Wew, ternyata cukup banyak juga yang suka fic ini ._.
Baiklah, ayo mulai chapter 2! ._./
Disclaimer: Kagerou Days/Mekaku City Actors bukan punya saya ._.v
Warn: Mungkin banyak typo bersebaran, pair bukanlah pair yang anda harapkan, bahasa gak sesuai EYD.
Kediaman Kisaragi
Setelah acara makan siang mereka, Shuuya dan Kousuke berkelana mengelilingi rumah baru mereka, sekaligus melihat-lihat dimana letak ruangan-ruangan penting, seperti toilet dan kamar mandi, Momo di telfon oleh agensinya untuk datang ke studio, latihan sebelum konser gituh. Dan sekarang, di ruang tengah, Shintaro sedang asik-asiknya bermain game Ultimate Marvel vs Capcom 3 menggunakan karakter Vergil, Deadpool, dan Spider-Man. Sementara itu, kedua telinga Shintaro tersumbat oleh dua buah earphone yang tersambung ke Iphone miliknya, yang sekarang sedang memainkan lagu Lost Time Memory yang dibawakan oleh karakter vocaloid favoritnya, IA dengan volume maximal. Saking asiknya bermain dan mendengarkan lagu, ia tidak sadar bahwa si kecil Tsubomi sudah memanggilnya berkali-kali. Kesal karena kakaknya tidak menjawab panggilannya, ia melakukan yang semua loli heroine lakukan ketika kesal. Menggigit salah satu bagian tubuh sang tokoh utama, atau dalam cerita ini, disebut sebagai Shintaro Kisaragi. Dan bagian yang digigit adalah pipi kanan Shintaro.
"Gyaaa! Sakit! Sakit! Aku menyerah!" Mendegar ucapan Shintaro yang penuh kesakitan, Tsubomi pun melepaskan gigitan mautnya, dan menatap tajam ke arah Shintaro, sementara Shintaro hanya menatap balik Tsubomi dengan tatapan jengkel.
"Kau kenapa sih? Kenapa menggigit pipiku?" Ucap Shintaro jengkel. Tsubomi lalu berjalan ke arah Shintaro dan melepas salah satu earphonenya.
"Salahmu tidak menjawab saat aku panggil" Ucap Tsubomi dengan wajah cemberutnya.
"Memang harus pipiku harus digigit segala? Kau bisa menepuk bahuku kan?"
"Sudah kulakukan" Ucap Tsubomi dengan nada datar, sementara Shintaro menatap wajah Tsubomi dengan ekspresi bingung.
"Um... menggoyangkan tubuhku?"
"Sudah"
"Err... Bertepuk tangan?"
"Sudah, Shintaro-Nii"
"Bagaimana kalau melepas earphone yang menyumbat telingaku?"
...
...
...
"Aku... belum memikirkannya" Ucap Tsubomi dengan wajah yang merona. Melihat wajah merona Tsubomi, Shintaro pun menyeringai lebar.
"Hee~ jadi Tsubomi kecil belum memekirkan cara tersebut ya~? Dan apa ini? Tsubomi kecil merona karena malu~ Aww~ Imutnya~" Ejek Shintaro, masih dengan seringai lebarnya. Mendengar ejekan dari kakak angkatnya, sekaligus melihat seringai lebar di wajahnya, wajah Tsubomi kembali memerah, dengan ekspresi malu bercampur dengan marah. Hal yang Tsubomi lakukan berikutnya adalah...
KRAUP!
...Menggigit tangan kanan Shintaro.
"GAAAH! Sakit! Sakit!" Ucap Shintaro dengan nanda penuh kesakitan... lagi. Dan Tsubomi juga melepaskan gigitannya...lagi.
"Memang ada apa sih memanggilku segala?" Ucap Shintaro sambil mengelus-elus tangan yang digigit oleh Tsubomi.
"Ada pesan dari Ibu, nih baca" Ucap Tsubomi sambil memberikan Handphone miliknya ke Shinta- Eh tunggu, kapan Tsubomi punya HP?!
