Happy reading ^_^
Baekhyun POV
"Kyung-ah, mengapa kau belum juga siuman ? Kau baru saja kembali ke-sekolah, tidak-kah kau tahu, aku kesepian tanpa dirimu. Kumohon bangunlah dan kembali menjadi Kyungsoo yang kukenal.. Hikks Hikss"
Racau-ku dan tangis-ku pun pecah, bagaimana tidak ? melihat sahabat karib-ku terbaring lemah seperti ini.
"Bersabarlah Baekhyun-ah, Kyungsoo pasti akan siuman" Tutur Kris sunbae yang ada di sebelah-ku. Ya kami berada di Rumah Sakit SM untuk melihat kondisi Kyungsoo.
"Ne, sunbae gomawo"
"Baekhyun, ada hal yang ingin kutanyakan padamu, kau tidak keberatan kan jika aku menanyakan-nya ?"
"Tentu tidak sunbae, tanyakanlah"
"Ada apa dengan pinggang-nya Kyungsoo ?"
"Aku..aku.. pertanyaan itulah yang memenuhi otak-ku sunbae, aku tidak tahu ada apa dengan pinggang-nya. Selama 10 hari Kyungsoo tidak masuk ke-sekolah, dan hari dimana 'teman' mu yang berengsek itu sengaja melemparkan bola basket ke arahnya, itulah hari pertama Kyungsoo masuk kembali ke-sekolah. Kyungsoo berkata kalau dirinya tidak masuk dikarenakan sakit typus. Tapi saat aku bertanya apa yang sakit, Kyungsoo menunjuk pinggang kanan-nya." Ucap-ku panjang lebar kepada Kris sunbae. Jujur saja, aku tidak merasa curiga pada Kris sunbae walaupun dia adalah teman-nya si-bajingan itu. Aihh terkadang aku berfikir, kenapa bisa Kyungsoo mencintai namja yang arogan seperti Kim Jong In ? Kalau tadinya Kyungsoo mencintai Kris sunbae, aku yakin kisah cintanya tidak akan mengenaskan seperti ini.
"Jadi seperti itu.. tentang Jong In, aku mewakili-nya untuk meminta maaf. Seperti itulah dirinya arogan, keras kepala, sombong , playboy dan Yaa.. kau tahu kan kalau dirinya di cap sebagai 'bad boy' di sekolah kita. Tapi taukah kau ? Sebenarnya Jong In hanya berkamuflase untuk menutupi rasa kesepian yang ada didalam dirinya. Jong In adalah anak tunggal yang kurang mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari orangtua-nya. Orangtua-nya bekerja di luar negeri dan yang ku-tahu terakhir kali orangtua-nya datang itu sekitar 2 tahun yang silam, itupun hanya 2 hari saja." Setelah mendengar kehidupan seputar seorang yang aku muak untuk menyebutkan namanya Huh.. Kim Jong In, sama ironisnya dengan kehidupan Kyungsoo yang tidak merasakan kasih sayang orangtua, karena Kyungsoo tumbuh besar di panti asuhan. Oh Tuhan, inikah rencana-Mu mempertemukan dua insan manusia yang keduanya bernasib malang ? Jika iya, kuharap Kyungsoo segera meninggalkannya dan-
"Eungg" Refleks fokus mataku tertuju pada Kyungsoo dan benar saja sepertinya sahabat-ku ini sosok yang tangguh. Terimakasih Tuhan kau mengabulkan doa-ku
"Kyungsoo-ah, kau sudah sadar ? dimana yang sakit ? perlukah ku panggilkan euisa ? Kyung-ahh" aku langsung menghampiri Kyungsoo dan memeluk-nya
"Eum Baekhyun-ah sesak" Ucap Kyungsoo dengan suara yang lemah dan serak
"Ohh apakah aku menyakiti-mu ? maaf Kyung-ah" Saat aku berbicara kepada Kyungsoo, dari sorot matanya, sepertinya dia bingung kenapa Kris sunbae ada disini
"Kyungsoo-ah, aku datang kesini bersama Kris sunbae" Tutur-ku pada-nya
"Annyeong Kyungsoo-ah, apa kau sudah merasa baikan ? apakah pinggang-mu masih terasa sakit ?"
