Secrets Of The Heart
•
•
•
•
•
Warning: Yaoi, boy x boy (boys love), OCC, Typo petak umpet, alur kecepetan.
Disclaimer: Semua cast milik Tuhan Yang Maha Esa, diri mereka sendiri, orang tua dan keluarga. Cerita ini murni dan asli milik saya.
Rated: T
Lenght: Chaptered
Chapter: 2/?
Genre: Drama, Romance, Hurt
Main cast: - Oh Se Hun
- Lu Han
Support cast: - Park Tae Jun (ulzzang)
- Members EXO
- And others
Summary: "Aku kan sudah bilang lantai ini sepi tapi kau tidak mau dengar" jawab Sehun
Sehun bersmirk ria, membuat Luhan takut.
'Ya Tuhan, semoga aku tidak diculik Sehun sunbae'batin Luhan
Luhan menelan salivanya susah payah.
"Mak-maksud s-sunbae?"
Sehun mendekati Luhan lalu berbisik.
"Aku akan menculikmu"
DEG
'Andweee!'Teriak Luhan dalam hati
HunHan
(Secrets Of The Heart)
Chapter 2
"For Event HunHan Bubble Tea Couple"
•
•
•
•
Happy reading :)
.
.
.
Previous chapter
"AAAAARRRGGH" teriak Sehun dalam mobil
"Kenapa kau nerimanya? Kenapa?!" Tanya Sehun entah pada siapa
Sehun memukul stir mobilnya, melampiaskan kekesalannya pada stir mobil. Lebih baik seperti itu daripada Sehun memukul orang.
"Aku mencintaimu Lu, tidakkah kau paham tentang itu?"
"Bodoh! Ya aku sangat bodoh!"
"AAAAARRRGGH" teriak Sehun lagi
"Harusnya aku menghentikan Taejun hyung tadi! Tapi kenapa aku hanya diam?! AAARRGH STUPID"
"Kau yang memberiku cinta dan kau yang membuatnya hancur Lu"
Untuk kesekian kalinya Sehun memukul stir mobilnya.
"Aku tidak akan menyerah, aku akan menunggumu" gumam Sehun
Sehun menyalahkan mobilnya lalu melaju meninggalkan sekolahnya.
.
.
.
Pagi ini Taejun menjemput Luhan untuk ke sekolah seperti biasa. Sudah seminggu sejak Taejun dan Luhan resmi berpacaran Taejun selalu menjemput dan mengantar Luhan ke sekolah.
Setelah selesai sarapan, Luhan pamit berangkat ke sekolah.
"Eomma, appa, Sooie. Aku berangkat ya" pamit Luhan sambil mencium pipi Hangeng, Heechul dan Namsoo bergantian
Namsoo hanya mengangguk sebagai jawaban karena mulutnya penuh dengan nasi goreng.
"Ne hati - hati ya Lu" pesan Hangeng
"Hati - hati ya sayang" pesan Heechul
"Ne arraseo" ujar Luhan
Luhan pun menghampiri Taejun yang sedang menunggunya di halaman rumahnya.
"Pagi hyung" sapa Luhan
"Pagi juga baby" balas Taejun lalu mencium pipi kiri Luhan
"Kajja, kita berangkat baby"
"Ne hyung"
Taejun membuka pintu kursi penumpang yang berada disamping kursi pengemudi lalu mempersilahkan Luhan masuk, Taejun memutar dan masuk kedalam mobil lalu bergegas menuju sekolah.
.
Setelah memakirkan mobilnya, Sehun bergegas menuju kelasnya. Saat melewati koridor Sehun berpapasan dengan Taejun yang sedang menggandeng tangan Luhan.
"Pagi Sehun" sapa Taejun sambil tersenyum
"Pagi Sehun hyung" sapa Luhan sambil tersenyum manis
Sehun menatap Taejun dan Luhan dengan tatapan khasnya yang tajam dan jangan lupa aura dinginnya.
"Pagi juga" balas Sehun datar dan tanpa senyum
Sehun berjalan melewati Taejun dan Luhan tanpa menoleh lagi.
'Sehun hyung sikapnya berubah' lirih Luhan
'Mian Lu' batin Sehun
Luhan memalingkan wajahnya kebelakang untuk melihat Sehun, berharap Sehun berbalik dan tersenyum tapi nyatanya tidak. Luhan memandang punggung Sehun dengan tatapan sedih lalu melanjutkan langkahnya ke kelas sambil menundukan kepala ah jangan lupa raut sedih yang tercetak diwajah tampannya -cantik-
"Hei baby jangan sedih begitu, Sehun memang seperti itu jangan di pikirkan ne" hibur Taejun
Luhan mengangguk pelan.
"Ne hyung"
"Jja masuklah baby" ujar Taejun
"Eoh? Sudah sampai ya?"
"Kita sudah didepan kelasmu baby. Masuklah, hyung ke kelas ne"
Luhan mengangguk pelan (lagi).
"Hati - hati ya"
"Arraseo baby"
Taejun pun meninggalkan Luhan dan beralih ke kelasnya.
"Pagi Kyungie" sapa Luhan lalu mendudukan dirinya di kursi
"Pagi juga Lulu" balas Kyungsoo
"Lu... Kamu kenapa? Kamu sakit?" Tanya Kyungsoo khawatir
"Gweanchana Kyung"
"Benarkah? Tapi wajahmu terlihat tidak baik - baik saja. Apa ada masalah?" Selidik Kyungsoo
Luhan mengangguk.
"Masalahnya apa Lu? Ayo ceritakan padaku, siapa tahu aku bisa bantu"
"Sehun hyung" kata Luhan
"Kau punya masalah dengan Sehun sunbae?"
Luhan mengangguk lemas.
"Sudah seminggu ini sikap Sehun hyung berubah jadi dingin padaku. Apa Sehun hyung marah ya? Tapi kalau Sehun hyung marah, aku tidak tahu penyebabnya apa. Seingatku, aku tidak berbuat salah padanya. Menurutmu Sehun hyung kenapa ya?" Aduh Luhan dengan raut sedihnya
'Kenapa Luhan sedih ya? Sehun sunbae kan orangnya memang seperti itu' batin Kyungsoo
Sehun memang bersikap dingin, pendiam, cuek, wajahnya datar tanpa ekspresi, tatapan matanya tajam dan menusuk serta beraura dingin tapi semua itu akan hilang saat Sehun bersama Luhan. Saat bersama Luhan, Sehun tidak lagi bersikap dingin, pendiam dan cuek. Sehun akan berubah menjadi orang yang hangat, perhatian, dan cerewet. Sikapnya akan berubah 360 derajat ketika dan hanya bersama Luhan. Tapi semenjak Luhan menjadi namjachingu Taejun sikap Sehun kembali seperti semula.
"Sehun sunbae kan orangnya memang seperti itu Lu. Kau kan tahu sendiri julukannya itu 'Prince ice' jadi tidak heran kalau sikapnya begitu"
Luhan menggeleng cepat.
"Ani Kyung-ah. Sehun hyung sikapnya selalu hangat padaku tapi semenjak Taejun hyung menjadi namjachinguku, Sehun hyung sikapnya berubah jadi dingin"
Luhan menunduk, matanya berkaca - kaca
Merasa kehilangan eoh? Ya... Itu pasti karena Luhan dekat dengan Sehun ah... Atau mungkin Luhan punya perasaan pada Sehun namun dia belum menyadari hal itu.
"Mungkin Sehun sunbae cemburu makanya sikapnya berubah"
"Eoh? Cemburu?"
Luhan mengerjap imut.
Kyungsoo mengangguk sambil tersenyum, bibirnya membentuk seperti bentuk hati, sangat indah.
"Kenapa tidak tanyakan langsung pada Sehun sunbae?"
"Tanyakan langsung? Apa harus ya Kyung?"
"Ne, kalau tidak ditanyakan langsung kamu tidak akan tahu kan kenapa Sehun sunbae seperti itu?"
'Ah... Benar juga'
"Baiklah, nanti akan ku tanyakan pada Sehun hyung"
Kyungsoo tersenyum lagi.
"Sudah jangan sedih lagi ya. Ayo senyum"
"Ne Kyung"
Luhan tersenyum tapi matanya masih memancarkan kesedihan.
"Lu, tugas dari Kim sonsaengnim sudah selesai belum?"
"Sudah, kamu bagaimana Kyung?"
"Masih ada dua nomor yang belum ku kerjakan"
Luhan membuka tasnya lalu mengambil buku tugasnya.
