Title : I Love You !
Cast :
- Cho Kyuhyun (17 tahun)
- Lee Sungmin (18 tahun)
- Kim Kibum (18 tahun)
- Lee Hyukjae (18 tahun)
- Kim Ryeowook (18tahun)
- Kim Jongwoon a.k.a Yesung (18 tahun)
- Lee kangin a.k.a Kim Yongwoon ( Sungmin appa)
- Lee Leeteuk a.k.a Park Jungso (Sungmin eomma)
- Cho Heechul a.k.a Kim Heechul (Kyuhyun eomma)
Cast akan bertambah sesuai kebutuhan cerita
Warning : YAOI ! yang merasa tidak suka yaoi disarankan jangan membaca^^
NO BASH, NO COPAS ^^ Sorry For Typo's. GS for Heechul and Leeteuk
Kita saling menghargai satu sama lain ^^
Ff ini murni atas pemikiran saya ^_^
Genre : Romance Drama dan ada sedikit Hurt mungkin xD
Summary : Sungmin seorang anak kaya raya dan manja pewaris perusahaan KM Corp jatuh cinta kepada seorang namja 'special' di sekolah nya yang memiliki kenyataan hidup yang 'pahit' berbanding balik dengan kehidupan nya yang serba mewah dan serba ada.
'Kau terlihat melamun lagi eoh? apa yang sedang kau pikirkan? siapa sebenar nya dirimu kyu? knapa aku merasa sangat penasaran dengan mu' batin siswa tersebut...
Chapter 2
Happy Reading ~
.
.
.
.
.
.
.
~ I Love You ~
.
.
.
.
.
.
.
Kyuhyun prov
Ahh seperti biasa, angin disini memang yang terbaik.
Saat ini aku sedang berada di taman belakang sekolah. Tempat favoriteku untuk menghilangkan semua beban pikiran. Aku lalu mendudukan tubuh ku di bawah pohon.
Tempat inilah yang sesalu kudatangi ketika sedang jam istirahat ataupun jam pelajaran sedang kosong.
Sejuk. Tenang. Tanpa ada suara-suara menyebalkan yang selalu mengusikku.
Aku melepaskan kacamata tebalku, mungkin semua orang disini menganggap mataku ini minus atau ,sebenarnya mataku tidak 'cacat' sama-sekali.
Kalian pasti berpikir aku orang yang aneh bukan ? Kenapa aku memakai kacamata tebal ini ? Itu karena aku tidak mau orang-orang tahu sosok-ku sebenarnya. Mungkin aku sedang menyamar ? Ya kupikir seperti itu. Sebenarnya di balik penampilan culun ku, aku adalah sosok pria tampan.
Hey.. bukan nya aku sedang narsis memuji diriku sendiri. Bukan, tetapi memang kenyataan nya seperti itu. Aku sengaja menyamarkan diriku karena aku tidak mau ada yeoja atau namja yang mengejar-ngejar ku seperti saat aku Junior High dulu.
Kalin tahu ? Itu sangat membuatku risih. Aku tidak pernah berpikir untuk memiliki kekesih. Aku hanya fokus mencari uang untuk kehidupanku dan eomma. Tapi selama ini hanya ada satu orang yang mencuri perhatianku. Aku selalu tanpa sengaja memergokinya sedang curi pandang kearahku.
Lee Sungmin
Itulah nama seseorang yang selalu tanpa sengaja aku memergokinya sedang memperhatikanku.
.
.
.
Skip time
Teeetttt...
Teeetttt...
Teeettt...
Suara bel berbunyi,menandakan kegiatan belajar-mengajar di Everlasting High School sudah berakhir. Semua siswa menghembus-kan nafas lega.
"Hyukki-ah , apa kau mau menemaniku membeli sesuatu di Super Market setelah ini ?" Tanya Sungmin kepada Eunhyuk.
"Entahlah Min, aku sudah berjanji kepada eommaku untuk pulang cepat hari ini. Mianhae, sepertinya aku tidak bisa menemanimu." Jawab Eunhyuk menyesal.
"Oohh begitu yah,gwenchana aku pergi membelinya sendiri saja nanti." Ucap Sungmin tersenyum tulus.