"He? Benarkah, coba sini aku baca" Ucap Shintaro, dan membaca pesan tersebut. Kira-kira, isi pesan tersebut itu seperti ini:
'Shintaro, tolong belikan pakaian untuk 3 adik barumu, tadi Ibu lupa untuk membelikan mereka pakaian. Ibu sudah meninggalkan uang 20000¥ di atas kasur Ibu, gunakan dengan baik, dan ingat, hati-hati di jalan, karena sekarang tanggal 15 Agustus. Jangan sampai tertabrak oleh truck atau kejatuhan besi untuk membuat bangunan'
Membaca pesan yang dikirim oleh Ibunya, Shintaro pun memasang wajah penuh keheranan. Kenapa Ibunya meninggalkan uang sebanyak itu, dan apa hubungannya 15 Agustus dengan tertabark truck atau kejatuhan besi bangunan? Dasar Ibu-Ibu aneh, kebanyakan nonton anime. Eh tapi tunggu, membeli baju itu berarti harus ke Mall, dan biasanya di dalam Mall ada...
"Baiklah, kalau begitu ayo berangkat" Ucap Shintaro antusias. Sementara itu, Shuuya dan Kousuke yang baru datang keheranan dengan tatapan penuh ambisi yang dimiliki oleh Shintaro.
"Shintaro-Nii kenapa?" Tanya Kousuke.
"Entahlah, saat kuperlihatkan pesan Ibu ke Shintaro-Nii, dia menjadi seperti ini" Ucap Tsubomi.
"Aku disuruh pergi ke Mall untuk membeli pakaian untuk kalian. Ada yang mau ikut?" Tanya Shintaro.
"Hmm... tidak ah~ lebih baik aku bermain Xbox 360 milik Kak Shintaro saja~ tapi tolong titip S.H.F. Kamen Rider Ouja Survive ya~" Ucap Shuuya, yang segera meluncur untuk bermain Xbox 360 milik Shintaro.
"Ah... tidak, aku masih mau menjelajahi halaman belakang, titip Gunpla GN-011 Harute Gundam, sama beberapa snack ya!" Ucap Kousuke yang langsung lari kehalaman belakang.
"Aku ikut" Ucap Tsubomi.
"Hm... baiklah, ayo" Ucap Shintaro, yang pergi ke kamar Ibunya untuk mengambil uang, lalu akhirnya pergi ke Mall
Di Jalan
"...Shintaro-Nii, ayo cepat" Ucap Tsubomi yang sudah berada jauh didepan kakaknya.
Ya, Shintaro Kisaragi, saat ini sedang berjalan tertatih-tatih ke tempat bernama Mall dengan ranting yang dijadikan sebagai penyangga tubuhnya, yang sebentar lagi akan kehilangan kesadaran. Dasar jalan raya sialan, kenapa kau harus terasa sangat panas?! Apa kau tidak tahu kalau fisik Shintaro itu sangat lemah, bahkan satu kali pukulan dari anak yang seumuran dapat menyebabkan cedera parah pada tubuhnya! Dasar musim panas kejam! Tapi tidak apa-apa, Shintaro akan melalui semua rintangan ini, hanya untuk satu tujuan... MALL!
Mall
AH~ Mall, benar-benar tempat yang indah, AC dimana-mana, pakaian bagus dimana-mana, dan... Soda dimana-mana. Benar, tujuan Shintaro pergi ke Mall ini tidak lain dan tidak bukan adalah untuk membeli minuman kesayangannya, soda. Itulah yang utama, yang lain urusannya setelah soda. Akhirnya, dengan wajah yang sumringah, Shintaro memborong semua soda yang ada, mulai dari yang kalengan sampai yang botol besar. Akhirnya, setelah memborong soda yang ada, ia pun pergi untuk membeli Gunpla dan S.H.F yang sudah di pesan oleh Kousuke dan Shuuya, sementara Tsubomi hanya mengikuti Shintaro saja. Akhirnya, setelah mendapatkan Gunpla dan S.H.F yang sudah di pesan oleh Shuuya dan Kousuke, Shintaro dan Tsubomi pergi berburu pakaian.
"Shintaro-Nii, memang sudah tahu ukuran baju untuk Shuuya dan Kousuke?" Tanya Tsubomi pada Shintaro.
"Ya, sudah bisa ku kalkulasikan berapa ukuran mereka" Ucap Shintaro pada Tsubomi, sekaligus mengambil beberapa pakaian untuk Shuuya, Kousuke, dan Tsubomi.
"Kalkulasikan?"
"Kau akan tahu nanti"
-Line break-
Kediaman Kisaragi
"Waahh! S.H.F dan pakaian baru!" Ucap Shuuya kegirangan.
"Gunplaku!" Ucap Kousuke yang langsung memeluk Gunplanya.
"Hei sudah, kalian coba pakainnya saja dulu, kau juga Tsubomi" Ucap Shintaro sembari meminum soda kesayangannya.
