Author : Mungkin cerita yang author buat kali ini agak sedikit kompleks (tapi gak sampe ribet sih), berhubungan dengan masa lalu Naruto dan Sasuke. Di cerita ini, menceritakan kehidupan Naruto dan Sasuke setelah melewati fase masa lalu. Di masa lalu Naruto memang iblis, tapi ada sesuatu yang membuatnya menjadi seorang angels. Di chapt ini belum ada Sasuke. Thanks yang udah baca dan juga yang reviews. Enjoy this chapt.

Warning : T rate, transgender. Romance/Tragedy.

Pairing : SasukeXNaruto/Slight FemNarutoxSasuke.

Disclaimer : Ceritanya sih punya author, tapi tokoh-tokohnya milik Masashi Kishimoto.


Angel Of Tears

Chapter 1

(The Angels)

.

.

Naruto Dream

"Berjanjilah padaku untuk selalu mencintaiku … " tampak ada sosok pemuda berdiri di tengah hutan bersama dengan seorang gadis, pemuda itu memiliki sayap yang indah.

"Aku berjanji untuk selalu mencintaimu sampai kapanpun … " jawab sang gadis sambil meraih kedua tangan pemuda tersebut.

"Jangan lupakan aku … "

"Aku tak akan melupakanmu …"

"Berjanjilah … Berjanjilah untuk mencariku kalau kita terpisah … "

"Aku pasti akan mencarimu … Meskipun dikehidupan ini kita tak dapat bertemu, tapi … Dikehidupan yang akan datang aku akan mencari dan menemukanmu … " tampak sang gadis mulai sedikit terisak dan membelai wajah sang pemuda tersebut.

Mereka berdua saling mencintai, yang mereka inginkan hanyalah bisa bersama selamanya, tapi mengapa banyak pihak yang memisahkan mereka? Pertanyaan itu terus berputar diotak keduanya. Apa salah mereka sehingga mereka diburu seperti ini?.

"Mereka sudah datang … Pergilah!" kata sang pemuda memaksa sang gadis untuk pergi.

"Kumohon … tetaplah hidup!" sang gadis terpaksa meninggalkan sang pemuda. Dia berlari sepanjang jalan setapak. Tangisnya pecah dikegelapan hutan. Pemuda yang dia cintai adalah ras angel, dan kejadian ini terjadi karena keduanya bertemu dan timbul perasaan cinta. Dia berharap agar kekasihnya selamat. Tapi sayang, kekasihnya tewas terbunuh.

"Berhenti sampai disana kau iblis! Kami akan menangkapmu!" teriak salah seorang malaikat yang memiliki rambut putih panjang, dia menaiki seekor kodok raksasa sebagai tunggangannya.

"Kami tak akan membiarkanmu lolos iblis!" sambung seorang angels yang berdiri di atas ular raksasa.

"Sudah cukup kerusakan yang kau perbuat, sekarang ikut kami!" kata seorang malaikat lainnya yang menaiki siput sebagai kendaraannya.

"Aku tak akan membiarkan kalian menangkapku, karena aku sudah berjanji!" teriak sang gadis yang disebut-sebut sebagai iblis.

End of dream.

.

.

"Hey, kau tertidur lagi Naruto?" seorang pemuda berambut coklat dengan tattoo segitiga merah diwajahnya menepuk pundak seorang pemuda lain yang bernama Naruto tersebut.

"Ah, iya sepertinya begitu … " jawab Naruto sambil menggaruk-garuk kepalanya dan setengah menguap.

"Kalian berdua mau ikut kami berburu di hutan?" salah seorang anak laki-laki berambut merah bata meneriaki keduanya dari kejauhan.

"Aku tidak ikut Gaara!" jawab Naruto cepat yang sepertinya sedang malas.

"Aku juga tidak!" sahut yang satunya lagi.

"Oh, ya sudah! Aku pergi dulu!" kata pemuda bernama Gaara tersebut.

.

"Kau kenapa Naruto? Sepertinya kau tidak bersemangat?" .

"Iya, aku hanya bosan Kiba" jawab Naruto kepada Kiba, sambil kembali menyenderkan tubuhnya disebuah pohon.

"Kalau kau bosan kenapa tadi kau tidak Gaara saja!" Kiba benar-benar tidak habis pikir dengan tingkah temannya yang satu ini.

