-YUNJAE FANFICTION-
Title:
My Lovely Maid
Disclaimer:
I stole their name, but not own them. This story belongs to "Kaichou Wa Maid Sama" anime, but this fanfic is mine.
Genre:
Drama
Cast:
Yunjae and other cast.
Warning:
Newbie, YAOI (Boys Love), OOC, Typo(s). borring
By : Versya Seyra
a/n: Fanfic ini terinspirasi dari anime jepang yang berjudul "Kaichou Wa Maid Sama". Kalo yang udah pernah nonton mungkin akan tau sebagian ceritanya. Tapi tenang, saya akan membuat sedikit perbedaan. Yah langsung saja yaa ..^_^..
Oh iya.. sekali lagi saya ingatkan, saya baru disini. Ini fanfic pertama ku. So DON'T LIKE DON'T READ. Simple kan ^.^
PREVIOUS CHAP
Jaejoong pun keluar dari cafe maid tersebut dengan pakaian kesehariannya. jaket casual dan topi.
"Oh, kau sudah berpakaian normal" sambut seorang namja didepan pintu belakang tempat jaejoong berdiri sekarang.
"MWO!" seru jaejoong kaget. "Apa yang kau mau yunho~shii" tanya jaejoong shock.
"nde.. apa yang ku mau?" yunho nampak berpikir.
"Apa kau benar-benar ingin tau apa yang ku mau jaejoong~ah?" tanya yunho dengan ekspresi datar.
CHAPTER 2
.
.
"n-ne,," jawab jaejoong gugup masi dengan memandang takut ke arah yunho.
"tidak ada.." jawab yunho santai dan merenggangkan otot nya.
"eoh?" jaejoong mengerjapkan doe eyes nya imut.
"Aku hanya ingin memastikan.. jadi, maid yang ku lihat tadi benar-benar kau... Kim jaejoong sang wakil ketua osis?" tanya yunho santai dan kembali menegakkan badannya.
"n-nde.."
"kenapa kau bekerja di tempat seperti ini jaejoong~ah?" tanya yunho kemudian. Jaejoong dibuat sweatdrop dengan tingkah laku yunho.
"Manager.. aku pulang dulu ne.." terdengar suara dari dalam cafe.
Jaejoong langsung panik dan menyeret yunho pergi.
"kita bicara ditempat lain saja.."
-YUNJAE—
"hm, alasan keluarga eoh.." gumam yunho seraya memandang gemerlap lampu jalan didepannya. "pasti berat ya.." lanjutnya lagi.
"begitulah.." jawab jaejoong seraya duduk di ayunan yang terdapat pada taman kota.
"nde.. jadi itu alasan kau bekerja di cafe maid yang jauh dari sekolah.. kenapa kau tidak bekerja di sekitar rumah saja?"
"aku ingin... aku sudah mencoba mencari pekerjaan di sekitar rumah, tapi tidak ada tempat yang mau menerima siswa SMA seperti ku.. jadi saat heechul hyung memberi ku tawaran pekerjaan, aku langsung meng-iya-kan saja.." jelas jaejoong panjang lebar seraya menundukkan wajahnya.
"meskipun menjadi maid dan berpenampilan seperti itu" tandas yunho.
Jaejoong terdiam. "Eto.. sebenarnya awalnya aku tidak mau, tapi melihat umma ku yang terlalu bekerja keras untuk ku dan bummi~e membuat ku tidak bisa menolak tawaran heechul hyung" jelas jaejoong panjang lebar.
"hm.. pasti berat" komentar yunho. "ah.. jadi itu juga alasan mu masuk TOHO SHINKI HIGH SCHOOL? Karena biaya nya murah?"
"ne.. begitulah.." pasrah jaejoong. Jaejoong tidak terbiasa menceritakan masalahnya kepada orang lain, kecuali heechul tentu saja.
"Dan itu juga alasan utama mu mau menjadi wakil ketua osis agar dapat beasiswa?" tanya yunho lagi masi dengan ekspresi datar dan melihat jalan didepannya.
"akh.. yeogi.. tidak seperti itu.. alasan utama ku mau menjadi wakil ketua bukan karena beasiswa... tapi terlebih untuk membantu heechul hyung, sebagai rasa terimakasih ku..." ucap jaejoong ragu.
