila digerakkan. Aku tidak mau seperti ini, Papa.

Apalagi mengenai berita pertunanganku. Aku berhak memilih siapa pasangan yang paling tepat bagiku, Papa. Dan Papa tidak perlu khawatir, aku punya beberapa syarat untuk menemukan pasangan.

Papa, kuharap Papa sehat-sehat saja. Aku tak perlu memberitahu aku ada di mana sekarang, dan akan kemana. Kalau Papa memang mengerti aku, maka Papa akan cepat menemukanku. Ciao.

Salam,

Lucia.

Raja Roma mengernyitkan dahi. "Sial..." umpatnya. Dia berdiri bangkit dari singgasananya sambil memanggil Prajuritnya.

"Siapkan aku kereta untuk menuju Kerajaan Spain. Segera!"

"S-si, Yang Mulia!"

Raja Roma menggigit bagian bawah bibirnya. 'Lucia... Tak kusangka pemberontakkanmu sudah sangat keterlaluan...' batinnya.

- Di suatu tempat di London, England -

"Vee... Sorella, aku berangkat dulu ya..." pamit Feliciano pada 'kakak'-nya. Lucia yang tengah membaca—sambil memakan tomat—melirik dengan wajah ketus sambil mengangguk.

Kehidupannya berubah drastis semenjak kabur dari Kerajaan. Entah sekarang bagaimana keadaan ayahnya, masa bodoh.

Lucia hendak mengambil tomat di kulkas lagi ketika bel pintu berbunyi. "Hmpph... Merepotkan sekali!" rengutnya sambil berjalan menuju pintu.

Lucia membuka pintu dan melihat seorang pemuda tegap berambut pirang—bermata biru keabuan.

"Guten morgen, aku ke sini untuk menjemput Feli, dia ada?" tanya pemuda itu.

Lucia menaikkan satu alisnya. "Kebetulan adikku baru berangkat. Kau siapa?" tanyanya.

Pemuda itu nampak terkejut. "Aku Ludwig Weillschmidt. Aku temannya. Lagipula, setahuku Feli tidak punya kakak perempuan." kata Ludwig.

"Tidak, dia punya. Yaitu aku. Feliciano sudah berangkat. Jadi lebih baik kau cepat pergi menyusulnya. Adikku itu gampang sekali tersesat." usir Lucia sambil sedikit berbohong—tentang Feliciano. Ludwig mengangguk dan segera pergi.

"Dasar. Orang Germany memang aneh..." gumamnya.

Dia kemudian menyalakan TV untuk melihat berita. "Dilaporkan kedua Pangeran kembar dari kerajaan Germany kabur dari Istana. Keberadaan mereka berdua masih belum diketahui. Nama mereka adalah Ludwig Beilschmidt dan Gilbert Beilschmidt—"

Lucia mengernyitkah dahi. Kemudian nampak kaget. "Jangan-jangan Ludwig yang tadi itu..." Lucia nampak berpikir sebentar. Kecerdasannya sebagai seorang Figlia tidak boleh diragukan.

"Tidak... Aku memang yakin kalau dia adalah pangeran itu, tapi aku tidak mau direpotkan. Lagipula, nanti rahasiaku ketahuan. Kubiarkan saja." kata Lucia sambil mengambil tomat.

- Kembali ke Kerajaan Spain, Spain -

Raja Roma nampak tergesa-gesa menuju ruang Raja Santo. Hingga akhirnya dia berada tepat di depan sang Raja kerajaan Spain tersebut.

"Raja Roma... Ada apa kau datang ke sini?" sambut Raja Santo ramah. Raja Roma membalas tersenyum.

"Sebenarnya, ada yang harus kita bicarakan..." kata Raja Roma. Dia dipersilakan duduk di depan Raja Santo.

"Apa itu?" tanya Ratu Bella. Raja Roma menarik napas panjang sebelum menyodorkan surat itu.

"A-apa? Princessa Lucia kabur? Lalu... Bagaimana keadaan sekarang?" tanya Ratu Bella khawatir.

Raja Roma menatap sang Ratu dari Belgium tersebut. "Ya... Tapi kami tidak tau dimana dia sekarang..." kata Raja Roma dengan nada sedih.

"Hmm... Kita harus segera menemukannya..." kata Raja Santo. Dia menyuruh Prajurit-nya untuk memanggil putranya.

"Kemungkinan besar, Lucia sedang berada di sekitar Italy. Tapi tidak menutup kemungkinan juga dia ada di dekat Spain..." kata Raja Roma.

"Yang Mulia!"

Ketiga orang yang sangat dijunjung tinggi itu menoleh ke arah pintu kerajaan. Terlihat sosok pemuda tinggi berambut jabrik pirang dengan mata hijau.

"Broer?" tanya Ratu Bella. Pemuda yang dipanggil 'Broer' itu maju berlutut di hadapan para Raja dan Ratu.

"Izinkan saya menghadap, Raja Santo..." kata pemuda itu.

"Ah, Willem... Tak kusangka kau akan datang... Ada apa?" tanya Raja Santo pada orang yang bernama Van Willem itu.

"Ada beberapa berita. Tapi kudengar Lucia kabur dari Kerajaan Rome, benarkah itu?" tanya Willem, seolah ingin memastikan sesuatu.

"Ya, memangnya kenapa?" tanya Raja Roma khawatir.

"Beberapa hari lalu, di Madrid, aku mendapat laporan dari seorang pemuda bahwa dia diancam akan dibunuh oleh seorang perempuan yang mirip Lucia. Dan ketika kutanya siapa perempuan itu, sang pemuda menjawab—"

"—dia mengaku Figlia Lucia dari Kerajaan Rome, Italy yang sedang kabur dari Kerajaan karena suatu hal..."

Ketiga orang itu kaget atas laporan Willem. "Broer! Siapa nama orang itu?" tanya Ratu Bella.

"Namanya—"

TO BE CONTINUED

Balasan review :

Su 'Pioggia' Oxenstierna

Kirana : He? Oooh... Iya, memang di awal-awal itu adanya Straight. Tapi semakin lama, pair yaoi makin muncul kok~!

Qiao : Senor itu? Bukan. Bukan Spain. Di chap depan akan diberitahu siapa Senor itu.

Agi : Hahaha! Ini zaman Kerajaan Modern, jadi sudah ada mobil! Tapi masih kuno juga sih. Masih ada kereta kuda (baca : kencana).

AI CWE CONAN

Kirana : SemiYaoi, senpai...

Qiao : Tepatnya hanya beberapa pair yaoi yang sekedar lewat...

Agi : Tapi tetap saja ada kan?

Kirana : Yo! Gimana, gimana? Udah mulai terkuak lho~!

Qiao : Hn.

Agi : Dan sekalian, kami mau memperkenalkan anggota baru—yah, tidak baru juga sih...

Wheeler : Salam kenal, namaku Wheeler. Aku adik paling bungsu dari kakak-kakak. Semoga kita bisa menjadi teman yang baik! *Senyum manis*

Kirana : Wheeler ini pembuat plot cerita Fairy Tale Series~!

Qiao : Hn.

Agi : Dan dia sangat maniiiiis~! *cubit-cubitin pipi Wheeler*

Wheeler : Agi-nee...