Kyungsoo POV
Cahaya putih, itulah yang aku lihat saat aku mencoba untuk membuka mataku. Bau obat jelas tercium di indera penciuman-ku. Lama-kelamaan aku dapat beradaptasi dan sepertinya aku telah kembali ke dunia yang bukan dibawah alam sadar-ku.
"Eungg" ku paksakan untuk dapat menggerakan sedikit kepala-ku. Seketika aku melihan dan mendengar Baekhyun, sahaba-ku langsung bertubi-tubi menanyakan segala hal pada-ku dan memeluk-ku
"Eum Baekhyun-ah sesak" Ucap ku seadanya
"Ohh apakah aku menyakiti-mu ? maaf Kyung-ah" Aku tidak mengindahkan apa yang dikatan Baekhyun, karena aku merasa Baekhyun kesini tidak sendiri sepertinya.
"Kyungsoo-ah, aku datang kesini bersama Kris sunbae" Kenapa ? Kenapa Baekhyun bersama Kris sunbae? tanya-ku dalam hati.
"Annyeong Kyungsoo-ah, apa kau sudah merasa baikan ? apakah pinggang-mu masih terasa sakit ? pasti kau bingung kan kenapa aku ada disini ?. Jujur saja saat Bakhyun bilang kalau pinggang kanan-mu mengeluarkan banyak darah membuat ku ingin tahu kondisi-mu sekarang. Dan tentang Jong In-" Kris sunbae membuka suaranya tapi saat menyebut nama Jong In sunbae, Baekhyun langsung memotong ucapan-nya
"Kyungsoo, apakah kau lapar ? kau belum mengisi perut-mu, aku tidak ingin kau sakit lagi. Tidak-kah kau tahu aku merasa sangat kesepian tanpa dirimu ?"
"Annyeong sunbae, eum kurasa aku sudah baikan dan ada apa tentang Jong In sunbae ? Yaa Baekhyun-ah kau memotong ucapan Kris sunbae, iya nanti akan ku-makan aku belum lapar Baekhyun-ah"
"Tapi Kyungsoo-"
"Aku mengerti Byun Baekhyun nanti akan ku-makan, aku belum lapar. Sekarang aku ingin tahu ada apa tentang Jong In sunbae" Aku mengenal betul sahabat-ku, air muka Baekhyun mudah sekali untuk ditebak ketika dirinya menyembunyikan sesuatu dariku.
"Kris sunbae, ada apa sebenarnya ? aku mohon berterus teranglah"
"Aku akan menceritakan semuanya tapi, jika aku bertanya padamu kau juga akan menjawab-nya kan ?" Ucap Kris sunbae dengan tenang, jujur saja aku tidak merasa terintimidsi oleh karena kehadiran-nya karena menurut-ku Kris sunbae bukan orang yang jahat.
"Eum baiklah" tutur-ku akhirnya
"Jong..Jong In, dia yang melemparkan bola basket itu kearah-mu. Oleh karena itu, aku mewakili Jong In meminta maaf padamu Kyungsoo, aku tahu Jong In memang jahat pada-mu tapi percayalah sebenarnya Jong In tidak tahu kalau kau mempunyai bekas luka jahitan di pinggang-mu."
"Ba..bagaimana bisa Jong In sunbae melemparkan bola itu kearah-ku ? Apakah dia sengaja melakukannya?. Katakan dengan jujur sunbae, bukankah kita telah sepakat?"
"... Iya, Jong In sengaja melemparkan bola itu pada-mu" Syokk itulah yang kurasakan saat ini, Huh bagaimana bisa ? Tuhann kumohon buat aku sabar menghadapi semua ini. Sakit sekali, jauh lebih sakit dari luka pinggang yang aku rasakan.
"Kyungsoo, tenangkan dirimu hmm ? Jong In memang brengsek" Ucap Baekhyun menenangkan-ku.
"Kyungsoo-ah, sekarang dapatkah aku bertanya ?" Baiklah aku siap dengan segala pertanyaan Kris sunbae
"Ne sunbae, apakah itu ?"
"Mengapa kau mempunyai bekas jahitan di pinggang-mu ?"