"Baiklah Min. Kalau begitu, aku pulang dulu yah. Sampai jumpa,hati-hati di jalan!" Ucap Eunhyuk sambil berlalu ke luar kelas meninggalkan sungmin.
Sementara kedua sahabatnya Ryeowook dan Kibum sudah berlalu begitu bel pulang berkumandang(?). Alasan merekapun sama yaitu urusan keluarga. Begitulah lingkungan hidup orang kaya. Selalu sibuk dengan urusan keluarga yang tidak jauh dari kata 'bisnis'.
Di tempat parkir Sekolah
"Silahkan tuan muda.." ucap sang sopir sambil membuka-kan pintu mobil untuk Sungmin.
"Mmmm... Pak Kang, sebenarnya begini , aku mau pergi membeli sesuatu ke Super Market. Jadi anda tidak perlu mengantarkanku kesana, Aku akan jalan kaki. Tempat nya tidak jauh dari sekolah."
"Ta-tapi tuan muda, tuan dan nyonya Lee bisa memarahi saya kalau anda pergi tanpa ditemani oleh saya. Jadi lebih baik saya mengantarkan anda terlebih dahulu ke tempat yang ingin anda tuju."
"Haahh.. Baiklah." Ucap Sungmin akhir nya percuma saja kalau ia meminta sopir-nya untuk tidak mengantarnya. Semuanya hanya akan sia-sia saja.
.
.
.
.
.
.
.
~ I Love You ! ~
.
.
.
.
.
.
.
Sungmin prov
Setelah membayar barang belanjaanku ke cassier,aku langsung keluar menuju tempat parkir khusus mobil dimana 'Pak kang' sopir keluargaku sedang menungguku.
Tapi, sebelum aku menghampiri mobilku. Aku melihat sosok yang begitu familiar di dalam Cafe salah-satu milik kelurgaku yang tepat berada di seberang jalan sana.
Tubuh jangkung nya yang berbalut pakaian khas pelayan disana dengan rambut cokelat-nya yang tersisir rapi ke samping. Ia sedang tersenyum sambil memberikan pesanan ke pelanggan.
'Deg'
Jantung-ku. Kenapa ini ? Tidak biasanya jantungku berdetak sekencang ini kala melihat seseorang tersenyum. Debaran ini sama saat ketika aku sedang melihat -memergoki- Kyuhyun yang sedang tersenyum atau tertawa kecil menanggapi candaan Yesung di kelas. Apa mungkin dia- ...
Kyuhyun ?
Sungmin prov end.
Suasana di Massion Lee saat ini sedang ramai. Para Maid sedang sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing. Dikarena-kan ada berita mengejutkan dari 'nyonya besar' Ibu dari sang kepala keluarga -Lee Kangin- yang berada di Jepang akan berkunjung hari ini.
Benar-benar berita mendadak sebenarnya,akan tetapi berita 'dadakan' itu sangat membuat Sungmin senang. Karena sang Nenek akan berkunjung ke kediamannya.
Jarang sekali nenek nya berkunjung ke Korea. Paling dalam setahun hanya tiga kali. Tentu saja bagi Sungmin itu adalah 'jarang sekali' karena ia ingin nenek nya hidup bersama di Korea. Tapi sang nenek selalu menolak, karena menurutnya dia nyaman tinggal di - Negara Sakura- itu. Mungkin banyak kenangan tentang Almarhumah kakek nya di Jepang sana. Karena Sang mending kakeknya memang memilih menetap di Jepang semasa hidupnya dulu. Kira-kira itulah yang Sungmin simpulkan akan alasan sang nenek yang selalu menolak menetap di Korea.
Saat ini Sungmin sedang melihat-lihat penampilannya di depan cermin besar di kamarnya. Ia harus terlihat sempurna di mata sang nenek kesayangan.
'Sepertinya sudah bagus'
Batin Sungmin. Sekarang tubuh Sungmin yang mungil itu berbalut-kan T-shirt berwarna baby blue, dipadu dengan rompi -tanpa lengan- berwarna putih, dan celana jeans yang berwarna senada dengan rompinya melekat pas di kaki jenjang Sungmin. Sungguh terlihat manis dengan rambut berwarna hitamnya yang sudah mulai memanjang dibagian poni ia kuncir ke belakang.
'Sempurna'
Satu kata itulah yang mewakili diri Sungmin.
