"KAASAN!"

"EEEEHH!"


Our Children from the Future ?

Chapter 2: Sasu and Naru…?

Disclaimer:

Ya Tuhan… Berikanlah Naruto kepada saya… *tampang melas* *dihajar massal* Hiks… Naruto bukan saya… Yang punya tuh Masashi Kishimoto Ajinomoto. *hajared again*

Pair:

SasuNaru! XD

Warnings:

BOY LOVE! SHOUNEN-AI! OC! Time travel! MPREG! Mudah-mudahan gak OOC, semoga gak ada typo(s), versi lain dari 'You are My Rival or My Love?' (wajar kalo abal…), gajeness, garingness, nistaness, anehness, dll-ness.

YOU'RE ANTI FUJOSHI? YOU DISLIKE SHOUNEN-AI or BOY LOVE?

PLEASE, GET OUT FROM HERE! DON'T READ, OKE? ;)

.

HAPPY READING IF YOU'RE LIKE SHOUNEN-AI! XD


"Tu-tunggu dulu! Aku ini bukan ibumu! Lagipula aku laki-laki tau!" ucap seorang remaja berambut pirang –tentu saja dia adalah Naruto— sambil berusaha untuk melepaskan pelukan dari sang bocah berambut pirang yang rupanya sangat mirip dengan dirinya.

Anak itu memandang Naruto dengan mata berkaca-kaca. Perasaan Naruto mulai tak enak…

"HUWEEEEEE! KAASAN TAK MAU MENGAKUI KU SEBAGAI ANAKNYA! HUWEEEE!" tangis bocah itu pun akhirnya meledak. Entah karena apa, Naruto mulai jadi panik. Dia tak tahu harus berkata apa lagi. Berpikir sejenak…

"I-iya… Ma-maafkan kaasan…" dengan sangat terpaksa, akhirnya Naruto mengucapkan kata-kata itu. Bocah tersebut kemudian mendongak dan menatap Naruto.

"Hehehehe…" cengirnya dengan wajah tak berdosa.

'Sial! Aku tertipu!' kata Naruto dalam hati. Entah kenapa dia ingin marah, tapi tak tega. Yah… Setidaknya ada kabar baik, Naruto. Anak itu sudah tidak mengangis lagi. Tapi kabarnya buruknya, kau telah tertipu oleh anak kecil. Mungkin julukan dobe memang patut bersanding dengan nama mu, Naruto.

"Oi, dobe." panggil Sasuke.

"Aku bukan 'dobe', teme!" balas Naruto ketus.

"Ck, teserah apa katamu, dobe." balas Sasuke cuek. Bikin Naruto jadi naik darah.

"Teme! Sudah berapa kali kubilang, namaku bukan 'd-o-b-e'!" balas Naruto udah mulai memuncak.

"Hn,"

'Menyebalkan!' maki Naruto dalam hati.

Sedangkan chibi Naruto itu hanya menatap pertengkaran Naruto dan Sasuke dengan muka memerah. 'Romantis…' pikirnya dalam hati. Entah apa yang menyebabkannya dapat berpikir seperti itu… Hah… Yare-yare…

"Dobe." panggil Sasuke sekali lagi. Tapi tak dihiraukan oleh pemuda berambut pirang tersebut. "Ck, hei usuratonkachi." panggil Sasuke agak lebih kencang.

Dahi Naruto berkedut.

"Kau mau apa sih, teme!"

"Aku hanya ingin bertanya, baka dobe." ucap Sasuke.

"Apa!"

"Siapa pria yang menghamili mu?" kata Sasuke dengan wajah datar.

'TWICH!' dahi Naruto berkedut satu.

'TWICH! TWICH!' berkedut dua…

Hening…

"AKU LAKI-LAKI, TEME!" teriak Naruto sambil beranjak berdiri. Entah kenapa hari ini adalah hari sialnya. Bertemu dengan dua anak yang mirip dengannya dan Sasuke saja sudah aneh. Apalagi kalau mereka tiba-tiba saja jatuh dari atas dan menimpa kepala mu hingga benjol.