"Bukan itu yang kumaksud, aku mau pergi ke dunia manusia!" balas Naruto yang langsung dibekap sama Kiba agar tak terdengar yang lain.

"Kau itu bodoh ya! Pelankan suaramu!" bisik Kiba ke telinga Naruto.

"Memang kenapa sih?" tanya Naruto pura-pura tidak tau, dia tau alasan Kiba menyuruhnya diam.

"Aku kan sudah bilang berapa kali padamu. Kita ras angels dilarang ke dunia manusia, kecuali sudah mendapatkan ijin dari para tetua disini! Lagipula kita juga tak bisa menyelinap keluar, dinding dimensi itu sudah diberi segel khusus!" kata Kiba kembali menerangkan celotehnya yang hampir tiap hari mampir ke telinga Naruto.

"Iya-iya aku tau! Kau ini cerewet sekali seperti perempuan!" balas Naruto setengah meledek sahabatnya yang satu ini.

"Mau kemana kau?" tanya Kiba melihat Naruto berdiri sambil membersihkan dedaunan yang menempel dibajunya.

"Aku mau jalan-jalan saja" jawab Naruto yang dengan seenaknya pergi meninggalkan Kiba.

'Aku harus memberitahu Tsunade-sama tentang hal ini … ' pikir Kiba dalam hati yang sepertinya mencemaskan Naruto, jangan sampai anak itu nekad dan pergi sembarangan ke dunia manusia, hal itu bisa membuatnya kena masalah besar.

~o0o~

.

"Selamat pagi Neji-san" sapa Naruto begitu melihat Neji dan Hinata yang sedang berjalan sambil mengobrol.

"Oh, selamat pagi Naruto" balas Neji dengan senyuman ramah.

"Pa-pagi Naruto-kun!" kata Hinata setengah tergugup dan menyembunyikan dirinya di belakang Neji.

"Mau ikut bergabung Naruto? Kami berniat untuk mencari apel" kata Neji menawarkan Naruto pergi bersama mereka.

"Tidak … Oh, ya Neji-san … Apa aku boleh menanyakan sesuatu?" Naruto walaupun sedikit ragu akhirnya mencoba memberanikan diri bertanya pada Neji, karena yang dia tau, seniornya yang satu ini pernah pergi ke dunia manusia.

"Kau mau tanya apa Naruto?" Neji sepertinya tertarik dengan pertanyaan yang akan ditanyakan Naruto.

"Neji-san … Kudengar, kau pernah pergi ke dunia manusia … Aku hanya ingin tau, disana itu seperti apa?" Naruto bertanya dengan rasa penuh keingintahuan yang besar dan hal itu tampak jelas dari sorot mata Naruto.

"Yah … Bagaimana yah menceritakannya, mungkin lebih baik kau pergi sendiri mencari tau. Tapi ingat ya, kau harus pergi dengan ijin dari para tetua!". Jawab Neji sambil memperingatkan Naruto untuk tak sembarangan, jangan sampai kejadian tempo hari dimana Naruto terluka akibat mencoba menabrak dinding pembatas terulang kembali.

"Ah, kenapa tak ada yang mau menceritakannya kepadaku sih!" gerutu Naruto kesal sambil menggembungkan pipinya.

"Hahaha … Lebih baik kau tidak usah tau Naruto, lagipula dunia kita jauh lebih menyenangkan daripada dunia manusia!" kata Neji sambil mencubit gemas pipi Naruto.

"Ya, sudah kalau Neji-san tak mau memberitahu! Akan ku cari tau sendiri!" kata Naruto yang kesal malah dicubit dan pergi dari Neji dan Hinata.

"Neji-san … Apa tidak apa-apa membiarkan Naruto?" tanya Hinata yang mencemaskan Naruto.

"Kurasa tidak apa-apa ... Naruto tidak akan berbuat nekad, jadi kau tenang saja" kata Neji sambil mengelus kepala Hinata agar gadis itu tenang.


"Jadi itu yang dikatakan Naruto?" terlihat seorang wanita cantik sedang memasang wajah serius, dia sedang berbicara dengan Kiba.

"Benar Tsunade-sama … Bukankah kita harus merahasiakan semuanya dari Naruto? Jangan sampai Naruto … " balas Kiba yang ternyata dia benar-benar pergi membicarakan hal ini pada Tsunade-sama.