"Ini Kyung, lihat punyaku saja"
"Ah gomawo Lu"
"Chonmaneyo"
Kyungsoo langsung menyalin jawaban dari Luhan sambil mengujinya.
Luhan adalah anak yang pintar, sewaktu di JHS (Junior High School) dulu dirinya sering di tawarkan untuk mengikuti kelas akselerasi tapi Luhan menolaknya karena dia ingin lulus bersama teman - teman seangkatannya.
Jongdae dan Chanyeol yang baru tiba di kelas langsung menyerbuh meja Luhan.
"Luhan... Pinjamkan aku buku tugas matematikamu ne? Tugasku belum selesai" kata Jongdae
"Bukunya sedang di pinjam Kyungsoo" jawab Luhan
"Lu, bantu aku mengerjakan tugas Kim sonsaengnim ne? Please..." mohon Chanyeol sambil menyatukan kedua tangannya didepan dada
"Ne, sini aku bantu"
Chanyeol langsung menyeret Luhan ke kursinya lalu Luhan mulai membantu Chanyeol mengerjakan tugasnya.
Chanyeol tidak hanya memperhatikan penjelasan Luhan tapi memperhatikan lekuk wajah Luhan.
'Cantik tapi tidak mau mengakuinya hehe' batin Chanyeol
Tempat Kyungsoo dan Jongdae sedikit berisik karena ulah Jongdae.
"Yak! Jongdae jangan memakai buku itu sendiri" protes Kyungsoo
"Kau kan hampir selesai Kyung, jadi aku dulu yang pinjam"
"Tapi punyaku belum selesai babo" kesal kyungsoo sambil merebut buku tugas Luhan
"Yak! Aku juga mau lihat"
Dari arah tempat duduk Chanyeol sangat tenang karena Chanyeol memperhatikan penjelasan Luhan dengan seksama sesekali bertanya.
"Lu, apa ini sudah benar?" Tanya Chanyeol sambil menunjukan nomor tugas yang baru dia kerjakan
"Nah itu sudah benar, tapi yang ini salah Yeol. Yang ini harusnya memakai rumus ini"
Luhan menghapus jawaban Chanyeol lalu mengganti dengan jawaban yang benar.
"Nah selesai" ucap Luhan senang
"Gomawo Lu. Luhan jjang!" Seru Chanyeol sambil mengacungkan dua jempol dan menunjukan senyum mautnya -senyum lima jari-
"Chonmaneyo Yeol, aku kesana dulu ya"
"Iya Lu"
Luhan pun ikut tersenyum lalu bangkit dari kursi Chanyeol menuju mejanya.
"Apa kalian sudah selesai?" Tanya Luhan yang berdiri di samping mejanya
Jongdae menoleh lalu menggeleng.
"Aku sudah selesai Lu, gomawo ne" kata Kyungsoo
Luhan mengangguk pelan sambil tersenyum.
"Chonmaneyo Kyung"
"Hei kotak... Sana kembali ke alammu" ketus Kyungsoo
"Tugasku belum selesai" kata Jongdae sambil mempoutkan bibirnya
"Sudahlah Kyung, biarkan saja. Lanjutkan saja tugasnya Dae-ah"
"Gomawo Lu" jawab Jongdae
Jongdae menatap Kyungsoo lalu memeletkan lidahnya.
"Ck..." Decih Kyungsoo
Tiga menit kemudian tugas Jongdae pun selesai.
"Akhirnya selesai juga. Lu gomawo ne" ucap Jongdae
"Chonmaneyo Dae-ah" balas Luhan
"Aku kesana dulu ya Lu"
"Iya Dae"
Jongdae kembali ke tempat duduknya yang berada disamping Chanyeol.
"Selamat pagi anak -anak" sapa Kim sonsaengnim yang baru tiba
"Pagi saem" balas siswa - siswi kelas X-1 serempak
"Kumpulkan tugas kalian! Bagi yang tugasnya belum selesai silahkan tinggalkan kelas ini sampai jam pelajaran saya selesai" tegas Kim sonsaengnim
"Untung tugasku sudah selesai" gumam Jongdae pelan
Luhan, Kyungsoo, Chanyeol, Jongdae serta murid - murid yang lainnya mengumpulkan tugas mereka. Ada beberapa siswa - siswi yang keluar kelas karena tidak membuat tugas.
.
"Sehun apa benar hari ini sunbae kita yang mengikuti pertukaran pelajar akan pulang?" Tanya Kai
Kelas XI-1 -kelas Sehun- pagi ini kosong karna Jung sonsaengnim sedang cuti melahirkan.
"Ne" jawab Sehun singkat, padat dan jelas
Setiap orang yang menjadi lawan bicara Sehun harus extra sabar karena jawaban yang keluar dari bibir tipisnya itu adalah jawaban yang singkat, padat dan jelas. Tapi teman - teman Sehun dan orang - orang yang didekatnya sudah tahu akan hal itu jadi mereka sudah terbiasa.
"Berarti Chihoon sunbae juga akan pulang. Aku jadi khawatir dengan itu"
Sehun mengalihkan pandangannya dari pspnya ke wajah Kai teman sebangkunya sekaligus sahabatnya. Sehun menatap Kai seolah berkata 'Wae?'
Kai yang mengerti dengan tatapan Sehun, melanjutkan perkataannya.
"Chihoon sunbae dan Taejun hyung kan belum resmi putus mungkin setelah Chihoon sunbae pulang, pasti Chihoon sunbae akan kembali mengejar Taejun hyung. Dan kau tahu sendiri kan? Kalau saat ini Luhan adalah namjachingu Taejun hyung hmm besar kemungkinan Chihoon sunbae akan membuat hubungan Taejun hyung dan Luhan kandas dan Chihoon sunbae pasti akan memakai segala cara untuk itu" jelas Kai
'Benar juga. Aku harus menjaga Luhan' batin Sehun
Sehun mengangguk paham.
"Oh ya, apa sepupumu jadi pindah kesini?" Tanya Kai
"Iya"
"Kapan dia akan pindah?"
"Molla"
"Nanti kenalkan padaku ne?"
"Ne"
.
Jam istirahat telah tiba siswa - siswi mulai menyerbuh kantin untuk mengisi perut mereka. Hal yang sama juga dilakukan Luhan, Kyungsoo, Chanyeol, Jongdae dan Yixing. Mereka sekarang sedang berada di kantin menikmati menu makanan yang mereka pesan. Diantara mereka berlima hanya Yixing yang berbeda kelas dengan Luhan, Kyungsoo, Chanyeol dan Jongdae. Yixing berada di kelas X-2 sedangkan Luhan, Kyungsoo, Chanyeol dan Jongdae berada di kelas X-1.
"Hei katanya hari ini sunbaenim yang mengikuti pertukaran pelajar akan pulang. Aku jadi penasaran dengan wajah - wajah sunbaenim kita" kata Yixing
"Kau dapat berita darimana Xing-ah?" Tanya Kyungsoo
"Dikelasku sudah ramai dengan berita itu. Aku juga mendengarnya dari Joonmyeon hyung" jawab Yixing
Saat ini Yixing sedang dekat dengan Joonmyeon.
"Aku juga mendengarnya tadi pagi saat melewati koridor. Banyak siswi - siswi yang bergosip soal itu" ucap Jongdae
"Dan gosipnya salah satu dari para sunbaenim itu adalah mantan Taejun sunbae" kata Yixing
"Nah benar. Aku juga dengar gosip itu tapi dari kabar yang beredar mereka belum resmi putus" timpal Jongdae
Luhan mengalihkan pandangannya dari makanannya kearah Yixing dan Jongdae.
Chanyeol yang melihat tatapan Luhan langsung menendang pelan kaki Jongdae.
"Aargh" ringis Jongdae sambil mengusap kakinya
Chanyeol langsung memberi isyarat untuk Jongdae dan Yixing.
"Sudah Lu tenang saja itu akan hanya gosip" hibur Kyungsoo
"Ne Kyungie" jawab Luhan
"Jangan dipikirkan ya ge" seru Yixing
Yixing memanggil Luhan dengan sebutan 'gege' karena Luhan lebih tua dari Yixing.
Luhan mengangguk.
"Ayo lanjutkan makan kalian" kata Chanyeol menengahi
Diam - diam Sehun memandangi Luhan dari mejanya yang berjarak beberapa meter dari meja Luhan.