"Hn? Aku tidak yakin kalau itu laki-laki tulen, dobe." ucap Sasuke dengan tampang mengejek. Cukup untuk membuat si rambut pirang tersebut naik darah lagi.

"Enak saja! Aku laki-laki tulen, teme!" balas Naruto tak terima.

"Aku meragukan, dobe." kata Sasuke lagi. Tak terlepas dengan senyum mengejek.

Karen merasa daritadi diabaikan. Chibi Sasuke itu perlahan berjalan mendekati Sasuke yang masih duduk bersandarkan pada pohon maple dibelakangnya. Dia mendekat dan duduk dipangkuan Sasuke.

"Mau apa kau?" kata Sasuke ketus.

"Tousan…" gumam anak itu, tak lama kemudian ia sudah tertidur dibawa oleh buaian sang mimpi.

"EEEEH! T-tousan…?" Naruto memkik kaget. "Te-teme… Ga-gadis mana yang kau hamili…?" tanya Naruto agak terbata-bata karena kaget.

"Kaasan! Kami ini kembar!" kata chibi Naruto sambil menunjuk chibi Sasuke yang sudah tertidur dipangkuan Sasuke.

"EEEHH! Kembar…?" lagi-lagi Naruto memekik kaget. 'Kembar? Tidak mirip…' katanya dalam hati. Sweatdrop.

"Yosh! Kami kembar dattebayo!" seru anak itu dengan penuh semangat. Entah karena apa, hanya Kami-sama yang tahu.

"Oh… Karena kau memanggilku 'kaasan', dan dia memanggil teme 'tousan'… Berarti gadis yang dihamili teme itu aku ya…?" tanya Naruto polos sambil menunjuk dirinya sendiri.

"Yosh! Itu betul dattebayo!" seru chibi Naruto sambil mengangkat tangannya tinggi-tinggi.

Sedangkan Kyuubi hanya bisa mendengus melihat kelakuan duo majikannya ini. Begitu juga Sasuke. 'Dasar bodoh…' pikirnya dalam hati.

"Yosh! Sekarang aku mengerti dattebayo!" seru Naruto ikutan penuh semangat.

'Julukan 'dobe' memang cocok bersanding dengan mu, dasar idiot…' kata Sasuke dalam hati. Dan tentunya tak disadari oleh yang bersangkutan.

"Ngomong-ngomong… Nama kalian siapa?" tanya Naruto sambil jongkok. Bermaksud menyamakan tingginya dengan anak pirang yang ada didepannya.

"Namaku Naru! Sedangkan nama nii adalah Sasu!" jawabnya riang. "Sedangkan ini peliharan yang kubuat dengan sihirku, Kyuubi!" jawabnya lagi masih dengan penuh semangat. Benar-benar mirip dengan Naruto.

"Nama aneh. Memangnya siapa sih orang bodoh yang memberi nama kalian seperti itu." ucap Sasuke diikuti dengan sebuah jari telunjuk yang mengarah ke dirinya. "Tsk," dengus Sasuke.

"Jadi… Kau bisa sihir?" tanya Naruto penasaran.

"Tentu! Lihat sihirku! Akan kubuat Kyuubi bisa melayang!" ucapnya lalu beralih menghadap Kyuubi.

"Uenit bomb!"

Ucap Naru sambil mengarahkan tangannya ke Kyuubi. Tiba-tiba sebuah cahaya muncul diatas Kyuubi. Tetapi, bukannya melayang ataupun terbang, yang ada malah muncul sebuah bom diatas kepala Kyuubi. Dan…

'DUAR!'

Bom itu meledak bersama Kyuubi…

Dalam sekejap, tempat Kyuubi berdiri sudah dipenuhi oleh kepulan asap bewarna hitam. Tak lama kemudian muncul siluet seekor rubah dari dalam asap tersebut. Dan yah… pasti readers udah apa yang terjadi dengan Kyuubi sekarang.

Ya… Bulu yang tadinya bewarna oranye kemerah-merahan, kini berubah menjadi hitam gosong. Kyuubi menatap tajam kearah sang majikan.

"Hehe… Sepertinya salah mantra ya…" ucap Naru sambil mundur selangkah.