DEGG Pertanyaan yang tidak kuduga, datang menghampiri-ku. Haruskah aku jujur sekarang? Apa reaksi Baekhyun dan Kris sunbae jika aku menceritakan yang sesungguh-nya ?.
"Be..Bekas jahitan ini.. se.. sebenarnya
Jong In POV
Astagaa tolong hentikan tatapan-tatapan yang menjengkelkan itu untuk-ku. Cukup, aku sudah muak sekali dengan ini. Mengapa semua orang menganggap-ku bersalah 100% karena telah menyebabkan namja nerd itu dilarikan ke rumah sakit ? Hei, sejujur-nya aku tidak tahu kalau dia juga mempunyai bekas jahitan di pinggang sebelah kanan-nya. Aku juga merasa aneh, ada apa dengan pinggang-nya ? bekas jahitan yang belum kering benar ?. Apa yang terjadi sebenarnya ? PENASARAN itulah yang kurasakan sekarang.
Saat aku sedang berada di perpustakaan untuk tidur, Yeah.. itulah kebiasaan-ku jika aku merasa bosan dengan jam pelajaran Mr. Jung, aku tak sengaja mendengar perbincangan 2 namja yang sepertinya teman satu kelas-nya namja nerd itu.
Flashback
"Kasihan sekali ya Kyungsoo, ini kan hari pertamanya kembali ke-sekolah tapi dia malah terkena musibah"
"Iya, padahal dia sudah banyak ketinggalan pelajaran selama 10 hari karena sakit. Pasti nilai-nya akan turun drastis"
"Hei Xiumin, Kyungsoo kan namja yang pintar dalam segala pelajaran, pasti dia dengan mudah-nya menyusul mata pelajaran yang tertinggal"
"Benar juga yang kau katakan Chen-ah, kajja seonsaengnim akan marah jika kita lama membawa buku-buku ini"
Tidak masuk sekolah selama 10 hari ? Jenis penyakit apakah yang di-derita oleh namja nerd itu ? Jika hari ini merupakan hari pertama-nya dia kembali ke sekolah, berarti absensinya hanya berselang satu hari dengan-ku. Aku tidak mengikuti pelajaran selama 9 hari. Dan mengapa banyak sekali kesamaan yang aku alami dengan-nya ?. Tanpa pikir panjang aku segera melesatkan diri bersama dengan motor sport-ku ke rumah sakit SM untuk menemui namja nerd itu, rasanya kepala-ku ingin pecah karena aku tidak habis pikir, mengapa harus namja nerd itu ? Arggh.
Setelah memakirkan motor-ku, aku langsung datang dan bertanya ke bagian receptionist untuk menanyakan dimana letak ruang rawat inap namja yang membuat image-ku sedikit ternodai katena ulahnya itu.
"Tuan Do Kyungsoo berada di ruang P-203"
"Baiklah, kamsamnida" Saat ini aku sudah berada di luar ruang rawat inap namja itu, tapi kenapa tiba-tiba detak jantung-ku berpacu dua kali lipat lebih cepat ? Oh, ayolah Kim Jong In apa yang sedang kau lakukan sekarang ?
Ketika tangan-ku membuka sedikit celah pintu-nya aku mendengar seseorang berbicara dengan terbata dan sepertinya dia gugup. Jika pendengaran-ku tidak rusak, namja yang sedang berbicara ini adalah namja yang membuat-ku berada diposisi yang serba salah ini. Baiklah kuputuskan untuk menunggunya berbicara kali ini, setelah itu lihat saja apa yang aku perbuat padamu Do Kyungsoo. Geram-ku dalam hati
"Be..bekas jahitan ini.. se.. sebenarnya ak..aku, aku mendonorkan salah satu ginjal-ku kepada seseorang dan ginjal yang ku donorkan itu berada di pinggang sebelah kanan-ku. Jadi itulah sebabnya aku mepunyai bekas jahitan di pinggang-ku" Pendonoran ginjal hal yang lumrah bukan ? Hei, bukan aku satu-satunya orang di-dunia ini yang kehilangan ginjal-nya kan ? Tidak sedikit orang yang mengalami-nya.