"hmm.. turut bersediih.. jaejoong~ah" sahut yunho santai seraya mendongakkan kepalanya.
'aku benar-benar tidak mengerti jalan pikiran namja musang ini..' gerutu jaejoong dalam hati.
"etoo.. yunho~shii" panggil jaejoong pelan.
"ne.."
"apa kau akan memberi tahu sekolah tentang ini?" tanya jaejoong hati-hati dan memandang yunho penuh permohonan 'jebal jangan katakan pada siapa-siapa'. Seolah yunho bisa membaca hatinya hanya lewat tatapannya.
Yunho yang mendapat pertanyaan serta tatapan imut dari jaejoong hanya menghela nafas. "entahlah.. aku tidak tau.."
"nde.." sahut jaejoong kaget dan berdiri dari tempatnya.
"Yunho~shi.. meskipun kau akan memberi tahu seluruh dunia, aku tidak akan menyerah.." cerocos jaejoong sedikit bernada tinggi untuk kemudian berlalu dari yunho.
"mana mungkin aku akan membagikan ini pada orang lain boojae.. kau sungguh terlihat cantik dengan pakaian maid itu.." gumam yunho pelan -yang tentu saja tidak dapat didengar jaejoong- seraya menatap kepergian jaejoong.
Sementara itu, sang namja cantik dengan bibir semerah cherry tidak henti-hentinya merutuki dirinya sendiri.
"Pabbo kim jaejoong.. kenapa kau membentak namja musang itu.. bagaimana kalau dia benar-benar menyebarkannya" rutuk jaejoong dengan memukul-mukul pelan kepalanya.
"aakhh... bagaimana aku harus bersikap besok? Umma.. eotte?" ratap jaejoong pilu.
-YUNJAE-
-3 hari pasca malam itu-
Jaejoong berjalan lesu menyusuri koridor untuk menuju kelasnya.
"oh jadi maid Perancis.." suara seorang yeoja dipinggir koridor tempat jaejoong berjalan. Jaejoong langsung menghentikan langkahnya.
'MAID!?' seru jaejoong dalam hati dan menatap kedua yeoja yang sedang bercakap.
"Ne, ini adalah tas made in perancis yang dibelikan ayah ku kemarin." Ujar yeoja cantik tapi masi kalah cantik dengan jaejoong kepada temannya yang berperawakan tomboy.
'oh.. ternyata made' desah jaejoong lega. 'haah.. aku jadi berhalusinasi dengan kata mirip maid semenjak kejadian malam itu..' gumam jaejoong dalam hati.
"tapi aneh juga, kenapa disekolah belum ada yang tahu yaa.." gumam jaejoong lagi, seraya melanjutkan langkahnya.
"apa si musang itu akan mengancam ku dengan rahasia ku itu?" terka jaejoong sambil membayangan close-up wajah yunho dengan seringaian musangnya.
"ah.. ani.. ani.. dia tidak terlihat seperti itu,, atau mungkin dia hanya kasihan pada ku?" terka jaejoong lagi.
"aish! Dasar namja musang menyebalkan!" gerutu jaejoong untuk kesekian kalinya, tanpa sadar bahwa gerak-geriknya sendari tadi diawasi oleh seorang namja bermata musang.
"hah.. si musang itu benar-benar.. eoh" tanpa sengaja jaejoong melihat yunho yang sedang menatapnya.
"Yunho~shi.. apa yang kau lihat.. se-sejak kapan kau disitu" kaget jaejoong seraya menunjuk-nunjuk yunho yang sedang duduk santai dikursi taman dekat jaejoong berada.
Mendengar teguran jaejoong, bukannya menjawab yunho langsung berdiri dan berlalu pergi.
"Y-YA! Kau belum menjawab ku yunho~shii" jerit jaejoong lantang.
"Yah.. apa maksud dari tatapannya tadi.. aku tidak mengerti.." pikir jaejoong.
"KYAA~ Yunho oppa sangat keren" histeris seorang yeoja yang berdiri tak jauh dari tempat yunho duduk tadi.
"Kudengar semasa SMP Yunho oppa sudah menyabet sabuk hitam karate, ia juga belajar hapkido.." sahut yeoja yang lainnya.
"ne.. kudengar yunho oppa juga menguasai taekwondo.."