"Aku sudah tau maksudmu Kiba" jawab Tsunade memotong kalimat yang akan diucapkan Kiba berikutnya.

"Lalu, apa yang harus kita lakukan untuk mencegah pergi ke dunia manusia? Aku takut bila dibiarkan dia akan bertindak nekad!" tanya Kiba meminta pendapat.

"Kelihatannya kau benar-benar khawatir pada anak itu ya, Kiba" seorang angel lain masuk, dia memiliki perawakan tubuh tinggi dan tegap, serta rambut berwarna putih yang panjang.

"Jiraiya-sama! Tentu saja aku khawatir, biar bagaimanapun kami sudah berteman sejak kecil … Dan aku sudah menganggap dia sebagai sahabatku!" jawab Kiba dengan tulus dan jujur.

"Begini saja, aku punya ide. Aku akan meletakkan cermin dimensi di tengah kota, jadi kapanpun Naruto bisa melihat kedalam dunia manusia" kata Jiraiya segera tanggap dengan permasalahan yang ada.

"Apa kau yakin cara itu bisa berhasil Jiraiya? Jangan-jangan nanti anak itu malah semakin penasaran" Tsunade tampaknya ragu dengan ide dari Jiraiya.

"Tak ada salahnya dicoba dulu. Lagipula kita tak bisa menyembunyikan dunia itu selamanya dari Naruto kan?".

"Hmph … Terserah kau sajalah" akhirnya Tsunade mengalah dan ikut menyetujui ide Jiraiya.

"Ayo bantu aku Kiba" Jiraiya mengajak Kiba untuk membantunya membawa cermin dimensi miliknya, yang ukurannya lumayan besar.


"Hey, Naruto ayo cepat kemari!" Kiba berteriak setelah melihat sahabatnya muncul dari ujung jalan.

"Ada apa ramai-ramai begini Kiba?" tanya Naruto penasaran melihat kerumunan para angels di tengah kota, apa ada karnaval atau festival?.

"Ayo liat saja, kau pasti terkejut!" Kiba dengan cepat menarik Naruto dan memasuki kerumunan.

.

"Wah apa ini?" tanya Naruto dengan takjub begitu melihat cermin raksasa.

"Heiheihei … Ini cermin dimensi punyaku Naruto! Dengan cermin ini kau bisa melihat dunia manusia yang selalu membuatmu penasaran!" kata Jiraiya sambil mengelus kaca cermin yang bening seperti Kristal tersebut.

"Be-benarkah Jiraiya-sama?" hampir para angels yang berkerumun itu bertanya serempak.

"Benar sekali!" jawab Jiraiya sambil memasang wajah misterius, membuat para angels muda itu semakin ingin tahu termasuk Naruto yang terus-menerus memandangi cermin tersebut.

"Bagaimana cara kerjanya Jiraiya-sama?" tanya Naruto antusias dan bersemangat.

"Mudah saja, aku tinggal membuka segel dicermin ini … " jawab Jiraiya yang kemudian tangannya seperti membentuk suatu kuda-kuda. "Dan kau bisa melihat dunia manusia!" sambungnya lagi sambil memperlihatkan pemandangan yang ada di dalam cermin tersebut.

"Jadi ini dunia manusia … " Naruto terpesona dengan pemandangan diluar yang dipantulkan cermin tersebut.

'Satu masalah selesai sudah, kuharap Naruto bisa puas' batin Jiraiya senang melihat Naruto sepertinya sangat puas dapat melihat ke dalam dunia manusia walaupun hanya melalui cermin. "Nah, aku permisi dulu. Kalian selamat bersenang-senang!" Jiraiya kemudian pergi menghilang.

TBC ...


Next : Naruto akan bertemu dengan gadis cantik dari dunia manusia! Siapa gadis itu?

Itachi : Pastinya gue!

Author : Bukan! Emangnya elo cewek?

Itachi : Kadang iya ... Kadang gak ... Setengah-setengah gimana?

Author : Dasar gendeng! Minggat lo! *Nembak Itachi pake bazooka ampe mental*.

Yosh! Arigatou buat reviewsnya minna, semoga cerita chapt ini berkenan.

.

.

HAPPY READ ^^V.