Seminggu setelah kepergiaanya ibu hinata untuk kembali ke sekolah setelah libur untuk menenangkan hatinya yang gundah,tidak seperti biasanya hinata yang pemalu dan suka tersenyum kini hanya lebih banyak diam dan melamun bahkan senyuman manisnya tak terukir lagi di wajahnya semua terjadi karena hal yang sangat di bencinya terulang kembali,3 tahun yang lalu Hinata juga kehilangan orang yang di sayanginya,yaitu Hyuga Neji yang merupakn kakak laki-lakinya,yang meninggalkan juga karena kecelakaan.
"ta...Hinata..."panggil ino berulang-ulang
"a..ada apa ino-chan"jawab hinata
"kenapa dari tadi melamun tidak ada kerjaan lain apa,hah sudahlah ayo ke kantin"ajak ino yang sudah berdiri dengan sakura di depan meja hinata
"Uhm,baiklah ayo"selama di perjlanan menuju kantin hinata hanya terdiam,sebenarnya ino dan sakura sudah mengajaknya mengobrol dengan mereka tapi hinata hanya membalas perkataan mereka dengan sebuah anggukan atau gelengan.
"Hinata-channn"panggil kiba berlari ke arah hinata
"Eh...ada apa kiba-kun"tanya hinata,kiba menarik tangan hinata kemudian berkata "Ayo,bergabung dengan kami,sakura dan ino mengikuti kiba yang tengah menarik hinata dari belakang
Hinata hanya menundukkan kepalanya tanpa berniat untuk bergabung dengan pembicaraan temen-temennya,dan tanpa di ketahui oleh siapa pun neruto terus memperhatikan Hinata
"Naruto,kau ikutkan dengan kami nanti"tanya sai dengan tersenyum (senyum palsunya)
"Kemana?"tanya balik naruto pada sai
"Kau tidak mendengarkan perkataan kami dari tadi naruto"tanya kiba penuh selidik
"I..itu,itu karena aku hanya sedang memikirkan kaa-sanku yang sedang sakit jadi,aku tidak begitu mendengarkannya"jawb Naruto dengan gugup yang sebenarnya hanyalah sebuah kebohongan,mana mungkin naruto mengatakan bahwa dia sedang memperhatikan Hinata,itu akan membuat teman-temannya berfikir yang macam-macam
"Apa! Oba-san sakit,dia sakit apa naruto"kata sakura dengan setengah berteriak
"Ti..tidak usah khawatir sakura-chan,kaa-san hanya kelelahan saja"bohong naruto sekali lagi.
Sepulang sekolah Hinata tidak langsung pulang ke rumahnya melainkan dia pergi ke atap sekolah
"Kaa-san,kenapa pergi meninggalkan Hinata secepat ini,Hiks...hiks..."kata Hinata dalam tangisnya
"Hoammmm,kenapa kau begitu berisik kau mengganggu tidurki"kata Naruto yang ternyata sedang tertidur dibangku yang berada di atap sekolah
"Go..gomen,sudah mengganggu tidurmu Namikaze-san"Hinata menghapus cepat air matanya takut jika naruto mengetahui tangisannya
Selama beberapamenit mereka dilanda dalam keheningan sampai akhirnya naruto bertanya pada Hinata
"Kenapa belum pulang"tak ada jawaban dari hinata 'apa dia melamun'fikir naruto. "Hinata"panggil naruto sambil menepuk pundak Hinata
"ma..maaf Nami.." "Naruto saja,aku tidak suka di panggil dengan margaku"potong Naruto
Hinata memandangi Naruto yang juga memandanginya 'amethyts bertemu shappire'
Deg
Jantung Hinata berdetak dua kali lebih epat dari biasanya,wajahnya memanas dan langsung saja Hinata memalingkan kepalanya
"Ma...maaf namika..naruto-kun,ada apa?"tanya Hinata dengan polosnya
"Kenapa belum pulang"tanya naruto lagi
"E..etto..."guaman hinata sambil memainkan jari-jarinya "aku tahu kau sedang bersedih,tapi tidak seharusnya kau memendamnya sendirian"kata naruto sembari menatap hinata "seharusnya kau harus melepaskan semua kesedihanmu itu"lanjutnya. Hinata tak mampu untuk menjawab perkataan naruto. Naruto yang melihat bahu Hinata yang mulai bergetar memegangi kedua bahunya itu dan berkata "Menangislah sampai kau puas,lepaskanlah kesedihan mu itu dengan menangis dan ingat jangan ditahan,karena akan menambah beban di hatimu"
"Hiks..hiks...kenapa...hiks...kenapa Naruto-kun peduli padaku"tanya Hinata dalam isak tangisnya
"Karena kau temanku,yah...mulai sekarang kau akan menjadi salah satu temanku"jawab Naruto sembari tersenyum tipis. Hinata memandangi Naruto yang memandangnya
"Huhu..."tangis Hinata semakin keras,naruto yang melihatnya menjadi tidak tega tanpa berfikif lagi Naruto menarik Hinata ke dalam pelukannya "Menangislah,lepaskan semua beban di hatimu itu"kata Naruto sambil menepuk-nepuk pelan punggung Hinata
"Arigatou Naruto-kun"kata Hinata ketika telah sampai di rumahnya "Hn,kalau begitu aku pergi dulu"jawab naruto melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Hinata
Hinata prov
"Arigatou Naruto-kun"kataku padanya karena dia sudah mau mengantarkanku pulang,jujur aku senang karena dia sudah mengurangi beban di hatiku ini "Hn,kalau begitu aku pergi dulu" jawabnya dan langsung pergi meninggalkan ku yang masih menatap punggungnya yang lama-kelamaan semakin tidak terlihat
End prov
Sejak kejadian di atas atap, Hinata dan Naruto menjadi lebih dekat,melihat hal itu membuat banyak orang menjadi tidak percaya karena setahu mereka Naruto merupakan yang pendiam dan jarang tersenyum kadang juga terkesan dingin,tapi masih banyak yang menjadi penggemarnya. Seperti saat ini ketika dia dan teman-teman sedang asyik mengobrol banyak para siswi yang memperhatikannya,kemudian datang seorang sisiwi menghampirinya
"Naruto-kun"sapa siswi itu
"Hn"
"Ini,aku membuatkanmu bento"kata siswi yang di ketahui bernama Shion. Naruto memandangi kotak bento yang di pegang oleh Shion tanpa berniat untuk mengambilnya.
"Terima kasih Shion-chan"kata Kiba mengambil kotak bento yang ada di tangan Shion
"Itu bukan untukmu Kiba"kata Shion kesal
"Aku mengambilnya agar tidak terbuang,asal kau tahu saja Namikaze ini tidak akan memakan bentomu ini"jelas kiba
"Kenapa kau begitu yakin kala
