AN : Mianhamnida *deep bow* tadinya memang mau twoshoot. Tapi mengingat laptop author rusak dan tidak tahu kapan selesai diperbaikinya. Author update dulu sampai sini, sampai dimana author ketik terakhir kali sebelum my lappie rusak T-T jadi dibuat threeshoot deh. Ini pun ngedit dan updatenya di warnet deket rumah barusan.
Takutnya kalau nunggu laptop selesai diperbaiki, malah lama lagi updatenya dan readers bisa bosan nunggunya
Jadi, mohon dimaklumi yah *deep bow again*
-XOXO-
Chapter 2/3
Warning : Typho(s), Full Lemon, Language dll.
-XOXO-
Kris tersenyum dalam hati disaat sang model mau melepaskan melodi indahnya. Dan yang lebih membuat Kris senang adalah, Tao meneriakkan namanya dengan kencang dan sarat akan kenikmatan. Pada akhirnya ia berhasil membuat sang model luluh dan tergoda akan sentuhan yang ia berikan kepadanya. Hal itu membuat Kris semakin bersemangat untuk terus memanjakan tubuh sang model dan melangkah lebih jauh dari ini. Kris sudah tidak sabar menikmati tubuh menggairahkan sang model yang sedang ia tindih ini.
"Ngghh… he-hentikan bod-aahh! Hhaaa…" Tao mendesah tertahan dengan kedua mata yang masih terpejam dan mulutnya yang berusaha ia tutup kembali. Zi Tao masih saja berusaha untuk bisa menahan suara erangan dan desahannya yang akan keluar lebih dari ini. Tao pun tidak diam saja, kedua tangannya yang masih diborgol dan ditahan oleh satu tangan Kris, mulai melakukan sebuah gerakkan perlawanan atau penolakan. Tao tidak ingin diam saja jika dia bisa melakukan sesuatu yang bisa menyelamatkan dirinya dari terkaman sosok seorang Wu Yifan atau Kris ini.
Merasakan perlawanan dan penolakan dari Tao. Perlahan-lahan, Kris menarik kembali kepalanya dari sisi kiri wajah Tao, menghentikannya memberikan rangsangan pada telinga kiri sang model. Bisa ia lihat telinga itu kini sudah memerah sempurna dan basah oleh saliva akibat jilatan-jilatan kecil oleh lidah miliknya. Si pirang juga menghentikan kocokannya pada kesejatian milik sang model yang sedikit menegang. Membuat sang model akhirnya bisa menghembuskan napas lega karena sentuhan-sentuhan di kedua titiknya sudah terhenti.
Kris merubah kembali posisinya untuk berhadapan langsung dengan sang model. Ia melakukan hal yang sama seperti beberapa saat yang lalu, menempelkan kedua dahi mereka dan menekannya kuat-kuat agar Tao tidak bisa menggerakkan kepalanya sedikit pun. Tangan Kris yang menahan kedua tangan Tao yang terborgol, yang ia tahan di atas kepala sang model itu sendiri mulai mengerat, membuat sang model refleks merintih kecil.
"Keras kepala sekali… Huang Zi Tao," gumam Kris pelan hampir berdesis. Tao membuka kedua kelopak matanya, menatap langsung pada Kris. Ia menggeram marah kepadanya, menggemertakan seluruh gigi saking kesal dan marahnya ia pada sosok Kris dihadapannya ini.
"Lepaskan aku brengsek!" teriak Tao tepat dihadapan wajah Kris. Tao mulai kembali memberontak, menggerakkan seluruh anggota badannya yang sudah terkunci oleh Kris tak tentu arah dengan segala upaya yang bisa ia lakukan. Tao benar-benar ingin menendang bokong Kris saat ini juga sebagai balasan atas apa yang sudah Kris lakukan terhadap dirinya. Tapi sayangnya, kedua kakinya tertindih oleh masing-masing kaki jenjang si lelaki berambut pirang ini, membuatnya tidak bisa melakukan apa yang ingin sekali ia lakukan.
