Can i get new Brother, Eomma?
.
Cast : Jung Yunho (33 tahun)
Jung (Kim) Jaejoong (30 tahun)
Jung (Shim) Changmin (6 tahun)
Other cast : Jung Jiyool (3 tahun)
Son Dongwoon (27 tahun)
Park Chorong (24 tahun)
Yoon Bomi (22 tahun)
Pairing : Yunjae
Genre : YAOI/Shonen-ai/Family/Humor/MPreg
Warning : cerita pasaran dan tidak jelas, judul tak nyambung dengan cerita, alur sesuai mood saya, typo(s)bertebaran, bahasa tidak baku dan tak sesuai dengan EYD.
Note : cerita ini adalah sequel dari 'Can I Get New Appa, Eomma', karna banyak yang ga rela cerita itu tamat, jadi saya berusaha membuat sequelnya. Semoga kalian menyukainya ne.
.
.
Jja, tanoshimi ni oyomi kudasai ^^
.
.
DOUZO
::
::
YUNJAE
::
::
Last chap
.
"Ani..hiks..eomma dan appa..hiks lebih sayang Yoolie..hiks.."
"Anio chagi. Kami sayang kalian berdua." kata Jaejoong lagi sambil mendekap tubuh Changmin. Astaga, ia tak pernah menyangka Changmin akan merasa seperti ini. Padahal selama ini ia selalu berusaha untuk menyeimbangkan kasih sayangnya. Namun mungkin karena Jiyool masih kecil, menjadikan ia lebih sering memperhatikan Jiyool daripada Changmin. Namun lebih daripada itu, ia sama sekali tak pernah membandingkan kasih sayang yang ia berikan pada Changmin dan Jiyool. Ia selalu berusaha untuk memberi kasih sayang yang sama kepada kedua anaknya.
"Hiks..kalo gitu..hiks..Minie mau minta namdongsaeng aja. Minie mau namdongsaeng, supaya Minie bisa ajak main sama-sama."
"Eh? Namdongsaeng?" ulang Jaejoong sedikit tak mengerti.
"Ne. Minie mau namdongsaeng. Ne eomma, bisakah Minie dapet namdongsaeng? Minie mau namdongsaeng eomma!"
"MWO?"
.
.
.
Setelah memastikan Changmin tertidur-setelah membujuknya dengan berbagai cara agar berhenti menangis dan mau tidur, kini Jaejoongpun keluar dari kamar Changmin dan menuju ruang keluarga untuk menemui Yunho-yang masih asik menonton televisi.
Brukk
Jaejoongpun menghempaskan tubuhnya disebelah Yunho dan membuat Yunho setengah kaget karena kehadiran 'istri'nya yang tiba-tiba itu.
"Waeyo hmm? Kenapa kau terlihat lesu begitu?" tanya Yunho sambil mendekat kearah Jaejoong lalu merangkul mesra tubuh mungil Jaejoong.
"Minie..dia-" ucap Jaejoong menggantung ucapannya.
"Minie? Waeyo? Apa dia tak mau tidur juga?" tanya Yunho sambil kini menjatuhkan kepalanya dibahu Jaejoong.
"Anio, tapi-" lagi-lagi Jaejoong menggantungkan kalimatnya, membuat Yunho penasaran karena mendengar kalimat Jaejoong yang terputus-putus seperti itu.
"Tapi kenapa? Dari tadi kau selalu menggantungkan kalimatmu." kata Yunho lagi dan kini mendongakkan wajahnya guna melihat wajah sang 'istri'.
Hahhhh
Jaejoong menghela nafas. Ia bingung harus bagaimana cara menceritakan hal ini kepada Yunho.
"Anio, hanya saja ia-"
"..."
"Ia bilang, ia ingin namdongsaeng."
"Oh, dia ingin namdongsaeng." kata Yunho dan kenbali menjatuhkan kepalanya dibahu Jaejoong.
1 detik
2 detik
3 detik
"Kenapa kau biasa saja?" tanya Jaejoong merasa heran karena Yunho sama sekali tak terkejut mendengar permintaan Changmin. Bahkan ia merasa kalau Yunho teramat santai menanggapinya.
"Eoh? Lalu aku harus bagaimana?" tanya Yunho polos dan perlahan mengangkat kepalanya dari bahu Jaejoong.
"Setidaknya bertanyalah kenapa ia bisa meminta hal itu padaku." jawab Jaejoong sambil memutar matanya malas.
"Ahh, ne. Memangnya kenapa ia sampai meminta namdongsaeng padamu yeobo?" tanya Yunho lagi dan kini sambil merangkul Jaejoong lebih dalam, membawa namja cantik itu dalam dekapannya.
"Minie bilang kalau kita sudah tak sayang lagi kepadanya. Dan ia merasa kalau kita berdua lebih menyayangi Jiyool daripada dirinya."
1 detik
2 detik
3 detik
"MWO? Kenapa ia bisa berfikiran seperti itu?" teriak Yunho kencang. Iapun mendorong tubuh Jaejoong lalu melotot kearah 'istri'nya itu.
"Jangan berteriak! Anak-anak baru saja tidur!" ketus Jaejoong sambil mempoutkan bibirnya. "Ne, aku juga tak tahu kenapa ia bisa berfikiran begitu." lanjut Jaejoong dan kini raut wajahnyapun berubah murung.
"Mungkin saja karena selama ini kita berdua lebih sering berinteraksi dengan Jiyool daripada Changmin. Hah, sebenarnya aku tak bermaksud begitu. Hanya saja Jiyool masih kecil, jadi membutuhkan perhatian lebih banyak daripada Changmin." keluh Jaejoong sambil kini mulai menundukkan wajahnya.
