Disclaimer : Original karakter milik Fujiko F. Fujio saya tambahkan OC saya di fanfiction ini.
Rate : T
Genre : Drama, adventure
Warning : OOC, perubahan bentuk character, aneh XD
*********************************************** Story By Me ********************************************************************
"Hei!"
Terdengar suara dari belakang memanggil. Terlihat sosok dengan tubuh ramping, rambut terurai sebahu yang terlihat lebut dan dibalut dengan baju terusan berwarna pink dengan rok pendek selutut. Ia melambaikan tangan dan tersenyum sambil mendekati seseorang di depannya. Orang tadi hanya menoleh sesaat kemudian kembali mengarahkan pandangannya kedepan dan melanjutkan langkahnya lagi.
"Hei! Tunggu aku…."
"…."
Ia menghentikan langkahnya dan hanya menunggu sosok yang ada dibelakangnya tanpa berbalik.
"Jalanmu cepat sekali…. Selamat datang kembali."
"…."
Dia hanya tersenyum pada seseorang yang ada di hadapanya. Dan melanjutkan langkahnya beriringan dengan orang tadi.
"Mengapa kau tidak mengabari kami jam berapa kau akan sampai kesini? Aku menunggumu sejak pagi tadi"
"…."
"Jangan diam saja. Ayolah, bukankah kita sudah berteman lama?"
"…."
"Oh ya aku dengar kau akan kembali kesekolah besok?"
"…."
"Dekisugi-san! Apa kau masih mengingatku?!"
"…."
"…."
"Iya"
"Haa…. Akhirnya kau bicara juga."
"Hahaha aku hanya ingin mengujimu sebentar. Aku penasaran apakah sifat yang bersemangat itu berubah atau masih tetap seperti dulu. Karena itu yang aku rindukan darimu. Ngomong-ngomong kau berubah sangat banyak, Shizuka. Aku tampak lebih dewasa dan tentu saja kau tetap cantik seperti dulu. Kau tampak manis mengenakan pakaian itu."
Muncul semburat pink dipipi gadis muda yang tampak ramah dengan senyum manis yang masih berkembang diwajahnya. Monamoto Shizuka panggil saja Shizuka, gadis yang sangat populer di sekolah. Dihadapannya adalah laki-laki yang juga sangat poluler Hidetoshi Dekisugi atau Dekisugi. Dia banyak digemari wanita karena ketampannya, tidak hanya itu ia juga pandai dalam bidang akademik dan olahraga. Beberapa siswi bahkan suka sekali menjodohkan mereka berdua.
Sejak enam tahun lalu ayah Dekisugi dipindah tugaskan keluar negeri, ia dan keluarganya ikut pindah sehingga ia menempuh pendidikan di asrama yang tidak mengizinkan siswanya membawa ponsel pribadi oleh sebab itu ia jarang sekali mengabari teman-teman yang berada di Jepang. Selama tiga tahun itu pula ia mengikuti klub basket hingga membentuk tubuhnya menjadi tinggi, ramping dan berotot. Seperti model dia sangat cocok dengan setelan apapun bahkan mengenakan jaket tebal di cuaca terik seperti ini. Karena hari ini dia baru saja pulang dari Amerika yang sedang musim gugur.
"Terimakasih sudah menjemputku, Shizuka."
"Iya sama-sama. Ngomong-ngomong apa kau sendirian? Dimana orang tuamu?"
"Iya begitulah…. Mereka masih harus bekerja dan baru bisa pulang dua minggu lagi"
Wajah Dekisugi terlihat datar namun Shizuka tahu bahwa dia tampak sedih dan kecewa. Shizuka berusaha menghibur Dekisugi namun ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Selama perjalanan menuju halte bis mereka hanya berdiam tanpa suara. Suasana menjadi dingin seketika ditambah dengan bandara yang cukup lenggang hari ini.
Akhirnya mereka sampai di depan halte bis. Dekisugi melepas jaket tebalnya dan menaruhnya dalam koper. Shizuka yang berada disampinya ikut membantu membuka koper besar itu.
"Wah kau menge-pack barang bawaanmu rapi sekali" Shizuka membuka pembicaraan.
"Hehehe….aku memang sengaja merapikanya agar muat dengan selimut elektrik yang aku beli." pipi Dekisugi sedikit memerah karena malu. Ia sengaja membeli benda itu untuk menghangatkan dirinya saat musim salju di sana.