"Minnie... ayo cepat turun! Kita akan segera berangkat ke Bandara menjemput halmonie." Terdengar suara Leeteuk memanggil Sungmin yang masih berada di kamarnya yang berada di lantai dua.
" Iya eomma... aku akan segera turun sekarang." Ucap Sungmin sambil menuruni anak tangga ke lantai dasar. Disana terlihat Leeteuk yang menunggu anak nya.
"Ayo eomma kita berangkat!. " ucap Sungmin bersemangat pada sang eomma.
"Aigo... anak eomma bersemangat sekali. Lihatlah,penampilan anak eomma manis ." Leeteuk mencubit sedikit pipi anaknya karna gemas.
"Yaaakkk.. eomma kenapa malah menggodaku. Ayo kita segera ke Bandara menjemput halmonie!" Sungmin langsung berlalu dengan bibir yang terpout dan pipi memerah karena kesal bercampur malu akibat godaan sang eomma. Menuju ke halaman depan rumahnya dimana sang sopir telah menunggu kedatangan majikannya dengan setia.
Sementara Leeteuk mengikuti langkah Sungmin dari belakang sambil tersenyum melihat reaksi Sungmin yang sangat menggemaskan. Walaupun anaknya sudah ditingkat akhir sekolah mengengah, tapi sifat dan kelakuan Sungmin tidak pernah berubah,tetap sama seperti dulu. Anak nya yang manja, dan menggemaskan.
Di Bandara
" HALMONIEEE..."
Terlihat namja manis yang kita ketahui bernama Lee Sungmin tengah berlari menuju wanita berumur yang bisa kita ketahui adalah sang nenek.
- Lee Hyera - nama asli dari ibunda Lee Kangin -nenek Sungmin-
"Halmonieeee... bogoshippo..." ucap Sungmin begitu sudah berada dihadapan sang nenek dan langsung memeluknya.
"Aigo..Nado bogoshippo mini-ya ~" sang nenek membalas pelukan cucunya.
Sementara Leeteuk yang melihat kelakuan anaknya hanya bisa tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. Bagaimana tidak, begitu tiba di Bandara dan melihat sang halmonie. Sungmin langsung berlari menuju sang nenek dan langsung memeluknya menghiraukan tatapan heran dari para pengunjung bandara.
"Eomma... bagaimana kabarmu? " ucap Leeteuk kepada ibu mertuanya itu setelah berhasil menyusul anak nya ke tempat sang nenek.
"Eomma baik-baik saja teuki-ya, menantuku ini terlihat makin cantik saja, beruntungnya anakku yah...bagaimana dengan kabarmu dan cucu kesayangan eomma ini?" Balas ucapan sang halmonie sambil mengusap punggung Sungmin yang masih dengan setia memeluknya.
'Masih tetap manja seperti biasanya aigo kkk'
Begitulah isi kepala sang halmonie.
"Keadaanku sama baiknya Eomma. Apalagi cucu-mu itu, lihatlah dia tumbuh dengan sehat dan makin manja saja padamu kkk. Eomma bisa saja. Eomma juga masih terlihat awet muda seperti dulu". Ucap Leeteuk tersenyum tulus
"Dia masih Sungminie kecil ku Teuki-ya~ iya eomma tau. eomma memang masih terlihat segar dan muda sama sepertimu kkk " ucap sang nenek.
'Eomma mertuaku memang tidak jauh beda sikapnya dengan ...memang buah jatuh tidak jauh dari pohon nya'
batin Leeteuk.
"Cha .. sekarang ayo kita pulang! Minie , lepaskan pelukanmu dari halmonie! Kita harus segera pulang. Hari sudah semakin larut. Appamu akan segera pulang dari kantor sebentarlagi . Dan kita akan makan malam bersama sepulang nanti".
"Tck, arraseo eomma,ayo halmonie kita pulang~" ucap Sungmin girang sambil menggandeng lengan halmonienya manja menuju ke mobil.
.
.
.
.
.
.
.
~ I Love You ! ~
.
.
.
.
.
.
.