Greepp
Yunhopun dengan sigap memeluk tubuh mungil Jaejoong, saat dilihatnya Jaejoong mulai sedih. Iapun mendekap hangat tubuh Jaejoong guna menyalurkan ketenangan. Diusapnya sayang punggung Jaejoong yang mulai sedikit bergetar.
"Ne arraseo. Mian, aku tak paham." kata Yunho masih terus memeluk tubuh Jaejoong. "Apa lagi yang dikatakannya tadi hmm?" tanya Yunho lagi dan kini mulai melayangkan ciuman kecil di kepala Jaejoong. Ah, Jung Yunho, kau nampaknya sedikit modus.
"Ia mengatakan kalau kita lebih memperhatikan Jiyool dan selalu menomor satukan Jiyool. Padahal aku tak pernah begitu, aku, aku sama sekali tak pernah membedakan rasa sayangku pada Jiyool dan Changmin." kata Jaejoong lagi dan kini mulai terisak pelan.
Yunhopun merasakan bagaimana perasaan Jaejoong sekarang. Ya, ia sangat tahu pasti sekarang 'istri'nya itu sekarang tengah bingung. Bagaimana tidak bingung jika putranya menuduh dirinya seperti itu, padahal kenyataannya sangat berbanding terbalik.
"Mungkin Minie belum sepenuhnya mengerti. Kita hanya perlu memberi pengertian pelan-pelan ne kepadanya nanti." kata Yunho sambil terus mengelus sayang punggung Jaejoong. "Sudah. Uljima. Kau tampak jelek kalau menangis." kata Yunho lagi dan membuat Jaejoong segera melepaskan rangkulan Yunho.
"Huh!" dengus Jaejoong dan kini menghapus airmata yang mengalir dipipinya. "Kau tak tahu saja bagaimana perasanku!" jawab Jaejoong sambil mempoutkan bibirnya kesal,
"Aku mengerti, sangat mengerti!" jawab Yunho sambil tersenyum pelan.
"..."
"Sekarang bagaimana kalau kita penuhi keinginan Minie saja hmm?" tanya Yunho sambil perlahan mendekatkan wajahnya kearah Jaejoong. Dengan seringai mesum yang tercetak jelas diwajahnya. Ah, nampaknya ia sedang berpikiran yang iya-iya.
"Nde?" tanya Jaejoong tak mengerti.
"Bagaimana kalau kita turuti keinginan Changmin yang menginginkan namdongsaeng? Kajja kita buat namdongsaeng untuk Minie." jawab Yunho dan setelahnya, tanpa aba-aba iapun dengan cepat menyerang Jaejoong, menindihnya dan dengan cepat mencium gemas bibir cerry Jaejoong.
"Yahhh.. Mesummmppphhhhhhttttt." teriak Jaejoong teredam karena bibirnya sudah lebih dulu dibungkam oleh Yunho.
Well, setelah ini, bersiap-siaplah nyonya Jung kita ini untuk menghadapi appa beruang yang nampaknya sudah mulai terangsang. Entah betapa ronde yang akan mereka lewatkan untuk malam ini.
::
::
YUNJAE
::
::
Pagi menjelang
Jaejoong kini tengah berkutat di dapur untuk membuat sarapan dan bentou bagi keluarganya. Nampak ia yang tengah sibuk memindahkan bahan-bahan makanan dari lemari es menuju konter di dapur. Tapi, tunggu. Sepertinya ada yang salah dengan cara berjalan uri Jaejoongie?
"Ukhh, menyebalkan! Dasar beruang pabo! Dia menyerangku habis-habisan kemarin. Bootku jadi sakit kan." keluh Jaejoong sambil berjalan tertatih. "Awas saja, tak akan kuberikan jatah selama sebulan kedepan." lanjutnya setengah mendumel.
"Hoahmmm.. Selamat pagi Joongie."
Baru saja dibicarakan, kini Yunho sudah menampakkan batang hidungnya didapur. Iapun segera berjalan kearah Jaejoong lalu mendekap tubuh 'istri'nya yang sedari tadi sibuk memotong bahan makanan.
Greepp
"Kau memasak apa hari ini hmm?" tanya Yunho dengan mata setengah terpejam dan menyerukkan wajahnya diperpotongan leher Jaejoong.
"Ck, jangan menggangguku. Cepat mandi dan bangunkan anak-anak." jawab Jaejoong sedikit ketus mengingat dirinya yang masih marah kepada Yunho.
"Anio, aku masih ingin begini." kata Yunho dan semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh Jaejoong.
"Kalau begini aku jadi tak bisa memasak." keluh Jaejoong dan hanya mendapat gumaman dari Yunho. "Ck, Jung Yunho, cepat bangun atau aku tak akan membuatkan sarapan!" ancam Jaejoong lagi karena Yunho benar-benar tak mau melepaskan pelukannya.
"Tak apa, toh aku masih bisa memakanmu." jawab Yunho dan seketika mendapat teriakan dari Jaejoong.
"JUNG YUNHO!"
"Aiss, ne ne nyonya Jung!" jawab Yunho malas sambil perlahan melonggarkan pelukannya.
"Sana cepat mandi!" teriak Jaejoong lagi yang mulai gemas.
"Ne, sekarang aku mandi, tapi sebelumnya-"
Srettt
Chu~
Dengan cepat Yunho membalikkan tubuh Jaejoong, dan tanpa aba-aba langsung membungkam bibir Jaejoong dengan ciuman panas.
"Mmppfffhhhttttt."
"..."
Srett
"Yahhh...JUNG YUNHO~~"
Dan Yunhopun segera berlari kencang bersamaan dengan teriakan Jaejoong yang menggema, sebelum sang istri mengamuk karena ulahnya barusan.
.
.
.