"Mengapa kau begitu mudah-nya memberikan salah satu organ vital-mu pada orang lain Kyungsoo-ah ?" Jenis suara ini mudah sekali kutebak, bagaimana tidak ? ke-cemprengan yang sudah tingkat maksimal hanya dimiliki oleh namja ber-eyeliner itu siapa lagi ? kalau bukan Byun Baekhyun -_-
"Kepada siapa kau memberikan-nya Kyungsoo ?" Suara ini, bukankah suaranya Kris ? Ah, aku ingat dia pergi bersama Baekhyun untuk menjenguk Kyungsoo tadi.
Aku sebenarnya memang sangat menantikan jawaban dari namja yang paling kubenci itu.
"Aku.. aku..juga tidak tahu mengapa aku mendonorkan salah satu ginjal-ku kepadanya, yang jelas waktu itu aku menginginkan-nya untuk tetap hidup, ak..aku memberikan-nya ke..kepada.. Jo..Jong In sunbae"
Seluruh persendian-ku terasa lemas, aku tidak dapat menopang berat tubuh-ku sendiri, bagaimana bisa ? kenapa ini terjadi Tuhan ?
Author POV
Tesss.. cukup sulit bagi Kyungsoo untuk mempertahankan airmata-nya agar tidak jatuh.
"Apa ? kau mendonorkan ginjal-mu pada sosok orang yang sangat jahat padamu dan juga sangat membenci-mu ?" Baekhyun memekik tertahan. Tidak percaya? tentu saja.
"Ka..kau mendonorkan-nya pada Jong In ? yang ku-tahu Jong In memang kecelakaan beberapa waktu lalu, tapi aku tidak tahu kalau dia mendapatkan trasplantasi ginjal dari-mu" Tutur Kris yang juga kaget karena pernyataan Kyungsoo, tapi Kris mampu membuat dirinya tenang, tidak seperti Baekhyun.
"Hikss.. Hikss tolong jangan tanyakan padaku, mengapa aku mendonorkan-nya. Karena aku juga tidak tahu hikss.. hikss" Pecah, tangis Kyungsoo pun pecah sudah. Beban yang di pikul-nya memanglah terlampau berat.
"Benarkah ginjal yang ada di dalam tubuh-ku ini adalah milik-mu ?" Tidak tahan, Jong In langsung menerobos masuk dan berdiri menghampiri Kyungsoo. Antara takut, kaget, panik, sedih, kecewa, senang, semuanya campur aduk dihati Kyungsoo. Sedangkan Kris dan Baekhyun pun tak kalah kaget-nya dengan Kyungsoo.
"Jong In, sejak kapan kau ada disini ?" tanya Kris
"Apakah kau telah mendengar semuanya ?" sambung Baekhyun
Tapi Jong In tidak mengindahkan pertanyaan dua namja itu, melainkan kembali bertanya kepada sosok namja yang terbaring lemah di ranjang rumah sakit
"Benarkah ginjal yang ada di dalam tubuh-ku ini adalah milik-mu ?" Pertanyaan yang sama pun kembali ditanya-kan oleh Jong In.
"Jika itu benar, apa yang akan kau lakukan ?" Entah dapat keberanian dari mana Kyungsoo mampu menjawab pertanyaan Jong In dengan sarkastis.
"Apa yang kau inginkan dari-ku sebenarnya ? Mengapa kau begitu peduli padaku ? dan Kris dan Baekhyun, bisakah kalian tinggalkan kami berdua disini ? ada sesuatu yang ingin aku bicarakan dengan-nya hanya empat mata" Jong In berkata dengan tenang namun tegas
"Baikalah, sepertinya kalian memang harus berbicara empat mata. Kajja Baekhyun-ah" Ucap Kris
"Huh.. baiklah awas saja kau namja brengsek, jika kau menyakiti sahabat-ku lagi, akan ku-pastikan jasad-mu mengaliri singai han besok. Kyungsoo-ah jika terjadi sesuatu cepat panggil suster penjaga arra ?"
