Summary: Rukia mendapat tugas berat dari Seireitai, pertama dia harus menikah dengan Ichigo, sebenarnya apa tugasnya...?
Namun yang menambah berat tugasnya yaitu Ichigo, karena sifat Ichigo telah berubah 180 derajat, APA...? Kenapa?
Desclaimer ; Om Tite Kubo
Warning ; AU, Abal-abal, Typo, Gaje dsb.
Pairing ; Ichigo K. and Rukia K.
Genre ; Campur, tapi saya usahakan Family
Rating ; T ( rating bisa berubah setiap waktu, tapi tenang pasti author nanti kasih WARNING)
Rebellion
By. N-scorpio18
"Rukia ini adalah untuk Seireitai, ini harus kau lakukan untuk menyelamatkan Seireitai, meski kau harus mengorbankan dirimu, karena kau yang terpilih..."
Kata-kata yang membuat beban hidup Rukia semakiin bertambah berat.
Malam yang dihiasi rintik hujan, sedikit kabut membuat malam itu semakin dingin dan sedikit mecekam. Bahkan orang-orang pun enggan untuk keluar rumah. Kucingpun mencari tempat berteduh dan menginap (?). Tak beda halnya dengan gadis mungi yang tengah berbaring di kasur ukuran king size, yang biasa suaminya tiduri bersama dirinya. Memalingkan tubuhnya kekiri dan kekanan. Serasa kasur empuk bak ranjang paku baginya. Pikirannya sudah berkecambuk. Bahkan mata violet indahnya tak bisa ia pejamkan walau hanya satu detik. Setelah kata-kata yang terucap dari mulut Ichigo tadi siang, menambah betapa sulitnya tugas itu. Tugas yang dirinya bawa, malah akan bertambah sulit jika Ichigo berlaku begitu kepadanya.
"Rukia ini adalah untuk Seireitai, ini harus kau lakukan untuk menyelamatkan Seireitai, meski kau harus mengorbankan dirimu, karena kau yang terpilih..."
Kata-kata itu terus bertengger di dalam kepalanya. Rukia merasa haus, tenggorokannya kering, kemudian di pergi ke dapur untuk mengambil segelas air putih untuk membasahi kerongkongannya yang kering. Diliriknya jam dinding dapur. 12.30 am.
"Sudah, lewat tengah malam, kenapa Ichigo belum pulang?" tanya rukia dalam hati.
Benar meskipun Ichigo sering pulang terlambat karena mengunjungi pesta kecil temannya, atau sekedar pergi keluar, tak pernah sekalipun Ichigo pulang lewat malam. Ichigo sangat menghormati aturan masyarakat Karakura. Tapi kenapa Ichigo sekarang belum pulang? Apakah terjadi sesuatu dengan Ichigo? Rukia sangat khawatir terhadap keadaan suaminya itu.
Ketika beberapa saat kemudian bel, pintu berbunyi. Dengan mengenakan gaun tidur berwarna putih dengan sweater tipis berwana ungu, Rukia melangkahkan kakinya menuju pintu. Dan membukanya perlahan.
"Ano Rukia-san, Ichigo sediki mabuk dan dia tertidur sejenak di rumah kami. Sebenarnya kami tidak keberatan jika Ichigo menginap. Tapi Aku rasa Rukia-san akan sangat khawatir jika Ichigo tidak pulang, jadi Ichigo Aku antar pulang." Kata Ishida dengan memperbaiki letak kacamatanya. Dengan satu tangan kirinya menopang sebuah tubuh kekar. Dengan wajah yang berwarna merah karena pengaruh alkohol.
"Maaf, merepotkanmu Ishida, kau bisa membawa Ichigo ke kamar?" sesal Rukia yang telah merepotkan Ishida. Seraya mempersilahkan Ishida masuk untuk membawa Ichigo ke kamarnya.
Setelah membaringkan Ichigo di tempat tidurnya. Ishida-pun pamit untuk pulang. Dan berpesan kepada Rukia jika mobil Ichigo masih di rumahnya. Agar esok harinya Ichigo mengambil mobilnya.