"KYAA~~ Yunho oppa sangat keren dan kuaat, ia adalah cahaya disekolah kita.. berbeda dengan laki-laki lain.." histeris gadis lainnya.
"tapi kudengar dia sulit tertarik pada wanita,," timpal yang lainya..
"ne.. kudengar semua wanita yang menyatakan cinta padanya hanya akan berakhir dengan menangis.."
"ne kudengar dia juga homo"
"OMO~ Tuhan... rubah kelamin ku menjadi laki-laki jika memang pangeran ku seorang homo,," histeris salah satu yeoja dengan lebay nya.
Jaejoong hanya bisa sweatdrop seraya menghela nafas. "dia benar-benar populer" putus jaejoong setelah mendengar percakapan para gadis itu dan melanjutkan langkahnya menuju kelas.
"Aku tidak mengerti apa yang para yeoja itu pikirkan.. bagaimana bisa mereka menyukai si wajah alien musang itu.. jelas-jelas aku yang lebih tampan" gerutu dan narsis jaejoong dalam perjalanan.
-YUNJAE-
-cafe maid-
KLINTING~~ KLINTIING~~
Suara lonceng (vee ga tau gimana membahasakannya =.=V) terdengar dan membuat jaejoong yang memiliki nama samaran youngwoung menoleh.
"se-" doe eyes jaejoong melebar sempurna mengetahui siapa tamunya.
"N-neo.. kenapa kau datang kesini yunho~shii" seru jaejoong panik yang langsung mendapat tatapan menegur dari manager berwajah angelic yang tak lain adalah Park Jung Soo atau biasa dipanggil Leeteuk.
'aku tidak mengerti kenapa alien musang ini tiba-tiba muncul' parno jaejoong histeris dalam hati.
"Wah.. Dia keren sekali.." komentar seorang maid yang juga berbusana sama dengan jaejoong.
"Ne.. Dia tampan sekali.. apa dia teman jaejoongi~e.." sahut seorang maid lagi.
"Ah, ketemu" ucap namja berbibir hati itu tenang. Yang membuat jaejoong semakin membelalakkan mata doe nya.
'apa alien musang ini berniat mempermainkan ku? Apa ini pernyataan perang" terka jaejoong. 'ne.. ini pasti ajakan perang... aish.. baiklah alien musang menyebalkan! Aku terima ajakan perang mu, bersiaplah..' sungut jaejoong dalam hati dan untuk sekejap merubah ekspressi wajahnya.
"Selamat datang, Tuan.." sambut jaejoong imut serta membungkukkan badan.
Untuk sekilas seperti ada bling-bling yang menyelimuti yunho dan jaejoong.
1 detik
2detik
3detik
"mmppfft,," Yunho menutup mulut nya menahan tawa, dan membuat aura hitam muncul dari belakang jaejoong.
'ALIEN MUSAANG MENYEBAALKAAAN' rutuk jaejoong dalam hati.
"maaf menunggu lama.." sopan jaejoong dengan meletakkan secangkir coffee latte pesanan yunho.
Selesai meletakkan, jaejoong langsung berlalu ke belakang dengan tetap dikawal tatapan tajam dari Yunho.
"ne... ne.. apa itu namjachingu joongi~e eoh? Daritadi dia terus memandangi mu joongie~yaa" antusias Leeteuk dengan wajah berbinar.
"ANII.." jawab jaejoong tegas dan cepat.
"Mwo?" seru leeteuk tidak percaya.
"aigoo manager hyuung~ sadarlah,, dia itu namja sama seperti joongi~e.. mana mungkin dia pacar joongi~e eoh.. joongi~e masi suka wanita berdada besar dengan pantat yang montok" sergah jaejoong dengan membayangkan Kumi Koda artis sexy yang selalu mempertontonkan tubuhnya.
PLETAAK
"AWW~ appo hyung~" ringis jaejoong sambil mengusap-usap kepalanya yang terkena jitakan sayang dari leeteuk.
"nappeun joongi~e eoh,, kenapa jadi membayangkan yang tidak-tidak" tegur leeteuk.
"hyung sendiri memulai membahas hal yang tidak penting" sungut jaejoong masi tidak terima.
-YUNJAE-
-di halaman belakang sekolah-
'apa dia berniat mempermainkan ku.. dia itu.. memang benar-benar siluman musang yang menyeramkan..' pikir jaejoong dengan meletakkan kepalanya di meja taman yang tersedia di halaman belakang TOHO SHINKI HIGH SCHOOL.
