"UHUK UHUK!"
Aku mengedarkan pandanganku di sekitar gang yang ku lewati, memastikan ada orang atau tidak, tapi hasilnya pun nihil.
Tiba-tiba suatu bayangan tertangkap oleh mataku. Ada orang. Ya, aku tidak mungkin salah liat. Orang itu berjalan sambil memegang tembok di samping. Tapi… aku tidak dapat mengetahui siapa dia. Redup. Tidak terlalu terlihat karena malam.
Ku langkahkan kakiku pelan mendekat ke arahnya dan saat dia berjalan ke bawah sinar lampu dan ternyata…
"KK..Kau….."
~SWEET COFFEE~
MAIN CHARACTERS:
KIM MINGYU
JEON WONWOO
OTHERS:
KWON SOONYOUNG
LEE SEOKMIN
CHOI SEUNGCHEOL
BOO SEUNGKWAN
DAN TEMUKAN SENDIRI NANTI!
RATED: T (untuk saat ini sih T tapi ga tau kelanjutannya he he he)
"KK..Kau….."
"Ngghh…."
Mingyu langsung berlari menghampiri pria itu setelah ia sadar bahwa dia mengenal sosoknya.
Ketika Mingyu sudah berada di samping pria itu, Mingyu langsung menarik tangan kanan pria itu dan mengganjalkannya di lehernya, sedangkan tangan kiri Mingyu berada di pinggang kiri pria itu. "Ya! Kau minum lagi, eoh?"
Pria itu tersadar dengan suara Mingyu dan beralih untuk melihat wajah Mingyu. "Itukah kau, Kim Mingyu?" Tanya pria setengah sadar itu dengan mata yang setengah tertutup
"Ya, berapa banyak kau minum malam ini, eoh?
"Ya… Mingyu-ah… dia.. dia.. sudah meninggalkanku. Tak bisakah aku meminum sedikiiiit saja, eoh?" saut pria mabuk ikut.
"Kau bilang sedikit, eoh? Ya, kau ini sudah keterlaluan. Setiap malam kerjaanmu hanya minuum saja. Tak bisa kah kau melakukan suatu hal yang lebih baik?
"Kau.. kau tidak akan pernah tahu rasanya, Mingyu-ah. Karena kau belum…"
BRAAKK!
Seketika saja pria itu terjatuh tak sadarkan diri dan dengan cepat Mingyu menangkap tubuh pria itu.
"Selalu seperti ini. Menyusahkan saja kau, Lee Seokmin."
~SWEET COFFEE~
"OMO! AKU DIMANA?!" seorang pria berteriak karena merasa asing dengan kamarnya. "Ini tidak seperti kamarku…" saut pria itu dalam hati.
"YA! YA! YA!" tiba-tiba saja seseorang memukul kepala pria itu dengan sendok.
"YA! APPO, KIM MINGYU!" teriak pria itu sambil mengusap-usap kepalanya akibat pukulan sendok Mingyu.
"Salah kau sendiri. Pagi-pagi sudah mendrama. Ck." Balas Mingyu dan langsung melanjutkan pekerjaannya yang terhenti sesaat karena ke-drama-an seseorang yang semalam mabuk di jalan.
"Kau sedang apa?" Seokmin berjalan ke arah Mingyu yang sedang membuat sesuatu di dapur.
"Apa minum-minuman semalam itu dapat membuat kau buta, eoh?" balas ketus Mingyu sambil tetap fokus dengan pekerjaannya.
"Wah wah wah, santai saja bro. hanya bercanda" saut Seokmin yang langsung menarik bangku dan duduk di meja makan.
"Nih." Mingyu menyodorkan segelas hot lemon tea pada Seokmin. "Cepat diminum, agar kau tidak terlalu mual akibat semalam." Mingyu langsung berbalik ke kamar dan mengganti pakaiannya dari baju rumah menjadi baju pergi.
"Aku berangkat kerja dulu, setelah kau selesai meminumnya, cuci gelas itu dan pulanglah. Jangan lupa kunci kembali rumahku dan simpan kuncinya di tempat biasa." Seokmin hanya mengangguk dan Mingyu pun meninggalkan dirinya sendiri.
"Kenapa setiap kali aku mabuk selalu berakhir di rumahnya? Ck."
~SWEET COFFEE~
"Pria itu! pria itu datang lagi." Seru Mingyu dalam hati ketika ia melihat seorang pria berjalan masuk ke café dan memilih tempat duduk yang sama seperti selama seminggu ini. Ya, sudah seminggu ini pria itu selalu datang ke sini setiap harinya dan memesan black coffee.
Tanpa perlu bertanya apa yang ingin di pesan oleh pria itu, sepertinya Mingyu sudah tahu apa yang harus ia lakukan. Ia membawakan segelas minuman-yang jelas bukan black coffee-kepada pria itu dan langsung menaruhnya dengan hati-hati.
"Eoh?" pria itu kaget saat Mingyu memberikannya minuman.
"Segelas iced chocolate siap diminum." Saut Mingyu sambil menampilkan senyum manisnya.
"Ma..maaf, sepertinya kau salah orang. Aku belum memesan apapun. Dan jika aku sudah memesan, iced chocolate bukan pilihanku." Jawab pria itu.
"Tidak, aku tidak salah." Balas Mingyu. Pria itu hanya mengerutkan dahinya merasa bingung dengan apa yang diucapkan Mingyu.