'Aku akan melindungimu' batin Sehun
"Kau sedang melihat apa Sehun-ah?" Tanya Joonmyeon
"Siapa lagi kalau bukan Luhan" kata Kai sambil melihat Kyungsoo yang berada disamping kanan Luhan
"Hei Sehun-ah, jangan hanya memandanginya saja. Ayo sana hampiri dia" ucap Minseok yang memperhatikan Sehun sedari tadi
Kai, Minseok dan Joonmyeon sudah tahu kalau Sehun menyukai ah ani! Sehun mencintai Luhan dan mereka (Kai, Minseok dan Joonmyeon) mendukung Sehun.
"Ani hyung"
"Wae Sehun-ah? Mumpung Luhan tidak bersama Taejun hyung"
"Ne Sehun, benar kata Minseok hyung" seru Kai
Sehun hanya menggeleng lalu melanjutkan acara makannya yang tertundah
"Sampai kapan kau akan seperti ini eoh?" Tanya Joonmyeon
"Molla" jawab Sehun
'Mungkin sampai waktunya tiba' lanjut Sehun dalam hati
Joonmyeon dan Minseok hanya membuang nafas kasar sedangkan Kai hanya menggeleng.
.
.
.
Jam pulang sekolah telah tiba seluruh siswa - siswi bergegas pulang untuk beristirahat setelah otak mereka terkuras habis dengan pelajaran hari ini.
Luhan sedang membereskan buku - buku pelajaran miliknya lalu menatanya kedalam tasnya.
"Lu... Kyung... kami duluan ne" pamit Jongdae dan Chanyeol
"Kalian hati - hati ne" jawab Luhan
"Lulu... Aku juga duluan ne" pamit Kyungsoo
"Ne Kyungie hati - hati"
Dddrrrtt Dddrrrtt
1 message
From: Taejun hyung
'Baby mianhae, hyung tidak bisa mengantarmu pulang hari ini. Hyung ada urusan yang tidak bisa hyung tinggalkan. Mianhae baby, saranghae'
Luhan mengetik balasan pesan untuk Taejun.
To: Taejun hyung
'Gweanchana hyung, hati - hati ne. Nado :)'
Luhan mengambil tasnya lalu meninggal kelasnya yang sudah sepi lalu beralih ke lift menuju lantai satu.
Koridor lantai satu sekolah sudah sepi tinggal beberapa siswa dan siswi yang lewat.
Luhan mengambil earphone dari dalam tasnya lalu disambungkan ke ponselnya dan mulai menikmati lagu yang mengalun lewat earphonenya.
BRUUUG
Luhan terjatuh setelah menabrak seseorang karena Luhan tidak memperhatikan jalan.
"Appo" ringis Luhan
Bokong sexynya mendarat tidak elit di lantai koridor sekolah yang dingin.
Sebuah tangan menjulur ke arah Luhan. Luhan mendongak lalu matanya bertemu dengan tatapan tajam Sehun.
DEG...
Jantung Sehun berdebar kencang.
"Gweanchana?" Tanya Sehun khawatir
"Appo hyung" aduh Luhan
Sehun membungkuk untuk membantu Luhan berdiri. Sehun menaruh tangan kanan Luhan di pundaknya lalu tangan kiri Sehun melingkar manis di pinggang ramping Luhan. Earphone serta ponsel yang Luhan kenakan dilepaskan oleh Sehun dan menaruhnya ke dalam tas Luhan.
"Kenapa belum pulang?" Tanya Sehun sambil menatap Luhan dari samping
Sehun memapah Luhan berjalan menelusuri koridor menuju tempat parkir.
Luhan menoleh kearah Sehun.
"Ini mau pulang hyung"
DEG...
Jantung Luhan mulai berdebar - debar tak karuan.
'Ada apa dengan jantungku?' Batin Luhan
Luhan tidak pernah seperti ini saat bersama Taejun. Luhan seperti ini ketika bersama Sehun dan hanya Sehun yang mampu membuat jantungnya berdetak cepat seperti ini.
"Kamu pulang sendiri?"
"Iya hyung"
Nafas Sehun menerpah kulit pipi Luhan membuat Luhan sulit bernafas dan darahnya berdesir membuat pipi Luhan merona akibat posisi mereka yang cukup dekat.
"Wajahmu merah. Kau sakit?" Tanya Sehun khawatir
Ani! Sebenarnya Sehun tidak khawatir dengan wajah Luhan yang merona itu karena Sehun tahu Luhan sedang merona bukan sakit. Sehun hanya ingin menggoda Luhan.
"A-ani hyung"
"Benarkah?"
"N-ne hyung"
Sesampainya di tempat parkir Sehun dan Luhan langsung menuju mobil Sehun. Sehun membukakan pintu kursi penumpang yang berada disamping kursi pengemudi. Setelah memastikan Luhan aman duduk di kursi penumpang, Sehun memutar dan duduk di kursi pengemudi. Sehun menyalahkan mesin mobilnya.
Suasana dalam mobil hening yang terdengar hanya suara deru AC.
"H-hyung" cicit Luhan sambil menatap Sehun
Sehun menatap Luhan.
"A-apa hyung marah?"
"Waeyo?" Jawab Sehun datar
"Sikap hyung berubah seminggu ini. Apa hyung marah?" Tanya Luhan sambil memilin ujung blazernya
"hmm"
'Ternyata benar Sehun hyung marah'
Hening kembali.
Sehun masih enggan meninggalkan tempat parkir sekolah. Sehun masih betah berlama - lama bersama Luhan. Kapan lagi dapat duduk berdua dengan Luhan, pikir Sehun.
"M-mianhae hyung" kata Luhan
"Memangnya kau tahu salahmu apa?"
Itu adalah kalimat terpanjang yang Sehun ucapkan selama seminggu ini.
Luhan menggeleng pelan, oh... Jangan lupakan raut sedih Luhan dan matanya sudah berkaca - kaca.
'Aku cemburu! Kau tahu?!' Batin Sehun
Sehun menghelah nafas.
"K-kata Kyungsoo, hyung cemburu" gumam Luhan tapi suaranya masih bisa di tangkap oleh Sehun
'Great! Temanmu saja tahu, kenapa kau tidak Luhan-ah?'
"Apa itu benar hyung"
"Ne"
Luhan membulatkan matanya lalu menatap Sehun.
"Jadi benar hyung cemburu?"
Sehun mengangguk samar.
"M-mianhae hyung"
"..."
"H-hyung, mianhae"
"Aku akan memaafkanmu tapi ada syaratnya, ottokke?"
Sehun mulai cerewet.
"Syarat?"
Luhan mengerjap imut.
'Astaga... Anak ini selalu saja menggodaku dengan tingkahnya. Ya Tuhan... Kuatkan aku'
"Ne. Mau tidak? Kalau tidak mau ya sudah"
Luhan mempoutkan bibirnya.
"Ne aku mau. Apa syaratnya?"
Sehun bersmirk ria.
"Besok bawahkan aku bekal yang kamu masak sendiri"
"Bekal? Tap-"
"Tidak ada tapi. Aku tidak menerima penolakan, arra?"
"Ne, arraseo"
Hening (lagi)
Sehun mulai menjalankan mobilnya dan siap membelah jalanan kota Seoul.
Selama diperjalanan Sehun dan Luhan tidak bicara, Sehun ingin menanyakan sesuatu tapi egonya menyuruh Sehun untuk tetap diam.
Saat melewati kedai bubble tea langganannya Sehun berhenti lalu memakirkan mobil sportnya di dekat kedai bubble tea langganannya.
"Mau ikut?" Tanya Sehun sambil membuka safety beltnya
"Ne hyung"
Sehun turun dari mobilnya diikuti Luhan.
Sehun mulai memesan bubble teanya.
"Rasa taro kan?"
"Ne hyung, deng-"
"Dengan cup besar"
Luhan mengangguk cepat, matanya berbinar karena Sehun sudah hafal dengan pesanan Luhan.
Setelah mendapatkan bubble tea, Sehun dan Luhan kembali ke mobil lalu mengantar Luhan pulang.
Suasana didalam mobil kembali hening sampai tiba di rumah Luhan.
"Hyung gomawo ne sudah mengantarku pulang dan membelikanku bubble tea" ucap Luhan sambil tersenyum
"Chonmaneyo"
Luhan turun dari mobil Sehun lalu Sehun menurunkan kaca mobilnya.
"Hati - hati ne hyung, jangan ngebut"
"Ne arraseo" kata Sehun sambil tersenyum tipis
Sehun meninggalkan kediaman Luhan dan menuju kediamannya.
Luhan memasuki rumah sambil tersenyum, para maid yang menyambutnya ikut tersenyum bahagia.