'apa-apaan itu.. dia duduk berjam-jam sambil memandang ku dan hanya memesan secangkir kopi..' dalam bayangan jaejoong muncul wajah yunho dengan raga siluman musang yang tertawa atau lebih tepatnya menyeringai iblis kearah jaejoong, oh dan jangan lupakan aura merah yang terus membayangi siluman musang dalam bayangan jaejoong.
"haah" jaejoong menghela nafas panjang seraya mendongakkan kepala keatas.
"Aku mulai lelah.. ingin istirahat,," lanjut jaejoong dengan mempoutkan bibirnya imut.
-other side di kelas-
"yo yunho.. kau masi dikelas.." sapa seorang namja dengan wajah cassanova pada namja bermata musang yang masi setia melihat kearah jendela,
"ne.." jawab yunho singkat.
"Akh.. Yoochun~a.. dulu saat SMP bukankah kau satu sekolah dengan wakil ketua OSIS, Kim Jaejoong?" tanya yunho tiba-tiba.
"oh.. ne.. wae?" sahut yoochun dan memandang yunho.
"apa kau tau sejak kapan ayahnya meninggal?" tanya yunho kemudian.
"yeogi.. saat dia kelas 3 SMP ayahnya mengalami kecelakaan.. tunggu.. sejak kapan seorang jung yunho tertarik dengan urusan orang lain terlebih urusan seorang kim jaejoong" selidik yoochun penuh rasa ingin tahu.
Mendapat tatapan seperti itu, membuat yunho kembali memandang sang objek pembicaraan yang sekarang sedang tidur di taman halaman belakang yang bisa dilihat dari jendela kelas tempat yunho sekarang.
-cafe maid-
Doe eyes yang terlihat jengah dengan bibir yang sedikit mengerucut menjadi tontonan gratis para penghuni cafe maid. Bagaimana tidak jengah jika terus ditatap oleh orang aneh seperti alien musang. Tentu saja dalam versi jaejoong.
'si musang itu datang lagi eoh.. apa ia tidak tahu kalau sudah menjadi pusat perhatian... aigoo' jaejoong menghela nafas jengah.
"Kyaa~ lelaki itu tampan sekali..." ucap salah seorang pelanggan yeoja.
"ne.. daritadi dia terus memandang youngwoong" ucap salah satu maid yang berada didekat pelanggan yeoja tadi.
"Sudah ku duga ia menyukai jaejoong" timpal seorang namja dengan wajah angelic nya yang berbinar-binar.
"mwo?" tanya jaejoong heran kearah manager nya yang tiba-tiba sudah berada dibelakang jaejoong.
"Matanya selalu memandang mu dengan penuh keterpesonaan dan kekhawatiran joongie~yaa.. tidakkah kau menyadari itu?" lanjut leeteuk masi dengan antusias dan mata yang berbinar.
"nde? Khawatir?" ulang jaejoong seraya berfikir dan memandang yunho yang juga menatapnya.
DEG
Tiba-tiba wajah jaejoong jadi memanas. 'aigoo... wajah bodoh kenapa kau memanas hanya karena mendapat tatapan menyebalkan dari alien musang yang terperangkap di tubuh beruang itu' rutuk jaejoong dalam hati.
'ingat joongie~ya.. yunho hanya mempermainkan mu...' yakin jaejoong pada dirinya.
-YUNJAE-
-di taman halaman belakang sekolah-
Terlihat seorang namja cantik yang sedang terpekur seorang diri dan meletakkan kepalanya di meja. Kebiasaan seorang kim jaejoong bila sedang lelah.
'ia memperhatikan ku hanya untuk mempermainkan aku saja.. tidak mungkin karena khawatir' monolog sang namja cantik dalam hati. Ingatannya kembali lagi pada kejadian istirahat pertama tadi.
Junsu bilang ia menjadi peringkat dua dalam ujian tengah semester ini. Dan si alien musang bertubuh beruang itu menjadi yang pertama.
'benar.. pasti dia hanya mempermainkan aku karena aku tidak memiliki waktu senggang... aah.. dia benar-benar membuat ku gila' sungut jaejoong dalam hati dan mengacak rambutnya frustasi.
