chapter 1 : Bertemu kembali

Clover : Yippeee(?)! Saya kembali update cerita halusinasinting(?) saya!

Akashi : Cepetan mulai! Perintahku absolute you know?*nodong Hasami

Clover : *gulp*o... okeh, jawaban untuk review chappy kemarin ada dibawah ya? :)

Disclaimer : Kurobasu punya Tadatoshi-sensei dan kalau mereka punya saya... Nggak jadi deh, ada yang nodongin Hasami

Warning : Susah dicerna oleh otak, OOC? Entahlah, ada satu OC saya yang keluar di fic ini, dan TYPO(s)... Sisanya silahkan liat di ceritanya#PLAK

DON'T LIKE? DON'T READ

.

.

ENJOY~~

.

.

.

.

.

.

"Konnichiwa! Aku kembali 'Kiseki no Sedai'" Jawab perempuan itu...

Perempuan yang disebut Naifu Hikaguree itu dulu adalah teman sekelas Momoi. Dia mempunyai tinggi 190cm karena apa?(murasakibara : Karna snack? Clover :#sweatdrop) Yaitu karena dulu dia ace di klub basket putri di Teiko. Kata-kata yang di underline itu penyebab tingginya.

"Hisashiburi Naifucchi/Hikaguree/Naifu/Hika-san/Hika-chin" Kata Kise, Akashi, Midorima, Kuroko, dan juga Murasakibara.

.

.

.

.

Aomine? Oh, rupanya dia sedang berapi-api karena sekarang dia bisa mengajak 1-on-1 sang mantan ace di klub basket putri. "Hey, Naifu! Kau mau bermain 1-on-1 denganku?!" Seketika semuanya menengok kearah Aomine. "Baiklah, sudah 'lama' aku tidak bermain basket" Aominepun mengingat sesuatu dan membatu untuk sesaat. "Kau tak mau memanggil kakakmu...kan?" "Ngapain? Dia nggak bakalan muncul di fic ini kok. Terus apa hubungannya sama kakakku?" "Oh... Oke" Semangat Aomine mulai membara kembali.

5 menit kemudian...

Aomine terkapar di tengah lapangan dengan keringat yang mengucur dari seluruh bagian tubuhnya. Mau tau kenapa? Mau tau aja atau mau tau banget?#PLAK.

Jadi yang sebenernya terjadi adalah Aomine kalah telak oleh Naifu. "Hikaguree, apa yang kau lakukan selama 5 bulan?" Tanya Akashi. "L-A-T-I-H-A-N-B-A-S-K-E-T... Puas?" Sekarang mengerti kenapa Aomine kalah telak?(Readers : Nggak. Clover :#Pundung)

Akashi hanya diam. "begitu... Kukira kau hanya bercanda..." Gumamnya. "Apa? Kenapa? Aku tidak dengar?" "Ie, nandemonai... Apa 'mainan'mu masih ada?" "Ha? Oh itu, tentu saja masih ada" Naifu berjalan kearah tasnya dan mangambil benda kesayangannya. Yaitu,...

.

.

.

.

JRENG JEREEEENG#PLAK (Soundepek(lagi))

PISAU! SEPERTI CHAPTER KEMARIN! OMGEEEH#PLAK

"Ini kan maksudmu?" Tanya Naifu. "Heh, ternyata kau benar-benar suka pisau. seperti dugaanku" Hei, dari namanya saja sudah dapat diketahui! (Clover : Maksudnya Naifu = Knife)

"Hey Midorima! Murasakibara! Kuroko! Kise! Kenapa kalian jadi pucat begitu?!" Tanya Naifu kaget karena mereka membatu ditempat, sekian dari saya. Wassalamualaikum#PLAK. Salah skripsi lagi.

Oh, sepertinya mereka mengingat kejadian yang terjadi 5 bulan yang lalu sebelum Naifu pergi untuk latihan basket entah dimana itu. Mari kita intip(?) flashback mereka!

Flashback

"Eeeh? Kau serius Hikacchan? Memangnya kau mau kemana? Tapi kok mendadak? jadi kamu bakal tidak masuk sekolah selama 5 bulan? Aku nggak ada teman ngobrol deh besok..." Sekarang Naifu serta Momoi sedang mengobrol sambil duduk di bench sambil berbincang-bincang... Mereka jadi tidak menghiraukan kisedai yang sedang latihan.

