I said, Oh, I think I love you!

Oh, I think I love you, I love you

My favorite girl

(The Iccarus Account – My Favorite Girl)


Previous Chapter: Selalu saja ada ulah yang dilakukan Kyuhyun untuk menarik perhatian Sungmin. Sungmin selalu kesal dibuatnya.


Satu bulan sebelumnya.

"Terima kasih Anda sudah mau bergabung bersama kami. Terus terang kami cukup kesulitan menemukan guru pengganti di tengah semester seperti ini," ujar Kim Yesung, kepala sekolah SMA Suju.

Lee Sungmin menganggukkan kepalanya, memberikan senyum simpul yang tulus. "Justru saya yang berterima kasih. Anda mau menerima saya. Apalagi pengalaman mengajar saya belum banyak. Setelah lulus, saya hanya menjadi pengajar di tempat bimbingan belajar dan menjadi guru honorer saja," sahut Sungmin menjelaskan.

Yesung menganggukkan kepalanya. Tersenyum mendengarkan penjelasan Sungmin. "Anda bisa mendapatkan banyak pengalaman di sini. Saya harap Anda betah di sekolah ini."

"Saya harap juga begitu."

"Baiklah, hari ini pertama Anda mengajar. Bu Sooyoung akan mengantarkan Anda."

Sungmin mengangguk kemudian pamit dan berjalan ke arah ruang wakil kepala sekolah, Sooyoung. Di sana Sooyoung sudah menunggunya dan bersiap untuk mengantarkan Sungmin.

"Bu Sungmin, kelas yang Anda ajar ini sebenarnya anak-anaknya sangat manis, tapi..." Sooyoung membenarkan letak kacamatanya yang melorot. Wanita usia pertengahan empat puluh itu menatap Sungmin dengan iba.

"Tapi kenapa, Bu?" tanya Sungmin penasaran.

Sooyoung menghela napasnya berat. Pipinya yang tembam semakin tembam karena udara yang disimpan dalam mulutnya. "Ada satu siswa yang nakalnya minta ampun. Dia akan menjadi siswa yang kau walikan. Kerjanya membolos, tidur di kelas, membuat onar, menjahili teman-temannya, bahkan guru-guru. Pak Shindong, guru konseling kita saja sudah kewalahan," jelas Sooyoung saat mereka melintasi lorong-lorong kelas.

Sungmin menelan ludahnya. "Senakal itu kah?" Sungmin sedikit panik karena pengalamannya sangat minim. Dua tahun setelah lulus kuliah, ia hanya mengajar di bimbingan belajar. Setelah itu ia hanya mengajar di sekolah berbasis agamis, yang notabebe murid-muridnya anak yang penurut.

Sooyoung menganggukkan kepalanya. "Dia anak tunggal pemilik yayasan sekolah ini. Kalau tidak, mungkin sudah dari dulu anak itu di drop-out."

Sungmin hanya balas mengangguk dan membulatkan mulutnya seperti huruf O.

"Nah, Bu Sungmin. Saya doakan Anda berhasil ya," Sooyoung mendorong pintu kelas, kemudian terlihatlah kelas yang akan diajar oleh Sungmin.

Kelas yang tadinya ribut langsung hening seketika. Siswa-siswa yang tadinya duduk tidak pada tempatnya langsung duduk dengan rapi. Sooyoung berdiri di tengah kelas sementara Sungmin mengekor di belakangnya.

Sungmin memperhatikan kelas yang akan diajarnya untuk pertama kali. Pandangannya menyapu ke seluruh ruangan. Semua tampak biasa saja. Tidak ada tanda-tanda kehadiran siswa 'nakal' di kelas itu.

"Anak-anak, perkenalkan. Ini wali kelas kalian yang baru, namanya Ibu Lee Sungmin. Beliau juga yang akan mengajari kalian matematika, menggantikan Bu Tiffany yang pindah mengikuti suaminya yang dipindahtugaskan ke luar kota," Sooyoung memperkenalkan Sungmin.

Hening. Tidak ada reaksi sama sekali.

