Pairing : Cho Kyuhyun, Lee Sungmin dan seluruh Pemain yang mau membagi waktunya untuk muncul di sini
Rating : PG
Gengre : Antara Yaoi dan Straight
Summary : Apakah ada hal yang bernama "cinta sejati" dan "cinta semu"?. Aku mencintai seseorang dan ku yakinin dialah orang yang ku cinta. Namun, hatiku berkata lain saat bertemu dengannya.
Disclaimer : Super Junior Member's adalah milik seluruh Elf. Dan aku adalah salah satunya.
Warning : Ini adalah secuel dari fic "Please reset the time! Again!". Karena ini adalah secuel-nya jadi jangan kaget bila jalan ceritanya begitu rancu!
Untuk Kharakter 'Haneul' adalah kharakter asli, dan dia menang kekasih Cho Kyuhyun saat masih sekolah.
.
Music : It's you – Super Junior
Mood : Kesal
.
Author by baby kyumin
Illustration story by Snow L
.
Korean South, Tahun 2004
.
"KYUUUUUUUUU! BANGUN!" teriak Oemma Kyuhyun sambil menggedor-gedor pintu kamar Kyuhyun. "KYUUUUUUUUU! KAMU MAU TERLAMBAT SEKOLAH KAH!".
"Arraseo Oemma!" teriak Kyuhyun dari dalam kamarnya. Suaranya terdengar serak dan berat, mungkin karena baru bangun tidur.
"Ck ck ck... Dasar... Pasti dia begadang lagi semalam main game" gumam Oemma Kyuhyun dan berlalu pergi kembali ke lantai 1, ke dapur.
.
.
Di dalam kamar. Kyuhyun menguap lebar. Menggosok matanya yang masih mengantuk kasar. Dan merentangkan tangannya keatas, merenggangkan tubuhnya. Dengan malas-malasan, Kyuhyun bangkit dari tempat tidurnya. Dengan berjalan sempoyongan, diambilnya handuk bersih di lemari. Meselempangkan di bahu dan berjalan pelan ke kamar mandi di kamarnya.
20 menit kemudian.
Kyuhyun yang sudah segar bugar. Keluar dari kamar mandi dengan bersiul-siul kecil. Menyanyikan sebuah lagu dengan acak. Tubuhnya yang tak berotot tapi juga tak kurus bisa terlihat jelas karena dia hanya memakai handuk untuk menutupi tubuh bawahnya. Dibukanya lemari pakaian. Dan diambil seragam sekolahnya.
"KYUHYUN!" teriak Oemma Kyuhyun dari dapur.
"Neeee...! Sebentar lagi aku turun"
Huh.
.
.
Butuh waktu 15 menit Kyuhyun berdandan rapi. Dilihat dirinya sendiri di depan cermin. Sip, sempurna.
Dengan bersenandung riang. Kyuhyun keluar dari kamarnya menuju ke dapur. "Pagi Noona" ucap Kyuhyun saat tak sengaja berpapasan dengan kakak perempuannya, Cho Ahra, saat mau masuk ke dapur.
"Pagi Kyu" sahut Ahra.
"Kyu! Mulai sekarang kurangi main game! Lihat tampangmu! Kusut gara-gara bergadang terus!" ketus Oemma Kyu saat melihat anaknya masuk, dan duduk manis di meja makan.
"ehm..."
Oemma Kyu hanya mendesah pelan melihat sikap Kyu yang tak peduli. "Dasar kamu ini, Appa lihat anakmu, sesekali tegur dia" ucapnya sambil memberikan secangkir kopi hangat ke suaminya.
"Sudahlah Oemma. Toh prestasi Kyu di sekolah tak buruk-buruk juga" bela Ahra. Kyuhyun hanya mengangguk pelan setuju sambil mengunyah roti bakarnya.
"Ahra, kau jangan sering manjakan adikmu" kata Oemma Kyu kesal, sambil meletakkan sarapan pagi untuk kedua anaknya dan suaminya. Sarapan sederhana ala barat. Dengan telur setengah matang, sosis, potongan wortel & buncis, dan beberapa daging ham.
Kyu dan Ahra hanya diam saat memakan makan pagi mereka, sementara Oemma dan Appa mereka terlihat asik mengobrol sesuatu. Walau terkadang, obrolan mereka berubah arah ke perilaku Kyu yang terlalu suka main game atau Ahra yang terlalu cool. Yah, ini adalah hal yang biasa. Karena seperti pagi-pagi lainnya, pagi hari ini di lalui keluarga Cho dengan kebisingan dan omelan-omelan dari Nyonya Cho. Dan 3 anggota keluarga lainnya hanya bisa mendesah capek.