"Hei, hei sudahlah. Lagipula memangnya itu terdengar ingin pindah sekolah? Selama 5 bulan? Jangan beranda" "Mouu, Hikacchan... jawab pertanyaanku" Naifu hanya bisa menghela nafas pasrah kepada teman sekelasnya yang satu ini.

"Tentu saja aku serius, kalau soal tempat untuk pergi aku tidak tau karna ini hasil paksaan dari ortuku, tentu saja mendadak karena mereka memberitahuku tadi pagi, aku homeschooling mulai besok, maaf ya..." Kata Naifu sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

"ISTIRAHAT 20 MENIT!" Seru Akashi kepada semuanya.

"Akhirnya istirahat juga... Kapan selesainya Akashicci-ssu?" "Diamlah atau latihanmu sendiri yang akan kugandakan" "Satsuki... Beri aku... Air..." BRUK! "UWAA! AOMINECCHI SEKARAT-SSU!" "Kise-kun tenanglah, dia hanya pingsan bukan sekarat" "Aku setuju dengan Kuro-chin..." "Lebih baik berikan dia air. Bu-bukan berarti aku peduli dengannya-nodayo!" "Ide bagus Midorimacchi!"

Lalu Kise merebut botol air yang ada di tangan Momoi dan... Mengguyur Aomine dengan air yang ada di botol itu. Nak(?) Kise, maksud Midorima bukan kayak gitu...

"PUAH! Apaan nih? Siapa yang mengguyurku dengan air?!" Dan sontak semuanya menunjuk kearah Kise. "Kise... TEMEEE!" "APA SALAHKU-SSU?! INI KAN IDENYA MIDORIMACCHI-SSU!" Dan terjadilah adegan Tom and Jerry ala Aomine dan Kise#Dihajar AoKi.

SKIP TIME~~

"Benarkah itu Naifucchi-ssu?" "Ortumu benar-benar penggila basket-nanodayo" "Pergi selama 5 bulan hanya untuk latihan basket? Apa kau tidak capek Hika-chin?" "...Waw, itu adalah acara berpergian yang pernah kudengar sekali seumur hidupku" "Hika-san... Kau hebat sekali masih bisa bertahan sampai saat ini... Padahal paksaan ortumu benar-benar dahsyat" "..." Semuanya berkomentar kecuali Akashi... Mungkin dia udah tau lewat 'Emperor-eye'nya#PLAK.

"Haaa... Bagaimana mungkin aku bisa menolak permintaan orang tuaku yang selalu mendesakku untuk sesuatu yang berbau basket" Yap, Naifu tidak mungkin bisa menolak permintaan orang tuanya kalau sudah dalam sesuatu yang berbau basket... Kalau dia tidak menurut maka ortunya akan mendesak anaknya terus sampai anaknya pasrah.

Lalu Naifu melihat kearah Momoi yang sedang pasrah karena teman untuk mengobrol disaat latihan basket akan menghilang selama 5 bulan. "Ah, aku harus segera pulang untuk mengepak barang-barangku lalu Momo-san..." Momoi menengok kearah Naifu. "Kau bisa memakai benda ini untuk pelampiasan kekesalanmu karena aku memberitahumu terlalu mendadak"

Momoi terlihat bingung karena biasanya memang kalau dia memberitahu sesuatu selalu mendadak. Lalu Momoi hanya mengangguk dan menerima kotak yang berisikan... Entahlah apa isinya. "Jaa, aku pergi sekarang. Sayonara sampai 5 bulan kedepan!" Kata Naifu sambil melambaikan tangannya dan berlari ke arah pintu.

BLAM

Sekarang seluruh pandangan tertuju kepada sebuah kotak yang tadi diberikan oleh Naifu. Momoi membuka kotak tersebut dan isinya adalah...

.

.

.

.

.

BEBERAPA PISAU!

Semuanya sweatdrop ditempat melihat pemberian dari Naifu. Momoi orang pertama yang berhenti sweatdrop langsung berjalan menuju tengah lapangan. Kisedai bingung semua karena Momoi tiba-tiba berjalan kearah tengah lapangan.