Rukia memandangi wajah Ichigo yang bersemu merah akibat alkohol. Wajah dalam kedamaian tidurnya. Ekspresi yang sangat jarang Rukia lihat. Sehari-hari Rukia hanya melihat wajah Ichigo yang marah, kesal dan acuh tak acuh. Dirinya bahkan sudah lupa jika Ichigo punya wajah tampan yang menenagkan jiwa, dengan kerutan didahi yang mutlak sejak lahir. Dan juga hidung mancung, bibir tipis yang mempesona.
RUKIA POV
Ichigo ternyata kau tampan juga ketika tidur. Seandainya saja kau menunjukkan ekspresi seperti ini setiap hari. Aku tak akan mimpi buruk setiap mendengar teriakan dan omelanmu. Kenapa kau jadi seperti ini, saat Seireitai menyuruhmu untuk tidak mencampuri urusan Soul Society. Ketika Seireitai meminta bantuanmu, untuk menikah denganku. Sebenarnya apa yang terjadi kepada Ichigo yang dulu. Ichigo yang baik, Ichigo yang setia kawan, Ichigo yang bersedia mengorbankan nyawanya untuk teman yang ia ingin lindungi.
"Emhhh..." keluh Ichigo, sepertinya dia mengigau.
Ku rapatkan lagi selimut yang sekarang menyelimutinya, agar angin malam ini tak menembus kulitnya. Kubaringkan tubuhku menghadapnya. Sejenak kurasakan setiap aktivitas tidurnya, detak jantungnya, hembusan nafasnya yang terdengar sangat jelas. Tiba-tiba badannya bergerak menghadapku. Aku sedikit kaget dan ini membuat jantungku berdetak tak karuan. Entahlah, Aku benar-benar tak tahu mengapa. Dan nafasnya semakin jelas dan kuat menerpa wajahku. Nafas berbau alkohol.
"Ehmmm..., Rukia."
"Tiba-tiba Ichigo memangil namaku. Kenapa? Dalam tidurnya dia memanggilku?" Tanyaku dalam hati. Aku benar-benar terkejut. Meski kutahu itu sebuah igauan belaka.
"Apa?" Aku menjawabnya, padahal dia jelas-jelas sedang mengigau.
"Maaf..." maaf? Ichigo meminta maaf padaku? Tak terasa mataku semula yang datar, serasa mebulat kaget dengan apa yang Ichigo katakan. Padahal aku jelas tahu jika dia sedang mengigau. Dan kata orang jika mendengarkan kata orang mengigau sama dengan kau mempercayai kata-kata orang gila. Tapi ini berbeda, Aku merasa apa yang tadi Ichigo katakan adalah kesungguhan hatinya.
"Tidak apa-apa, tidurlah." Sekali lagi aku menanggapi kata-kata orang yang sedang mengigau.
"Rukia kau pasti sudah tidak waras". Kataku dalam hati.
Meski Ichigo pulang terlambat Aku malah sangat gembira. Entah kenapa. Namun sedikit demi sedikit mata ini mulai mengatup dan mengikuti Ichigo ke negeri bawah sadar.
End RUKIA POV
Pagi yang cerah, matahari telah muncul setelah malam menggantikannya. Tetesan air hujan yang turun tadi malam masih membasahi dedaunan dan sang bumi. Sinar matahari masuk melalui celah-celah dari fentilasi kamar yang tidak terlalu besar namun terkesan hangat itu. Ichigo dengan terpaksa sedikit demi sedikit membuka mata hazelnya. Sesaat dirinya termenung menunggu nyawanya berkumpul kembali. Dia sedikit terkejut karena yang diingat tadi malam dirinya masih berada di rumah Ishida. Ichigo melihat tubuh mungil yang masih tertidur nyenyak. Benar istrinya yang telah dia nikahi atas usul Seireitai. Wanita yang ia suruh-suruh setiap, dia bentak dan dia maki setiap harinya. Ternyata jika Ichigo mengingat semua itu Ichigo sedikit menyesal atas apa yang dilakukannya kepada Rukia. Tapi jika dia ingat yang dilakukan Seireitai padanya semua itu jadi menghilang tak ada belas kasih dalam dirinya.