.
Setelah pulang sekolah Kai mengajak Kyungsoo kencan. Kai dan Kyungsoo saat ini sedang menikmati kencan mereka di cafe milik Kai.
"Hyung, kau tahu? Tadi pagi saat Luhan masuk kelas wajahnya terlihat menyedihkan. Coba hyung tebak siapa yang membuatnya seperti itu?" Ucap Kyungsoo
"Siapa lagi kalau bukan namjachingunya, Taejun hyung. Aku benar kan baby?"
Kyungsoo menggeleng.
"Salah! Luhan seperti itu karena Sehun sunbae"
"Mwo?! Karena Sehun?! Waeyo baby?" Kata Kai antusias
Kyungsoo tertawa melihat wajah antusias Kai.
"Ne, Luhan seperti itu karena sikap Sehun sunbae yang dingin padanya. Padahal kan Sehun sunbae memang seperti itu tapi kenapa Luhan sedih ya? Apa Luhan menyukai Sehun sunbae?"
Kyungsoo meneguk jus miliknya lalu melanjutkan perkataannya.
"Kata Luhan, Sehun sunbae tidak seperti itu. Sehun sunbae selalu bersikap hangat padanya tapi semenjak Luhan menjadi namjachingu Taejun sunbae, sikap Sehun sunbae berubah menjadi dingin. Nah itu yang membuatnya sedih" jelas Kyungsoo
"Luhan seperti itu karena Luhan dan Sehun itu bisa dibilang cukup dekat, mungkin Luhan merasa kehilangan. Sehun juga terlihat menyedihkan semenjak Luhan menjadi namjachingu Taejun hyung" kata Kai
"Ne hyung. Hmm... Sehun sunbae juga seperti itu? Apa mereka merasa kehilangan ya hyung?"
"Ne baby Soo. Mereka merasa kehilangan itu pasti karena mereka dekat. Kau tahu? Sehun itu menyukai ah ani! Sehun mencintai Luhan. Dulu setiap Sehun ingin menyatakan perasaannya pasti ada saja gangguannya, hingga malam inagurasi tiba Taejun hyung menyatakan perasaannya pada Luhan dan sialnya Luhan menerima Taejun hyung tanpa mengetahui perasaan Sehun. Semenjak itu Sehun menjadi lebih pendiam" terang Kai
"Sehun sunbae mencintai Luhan?! Ah aku harus memberitahu Luhan soal ini"
Kyungsoo langsung mengambil ponselnya namun tidak berhasil karena tangannya ditahan Kai.
"Jangan beritahu Luhan soal ini. Yang tahu soal ini hanya aku, Joonmyeon hyung, Minseok hyung dan sekarang kau baby. Aku mohon jangan beritahu Luhan tentang ini, biarkan Sehun yang mengatakannya sendiri pada Luhan. Arra?"
Kyungsoo mengangguk.
"Arraseo hyung. Aku janji tidak akan membocorkan ini pada Luhan"
Kyungsoo menunjukan V signnya pada Kai membuat Kai tersenyum lebar.
"Jaga rahasia ini ne? Ini adalah rahasia terpenting Sehun jadi jangan sampai bocor. Jangan beritahu siapapun"
"Ne hyungie, aku tidak akan beritahu siapapun tentang hal ini"
"Gomawo baby, saranghae" ucap Kai sambil mencium tangan kanan Kyungsoo
Pipi Kyungsoo merona akibat perlakuan Kai.
"C-chonmaneyo hyungie, nado saranghae"
Kyungsoo tersenyum manis.
.
Taejun sedang duduk di kursi salah satu restorant yang berada di dalam bandara internasional Incheon. Taejun sedang menunggu seseorang yang baru pulang dari pertukaran belajar di jepang.
"Lama sekali anak itu" gumam Taejun sambil memainkan ponselnya.
Seorang namja memasuki restorant yang Taejun diami sejak tiga puluh menit yang lalu. Namja itu celingak - celinguk mencari seseorang yang dia rindukan selama setahun ini. Setelah menemukan orang yang dia cari, namja itu langsung menghampiri orang itu lalu memeluk leher orang yang dia cari.
GREP...
Taejun tersentak setelah sepasang tangan melingkar dilehernya. Taejun mendongak untuk melihat orang yang memeluknya.
"Hai sayang... Neomu - neomu bogoshippo" kata namja itu
"Chihoon hyung" gumam Taejun
"Ne sayang ini aku" ucap namja itu -Chihoon-
Chihoon melepaskan pelukannya lalu duduk di depan Taejun.
"Kau tidak merindukanku?" Tanya Chihoon
"T-tentu saja aku merindukanmu hyung"
"Ya sudah ayo kita pulang, aku lelah ingin istirahat"
"Kajja hyung"
Taejun dan Chihoon meninggalkan restorant tersebut lalu berjalan menuju tempat parkir bandara. Setelah memasukan barang - barang Chihoon ke dalam bagasi mobilnya, Taejun langsung masuk mobil dan siap menyalahkan mesin mobil tapi tangannya di tahan oleh tangan Chihoon.
"Junnie-ah" panggil Chihoon dengan nada manja
Taejun menoleh lengannya ditarik Chihoon. Chihoon langsung menyambar bibir Taejun sementara Taejun hanya terdiam akibat kejadian itu.
Chihoon melumat bibir Taejun membuat Taejun sadar, lalu mendorong tubuh Chihoon.
"Hyung apa yang kau lakukan?! Kita sudah putus, tidak seharusnya kau seperti ini" ucap Taejun
"Ani! Aku sudah bilang kan kalau aku tidak mau putus darimu. Aku mencintaimu Junnie-ah. Sangat mencintaimu"
"Tapi kita sudah berakhir hyung dan kau yang milihnya"
"ANIYA! Kita belum berakhir! Dan sampai kapanpun kita tidak akan berakhir!"
"Tapi bagiku kita sudah berakhir setelah kau memilih ke jepang. Jangan bilang kau lupa hyung?! Kau yang memilihnya"
"Tapi aku tidak ingin kita berakhir TaeJun. Aku mencintaimu"
"Pilihan ada ditanganmu hyung dan kau telah memilih. Ingat?! Diamlah dan pakai safety beltmu. Aku akan mengantarmu pulang"
Chihoon diam tanpa melakukan apapun.
Taejun menarik nafas lalu menghembuskannya kasar.
"Pakai safety beltmu hyung"
"..."
Taejun menarik safety belt Chihoon tapi gerakannya tertahan saat mau memasangnya.
Chihoon mencium bibir Taejun (lagi) lalu melumatnya kasar. Chihoon melingkarkan lengannya dileher Taejun lalu remas rambut Taejun. Awalnya Taejun diam namun semenit kemudian Taejun membalas ciuman Chihoon. Semakin lama ciuman mereka semakin panas.
Desahan Chihoon menjadi music dalam mobil Taejun. Tangan Chihoon tak tinggal diam dileher Taejun, tangan mulai turun ke daerah selangkangan Taejun lalu meremas junior Taejun membuat Taejun mendesah. Taejun melepaskan ciuman panas mereka karena mereka butuh nafas.
"Hhh... Hahh... Haahh..."
Chihoon dan Taejun menghirup nafas sebanyak - banyaknya untuk mengisi paru - paru mereka yang hampir kosong.
"Kau mulai nakal hyung" ucap Taejun
"Aku merindukannya Junnie-ah"
"Kita lanjutkan dirumahmu"
'Mianhae Lu' batin Taejun
Chihoon mengangguk cepat.
"Saranghae Junnie" kata Chihoon
"Ne. Kita pulang sekarang"
Chihoon mengangguk paham lalu memakai safety beltnya, mobil Taejun mulai melaju membelah jalanan Incheon.
Semua kejadian yang berlangsung dalam mobil Taejun ada seseorang yang menyaksikannya dengan seksama.
"Ck... Stupid!" Gumam namja tampan bermata elang
Seorang pria berumur 45 tahun mendekati namja tampan itu.
"Tuan muda saatnya berangkat"
"Ne"
.
.
.
Pagi ini Taejun tidak menjemput Luhan kesekolah, jadi Luhan diantar oleh sopir pribadinya karena Luhan belum di izinkan menyetir sendiri. Mobil Luhan memasuki halaman sekolahnya.
"Itu kan Taejun hyung" gumam Luhan sambil tersenyum
Taejun membukakan pintu kursi penumpang yang ada disamping kursi pengemudi. Chihoon turun dari mobil Taejun sambil tersenyum lalu mencium pipi kiri Taejun.
