Halo semua kembali lagi bersama author yang newbie ini... Dan terima kasih kepada para senpai dan reader yang telah membaca dan me-review fic ini...
Mohon maaf kalau masih berantakan dan penuh akan kesalahan... Tapi saya akan mengusahakan agar kesalahan itu dapat hilang atau setidaknya berkurang hingga sesuai yang diharapkan.
Warning : OC (Original Character) misstypo, alur kabur, RnR dan OOC (tolong beritahu ya kalau OOC)
Status : Rewrite
Disclaimer : Bleach masih punya Tite Kubo kok... Author hanya memiliki chara yang tidak ada di Bleach saja...
.
.
.
~Chapter II : In the Human World
Malam harinya didepan gerbang utara...
Terlihat sekelompok murid yang tengah mendengarkan intruksi dari pemimpin kelompok tersebut, yang tidak lain ialah Hitsugaya Toshiro sendiri. Semua murid mendengarkan dengan seksama, karena hal ini menyangkut pada nyawa mereka juga nanti. Setelah arahannya berakhir, Toshiro segera berbalik membelakangi murid-murid tersebut. Sedetik kemudian, gerbang Senkaimon mulai terbuka...
"Baiklah semua, ikuti aku..." Perintah Toshiro sebelum memasukinya. Setelah Toshiro masuk dan tidak tampak lagi, murid-murid yang ada mulai berbaris dan beranjak memasuki gerbang dengan tertib.
Sesampai di dunia nyata...
"Bagaimana keadaannya?" Tanya Toshiro kepada Renji yang tengah berpatroli.
Renji menoleh kebelakang dan tampaklah Toshiro dengan seluruh murid kelas enam dibelakangnya. Renji terdiam sejenak. kemudian ia berkata "Sampai sekarang keadaan terkendali, Hitsugaya-taichou..."
"Mana Rukia?" Tanya Toshiro lagi ketika menyadari bahwa Rukia tidak ada disana.
"Di sini, Hitsugaya-taichou..." Sahut seseorang dari kejauhan. Sedetik kemudian, orang tersebut telah berada disamping Renji.
"Jangan main-main, Kuchiki," Ujar Toshiro agak kesal.
"Maaf~" Jawab Rukia singkat.
"Sudahlah..."
Toshiro segera berbalik menatap semua murid yang ada dibelakang. Masing-masing murid terlihat sudah tidak sabar lagi untuk memulai tugas tersebut kecuali satu orang yang tidak disadari oleh Toshiro.
"Baik, kita bagi tiga kelompok semua..." Perintah Toshiro dengan tegas. Pembagian mulai dilakukan, yang mana masing-masing kelompok, terdiri atas tujuh murid dengan satu Shinigami sebagai pimpinannya.
Setelah pembagian selesai, masing-masing kelompok yang telah terbentuk mulai berpencar kepelosok-pelosok kota. Bulan yang berada dibalik awan perlahan mulai menampakkan dirinya. Alhasil Kota Karakura kembali cerah dan terlihat beberapa murid tengah meng-konsou Konpaku dengan santai. Hal ini berlangsung hingga 30 menit berlalu...
Di salah satu bangunan yang berada pada bagian timur...
"Hei... Apa itu?" Tanya sang Shinigami sambil mengarahkan telunjuknya kearah Konpaku yang tengah berjalan dengan tertatih-tatih.
"Entahlah..." Jawab Shinigami yang ada disampingnya dengan ogah-ogahan.
"Baik... Biar aku yang mengecek saja," Kata shinigami itu mendengus kesal. Kemudian ia segera bershunpo kebelakang Konpaku tersebut.
"Hei, berbaliklah biar aku segera mengakhiri penderitaanmu..." Ujar Shinigami itu berniat melucuti Zanpakutounya.
Konpaku itu segera berbalik, tepat saat rantai kehidupannya telah habis dan dalam sekejap mata, Konpaku tersebut berubah menjadi Hollow sepenuhnya. Shinigami yang dihadapannya itu terlonjak kaget dan berniat untuk menyerang. Tapi gerakan Hollow itu lebih cepat dari perkiraan sehingga Shinigami tersebut tewas seketika. Melihat temannya mati, Shinigami yang lain shock dan segera menerjang Hollow tersebut dengan nafsu membunuh.