ICHIGO POV
Rukia, seandainya kau tahu, bahwa yang kulakukan kepadamu selama ini bukanlah benar-benar dari hatiku. Memang benar kau sama sekali tidak bersalah dalam hal ini. Tapi, ketika aku teringat kalau kau juga bagian dari mereka, amarahku tiba-tiba muncul tanpa kendali. Kuamati seluruh tubuh mungilnya, yang sebagian tertutup selimut.
"Mengapa tubuh sekecil ini bisa mengatasi seluruh pekerjaan rumah?" Aku yang kagum, tak habis pikir diriku dibuatnya.
"Apa dia di bantu seorang jin ya?" gumamku lirih.
Tak kuduga tubuh mungil itu, bergerak menandakan yang punya sudah mau bangun. Mata violet berlahan-lahan terbuka menampakkan kilau indahnya. Aku sedikit terkejut.
"Oh,..Ichigo kau sudah bangun?" tanyanya manis, sambil mengusap kelopak matanya yang sepertinya masih sulit untuk dibuka.
"Oo! Cepat Buatkan Aku teh herbal, kepalaku masih pusing." Perintahku. Lagi, lagi Aku menyuruhnya lagi.
"Ah, tunggu sebentar." Seraya tubuh kecilnya turun dari ranjang menuju ke dapur. Semakin melihat Rukia tak berdaya Aku bertambah ingin terus memerintahnya. Aku ingin Rukia melawanku seperti dulu. Mengataiku 'BODOH'. Bukan Rukia yang tunduk bak seorang pelayan. Aku benci Rukia yang seperti itu. Semua itu karena tugas konyol yang di berikan padanya. Rukia menikah denganku hanya demi tugasnya. Dasar semua makhluk dari Seireitei sama saja.
End Ichigo POV
-N-
Flash Back
"Tolong Yamamoto Taichou, Aku ingin tetap menjadi seorang shinigami. Aku ingin melindungi keluargaku, teman-teman dan juga kota Karakura." Ichigo bersimpuh di depan semua kapten devisi. Bukan hanya kapten tapi juga wakil kapten. Itu semua Ichigo lakukan agar dia tetap mendapat ijin dan pengakuan dari Shinigami. Dari Soul Society.
"Tapi kami tak bisa membenarkan, jika seorang manusia menjadi shinigami. Itu menyalahi aturan kami. Aturan Soul Society." Tegas Yamamoto Taichou.
Sejenak mata Hazel Ichigo berkelana, melihat seluruh shinigami-shiningami yang mengelilinginya. Ada yang kurang, dimana shinigami pendek bermata violet itu. Dimana Rukia ketika dirinya sedang memperjuangkan status shinigami-sementaranya. Shinigami yang menyeret hidupnya dalam semua ini. Karena dia merasa tak memiliki pendukung. Ichigo-pun menyerah.
"Baiklah, Aku akan berhenti menjadi seorang shinigami. Aku akan berusaha untuk tidak berurusan dengan Seireitei." Serah Ichigo. Semua yang dilakukan Ichigo untuk Seireitei, melawan Bounto, mengalahkan Aizein, semua tak berarti di mata Seireitai. Ichigo hanya menginginkan satu hal. Shinigami resmi. Tapi itu sangatlah sulit. Mata hazel-nya menggambarkan kekecewaan, keputus-asaan dan juga kemarahan kepada situasi yang dirinya rasa sangatlah tak adil.
Dengan tangan kosong, dan rasa kecewa Ichigo kembali ke dunia manusia. Ke Karakura, kota yang menerima apapun dirinya, kembali ke keluarganya, kembali ke kehidupan normal. Tak ada Hollow, ataupun Arc.