Setelah menyelesaikan masakannya, kini Jaejoong tengah sibuk menata hidangan itu dimeja makan. Nampak dirinya yang sibuk bolak-balik dapur untuk menata makanannya diatas meja makan. Dirinya sangat sibuk sampai tak menyadari jika putra pertamanya a.k.a Jung Changmin mulai turun dari kamarnya dilantai 2 dan berjalan kearahnya.
Brukk
Changminpun segera mendudukkan tubuhnya dikursi masih dengan mata yang masih setengah terpejam.
"Eomma~"
"Omo! Minie!" kaget Jaejoong yang terkejut mendapati putranya sudah duduk disana. "Kau sudah bangun? Appa eodi?" tanya Jaejoong lagi sambil berjalan kearah Changmin, dan setelahnya menggendong anaknya itu. Semua makanannyapun sudah tertata rapi dimeja.
"Humm.. Molla." jawab Changmin sambil mengucek matanya yang masih mengantuk.
"Kka, mandi dulu ne. Setelah itu kita sarapan bersama." lanjut Jaejoong dan membawa Changmin menuju kamar mandi.
"Eomma~" rengek Changmin lagi dan mulai memeluk erat leher Jaejoong.
"Ada apa hmm?"
"Namdongsaeng~" lirih Changmin lagi sambil kini menatap mata bulat sang eomma. Ahh, rupanya ia masih ingat akan permintaannya semalam.
Jaejoong menghentikan langkahnya saat mendengar lirihan Changmin itu. Iapun balas menatap mata Changmin lembut, "Eoh? Namdongsaeng?" ulang Jaejoong dan tersenyum kecil menatap Changmin.
"Ne eomma, namdongsaeng. Supaya Minie bisa ajak main." jawab Changmin dan kini mulai mempoutkan bibirnya.
Cup~
"Tapi Minie kan sudah punya dongsaeng, Jiyoolie aniya?" jawab Jaejoong setelah mengecup singkat bibir putranya yang mengerucut itu. Iapun melangkahkan kembali langkahnya menuju kamar mandi.
"Huh, Minie gak mau. Yoolie cerewet, dan cengeng. Maunya main barbi terus. Minie jadi gak bisa main mobil-mobilan kalo main sama Yoolie." jawab Changmin dan kini melepaskan pelukan dileher Jaejoong lalu melipat tangannya didepan dada. "Tapi kalo Minie punya namdongsaeng, Minie bisa ajak main mobil-mobilan!" lanjutnya lagi.
Hmmmmm
Jaejoong hanya tersenyum kecil mendengar perkataan Changmin itu, "Ne. Tapi walaupun begitu, Minie harus tetap menyayangi Jiyoolie ne. Jiyoolie juga sangat sayang sama Minie aniya?" jawab Jaejoong sambil tersenyum kearah Changmin. Merekapun kini sudah berada didepan kamar mandi.
"Pokoknya Minie mau namdongsaeng! Huh!"
"Sudah, sudah. Kka, sekarang Minie mandi ne. Mandi sendiri atau-"
"Minie mau eomma mandiin Minie." jawab Changmin cepat memotong ucapan Jaejoong.
Jaejoong hanya tertawa pelan sebelum menjawab, "Ne, kajja buka bajunya." katanya dan setelahnya Jaejoongpun memandikan Changmin dan selama acara mandi pagi itu, Changmin terus saja meminta kehadiran namdongsaeng untuknya. Membuat Jaejoong kewalahan untuk menjawab pertanyaan putranya itu. Entahlah, bukannya ia tak mau menuruti permintaan putranya itu, namun jika mempunyai harus memiliki anak kembali, banyak pertimbangan yang harus dipikirkan.
.
.
.
"Mphhtt..Yunhhh.." desahan Jaejoong terdengar begitu erotis ditelinga Yunho dan membuat Yunho semakin bernafsu untuk melumat bibir merah istrinya itu.
"Mpckkk...mmpphhhhh..." suara decakanpun tak bisa diabaikan, saat dua namja dewasa yang sudah menikah tiga tahun yang lalu itu sedang berciuman panas dipagi yang cerah ini.
"Yunhhh!" pekik Jaejoong tertahan saat ia merasa benar-benar kehabisan nafas, namun Yunho sama sekali tak mau melepaskan tautan keduanya.
Yah, tadinya Jaejoong berniat untuk membantu Yunho berpakaian setelah memandikan Changmin, namun malang nasibnya karena pagi-pagi harus menjadi santapan bagi beruang yang kelaparan. Ya, saat ia tengah memakaikan dasi kepada Yunho, suaminya itu malah menarik dan mencium ganas bibirnya. Yunho mengatakan kalau ia sangat tergoda oleh pakaian Jaejoong yang sangat seksi dimatanya.
Yah, bagaimana tidak seksi, jika baju kaos yang dipakainya sedikit basah-karena ulah Changmin saat Jaejoong memandikannya-sehingga memperlihatkan bentuk tubuhnya yang sekarang masih tetap langsing-padahal ia suda pernah melahirkan sebanyak dua kali. Yah, bukan maksud Jaejoong untuk menggoda suaminya, hanya memang suaminya saja yang berotak mesum dan mengkambinghitamkan Jaejoong.
Lama mereka berciuman panas, bahkan sekarang tangan Yunho sudah mulai menyusup kebalik kaos yang dikenakan Jaejoong dan meremas-remas dada Jaejoong, membuat Jaejoong semakin mengerang tertarahan. Keduanya seakan lupa waktu dan akan berbuat yang iya-iya, andai saja kegiatan keduanya tidak diganggu oleh teriakan kencang dari Changmin.
Brakkk
"EOMMA, APPA! KALIAN NGAPAIN SIH! MINIE MAU LAPER. MINIE MAU MAKAN!" teriak Changmin setelah sebelumnya membuka kasar pintu kamar bumonimnya.
"Omo!"
Brukkk
Brughh
"Akh."
