Up or Down Game

An EXO Fanfiction©

Disclaimer : Characters are belong to SM Town. The story plot and idea are mine.

Pairing : SuLay

Warning : Full of Typo, Boys Love, OOC dan segala kejelekan lainnya. Don't like Don't read! No bashing, No flaming chara! Flame has never been accepted, Critique are allowed.

Rate : K+ - T

Wish you like it! ^^


Malam di dorm sebuah boyband pendatang baru yang tengah melejit namanya, EXO. Suasana sangat tenang karena semua anggotanya sudah lelap tertidur, paling tidak sebelum…

"Yixing gege~" rengek seorang maknae dari EXO-M yang memiliki mata panda cerah, secerah bunga matahari yang tumbuh di pesisir Jeju saat musim semi. Ia menarik ujung baju seorang namja yang tengah mencuci piring sisa makan malam.

"Ada apa Taozi? Kau tidak bisa tidur lagi? Kan Kris gege menemanimu" balasnya lembut. Namja panda tadi mengerucutkan bibirnya. Matanya terlihat berlinang air mata, tapi ia segera mengusapnya. Lagipula dia namja dan tak boleh sering menangis, kan?

"Justru itu masalahnya, dia sedang marah padaku."

"Memang apa yang kau lakukan?"

Pemuda bermarga Huang itu menghela nafasnya, "Aku kan memainkan sebuah game dengannya kemarin, tapi aku kalah karena aku menangis duluan. Jadi yang kalah harus mengabulkan permintaan pemenangnya. Aku sudah kabulkan, tapi dia malah marah."

"Game apa itu?" tanyanya lagi.

"Namanya Up or Down. Kau memberikan masing-masing satu kalimat yang dapat membuat lawan mainmu sangat senang atau sangat sedih. Begitu pula sebaliknya" jelas Tao panjang lebar.

"Sepertinya itu game yang menarik. Lalu, apa yang diminta Kris gege?"

Tao terlihat berpikir, "Katanya dia ingin memakanku."

Mata Yixing sontak terbelalak saat mendengarnya. Ia hampir berteriak kalau saja Tao tidak memberi penjelasan lain. "Itu berarti dia mau makan bersamaku kan? Aku barusan makan bersamanya tadi di kamar, tapi dia malah marah padaku."

Yixing menghela nafas lega, 'Untung saja dia polos.' Yixing pun menarik tangan Tao dan menuju ke kamar dimana Kris tidur.

"Ya! Duizzhang! Kau jangan berkata macam-macam pada Taozi ya!" serunya kesal. Leader dari EXO-M itu hanya mendengus kesal dan tak berniat membalas ucapan umma dari EXO-M yang biasanya lembut itu. "Taozi, kau tidur saja ya. Jangan hiraukan dia" sindirnya pada Kris.

Ia pun berjalan kearah dapur dan menikmati secangkir teh yang dibuatnya. Ia duduk di sofa yang mengarah ke jendela besar dan menikmati kemerlap cahaya Kota Seoul. Berulang kali ia menghela nafasnya. Bagaimana tidak? Akhir-akhir ini ia merasakan hal aneh yang membuat jantungnya berdegup kencang karena ketakutan. Terutama karena mimpi buruk yang sering menghantui tidurnya.

'Huft…'

"Berhenti menghela nafasmu Xing-ah. Nanti kau cepat tua." Suara itu membuatnya menolehkan kepalanya dan melihat sosok namja baik dengan senyum lembutnya yang menawan. Meskipun ia tidak setinggi Kris, tapi tetap saja aura pemimpin yang bijaksana membuatnya terlihat sangat istimewa.

"Ah, Suho. Maafkan aku" ucapnya. Ya, pria itu adalah Kim Junmyeon atau yang lebih sering dipanggil Suho. Seorang leader sekaligus pelindung EXO. Ia juga seorang namja chingu dari Zhang Yixing sendiri, dan merupakan suami –member lain bilang begitu– dari Yixing.

"Kau belum tidur?" Yixing menggeleng pelan. "Akhir-akhir ini kau sering terlambat tidur, apa kau insomnia?"