End Flash Back
Ichigo memandang jauh keluar jendela kamarnya. Dirinya tahu bahwa yang dilakukannya adalah salah. Lalu bagaimana dengan dirinya? Dia juga mempunyai perasaan dan juga harga diri. Kenapa dari sisi ini dia menjadi yang pihak yang dipersalahkan. Situasi yang sungguh tidak adil bagi dirinya.
"Ichigo, Tehnya sudah siap, keluarlah!" ajak Rukia dari dapur, memberi tahu jika tehnya sudah siap. Ichigo tersenyum kecut, sesal, bangga entahlah senyumnya menggambarkan banyak makna. Seraya mengangkat tubuhnya bangun dari kasur empuk miliknya. Melangkah menuju suara yang memanggilnya.
-/-
Ichigo sekarang sudah dalam sebuah kereta. Karena mobilnya dirumah Ishida, jadi terpaksa dia naik transportasi umum. Meski dalam keadaan berdiri, dia tetap menikmatinya. Karena tempat duduknya dia berikan kepada seorang nenek yang sudah lanjut usia yang tidak mendapatkan tempat duduk. Meski Ichigo galak dengan istrinya, tapi di luar dia tetap Ichigo yang baik hati. Ichigo yang membantu yang lemah.
"Selamat pagi dokter Kurosaki." Sapa perawat-perawat rumah sakit itu.
Hampir setiap pagi, Ichigo selalu di bicarakan perawat-perawat rumah sakit itu, maklumlah Ichigo termasuk Dokter termuda, baik hati, dan ramah. Meski mukanya sedikit sangar, itu malah menambah ciri khas tersendiri bagi dirinya. Mereka bahkan tidak memperdulikan statusnya yang sudah menjadi suami orang.
Ichigo duduk manis dikursi kerjanya. Mengisi data-data pasien. Tidak lupa kacamata baca yang bertengger manis dimatanya. Menambah kewibaan dirinya sebagai seorang dokter. Tiba-tiba terdengar ketokan pintu.
"Ya, masuk." Kata Ichigo datar.
Terlihat sosok gadis berambut hijau dari balik pintu yang terbuka,
"Ichigo, lama tidak bertemu." Sapa gadis itu dengan senyum dibibirnya.
"Na-Nazomi...!"
-to be continued-
Okeh, akhirnya chapter 2 selesai, mencuri waktu dari try out. Terima kasih buat reader semua yang membaca dan mereview fic saya yang abal-abal, OOC, gaje dsb. *bungkuk-bungkuk*
Buat temen-temen saya yang suruh cepet-cepet update. Sudah saya update. Kejamnya kalian mengancamku untuk update* tanpa review *pundung*
Saatnya balas REVIEW:
metsfan101 : Terima kasih, jadi malu #plakkk review please...
yutha45 : Emang saya buat begitu, tuntutan naskah. Nih udah update, review lagi ya,...
Tarijakartaryayukinekarikari : Iya Ichi jahat, haha...enggak kok sebenernya, ada alasannya Ichigo berlaku begitu. Makasih, cerita abal-abal gini di bilang bagus. Iya ini udah update :) review lagi ya...
nenk rukiakate : Ichigo kayak gitu ada alasannya kok. Gak #KDRT-lah nanti malah masuk penjara, terus nanti yang jadi tokoh fic saya siapa? hehehe...
emang saya buat sedikit misteri karena biar ada kejutannya #alah...
ini udah panjang belum? Oke review lagi ya...
Luthfi WeirdCat : O.k, O.k makasih udah review, hoho...OOC kah? Iya ceritanya emang OOC, tapi kalau dibaca terus ada sangkut-pautnya lho? Kan belum selesai kan ceritanya. Hidup kan proses, ya seperti cerita ini. Oke makasih koreksinya. Hehehe...okeh review lagi ya cin,... :)
Oke, emang tugas Rukia tidak saya kasih tahu secara gamlang, reader boleh menebak-nebak kok. Apa tugas Rukia?
Bye~~~~~see you...
Klik tombol review dibawah dengan semangat!