Melihat kejadian itu senyum Luhan luntur.
"Eh namja itu siapa?" Tanya Luhan entah pada siapa
Sopir pribadi Luhan melihat kearah yang Luhan lihat daritadi.
"Mungkin namjachingunya" jawab supir pribadi Luhan
Luhan menoleh.
"Kau yakin hyung?" Tanya Luhan
Namja (sopir pribadi Luhan) itu mengangguk.
"Tapi hyung, Taejun hyung itu namjachinguku"
"Mianhae tuan muda. Saya hanya menebak saja" lirih namja itu
"Gweanchana Sunggyu hyung. Ah iya jangan panggil aku tuan muda saat hyung hanya berdua denganku, arra?"
"Ne tuan mu eh maksudku Luhan"
"Aku masuk dulu ya"
Luhan mengambil tasnya lalu turun dari mobilnya.
Luhan berjalan melewati tempat parkir sekolah.
"LUHAN..." Teriak seseorang
Orang itu menghampiri Luhan.
"Hei Yeol"
Chanyeol dan Luhan berhigh five ria.
"Kamu sendiri? Jongdae mana?" Tanya Luhan
"Molla. Jja, kita masuk kelas"
Chanyeol dan Luhan melangkah menuju kelas. Saat melewati persimpangan koridor Chanyeol dan Luhan melihat Taejun dan Chihoon sedang berpelukan mesra, saat Chihoon mau mencium Taejun, Chanyeol langsung menutup mata Luhan.
'Brengsek!' Umpat Chanyeol dalam hati
Luhan hanya diam.
"Ikut aku" bisik Chanyeol
Chanyeol langsung menarik Luhan dari koridor itu.
Taejun mendorong Chihoon sehingga ciuman mereka berakhir.
"Chihoon hyung apa yang kau lakukan? Ini sekolah! Bagaimana kalau ada yang melihat eoh? Bagaimana kalau Luhan melihatnya" tanya Taejun
"Biar saja, mereka kan hanya tinggal lihat jadi ya nikmati saja dan kalau Luhan melihatnya itu bagus! Supaya kalian cepat berakhir!" jawab Chihoon santai
Taejun langsung meninggalkan Chihoon dan berjalan menuju kelasnya.
"CHAKKAMAN!" Teriak Chihoon
Taejun tetap berjalan dan tak menghiraukan teriakan Chihoon.
'Awas kau Luhan!' Batin Chihoon
.
Jam pelajaran sudah berlangsung dari sejam yang lalu tapi Luhan dan Chanyeol tidak masuk kelas, mereka hanya berdiam diri diruang musik yang berada di lantai empat.
Chanyeol dan Luhan memainkan alat musik yang bisa mereka mainkan sambil sesekali bercanda. Saat ini Chanyeol sedang memetik gitar sementara Luhan memainkan piano.
"Yeol menurutmu namja yang bersama Taejun hyung dikoridor itu siapa?"
Chanyeol berhenti memetik gitar yang ia pegang daritadi.
"Entahlah Lu... Tapi mereka seperti sepasang kekasih. Mian Lu tapi itu seperti yang terlihat" lirih Chanyeol
"Aku juga berpikir begitu Yeol. Apa namja itu sunbae kita yang mengikuti pertukaran pelajar itu?"
"Iya Lu, dia sunbae kita. Namanya Lee Chi Hoon, dia siswa pertukaran pelajar itu"
"Apa Chihoon sunbae itu mantannya Taejun hyung?"
"Iya Lu"
"Ternyata benar"
Chanyeol menyerngitkan keningnya.
"Tadi pagi saat aku sampai aku melihat Taejun hyung bersama namja itu"
"Kamu tidak berangkat bersama Taejun sunbae?"
Luhan mengangguk.
"Kata Taejun hyung, dia tidak bisa menjemputku karena harus mengantar eommanya ke restorant mereka. Tapi ternyata Taejun hyung bohong, buktinya dia kesekolah dengan namja itu"
Chanyeol berjalan mendekati Luhan lalu duduk disamping Luhan dan memeluknya.
'Akhirnya aku bisa memelukmu lagi seperti dulu. Apa kau masih ingat Lu?'
"Hiks"
Satu isakan keluar dari mulut Luhan.
"Uljima Lu..."
Chanyeol mengusap punggung Luhan.
Kepala Luhan bersadar di dada bidang Chanyeol.
"Taejun hyung hiks selingkuh Yeol hiks"
"Uljimayo..."
"Apa yang harus hiks aku lakukan Yeol?"
"Bersikaplah seperti biasa, kalau Taejun sunbae dan Chihoon sunbae sudah lewat batas biar aku yang bertindak. Ssstt... Jangan menangis lagi ne"
Luhan mendongak, tatapannya bertemu dengan tatapan Chanyeol.
"Aku janji Lu" gumam Chanyeol sambil menghapus air mata Luhan
"Gomawo Yeol"
Luhan akhirnya membalas pelukan Chanyeol.
Dari luar ruangan ada seseorang yang menyaksikan Chanyeol dan Luhan berpelukan membuatnya terbakar api cemburu (lagi) dan marah. Namun bukan marah karena Luhan dan Chanyeol berpelukan tapi marah karena Luhan menangis. Yap... Orang itu adalah Sehun yang baru datang kesekolah.
Kenapa Sehun baru datang kesekolah? Karena Sehun baru pulang dari jeju.
'Jadi kau menangis gara - gara Taejun hyung?! Tidak akan ku biarkan!' batin Sehun
Sehun mengepalkan tangannya, buku - buku tangannya memutih akibat kepalannya yang kuat.
Sehun berjalan kearah UKS untuk mengistirahatkan badan dan pikirannya.
"Lu..." Panggil Chanyeol
Tidak ada jawaban dari Luhan, hanya deru nafas yang teratur yang dapat di dengar Chanyeol.
"Kau sudah tidur rupanya hehe" gumam Chanyeol
Chanyeol menggendong Luhan ala bridal style. Chanyeol membawah Luhan ke UKS agar Luhan bisa tidur nyenyak disana.
Chanyeol adalah teman masa kecil Luhan sewaktu Chanyeol tinggal di China dulu. Chanyeol tinggal di China sejak berusia satu tahun dan pindah lagi ke Korea ketika berusia tujuh tahun. Chanyeol kecil sangat menyukai Luhan kecil yang polos, cantik, manis dan imut walaupun Luhan selalu membantah dan mengatakan kalau dia itu manly. Chanyeol mengetahui Luhan adalah teman masa kecilnya karena sewaktu masa orientasi siswa baru Chanyeol sering melihat Luhan diantar Hangeng kesekolah.
.
"Yeol, kau kemana saja? Kenapa jam pertama tidak masuk?" Tanya Jongdae ketika Chanyeol masuk kelas
"Aku dan Luhan tadi di ruang musik" jawab Chanyeol sambil melepas tasnya
"Chanyeol-ah apa kau melihat Luhan?" Tanya Kyungsoo yang baru bergabung di meja Chanyeol dan Jongdae
Kelas X-1 sedang kosong karena Song sonsaengnim sedang sakit.
"Luhan di UKS. Dia sedang tidur, kamu tidak usah khawatir Kyung-ya" jawab Chanyeol dengan senyuman khasnya
"Apa Luhan sakit?" Tanya Kyungsoo khawatir
"Ani, Luhan baik - baik saja. Tadi aku dan Luhan bermain di ruang musik uumh mungkin Luhan kelelahan makanya dia tidur" jelas Chanyeol
"Omo?! K-kalian bermain apa eoh? Kenapa Luhan sampai kelelahan? Jangan bilang kalian melakukan 'itu' disana" Tanya Jongdae penasaran
Jongdae menekan kata 'itu'
"Chanyeol jangan bilang kau memaksa Luhan melakukan 'itu'?! Ku bunuh kau jika itu benar!" Ancam Kyungsoo
"Yak! Yak! Kalian bicara apa eoh?! Tentu saja aku dan Luhan tidak melakukan hal - hal yang kalian tuduhkan tadi. Kalian pikir aku sepicik itu huh?! Luhan itu sahabatku, aku tidak mungkin menyakitinya apalagi sampai berbuat 'itu' padanya. Aku masih waras! Astaga..." Kata Chanyeol sambil berdiri sambil berkacak pinggang
Well... Sepertinya Kyungsoo sudah terjangkit sifat yadong Kai dan Jongdae sepertinya memang sudah begitu.