Di massion Lee sekarang sedang mengadakan makan malam keluarga. Tentusaja bukan seperi biasanya. Makan malam kali ini cukup mewah karena adanya sang ibu dari pemilik rumah. Di tambah se-daritadi anak tunggal Lee Kangin itu tidak habis-habis nya berceloteh ria (?) Kepada sang halmonie. Dan sang halmonie hanya menanggapi celotehan cucu nya itu dengan senyuman dan tidak jarang juga menjawab apabila sang cucu memberikan pertanyaan kepadanya.
"Kangin-ah bagaimana kabarmu ? Eomma dengar perusahaan yang di Thailand sedang ada sedikit masalah. Benarkah itu ?" Taya sang ibu kepada kangin.
"Aku baik-baik saja eomma. Iya ,perusahaan yang disana memang sedikit ada masalah. Dan mungkin lusa nanti aku akan pergi ke Thailand untuk mengeceknya".
"Ohh.. kau selalu saja sibuk kangin-ah".
"Bagaimana lagi eomma, seorang pemimpin perusahaan memang selalu sibuk kan ? Eomma tahu itu."
"Tapi sesibuk apapun itu, kamu harus bisa membagi waktu kerja dan waktu untuk keluargamu kangin-ah. Jangan sampai kamu melalaikan keluargamu dan hanya berkutat dengan document-document menyebalkan itu". Ucap sang eomma menasehati anaknya sambil memberikan candaan kecil.
"Nde.. arraseo eomma. Kau masih saja tetap bawel seperti dulu". Ucap kangin tanpa beban.
'Pltak'
"Yaakk ... anak kurang ajar! eoma menasehatimu demi kebaikanmu dan keluargamu. Dan walaupun aku bawel, aku ini masih eomma-mu"
"Aww eomma... appo..." kangin meringis karena terkena lemparan sendok dari eomma nya
"Rasakan!" Ucap Hyera tertawa puas bersama Sungmin sang cucu.
"Makanya jangan kurang ajar kepada eommamu sendiri yeobo,apa kau tidak malu eoh ? Anak mu mentertawakanmu karena ulah mu sendiri ". Ucap Leeteuk sambil mengusap kepala kangin yang terkena lemparan sang eomma.
"Kenapa kau malah membela eomma ,yeobo? .. yang suamimu itu aku. Dan kau Sungmin-ah , kenapa kamu malah menertawai appa mu ini eoh ? Mau jadi anak durhaka huh?". Ucap kangin sambil tetap mengusap-ngusap kepalanya.
"Aku membela yang benar yeobo". Ucap leeteuk
"Maaf appa aku hanya tidak sengaja tertawa tadi" ucap Sungmin tanpa dosa -?-.
Itu malah membuat Kangin tambah kesal. Dan jadilah acara makan malam keluarga ini penuh dengan kehangatan serta canda dan tawa.
Sungguh keluarga yang sempurna.
Setelah acara makan malam selesai, semua anggota keluarga pergi ke kamar masing-masing untuk beristirahat dan tidur. Biarkan para maid yang membereskan meja makan.
Sementara itu didalam kamar yang mewah dan serba pink-putih itu terlihat Sungmin yang sedang menatap langit-langit kamarnya. Entah apa yang ada didalam pikiran kepala cantiknya. Sehingga ia terlihat begitu serius dalam lamunannya.
Tokk
Tokk
Tokk
"Minni-ya ~ sudah tidurkah ? Bolehkah halmonie masuk?"
Suara ketukan pintu dan halmonie nya membuat lamunan Sungmin buyar.
"Aku belum tidur halmonie... dan halmonie boleh masuk". Sungmin menyahut dari dalam kamarnya.
'Cklek '
Suara pintu terbuka. Terlihat halmonienya yang bernama asli Lee Hyera itu menghampiri ranjang King size sang cucu. Terlihat Sungmin yang tadi sedang rebahan kini bangun dari posisi nya dan duduk dengan punggung yang menyandar ke kepala ranjang. Begitu sampai, Hyera mendudukan dirinya di sisi ranjang Sungmin dan Mengusap kepala sang cucu yang sangat ia sayangi.
"Cha.. rebahan disini sayang!" Ucap Hyera kepada Sungmin sambil menepuk pahanya. Sungmin-pun menuruti permintaan sang nenek dan merebahkan dirinya dengan posisi kepala yang berada di pangkuan sang nenek.
'posisi yang sangat ku sukai'
Batin Sungmin sebari memejamkan matanya.
