Special thanks untuk cyaaz, nelshafena, rizky dan panda-chan sakyuu udah komen
Terima kasi sudah sudi mau komen fanfic nista ini huhuhu
Disclaimer: GS/GSD bukan punya author
Chapter 2
Cagalli dan Shinn memasuki rumah Rey Za Burrel yang besar dan lumayan mewah. Bagian tamannya sudah dipenuhi teman-teman sekelasnya yang sedang sibuk membakar daging. Sedangkan yang punya rumah sedang dikelilingi gadis-gadis cantik seperti Meer dan Meyrin. Shinn dengan cemberut berjalan menghampiri Rey
"Cags kau carilah makan dulu...aku ada perlu dengan Rey" Shinn pergi berlari
"Baik..."
Cagalli mengambil beberapa daging bakar dan duduk di pinggir kolam renang agak jauh dengan kerumunan orang.
Sementara Shinn segera menarik Rey dari girl's circle itu
"Aku sudah membawa Cagalli kesini... kau malah tebar pesona dengan gadis lain!" Shinn emosi
"Ayolah Shinn jangan salahkan aku tapi salahkan para gadis bodoh yang senang mengikutiku kesana kemari"
"Aku membantumu karena kau bilang bisa membantu Cagalli untuk melupakan orang itu tapi kau malah seperti itu"
"Tenanglah Shinn-ku... aku yang tampan seperti ini .. tidak akan ada gadis yang menolak ketampananku... apalagi gadis pendiam seperti Cagalli, yang tidak populer sama sekali"
"Cagalli selalu populer dari SMP dan SMA, hanya waktu kuliah saja dia tidak mengurus penampilannya..."
"Dan itu buatku tidak penting... lihat saja aku akan mendapatkannya. Dan kau jangan lupa janjimu..."
"Baik... terserah kau sajalah..."
Rey merapikan rambutnya ala iklan shampo dan berjalan elegan lalu duduk disamping Cagalli.
"Bagaimana Amber? Kau suka makanannya?"
"Ya... lumayan Rey... pestamu sungguh ramai dan banyak gadis-gadis cantik..."
"Mereka hanya teman-temanku..."
Rey memegang pipi Cagalli dengan lembut
"Kau cantik hari ini Cagalli... seperti biasanya..."
Cagalli tersenyum dan dengan enggan menyingkirkan tangan Rey yang menurutnya mengganggu.
"Apakah semua gadis kau rayu seperti itu Rey?" Tanya Cagalli santai
"Eh..." Rey bingung
"Mudah bagiku untuk tahu melihat kau dikelilingi gadis-gadis cantik seperti tadi... dan kuharap kau tidak memperlakukanku seperti mereka..." dengan tatapan serius
"Manis sekali perkataanmu Cagalli. Dan sepertinya kau dari SMP tetap tidak berubah. Jarang bicara namun sekali bicara pedas. " Rey kesal
"Hahaha... maaf-maaf...aku hanya tak ingin kau perlakukan aku seperti mereka"
"Huh... rupanya kau belum berubah... jangan bilang kau masih menunggu Athrun sampai saat ini..."
"Hahaha sayang sekali benar Rey..."
"Sial... jurus apa yang dia punya sampai kau menjadi seperti ini?"
"Aku juga ingin bertanya seperti itu padanya..."
"Baiklah-baiklah... aku mengerti... dan aku tak ingin mengganggumu lagi karena aku tak mau kau tolak 2 kali... seperti saat kita di SMP"
"Iya... aku mengerti... dan terima kasih untuk undangan pestamu..."
"Makanlah banyak daging... karena kau sangat kurus..."
"Iya.. aku mengerti..."
"Cagalli... kurasa Shinn menghawatirkanmu..."
"Aku tahu Rey,,," Cagalli tersenyum
=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=POPCAGA=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-==-=-
Athrun dengan pelan menurunkan barang-barangnya dari mobilnya. Kini dia sampai dinegara tercintanya... Orb. Dia menarik nafas panjang untuk merasakan udara sejuk Orb. Dia dengan senyum yang tersungging di bibirnya dia akan segera mendapatkan taksi untuk sampai ke Onogoro.
=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=POPCAGA=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=
"Apakah ada hal yang mengganggu pikiranmu Shinn?" Cagalli memandang Shinn lekat
"Aku hanya merasa kau terlalu mencintai Athrun sampai terasa bodoh"
"Aku hanya masih ingin menunggunya..."
"Kau masih mencintainya?"
"Tentu saja..."
"Aku sangat heran dengan kebodohanmu yang satu itu."
Cagalli dan Shinn berjalan beriringan melintasi pertokoan di Onogoro. Cagalli tak sengaja ditabrak oleh seseorang lelaki yang tampak terburu-buru. An mengakibatkan dirinya jatuh dengan tidak indah dan mengakibatkan nyeri dilututnya. Laki-laki itu segera membantu Cagalli. Zamrud bertemu hazel. Mereka saling bertatapan
"Maaf apakah anda terluka nona?"
Cagalli terdiam dan bibir bergetar. Laki-laki yang selama ini dia tunggu ada dihadapannya. Dan menatapnya
"Athrun... kau sudah kembali?"
"Eh... anda mengenalku?" Apakah kita pernah bertemu sebelumnya?"
"Athrun? Kau tak ingat padaku?" Cagalli sebisa mungkin menahan air matanya yang membendung dimatanya.
"Maaf aku tak mengenal anda..."
Cagalli segera berlari meninggalkan Athrun dan Shinn. Shinn memandang lekat kearah Athrun. Pandangan kebencian tersirat dari mata Rubynya
"Kau memang lelaki paling brengsek di dunia! Cagalli tunggu" Shinn berlari mengejar Cagalli
Athrun hanya memandang kepergian mereka berdua dengan bingung
"Siapa mereka?"
=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=TBC=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=