"Syukurlah kalian tidak melakukan 'itu', aku jadi lega" ujar Kyungsoo
"Hhh... Sayang sekali... Padahal jika kalian sudah melakukannya aku ingin menanyakan tentang hal 'itu' padamu Yeol" kata Jongdae
PLETAK
Satu jitakan sayang dari Chanyeol mendarat mulus di kepala Jongdae.
"Aaaww... Appo..." Ringis Jongdae
PLETAK
Satu jitakan sayang dari Kyungsoo juga mendarat mulus di kepala Jongdae.
"Yak! Appo..." Ringis Jongdae (lagi)
"Rasakan! Semoga sifat yadongmu bisa berkurang dengan jitakanku tadi" ucap Kyungsoo
"Appo eoh? Mau ku tambahkan lagi hmm?" Tanya Chanyeol sambil menaikan alisnya dan memasang smirknya
Jongdae menelan salivanya susah payah karena wajah Chanyeol yang menakutkan.
"A-ani Yeol-ah. Aku bercanda hehe... Mianhae"
Jongdae menyengir sambil mengusap kepalanya yang sakit.
"Ck... Sudah hajar saja Yeol, biar sifat yadongnya itu hilang" seru Kyungsoo dengan smirknya
"Ya sepertinya anak ini harus ku hajar supaya tidak berpikir yang tidak - tidak antara aku dan Luhan"
"M-mianhae Yeol"
Jongdae langsung mengambil langkah seribu dan meninggalkan kelasnya agar tidak mendapatkan pukulan sayang dari Chanyeol.
Kyungsoo dan Chanyeol tertawa melihat tingkah Jongdae yang kabur begitu saja.
.
Keadaan UKS sangat sunyi karena hanya ada Sehun dan Luhan disana. Bilik Sehun dan Luhan berhadapan.
"Eungh" lenguh Luhan
Mendengar suara lenguhan Luhan, Sehun langsung membuka matanya karena dia tahu itu suara Luhan. Sehun sudah melihat Luhan tadi, saat Chanyeol kembali ke kelas.
Luhan membuka matanya lalu mengerjapkan matanya untuk membiasakan cahaya yang berlomba - lomba masuk ke dalam retinanya.
"Ini dimana ya?" Gumam Luhan
'Tadi kan aku bersama Chanyeol di ruang musik, kenapa sekarang aku disini? Apa ini...'
Luhan sudah berpikiran yang iya - iya, dengan cepat Luhan menyingkap selimut yang membungkus tubuhnya.
'Hhh... Syukurlah Chanyeol tidak macam - macam'
"Aku lapar" ucap Luhan sambil memegang perutnya
Sehun yang mendengar ucapan Luhan langsung, mengambil ponselnya dan mengetik pesan untuk Luhan.
Dddrrrtt Dddrrrtt
Luhan mengambil ponselnya yang berada dalam saku celananya.
1 message
From: Sehunie hyung
'Aku juga lapar. Makananku mana?'
Luhan menyerngit.
"Kenapa Sehunie hyung bisa tahu ya?" Tanya Luhan entah pada siapa
'Sehunie? Aigoo... Manisnya panggilan itu haha' batin Sehun
Sehun mengetik pesan untuk Luhan lagi.
Dddrrrtt Dddrrrtt
Luhan melihat ponselnya yang dia genggam.
1 message
From: Sehunie hyung
'Hei... Mana makananku? Aku sudah lapar. Panggilan untukku bagus juga, aku menyukainya Luhanie'
Jantung Luhan berdetak cepat dan darahnya berdesir menimbulkan rona merah muda di pipi putihnya. Senyum manis langsung berkembang di bibir peach Luhan.
Luhan mengetik pesan balasan untuk Sehun.
To: Sehunie hyung
'Aku ada di UKS, hyung kesini saja kalau lapar :p aku juga menyukai panggilan hyung untukku hehe'
Senyum yang menghias di wajah Luhan belum pudar.
Dddrrrtt Dddrrtt
Ponsel dalam genggaman Sehun bergetar.
1 message
From: Luhanie baby
'Aku ada di UKS, hyung kesini saja kalau lapar :p aku juga menyukai panggilan hyung untukku hehe'
Sehun tersenyum membaca pesan Luhan.
Sehun bangun dari tidurnya lalu memakai sepatunya dan berjalan ke bilik Luhan.
SRET...
Sehun menyingkap kain penutup bilik Luhan dan mendapati Luhan yang sedang duduk di bangsal dengan bantal yang menyanggah punggung hingga lehernya.
"Hyung, kau disini" ucap Luhan
Sehun mendekati bangsal Luhan lalu duduk manis di bangsal Luhan sambil melihat ke arah Luhan dan tersenyum manis. Senyum yang menghilang seminggu ini telah muncul kembali.
'Tampan' batin Luhan
"Mana makananku?" Tanya Sehun
"Makanannya ada di dalam tas, seb-"
Kalimat Luhan terpotong karena Sehun langsung mengambil tas Luhan yang tergeletak manis di atas meja samping bangsalnya, lalu membukanya. Setelah mendapatkan tas kecil yang berisi dua kotak bekal, Sehun langsung mengambilnya dan meletakan kembali tas Luhan.
"Gomawo Hanie. Kau buatkan aku apa?" Tanya Sehun sambil tersenyum
Luhan merona lagi karena panggilan Sehun, dan jangan lupakan debaran jantungnya.
'Aku Hanie dan dia Hunie. Hehehe...'
Luhan terkekeh memikirkan itu.
Sehun yang melihat Luhan terkekeh hanya menggeleng.
"Hanie" panggil Sehun dengan nada lembut
Luhan kembali ke dunianya dengan panggilan lembut Sehun.
"Uumh... Apa hyung? Hyung bilang apa tadi?"
"Kau melamun ya? Aku tanya kau buatkan aku apa? Hmm"
"Ah itu... Lihat saja sendiri"
Sehun mengangguk lalu membuka kotak bekal yang dibawah Luhan. Luhan membawah dua kotak bekal untuk Sehun.
"Nasi goreng?"
Sehun menoleh ke arah Luhan.
Luhan mengangguk imut.
"Nasi goreng sosis dan cupcake coklat" kata Luhan
"Kau memberiku dua bekal? Hmm... Baguslah, kebetulan aku sedang lapar"
"Iya hyung, habiskan semuanya ya"
"Shireo!"
"Wae hyung? Katanya hyung lapar"
"Kita makan ini bersama, kau juga lapar kan?"
Luhan mengangguk.
"Tapi hyung it-"
"Ssstt... Aku tidak menerima penolakan, arra?!"
Sehun meletakan jari telunjuknya didepan bibir peach Luhan, membuat Luhan merona (lagi).
'Cantik' batin Sehun
"Ne arraseo"
Sehun dan Luhan makan bersama, dengan Sehun yang menyuapi Luhan.
.
Jam istirahat telah tiba Chanyeol, Kyungsoo, Kai dan Yixing langsung bergegas ke UKS untuk melihat keadaan Luhan dan Sehun. Chanyeol dan Kai telah membelikan makanan untuk Sehun dan Luhan.
Kyungsoo dan Yixing tahu Luhan di UKS karena Chanyeol yang memberitahu mereka sedangkan Kai tahu Sehun ada di UKS karena Sehun telah mengirim pesan untuk Kai tadi pagi setelah Sehun sampai di UKS.
"Menurut kalian apa Sehun sudah bertemu Luhan atau belum?" Tanya Kai
"Menurutku sudah hyung" jawab Chanyeol
"Menurutku belum, pasti sekarang Luhan masih tidur" jawab Kyungsoo
"Menurutku juga belum, mereka pasti sedang tidur sekarang" jawab Yixing
"Jawabanku sama dengan Kyungsoo dan Yixing. Mereka pasti sedang tidur sekarang" kata Kai
"Hhm... Bagaimana kalau kita bertaruh hyung, mau tidak?" Tantang Chanyeol
"Boleh, apa taruhannya?" Seru Kai
"Kalau aku menang hyung harus membelikanku banana milk dan ice cream selama seminggu, masing - masing ukuran jumbo dan kalau aku kalah aku akan membelikan hyung sepatu. Bagaimana?"
"Hanya itu taruhannya? Aku pikir kau akan bertaruh motor denganku haha... Baiklah aku setuju"
"Tadinya aku ingin bertaruh cafe tapi aku takut hyung kalah, jadinya itu saja taruhannya. Kita deal ya hyung?" Kata Chanyeol sambil menampilkan smirknya
"Wow... Boleh juga taruhannya, tapi biarlah kita bertaruh lagi nanti. Yeah... Kita deal" ujar Kai dengan smirknya
Kyungsoo dan Yixing hanya menggeleng mendengar percakapan Chanyeol dan Kai.