"Halmonie ..halmonie kenapa belum tidur?" Pertanyaan Sungmin kepada sang nenek
"Halmonie belum mengantuk min , halmonie masih ingin bersama cucu kesayangan halmonie ini". Jawab Hyera sambil tersenyum dan mengusap-ngusap kepala Sungmin sayang.
"Dan kamu kenapa belum tidur eum? Sepertinya tadi halmonie lihat kamu sedang melamun eoh ? Apa yang sedang cucu halmonie ini pikirkan?"
"Eumm.. i-itu ti-tidak ada halmonie hehehe " jawab Sungmin dengan cengiran kelincinya(?).
"Ayolah minnie sayang~ kamu tidak bisa menyembunyikan apapun dari halmoniemu ini. Ceritakan saja kepada halmonie apa masalahmu". Begitulah Hyera. Ia lebih peka terhadap sikap Sungmin daripada Leeteuk. Tidak heran Sungmin lebih manja kepada neneknya daripada ibunya.
Sementara itu Sungmin masih bersikukuh diam tidak menjawab pertanyaan halmonienya sambil menggit bibir bawahnya.
"Ceritakan! Siapa orang beruntung yang sudah mencuri hati cucu halmonie ini eoh?"
"Ha-halmonie... ba-bagimana halmonie tahu?" Ucap Sungmin dengan mata bulatnya yang melebar, pipi yang merona malu dan langsung bangun dari posisi rebahan dipankuan halmonienya.
Sementara itu Hyera hanya terkikik dan menyuruh Sungmin rebahan lagi diatas pangkuannya. Dan Sungmin-pun menurutinya -lagi-.
"Jadi... siapa ? Namja atau yeoja ? " tanya sang nenek -lagi-
"Na-namja Halmonie" ucap Sungmin malu-malu
"Sudah berapa lama kalian menjalin kasih ?"
Dan pertanyaan itu membuat Sungmin murung seketika.
"Bahkan kami tidak saling mengenal, halmonie. Bagaimana kami bisa menjadi sepasang kekasih ?" Ucap Sungmin sedih. Dia lebih terbuka ke halmonienya dan selalu tanpa enggan menceritakan masalah-masalahnya ke Hyera.
"Eoh? Tidak saling mengenal bagaimana? Kenapa minnie bisa mencintainya kalau tidak mengenal namja itu eoh?" Ucap Hyera bingung.
"Begini halmonie... dia itu namja sekelas dengan minnie. Dia berasal bukan dari kalangan keluarga kaya. Pertama minnie kenal dengan dia -
Flash Back
"Gawattt aku telaaatt... huaaaa..." ucap seorang namja manis yang bernama Sungmin yang sedang berlari kencang di koridor sekolah menuju kelas barunya.
tiba-tiba-
'Bug'
"Arrghh"
Suara ringisan terdengar dari bibir tebal seorang namja yang ditabrak Sungmin. Mereka terjatuh dengan posisi tersungkur di lantai.
"Eh g-gwenchana? mi-mianhae ak-aku tidak sengaja karna sedang terburu-buru". Ucap Sungmin bangun dari posisi duduk nya dan meminta maaf kepada seorang namja yang di tabraknya tadi sambil memberikan kacamata tebal namja itu yang sempat terjatuh akibat ulahnya kepada namja itu.
'untung saja kacamata ini tebal. Jadi tidak pecah'
Batin Sungmin.
"Nde nan gwenchana, hanya terkaget saja" ucap namja itu sambil mengambil kacamatanya -yang di berikan Sungmin kepadanya- dan memakainya lagi. Ian pun berdiri dari posisi duduk nya dilantai dan menepuk-nepuk celana sekolah bagian belakangnya yang sedikit kotor.
'Kenapa penampilan namja ini sedikit aneh ?'
Batin Sungmin sambil memperhatikan penampilan namja tersebut dari ujung kaki sampai ujung kepala.
" se-sekali lagi jeongmal mianhae" ucap sungmin sambil membungkuk ke namja tersebut. Ia benar-benar menyesal.
"Gwenchana, saya permisi dulu " namja itupun berlalu sambil tersenyum kecil kepada Sungmin.
'Deg'
'Deg'
'Deg'
'Ja-jantungku? Kenapa berdetak sekencang ini ? Apa aku sakit jantung karena terus-terusan berlari?'