Kyuubi maju selangkah…

Naru mundur dua langkah…

Kyuubi maju tiga langkah… Dan…

Kyuubi maju menyerang!

"Gyaaaa! Kaasan!" dengan cepat, Naru melompat ke bahu Naruto dan langsung memeluk erat kepala Naruto.

'Ckiiiiit!'

Kyuubi mengerem…

Kyuubi dan Naruto saling pandang.

Kyuubi mundur satu langkah…

Naruto maju dua langkah…

Kyuubi mundur lagi…

Naruto maju lagi…

Hening…

Hening…

"Rubah ini kenapa…?" tanya Naruto sambil menunjuk Kyuubi yang bersembunyi dibelakang semak-semak.

'Heheheheh… Ternyata Kyuubi masih takut dengan kaasan… untung saja ada peristiwa itu… Heheheh… Setidaknya aku selamat.' pikir Naru dalam hati sambil nyengir-nyengir. Sedangkan Naruto hanya menatap bingung kearah Naru.

Dan Kyuubi yang sedang bersembunyi dibalik semak-semak dapat merasakan aura setan dari majikannya itu.

'TENG NONG TENG NONG!'

Terdengarlah suara bel pertanda pergantian jam pelajaran…

"Dobe, sebaiknya kita kembali ke kelas. Kita sudah membolos jam pertama." ujar Sasuke sambil beranjak berdiri, masih menggendong Sasu yang tertidur.

"Ya sudah. Tapi bagaimana dengan mereka?" kata Naruto sambil melirik anak-anak tersebut –termasuk Naru yang sudah tertidur pulas.

"Bawa saja ke kelas. Siapa tahu ada yang mengenali bocah-bocah ini." kata Sasuke sambil berjalan meninggalkan Naruto dan Naru.

"Oi, teme! Tunggu!" akhirnya Naruto pun berlari menyusul Sasuke dengan diikuti Kyuubi dibelakang Naruto.

.

Di koridor sekolah…

"Huf… Anak-anak ini darimana ya, teme?" gumam Naruto sambil melirik Naru yang masih tertidur.

"Hn," balas Sasuke. Tak mau ambil pusing karena dia merasa ini bukan anaknya.

Mereka terus berjalan. Sesampai nya dibelokan menuju kelas Sasuke dan Naruto. Mereka malah bertemu dengan banci berambut panjang yang sangat terobsesi dengan yang namanya ular.

"Hai, Sasu-koi~ Apa kabar~?" ucap pria itu dengan nada genit. Siapa lagi kalau bukan Orochimaru. Dia melirik Sasu dan Naru yang tengah tertidur.

Hening…

Kemudian Orochimaru menatap Sasuke dan Naruto… "Kalian… Sudah punya anak ya…?" tanyanya dengan tampang blo'on.

Muka Naruto memerah. "Bu-bukan! Mereka bukan anak kami!" ucap naruto gugup.

"Bukan? Kalau begitu… Yang ini boleh kuminta?" katanya sambil menunjuk Sasu yang masih tertidur pulas di gendongan Sasuke. "Terima kasih. Aku ingin sekali mempunyai anak (baca: uke)…" kata Orochimaru lagi. Kali ini dia mencoba mengambil Sasu dari gendongan Sasuke.

Merasa ada sesuatu yang aneh di dadanya, segera Sasuke langsung menendang selangkangan Orochimaru dengan keras. Membuat sang 'empunya' meringis kesakitan dan akhirnya jatuh tak sadarkan diri…

"Lho? Kok Orochimaru-sensei tidur?" tanya Naruto dengan muka bingung –gak lihat kejadian barusan soalnya tadi ngeliat Naru yang mengigau.

"Ayo pergi, dobe." ujar Sasuke sambil menarik tangan Naruto.

"Tu-tunggu, teme? Apa tidak sebaiknya kita memindahkan Orochimaru ke ruang UKS?" tanya Naruto lagi dengan wajah polos dan sebuah tanda tanya bersarang diatas kepalanya.

