Shougakkou Kazoku (Omake)
.
Kaleido Star © Reiko Yoshida & Junichi Sato
Kaleido Star: Mirai no Tsubasa © Yoshimasa Hiraike
Detective Conan/Case Closed © Aoyama Gosho (numpang lewat ==v)
Secret of My Heart © Mai Kuraki (Sarah minjem nih lagu '==v)
Shikamaru Naara © Naruto & Naruto Shippuden © Masashi Kishimoto (numpang promosi '=w=v -duagh-)
.
-Di sebuah taman-
Taman yang indah di Cape Mary. Di seberang terbentang pantai dengan air biru jernih, sejernih mata Ken—orang yang menyukai, maksudnya mencintai Sora dari dulu. Sore ini adalah waktu yang tepat untuk menyatakan perasaannya pada Sora yang sudah ia pendam selama ini, pikirnya.
Ditemani matahari terbenam di ujung pantai itu 'kan, bisa menambah suasana romansa mereka, ya 'kan? Apalagi, sadar tidak sadar, mereka ini sudah saling, saling mencintai. Namun apa boleh buat? Nggak ada yang sadar.
Ken pun membuka pembicaraan, memecah keheningan di antara kicauan burung di sore hari itu…
"Sora…" ucapnya pelan. "Sebenarnya… A-aku sudah lama menyukaimu… Ja-jadi…" Ken gugup mengucapkannya.
"Jadi?" Sora memiringkan kepalanya, berharap Ken mengatakan seperti apa yang dipikirkannya.
"Ka-kau mau jadi kekasih—maksudnya, pacarku? Pasanganku? My girl-friend? Boku no koibito?" tanya Ken—dengan muka yang seperti kepiting rebus atau saus tomat—dan dengan mencampur-campur bahasa yang bisa dimengerti Author, pembaca, Sora, serta Ken sendiri.
"Hm… Begitu, ya?" Sora mendongakkan kepalanya ke langit, lalu menatap kosong lautan lepas. "Aku mau… SANGAAAT!" katanya yakin, dengan seyakin-yakinnya.
"A-ah…" Ken tak percaya, senyumnya mengembang. "Thanks, So—"
Sebelum selesai mengakhiri ucapannya, Sora langsung menyambar Ken dan memeluknya. Memeluknya dengan sangat, sangat erat. Sampai-sampai, Ken menghembuskan nafas terakhirnya… -Author ditendang-
(Maaf, Author keceplosan, kebiasannya tuh… Mohon dimaklumi…)
-Siaran ulang-
"A-ah…" Ken tak percaya, senyumnya mengembang. "Thanks, So—"
Sebelum selesai mengakhiri ucapannya, Sora langsung menyambar Ken dan memeluknya. Memeluknya dengan sangat, sangat erat. Sampai-sampai, Ken sesak untuk bernafas.
"You're welcome, Keeen!" kata Sora, masih memeluk Ken.
"A-ahaha… Iya, iya…" Ken masih sesak. "Ahaha… Sudah, ya, pelukannya…" Ken melepaskan 'serangan' dari Sora barusan.
"Eh?" Sora kaget. "A-ah… I-iya, iya…" Dengan berkata begitu, blushing-nya makin bertambah lebih besar dari punya Ken tadi.
Tanpa sadar, di balik semak-semak agak jauh dari tempat mereka ber-'adegan' tadi, tampaklah dua orang anak kecil; Berambut kuning terang, di kepalanya ada seekor anjing laut, dan temannya berambut merah gelap.
"Ayo kita ambil gambarnya, Marion!" seru anak berambut merah itu, pada anak berambut kuning temannya; Marion.
"Sip, Rosetta!" jawab Marion pada anak berambut merah itu; Rosetta.
Marion pun mengangkat kameranya dan mengambil gambar KenSora (?) barusan.
Cklek!
"Misi selesai…" ucap keduanya, menepuk-nepuk kedua tangan mereka.
-Rumah Layla-
Masih dengan sore hari, di kediaman seorang Bintang Kaleido berambut pirang terang yang mewah itu, duduklah di depan televisi dengan teman—lebih tepatnya 'pasangan'-nya dengan suasana tenang, menikmati pikiran masing-masing.
Set
Si laki-laki berambut pirang pucat menggerakkan tangannya ke saku celananya—hendak mengambil sesuatu.
"… Ehm, Layla," panggil Yuri—laki-laki itu—datar pada Layla yang duduk di sampingnya.
"?"
"Kau… Mau menerima ini…?" tanya Yuri lagi, kali ini menyodorkan benda dari saku celananya tadi—dan ternyata adalah sebuah cincin yang indah.
"Anyway, Yuri…" Layla mengagumi cincin itu. "Ini… Indah… Aku mau menerimanya," sambungnya sambil menerima cincin itu dan merangkul tangan Yuri.
"Suit… Suit…" Marion bersiul pelan melihat pasangan itu—mengintip dari jendela rumah mewah milik Layla.
Cklek!
Sedangkan Rosetta, mengabadikan pasangan tadi dengan kamera—sudah menjadi tugasnya kali ini.