Jong In hanya diam ketika Kris dan Baekhyun berbicara fokus utama-nya saat ini adalah namja yang ada di hadapannya saat ini. Setelah Kris dab Baekhyun pergi, Kyungsoo langsung menatap Jong In dengan tatapan datar dan berkata
"Seberapa penting-kah hal yang ingin kau bicarakan itu sunbae ? sampai harus meminta Baekhyun dan Kris sunbae meninggalkan ruangan ini ?" Tanya Kyungsoo
"Mengapa ? apkah kau takut ?" Jong In menantang Kyungsoo
"Huh, tentu saja tidak. Apa yang harus aku takut-kan ? bahkan aku pernah menjemput ajal buakn ajal yang menjemput-ku. Tskk" Jong In tahu benar kemana arah perkataan Kyungsoo.
"Apakah kau menyesal telah memberikan-nya pada-ku ?" tanya Jong In lagi
"Kalau pun aku menyesal, apakah penyesalan-ku itu akan mengembalikan waktu yang telah terjadi ?"
"Mengapa kau memberikan-nya kepada ku, bukankah aku sosok manusia yang paling jahat dan yang paling membenci dirimu ?"
"Jika kau bertanya 'mengapa aku memberikan-nya padamu?' aku juga tidak tahu mengapa. Mungkin saat itu aku kehilangan kesadaran-ku dan tanpa berpikir panjang aku memutuskan untuk mendonorkan salah satu ginjal-ku padamu" Jawaban yang di lontarkan oleh Kyungsoo tentu saja membuat Jong In merasa dirinya sosok yang paling menyeramkan yang ada di-muka bumi ini
"Apakah kau mencintai-ku ?" Lagi dan lagi hanya pertanyaan yang di lontarkan oleh Jong In
"...Tskk mengapa kau mempertanyakan itu ?"
"Ak..aku hanya ingin tahu saja dan memastikan bahwa yang dibilang orang banyak benar bahwa kau mencintai-ku. Aku hanya ingin memastikan-nya seorang diri" Semula Jong In tidak mampu mengendalikan dirinya, karena dia sendiri juga bingung mengapa tiba-tiba dia bertanya seperti itu
"Jika dulu, mungkin benar aku memang mencintai-mu, tapi kurasa kau terlalu berlebihan meng-ekspresikan rasa ketidak-sukaan mu padaku, bahkan sangat-sangat berlebihan." Jawab Kyungsoo jujur, Ya.. dia harus mampu untuk menghadapi Jong In sekarang, Kyungsoo tidak boleh lemah dalam menghadapi Jong In sekarang, dan mulai sekarang juga dia mempunyai arus permainan sendiri, tidak mengikuti arus permainan Jong In seperti beberapa waktu yang lalu.
"Jika sekarang ?" Tanya Jong In dengan raut wajah penasaran
"Sebenarnya berapa banyak pertanyaan yang ingin kau pertanyakan padaku ? Kurasa kau sudah tahu jawaban-nya setelah apa yang kau lakukan pada-ku selama ini"
"Maafkan aku Kyungsoo. Saat itu aku memang membenci-mu dan sejujur-nya saat itu aku- Kumohon maafkan aku. Aku tidak tahu jika kau mempunyai bekas jahitan itu, sungguh"
"Baiklah sunbae, kutegaskan sekarang. Mulai saat ini aku tidak mencintai-mu lagi, dengan demikian kau bisa sedikit menghilangkan rasa kebencian-mu itu pada-ku. Dan kurasa lebih baik kita melupakan kejadian-kejadian yang telah terjadi ini, lupakan-lah dan anggap saja semua ini tidak pernah terjadi. Setelah itu, aku berjanji tidak akan mengusik-mu lagi.
"Mengapa kau begitu egois ? mengapa kau memutuskan semua ini hanya dengan kemauan-mu saja ? apakah kau tahu alasan aku membenci-mu ?" Jong In sedikit meninggikan intonasi suaranya, Kyungsoo sempat sedikit kaget, namun dia berhasil menguasai dirinya kembali.
