Disclaimer: Hidekazu Himaruya, dan semua pihak yang terlibat termasuk saya (?)

Warning: abalisme, hetero pair, OOC gak ketulungan, serem, de el el. Perasaan yang suka USAViet di sini dikit ya?


Jam 12 malam...

"Maaf Alfred, aku harus segera pergi!"

"Suaramu itu rasanya pernah kudengar..." Gumam Alfred. Tidaak! Suaraku jadi seperti semula! Aku pun segera kabur.

"Hei, nona.. Kau mau ke mana?" Aku nggak peduli sama kata-kata Alfred. Rambutku tiba-tiba berubah.

Aku lari. Nggak tau ke mana, pokoknya asal kabur weh. Nggak kerasa, jam tangan gue jatuh. Padahal itu hadiah dari Norge, yang katanya satu-satunya gak berubah nanti kalo udah jam 12. Mau ngejar, tapi gaun gue udah nyaris berubah jadi Ao Dai. Gue cepet-cepet kabur naek BMW gue yang (untung) belom ngilang. Nggak peduli sama peraturan lalu lintas, gue banting setir aja. Kecepatan 1000 km/jam nggak masalah 'kan?


Nyampe rumah, hilanglah BMW saya, gaun, dan segalanya. Mau minta lagi ke mbah Norge, takutnya dia bakalan dikasih hukuman berat lagi, karena ninggalin penjara. Udah deh, jadi cantik semalam. Aku jadi aku yang dulu. Udah jam 2, Alfred sama Francis belum dateng. Kenapa? Apa karena lusa harus sekolah? Kutunggu aja deh!

"Aku pulang," kata Alfred. Aku segera membukakan pintu. Mukanya kok lesu gitu ya?

"Kenapa, Alf?" Tanyaku.

"Gue ketemu cewek yang bikin gue jatuh cinta pandangan pertama, tapi dia ngilang gitu aja... Dia dansa sama gue, tapi itu cuma sampe jam 12 doang... Itu murid seangkatan dan sesekolah juga 'kan?"

GLEK. Artinya itu gue. Tepatnya lagi, Alfred jatuh cinta sama gue, karena kecantikan gue yang tadi. Bukan fully cinta sama gue. Hah, harus gimana nih, kayaknya cepet ato lambat bakalan ketahuan. Soalnya Alfred kan temen satu atap gue, tuan rumah gue (meski sebenernya itu rumah gue), dan lain-lain.

"Mana gue tau! Gue 'kan gak elo bolehin ikut!"

"Iya juga, ya... Kasian deh lo, padahal kalo bisa gue kenalin elo sama cewek itu. Elo mah beda jauuh bangeet!"

Gue langsung kesel waktu Alfred ngomong gitu. Apa sih! Itu 'kan gue! Tapi mana bisa gue ngomong identitas gue yang sebenernya pemadam kebakaran... eh kamsutnya pembela kebenaran... Bukan! Maksudnya gue itu cewek yang dansa sama dia! Ada juga gue dimarahin abis-abisan karena nggak nurut! Daripada gue tambah naek darah, mending gue alihkan pembicaraan aja.

"Fr-Francis mana?" Tanya gue. Muka Alfred bingung mendadak. "Kok malah nanyain dia?"

"Gue heran aja. Kok dia nggak bareng elo?"

"Francis nginep di rumah Gilbert, tau!" Kata Alfred.

"Bukannya si Gilbert asem itu tunawisma ya?"

"Huahaha! Tepat banget kata-kata elo! Maksud gue sih di rumah Ludwig..."

Tunggu. Kalo gitu, malam ini... Di rumah ini hanya ada gue sama dia, cowok gaje sok pemadam kebakaran-eh maksudnya pembela kebenaran! Mati deh gue, apalagi kalo ketahuan...

"Oh iya, cewek tadi ninggalin kenang-kenangan sama gue."

Kenang-kenangan? Perasaan tadi cuma dansa doang... Eh, weits, artinya kalo gitu gue kehilangan kesempatan gue buat nyikat makanan di sana? Padahal setahu gue di sana ada Bebek Peking, Cheese Fondue, Roast turkey with cranberries sauce, Rendang, Rawon, de el el. Oke, balik lagi ke topik sang anak kelas 8.5(?). Kenang-kenangan apa?