Batin Sungmin sambil terbengong memegangi dadanya.
"Aisshh... Sungmin pabboya! Kau itu sedang terlambat. Kenapa masih terbengong disini seperti orang bodoh! Aisshh... paboo!" Ucap Sungmin mengumpati dirinya sendiri ketika menyadari bahwa dia harus terburu-buru agar segera sampai di kelas barunya. Dan ia mulai berlari-lagi- untuk mencapai kelas barunya di sekolah menengah ini. masa di hari pertama sekolah dia sudah telat ? Apakata dunia -?-
Dan dimualai saat itu Sungmin tahu bahwa namja yang ditabraknya -tadi pagi di koridor- bernama Cho Kyuhyun. Namja 'beruntung' karna kepintaran otaknya membuat ia bisa bersekolah di sekolah elite ini. Karena penampilan yang 'nerd' latarbelakang yang tidak berkecukupan membuat Sungmin -seringkali- melihat dan mendengar siswa maupun siswi di sekolahnya memaki Kyuhyun dengan bahasa yang 'bukan biasa'. Hal itu membuat Sungmin sangat sedih entah kenapa Sungmin pun tidak tahu alasan jelasnya.
Untung nya di sekolah elite ini dilarang keras dengan yang namanya -kekerasan-. Jadi Sungmin bisa bernafas lega karena siswa-siswa yang mem-bully Kyuhyun tidak melakukan kekerasan fisik terhadapnya.
Saat itu Sungmin terus-terusan memperhatikan Kyuhyun dari kejauhan. Sungmin tidak berani menyapa Kyuhyun secara langsung walaupun mereka berada di kelas yang sama.
Sungmin tidak memiliki cukup nyali untuk hal itu.
Sungmin sangat senang ketika mengetahui Kyuhyun mempunyai -teman- walaupun hanya satu . Kim JongWoon atau Yesung . Entah kenapa -lagi- Sungmin merasa ingin berterimakasih kepadanya.
Sungmin pikir mungkin suatu saat dia bisa menyapa atau mungkin 'berteman' dengan Kyuhyun -namja nerd- itu seperti hal nya Yesung. Dan ia tidak perlu lagi memandangi Kyuhyun secara diam-diam dari kejauhan -lagi-.
Flash Back off
"Begitu halmonie... minnie belum punya nyali untuk mendekati Kyuhyun" ucap Sungmin sedih. Begitu menyelesaikan ceritanya kepada sang nenek.
Hyera mendengarkan setiap cerita cucunya dengan setia, dengan tangan yang tetap mengelus kepala Sungmin . Kadang ia terkekeh kecil melihat bibir berbentuk unik sang cucu yang mengerucut ketika kesal dalam bagian yang diceritakan-nya .
"Jadi nama namja beruntung itu Cho Kyuhyun eoh? Apa minnie benar-benar menyukainya eum?"
"M-molla halmonie, minnie-pun masih bingung dengan perasaan minnie sendiri".
"Bagaimana kalau minnie coba sekali-kali untuk menyapanya saja ?" Hyera memberi saran.
"Tapi minne malu halmonie~"
"Malu kenapa ? Karena namja itu culun atau anak yang berasal dari kalangan 'kurang mampu' eoh?"
" Tentu saja bukan karena itu halmonie! Minnie tidak pernah mempermasalkan penampilan maupun latar belakang Kyuhyun itu. Ha-hanya saja... Kyuhyun jarang berbicara, minnie takut kalau nantinya minnie hanya di-acuhkan olehnya halmonie". Ucap Sungmin sedih.
"Nah maka dari itu , Minnie harus berani untuk sekedar menyapanya. Halmonie yakin dia pasti senang jika mendapatkan teman yang manis dan cantik seperti minie ".
"Yaakkk Halmonie... aku sedang serius!"
"Halmonie juga serius sayang~ malah dua rius ".
"HALMONIEEEE~".
"kkkkk iya iya halmonie serius sekarang". ucap Hyera.
'Disaat seperti ini halmonie tetap saja bercanda. Tck menyebalkan'
Batin Sungmin dengan bibir yang masih terpout.
" Iya minnie mianhae ne? Jangan manyun-manyun seperti itu, kita lanjutkan lagi nde?" Ucap Hyera menenangkan cucunya yang sedang kesal itu.