Mari kita lihat apa yang sedang Momoi lakukan disana:

1. Menghela napas dan tersenyum.

2. Mengambil satu pisau dengan tangan kanannya dari kotak yang ada di tangan kirinya.

3. Mengacungkan pisau itu keatas.

4. Melempar pisau itu kesembarang arah sambil berteriak.

5. Kejadian no. 4 terus terulang sampai seluruh pisau itu habis, entah kapan habisnya.


"MOMOICCHI BRUTAAALL-SSU!" "AKU YAKIN KALAU ADA KAGAMI DIA BAKAL BILANG 'THIS GIRL IS IN BRUTAL MODE'!" "SIAPAPUN HENTIKAN DIA-NANODAYOO!" "LARI KALIAN LAMBAN SEKALI! SETIAP KALI KALIAN LARI MASA CUMA SEGINI DOANG KECEPATANNYA?!" "AKASHICCHI! INI BUKAN WAKTUNYA BUAT LATIHAN-SSU!" "Bahkan hal ini membuat Aomine-kun masuk kedalam zone" "Segitu takutnyanya kah Mine-chin terhadap Sa-chin yang sedang dalam mode brutal?" "Menurutku... Mungkin"

Yaps, mereka ber-enam sedang menyelamatkan diri dari lemparan maut Momoi yang brutal itu. Sangat brutal... Bahkan Author nggak sanggup buat berimajinasi.

Setelah Momoi puas melempar pisau-pisau pemberian Naifu tadi, dia mulai memungut pisau yang tadi dia lemparkan secara brutal yang sedang tertancap dimana-mana di dalam gym... 'DIMANA-MANA' Itu pengecualian untuk tubuh para kisedai. Setelah selesai memungut pisau itu akhirnya dia berjalan keluar gym dan pulang...

.

.

.

Pulang melupakan para kisedai yang sedang terkapar di gym...

.

.

.

Sampai malam hari...

Kejadian melempar-pisau-dengan-brutal-ala-Momoi itu berlangsung sampai 5 bulan kedepan dan para kisedai yang terus pulang malam sampai 5 bulan ke depan.

End of flashback

"Hey Aka-san! Mereka kenapa?" Tanya Naifu yang terbingung-bingung(?) melihat tingkah laku para kisedai yang sedang ber-gila-gilaan-ria. Akashi hanya bisa menggelengkan kepalanya karena malu akan tingkah para teman(baca : Budak)nya itu.

Apa yang sedang mereka lakukan? Jawabannya adalah...

Aomine yang sedang berjingkrak-krak senang sambil teriak ala tarzan, Kise yang sedang berselfie ria dan megupdate status yang berisikan 'Akhwirnya akyu bwebas dari penderitaan cyiin' di FB-nya, Midorima yang sedang nangis ngejer dengan muka menghadap keatas dan terduduk di lantai gym, Murasakibara yang berlari keliling gym dengan tangan yang membentang(?), Kuroko yang arwah unyu-unyu-nya yang keluar dari tubuhnya dan tepar dengan mulut berbusa.

"Sungguh, aku tidak mengerti mereka kenapa" Kata Akashi dengan sebohong bohong-bohongnya bohong(?). "Soukka... Berarti mereka sedang ber-gila-gilaan-ria ya?" "Maybe" Jawab Akashi singkat. Momoi yang baru ingat akan sesuatu langsung berlari kecil menuju tas-nya yang berada di bench. "Hikacchan! Ini-" "Tidak usah, itu untuk Momo-san saja" Momoi kaget dengan apa yang Naifu bilang. Padahal perempuan ini senang mengoleksi pisau... Beserta benda-benda tajam lainnya.

"Hee? Betulkah ini untukku? Kenapa? Bukankah kau suka dengan benda tajam?" Naifu menghela nafas dan mulai berbicara. "Sudah terlalu banyak" "..."

Krik

Krik

Pak jangkrik yang numpang lewat terbengong-bengong dengan suasana yang sedang terjadi di gym Teiko ini.

"Hee? Maksudnya apa-ssu?" Naifu menatap Kisedai dan Momoi satu persatu. "Sudah terlalu banyak benda tajam dirumahku, puas?" "..."

.

.

.

.

.

.

.

(Clover : Awkward)

.

.

.

.

.

.

.

(Clover : Very awkward...)

.

.

.

'RUMAHNYA PENUH DENGAN BENDA TAJAM?! APAKAH MEREKA SUKA SESUATU YANG BERBAU GORE?! SEREM BANGET EUYY!' Jerit Kise, Aomine, dan Midorima bersamaan di dalam hati. Sementara Momoi, Akashi, Kuroko, dan Murasakibara hanya bias melotot kearah Naifu dengan tatapan muka 'Sumfeh-lo-?!'.