Kris hanya terkekeh pelan melihat kemarahan sang model yang semakin meluap. Ia lalu memberikan sebuah kecupan kecil dibibir sang model. Jelas saja, apa yang Kris perbuat barusan semakin membuat emosi sang model semakin menjadi-jadi.
"Lepaskan aku! Menjauh dariku brengsek! Aku tidak mau melakukan sex denganmu pirang sialan!" Tao kembali berteriak pada Kris dengan nada penuh amarah. Kris hanya memberikannya sebuah senyum tipis sebagai balasan. Entah kenapa, melihat wajah marah Tao bagaikan sebuah hiburan untuknya. Ia terlihat sangat lucu dan juga manis disaat marah namun di sisi lain ia juga terlihat sexy dimata seorang Wu Yifan.
Kris menyunggingkan sebuah senyum remeh dihadapan sang model. "Kenapa tidak kita lihat saja nanti Zi Tao. Kali ini kau menolak keras sentuhanku, mungkin dalam beberapa menit atau jam ke depan, kau menjadi haus akan sentuhanku kan? Siapa tahu itu akan terjadi, Huang Zi Tao~"
"TIDAK AKAN PERNAH!"
"We will see~"
Kris menutup kedua matanya perlahan, menarik napas panjang dan menghembuskannya tepat pada wajah Tao. Tao langsung bergidik ngeri melihat perubahan raut wajah Kris saat lelaki pirang itu kembali membuka kedua matanya. Tao bersumpah, untuk sedetik ia melihat kilatan nafsu pada kedua manik mata Kris. Dan Tao benar-benar merasa ketakutan sekaligus panik sekarang. Ia tidak tahu harus melakukan penolakkan macam apa jika keadaannya mengenaskan seperti ini.
Sang model menarik napasnya disaat Kris menyembunyikan wajahnya itu pada ceruk leher miliknya, menyesapi aroma harum tubuh yang menguar disana. Tubuh Tao mulai merinding disko merasakan terpaan napas hangat berkali-kali dari Kris yang menggelitik lehernya. Ia berusaha menjauhkan lehernya dari jangkauan si pirang tetapi hal yang dilakukannya itu sia-sia. Sebab, Kris terus saja mendekatkan wajahnya dan atau menyembunyikan wajahnya pada ceruk leher sang model majalah Uke Magazine tersebut.
"He-hey! Apa yang mau kau lakukan padaku? Ja-jauhkan kepalamu dari leherku pria pirang mesum!" titah Tao sembari menatap Kris dengan pandangan mata yang tajam dan menusuk. Namun Kris tidak bisa melihatnya karena sibuk menciumi aroma tubuh sang model yang membuatnya terlena untuk beberapa saat.
Begitu harum… begitu memabukkan… aroma yang begitu kuat hingga membuat Kris merasa horny dan mulai berangan-angan. Ia bahkan tidak terlalu mempedulikan penolakan dari sang model itu sendiri saat ini. Yang terpenting bagi Kris sekarang adalah, bagaimana ia memberikan sebuah sentuhan kejutan yang dapat membuat sang model takluk kepadanya.
Kris menyunggingkan sebuah seringai saat ia mendapatkan ide untuk langkah yang akan ia ambil. Disisi lain, Tao mulai mengeluarkan makian untuknya tanpa sungkan. Dan tanpa aba-aba apapun, Kris menggigit leher Tao lalu menghisapnya kuat-kuat didalam mulutnya bagai seorang Dracula yang haus akan darah manusia.
"AKH! Sa-sakit… khhh,"
Tao menjerit kecil saat merasakan sebuah gigitan yang diberikan Kris pada lehernya. Rasanya cukup sakit dan juga perih, namun ada satu rasa lain yang membuatnya merasakan sebuah kenikmatan juga. Dan Tao membuang jauh-jauh kalimat terakhir barusan di otaknya, jangan sampai ia jatuh kedalam perangkap lelaki pirang mesum ini. Ia harus terus melawan dan menolak semua sentuhan yang Kris berikan agar lelaki pirang ini mau berhenti menjamah tubuhnya yang berharga. Ia sungguh tidak sudi tubuhnya dijamah oleh lelaki pirang yang mesum dan brengsek ini.