"Tak perlu. Kurasa dia nyaman disitu." jawab Sasuke masih menarik tangan Naruto dan meninggalkan Orochimaru sendirian di koridor sekolah. Sedangkan Kyuubi mengikuti Sasuke dan Naruto dari belakang. Sebentar dia melirik Orochimaru yang terkapar di lantai, tak lama kemudian dia berbalik sambil geleng-geleng kepala.

Tanpa disadari oleh Sasuke dan Naruto, para siswi-siswi yang melihat dari dalam kelas tersebut dan mayoritas adalah fujoshi, tidak mau membuang kesempatan, mereka telah merekam adegan live tersebut. Bahkan beberapa diantaranya harus dibawa ke ruang UKS karena pendarahan di hidung yang ruar binasa hebat dan dasyat.

Yare-yare…


Di kelas VIII-A, kelas Sasuke dan Naruto…

"So, I want you guys doing this page quickly. I only give 1 minute to do." ucap guru bahasa Inggris sambil membaca sebuah buku bersampul oranye yang sangat mencurigakan. Buka bersampul oranye? Sudah pasti itu adalah Icha-Icha Tactics karya Jiraiya. Pembacanya? Sudah pasti orang berambut perak dengan wajah yang selalu ditutupi masker. Siapa lagi kalau bukan Kakashi, wali kelas dari kelas VIII-A.

Sedangkan para murid-murid tersebut hanya diam. Mereka tak tahu harus mengerjakan yang mana karena sang guru saja sedang membaca buku lain.

"Ada apa? Kenapa tidak langsung mengerjakan?" tanya Kakashi sambil memandang murid-muridnya. Tapi tak dihiraukan. Ia pun kembali membaca buku yang daritadi bertengger manis di tangannya.

Sedangkan murid-murid tersebut hanya diam.

"Hm… Ngomong-ngomong, kemana Sasuke dan Naruto?" tanya Kakashi lagi. "Hm… Aku harap mereka tak jadi korban pengurus makan siang itu." katanya lalu kemudian berbalik untuk membaca buku itu lagi.

Ya… terakhir mereka melihat memang saat Naruto dan Sasuke kabur dari kejaran wanita kekar yang membawa wajan dan sudip tersebut. Dan sampai sekarang pun, mereka belum kembali.

'Sreg…'

Munculah dua sosok remaja yang baru saja tadi bicarakan sambil menggendong dua anak yang rupanya sangat mirip dengan mereka…

Hening…

Hening…

"GYAAAAA! PASTI SAAT MEMBOLOS JAM PERTAMA, SASUKE-KUN DAN NARU-CHAN LEMONAN DAN SEKARANG SUDAH PUNYA ANAK! KYAAA!"

Tiba-tiba saja seorang gadis berambut pink pendek berteriak kencang sambil menunjuk Sasu dan Naru yang masih tidur dipelukan Sasuke dan Naruto.

Sedangkan Sasuke yang mengerti maksud gadis tersebut –alias Sakura, langsung menatap tajam kearah Sakura yang sedang nyengar-nyengir aneh ala fujoshi. Yah… Kalau Naruto sih jelas gak ngerti, jadi hanya bisa memiringkan kepalanya tanda tak mngerti.

"Ne, Sakura-chan… Lemonan itu apa?" tanya Naruto sambil menatap bingung kearah Sakura. Ya ampun Naruto, kau itu masih polos ya?

Mendengar pertanyaan polos Naruto, Kakashi hanya bisa berdehem. "Hm… Naruto, lemonan itu adalah—ouch!" kata Kakashi ingin menjelaskan. Tapi sayang, kalimat tersebut belum selesai karena kakinya sudah terlebih dahulu ditendang oleh Sasuke.

"Jangan jelaskan hal semacam itu disini, baka sensei." ucap Sasuke sambil mendeathglare Kakashi.

'Hah… Dasar anak muda.' kata Kakashi dalam hati.

Sedangkan Naruto masih menatap bingung kearah Kakashi.

"Ng~" merasa terganggu, akhirnya Sasu dan Naru membuka matanya perlahan dan memperlihatkan iris mata mereka yang sangat mirip dengan Sasuke dan Naruto.