Suara debuman dan suara teriakan terdengar saling bersautan. Rupanya Jaejoong yang terkejut mendengar suara Changmin seketika mendorong keras tubuh Yunho dan menyebabkan suaminya itu jatuh terjerembab diatas kasur.
"N..ne chagi. Chakamanneyo." jawab Jaejoong sambil berpaling kearah pintu dan menemukan dua buah hatinya yang tengah memsang wajah masam disana.
"Yah, Joongie kenapa mendorongku!" protes Yunho dan segera bangkit dari tempat tidur.
"Pabo! Ini semua salahmu!" bentak Jaejoong memarahi Yunho dan kini sedikit merapikan pakaiannya yang berantakan akibat ulah Yunho.
"Kka, sekarang kajja kita sarapan." ajak Jaejoong lagi dan kini mulai berjalan ke arah pintu, "Dan kau, cepat rapikan bajumu dan turun sarapan!" bentak Jaejoong kepada Yunho dan setelahnya meninggalkan Yunho yang mulai memperbaiki pakaiannya.
"Aiss, pengganggu!" keluh Yunho dan setelahnya iapun turun untuk bergabung sarapan bersama keluarganya.
::
::
YUNJAE
::
::
Jaejoong tengah sibuk membereskan peralatan sarapan mereka, tak lupa iapun juga menyiapkan bekal makanan untuk Changmin. Setelah menyelesaikan semuanya, iapun langsung menemui Yunho yang akan berangkat ke kantor.
"Kka, Minie kita berangkat." kata Yunho sambil berjalan pelan kearah pintu keluar rumah.
"Ne~" teriak Changmin dan kemudian berlari kencang mendekat ke arah sang appa, "Eomma, bekal Minie eodi?" teriaknya lagi setelah sampai dihadapan Yunho.
"Aigoo, jangan berteriak changi, kau bisa meruntuhkan rumah ini dengan suara teriakanmu itu." jawab Jaejoong yang datang bersama Jiyool yang berada digendongannya. "Ini, berbagilah jika ada temanmu yang meminta arraseo?" lanjut Jaejoong dan membantu Changmin memasukkan bekalnya ke dalan tas.
"S.H.I.R.E.O. Eomma kan buatin bekal buat Minie, ngapain Minie bagi sama yang lain!" jawab Changmin dengan menekankan bebetapa kata.
Jaejoong hanya geleng-geleng kepala mendengar jawaban Changmin. Anaknya itu sama sekali tak pernah berubah. Sementara Yunho sudah menahan tawanya saat mendengar jawaban Changmin.
"Minie oppa pelit." kata Jiyool yang berada digendongan Jaejoong. "Kalo Yoolie, pasti mau bagi-bagi ke temen Yoolie. Coalnya macakan eomma machita, jadi Yoolie mau bagi-bagi cama temen." lanjut Jiyool sambil nyengir ke arah Jaejoong.
"Ne, itu baru anak pintar." jawab Jaejoong sambil mengelus sayang rambut Jiyool.
"Hihi, ne. Yoolie pintel~" teriak Jiyool lagi dan berjingkrak kegirangan dalam gendongan Jaejoong.
"Huh!" Changminpun mendengus sebal saat melihat itu. Ia hanya menatap datar kearah Jaejoong dan Jiyool.
"Kka, kita berangkat, sebelum terlambat." kata Yunho dan mengambil kunci mobilnya diatas meja.
"Appa~" teriak Jiyool dan segera meminta turun dari gendongan Jaejoong, dan berlari menuju Yunho.
Hap
"Ne, anak appa yang cantik."
Cup~
"Celamat jalan~" kata Jiyool lagi setelah mencium sayang pipi kiri appanya.
"Ne chagi."
"Oppa~" teriak Jiyool lagi dan meminta turun dari gendongan sang appa dan berlari menuju Changmin. "Celamat jalan~" kata Jiyool lagi dan tersenyum lebar kearah Changmin.
"Hmm." gumam Changmin tanpa menatap kearah Jiyool.
"Aku berangkat Joongie." kata Yunho dan mendekat kearah Jaejoong.
Chu~
"Ne, hati-hati." jawab Jaejoong sambil tersenyum. "Minie-" panggil Jaejoong dan mendekat kearah Changmin.
Cup~
"Hati-hati ne. Nanti eomma akan menjemputmu." lanjutnya setelah mencium pipi tembam Changmin.
"Ne eomma." jawab Changmin setengah hati dan setelahnya berjalan menuju Yunho.
"Selamat jalan. Hati-hati ne." teriak Jaejoong lagi sambil melambaikan tangannya kearah Yunho dan Changmin.
"Daa, appa, daa oppa." Jiyoolpun dengan semangat melambaikan tangannya.
"Ne, kalian juga hati-hati di rumah ne. Annyeong~"
"Annyeong~"
.
.
.
Yunho dan Changmin tengah berada diperjalanan menuju sekolah Changmin. Selama perjalanan, Changmin hanya terdiam tak mengeluarkan suara apapun. Padahal biasanya ia akan terus bercerita mengenai apapun yang ingin diceritakannya kepada sang appa.
Yunhopun menyadari ada yang aneh dengan putranya, dan seketika pembicaraannya dengan Jaejoong semalam terngiang diotaknya.
"Minie, waeyo? Kenapa kau hanya diam hmm?" tanya Yunho sambil mengarahkan wajahnya kearah Changmin.
"Anio, eopseoyo appa." jawab Changmin masih enggan untuk berbicara banyak.
"Apa ada hal yang Minie inginkan? Mainan misalnya?" tanya Yunho lagi sedikit memancing Changmin untuk mau bercerita kepadanya.
Changminpun menolehkan wajahnya kearah Yunho saat mendengar perkataan appanya itu, ada yang diinginkan? Tentu saja. Bukankah ia tengah menginginkan seorang namdongsaeng?