Siswa - siswi 'EXO Internasional High School' rata - rata adalah anak - anak yang orang tuanya termasuk kalangan berada dan kalangan atas.
Chanyeol, Kai, Kyungsoo dan Yixing telah sampai didepan UKS.
CKLEK
Chanyeol membuka pintu UKS lalu masuk diikuti Kai, Kyungsoo dan Yixing.
BLAM
Chanyeol mendekati bilik tempat Luhan lalu menyingkap kain yang menutup bilik tersebut.
SRET
Luhan dan Sehun yang sedang makan cupcake sambil bermain game di ipad milik Luhan langsung menoleh kedepan dan mendapati Chanyeol yang tersenyum manis, dibelakang Chanyeol ada Kai, Kyungsoo dan Yixing.
"Hai yorobun" sapa Luhan sambil tersenyum
'Hhh... Mengganggu saja' batin Sehun
Sehun kembali bermain game dan makan cupcake buatan Luhan tanpa memperdulikan orang - orang disekitarnya kecuali Luhan.
"Hai Lulu, kau sudah bangun?" Tanya Chanyeol sambil mencomot cupcake yang Luhan pegang
"Iya Yeol, gomawo sudah mengantarku kemari, mian sudah merepotkanmu"
"Chonmaneyo Lu, aku tidak merasa di repotkan kok. Tenang saja"
"Sepertinya aku harus mentraktir tiang ini banana milk dan ice cream selama seminggu" gumam Kai
"Hehehe... Sabar hyung kan hanya seminggu, tentunya itu bukan masalah kan?" Bisik Kyungsoo
"Kau kalah hyung" gumam Yixing sambil menepuk bahu Kai lalu berjalan mendekati Luhan dan Chanyeol
"Lulu ge bogoshippo" ucap Yixing sambil memeluk Luhan
"Nado Xingie"
Luhan membalas pelukan Yixing.
Sehun langsung menatap tidak suka ke arah Yixing dan Luhan.
Kai mendekati Sehun.
"Jealous eoh?" Bisik Kai
"Sedikit" kata Sehun
Kai tertawa mendengar jawaban Sehun.
"Lu, kau sudah makan belum? Tadi Chanyeol membelikanmu ini" kata Kyungsoo sambil menunjukan kantong kresek yang dibawah Chanyeol
"Aku juga membawahkanmu makanan Sehun-ah" kata Kai
"Aku sudah makan, uumh gomawo Yeol. Kau perhatian sekali nanti makanannya akan ku makan"
"Gomawo hyung" ucap Sehun sambil bermain game
"Chonmaneyo Lu. Makanannya harus habis ya, jangan disisakan" seru Chanyeol
Luhan mengangguk imut sambil tersenyum.
'Sabar Sehun... Sabar' batin Sehun
Kai tertawa (lagi).
"Yak! Stop it hyung" protes Sehun sambil mempoutkan bibirnya
Semua orang melihat ke arah Sehun lalu ikut tertawa karena tingkah Sehun (mempoutkan bibirnya) yang langkah itu.
.
Jam pulang sekolah telah tiba sejak sepuluh menit yang lalu namun Luhan belum pulang karena menunggu Taejun yang sedang rapat osis. Luhan tidak sendiri karena Kyungsoo dan Yixing menemaninya uumh lebih tepatnya mereka sedang menunggu kekasih mereka. Namun Yixing dan Joonmyeon belum resmi menjadi sepasang kekasih, karena mereka saat ini masih dalam tahap pendekatan.
Satu jam telah berlalu namun rapat osis belum juga selesai, membuat Luhan, Kyungsoo dan Yixing jenuh karena harus menunggu seperti ini. Mereka menunggu tepat di depan ruang serbaguna.
"Aigoo... Kenapa lama sekali? Apa yang mereka bahas didalam sana?" Tanya Yixing entah kepada siapa
"Aku mendapat pesan dari Kai hyung, katanya mereka sedang membahas camping tahunan dan penyelenggaraan pengrekrutan anggota osis baru. Kai hyung bilang rapatnya masih lama jadi Kai hyung menyuruhku untuk pulang duluan saja karena kemungkinan rapatnya akan selesai sore nanti" jelas Kyungsoo
"Hhh... Pantas saja mereka lama sekali" ucap Yixing
"Iya, ayo kita pulang" ajak Kyungsoo
"Ayo Kyung" ujar Yixing sambil membenahi tasnya
Luhan hanya diam sambil mendengarkan lagu lewat earphone dan bermain game di ipadnya.
"Lu... Ayo pulang" ajak Kyungsoo sambil menarik kecil lengan blazer Luhan
Luhan tidak memberikan respon.
"Ge, ayo kita pulang. Aku sudah lapar" ajak Yixing
Luhan masih tetap diam.
Kyungsoo mencubit pipi putih Luhan.
"Awww appo..." Ringis Luhan
Kyungsoo melepaskan cubitannya, Yixing tertawa melihat pipi Luhan yang merah seperti tomat, sedangkan Luhan melepas earphonenya lalu mengusap pipinya.
"Appo" gumam Luhan
"Ayo kita pulang, rapatnya masih lama" kata Kyungsoo
"Iya ge, ayo kita pulang" ucap Yixing
"Kalian duluan saja, aku masih ingin disini" jawab Luhan dengan mengelus pipinya
"Mianhae Lu, pipimu jadi merah karena ulahku" lirih Kyungsoo
"Gweanchana Kyungie. Kalian duluan saja ya, aku akan menunggu Taejun hyung disini"
"Gomawo Lu, tapi rapatnya masih lama. Sudahlah ayo pulang"
"Iya ge, rapatnya masih lama. Barusan Joonmyeon hyung mengirim pesan menyuruhku untuk pulang, dia juga bilang gege dan Kyungsoo juga harus pulang tidak usah menunggu Taejun sunbae dan Kai hyung" kata Yixing
"Baiklah, jja kita pulang" kata Luhan
Luhan, Kyungsoo dan Yixing akhirnya pergi meninggalkan lantai empat dan bergegas pulang namun saat tiba dilantai satu Luhan mendapatkan pesan dari Taejun untuk menemuinya di toilet lantai satu.
"Kyungie, Xingie, kalian ke parkiran duluan saja ya disana sudah ada Sunggyu hyung. Aku ke toilet sebentar ne"
"Jangan lama - lama ya ge" pesan Yixing
Kyungsoo dan Yixing berlalu menuju tempat parkir sekolah, sedangkan Luhan menuju toilet.
CKLEK
Luhan masuk ke dalam toilet.
"Taejun hyung" panggil Luhan
'Kenapa kosong ya? Dimana Taejun hyung?'
Luhan membuka satu per satu bilik toilet.
"Hyung... Kau dimana?"
Kyungsoo, Yixing dan Sunggyu telah menunggu Luhan sekitar sepuluh menit namun Luhan belum menampakan batang hidungnya. Membuat Kyungsoo, Yixing dan Sunggyu panik.
Dddrrtt Dddrrrtt
Ponsel Kyungsoo bergetar. Kyungsoo merogoh saku blazernya.
1 message
From: Kai hyungie
'Baby apa kau sudah pulang?'
Kyungsoo langsung mengetik balasan pesan Kai.
To: Kai hyungie
'Belum hyung. Aku, Yixing dan Sunggyu hyung sedang menunggu Luhan di parkiran. Sudah sepuluh menit Luhan belum juga kembali dari toilet, aku khawatir Luhan ada apa - apa didalam sana'
Kai menunggu balasan pesan Kyungsoo sambil mengetuk jarinya diatas meja. Saat ini anggota osis yang mengikuti rapat sedang istirahat sepuluh menit.
Dddrrrtt Dddrrtt
Ponsel Kai bergetar.
1 message
From: BabySoo
'Belum hyung. Aku, Yixing dan Sunggyu hyung sedang menunggu Luhan di parkiran. Sudah sepuluh menit Luhan belum juga kembali dari toilet, aku khawatir Luhan ada apa - apa didalam sana'
Kai menyikut lengan Sehun setelah membaca pesan Kyungsoo.
Sehun menoleh dan menatap Kai seolah bertanya 'apa?'
"Baca ini" kata Kai
Sehun mengambil ponsel Kai lalu membacanya, mata Sehun langsung membulat.