Bersamaan dengan hal ini, sebuah retakan dilangit mulai timbul dan keluarlah beberapa Hollow lainnya. Jumlah mereka tidak bisa diremehkan begitu saja dan Reiatsu asing dari para Hollow terus meningkat hingga keseluruh pelosok kota Karakura terasa.
Baik Renji, Rukia maupun Toshiro menyadari hal ini dan mulai memerintahkan agar murid-murid yang mengikutinya untuk kembali ke Soul Society. Rukia dan Renji berhasil memulangkan semua yang ada dengan selamat, tapi tidak dengan Toshiro yang jaraknya sangat dekat dengan Reiatsu asing tersebut.
Reiatsu asing itu cukup kuat dan berhasil mempengaruhi semua murid di kelompoknya hingga satu persatu diantara mereka mulai berjatuhan. Tapi dengan sigap, Toshiro segera menangkap mereka sebelum benar-benar jatuh dan membaringkannya disalah satu gedung. Sebuah kekkai mulai terbentuk disekitar gedung itu.
Begitu Kekkai terbentuk sepenuhnya, Toshiro baru menyadari bahwa satu orang menghilang. Ia segera mengalihkan pandangannya ke bawah, mencari keberadaan orang tersebut. Tapi, orang yang dicarinya itu tidak ketemu. Kemudian, ia melemparkan pandangannya ke atas, kehamparan langit malam yang tengah cerah itu. Dan tampaklah seseorang yang masih berdiri disana.
'Di... Dia... Tidak terpengaruh sama sekali?' Batin Toshiro tidak percaya akan apa yang dilihat oleh matanya itu. Di langit, masih ada seorang gadis berambut hitam mengkilap laksana malam yang berdiri disana. Berdiri menatap kearah Hollow dengan datar. Tanpa ekspresi khawatir sedikit pun. Toshiro memandang lekat-lekat layaknya sedang menganalisa sesuatu pada gadis tersebut. Tapi tidak ada yang aneh pada dirinya. Toshiro pun semakin penasaran akan latar belakang gadis tersebut.
"Hitsugaya-taichou! Saya tidak bisa menahan mereka lebih lama lagi..." Teriak salah seorang Shinigami dari kejauhan. Toshiro segera mengalihkan pandangannya kearah Shinigami tersebut. Kemudian ia segera bershunpo kesana.
"ARGH!" Teriak Shinigami tersebut sambil mengerang kesakitan. Pundaknya telah mengeluarkan banyak darah dan saat Hollow itu akan kembali menyerang. Toshiro muncul dihadapannya dan segera menahan serangan tersebut. Baik Hollow maupun Shinigami itu terbelalak kaget. Sedetik kemudian, Toshiro telah berada dibelakang, meninggalkan tebasan panjang pada topeng Hollow tersebut. Tubuh Hollow itu mulai menjadi debu dan kemudian lenyap terbawa angin.
Melihat bahwa temannya telah dihabisi, para Hollow mulai menyerang Toshiro dengan serentak. Toshiro segera mengacungkan Zanpakutounya itu kelangit. Kemudian ia berkata "Soten ni saze, Hyourinmaru..."
Beberapa ekor naga es di sekitar Toshiro mulai terlihat dan segera membekukan Hollow-hollow yang ada dihadapannya itu dengan cepat. Begitu semua Hollow telah membeku, es tersebut kemudian hancur menjadi serpihan-serpihan kecil dan lenyap seiring angin berhembus.
"Kau tidak apa-apa?" Tanya Toshiro pada Shinigami yang terluka itu sambil melonggarkan kewaspadaannya.
"Ya... Arigato, Hitsugaya-taichou..." Jawab Shinigami tersebut.