"Tidak juga sih sebenarnya. Aku hanya belum ngantuk."

Suho menepuk kepalanya pelan, "Sebaiknya kau tidur kalau tidak ada jadwal. Nanti kau sakit."

Yixing tersenyum karena perlakuan lembut dari Suho, "Xie xie."

"Aku juga tak bisa tidur sebenarnya. Apa yang harus kita lakukan?"

"Bagaimana kalau bermain sebuah game? Tao mengajari ini padaku" usulnya cepat. Mereka saling bertatapan sebelum Suho mengangguk setuju.

"Baiklah. Apapun jika bersamamu akan kulakukan."

Semburat merah terlukis jelas di wajah manis Yixing, "Jadi kita akan memberikan masing-masing satu kalimat yang membuat lawan kita sangat senang atau sedih. Siapa yang menunjukkan emosinya seperti marah, menangis, dan sebagainya akan kalah dan mendapat hukuman."

"Hmm… Aku setuju. Kita bermain adil, ne?" ucap Suho. "Mari mulai dari yang menyenangkan dulu."

"Kau tampan?" tebak Yixing.

"Mian, tapi bukan itu."

"Kau baik sekali, Suho-ah."

Yixing terlihat berpikir, "Aku membutuhkanmu. Jangan pergi." Ia mengatakan itu setulus hatinya.

"Aku tidak akan pergi. Ayo tebak lagi!"

"Semua orang mencintaimu."

"Saranghamnida, Kim Junmyeon!" seru Yixing lagi. Suho tak bergeming, ia hanya menahan senyumnya.

"Junmyeonnie, Suho sarangseuro~~" Yixing melakukan tingkah lucu dan bergelayut manja pada Suho. Ia tersenyum manis yang sukses membuat nafas Suho tertahan.

"Wah! Kau bisa aegyo ternyata! Tapi kau tetap salah."

"Apa kau bisa beri aku petunjuk?" tanya Yixing hampir putus asa.

"Arti nama Suho apa?"

Yixing menghentikan aktivitasnya dan menatap Suho dalam-dalam lalu tersenyum, "Jadilah pelindungku." Ketulusan yang tercermin di mata Yixing membuat Suho semakin jatuh hati padanya. Ia otomatis memeluk tubuh Yixing dan tersenyum bahagia.

"Aku sangat ingin kau berkata begitu padaku. Kau selalu melakukan semuanya sendiri, meskipun kesulitan sekalipun. Kau harus sering minta bantuanku" ucap Suho perhatian. Ia tersenyum pada Yixing yang menatapnya tak percaya.

"Sekarang tebaklah sesuatu yang membuatku sedih."

Yixing mengibaskan tangannya untuk melepaskan rasa panas akibat darah yang naik ke kedua pipinya saat tersipu oleh kalimat Suho tadi. "Junmyeonnie babo!"

"Hei! Aku ini pintar tahu!" protes Suho.

"Ya, ya. Eum, lebih baik kau pergi saja."

"Atau, training tujuh tahun? Apa saja yang kau lakukan?!" ucapnya sarkastik.

"Junmyeonnie pengecut!" Yixing mengatakan hal-hal itu sambil tertawa kecil. Suho yang sedang meneguk teh dari cangkirnya pun sontak tersedak.

"Apa kau benar-benar berpikir seperti itu?" tanya Suho menyelidik.

Namja manis itu tersenyum hingga lesung pipinya terlihat, "Tidak. Tapi aku bersungguh-sungguh untuk kalimat terakhir."

Suho berdecak sebal, "Yah, kau jahat Yixing-ah. Pengecut begini tapi aku tetap namja mu kan?"

"Eh? Tentu saja!" ujar Yixing semangat. "Hmm… Bagaimana kalau Luhan gege lebih manly darimu?"

Awalnya keheningan menghampiri mereka hingga Suho membelalakkan matanya. "Andwae! Jangan pernah katakan itu Yixing!" serunya marah.