Naru hanya bisa menatap bingug kearah para siswa-sisiwi tersebut. "Kaasan… Ini dimana?" tanya nya polos ke Naruto sambil mengucek-ngucekkan matanya yang masih agak terasa berat.

Hening…

Masih hening…

"KAASAN!"

Naruto menepuk jidatnya sendiri. Mungkin untuk hari-hari kedepan, bakal bermunculan gossip tentang dirinya dan Sasuke.

Sedangkan Sasuke dan Sasu hanya bergumam…

"Hn,"

Sungguh mirip…


Jam istirahat…

"Oh… Jadi begitu ceritanya." ucap seseorang berambut coklat dengan tato segitiga disetiap belahan pipinya. Tak lain dan tak bukan adalah Inuzuka Kiba.

"Ya… Begitulah." ujar Naruto sambil menghela nafas pelan.

"Tapi aneh, masa bisa ada dua anak muncul secara tiba-tiba dan wajahnya sangat mirip dengan kalian." kata seorang lagi yang berambut coklat panjang dan diikat. Sebut saja Hyuuga Neji.

"Hn," balas Sasuke cuek. Dirinya tak mau ambil pusing.

"Kalau begitu kami akan batu kalian mencari orangtua mereka." kata Neji lagi.

"Mendouksei,"

"Terserah kalian lah…" ujar Naruto pelan. Kepalanya agak terasa pusing.

"Hn,"

Sementara itu, Sasu dan Naru sedang asik bermain suit bersama Kyuubi dikolong meja. Anak-anak yang aneh…


"Oi, teme. Untuk sementara ini, kita rawat saja dulu mereka." kata Naruto kepada Sasuke. Sekarang ini dia sedang menggendong Naru yang juga sedang memeluk Kyuubi.

"Hn," balas Sasuke. Sama seperti Naruto, sekarang ini pun dia sedang menggendong Sasu.

Setelah lama berjalan, akhirnya mereka pun tiba di rumah masing-masing. Jika dilihat, sebenarnya rumah Sasuke dan Naruto itu bersebelahan. Intinya, mereka itu bertetangga.

Hal ini dikarenakan karena orang tua Sasuke dan Naruto adalah teman sejak kecil. Tapi sayangnya, karena urusan pekerjaan, keluarga Uchiha itu sempat tinggal di luar negeri selama sekitar 11 tahun. Dan satu tahun yang lalu, keluarga Uchiha kembali ke Jepang dan menetap di rumah kosong sebelah rumah Namikaze.

Naruto bertemu dengan Sasuke sekitar satu tahun yang lalu. Dan saat itu pula, hubungan mereka tidak baik. Selalu saja bertengkar. Bahkan disekolah pun mereka selalu bertengkar.

.

Sasuke dan Naruto pun masuk kedalam rumah sambil membawa anak tersebut. Naruto membawa Naru, dan Sasuke membawa Sasu.

Di rumah Naruto…

"Tadaima…" ujar Naruto pelan sambil melepas sepatunya. "Naru, mulai sekarang kau akan tinggal disini." katanya pelan kepada Naru.

"Ha'i, kaasan!" jawab Naru riang. Sepertinya dia sangat senang.

Dari belakang, muncul seorang wanita berambut merah. "Naruto, kau sudah pu—GYAAAA! ANAK SIAPA ITU!"

Naruto menghela nafas, spertinya, hari kedepan akan jadi sulit.

.

.

.

"Oh… Jadi kau menemukan anak ini jatuh dari atas pohon?" ujar Kushina sambil mengangguk-ngangguk paham.

"Iya…" Naruto hanya menunduk, meratapi nasib barunya.

"Cuih! Tinggal dibuang saja loe repot!" balas seorang berambut Kuning kemerah-merahan. Siapa lagi kalau bukan Kyuubi, kakak Naruto paling sadis dan kejam.

"Tak gampang tau! Lagipula mana mungkin aku membuang anak ini tiba-tiba!" balas Naruto tak terima. Pinginnya sih memang ditinggalkan saja, tapi entah kenapa Naruto merasa tak enak jika membuang anak ini begitu saja. Ada perasaan aneh yang menghantuinya.

