Disclaimer: Bleach © Tite Kubo

Yo, minna! Ketemu lagi dengan saya dan cerita saya a.k.a 'Kurosaki Brothers?' XD

Ok, di sini saya ga banyak ngomong, ngocehnya di bawah aja alias akhir cerita. Sebelum memulai, yang ga suka cerita ini harap keluar. Jangan sampai berpikiran untuk membenci saya atau cerita ini terutama karena pairingnya.

Sudah terlanjur membaca? Silahkan keluar langsung atau me-review tanpa flame yang pedas terlebih lagi karena pairing.

Lalu, terima kasih untuk yang sudah me-review. Mind to RnR again?

Ok, minna! Enjoy my story! I hope you like it! Read and Review all! :)

~OoOoOoO~

Kaien dan Rukia segera turun dari atap dan melihat Ichigo di tengah perjalanan mereka menuju asrama. Ichigo terlihat sedang menunggu kedatang mereka berdua sambil memasukan kedua tangannya dan menyandarkan punggungnya di tembok.

"Ichigo? Sedang apa kau di sini?" tanya Kaien.

"Kaien... Bukankah kita sudah sepakat kalau kita akan memulainya dari awal?" balas Ichigo geram.

"Kau sudah memulainya Ichigo. Jadi harus aku yang mengakhirinya," Kaien langsung menggenggam tangan Rukia dengan eratnya. Rukia menatap Kaien dan Ichigo secara bergantian dengan heran.

"Kau...!" Ichigo siap mengepalkan tinjunya ke arah wajah Kaien. Kaien sudah menutup matanya dan siap menerima pukulan itu, tapi Rukia sudah memeluk Ichigo sebelum kepalan tangannya itu mencapai wajah Kaien.

"Rukia?" kaget Kaien. Matanya membelakak melihat kejadian yang sangat cepat terjadi itu. Bukannya melepaskan pelukannya, pelukan Rukia semakin erat pada tubuh Ichigo. Ichigo sendiri masih kaget dengan apa yang di lakukan Rukia kepadanya.

"Ya-Yamette... I-Ichi...go..." gumam Rukia pelan dalam dada bidang Ichigo. Ichigo dan Kaien yang masih sangat terkejut belum merespon apapun.

"A-Ah... Gomenasai..." ucap Rukia setelah melepas pelukan Ichigo. Ia langsung menunduk malu. Merutuki 'perbuatan bodoh' yang baru saja ia lakukan.

"Kaien-senpai!" teriak seorang wanita berambut orange panjang. Semua mata menuju ke arah gadis itu. Kaien menatap gadis itu heran. Seakan bisa membaca arti dari tatapan Kaien, gadis itu langsung tersenyum dan menjawab.

"Sejak kau di panggil kepala sekolah tadi, kau tak kunjung kembali. Jadi Ulquiorra-senpai mencarimu," jelas gadis itu. Kaien tersenyum lemah. "Baiklah. Aku akan segera ke sana," jawab Kaien lembut. Gadis itu mengangguk dan segera berlari menjauhi mereka semua.

"Aku pergi dulu. Kau mau ku antar kembali ke asrama?" tawar Kaien. Rukia menggeleng. "Tidak perlu. Aku bisa sendiri," jawab Rukia sopan. Akhirnya Kaien meninggalkan mereka berdua. Ichigo hanya memasang wajah datar sedari tadi.

"Maafkan aku karena tindakanku tadi," ucap Rukia tiba-tiba. Ichigo hanya menatapnya dengan tatapan yang sulit di artikan. Kecewa? Sedih? Marah?

Ichigo menghela napasnya. Tiba-tiba ia menarik tangan Rukia hingga tubuh mungil Rukia menabrak tubuhnya. Rukia yang masih terkejut belum merespon apa-apa atas tindakan Ichigo. Ichigo langsung memeluk tubuh mungil yang ada di depannya ini. Erat.

"Aku takkan melepaskanmu lagi, Rukia," bisik Ichigo di telinga Rukia. Mata Rukia terbelakak kaget. "I-Ichigo...?"

*Rukia's P.O.V*

"Aku mencintaimu," bisik Ichigo. Aku hanya bisa diam terpaku mendengar pengakuan Ichigo. Jantungku mulai berdebar kencang.

"Apa maksudmu?" ulangku sekali lagi. Aku benar-benar bingung dengan sikap Ichigo. Tadi ia bersikap acuh dan menganggapku seolah-olah pengganggu, sekarang ia malah tengah memelukku dengan eratnya seperti aku adalah kekasihnya yang akan meninggalkannya.