"Atau kau mau kita jalan-jalan? Ke taman bermain? Atau kebun binatang?" tanya Yunho lagi karena tak mendengar jawaban apapun dari Changmin.
Changmin menggeleng pelan, iapun menatap Yunho sebelum mengutarakan isi hatinya. "Minie mau namdongsaeng appa."
"Eh?"
"Minie gak mau mainan baru, gak mau ke kebun binatang atau ke taman bermain. Minie cuma mau namdongsaeng appa!" jawab Changmin sedikit keras dan menatap tajam kearah sang appa,
"Namdongsaeng?" ulang Yunho takut jika pendengarannya bermasalah.
"Ne namdongsaeng!" jawab Changmin ketus dan mempoutkan bibirnya.
"Waeyo? Kenapa tiba-tiba Minie menginginkan namdongsaeng hmm?" tanya Yunho lagi sambil sesekali menoleh kearah Changmin.
"Biar Minie bisa ajak main mobil-mobilan sama-sama."
"Bukankah ada Jiyoolie?" tanya Yunho lagi.
"Ani. Minie ga suka main sama Yoolie. Yoolie maunya main barbi terus. Minie kan namja, masa mainannya barbi." jawab Changmin dan tanpa menoleh kearah Yunho.
"Kalau begitu, Minie bisa bermain bersama appa kan?" kata Yunho lagi dan seketika membuat Changmin menolehkan wajahnya kearah Yunho.
"Main sama appa? Bahkan appa sekarang sangat jarang ada di rumah, dan sekalinya appa di rumah, pasti Yoolie yang akan merengek minta bermain sama appa." jawab Changmin sedikit sinis.
"Eh?"
"Appa sama eomma sama ajja. Lebih sayang ke Yoolie daripada Minie. Huh!"
'Jadi benar apa yang dikatakan Jaejoong, Minie merasa kalau kami berdua lebih menyayangi Jiyool daripada dirinya'
"Jadi, Minie minta namdongsaeng sama appa dan eomma, supaya Minie bisa ajak main dia, dan appa juga eomma bisa terus bersama Jiyool!"
Deg
Ckitttt
Dan Yunhopun mengerem mendadak mobilnya setelah mendengar ucapan Changmin, menyebabkan Changmin kaget dan hampir saja tubuhnya menubruk dasbor, untung saja ada sabuk pengaman yang menghalanginya.
"Ukhh.-"
"Minie-ah, kau hanya salah paham. Appa dan eomma tak pernah begitu." kata Yunho sedikit terbawa emosi. "Kau hanya salah paham Minie. Dan jangan pernah bicara seperti itu."
"Hiks..Gojimal..appa sama eomma bohong..hiks.." dan Changminpun malah menangis, membuat Yunho kelabakan tak menyangka Changmin akan menangis.
"Aigoo, uljima. Kenapa malah menangis." kata Yunho mencoba menghentikan tangisan Changmin.
"Anio..hiks..dongsaeng..Minie mau..hiks..namdongsaeng appa..hiks.." Changmin terus menangis, Yunhopun akhirnya memeluk Changmin guna menenangkannya.
"Ne, Minie. Appa akan kabulkan permintaan Minie ne. Jadi sekarang berhenti menangis." kata Yunho dan seketika membuat Changmin menghentikan tangisannya.
Srettt
"Jinja..hiks..appa?" tanya Changmin sambil menatap mata Yunho.
"Ne, asalkan kau tak menangis lagi." jawab Yunho dan menyebabkan senyum Changmin segera mengembang diwajahnya.
"Jinja? Yeaaayyy, appa yang terbaik." teriaknya girang dan segera memeluk erat tubuh Yunho.
"Ne, apapun untukmu Minie." jawab Yunho sambil balas memeluk tubuh montok putranya dan tersenyum, tanpa tahu perkataannya itu akan berdampak seperti apa.
"Kka, kita harus melanjutkan perjalanan." kata Yunho lagi saat teringat jika mereka masih berada diperjalanan.
"Umm, ne appa. Kajja!" teriak Changmin girang masih dengan senyum yang mengembang diwajahnya. Ah, nampaknya Changmin yang ceria sudah kembali. Dan sepertinya kita harus mengucapkan terimakasih kepada Yunho, karena berkat perkataannya itu, membuat uri Changminie kembali bersemangat ^^
::
::
YUNJAE
::
::
Changmin tengah duduk diam dibangku depan sekolah menunggu jemputan sambil mengemut sebuah lolipop dimulutnya. Hari ini sekolah pulang lebih awal karena akan diadakan rapat umum para pengajar. Changmin yang lupa memberitahu eommanyapun akhirnya mesti menunggu sekitar satu jam sebelum sang eomma menjemput. Dan disinilah ia sekarang, menunggu dengan bosan.
"Hah, Minie lupa memberitahu eomma. Huh!" keluhnya sambil menendang-nendang udara dengan kakinya.
"Loh, Minie?"
Tiba-tiba sebuah suara terdengar memanggil Changmin, dan membuat Changmin mendongakkan kepalanya kearah suara, dan menemukan seorang namja dewasa lengkap dengan jas hitam yang membalut tubuh tingginya.
"Dongwoonie jussi!" teriak Changmin saat melihat keberadaan ahjussi sahabat baiknya disini.
"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Dongwoon dan perlahan mendudukkan pantatnya disebelah Changmin. "Kau menunggu jemputan?" tanya Dongwoon lagi dan mendapat anggukan dari Changmin.
"Umm, Minie lagi nungguin eomma. Minie lupa bilang kalo hari ini Minie pulang cepet." jawab Changmin sambil mendongak kearah Dongwoon. "Jussi kesini mau jemput Kyunnie?" tanya Changmin lagi. Kalian mengingat Kyuhyun? Ya, sahabat uri Changminie saat masih playgroup dulu. Dan sekarang mereka kembali masuk di sekolah yang sama, hanya kelasnya saja yang berbeda.