Perkataannya membuat seorang dancer EXO-M itu tertawa lebih keras. Ia benar-benar suka saat Suho marah karena dibandingkan dengan Luhan yang notabene sangat manis dan tidak se-manly Suho. "Ternyata kau benar-benar akan marah karena itu ya?"

"Next! Aku akan mulai menebak hal-hal yang membuatmu sedih terlebih dahulu" ucap Suho mengabaikan komentar Yixing dan berniat membalas dendam. "Bagaimana kalau, Yixing kenapa kau sangat pelupa?"

"Bukan itu."

"Kau tidak terkenal!"

"Memang tidak."

"Aku membencimu."

"Zhang Yixing master loading setahun!"

Suho terlihat berpikir sejenak, "Umma yang cerewet."

Yixing memukul kepala leader itu pelan. Ia terlihat kesal. "Suho! Berhentilah main-main!"

"Mianhaeyo. Bagaimana kalau, aku lebih suka Weijia-ge daripada Yixing?" Pertanyaan Suho sukses membuat Yixing kembali memukul kepalanya.

"Aku akan meninggalkanmu Yixing-ah." Yixing terdiam karenanya. Ia benar-benar merasa aneh saat ini. Kepalanya terasa pusing seketika dan pandangannya mulai mengabur karena air mata yang mengalir di pelupuk matanya. Ia mengusapnya dan berpura-pura tersenyum.

"Kau baik-baik saja?"

"Shì, aku tidak apa-apa. Kau boleh melanjutkan tebakanmu" ucapnya dengan senyum yang dipaksakan. Sekelebat ingatan tentang mimpi buruknya kembali berputar di kepalanya.

"Ehm… Ne. Ini satu-satunya kalimat terakhir yang terpikirkan olehku" ujar Suho memperingatkannya. Matanya terlihat sangat serius saat ini, "Mungkin ketakutan terbesarmu adalah, aku akan pergi dari dunia selamanya."

Yixing menutup matanya erat-erat dan mengepalkan tangannya kuat-kuat. Ia kemudian menutupi kedua telinganya dengan tangannya. Hingga sepasang tangan hangat nan lembut menggenggam kedua tangannya.

"… Xing."

"… Yixing."

"… Zhang Yixing. Kau baik-baik saja?"

Suho mendadak panik saat ia merasakan tubuh Yixing bergetar hebat. Ia memeluk tubuh rapuh itu dan membisikkan 'Gwaencanha' pada kekasihnya yang lembut itu. Yixing merintih pelan ketika ingatan dimana Suho benar-benar akan meninggalkannya dari dunia menghampirinya. Meskipun itu hanya sebuah bunga tidur yang buruk, tetapi tetap saja terasa nyata dalam ingatannya.

"Su… ho. K―kajima" lirih Yixing dengan nafas yang terputus karena ketakutannya.

"Aku tidak akan pergi Yixing-ah. Percayalah padaku" balas Suho yang menenangkan Yixing lagi untuk kedua kalinya. Ia mengangkat wajah Yixing hanya untuk melihat namja chingu nya yang tengah berjuang menahan tangisnya.

"Menangislah, kalau kau memang mau menangis." Suho tersenyum tulus, namun justru membuat Yixing lebih tertekan. Mungkin karena takut seandainya senyuman itu menghilang.

Yixing menggelengkan kepalanya dan menarik tubuhnya menjauh dari pelukan Suho, "A–ani. Maaf mengkhawatirkanmu."

Suho menatapnya sedih. Yixing memang seseorang yang kurang terbuka dan sedikit pemalu, bahkan dengan Suho sekalipun, tetapi itu justru membuatnya merasa seperti namja chingu yang tidak berguna. "Sebenarnya apa yang terjadi padamu? Kumohon ceritakan padaku sekali ini saja."

Kedua namja itu terdiam sambil menikmati semilir angin yang masuk melalui bilik jendela dan menerbangkan tirainya. Suho menatap Yixing yang menunduk seraya menanti penjelasan.

