Tangannya menggapai bat (pemukul baseball) di ujung loker. Dia memakaikan topinya ke kepalanya.

"ya itu dia...pemain wanita berbakat..."

Orang orang membicrakannya.

"dia sangat hebat! Mereka semua! Tim baseball permepuan SMA shiroi hasu!"

Orang orang mengaguminya.

"ya...dialah perempuan dengan banyak talenta...dengan nomor pungung 15..."

"HYUUGA HINATA!" penonton bersorak riuh saat perempuan berbadan tinggi muncul dengan membawa bet dan topi yang tepasang si atas rambutnya yang berwarna indigo.

Ya dialah hyuuga hinata.

Kaki hinata mulai melangkah menuju main stage lalu menatap pemain catcher yang tersenyum tak akan kalah darinya. Hinata hanya tersenyum tipis dan segera berbalik menuju tempatnya. Hinata mempersiapkan betnya.

Pelempar dari sekolah juu hoshi di depannya melambungkan bebarapa kali bola bisbol di tanan kanannya sebelum tiba-tiba melepar ola itu dengan cepat. Hinata sempat kaget dan berpikir kalau sang pelempar melempar tanpa kuda-kuda yang pas.

Akhirnya hinata sadar dan segera memukul bola, yang sangat tepat pada garis pukulannya. "lucky hinata!" teriak seseorang dari tempat duduk pemain. Hinata segera berlari ke stage pertama, dan dapat. diantara larinya ke stage ke dua hinata melirik ke arah pelempar di tengah lapangan. Air keringat menetes dari poni rambutnya, pelempar itu menatap sarung tangan yang terpasang di tangan kirinya lalu mendecih. Hinata melihat matanya yang menjadi sinis. 'ah, aku menyakiti orang lagi'

Manajer tim bisbol SMA Shiroi Hasu menatap hinata yang sedang berlari ke stage tiga , lalu mendesah berat.

(-_-)

Aroma ramen pedas dari salah satu ruang rumah sakit ini menyeruak di seluruh penjuru kamar.

"Wuaaa! Oishi!" pemuda beramut kuning yang duduk di tempat tidur pasien itu berbinar matanya saat semangkuk besar ramen pedas berada di nampan yang baru saja ditaruh di depannya.

"itu titipan khusus dari tuan muda uchiha, selamat menikmati" perawat yang berada di samping tempat tidur itu membungkuk lalu melangkah kepintu dan menutupnya.

Dengan secepat cahaya, pemuda itu menagmbil sumpit dan yang jelas air liur sudah menetes dari pinggir mulutnya. Tiba-tiba pemuda itu berhenti lalu memasang wajah seperti berpikir.

"etto...siapa yang ngirim nih ramen ya?" rupanya amnesia pendeknya masih dalam tahap penyembuhan. Dengan liur yang masih menetes dan tangan yang masih memegang sumpit, pemuda itu mencoba menggapai handphone yang berada tepat di ujung kakinya.

Jempolnya mencoba meraih handphone hitam yang sekarany malah tambah jauh,Dan akhirnya pemuda itu jatuh bersama dengan selimut dan ramen yang memang terdapat di nampan yang berada di atas meja lipat.

Pemuda itu merintih kesakitan. Kepalnay yang memang sudah dibalut perban tambah sakit, pergelangan kakinya yang di gips tambah berdenyut. "aduh...kenapa ini terjadi sih...?" keluh pemuda itu sambil mencoba bangkit dan tidak sengaja tertekan tombol on tv.

'pemuda ini bernama uzumaki naruto, penyelamat sekitar 30 orang pemuda ini selamatkan saat kejadian gempa bumi tiga hari lalu...' terpampanglah foto dirinya di samping pembawa berita itu dengan senyum yang sangat lebar, ya dialah pemuda yang dimaksud di berita itu, uzumaki naruto.