"Ya sudah Naruto. Kau tak perlu mempedulikan kata-kata setan ini." ujar Gaara sambil tersenyum ramah.

"Arigatou, Gaara… Seandainya saja kau yang jadi kakakku." balas Naruto dengan wajah berkaca-kaca.

"Cuh!" dengus Kyuubi. Muak melihat pemandangan mengharukan seperti ini.

Sedangkan Naru sedang asik berbincang-bincang dengan Kyuubi.

"Ne, Kyuubi! Ayo sekarang latihan berdiri!" kata seorang bocah berambut pirang sambil tertawa riang.

Kyuubi menoleh ke bocah tersebut. "Heh, bocah! Apa maksud loe nyuruh gue latihan berdiri hah?" kata Kyuubi ketus.

Naru menoleh. "Eh? Kyuubi-jichan?" katanya sambil menatap Kyuubi dengan wajah polosnya. Tak merasakan hawa kemarahan Kyuubi.

"Heh! Gue tanya, apa maksud loe nyuruh gue berdiri, hah?" kata Kyuubi lagi.

"Eh? Memangnya Naru menyuruh jichan untuk berdiri? Naru sedang melatih rubah Naru untuk berdiri kok! Nih! rubah Naru! Namanya Kyuubi! Lihat, mirip jichan kan?" kata Naru sambil menyondongkan Kyuubi (rubah) ke depan Kyuubi (human).

"Elo… Beraninya loe nyamain nama gue dengan rubah buluk punya loe!" balas Kyuubi udah siap mau mukul Naru. Tapi sayang, tindakanya tersebut sudah terlanjur dihentikan oleh Kushina.

"Kyuubi-chan… Kalau kau bisa menyakiti anak kecil, kaasan juga bisa kok menghajar mu sekuat tenaga~" ujar Kushina sambil tersenyum ramah. Tapi sayang, dibalik senyuman itu, tersimpan hawa yang menakutkan. DA hal itu berhasil ngebuat Kyuubi tunduk dan langsung diam. Sedangkan Minato cuma menggelengkan kepalanya, udah biasa dengan pemandangan tersebut.

"Oh ya, nak… Namamu siapa?" tanya Kushina lembut.

"Namaku Naru dattebayo! Sedangkan ini rubah ku, Kyuubi!" jawab Naru sambil nyengir. Masih gak nyadar dengan hawa kemarahan Kyuubi (human). "Dan ini…" katanya lagi sambil menunjuk Naruto.

"MY LOVELY KAASAN!"

Teriaknya riang.

"EEEEEEH! KAASAN!"


Sementara itu di rumah Sasuke…

"Uwaaa, manisnya!" teriak seorang wanita berambut hitam sambil memeluk Sasu erat. Uchiha Mikoto.

"Hn,"

"Hm, otoutou? Anak ini kau dapat darimana?" tanya seorang pemuda keriputan berusia sekitar 19 tahun. Uchiha Itachi.

"Hn," balas Sasuke. Sedangkan Fugaku sedang asik membaca koran.

"Ck, otoutou. Jawablah dengan benar. Siapa anak yang mirip denganmu ini?" tanya Itachi sekali lagi.

"Hn,"

"Sasuke… Coba jelaskan anak ini, kaasan ingin tau darimana anak ini." kali Mikoto yang berkata. Masih memeluk Sasu.

"Hn,"

"Sasuke… Jangan-jangan…" ucap Itachi agak menggantung. "Anak ini…" katanya lagi masih menggantung. "Anak dari kekasih mu ya?"

'JLEB!'

"Bukan, baka aniki! Aku tak akan sudi menghamili Naruto si dobe itu tau!" teriak Sasuke.

Semuanya tercengang. Termasuk Fugaku sekalipun yang sedang asik membaca korannya.

Sasuke langsung menepuk jidatnya. Tak disangka dia akan berkata seperti itu. Dengan berteriak pula.

Sementara itu Sasu, dia hanya tersenyum senang dibalik pelukan Mikoto. Tak disangkanya bisa bertemu ayah dan ibunya di masa lalu. Mungkin, untuk selanjutnya, dia akan merasa senang bersama ayah dan ibunya. Mungkin begitu juga dengan Naru.