"Tapi... apa halmonie tidak marah dan kecewa?" Tanya Sungmin
"Eoh ? Kenapa harus?"
"Karna namja yang minnie sukai bukan berasal dari keluarga yang kaya seperti kita". Ujar sungmin murung.
"Tentu saja tidak!. Kita sudah kaya minnie... mau kaya seperti apalagi eoh? Asalkan namja itu berasal dari keluarga baik-baik walaupun tidak bergelimang harta, dan yang paling penting. Siapapun itu orang-nya , dia bisa membuat minne merasakan kebahagiaan di dalam hidup minnie dan keluarga kalian kelak. Seperti hal-nya mendiang Almarhum kakekmu yang membahagiakan halmonie dan appamu, appamu yang membahagiakan eommamu dan kamu sayang. Memiliki penuh cinta dan kasih sayang yang berlimpah untukmu dan keluargamu. Uang berlimpahpun tidak akan pernah bisa membeli kebahagiaan dan cinta yang tulus Sungminie. Jadi, berbahagialah dengan orang yang kau cintai. Kejarlah ia, jika memang minnie yakin minnie benar-benar mencintai namja itu. Halmonie akan mendukung hal apapun yang membuat minnie bahagia dengan tulus". Ucap Hyeri mengakhiri perkataan -panjangnya- dengan senyum tulus.
Sementara Sungmin yang mendengar perkataan halmonienya hanya terdiam tanpa kata. Ia tidak menyangka halmonie nya begitu mengerti akan sikap dan perasaannya. Dan hal itu membuat Sungmin langsung mengucurkan air mata haru yang sedari ia tahan dan langsung memeluk halmonienya.
"Hiks... go-gomawo halmonie... hikss..."
Pecah sudah tangis Sungmin di pelukan sang halmonie.
"Apapun untuk cucu kesayangan halmonie. Jadi, berbahagialah minnie". Ucap hyera sambil menenangkan Sungmin yang menangis di pelukannya dengan mengusap-ngusap punggung Sungmin.
"Nde halmonie... minnie janji. Minnie akan berbahagia". Ucap Sungmin yakin sambil melepaskan pelukan dari halmonienya dan mengusap air matanya yang tertinggal di pipinya.
"Cha...lihatlah minnie, tidak terasa sudah jam sepeluh malam. Saat nya minnie tidur! Halmonie juga akan kembali ke kamar halmonie. Jaljayo minnie kecil ". Ucap Hyera
"Halmoniee... minnie sudah besar! Kenapa masih dipanggil kecil sihh.." ujar Sungmin tidak terima.
"Dimata halmonie kamu tetap minnie kecil halmonie kkk"
"Halmon-.."
"Cha! Sudah malam! Jangan banyak protes minnie! Jaljayo~ mimpi indah sayang~ ". Sebelum berlalu meninggalkan kamar cucunya. Hyera menyelimuti dan menyempatkan memberi ciuman sayang dikening Sungmin. Setelah itu barulah ia keluar dari kamar sang cucu.
'Berbahagialah minnie, halmonie selalu mendoakanmu'
Ucap batin Hyeri sebelum menutup pintu kamar Sungmin yang ber-cat putih itu rapat.
.
.
.
.
.
.
.
~ I Love You ! ~
.
.
.
.
.
.
.
Sementara itu di tempat lain
Terlihat seorang namja yang baru-saja berjalan keluar dari sebuah Cafe -tempatnya bekerja- . Namja itu memakai Jaket yang cukup tebal berwarna abu-abu. karena angin malam yang cukup dingin. Dipadu dengan celana jeans berwarna hitam yang melekat dikaki panjangnya. Memakai sepatu yang biasa dia gunakan kesekolahnya dan juga tas gendong berwarna hitamnya. Dan juga rambut ikal berwarna cokelat-nya yang ia biarkan acak-acakan tanpa berniat untuk merapikan-nya.
Dengan penampilan nya yang 'normal' namja itu Kyuhyun terlihat begitu tampan tanpa balutan kaca mata tebal yang selalu setia bertengger di hidung mancungnya dan baju seragam kebesarannya. Dan pula model rambut yang selalu terlihat rapi tersisir kearah samping kini tidak terlihat samasekali di penampilan namja itu.