"Ne, jussi akan menjemput Kyunnie." jawab Dongwoon dan tersenyum manis kearah Changmin. "Tapi sepertinya ia belum keluar-" kata Dongwoon lagi sambil menolehkan kepalanya kearah ruang kelas.
"Ah, itu dia. Kyunnie~" teriaknya lagi saat matanya melihat sosok sang keponakan.
Tap
Tap
Tap
"Woonie samchon! Ngapain samchon disini?" ketus Kyuhyun saat sudah berada dihadapan Dongwoon. Iapun mendekap tangannya didepan dada sambil mengerucutkan bibirnya sebal.
"Aigoo uri Kyuhyunnie, jangan memasang tampang seperti itu. Kau tambah manis jika ngambek seperti ini." goda Dongwoon saat melihat sang keponakan yang tengah kesal.
"Huh! Kyunnie kan suruh appa yang jemput! Kenapa lagi-lagi samchon yang jemput!" marah Kyuhyun masih dengan nada ketus.
"Aigoo, appamu sedang sibuk, jadi tak bisa menjemputmu. Sudahlah, kau dijemput appa atau samchon kan sama saja." jawab Dongwoon yang mulai merasa sebal dengan sifat keras kepala keponakannya itu.
"Huh!"
"Sudahlah, kajja kita pulang. Atau kau mau jalan kaki saja hmm?"
"SHIREO!"
"Ya sudah, kalau begitu kajja kita pulang. Ah ya, Minie, apa kau mau ikut jussi saja hmm?" tanya Dongwoon yang baru teringat akan keberadaan putra atasannya itu.
"Eh? Ada Minie?" tanya Kyuhyun yang baru sadar jika ada sang sahabat disana. "Minie ngapain disini?" tanyanya dan mendekat kearah Changmin.
"Minie lagi nunggu eomma. Minie lupa bilang kalo sekarang pulang cepet." jawab Changmin sambil menatap Kyuhyun.
Tik
Sebuah ide segera melintas diotak Kyuhyun. Iapun tersenyum misterius, lalu menatap Dongwoon sebelum berbicara. "Samchon, Kyunnie mau main ke rumah Minie aja. Kyunnie males diem dirumah." kata Kyuhyun masih dengan senyuman misterius yang tercetak di wajahnya.
"Eh? Kau mau bermain ke rumah Changmin?" ulang Dongwoon dan menangkap signal tak baik dari keponakannya itu.
"Ne. Bolehkan Minie?" tanya Kyuhyun pada Changmin.
Changminpun mengangguk antusias mendengar ucapan Kyuhyun. Sudah lama ia tak bermain bersama sahabatnya itu. Dan itu artinya, ia bisa terbebas untuk tak bermain dengan Jiyool.
"Boleh! Nanti kita main game bareng!" jawab Changmin dan tersenyum kearah Kyuhyun.
"Nah, Minie udah ngasih. Sekarang kajja, samchon anterin kita ke rumah Minie. Kajja!" kata Kyuhyun dengan semangat tanpa mendengar persetujuan dari pamannya. Iapun menarik tangan Changmin dan Dongwoon, lalu dengan cepat menarik keduanya menuju arah parkiran.
::
::
YUNJAE
::
::
Brakkk
"EOMMA!"
Suara teriakan kencang dari Changmin segera menggema begitu dirinya tiba di rumah. Segera ia membuka dengan kasar pintu rumahnya dan berlari kencang masuk ke dalam.
"Kyunnie, sini. Palli!" teriaknya lagi menyuruh Kyuhyun untuk masuk ke dalam.
"Hei, hei. Jangan berlari. Kyuhyunie, jaga kelakuanmu! Itu tak sopan!" teriak Dongwoon memperingati keponakannya yang kenakalannya sebanding dengan Changmin itu.
"Wooaaa.. Rumah Minie besar sekali~" teriak Kyuhyun kagum. Yah, ini kali pertamanya ia berkunjung ke kediaman Jung.
"EOMMA!"
"Tuan muda Changmin! Kenapa berteriak?" tanya Chorong sambil berlari saat mendengar suara tuan mudanya yang berteriak. Ia takut terjadi apa-apa dengan anak majikannya itu.
"Nuna, eomma eodi?" tanya Changmin saat melihat Chorong datang.
"Nyonya sedang membuat makan siang di dapur." jawab Chorong dan mengambil tas sekolah Changmin. "Tuan muda kenapa sudah pulang?" tanya Chorong lagi merasa heran karena Changmin sudah pulang. Padahal jam belum menunjukkan waktunya pulang.
"Tadi di sekolah ada rapat guru, jadi Minie dan temen-temen dikasih pulang."
"Lalu Minie pulang dengan siapa tadi? Kenapa tak menunggu nyonya menjemput?" tanya Chorong lagi dan kini mulai membuka sepatu Changmin dan menggantinya dengan sandal rumah.
"Itu, Minie pulang dianterin Woonie jussi dan Kyunnie. Ah, Kyunnie palli kesini!" teriak Changmin lagi dan mengajak Kyuhyun dan Dongwoon masuk.
"Ah, mianhae tuan. Saya tidak melihat tuan disana." kata Chorong saat melihat kehadiran Kyuhyun dan Dongwoon. Iapun segera membungkuk sebagai permintaan maaf. "Gomawo sudah mengantar tuan muda Changmin." lanjutnya lagi dan kini sambil tersenyum manis ke arah Dongwoon.
Deg
Dan jantung Dongwoonpun berdegup kencang saat matanya melihat senyum manis dari Chorong. Ini juga pertama kalinya ia berkunjung ke rumah atasannya ini, dan ia tak mengira jika Changmin memiliki pengasuh yang begitu cantik.