"Lanjuuut!" seru Marion semangat.
-Ruang latihan Kaleido Stage-
Masih dengan waktu yang sama. Di ruang latihan Kaleido Stage, tersebutlah dua orang—atau sepasang pasangan (?)—yang sedang kelelahan dan bercucuran keringat. Bisa ketahuan kalau mereka baru selesai latihan untuk pertunjukan nanti.
"May! Sekali lagi!" perintah seorang laki-laki berambut perak pada lawan mainnya, May.
"Baik, Leon!" jawab May tegas pada laki-laki itu, Leon.
Syuuut…
Gerakan terakhir. Leon segera mengambil kesempatan; Memeluk May dan memberikan setangkai mawar padanya, sebagai tanda cinta.
"Cieee…" ejek Rosetta pada mereka, sekalian berbisik pada Marion.
Cklek!
Mereka mengambil momen itu dari balik pintu ruang latihan Kaleido Stage, lagi-lagi mengintip.
-Ruangan Karosu; Pemilik Kaleido Stage-
"Can I tell the truth… Sono kotoba iezu…
Kanamawari suru kuchibiru ni…
Feeling in my heart kaku se nai…
Kore ijyou…
Cause… I… Love… You…!" Sang Diva Kaleido Stage menyenandungkan single dari penyanyi Jepang yang sering menyanyikan soundtrack dari anime Detective Conan/Case Closed—Mai Kuraki! Ribet amat, sih?
Dia menyanyikannya dengan sungguh-sungguh dan dengan perasaan tulus pada kekasihnya tersayang itu.
Tanpa pikir panjang lagi, si duo merah dan kuning berbagi tugas, Rosetta merekam suara indah Sarah, sedangkan Marion mengambil gambar keren itu.
Cklek!
-Rumah Sakit Kaleido Stage-
Ruangan praktek Kate. Hari ini, tak ada pengunjung, maupun pasien yang mengeluh untuk berobat padanya. Alhasil, ruangan itu sepi. Hanya ada seorang polisi gendut dan (calon) istrinya yang menjadi dokter di ruangan itu.
Tak terlalu istimewa. Adegan pasangan hanya dengan Pak Polisi Jerry menggedong atau mengangkat-ria si dokter itu, Dokter Kate. Sang Dokter yang diberlakukan gitu hanya merasa senang saja.
Dengan lesu dan kurang bersemangat, Rosetta dan Marion pun mengambil momen yang kurang menarik itu. Hah… 'Mendokusei…' pikir mereka, meniru trade-mark dari Shikamaru Naara dari anime Naruto.
Selesailah misi mereka… Semua jepretan gambar dan sebuah rekaman tadi mereka berdua taruh di rumah Layla. Kebetulan Bintang Kaleido itu lagi pergi berduaan dengan pacarnya, Yuri.
-Keesokan harinya-
Hari ini, pagi yang sejuk… Anggota Shougakkou Kazoku berkumpul di rumah Layla untuk membicarakan sesuatu. Sejenak, mereka kaget—minus Anna dan Mia—melihat pemandangan di dinding mewah rumah cewek pirang panjang itu. Terpajang semua kegiatan mereka kemarin bersama pasangan masing-masing. Tak terlewatkan sedetik pun segmen yang penting.
Sruuut
Garis-garis merah muda pun terbentuk di wajah mereka—kecuali Anna dan Mia. Mereka juga menemukan alat perekam—yang setelah diputar adalah rekaman suara indah sang Diva Kaleido yang bernanyi semalam.
'I-ini 'kan, wa-waktu aku… Memeluk… Ken…?' pikir Sora melihat dia dan Ken saling hug.
'Cincin dari Yuri…' batin Layla.
'Mawar pemberian Leon…' kata hati May.
'Aku bernyanyi di depan Karosu…' Sarah mengingat kejadian kemarin.
'A-aku… Digendong Jerry…' ujar Kate dalam hati.
Nah, begitulah ucapan mereka masing-masing melihat gambar jepretan yang sangat pas, dengan segmen yang pas pula (yaiyalah!).
Sedangkan Anna dan Mia? Ngah… Mereka hanya mengelus dada lega, nggak blushing malu-malu kaya' teman-teman mereka yang lain.
-Omake no Owari (?)-
Nyaaa! Akhirnya Omake-nya selesaaai! =3=
Haha, saya lagi ngebet sama lagu Mai-K yang 'Secret of My Heart' itu sih =w=a
Anna: Pacar gue mana? ! ==*
Mia: Iya! Gue juga! -protes-
Koyuki: A-ampuuun… DX Tanya sama pencipta kalian aja… D'X -plak-
Anna dan Mia: … Dasar… =w='
KenSora, YuriLayla, LeonMay, KarosuSarah, JerryKate… Udah semua 'kan? :Dd
Oh iya, JeanCynthia… Maaf, saya nggak bikin… Itu papa-mama-nya Marion sih =.=a -apahubungannya?-
Ripiuuu! XD -ogaaah!-