Setelah menunggu sekitar sepuluh menit, bis pun datang menjemput. Mereka pun segera masuk, memasukan koper kebagasi atas dan duduk paling belakang. Di dalam bis hanya ada mereka berdua dan sopir. Dekisugi menyamankan duduknya dan mulai membaca novel barunya sementara, Shizuka memeriksa ponselnya dan dering pun berbunyi.
"Halo….Iya aku sudah dalam perjalanan pulang."
"Tentu kami akan segera sampai 15 menit lagi."
"Aku akan menghubungi kalian lagi."
"ya…. Sampai nanti"
Dekisugi melirik kearah Shizuka kemudian menanyakan pada siapa tadi dia berbicara tapi, Shizuka hanya tersenyum isyarat rahasia. Dekisugi cemberut sambil menahan tawa dalam hatinya. Sebenaranya dia sudah tahu dengan siapa Shizuka berbicara, ia hanya berpikir Shizuka berusaha membuat kejutan padanya agar ia tidak murung lagi.
Jam menunjukan pukul 06:00 sore. Mereka turun di depan halte bis dan menunggu dijemputan taksi yang mereka pesan. Namun Shizuka mendapat telepon dari sopir taksi bahwa ia tidak dapat menjemput karena taksinya mogok.
"Maafkan atas kesalahan saya nona. Sekali lagi saya minta maaf."
"Tidak apa-apa paman kami akan mencari taksi lain saja."
"Terimakasih nona. Kalau begitu berhati-hatilah."
"Iya paman. Terimaksih kembali."
Shizuka menutup teleponnya. Berselang beberapa detik sebuah mobil sport besar berhenti di depan mereka. Yang ternyata milik Suneo dan dua orang lainnya adalah Nobita dan Takeshi. Dekisugi benar-benar tekejut dengan kedatangan mereka. Ia juga memperhatikan bahwa teman-temannya itu banyak berubah dari segi penampilan maupun sikap mereka.
"Yoo…. akhirnya kau pulang juga Dekisugi." Sahut Takeshi turun dari mobil dan langsung merangkul Nobita yang ada di depannya.
Takeshi goda biasa dipanggil Giant sekarang ia tampak tinggi tegap juga berotot dan berisi. Mengenakan kaos merah polos dan jeans panjang dilangkapi rompi berwana biru gelap atau lebih sering tanpa aksesoris hanya kaos dan celena saja. Meski begitu, banyak wanita yang suka pada penampilanya tapi dia tetap setia hanya pada seorang gadis yang sudah lama menjalin hubungan denganya.
Di sampingnya, Nobi Nobita tentu tidak lebih tinggi dari Giant tapi tubuhnya tetap lebih tinggi dari Shizuka dan Suneo namun setara dengan Dekisugi. gaya berpakainya sama seperti dulu namun lebih sering mengenakan koleksi hoodie miliknya. Tubuhnya juga ramping dan tampak lebih segar ditambah otot yang tertutup dibalik pakaiannya.
"Selamat datang kembali, sobat!" sambut mereka berdua.
"Terimakasih teman-teman. Aku sangat berterimakasih kalian mau menjemput kami."
"Tentu saja kata kan teman." jawab Nobita.
"Wah wah sepertinya ada yang terharu."
Honekawa Suneo yang baru turun dari mobil dengan gaya yang sok keren menampakkan senyum rubahnya karena tahu jika Dekisugi terharu. Sikap yang terlalu percaya diri tidak akan pernah berubah darinya penampilannya juga modis dengan pakaian yang bermerk terkenal, baju dengan kerah dan lengan pendek juga jeans dibawah lutut serta aksesoris tindik menghiasi tubuh rampingnya yang tidak terlalu berotot sama seperti dulu. Yang berubah hanya dia tidak terlalu pelit sekarang.
"Hahaha…"
Tawa mereka memecah kesunyaian taman sore itu. Matarhari sudah berada di ufuk barat. Tiga pria muda itu membantu mengangkat koper Dekisugi ke bagasi mobil. Shizuka membeli keroket ditoko seberang jalan. Setelah selesai mereka segera masuk ke dalam mobil untuk menggantarkan dekisugi sampai rumah. Sambil bernyayi kecil mereka memakan keroket yang asapnya masih mengepul menyebarkan harum melewat jendela mobil yang terbuka. Langit berwarna orange serta burung gagak yang terbang kesarangnya menggiringi perjalan mereka berlima.
Bersambung….
*********************************************** Story By Me ********************************************************************
Astaga apa ini….
Malunya aku yang baru pertama ngepost ff….
Maaf ya kalo ffnya geje wkwkwk
Story by me ^-^
