Chapter 2
.
.
.
Pria tampan itu keluar dari dalam Audi hitam dengan senyum kecil pada bibirnya. Alih-alih meraih tas kerjanya, dia justru malah meraih seekor siberian husky yang tampak seperti boneka anjing kecil yang sejak tadi tertidur di atas kursi penumpang mobilnya.
"Yunho pasti akan senang melihatnya.." kata pria tampan itu seraya melebarkan senyumnya hingga membuat sepasang mata sipit miliknya terlihat seperti terpejam.
Memang sudah hampir seminggu putra tunggalnya terlihat sedih dan murung karena gagal menemukan anak anjing yang sudah mencuri kepolosan hatinya. Jung Raesuk yang tidak tega melihat wajah Yunho merengut setiap hari, terpaksa menyuruh suaminya untuk membelikan Yunho seekor anak anjing sebagai pengganti si putih.
"Aku tidak tahu jenis anjing apa yang Yunho lihat kemarin. Tapi semoga saja dia menyukaimu," ucap pria tampan yang ternyata adalah appanya Yunho kecil kita itu.
Setelah memasuki rumah dan tidak menemukan keberadaan istri dan anaknya, Moosuk bergegas menuju ruang keluarga dimana terdengar suara tawa istrinya yang sedang menonton drama komedi.
"Aku pulang..."
Ucapan Moosuk menghentikan tawa Raesuk. Wanita itu segera bangkit dari duduknya dan menghampiri sang suami bermaksud menyambutnya pulang. Saat tersisa satu langkah jarak mereka, mulut Raesuk membulat melihat makhluk berbulu yang sedang digendong suaminya.
"Apa itu yeobo?"
"Oh, aku berniat memberikannya pada Yunho agar dia tidak bersedih lagi. Diamana dia sekarang?"
"Dia sedang mandi bersama bibi Hwang. Kurasa sebentar lagi juga mereka selesai. Astaga... lucu sekali anjing itu." Maka tak butuh waktu lama untuk makhluk berbulu itu berpindah tempat dalam gendongan sang nyonya rumah.
..
..
..
Dua bulan kemudian
"Pik.."
Guk!
"Pik sekalang pintal ya. Pik sudah mau main sama Joongie, Pik juga selalu nulut tiap kali Joongie belali telus Joongie suluh Pik buat mengejal Joongie.." kedua tangan gemuk milik Joongie mengelus-elus bulu Vick dengan penuh sayang. Membuat ayahnya yang sedang duduk sambil membaca koran di halaman rumah mereka terkekeh kecil.
"Appa?"
"Ne, Jaejoongie.."
"Joongie mau tanya boleh?"
Appa Jaejoong mengangguk. Sebenarnya dia tidak tahan untuk mencubit pipi Jaejoong ketika melihat mimik menggemaskan wajah anaknya yang sedang dalam suasana hati gembira seperti saat ini.
"Memangnya Joongie mau tanya apa?"
"Begini appa, Pik kan sudah lama tinggal di lumah kita. Apa Pik tidak kesepian kalena tidak punya teman di sini? Joongie takut Pik akan sedih kalena tidak bisa beltemu dengan temannya. Bagaimana kalo kita mencali teman buat Pik, appa?"
Bocah cilik itu mengeluarkan jurus tatapan anak kucing yang menjadi andalannya. Membuat appanya sudah dipastikan tidak akan berkata tidak untuknya.
"Baiklah Jaejoongie, besok appa antar Joongie dan eomma pergi ke salon anjing. Bulu-bulu Vick sudah cukup panjang dan akan lebih bagus jika dipangkas sedikit saja. Di sana Joongie akan melihat banyak sekali teman-teman Vick.."
"Selius appa? Sungguh?"
"Tentu saja.."
Jaejoong memekik senang. Ia mengusel-uselkan pipi kanannya pada bulu-bulu lebat milik Vick. "Kau dengal itu Pik? Besok kita akan beltemu teman-temanmu. Hehehehe..."
..
..
..