Disisi lain, Kris berhasil membuat satu tanda kepemilikan di leher Tao. Tanda itu berwarna merah keunguan dan terlihat dengan amat sangat jelas. Dia tersenyum senang melihat hasil karyanya yang sempurna itu. Disaat Tao akan kembali memaki Kris lagi karena sudah kurang ajar memberikan tanda kissmark dilehernya. Kris melakukan hal yang sama untuk yang kedua kalinya di titik yang berbeda. Membuat suara yang semulanya akan Tao keluarkan itu adalah sebuah makian sontak berubah menjadi sebuah erangan dan rintihan kecil. Apalagi, selain menggigit dan menghisapnya, Kris juga mulai menjilati bekas kissmarknya itu dengan senang hati. Tubuh Tao pun perlahan mulai merespon, dadanya mulai naik turun tidak terkendali, napasnya terengah-engah dan tubuh sang model gelisah setiap kali Kris menjilati bekas kissmark pada lehernya itu.
'Sialan! Tubuhku mulai menikmati sentuhannya,' batin Tao panik dan ia refleks kembali memejamkan kedua matanya dan menutup mulutnya rapat-rapat. 'Tahan Tao! kau harus menahannya,' lanjutnya dalam hati.
Kris telah selesai memberikan kurang lebih lima buah kissmark yang tercetak dengan jelas dileher sang model. Kris kembali mengangkat wajahnya dari sana dan memperhatikan sosok Tao yang sedang berusaha keras menahan sentuhan-sentuhan kecilnya. Kris tersenyum simpul melihat kedua mata Tao yang terpejam erat dan mulutnya yang tertutup rapat namun sedikit bergetar. Lagi-lagi pemuda ini melakukan hal yang sia-sia, pikir Kris.
Tanpa membuang waktu, pemilik Wu Mansion itu pun kembali melanjutkan kegiatannya. Kali ini ia menjulurkan lidahnya dan menjilati pipi Tao bergantian bagai seekor anjing yang menjilati pipi tuannya. Membuat kedua pipi sang model agak basah oleh saliva milik Kris. Jika saja kedua tangan Tao tidak terborgol, Tao pasti sudah memukul telak Kris karena sudah berani-beraninya menjilati kedua pipinya itu. Rasanya sangat geli dan Tao juga merasa jijik karenanya.
Kris kemudian menempelkan kedua belah bibir mereka, membuka sedikit mulutnya dan mengeluarkan kembali lidah mahirnya hanya untuk sekedar memberikan sebuah jilatan dan usapan pada bibir kucing merah cherry sexy dan kenyal milik sang model. Dan anehnya. Kris merasakan bibir Tao begitu terasa manis saat ia mengusap bibir kissable itu dengan lidahnya. Alhasil, Kris mencicipi bibir manis sang model itu dengan lapar.
Tubuh Tao sontak merinding hebat disaat ia merasakan sebuah benda lunak nan basah itu menyapu bibirnya beberapa kali. Kedua tangannya mulai terkepal erat saat tangan Kris yang tadinya berada di selangkangannya kini naik ke atas, menyusup masuk dibalik bajunya. Ia mengerang tertahan saat telapak tangan Kris dibawah sana mengusap-usap perut ber-absnya dengan pelan dalam beberapa menit.
'Perutnya bagus juga,' batin Kris saat telapak tangannya itu bergerilya di atas perut abs Tao.
Setelah dirasa Kris puas dengan abs sempurna Tao, ia kembali menaikkan tangannya pada daerah sensitif sang model. Ia menyimpan telapak tangannya didada kanan sang model.
Tao menarik napas dalam saat ia bisa merasakan Kris menyeringai lebar dalam ciumannya. Arti seringai itu memiliki makna dan Tao yakin hal itu bukanlah hal yang baik untuknya. 'Apa yang mau dia lakukan pa- oh SHIT!'