"Ja-jadi ad-a be-berapa benda taj-jam di rumah Naifucchi-ssu?" Tanya Kise yang sepertinya logatnya berubah menjadi seperti Az*s G*g*p#Dihajr fans Kise beserta Kisenya sendiri. "Haaa? Masih nanya yang kayak gitu?! Aku bilang banyak ya 'banyak'" "maksudnya benda tajam yang ada dirumah Hika-san itu 'unlimited'?" Kata Kuroko dengan muka triplek-nya#PLAK.

"10% punyaku, 30% punya kakakku, serta 60% punya ortuku" Kata Naifu dengan santai. Sampai-sampai Naifu tidak sadar bahwa para arwah unyu-unyu(?) kisedai sedang melayang entah kemana, kecuali Akashi yang masih stay-cool tapi padahal kakinya udah gemetaran.

'KELUARGA ANAK INI ADALAH TITISAN DARI IBLIS DI NERAKA NERAKANYA NERAKAAAA!' Jerit hati Kise, Aomine, dan Midorima lagi. Beserta Momoi, Akashi, Kuroko, dan Murasakibara yang menunjukkan mukanya yang mengatakan 'Sumfeh-banget-lo-?!'.

"...Sudahlah nggak usah dipikirin. Orang tuaku memang suka sesuatu yang berbau horror 'extreme' dan gore 'extreme'" Kata Naifu dengan santai lagi. Yaa, kalau jadi Naifu sih santai-santai aja soalnya udah biasa. Tapi, kalau jadi kisedai dan Momoi ya jelas itu nyeremin... Author aja sampe merinding.

SKIP TIME~~

"Naifucchi ingin sekolah disini lagi-ssu?" "Tentu saja, sekolah ini hanya 5 langkah dari rumahku" "Hei, itu terdengar seperti lagu" Sekarang mereka sedang membicarakan tentang 'Naifu ingin sekolah lagi di Teiko. Dan sekarang... DIpikiran para kisedai masing-masing itu sedang terputar sebuah memory yang kelam bagi mereka... Yaitu dimana disaat Naifu membantu kisedai... Mungkin lebih ke 'menyiksa' kisedai agar berlatih lebih giat lagi. Mungkin hal ini pengecualian oleh Kuroko.

Penasaran? Sekali lagi, mari kita intip(?) flashback mereka!

FLASHBACK

Suatu hari di gym Teiko, sekumpulan makhluk warna-warni(?) sedang tenggelam dalam kegiatan mereka sendiri. Murasakibara yang makan snack, Midorima yang mendengarkan ramalan oha-asa dan dia nyaris tertawa ketika mendengar bahwa Sagittarius ada di rank terakhir, Kuroko yang minum vanilla milkshake, Aomine yang sibuk dengan majalah mai-chan-nya, Kise yang sibuk dengan ponselnya, serta Akashi dan Momoi yang sedang berpikir keras untuk membuat latihan ini lebih 'MERIAH' lagi.

BLAM!

Suara bantingan pintu itu membuat semua yang ada gym langsung menengok kearah sang pelaku pembuka pintu.

"Hei, kok kalian keliatannya masih seger-seger(?) aja? Nggak latihan?" Tanya sosok itu yang ternyata adalah Naifu Hikaguree.

"Akashi/Aka-chin/Akashi-kun/Akashicchi belum memberi kami perintah untuk latihan" Kata mereka ber-5 dengan kompak. "..." Sementara yang mendengar hanya kicep. Kenapa? Jelaslah! Seorang Akashi Seijuuro biasanyakan langsung memberi mereka menu latihan neraka jahannam#PLAK.

"...Kalau begitu aku ada ide!" Lalu Naifu dengan seenak jidatnya(?) masuk kedalam gym dan membisiki Momoi sesuatu. Sementara Akashi yang ada disebelahnya hanya mendengar suara seperti "psst... psst... psst... pssst" begitu. Setelah itu Momoi langsung mengangguk dengan semangat.

Sehabis itu Naifu pergi keluar gym entah antara dia mau pulang atau melakukan sesuatu.

5 menit kemudian~...

Naifu kembali dengan 5 karung yang berisi... Entahlah. Tapi didalam sana terdengar suara hewan... yang menurut 5(kecuali Kise) orang disana sangat... Takut, mungkin?