"dan lihatlah jaejoongi~e betapa menyedihkan nya dirimu selalu larut dalam prasangka-prasangka aneh mu,,," ratap jaejoong pilu.
"oii.. joongie~ah.. ternyata kau disini?" panggil seorang namja yang tak kalah cantik dari jaejoong hanya saja berwajah judes. Siapa lagi kalo bukan Kim Heechul.
"nde.. waeyo heechul hyung?" sahut jaejoong dan melihat heechul yang datang kearahnya.
"eto.. joongie~ya.. mianhae..." ujar heechul hati-hati.
"ne.. kenapa hyung meminta ma'af?" ujar jaejoong tidak enak melihat hyung judesnya tiba-tiba menghampirinya dan terlebih meminta ma'af.
"ano.. nanti, apa kau bisa membantu hyung? Hyung.. maksud hyung.." heechul mengutarakan maksudnya dengan sungkan, terbukti dari tingkah laku namja judes itu dengan tangannya yang tak berhenti menggaruk belakang kepalanya yang author yakin 100% sedang tidak gatal.
"katakan saja hyuung~, tidak perlu sungkan seperti itu pada joongi~e.." seolah tahu perasaan heechul, jaejoong menyelanya dengan senyum manis yang bertengger di bibir kissable nya. Tak sadarkah kau kim jaejoong.. ada seorang namja manly yang tercengang dengan senyum manis mu itu? Seorang namja dengan tubuh tegap dan berwajah kecil lengkap dengan tatapan tajamnya yang sering kau juluki musang.
"ahh.. ne.." heechul berhenti menggaruk belakang kepalanya dan tersenyum canggung. "sebenarnya... hyung mau minta tolong joongi~e untuk memperbaiki laporan keuangan dan juga mengecek sejauh mana program kerja kita sudah berjalan.. sebentar lagi kenaikan kelas dan akan ada Laporan pertanggung jawaban pada dewan sekolah, walaupun masi 6 bulan lagi tapi kita harus mulai menyiapkan nya sekarang.. tapi, aku tidak bisa mempercayai orang lain selain joongi~e.." lanjut heechul dan memandang wajah jaejoong yang masi tersenyum manis. Tapi heechul tahu dibalik senyumnya ada keletihan.
"ne.. joongi~e akan memeriksanya.." jawab jaejoong ceria masi dengan senyum menawannya.
"mianhae joongi~e.. hyung tau joongi~e pasti lelah, tapi hyung tidak bisa menyelesaikan ini sendirian.. jeongmal mianhaeyo.." mohon heechul penuh dengan rasa penyesalan.
"ne.. gwaenchana hyung.. joongi~e tahu hyung juga pasti sangat sibuk.. serahkan saja semuanya pada joongi~e" kelakar jaejoong seraya berdiri dan menepuk-nepuk dadanya ala pahlawan super hero. Heechul melebarkan senyumnya dan terkikik geli.
"ne.. ne.. gomawo joongie~ah.. kalau begitu hyung pergi dulu ne, hyung masi harus mengecek klub olahraga.. haah.. apa orang-orang tidak berguna itu sedah membuat laporan.." gerutu heechul yang hanya mendapat respon kikikan sang bibir cherry yang tertutup tangan, tawa khas seorang kim jaejoong.
"ne.. aku pergi dulu joongie~yaa" pamit heechul seraya melenggang pergi.
"ne hyung.." balas jaejoong dan memandang kepergian hyung nya.
"haah" jaejoong menghela nafas dan kembali berkutat pada mejanya. Tangan nya mengurut keningnya yang seraya berkedut.
"Sepertinya aku terlalu sibuk..." ujar jaejoong dan merebahkan kepalanya di meja.
Tiba-tiba jaejoong merasa kan dingin pada pipinya. Ia pun langsung menegakkan kepalanya.
"sepertinya kau terlalu sibuk jaejoongi~e.." suara bass seorang namja manly memasuki indra pendengaran jaejoong.
DEG
'suara itu..'
"minumlah.. " lanjut yunho dan menaruh kaleng vitamin C yang masi dingin didepan jaejoong.
"apa yang kau lakukan disini yunho~shii" tanya jaejoong masi dengan wajah memerah karena mendapat perlakuan seperti itu dari yunho.