"Yeoppo~" lirihnya hampir tak terdengar.
"Nde?"
"Ah, anio. Emm, Dongwoon imnida. Aku paman dari Kyuhyun. Ah, ia teman Changmin di sekolah." jawab Dongwoon sambil berusaha menenangkan jantungnya yang berdegup kencang.
"Ne, Chorong imnida. Pengasuh tuan muda Changmin dan nona Jiyool. Gomawo sudah mengantarkan Changmin sampai di rumah." kata Chorong memperkenalkan diri sambil sekali lagi mengucapkan terimakasih.
"A..anio. Tak masalah." jawab Dongwoon dan tersenyum gaje ke arah Chorong.
"Chorong-ah, siapa yang datang?" Jaejoongpun datang dari dalam, masih dengan apron yang melekat ditubuhnya. Nampaknya ia masih dalam proses memasak makan siang.
"Ini nyonya, tuan muda Changmin sudah pulang. Dan ini ada tuan Dongwoon dan juga Kyuhyun." jawab Chorong dan berbalik menghadap Jaejoong.
"Jaejoong hyung!" pekik Dongwoon senang saat bertemu dengan 'istri' atasannya itu.
"Dongwoon-ah! Hei apa kabar?" tanya Jaejoong dan perlahan berjalan mendekat kearah Dongwoon.
"Ne, aku baik-baik saja hyung. Hyung sendiri bagaimana? Nampaknya hyung semakin cantik saja." kata Dongwoon sambil tersenyum.
"Ne, aku juga baik-baik saja. Ah, apa kau mengantar Minie? Tapi kenapa ia sudah pulang?" tanya Jaejoong lagi merasa aneh karena putranya sudah pulang.
"Ne, eomma. Tadi di sekolah ada rapat guru, jadi semuanya dibolehin pulang. Tapi Minie lupa kasih tau eomma. Hee." jawab Changmin sambil nyengir polos kearah sang eomma.
"Kau ini. Gomawo ne Dongwoon, sudah mengantar Changmin. Dan, hei, Kyuhyunie~" teriak Jaejoong girang saat matanya menangkap sosok imut namja yang berdiri disebelah Changmin.
"Anyyeong jumma." jawab Kyuhyun girang dan tersenyum manis kearah Jaejoong. "Kyunnie boleh main disini ne." lanjutnya masih dengan senyum diwajahnya.
"Mian hyung, nampaknya Kyuhyun ingin bermain disini bersama Changmin." kata Dongwoon sedikit merasa tak enak kepada Jaejoong.
"Anio, gwencanhayo. Kau boleh bermain disini." jawab Jaejoong dan segera membuat Kyuhyun memekik girang.
"Maaf merepotkan hyung."
"Anio gwencanha. Changmin jadi ada teman bermain." jawab Jaejoong sambil tersenyum. "Ah, apa kalian sudah makan siang? Kka, makan siang bersama disini." kata Jaejoong lagi.
"Em, hyung tapi-"
"Tak ada tapi-tapian. Ah, tapi tunggu sebentar ne, aku masih harus memasak satu makanan lagi. Chorong, ajak Dongwoon dan Kyuhyun ke ruang tamu, dan Changminie, ganti baju lalu makan siang. Arra?"
"Ne eomma. Ah, kajja Kyunnie, Minie tunjukin kamar Minie. Kajja." kata Changmin dan setelahnya iapun mengajak Kyuhyun naik ke kamarnya.
"Kau tunggu sebentar ne Dongwoon."
"Ne hyung."
"Mari, silahkan." kata Chorong sambil tersenyum dan membimbing Dongwoon menuju ruang tamu. Ah, tak tahu saja ia kalau senyumannya itu membuat jantung Dongwoon berdetak tak karuan.
::
::
YUNJAE
::
::
Setelah menyelesaikan makan siang bersama di kediaman Jung, Dongwoonpun pamit undur diri kembali ke kantor. Ia merasa tak enak kepada Yunho karena sudah terlalu lama keluar. Padahal ia berpamitan hanya akan menjemput Kyuhyun, tapi nampaknya ia sedikit molor dan ia harus bersiap-siap untuk mendapat ceramah gratis dari sang atasan a.k.a Jung Yunho.
"Terimakasih untuk makan siangnya."
"Ne cheonma. Tolong sampaikan pada Yunho ne, kalau aku tak bisa datang. Sekalian antarkan makan siang ini untuknya." kata Jaejoong sambil menyodorkan setumpuk box makan kepada Dongwoon, dan dengan Jiyool yang berada digendongannya.
"Ne hyung." jawab Dongwoon sambil mengambil box makan itu. "Mian merepotkanmu dengan kehadiran Kyuhyun, kalau dia nakal, silahkan pukul saja pantatnya." kata Dongwoon lagi sambil melirik kearah Kyuhyun.
"Yah, Kyunnie ga akan nakal!" sahut Kyuhyun cepat memprotes ucapan sang paman.
"Haha, ne gwencanha. Kka, pergilah, sebelum Yunho marah." kata Jaejoong lagi dan setelahnya Dongwoonpun beranjak keluar menuju mobilnya.
"Jangan nakal ne Kyunnie. Nanti samchon akan jemput setelah pulang kantor. Arra?"
"Ne."
"Annyeong hyung, annyeong Minie. Annyeong Jiyoolie~"
"Annyeong jucci tampan. Hihi~" jawab Jiyool sambil terkiki geli.
"Annyeong jussi. Titip salam sama appa ne. Bilangin suruh cepet kabulin permintaan Minie." kata Changmin setengah berteriak.
Dongwoonpun hanya tersenyum mendengar jawaban kedua anak atasannya itu, sebelum akhirnya ia masuk ke dalam mobil dan pergi meninggalkan kediaman Jung.