"Lupakan saja. Maaf. Aku lepas kontrol tadi," apa? Tidak mungkin! Dia sebenarnya kenapa sih?

"Tunggu! Apa maksudmu sebenarnya, Ichigo?" cecarku. Aku masih belum puas kalau ia belum menjawab pertanyaanku.

"Sudah kukatakan aku lepas kontrol!" bentaknya. Aku melangkah mundur karena kaget dan memejamkan mataku. Takut. "Pergi sana!" bentaknya lagi. Kali ini nadanya lebih tinggi. Kurasakan tubuhku gemetar hebat.

Air mataku mengalir lagi. Sial! Aku segera berlari meninggalkan Ichigo. Lagi-lagi aku menangis karenanya. Kenapa dia? Tadi dia baik, lalu kasar. Dia memang berkepribadian ganda ya?

*End of Rukia's P.O.V*

"Argh! Sial!" umpat Ichigo saat melihat Rukia yang berlinang air mata meninggalkannya. Ia memukul tembok dan tubuhnya jatuh ke bawah. Ia terduduk di lantai.

"Itu... siapa?" gumam Ichigo sambil membenamkan wajahnya di kedua tangannya.

"Itu... bukan Rukia," lanjutnya. Air matanya mulai menetes satu persatu. Tapi Ichigo segera menghapusnya kasar dengan tangan.

"Aku rindu padamu... Aku mencintaimu," ucap Ichigo sebelum ia meninggalkan tempat tersebut.

-Malam harinya-

"Rukia,"

"Ya? Ada apa, Kaien-kun?"

"Tou-san bilang, kamu akan masuk kelas yang sama dengan kami. Kelas 2-1," jelas Kaien. Rukia hanya meresponnya dengan mengangguk dan tersenyum. Ichigo dan Ashido yang berdiri di dekat ruang tamu dimana Rukia dan Kaien berada hanya bisa diam dan menatap mereka berdua.

"Ichigo, aku rindu masa-masa itu," gumam Ashido. Ichigo hanya bisa tersenyum miris. "Aku juga, Ashido. Sayangnya ini bukan 'ulangi dari awal', tapi ini 'memulai lagi yang baru'. Ini bukan Rukia yang ku kenal. Yang kita kenal! Aku belum siap dengan semua ini!" ucap Ichigo pelan.

"Ya... aku... bukan! Kita sama-sama rindu bahkan mencintai Rukia yang dulu. Haruskah kita memulai lagi dari awal, Ichigo?" tanya Ashido. Ichigo terdiam. Matanya tertutup oleh rambut orangenya.

'Tidak bisa. Aku mencintai Rukia! Bukan! Ini bukan Rukia yang ku kenal! Yang ku cintai!' batin Ichigo.

"Ah. Ashido-kun, Ichigo! Aku baru saja akan memasakkan makan malam. Kalian mau makan apa?" tanya Rukia yang ternyata sudah berada di depan mereka berdua sambil tersenyum. Ashido membalasnya dengan senyuman dan mengangkat bahunya. Mungkin yang ingin dia maksud adalah 'entahlah'.

"Ichigo?" Ichigo malah meninggalkan mereka dan berkata, "Terserah,"

"Ng? Ada apa dengan Ichigo, Ashido-kun?"

"Nandemonai,"

"Hmm... Apa karena tadi ya?" gumam Rukia pelan.

"Oh ya, Rukia-chan. Kamu merasakan sesuatu yang aneh dengan kepalamu?"

"Eh? Tidak. Memangnya kenapa?" tanya Rukia heran dengan pertanyaan aneh yang terlontar dari mulut Ashido.

"Err... Tidak apa-apa..." jawab Ashido seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Anou... Ashido-kun... Sebenarnya Ichigo itu kenapa? Kenapa ia terlihat sangat membenciku?"

"I-Itu... Ichigo..."

'Itu karena kau melupakkannya, Kuchiki-san! Ingatlah! Ingatlah kami! Ingatlah Ichigo yang selalu setia menunggumu!' batin Ashido. Sayangnya ia tidak dapat menyuarakannya.

"Ah, maafkan aku. Mungkin kau tidak tahu ya. Harusnya aku langsung bertanya pada Ichigo," lanjut Rukia saat Ashido terlihat sangat kebingungan menjawab pertanyaannya tadi. Rukia pun langsung meninggalkan Ashido dan berjalan menuju dapur. Ashido menatap punggung Rukia lirih.

'Kembalilah, Rukia-chan.' batin Ashido sedih.