"memperhatikanmu tentu saja.. apa lagi.." jawab yunho santai yang semakin membuat wajah jaejoong memanas. "joongie~yaa.. bisakah kau berhenti memanggilku dengan embel-embel ~shii?" tanya yunho seraya mencodongkan wajahnya ke arah jaejoong.
Jaejoong yang mendapat perlakuan seperti itu hanya membelalakkan doe eyes besar nya. "a-apa yang mau kau lakukan yunho~shii?" tanya jaejoong terbata.
Yunho tidak memerdulikan perntanyaan jaejoong dan tetap mencodongkan tubuhnya. Semakin dekat kearah jaejoong, dan membuat wajah jaejoong seperti kepiting rebus.
"yunhoo~shii.." panggil jaejoong lirih.
"jae.. badan mu panas..." kata yunho, saat memeriksa kening jaejoong.
"a-aku baik-baik saja.." sergah jaejoong.
"Apa badan yang bahkan bisa untuk merebus telur seperti ini yang kau sebut baik-baik saja boo?" geram yunho dan menggendong jaejoong ala bridal style.
"a-apa yang kau lakukan yun.." kaget jaejoong dengan membelalakkan doe eyes besarnya.
"diamlah boo"
"panggilan menjijikkan apa yang kau tujukan untuk ku alien musang menyebalkan.." gerutu jaejoong yang kemudian menutup kelopak matanya karena demam tinggi.
Yunho hanya memandang jaejoong dan melanjutkan langkah nya menuju UKS.
'i'll protect u, boojae..' gumam yunho dalam hati.
TBC
Note: sebenernya vee bingung sama genre ni fanfic.. kalo di movie nya si romance comedy.. tapi kalo vee tulis jadi ff kok jadi ngedrama gaje gitu.. *pundung
Mianhae ne.. vee belum bisa memberikan yang terbaik.. hhee
Tapi vee seneng deh ada yang baca ff vee.. ^_^ ..
Ok, ini dia balasan untuk yang review kemarin.
gwansim84 : ne.. ini udah lanjut.. semoga kamu kecewa yah *eh?
Hehee...
Review lagi ne.. vee masi butuh banyak saran..
MaghT : hahaa.. chingu salah tebak.. si yundad ga mau berbagi jaemom..
Ne.. ini dah lanjut.. komen lagi ne.. ntar kasi saran lagi sama vee
ninanutter116116 : ne.. ini chap 2 nya chingu.. gimana? Masi belum bisa komenkah..
pasti bad banget ya ff nya.. hhee
mianhe.. komen lagi ne?
ifa. :annyeong ifa-chan... iye kah?
Tapi vee masi belum bisa menggambarkan film nya dalam bentuk tulisan lho..
Ne.. ini udah lanjut.. gomawoo
Review lagi ne..
princesssparkyu : ne.. ini uda lanjut.. gomawo dah review. Review lagi ne..
Vic89 : ini dia next chapnya.. gomawo dah review.. review lagi ne..
missjelek : ne.. ini uda vee lanjuut... review lagi ne..
azahra88 :ne.. ini uda vee lanjut.. gomawo dah review...
3kjj : hehe.. chingu bisa aja..
Disini yundad ga iseng mesum kook..
Paling mesum-mesum dikiit..
Ahahaaa... kalo si yundad uda pasti ga bakal tahan sama rayuannya jaemom..
Gomawo ne dah review.. review lagi ne..
nunoel31 : kyaa.. nuno-chan bkin vee malu.. kenapa harus bilang makasi...
harusnya vee yang bilang makasi sama nuno-chan karena sudah mau baca ff abal-abal vee..
nee.. vee tau masi banyak yang kurang chap kemarin.. giimana dengan chap ini nuno-chan? Review lagi nee..
Jenny : ahahaa.. iya si yundad selalu cari kesempatan..
Yah pesona emak jae kan emang luar biasa..
Gomawo ne dah review.. review lagi ne..
Yoon HyunWoon : ini dia next chapnya... gomawo dah review..
Oke deh... itu dia balasan buat yang review chap 1 kemarin...
Gomawo ne.. n jangan lupa review lagi..
Vee masi butuh bnyak saran dan bimbingan dari para masta sekalian ^_^
Kkk~
Oke sekian cuap-cuap vee
Mind to Review?