Sepeninggal Dongwoon, Jaejoongpun mengajak masuk Changmin dan juga Kyuhyun, dan menyuruh mereka untuk bermain di dalam.
"Minie, Kyunnie, kalian main disini saja ne. Kalau ada apa-apa, kalian panggil Chorong nuna atau Bomi nuna, arraseo?" kata Jaejoong sambil menyiapkan tempat bermain untuk MinKyu.
"Eomma, Yoolie juga mau main cama oppa~" kata Jiyool sambil ikut duduk bersama Changmin dan Kyuhyun.
"Ini sudah siang changi, Yoolie tidur siang dulu ne. Nanti setelah bangun, baru main sama oppanya." jawab Jaejoong sambil perlahan mengangkat tubuh Jiyool, namun-
"Shireo! Yoolie mau main!" teriak Jiyool kencang dan menghempaskan tangan Jaejoong yang hendak meraihnya. "Pokoknya mau main! Huh!" Nampaknya sifat keras kepala Jiyool mulai beraksi.
"Aiss, ne arrasseo. Tapi nanti kalau kau sudah mengantuk, cepat panggil eomma ne." kata Jaejoong mengalah. Ya, lebih baik ia mengalah daripada mendengar tangisan Jiyool.
"Aciik, ne oppa, kita main apa?" teriak Jiyool girang bertolak belakang dengan wajah Changmin yang berubah masam.
"Nah Minie, Kyunnie, tolong ajak main Jiyool sebentar ne. Ahjumma akan buatkan minum dan cemilan dulu untuk kalian." kata Jaejoong dan setelahnya bergegas menuju dapur.
"Oppa, kita main balbi yuk~" teriak Jiyool dan bersiap untuk mengambil mainannya. "Ah, Kyunnie oppa juga ikut main ne. Kyunnie oppa jadi rajanya." lanjutnya dengan wajah girang.
"Ck, padahal Kyunnie ingin bermain game. Huh!" keluh Kyuhyun sambil menatap malas kearah Jiyool.
"Kyunnie oppa, ini. Ini namanya raja Challes. Kajja kita main." teriak Jiyool sambil menyerahkan sebuah boneka raja kepada Kyuhyun. "Ayo kita main. Minie oppa juga, kajja main."
"Minie, dongsaeng Minie cerewet sekali." kata Kyuhyun lagi sambil memainkan dengan malas boneka yang disodorkan oleh Jiyool.
"Begitulah." jawab Changmin tak kalah malas dengan Kyuhyun.
"Oppa! Main yang benel dong!" marah Jiyool karena Changmin dan Kyuhyun yang tak serius bermain.
"Ck, merepotkan!" kata Changmin dan Kyuhyun bersamaan. Mereka berduapun melanjutkan permainan dengan setengah hati.
Ting
Sebuah ide tiba-tiba melintas dipikiran Changmin. Iapun tersenyum misterius sambil menolehkan wajahnya kearah Kyuhyun. Kyuhyunpun hanya menaikkan sebelah alisnya bingung melihat senyum misterius Changmin, iapun memiringkan kepalanya tanda tak mengerti.
"Kyunnie, bantuin Minie ne." kata Changmin dan kemudian membisikkan sesuatu pada Kyuhyun. "Bagaimana?" tanyanya setelah selesai membisikkan sesuatu itu dan mendapat anggukan dari Kyuhyun.
"Umm, Kyunnie akan bantu!" jawab Kyuhyun semangat dan mengembangkan senyum misteriusnya kepada Changmin.
Keduanyapun kini saling tersenyum misterius. Nampaknya ada sebuah rencana terselubung yang akan dilakukan oleh keduanya.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
Hayoloh, rencana apa tuh yang bakal dibuat sama duo evil MinKyu? Hahaa...
Ada yang mau nebak atau memberi pendapatnya? Silahkan~~
Konnichi wa minna san.. Saya datang lagi membawa chap 2.. Saya sangat sadar cerita ini sungguh amat garing dan tidak jelas.. Mohon maaf jika ada yang kurang berkenan dengan ceritanya.. :(
Tapi saya cukup salut sama kalian yang mau meluangkan tenaga untuk review di chap sebelumnya.. Dan saya ga nyangka respond kalian akan sedemikian rupa,, huwaa... Terharu.. Jeongmal gomawoyo :))
Big thank's bagi kalian yang follow, favorit dan review dalan cerita ini.. Terimakasih banyak buat :
PURPLE KIMlee | MPREG Lovers | Vic89 | SimviR | Zen Ikkika | princesssparkyu | queen harkyu | teukiangle | Artemis Jung | Chiti | lee Chunnie | Ai Rin Lee | Pumpkins yellow | Guest | Guest | Guest | miss leeanna | Yuan Lian | kikiikyumin | yunjae05 | meyy-chan | diya1013 | kiki aquamarine| Dhea Kim | AulChan12 | Narita Putri | rinayunjaerina | MaxMin | de | yoon HyunWoon | DahsyatNyaff | akiramia44 | Dennis Park | azahra88 | ShinJiWoo920202 | KJhwang | diahmiftachulningtyas | misschokyulate2 | Shim JaeCho | Guest | Guest | farla23 | minjae boo | sugar day | edogawa ruffy| AyuClouds69 | narayejae | adityaaja
Terimakasih untuk reviewnya, saya harap chap ini bisa memuaskan kalian dan jangan lupa untuk tinggalkan kesan lagi ne untuk chap ini.
Ah ya, hari ini bertepatan dengan Comebacknya BEAST ^^ huwaa, chukae for comebacknya.. Sukses buat albumnya, dan semoga bisa ngadain konser lagi disini.. Hee..
Minnasan, review onegaishimasu ^^
.
Denpasar, 16 Juni 2014