Tiba-tiba retakan kembali terjadi dan keluarlah seekor Menos Grande dari retakan tersebut. Menos itu segera melancarkan serangannya ke arah Toshiro yang belum siap. Beruntung gerakan Toshiro lebih cepat sehingga serangan tersebut berhasil ditahan. Angin disekitar mereka tiba-tiba berhembus dan mulai menerbangkan debu serta asap keudara.
Disaat yang bersamaan, sebuah Reiatsu asing mulai terasa mendekat kearah lokasi Kekkai tersebut. Dan tampak dari kejauhan, beberapa Hollow tengah mengkerumuni sesuatu. Matanya kembali membulat saat menyadari bahwa tempat tersebut ialah tempat gadis itu berdiri tadi. Langit yang tadinya cerah mendadak menjadi kelam sehingga Toshiro tidak dapat mengetahui apa yang terjadi setelahnya. Tapi Reiatsu asing itu masih terasa, menandakan bahwa para Hollow masih ada, namun ia tidak merasakan ada reiatsu lain disana. Bahkan dari gadis tersebut pun tidak ada. Hatinya mulai lega saat itu. Tiba-tiba teriakkan memilukan dari para Hollow mulai membahana dan kembali, membuat Toshiro terlonjak kaget dan bertanya-tanya.
Melihat Toshiro tidak fokus lagi akan musuh dihadapannya, Menos tersebut memanfaatkan kesempatan itu untuk kembali menyerang. Sebuah cahaya kemerahan mulai terkumpul dimulutnya dan segera melesat menuju kearah Toshiro yang tidak lagi fokus.
"Hitsugaya-taichou... AWAS!" Teriak shinigami itu berhasil menyadarkan Toshiro untuk kembali fokus. Mata emerlardnya membulat begitu melihat cahaya merah itu sudah dekat. Toshiro segera melompat keatas dan segera bershunpo lagi menuju ke Menos tersebut.
ZRASHH...
Topengnya pun terbelah secara vertikal dan terus menjalar hingga ketubuhnya. Toshiro kembali bershunpo kebelakang dengan tebasan lurus dilancarkan kembali agar Menos tersebut musnah secepatnya. Disaat yang bersamaan pula, teriakan dari para Hollow berakhir sehingga malam pada saat itu kembali hening.
Segera Toshiro bershunpo kesana dengan buru-buru, bermaksud untuk mengetahui apa yang terjadi sebenarnya. Perlahan langit mulai cerah seperti sediakala dan terus menyinari segala yang ada dari kegelapan malam. Toshiro pun tiba disana. Samar-samar, Toshiro melihat sebuah pecahan topeng yang tengah tenggelam dikegelapan. Matanya membulat kembali. Dan begitu langit seutuhnya cerah, semuanya lenyap dan menyisakan seorang gadis dengan Zanpakutou hitam ditangannya.
Zanpakutou tersebut berwarna hitam laksana malam dengan garis putih bergelombang pada bilahnya. Hiasan bintang menyerupai oval pun menjadi pembatas antar gagang dengan bilah pedang tersebut sehingga menambahkan kesan elegan pada siapapun yang melihatnya.
Toshiro memandang gadis dihadapannya beberapa lama. Gadis tersebut membalasnya dengan tatapan datar dan kedua mata yang beda warna itu ketemu. Tidak ada yang memulai pembicaraan diantara mereka.
Gadis tersebut segera menyarungkan Zanpakutounya yang disusul oleh Toshiro kemudian. Setelah beberapa lama dalam keheningan...
"Ka... Kau yang melakukan ini semua?" Tanya Toshiro yang tidak tahan akan keheningan itu.
"Ya~" Jawab gadis itu singkat.
"Siapa kau sebenarnya?" Tanya Toshiro lagi dengan pandangan menyelidik. Gadis tersebut terdiam sejenak. Kemudian ia berkata...
TBC~
Balas Review :
Kurosaki Mitsuki
Wah... Arigato senpai karena dibilang bagus... ^^
Yup, tebakannya benar...
Oke
Hatake-sama
Thanks a lot for review~ ^^
.
.
.
Mind to Review?