"Setiap kau datang kesini, kau selalu memasang raut wajah yang murung dan berjalan duduk disini kemudian memesan black coffee. Apakah kau tidak bosan? Maksudku, cobalah untuk semangat dan minum yang manis-manis agar moodmu bagus." Jelas Mingyu sambil memperaktekkan apa yang dilakukan pria itu. Dan sekarang, Mingyu duduk tepat berada di samping pria itu.
"Aku?" pria itu menunjuk dirinya sendiri "Apa aku selalu seperti itu?" Tanya pria itu sambil membulatka matanya yang sipit.
"Ne." jawab Mingyu diikuti dengan anggukan kecil.
"Hahaha, aku tidak sadar selalu seperti itu." pria itu tertawa masam sambil menyenderkan dirinya pada bangku. "Mungkin karena akhir-akhir ini sedang rumit."
"Apa yang terjadi?" tanya Mingyu penasaran.
"Tidak, hanya sesuatu yang kecil." balas pria itu
"Aku Kim Mingyu."
"Ne?" pria itu menolehkan wajahnya ke kanan.
"Namaku Kim Mingyu, dan siapa namamu?"
"Aku j-"
"YA! KIM MINGYU! SEDANG APA KAU DUDUK-DUDUK DISINI?!" tiba-tiba saja Soonyoung datang dan menjewer telinga kanan Mingyu.
"TAK TAHU KAH KAU MASIH BANYAK PEKERJAAN YANG HARUS DI SELESAIKAN DI BANDING DUDUK SANTAI DAN BERBINCANG DENGAN PENGUNJUNG?! DISANA MASIH BANYAK PENGUNJUNG YANG HARUS DI LAYANI! DAN SEMUA TERHAMBAT KARENA KAU."
"Aa..aaa..aa, hyung! Appooo! Mianhae, hyung, mianhae. Tolong lepaskan, hyungg. I..ini sakiit!" Mingyu merengek kepada Soonyoung.
Soonyoung melepaskan tangannya dari telinga Mingyu sementara Mingyu masih mengusap-usap telinganya yang berubah warna menjadi merah padam.
"Cepat kembali ke dapur!" seru Soonyoung dan Mingyu langsung melaksanakan apa yang diperintahkan hyungnya itu.
"Joesonghabnida. Maaf atas kelakuan pegawai kami, Tuan. Selamat menikmati minuman anda." Setelah membungkuk tanda permintaan maaf, Soonyoung langsung berbalik dan kembali melanjutkan tugasnya.
~SWEET COFFEE~
Mingyu masih bergelut kesal dengan kejadian siang tadi. Padahal tadi dia sedang asyik mengobrol dengan pria itu, eh tiba-tiba saja Soonyoung datang.
"Mingyu-ah, kau masih marah, eoh?" Soonyoung berusaha untuk mendekati Mingyu yang sejak siang tadi mendiamkannya.
"Mingyu-ah, aku minta maaf karena tadi telah menjewer telingamu itu. Maafkan aku, ya?" kini Soonyoung sudah berada di depan Mingyu dan menggenggam tangan Mingyu dengan memasang puppy eyes-nya itu.
Mingyu yang tak tahan melihat puppy eyes hyung sipitnya itu akhirnya pun tertawa.
"Ya, hyung! Bagaimana bisa kau melakukan puppy eyes sementara kau sangat sipit, eoh?" Mingyu masih berusaha menahan tawanya.
"Ya, kau mengatai aku sipit, eoh?" Soonyoung menngangkat tangannya di samping pinggangnya dan menatap adik kecil yang lebih tinggi darinya itu.
"Yang kukatakan adalah kebenaran, hyung. FAKTA." Mingyu menekan kata fakta pada pengucapannya.
"Terserah kau sajalah, yang penting kau sudah tidak marah padaku. Maafkan hyungmu ini yang menjewer telinga sangat keras, eoh?" lagi dan lagi Soonyoung memasang puppy eyes nya itu.
"Hyung, aku marah padamu bukan karena kau menjewer telingaku, tapi karena kau menganggu pembicaraanky dengan pria itu" jelas Mingyu.
"Pria? Pria yang mana?" Soonyoung berusaha mengingat pria mana yang dimaksud Mingyu. "Ah, si pria black coffee itu?"
"Hm. Padahal tadinya kita sudah hampir berkenalan, tapi kau malah rusuh tiba-tiba datang."
"Mianhata, Mingyu-ah. Aku tidak tahu kau sedang berkenalan…" ucap Soonyong menyesal. "Geundae… mengapa kau ingin berkenalan dengannya? Hoksi…."
"Mwo? Mwo? Mwo?"
"….Kau tertarik dengannya?"
-TBC
YAAA! Akhirnya part 2 kelar juga. Dikerjakan ngebut kilat yaamplop. Oiya, aku mau bilang terimakasiiih banyak bgtbgtbgt untuk kalian yang sudah ngereview, ngefav dan ngefollow fanfiction ini. Aku sangat amat bahagia dan semakin semangat buat nulis cerita ini. Makasih untuk gila meanie, MIKKIkane, otokeLic. BSion dan lain lain yang sudah memberikan energy buat saya aa! Doakan aku yang terbaik dan aku akan berusaha untuk tidak mengecewakan kalian. :")
Terima kasih!