Suaranya ada 'Meoong... Meoong' dan 'Woof... Woof' lalu 'Aaaak... Aaaak' serta 'Bzzzz... Bzzz'. Ya, Author tidak terlalu bener kalau mendiskripsikan hewan lewat suaranya... Yang ke-5? Itu mah nggak ada suaranya, terus kenapa Kise bias takut? Entahlah, hanya tuhan dan Kise yan tau#PLAK.

Yang jelas 4 suara itu membuat Midorima, Akashi, Murasakibara, dan Aomine melotot GaJe.

Readers mau tau apa aja isi dari ke-5 karung itu? Jawabannya adalah...

To Be Continued~...#PLAK.

Jawabannya adalah KUCING, ANJING, BURUNG GAGAK, LEBAH, dan yang terakhir CACING. Udah kan? Terus cacing memang nggak ada suaranya kan?

"Tadi Hikacchan bilang, cara membuat semangat kalian untuk latihan membara kembali adalah dengan hewan-hewan ini. Kalau misalnya salah satu dari kalian ada yang nggak terima dengan cara ini, maka hewan-hewan itu akan di-release(?)" Kata Momoi dengan innocentnya.

'NEKOOO?! JANGAN DI LEPAS DARI KARUNGNYA-NANODAYOOO!' Yang ini jeritan hati Midorima.

'JANGAN BERIKAN AKU INU YANG TIDAK MAU MENDENGARKUU!' Kalau yang jeritan hati Akashi.

'BU-BURUNG GAGAAAAKK?! AKU TAK MAU MENDENGAR SUARANYAAAA!' Kalau yang ini jeritan hati Murasakibara.

'JANGAN BIARKAN LEBAH-LEBAH ITU MENDEKATIKUUU!' Kalau yang ini jeritan hati Aomine.

'JANGAN BILANG KALAU DI SALAH SATU KARUNG ITU ADA CACING YANG BEJIBUUN!' Kalau yang ini jeritan hati Kise.

Dan itulah hewan-hewan kelemahan para kisedai. Darimana Naifu tau kelemahan mereka semua? Dari Authorlah! MUAHAHAHAHAHA!

'AUTHOR SIALAAN KAMFREEEET! GUE KUTUK LOOO!' Silahkan kalau anda-anda bisa, jangan sampai saya bilang ke Naifu buat mengeluarkan isi karungnya ya?... HOHOHOHOHOHOKOHOK OHOK! Ah, udah ah. Capek.#kokjadibegini?

Sementara Kuroko dan Momoi yang dari tadi tercampakkan#PLAK. Sedang menyusun sebuah rencana... Dengan aura mistis yang entah dating darimana.

Rencana yang membuat kisedai menjadi the merindings#PLAK.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Dan hari itu adalah hari yang sangat menyeramkan bagi kisedai keucali Kuroko dan Momoi, serta Naifu yang hanya memasang muka innocent. Padahal niatnya sendiri jahat.

END OF FLASHBACK

Dan ternyata hal ini masih terus mengiang-mengiang di otak para kisedai minus Kuroko dan Momoi. "Oh ya, rumahku baru di renovasi dan... aku mau mengajak kalian untuk menginap dirumahku! Selama 4 hari 3 malem... Bolehkah?" Tanya naifu dengan aura yang menyilaukan mata. "Akan kami usahakan" jawab mereka ber-7 dengan kompak, karena takut matanya katarakan#apahubungannya?

Dan keesokan harinya mereka ada di depan gerbang sekolah sesuai tempat janjian buat ketemuan... Dan apakah yang akan terjadi selanjutnya?

To Be Continued~...

...

..

.

Clover : Uaaah, betapa GaJe-nya cerita ini. Oh ya, tentang kelemahan para anggota kisedai, saya sedang iseng-isengnya mencari-cari kelemahan mereka... Eh taunya dapet deh(?)! Makasih mbah google(?)! :D

Juvia Hanaka : Iya, arigatou telah mendukung saya untuk melanjutkan fanfic ini, padahal idenya udah keperes abis karena keluarnya di saat saya mengerjakan soal-soal ulangan... Tapi sekarang sudah saya update kok, sekali lagi arigatou atas dukungannya! :D

Silvia-KI chan : Anda iri sayapun juga iri dengan tingginya.(Kalau gitu ngapain dibuat?!) Arigatou sudah mereview fanfic saya :D

Bolehkah saya mengumandangkan(?) satu kata?

R

E

V

I

E

W