"Ayo, beri salam," perintah Sooyoung karena siswa-siswa itu hanya diam saja.

"Selamat datang, Bu Sungmin," kompak mereka memberi salam pada Sungmin.

Sungmin tersenyum, merasa lega dengan sambutan siswa-siswa barunya. "Terima kasih, anak-anak. Salam kenal, saya Lee Sungmin," ujar Sungmin seramah mungkin. Ia bertekad akan menjadi guru yang menyenangkan untuk murid-murid barunya.

"Bu Sungmin, kalau begitu saya tinggal dulu ya, silakan dilanjutkan. Semoga sukses." Sooyoung kemudian pamit undur diri.

Sungmin mengambil tempat Sooyoung tadi berdiri. Memandang siswa-siswanya satu per satu. "Baiklah, sebelum mulai pelajaran, kita berkenalan terlebih dahulu. Saya akan mengabsen kalian."


"Jadi seperti itu. Kalau kalian memahami konsep dasar trigonometri, maka kalian akan mudah mengerjakan soal-soal yang berhubungan dengan trigonometri," jelas Sungmin pada murid-muridnya.

Sungmin tersenyum menikmati suasana kelas yang sangat kondusif. Dari detik pertama ia menginjakkan kaki di kelas 2D, murid-muridnya sangat manis dan kooperatif. Ketakutan Sungmin dengan cerita tentang murid nakal yang diceritakan Sooyoung sudah dilupakannya. Semua murid mendengarkan penjelasannya...

"Hei!" Sungmin setengah berteriak memanggil seseorang yang dengan santainya membuka pintu kelas dan masuk tanpa permisi.

"Hei tunggu! Siapa kau?!" tanya Sungmin lebih keras saat orang itu lewat begitu saja di depan Sungmin. "Berhenti!" Kali ini Sungmin berteriak karena dari tadi ucapannya diabaikan begitu saja. Orang itu berhenti. Membalik badannya hingga menghadap Sungmin.

"Apa kau siswa kelas ini?" tanya Sungmin. Seingatnya ada tiga siswa yang tidak hadir saat ia mengabsen tadi.

Ditatapnya Sungmin dengan penuh teliti. Dari atas sampai ke bawah. Tatapannya membungkus Sungmin seolah-olah menilai barang yang layak atau tidak. Sungmin merasa risih ditatap seperti itu.

"Kau bertanya padaku? Sudah jelas, kan? Apa menurutmu aku tampak seperti kepala sekolah?"

Wajah Sungmin memerah menahan malu dan kesal mendengar ucapan anak itu.

"Siapa namamu?" tanya Sungmin penuh penekanan.

Anak itu mendekat, saat sudah benar-benar berhadapan dengan Sungmin ia tersenyum. Melihatnya senyum itu Sungmin sedikit merasa lega.

Tiba-tiba senyuman anak itu berubah menjadi cengiran jahil. "Jadi, kau ini mau berkenalan denganku? Kenapa tidak bilang saja dari tadi?"

"Saya tanya sekali lagi. Siapa nama kau?" Sungmin berusaha untuk menahan emosinya.

"Tidak akan kusebutkan sebelum kau duluan yang menyebutkan namamu," sahutnya santai.

Sungmin menahan napasnya. Lalu menghembuskannya keras. "Nama saya Lee Sungmin. Saya wali kelas sekaligus guru matematika yang baru. Jadi siapa namamu?"

Anak itu mengulurkan tangannya.

Sungmin menatap ragu pada uluran tangan itu. Karena tidak juga mendapat respon, anak itu langsung menarik tangan Sungmin sampai tubuh mereka sedikit lebih dekat.

"Namaku Cho Kyuhyun, cantik."

CUP.

Siswa bernama Cho Kyuhyun itu membungkukkan sedikit tubuhnya dan mencium punggung tangan Sungmin. Saat tubuhnya kembali tegak, Kyuhyun menyeringai. Mengedipkan sebelah matanya.


"Senang berkenalan denganmu," ujar Kyuhyun sambil kembali mengecup punggung tangan Sungmin.


TBC