.

.

.

Bersambung~ XD

Omake

"Ngomong-ngomong… Nama kalian siapa?" tanya Naruto sambil jongkok. Bermaksud menyamakan tingginya dengan anak pirang yang ada didepannya.

"Namaku Naru! Sedangkan nama nii adalah Sasu!" jawabnya riang. "Sedangkan ini peliharan yang kubuat dengan sihirku, Kyuubi!" jawabnya lagi masih dengan penuh semangat. Benar-benar mirip dengan Naruto.

"Nama aneh. Memangnya siapa sih orang bodoh yang memberi nama kalian seperti i-"

"GYAAAAAA!"

Tiba-tiba terdengar teriakan kencang nan memilukan (?) dari belakang pohon maple tersebut.

Sasuke dan Naruto langsung mengintip kebelakang pohon dan mendapati seorang gadis berambut hitam panjang dan mata bewarna hitam sedang memegang lengannya yang digigit oleh Kyuubi.

"Hn, benar juga. Dia kan authornya. Berarti dia adalah orang bodoh yang memberi nama ke anak-anak ini." kata Sasuke pelan sambil tersenyum mengejek melihat author yang lengannya digigit Kyuubi.

"Jadi... Nih author itu orang bodoh ya?" tanya Naruto dengan tatapan bingung.

"Enak aja! Aku bukan orang bodoh tau!" balas author terus langsung pergi entah kenapa.

END OF GAJE OMAKE


Kagu: Fiuh... Chap dua apdet. Gimana Fi? Mirip gak dengan punya mu? Semoga aja enggak deh... Sebenernya sih ada alasan lain kenapa aku ngepublish fic ini terlebih dahulu. Dan untuk Misyel, gomen, amnesia ku kumat lagi. Jadi... aku lupa kelanjutan fic ku yang 'You are My Rival or My Love ?' Hehe... *nyengir dengan tampang gak berdosa*

Sasuke: Kasihan tuh orang. Udah minta apdet, jawabannya malah gitu.

Naruto: Bener tuh...

Kagu: Ye! Jangan salahin aku dong! Namanya juga amnesia! Mau gimana lagi? Tapi kalo udah inget, ntar kupublish deh. Yang 'Kokoro' juga lupa-lupa inget. 'Black Angel and White Demon' juga pernah kayak gini, tapi karena aku punya cacatannya, jadi aku bisa inget lagi. Tapi kalo yang 'You are My Rival or My Love', aku gak punya cacatannya, jadi harap sabar dulu ya, Misyel... Hehe... *hajared*

Tapi ini bukan sepenuhnya salahku ya~ Salahin aja sekolah yang ngasih PM (pendalam materi) sebulan full. Aku kan jadi lupa. Hehehehe... *alesan*

Makasih ya yang udah ngereview. Thanks! Sesuai kata-kata ku dichap lalu, ini versi abal yang lain dari 'You are My Rival or My Love ?', jadi harap maklum kalo tingkat kegajean nya gak jauh beda ama yang itu. Hehe... *bunuhed*


Balesan review untuk yang anonymous:


Miyu-chan chooki:

Kagu: Ini udah apdet kok! *itu pun karena aku lupa kelanjutan fic ku yang lain* *bunuhed*


Mirasaki YUU:

Kagu: Udah apdet! Dan kayaknya lebih panjag dari chap lalu deh. Mungkin... *hajared*


Hikari:

Kagu: Ini udah apdet! Hehe! :)


:

Kagu: Yeah! I love MPREG too! XD Tapi sayang, jarang ada fic MPREG... :'(


Tsukishiro Ushagi:

Kagu: Thanks reviewnya! :)


nachan:

Kagu: Ini udah apdet... :)


sierra:

Kagu: Salam kenal! Makasih udah mau review! :)


Orang Naru:

Kagu: Arigatou udah mau review fic ini... :) Gomen, muda-mudahan sih gak sama.


Kagu: Makasih semua yang udah mau review... Thanks to all. Anu... Gomen ya, Misyel... Jangan bunuh aku ya? Ja nee~ XD

.

.

.

Review, please...? :3