"Eomma, kenapa Taepoong dibawa kesini?"
"Karena seperti eomma, Taepoong juga harus pergi ke salon selama sebulan sekali, hahaha.."
Yunho kebingungan mendengar jawaban ngawur dari ibunya.
"Sayang sekali Taepoong adalah anjing jantan, kalau betina aku sudah dari kemarin ingin sekali menyuruh petugas salon agar mengeriting bulunya. Aigo... pasti lucu sekali jika anak anjingmu dipakaikan jepitan bulu Yunho yah.."
Karena semakin tidak mengerti, Yunho jadi menganggap lalu omongan ibunya. Sepasang mata sipitnya melirik kesana kemari. Ia tersenyum saat melihat banyak sekali anjing-anjing lucu yang berada di dalam kandang di ruangan ini. Namun senyumnya lenyap saat tidak sengaja dia melihat seorang anak lelaki kecil seumuran dengannya tengah memasuki pintu masuk salon sambil menggendong buntalan berbulu putih yang rasanya sudah tidak asing lagi di matanya.
"Lasanya Uno sepelti meliat si putih deh," gumamnya. "Tapi mungkin saja itu cuma milip.." pikirnya kemudian.
Tetapi Yunho terus saja mengamati anak anjing yang sedang digendong bocah itu. Dia jadi penasaran sendiri, maka dengan langkah kecil-kecil kakinya berjalan mendekati si bocah tersebut yang saat ini sedang berbicara dengan anjingnya.
"Pik, lihat... disini banyak sekali teman-teman Pik kan? Meleka lucu-lucu sekali yah? Kalo aja Joongie boleh, Joongie ingin sekali memelihala meleka semua. Hihihi... tapi kata appa, meleka semua yang belada disini sudah ada pemiliknya. Jadi joongie tidak boleh membawanya pulang ke lumah belsama kita," cerocos Jaejoong tanpa tahu jika ada orang lain yang mendengar omongannya.
"Oh iya Pik, Joongie dengal tadi kata nuna-nuna cantik disini kalo anjing-anjing yang sudah belsih dan lapi boleh memakai aksesolis. Hehehehe Joongie ingin sekali Pik memakai jepitan belwana melah yang nuna-nuna cantik pajang disana.."
"Tapi Vick adalah anjing jantan, Joongie sayang..." Kang Haneul mencolek punggung mungil Jaejoong dengan telunjuknya. "Sini berikan Vick pada eomma. Eomma akan bilang sama petugas untuk memangkas bulunya."
"Memang kalo anjing jantan tidak boleh pakai jepitan ya eomma? Kok bisa gitu?"
Haneul tertawa. "Joongie sendiri bagaimana? Joongie kan anak laki-laki. Apa Joongie mau memakai jepitan rambut?"
"..."
"Tidak mau kan?" Jaejoong menggeleng.
"Joongie memang tidak mau pakai jepitan lambut eomma, tapi kan eomma seling menguncil lambut Joongie. Tidak apa-apa deh kalo Pik tidak boleh pake jepitan, bagaimana kalo bulunya Pik dikucil saja sepelti dulu eomma seling menguncil lambut Joongie?"
Kikikan keras dari balik sebuah kandang anjing membuat Jaejoong dan ibunya menoleh ke arah sumber suara tersebut. Di sana, seorang anak lelaki kecil seumuran Jaejoong sedang terkekeh seorang diri.
"Ah, Joongie... lihat kau punya teman sayang.."
"Apa yang dia lakukan disitu eomma? Kenapa dia teltawa sendilian? Apa dia sudah gila?"
Dan sekarang gantian ibunya yang terkekeh. "Hush... jangan bicara seperti itu. Mungkin saja dia tertawa karena dia mendengar apa yang Joongie katakan."
"Memangnya Joongie belkata apa?"
..
..
..
Ngetroll -_-
A/N: ini bukan ff ya ^^)v Cuma ketikan iseng dan ngaco author gara-gara gemes bin mengkel akibat mengasuh bocah lelaki umur tiga tahun anaknya bos XD