"Sebenarnya, aku bermimpi tentangmu akhir-akhir ini." Yixing mulai membuka mulutnya dan menceritakan semua yang ada di pikirannya. "Aku berdiri disana dan melihat tubuhmu terhempas saat berusaha mengejarku yang terlebih dahulu berjalan meninggalkanmu karena marah padamu."

"… Tapi sungguh. Aku selalu takut karena semua perilaku lembutmu. Aku takut semua itu akan menghilang begitu aku memutuskan untuk lebih percaya padamu" sambung Yixing dengan tubuh yang masih bergetar.

Suho yang melihatnya akhirnya menarik Yixing kedalam pelukannya. Ada sekilat amarah sekaligus kesedihan di matanya. "Jadi itu yang membuatmu tidak pernah percaya padaku? Lalu, hal itu juga yang membuatmu tak bisa tidur?"

"Shì. Maafkan aku yang merepotkanmu, ya? Aku hanya takut kalau aku menceritakannya padamu, kau benar-benar akan menjauh dariku" ucap Yixing yang membenamkan wajahnya di pelukan Suho.

"… Apa kau marah?"

Suho berdeham kecil, "Tentu saja aku marah! Kau benar-benar membuatku khawatir! Lagipula berani-beraninya kau membayangkanku meninggal hanya karena hal seperti itu" ucap Suho.

"Duì bu qǐ. Maafkan mimpiku yang konyol" lirih Yixing.

Namja lembut yang memeluknya itu tertawa kecil, "Tapi aku senang. Itu artinya kau benar-benar menyayangiku kan? Hingga takut kalau aku pergi meninggalkanmu."

Masing-masing dari mereka hanya terdiam dan menikmati kehangatan yang menjalar diantara mereka. Tak ada seorangpun yang berniat melepaskannya. Saat Yixing sudah tenang, Suho melepaskan pelukannya dan mengangkat wajah Yixing. Ia menangkup wajah manis itu dengan kedua tangannya dan menatapnya dalam-dalam. Menikmati setiap inchi dan poin-poin sempurna milik seorang Zhang Yixing.

"Terakhir, kalimat yang membuatmu bahagia" ucap Suho lembut. "Aku akan hidup denganmu sekarang hingga selamanya. Aku tak akan meninggalkanmu. Wǒ ài ni."

Tepat setelah kalimat lembut itu dibisikkan oleh seorang Kim Junmyeon yang menawan, setetes kristal bening mengalir di wajah Yixing. Ia tak percaya akan apa yang di dengarnya dan ia merasa seperti sedang bermimpi sekarang. Tak lama kemudian ia menggigit bibirnya sendiri saat kebahagiaan menghampiri dirinya. Sebisa mungkin ia menahan tangisannya agar Suho tidak semakin mengkhawatirkannya.

Tangan Suho terjulur untuk mengusap kristal itu, "Maka berjanjilah padaku kau juga akan menemaniku sekarang dan selamanya, ne?" ucapnya. "Lagipula aku punya sepuluh anak yang tak bisa kutinggalkan."

Suho meraih jari kelingking Yixing dan mengaitkannya dengan jari kelingkingnya sendiri. Senyum simpul terlukis di wajah sempurna milik mereka berdua. Suho kembali memeluk Yixing erat seakan takut bahwa Yixing akan pergi kalau ia melepaskannya.

"Jangan takut. Aku juga tidak rela kalau harus meninggalkan namja chingu ku yang manis ini. Kapan lagi aku bertemu orang sepertimu?" ucap Suho senang.

Yixing tertawa kecil karenanya. "Kau harus lebih terbuka padaku mulai sekarang. Aku memang leader grup ini, tapi selebihnya aku ini namja chingu mu. Jadi aku milikmu dan kau juga milikku. Alji?"

"Ne, arasseo!" ucap Yixing senang. "Baiklah, kau yang menang karena aku sempat menangis tadi."

Suho terlihat berpikir sejenak, "Aku memberikan kemenanganku padamu. Jadi kau yang tentukan hukumannya."

"Eum… Ba–bagaimana k–kalau kau boleh 'memakan' ku untuk malam ini?" tanya Yixing dengan pipi yang bersemu merah. Yixing menunduk malu sekaligus merutuki apa yang baru ia katakan.