"Jika aku bertanya apa alasan-mu untuk membenci-ku ?" Tanya Kyungsoo datar
"Aku tak tahu bagaimana harus menjelaskannya, tapi ketahuilah kau adalah orang yang pertama yang memerhatikan-ku dengan tulus. Bahkan aku merasa, aku tidak mendapatkanya dari sahabat, namja chingu maupun orangtua-ku. Aku merasa asing dengan perlakuan itu semua, karena aku tidak pernah mendapatkan-nya. Sulit bagiku untuk menerima perhatian dari-mu." Jong In menjawab pertanyaan Kyungsoo dengan raut wajah sendu dan nanar. Hei apakah yang terjadi pada sosok dingin seperti Kim Jong In sang 'bad boy' sekolah ? Bukan-kah dia membuang image-nya di hadapan orang yang ia benci ?
"Sun..sunbae.. kau ..kau hikks" Kyungsoo tidak mampu melanjutkan perkataan-nya.
Tiba-tiba Jong In datang mendekap Kyungsoo dengan hati-hati. Kaget ? tentu saja Kyungsoo kaget, bagaimana bisa orang yang membenci-nya tiba-tiba memeluk-nya dengan hangat ?
"Kau telah mengetahui semuanya bukan ? sebenarnya aku hanyalah seorang Kim Jong In yang kesepian dan mencoba untuk membuat dunia buatan-ku sendiri dan kau hadir menghancurkan segala-nya tetapi kau membawa yang sebenarnya kucari selama ini yaitu Kasih Sayang yang Tulus."
"Kau hikss hikss kenapa begitu jahat ? hikss"
"Katakanlah, apa yang harus aku lakukan ? aku telah terjebak dalam dirimu Do Kyungsoo" Jong In melepaskan dekapan-nya dari Kyungsoo dan menatap dalam mata yang tercipta begitu indah yang ada di hadapan-nya saat ini
"Kau hikks apakah kau hikss" Kyungsoo masih terlarut dalam tangis-nya
"Saranghaeyo Do Kyungsoo, maukah kau menjadi nam-" Ucapan Jong In terputus tatkala Kyungsoo menarik tangan-nya dan mempertemukan bibir mereka satu sama lain, walaupun sebenarnya dirinya masih terisak. Kelegaan menjalar pada Jong In.
Merasa sesak, Kyungsoo menyudahi acara pertemuan bibir mereka. Dengan wajah yang bersemu, dirinya retsenyum menatap Jong In
"Kau sedikit agresif dari pada yang ku bayangkan ternyata hahaa Saranghae...jeongmal gomawo Kyungsoo-ah. Aku sangat menyesal karena melakukan kesalahan yang membuat-mu begitu menderita, maafkan semua kesalahan-ku hmm ? Aku berjanji akan mengobati luka-luka yang kau alami selama ini dan aku juga berjanji untuk tidak menyakiti-mu lagi" ucap Jong In kembali memeluk Kyungsoo
"Mungkin ini sedikit sulit untuk-ku untuk menerima dirimu secepat ini, aku perlu waktu untuk ini semua. Bisakah kau memberi-ku sedikit waktu ?"
"Tentu saja nae namja chingu" Ucap Jong In menyentil hidung Kyungsoo
Setelah 3 hari perawatan intensif, Kyungsoo diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Sempat terjadi sedikit pertengkaran kecil antara Kyungsoo dan Jong In. Di-satu sisi Kyungsoo ingin kembali flat-nya di sisi lain Jong In menginginkan Kyungsoo tinggal bersama-nya dengan alasan kalau flat yang dimiliki Kyungsoo terlalu jauh dari sekolah mereka danterletak dekat kawasan Bar, tentu saja Jong In khawatir. Akhirnya Jong In berhasil membujuk Kyungsoo dengan berbagai macam alasan, yang memang benar adanya.
At School
"Apa? kau telah berkencan dengan si namja brengsek itu ?" Suara melengking milik Baekhyun mampu di dengan oleh seantero sekolah ini mungkin
"Yaaa Baekhyun-ah kau tidak bolah langsung men-judge orang seperi itu, aku akan menceritakan semuanya padamu, tapi dengan satu syarat.." Ucap Kyungsoo dengan sabar menghadapi sahabatnya yang tiba-tiba bisa mengeluarkan lengkingan-lengkingan seperti gunung yang meletus tanpa tanda-tanda(?)