"Baiklah Shintaro-Nii!" Ucap mereka bersamaan.
12 MENIT KEMUDIAN
"Eh, ukuran bajunya pas! Celananya juga!" Ucap Shuuya yang memakai kaos hitam bergambar topeng kitsune berwarna putih dan celana pendek warna coklat.
"Eh, Iya! Kok Shintaro-Nii bisa tahu ukuran kita?" Ucap Kousuke yang memakai kaos hijau muda polos dengan celana pendek warna putih.
"Tentu! Siapa dulu, Shintaro Kisaragi!" Ucap Shintaro yang membanggakan dirinya.
"Eh, Tsubomi mana?" Tanya Kousuke.
"A-aku disini..." Ucap suara feminim yang ada di balik pintu kamar Shintaro. Mendengar suara feminim tersebut, Shintaro dan kedua adik laki-lakinya mengahadap ke arah kamar Shintaro, dimana kepala Tsubomi muncul dari balik pintu kamar dengan wajah yang memerah.
"Eh, kenapa tidak keluar, ayo cepat sini" Ucap Shintaro.
"A-aku disini saja..." Ucap Tsubomi, masih dengan wajah meronanya.
"Ah~ sudahlah Tsubomi! Ayo keluar!" Ucap Shuuya yang menarik Tsubomi untuk keluar dari kamar Shintaro. Belum sempat Tsubomi protes, ia sudah keluar dari kamar Shintaro duluan, menampilkan Tsubomi yang berbalut mini-dress berenda warna hitam semata kaki.
Kousuke dan Shuuya cengo melihat Tsubomi, Shintaro hanya menggangguk-anggukan kepalanya, dan Tsubomi yang karena merasa malu, memainkan dressnya dengan jari-jemari mungil miliknya.
"Ternyata benar, itu pas untukmu" Ucap Shintaro yang sedang memberikan sesuatu yang jarang ia berikan. Senyuman yang mempesona.
"Aah! A-anu... em... err..." Tentunya saja senyuman Shintaro tersebut berdampak buruk pada Tsubomi, jantungnya yang tadi berdegup dengan interval 10 detik, sekarang berdegup dengan interval 0,10 detik.
"Bagaimana Shintaro-Nii bisa tahu ukuran Tsubomi?" Tanya Kousuke.
"Jangan-jangan! Selama kalian di Mall, Shintaro-Nii telah menggerayangi tubuh Tsubomi lagi!" Ucap Shuuya dengan dramatisnya.
Mendengar Ucapan Shuuya tersebut, wajah Tsubomi menjadi semakin merah, wajah Shintaro menjadi pucat, dan wajah Kousuke sedang mengekspresikan kebingungannya.
"Shuuya! Dari mana kamu belajar bahasa itu! Dan juga, tidak mungkin kakakmu ini menggerayangi tubuh Tsubomi yang suci itu!" Ucap Shintaro, penuh dengan amarah.
"Menggerayangi it u apasih?" Tanya Kousuke dengan wajah polosnya.
"Kau tidak perlu tahu Kousukeeee!"
Sementara kekacauan sedang berlangsung, Tsubomi sedang membayangkan hal yang sudah dikatakan oleh Shuuya, namun dengan versi dirinya yang sudah berumur 18 tahun, dan Shintaro yang berumur 22 tahun. Ya... Yang di bayangkan oleh Tsubomi adalah tubuhnya yang berumur 18 tahun... dengan ganasnya digerayangi oleh Shintaro... yang berumur 22 tahun... di dalam kamar pribadi mereka berdua...
"Ehehehe..." Tawa Tsubomi dengan wajah merona dan air liur yang hampir menetes, sementara dibelakangnya, sebuah kejar-kejaran besar sedang terjadi, dengan Shintaro yang membawa lap bekas, dan Shuuya yang lari sambil tertawa jahat.
Baru setengah hari di kediaman Kisaragi, masa-masa damai Shintaro sudah direnggut oleh Shuuya, dan Tsubomi berubah menjadi seorang yang pervert...
Bersambung...
Maaf kalau ini gak terlalu memuaskan kalian, soalnya saya buat nya buru-buru, tanggal 14 mau kemah sih. Dan ya, Tsubomi berubah jadi orang yang Perv. Tapi tenang, Tsubomi Cuma jadi pervert hanya jika kagi membayangkan Shintaro. Yasudah, ingat berikan Review kalian, supaya saya tahu kesalahan saya dalam menulis cerita ini dimana.
Akhir kata, Ciao!