"Jam tangan mahal dengan desain khusus ini..." Kata Alfred mememerkan jam tangan yang dia pakai. Itu kan hadiah dari Norge! Jam tangan yang kelihatannya mahal itu memang mahal. Jam dari kulit buaya, dihiasi taburan kristal dan bingkai jamnya dari emas, namun jam itu cocok dipakai oleh pria maupun wanita. Awalnya gue sih maunya jual jam itu buat negara gue, tapi kenapa ada di tangan Alfred?

"A-anu!" Sela gue."Menurut gue dia nggak akan ngasih kenang-kenangan barang sebagus itu ke elo, jadi pasti itu gak sengaja jatuh!"

"Elo gak dateng kok tau kronologisnya?"

"A-anu, soalnya tadi Mei SMS!"

"Heh? Terus kenapa elo gak tau soal cewek yang dansa sama gue?"

"Lah, gue tau kok..."

"Tapi kenapa elo tadi bilang gak tau?"

"Takutnya elo marahin..."

"Tenang, gue gak akan marahin. Soalnya si mysterious girl itu benar-benar mencuri tempat di hatiku..."

"Hah? Terus Arthur dikemanain?" Tanya gue asal.

"Ke mana? Abis dari pesta Arthur langsung pergi ke rumahnya bareng sama yang lain. Gue juga diajak tapi gue nggak mau karena gue kasian sama elo sendirian di rumah." Ampun! Gue nggeplak kepala saking begonya cowok di depan gue ini. Awalnya gue mau nari hula-hula sambil nangis tapi gak jadi soalnya gue belom belajar nari hula-hula sambil nangis.

"Makasih perhatiannya mas, tapi yang gue tanyain bukan itu..."

"Terus apa?"

"Udah ah! Elo gak ngerti perasaan seorang fujoshi!" Kata gue sembari jalan ke kamar. Kamar gue yang sempit banget, beda sama kamar Francis dan Alfred.


Gue tidur pules saking capeknya (perhatian: ini jam 3 pagi). Tapi sebuah suara membangunkan gue yang sedang enak-enaknya mimpi dicium sama David Archuleta.

"Viet, gue numpang di kamar elo ya..." Kata Alfred. Gue buru-buru bangun. Minta apa nih anak?

"Kenapa Alf?"

"Di kamar gue banyak penampakan... Katanya ada Norge Dora atau siapa gitu, jadi gue ketakutan dan ngungsi ke kamar elo... Boleh ya? Sekalian gue minta maaf sama kelakuan gue kemarin..."

"Gak akan gue maafin sebelum elo bolehin gue maen di kokom tersayang elo."

"Errh, tapi banyak privasinya. Salah-salah elo bocorin kaya si Berwald bocorin itu..."

"Maksut elo WikiL*aks? Nggak akan! Gue cuma nyari gambar rate-M di Gel*piiiip*, buka face*piip*, buka Wik*piip*, sama update blog."

"Ya udah deh, asal elo maafin gue, jadi boleh ya gue tidur sini..."

"Silahkan.. nyem..." Kata gue yang tak memperdulikan sikon (Situasi dan kondisi).

"Met tidur, Viet..." Kata Alfred terus langsung rebah dengan posisi aneh. Tak lama kemudian, gue denger dia ngigau gaje.

"nyem~ Arthur... Tungguin..."

Mungkin dia mimpi waktu dia kecil. Tiba-tiba kesadaran gue jadi zero, dan ketiduran dengan pulasnya. Anehnya, yang keluar di mimpi bukannya game Mortal Kombat atau apa, malah muka Alfred yang lagi nyium gue. Gue langsung kebangun waktu inget tafsir mimpi dari dicium cowok artinya kita menyimpan perasaan sama orang itu, yang ada di sebelah gue. Weitce, sekarang jam 1 siang...! Tapi ngantuk gilaaa... Mending tidur lagi... Paling-paling besok pagi atau ntar malem bisa bangun.


TBC

A/N: Chapter ini super nggak jelas bin menyimpang dari cerita Cinderella. Ada juga malah jadi kaya' sinetron pasaran. Eh, sinetron pasaran itu kaya' gimana ya? (dua tahun terakhir ini gak pernah nonton TV) Apa kaya' pembunuhan berantai? Oh iya, bocoran buat update-an nesia cooking time, chap 3 yang jadi pembawa acara bukan nesia twins lagi.