-Ruang tamu-

"Kaien, apa maksudmu sebenarnya? Kita tahu itu bukanlah Rukia," geram Ichigo pada Kaien.

"Itu Rukia. Kuchiki Rukia. 'Mantan' kekasihmu dan orang yang kita bertiga cintai," jelas Kaien. Ia menekankan kata 'mantan' dan 'cintai'.

"Tch, kuso!" Ichigo langsung menghempaskan tubuhnya ke sofa dan duduk di sebelah Kaien yang tengah memejamkan matanya.

"Maafkan aku, Rukia," bisik Ichigo saat ia tengah membenamkan wajahnya di kedua telapak tangannya. "Aku mencintaimu. Kembalilah..."

-TBC-

Bagaimana, minna? Semakin aneh? Semakin ancur? Semakin gaje? Semakin susah di mengerti? Saya susah banget dapet ide cerita buat cerita satu ini. Fic saya yang 'Moon' mah tinggal liat IchiRuki~ Oya, saya masih mau curcol sebentar, yang ga minat *smuanya ga minat* langsung ke bawah aja ya! XD

Maaf kalau di sini malah makin pendek~ Soalnya masih nge-stuck niih. Baru selesai hiatus… T,T

Dan maaf, saya baru bisa update sekarang karena begitu publish, saya langung hiatus karena ujian akhir semester 2. DX

Lalu, di sini apa yang terjadi sama Rukia? We'll see that. :)

Saya udah konsultasi(?) sama Icchy atau tepatnya Searaki Icchy La La La. Saya sih udah kasih tahu apa yang terjadi sama Rukia di sini, lewat via yahoo messager~ tapi jangan di bocorin dulu ya, Icchy~ XD

Tolong dukungannya, senpai-tachi! XD

Oh ya, saya kali ini MENERIMA FLAME! Tapi bukan flame yang mencela atau menghina ya, tolong flamenya untuk MEMBANGUN agar saya bisa menulis lebih baik lagi. :)

Bales review dulu aaaah~

Kyucchi:

Ya begono deh(?) XD

Di sini kan udah di jelasin, gomen pendek ya… T,T

Don't forget to RnR this chapter again~

kokota:

Ahahaha~ Abis kalo Ichigo yang jadi rebutan ga seru ah! *dilemparin panci*

Makasih banyak ya, udah mau nungguin^^

Mind to review this chapter too?

Noya NamiShiro:

Yah… ^^"

Sebenernya sih emang awalnya mikir Hichigo, tapi nanti malah bisa jadi rate M… ^^" *digampar*

Mind to review this chapter too? :D

vvv:

Maaf, untuk yang satu itu aku belom bisa bocorin… Tapi di sini udah ada clue-nya kan?

Thanks for review anyway~

Mind to review this chapter too? ^^

Kurosaki Kaien. Senang bertemu denganmu Rukia balas Kaienlembut.A-Aku Kurosaki Ashido. Yoroshiku balas Ashido Ichigo balas Ichigo ketus:

Thanks for review and critics…

Saya sama sekali ga down atau apa kok, saya malah bersyukur ada yang mau jujur menyampaikan pendapat. Terima kasih atas kritiknya ya… Maaf chapter ini sangat amat pendek…

Mind to review this chapter too?

Reiji Mitsurugi:

Uwaaaa~ Gomen, nii-san~ aku ga bisa update kilat~ *imouto bejad*

Tapi ini udah aku update kok~ Maaf sangat maaf(?) chapter ini sangat amat pendek… T,T

Mind to review this chapter too? XD

Tavia Kuchiki:

Maaf ya, saya ga bisa update kilat! TTATT

Dan maaf sekali lagi karena chapter ini sangat amat pendek~ *pundung*

Iya, cerita ini diibaratkan perang saudara~ *loh?*

Mind to review this chapter too? :3

Nana-chan Kurochiki:

Huweeeee~ Na-chan~ Maaf Mi ga bisa update kilaaaat~~ DX *guling"*

Wkwkwk=))

Lagi-lagi harus ku katakan, 'Maaf, tuntutan skenario~' T_T

Mind to review this chapter too? :P

Ruruberry ga login:

Ahahahaha~ di sini udah bisa nebak siapa kan? ^^

Go-Gomen masih ada typonya~ DX

Maaf juga karena chapter ini sangat amat pendek.

Mind to review this chapter too? :D

Okay, that's all. Thanks for all your review, guys~ I really love you all~

Then, last words,

Arigatou gozaimasu and review! XD