Tentu kesan 'nerd' sangat jauh dari penampilan Kyuhyun saat ini. inilah penampilan 'asli' Kyuhyun. Maka tidak heran jiga dia banyak digilai waktu Junior High dulu. Iya dulu. Karna sekarang Kyuhyun lebih memilih dengan penapilan 'nerd' nya jika di sekolah dan di siang hari. Kalian tentu sudah tahu alasannya bukan?
Memang setiap malam di jam pulang kerjanya Kyuhyun berpenampilan layak seperti 'orang normal' lain nya. Karena dia pikir di tengah malam begini ia tidak akan bertemu dengan salah-seorang siswa di sekolah menengah itu. Terlihat masih banyak orang-orang yang berlalu-lalang di tengah malam ini. Maklumlah kota seoul adalah kota yang sibuk. Jadi, masih banyak yang berakfitas dimalam hari.
.
.
.
Setelah sampai di kediaman nya, rumah kecil yang ia tempati bersama sang eomma, Kyunyun langsung masuk kedalam setelah membuka sepatunya dan ia simpan di rak sepatu kecil yang berada didekat pintu masuk didalam.
"Eoh... ada shin ahjumma?" Ucap Kyuhyun kepada wanita berumur itu. Dia adalah tetangga baik hati yang bersedia membantu Kyuhyun menjaga eommanya ketika ia sedang bersekolah atau bekerja. Bahkan setiap hari Shin ahjumma mengantarkan makanan untuknya dan eommanya. Beruntungnya Kyuhyun memiliki tetangga berhati 'malaikat' seperti shin ahjumma.
"Kau baru pulang kerja Kyuhyun-ah? Eommamu sudah tertidur sedari tadi. Eommamu juga sudah makan beberapa suap bubur seperti biasanya. walaupun harus tetep dipaksa untuk membuka mulutnya. Ahjumma juga sudah menghangatkan makan malam untuk mu. Kau jangan lupa memakannya Kyuhyun-ah! Ahjumma pulang dulu".
"Nde ahjumma... jeongmal gomawoyo". Ucap Kyuhyun sebari tersenyum tulus dan mengantarkan shin ahjumma ke depan pintu.
Setelah mengunci pintu rumahnya rapat, Kyuhyun berjalan ke arah kamar satu-satunya di rumah kecil ini. Terlihat sang eomma -Heechul- yang sedang tertidur pulas. Hanya di malam hari saja Kyuhyun dapat melihat wajah cantik nan damai eomanya ini.
"Jaljayo eomma,. Jangan pernah berpikiran untuk pergi meninggalkan-ku. Hanya eomma satu-satu nya orang yang berharga yang kyu miliki di dunia ini eomma. Kyu sangat menyayangi eomma. Berjanjilah eomma akan kembali ceria seperti eomma kyu yang dulu. Kyu akan berusaha keras mencari uang untuk kehidupan kita dan pengobatan eomma. Mimpi indah eomma, Saranghae~". Ucap Kyuhyun kepada Heechul yang sedang memejamkan matanya cantik-nya sambil mengusap-ngusap kepala eommanya sayang.
Sebelum berlalu, Kyunyun merapikan selimut -cukup tebal- yang dipakai oleh eommanya itu dan menyempatkan satu kecupan sayang di kening Heechul. Dan setelah itu Kyuhyun beranjak keluar dari kamar Heechul.
'Mianhae kyu~ jeongmal mianhae~ hikksss...'
.
.
.
.
.
.
.
~ I Love You ! ~
.
.
.
.
.
.
.
To be continue or delete ?
Hallo semuanya ^_^ /
Saya berterimakasih banyak kepada yang sudah bersedia membaca dan review ff saya ini ^^ dan untuk yang sudah memberikan saran dan memberitahukan kekurangan-kekurangan di ff ini saya ucapkan banyak-banyak terimakasih ^_^ karena itu adalah suatu pembelajaran bagi saya Sebagai orang baru di dunia menulis xD
Saya akan mencoba memperbaiki kekurangan di ff ini semampu saya! Walaupun nanti tidak sesuai harapan /.\
Sekali lagi terimakasih~~ ~ dan jangan lupa tinggalkan review nya xD
Saranghae~~