"Tanyakan Luhan ditoilet lantai berapa?!" Perintah Sehun
Kai langsung mengetik pesan untuk Kyungsoo, sementara Sehun menghubungi Luhan namun tidak tersambung membuat Sehun panik.
'Kau dimana Hanie? Ya Tuhan... Lindungilah Luhan' batin Sehun
"Luhan ditoilet lantai satu" kata Kai
Sehun langsung berlari meninggalkan ruang serbaguna menuju lantai satu. Didalam lift Sehun terus berdoa agar tidak terjadi apa - apa pada Luhan.
.
"Hyung..." Panggil Luhan yang entah sudah berapa kali
Semua bilik toilet kosong.
Luhan mengambil ponselnya lalu mengetik pesan untuk Taejun.
To: Taejun hyung
'Hyung, kau dimana?'
Luhan menyimpan ponselnya.
"Mencari Taejun?" Tanya seseorang
Luhan tersentak kaget lalu berbalik untuk melihat orang yang bertanya padanya.
"S-sunbae" kata Luhan
Orang yang di panggil 'Sunbae' itu bersmirk ria.
Luhan meremas tali tas ranselnya.
'Mau apa dia?' Batin Luhan
Orang itu berjalan mendekati Luhan, Luhan mundur setiap satu langkah orang itu.
"Kau takut anak manis?" Tanya orang itu
Luhan menelan salivanya susah payah.
"D-dimana Taejun hyung?" Tanya Luhan
"Aku kira kau ini siswa terpintar di angkatanmu ah mungkin bukan diangkatanmu saja namun disekolah ini tapi ternyata aku salah. Kau bodoh rupanya! Jelas - jelas Taejun sedang rapat jadi mana mungkin dia disini hanya untuk menemuimu?!"
'Lalu kalau bukan Taejun hyung yang mengirimiku pesan. Lantas siapa? Apa dia yang mengirimku pesan?' Batin Luhan
"Yang mengirimimu pesan itu aku bukan Taejun. Ponselnya ada padaku ah itu sebagai info untukmu"
'Aku benar. Aiish... Sialan!'
Orang itu berjalan mendekati Luhan kembali dan Luhan kembali mundur.
Orang itu mengeluarkan pisau lipat dari saku blazernya membuat Luhan membulatkan matanya. Keringat dingin mulai terlihat didahi Luhan.
BRUUUK
Punggung Luhan menabrak tembok toilet, membuat Luhan terpojok karena orang itu ada di hadapan Luhan sambil memutar pisaunya.
"Apa kau tahu siapa aku?" Tanya orang itu
Luhan mengangguk pelan.
"Apa kau juga tahu hubunganku dengan Taejun?"
Luhan mengangguk lagi.
"Kau mendadak bisu ya? JAWAB AKU! JANGAN HANYA MENGANGGUK SAJA! JAWAB AKU ATAU KUBUNUH KAU SEKARANG JUGA!" Teriak orang itu sambil mendekatkan pisau ke leher Luhan
Mata Luhan mulai berkaca - kaca.
'Selamatkan aku Tuhan'
"I-iya C-Chihoon sunbae, a-aku tahu t-tentang hu-hubungan s-sunbae dengan Taejun hyung. K-kalian a-adalah m-mantan s-sepasang k-kekasih" jawab Luhan terbata
"Ya itu benar tapi aku tidak mau putus dari Taejun karena aku mencintainya. Aku tahu kau adalah namjachingu Taejun, jadi aku mau kau putuskan Taejun hari ini juga kalau tidak, ku pastikan besok kau akan meninggalkan dunia ini! Arra?!"
"A-arraseo s-sunbae"
"Anak pintar, ya sudah aku pergi dulu. Jangan lupa putuskan Taejun hari ini juga! Kalau tidak aku akan membunuhmu! Ingat itu!" Tegas Chihoon sambil menurun pisau yang berada beberapa inci dari leher Luhan
Chihoon berjalan keluar toilet dan menyisakan Luhan yang merosot lemas ke lantai toilet. Badannya bergetar hebat dan berkeringat dingin, matanya berkaca - kaca.
CKLEK
Pintu toilet terbuka, Luhan memeluk lututnya sambil membenamkan wajahnya dan menangis dalam diam.
"Luhan" panggil seseorang yang baru masuk kedalam toilet
Suara yang familiar itu menyapa indra pendengaran Luhan membuat Luhan mengangkat wajahnya.
DEG
Orang itu berjongkok di depan Luhan.
"S-Sehun hyung" gumam Luhan
GREP...
Sehun langsung memeluk Luhan dan tangis Luhan pun pecah di pelukan Sehun.
BRAAAK
Pintu toilet terbuka kasar akibat tendangan seseorang. Orang itu ah ani! Beberapa orang itu langsung masuk kedalam toilet dan mendapati Sehun yang memeluk Luhan secara posesif dan Luhan yang menangis didalam dekapan Sehun.
Beberapa orang itu adalah Kai, Joonmyeon, Minseok, Kyungsoo, Yixing dan Sunggyu.
"Hiks a-aku hiks... T-takut" gumam Luhan dalam dekapan Sehun
Luhan meremas blazer Sehun.
"Ssstt... Jangan takut ada aku disini" bisik Sehun sambil mengusap punggung Luhan
"A-aku hiks takut hiks... A-aku hiks takut hyung hiks"
"Selama ada aku, kau akan tetap aman. Aku akan menjagamu, jadi jangan takut. Ssstt... Uljima"
Sehun mencium puncak kepala Luhan dan mengusap punggung Luhan.
Kai, Joonmyeon, Minseok, Kyungsoo, Yixing dan Sunggyu hanya diam sambil memandangi Sehun dan Luhan.
Sehun melonggarkan pelukannya lalu memandangi wajah Luhan. Sehun menangkup wajah Luhan dengan kedua tangannya lalu menghapus airmata Luhan.
"Aku akan melindungimu, aku janji" ucap Sehun
Luhan hanya diam sambil seseguhkan.
Sehun mendekatkan wajahnya ke wajah Luhan dan mempersempit jarak mereka dan
CHU
Sehun mencium bibir peach Luhan, Luhan menutup matanya diikuti Sehun. Sehun hanya menciumnya tanpa melumat dan sebagainya.
'Apa anak itu tidak tahu bahwa disini ada orang selain mereka? Astaga..' Batin Joonmyeon
'Luhan kenapa? Kenapa dia menangis seperti itu?' Batin Minseok
'Dasar albino, mencari kesempatan dalam kesempitan' batin Kai
'Luhan gege kenapa menangis seperti itu? Apa terjadi sesuatu tadi? Ah Sehun sunbae mencari kesempatan, aigoo...' Batin Yixing
'Ini kedua kalinya Sehun sunbae mencium Luhan didepan umum. Apa Sehun sunbae tidak sadar kalau disini ada orang lain selain mereka?! Luhan kenapa ya? Apa yang terjadi sebenarnya? Kenapa Luhan menangis?' Batin Kyungsoo
'Tuan muda, apa yang terjadi padamu? Apa yang membuatmu takut? Dan siapa namja yang menciummu itu?' Batin Sunggyu
Sehun menyudahi ciuman mereka lalu membuka matanya diikuti Luhan.
"Aku akan melindungimu" gumam Sehun
Jarak Sehun dan Luhan sangat sempit, hidung mereka saling bersentuhan, deru nafas mereka masing - masing menerpah wajah mereka.
Luhan menatap mata Sehun lalu mengangguk pelan membuat Sehun tersenyum.
Sehun berdiri lalu membungkuk dan menggendong Luhan ala bridal style. Luhan memeluk leher Sehun dan membenamkan wajahnya di perpotongan leher Sehun.
"Aku akan mengantarnya pulang" kata Sehun sambil melewati Kai dan kawan - kawan
.
.
.
A/N: Annyeong yorobun :)
Hyewon balik lagi dengan chapter 2 'Secret Of The Heart'. Yang minta chapnya dipanjangin, nih udh Hyewon panjangin :)
Mianhae, Hyewon baliknya lama krna Hyewon kesulitan buat chap 2nya. Makhlum ini ff pertama Hyewon yg berchatered.
Gomawo, jeongmal gomawo buat review, favorit, follow, kritik dan sarannya. Mianhae, Hyewon masih blm bisa bls review kalian semua karna pengaturan email d hp Hyewon blm jdi :( tpi review kalian udh Hyewon baca semua :)
2014 nyon, 12 wol, 17 il suyoil.
(Rabu, 17 december 2014)
10.05 PM
(22.05 WITA)
Han Hye Won