Suho sangat bahagia dengan apa yang di dengarnya. Sebelum sempat ia menjawab dengan senang hati, sebuah suara menyadarkan mereka dari dunia mereka sendiri.

"Oh! Suho gege dan Yixing gege juga mau saling memakan ya! Kalau begitu lebih baik kalian melakukannya denganku dan Kris-ge! Sekalian, tadi Kris-ge juga mau memakanku lagi" seru Tao antusias. Maknae panda itu entah datang dari mana. Perkataannya membuat Yixing terkejut, sementara Suho mengernyit heran. Sebelum sempat protes mereka sudah ditarik oleh Tao.

Dan disinilah mereka berakhir. Sebuah dapur dorm EXO yang sangat dicintai pemiliknya, yaitu Yixing dan Kyungsoo. Saat ini dua leader kita duduk berhadapan sementara kedua namja chingu mereka duduk tepat disebelah mereka.

"Gege, makan es krimnya dong! Itu kan sudah disiapkan Yixing gege!" rengek Tao pada namja tampan yang sedang bergumam kesal di sebelahnya. "Wah! Kita harus sering-sering memakan bersama seperti ini! Yixing gege, suapi aku lagi" pinta Tao pada Yixing yang berada di dekatnya. Suho dan Yixing hanya tertawa canggung karenanya.

Sementara itu kedua lelaki manis itu tidak sadar bahwa kedua leader itu tengah ber-telepati ria.

'Panda mu itu benar-benar! Harusnya kau tidak mengatakan itu padanya!' protes Suho sambil memberikan glare pada Kris.

'Jangan salahkan aku kalau dia benar-benar polos!' batin Kris. Ia memberikan tatapan dingin yang sangat menusuk. Jika saja tatapannya itu dijadikan pisau, mungkin Suho sudah habis terbunuh.

'Tapi dia menggangguku dan Yixing tadi!'

'Memang itu urusanku?!'

"Jangan hanya saling menatap dan makanlah." Ucapan Yixing membuat kedua leader itu terdiam. Bayangkan saja, Yixing mengatakannya sambil tersenyum tapi aura jahat menguar dari tubuhnya.

Yixing memijit pelipisnya, 'Dasar duizzhang bodoh!' batinnya sebelum tersenyum pada Tao dan kembali menyuapi Tao.

Kesimpulannya adalah, jangan pernah mengatakan sesuatu seperti kata 'memakan' pada orang yang polos. Karena hal itu tak ada dalam kamus mereka.

TBC/END?


Author Cuap-Cuap :

Akhirnya bisa buat versi lainnya juga dan kali ini SuLay yang dewasa, beda sama KrisTao yang imut-imut kemarin ^^

Tao di Growl dengan rambut birunya itu No Comment. Terus saya jadi cinta sama Growl karena banyak couple yang nge dance sampingan. Cinta juga sama kameraman nya XD *curcol*

Gomawo untuk semua yang mendukung ne? Karena pilihan terbanyaknya dibuat versi lain, jadi saya buat

Mian, kalo ada yang gak sesuai dan gaje

Untuk pertanyaan dari, dr22oktaviani1 : Biasanya karena mereka namja chingu nya karena itu mereka tau :) Gak tau kenapa, kadang-kadang pemainnya bisa tebak ejekan aneh sekalipun *di permainan asli* XD Gomawo review nya~

Special Thanks to :

PrinceTae, Zhe, YuniNJ, Ji Dray, Lee EunSook, Albert, Arvitakimkim, Emaknya Panda, Kim MinHyun, URuRuBaek, rizkyeonhae, Baby Ziren, ajib4ff, amel. anyi2, Baby Ziren KTS, Dark Shine, dr22oktaviani1, Milky Andromeda

Gamsahamnida, untuk semua yang mendukung positif ff ini. Saranghaeyo!

Terima kasih sudah membaca, klik REVIEW untuk penghargaan bagi author nya yang masih banyak belajar ^^