A/N: maaf baru bisa apdet sekarang. UTS menggila /OTL
Disclaimer: Rokoz Cuma punya gue, Zee hanya punya Sawamura-sama. Sisanya yang nyempil-nyempil bisa diliat di gallery divisi 4 di canvas-ranger dot deviantart dot kom.
Warning: Humor / Romance
.
.
.
Three words
Padahal hanya mengucapkan 3 kata saja, tapi entah kenapa rasanya sulit sekali!
Chappie 02: Rokoz
.
.
.
"Dasar sialan!"
"Cowo bukan sih?"
"Jahat! Nggak berperasaan!"
Rokoz hanya bisa mengangkat alis mendengar semua tuduhan yang ditujukan kepadanya. Dia menutup majalah di pangkuannya, memperbaiki posisi duduk di sofa, lalu melihat semua teman sekamarnya yang sekarang berdiri memandangnya penuh amarah.
"Sorry.. ada apa ya?" Tanya pemuda berambut merah itu datar.
"Kamu udah bikin Zee nangis kan!? Ayo tanggung jawab!" Benzi dan lecek termasuk yang paling panas dalam masalah ini. Apalagi karena Zee merupakan cewe yang pernah jadi idaman keduanya.
"Oh….masalah itu…" Rokoz menghela nafas dan membuka kembali majalahnya.
"HEH! DENGER DULU!" Benzi menarik bacaan Rokoz kasar dan membantingnya di atas meja. Tetap tenang, Rokoz berdiri dan menatap Benzi tajam tanpa mengucapkan sepatah katapun. Semua orang di ruangan berusaha melerai mereka.
"Benzi, udah… tenang dulu! Rokoz.. Kita cuma mau denger rincian kejadiannya. Karena Zee udah seperti anggota keluarga kita. Apalagi dia yang paling dekat denganmu.." Shura mencoba menengahkan.
"...dan berhasil menjajah gudang divisi 4 lalu diubah jadi kamar pribadinya" Tambah Shura lagi dengan senyum geli.
"Bukan apa-apa…" Rokoz merebahkan diri lagi, mengambil majalah sport lain lalu membukanya dengan cuek.
"Kamu ituuu!" Benzi kembali meraih majalah di tangan Rokoz lalu melemparnya ke sudut ruangan. Dalam hitungan detik Rokoz meraih ujung kaos Benzi dan mempersempit jarak di wajah mereka.
"Ngajak berantem?"
"CUKUP! Kalian semua seperti anak kecil! Yang tidak bisa diam, cari tempat tidur lain malam ini!" Teriak Ixano tegas. Semua member divisi 4 mendadak hening.
"Rokoz… kali ini kamu yang salah lho. Kamu akan menyesal kalau kehilangan Zee.." Ixano ikut angkat bicara. Rokoz mengalihkan pandangan dari semua pasang mata. Menyembunyikan wajahnya yang memerah. Entah menahan kesal atau memang menyadari kalau kata-kata salah satu dari si kembar benar adanya.
"Lalu… aku… harus bagaimana?"
"Orang idiot aja tau kalau salah HARUS APA!" Lecek mulai naik pitam.
"Dia ini kan lebih idiot daripada orang idiot!" Gerutu Benzi pelan.
"Sebetulnya aku agak setuju kalau Zee emang nggak kaya cewe, tapi kalau bicara frontal begitu mungkin agak keterlaluan…" Ujar lecek lagi. Sekarang semua orang berbalik memandang lecek. Tetap hening karena statemen yang dikeluarkan pemuda dengan wajah ditutup kertas itu sebetulnya benar sebenar-benarnya.
"Oke.. gini aja deh. Kalau Zee bukan cewe, kamu mau liat dia versi cewe?" Tanya Shura blak-blakan.
"Kak shura, kalau kak Zee denger kalimat tadi kakak bisa tewas lho!" Kata Ixora shock. Lawan bicaranya hanya mengangkat bahu sambil menyibak rambutnya yang dikepang panjang.
"Maksud?" Tanya Rokoz sambil membetulkan posisi sedotan di ujung mulutnya.
"Aku tantang kamu jalan dengan Zee satu hari penuh dengan penampilannya yang sudah di make-over. Semuanya biar aku yang urus. Kasarnya kencan sehari!" Shura memberikan senyum culas penuh kemenangan sambil melipat kedua tangan di depan dada.
"APA? AKU NGGAK SETU-" Tapi sodokan siku Ixano tepat di rusuk Benzi berhasil memotong kalimat protesnya.
"Memang bakal berubah?" tanya Rokoz dengan polos. Shura terdiam sejenak sebelum memandang anggota lain meminta dukungan. Sementara semua orang yang dipandangnya pura-pura melihat ke arah lain.
"Aku benar-benar bersyukur Kak Zee nggak denger pembicaraan ini…" Lega Ixora dengan volume suara sekecil mungkin.
"Akan kubuat kamu berlutut di hadapannya kalau perlu!" tantang pemuda berkepang panjang itu lagi. Rokoz hanya menyeringai kecil.
"Terserah. Menurutku cukup menarik untuk dicoba…"
"Oke, kalau begitu aku akan pergi ke mall hari ini!"
"Untuk apa?"
"Kamu nggak berpikir untuk ngajak jalan CEWE dengan rompi anti peluru kan?" Ujar Shura dengan menekankan kata tertentu. Perasaan Rokoz mulai tidak enak, terutama melihat seringai yang tidak biasa mulai melengkung lebar di wajah pemuda itu.
"Emm..boleh aku berubah pikiran?" Tawar Rokoz dengan harap-harap cemas. Shura menggeleng keras.
"Bisa kita mulai?"
Loading…
A/N: Huuuuu…Ngeliat Divisi 4 kumpul pengen war lagiii! T_T Tapi aku dalam bulan2 UTS! *kebiasaan bikin misi dengan semua anggota divisi lengkap jadi ga bisa main2* #Tapi masih sempet oneline #Loh #digampar
Mpe ketemu di Chappie terakhir!