"Baiklah apa syarat-nya Kyung-ah ?" Tanya Baekhyun tidak sabaran
"Kau tidak boleh mengeluarkan lengkingan-lengkingan itu selama aku bercerita bahkan sampai aku selesai bercerita, bagaimana ?" Tanya Kyungsoo penuh selidik
"Arrayo, palliwa malhebwa" Kyungsoo mulai menceritakan yang terjadi selama ini antara dirinya dan Jong In yang belum Baekhyun ketahui. Baekhyun menepati janjinya dia tidak bersuara selama Kyungsoo bercerita, hanya kadang-kadang matanya melotot hampir keluar-_-"
"Mwo ? kau berkencan dengan Kyungsoo ?" Tanya Kris tidak percaya, saat Jong In mengatakan bahwa dirinya telah resmi menjadi namja chingu seorang Do Kyungsoo
"Ne, itu benar. Walau bagaimana pun aku berterimakasih padamu karena pada saat itu kau yang membuat Kyungsoo mau bercerita tentang yang sesungguhnya"
"Kau benar-benar Kim Jong In, kalau begitu jagalah dirinya baik-baik dan jangan kau sakiti dia lagi" Kris memeri wejangan kepada Jong In
"Ne, arraseo tuan Wu. Tapi, kenapa kelihatannya hari ini kau kurang bersemangat Kris ? ada apa dengan-mu?"
"Ak..Aku baru saja putus cinta Jong In-ah" Jawab Kris lesu
"Apa ? benarkah ? bagaimana bisa Kris Wu ?"
"Entahlah, aku di-duakan olehnya. Mungkin dia sudah bosan pada-ku. Huh"
"Tapi kenapa kau menerimanya begitu lapang dada ? bukankah kau mencintainya ?"
"Kurasa aku sudah menemukan penggantinya, dan untuk apa aku tenggelam dalam perasaan gundah gulana ? itu terlalu lemah. Aku ini namja yang kuat Kim Jong In"
"Haaha dasar tiang listrik-_- tapi aku cukup penasaran siapa namja yang kau sukai itu Kris, siapakah dia ?"
"Kau ingin mengetahui-nya ?" Ucap Kris menaik turunkan alisnya "Tentu saja, jangan membuat-ku penasaran, cepat katakan" pinta Jong In pada Kris. Kris mengedarkan pandangan-nya di seluruh kantin sekolah dan dia menemukan sosok yang ia cari "Itu dia, yang duduk disebelah namja bermata bulat seperti pororo itu" Ucap Krins dengan wajah yang sedikit bersemu
"Oh dia, Hei itu jangan pernah memanggil namja chingu-ku dengan sebutan seperti itu, aku tidak suka. Arra?"
"Ne, baiklah tuan Kim hahaa"
"Dasarr ! lihat ini.. HEI BYUN BAEKHYUN TIDAK-KAH KAU TAHU KALAU KRIS MENYUKAI AHH TIDAK DIA MENCINTAI-MU" Jong In berteriak dengan nyaring, sontak kantin penuh dengan sorakan murid-murid yang sedang beristirahat...
-7 Years Later-
Pendeta : Tuan Kim Jong In, maukah saudara menerima Do Kyungsoo sebagai pasangan hidup yang dijodohkan oleh Tuhan didalam pernikahan yang kudus ? Maukah saudara mengasihi dia , menghibur dia, menghormati dan memelihara dia baik pada waktu sakit maupun dia sakit maupun pada waktu dia sehat , serta melupakan orang lain tetapi hanya mengasihi dia saja, selama saudara berdua hidup didunia ini ?
Kim Jong In : "YA SAYA MAU!"
Pendeta : Do Kyungsoo maukah saudari menerima Kim Jong In sebagai pasangan hidup yang dijodohkan oleh Tuhan didalam pernikahan yang kudus ? Maukah saudari mengasihi dia , menghibur dia, menghormati dan memelihara dia baik pada waktu sakit maupun dia sakit maupun pada waktu dia sehat , serta melupakan orang lain tetapi hanya mengasihi dia saja, selama saudari berdua hidup didunia ini ?
Do Kyungsoo : "YA SAYA MAU!"
-FIN-
Terimakasih atas Apresiasi-nya^^