Merasa bosan dengan omongan Oemma mereka yang hanya membahas hal itu saja. Ahra dan Kyu secepat mungkin menghabiskan makanannya dan beranjak keluar.
"Oemma, Appa, aku pergi duluan" kata Kyu sambil mengambil tasnya.
"Aku juga Oemma Appa" kata Ahra sambil membawa tas kulitnya yang tergantung di kursi.
.
.
"Kyu, kau mau kuantar?" tanya Ahra saat mereka sudah diluar rumah, "Hari ini aku ada perlu di kampus, jadi kalau mau sekalian kuantar."
"Tidak Noona. Hari ini aku mau pergi ke sekolah bareng haneul. Hehehehehe" ucap Kyuhyun sambil cengar cengir. Ahra hanya diam melihat tingkah adiknya.
"Kyu..."
"Ehm?"
"Kau benar-benar suka dengan Haneul?"
"Kenapa Noona tanya begitu?" Kyuhyun bingung dengan pertanyaan Noona nya ini. Memang selama ini dia tak begitu sering perkenalkan kekasihnya, Park Haneul, ke keluargannya. Tapi dia tahu. Pasti bukan ini alasan keraguan Noona nya.
"Tak apa-apa, Cuma tanya aja, kau masih berhubungan dengan dia?" Tanya ahra lagi, sambil berjalan ke mobilnya.
"Tentu saja, hari ini hari jadi kami yang ke 1. Makanya Noona... Carikan alasan ke Aemma dan Appa ya... Aku kayaknya pulang telat hari ini pinta" Kyuhyun sambil menangkupkan kedua telapak tangannya memohon. Ahra hanya terdiam. Tapi dia akhirnya tersenyum simpul, "Oke, asal jangan terlalu malam, dan jangan berbuat yang aneh-aneh ya."
Mendengar persetujuan Noona nya, Kyu begitu senang sampai-sampai memeluk erat Ahra, "Kyu lepaskan, sesak."
"Maaf Noona. Hehehehehehehe" Kyu melepaskan pelukannya, dan berjalan ke arah halte bus.
.
(di rumah)
(setelah kyuhyun pulang sekolah)
.
"Kyaaa... Manisnya...!" teriak Ahra dan Oemmanya berbarengan. Mata mereka begitu terfokus melihat televisi. Kedua tangan mereka mendekap erat pipi mereka. Dan ekspresinya begitu berbinar-binar.
"Apa yang kalian ributkan dari tadi?" tanya Kyuhyun keluar dari dapur sambil membawa segelas air. Di tatapnya Noona dan Oemma-nya yang tak peduli dengan pertanyaannya. Kyu dengan santai berjalan mendekat. Dilihatnya televisi yang menyala dan sepertinya sedang memutar sebuah drama. Tapi Kyu yang tahu alasan histeris Noona dan Oemmanya memilih tak peduli.
Saat dia akan berbalik kembali didapur. Sekilas tanpa sengaja matanya menangkap sesosok namja yang di kenalnya di drama itu.
.
DEG
.
Jantung Kyu berdetak tak karuan. Tapi dia berusaha meyakinin apa yang di lihatnya salah.
Dan sekali lagi, sosok namja itu tak sengaja tersorot kamera.
PRANG
Saat meyakinin sosok itu memang orang yang dikenalnya. Tanpa sadar Kyuhyun menjatuhkan gelas yang dipegangnya. Membuat gelas itu terjatuh ke lantai keramik dan pecah.
.
DEG
DEG DEG
.
Dia kan
.
DEG
DEG DEG
.
Tidak mungkin
Masa dia selebriti?
.
DEG DEG DEG
.
Tapi itu memang dia
Aku yakin itu dia
.
DEG
DEG DEG
.
.
TBC
Hufh! Fic yang membosankan yah!
"Itu karena kamu Sama sekali ga fokus di fic ini kan! Kenapa fic ini sama sekali tak kau kembangkan! Hanya menulis ilustrasi cerita!"
Habis lagi malas pas buatnya, Snow =='
"Kebiasaan burukmu benar-benar tak bisa berubah! Ubah sedikit kebiasaan burukmu itu! Gara-gara kau fic ini sama sekali tak layak di baca!" *Lempar naskah fic ke lantai sambil mengerutu, terus ninggalin aku gitu aja o.O
YAK SNOW! KOK MARAH SIH!
.
Aish~ Marah deh dia ==' Udahlah ga usah di peduliin tuh anak =='
Oh ya, karena aku sendiri sadar fic ini memang kualitas kelas buruk alias setara dengan sampah yang berserakan di jalan.
Aku yakin kalian tak akan RnR fic ini (ToT)
Tapi aku pasrah aja dah (ToT)
See you next chap *lambai-lambai sambil lari ngejar Snow yang keburu udah jauh