Tanpa aba-aba Kris meremas dada Tao kuat-kuat. Membuat sang model mengerang pelan namun masih bisa ia tahan sekuat tenaga. Sekujur tubuh Tao terasa tersengat bagai listrik saat si pirang itu tadi meremas dadanya yang bidang. Dan tanpa bisa ia bending lagi, Tao membuka kedua matanya pelan dan mulutnya yang terkatup itu pun terpaksa ia buka karena sudah tidak kuat menahan melodi erangannya yang ingin menyeruak keluar dari dalam mulutnya.
"Hyaahhhhh! He-hentikan bodoh! Jauhka-mmphhh-"
Tao akhirnya mengerang dengan bebas akibat gerakan tiba-tiba itu, namun mulutnya keburu dikunci oleh Kris, membuat erangan sang model tertahan dalam ciuman panas yang mulai berlangsung tersebut. Kris menciumi bibir Tao dengan penuh gairah dan begitu menuntut, ia memiringkan sedikit kepalanya agar ciuman mereka semakin dalam dan intens. Kris benar-benar mencicipi setiap inci bibir dan mulut sang model tanpa sisa. Mulutnya tak henti-hentinya menghisap kuat mulut Tao. Alhasil, bibir sang model mulai membengkak dan semakin memerah. Lidah Kris yang lihai juga mulai menjalari rongga mulut sang model, mengabsen deretan giginya yang putih rapi satu persatu dan mengajak atau menantang duel lidah Tao dengan melilitkan lidahnya dengan lidah sang model itu sendiri. Proses itu membuat saliva milik Kris dan saliva milik Tao bercampur aduk menjadi satu. Tetapi sayangnya, sang model tidak peduli dengan tantangan yang Kris ajukan padanya. Tao masih tetap kekeuh menolak sentuhan yang Kris berikan padanya.
Dibawah sana, jari-jemari Kris mulai memainkan twins nipple Tao bergantian. Mencubitinya dan memilinnya berulang kali hingga kedua nipple itu mengeras sempurna dan memerah. Erangan dan desahan Tao yang keluar dari dalam mulutnya pun semakin kencang namun masih tertahan oleh ciuman panas satu arah yang berasal dari bibir Kris.
Kris bersorak dalam hati saat Tao sedikit demi sedikit mulai menikmati sentuhannya.
.
.
Mereka terus melakukan hal itu selama lima menit lamanya. Dimana kini sudut bibir Tao telah tercipta sebuah aliran saliva yang tidak bisa ia bendung didalam mulutnya. Kedua matanya yang berusaha ia pejamkan beberapa menit yang lalu terbuka sedikit dan tampak sayu. Wajahnya berkeringat dan memerah sempurna bagai kepiting rebus. Napasnya terengah-engah bagai sehabis mengikuti lomba lari marathon. Tao benar-benar mulai takluk akan sentuhan dan rangsangan dari Kris sekarang.
Disisi lain, Kris akhirnya menarik bibirnya dari bibir sang model, memberikan mereka berdua kesempatan untuk menarik napas yang dalam dan panjang. Menghirup oksigen sebanyak-banyaknya. Si pirang pun menyeringai kecil melihat raut wajah sang model yang tampaknya sudah mulai menyerah dan lebih memilih menikmati apa yang sudah ia berikan padanya. Saat itu juga, Kris melepaskan satu tangannya yang menahan kedua tangan Tao yang masih terborgol dan ajaibnya Tao tidak menggunakan kesempatan itu untuk melakukan pemberontakan. Alhasil, Kris mulai menyusupkan kedua tangannya itu dibalik baju Tao. Kedua tangannya menjalari bentuk pinggang dan juga tubuh sang model yang begitu sempurna. Tak lupa ia juga memberikannya beberapa rangsangan kecil disana dengan lembut yang membuat Tao mengerang nikmat.
"Anghhh… Yi-Yifannn…"
Kris besmirk ria mendengar melodi kenikmatan itu lagi. Ia kemudian mulai melepaskan baju Tao namun ia sadar ia tidak bisa melakukannya karena kedua tangan sang model terborgol. Tidak habis akal, Kris pun merobek begitu saja kemeja yang dipakai oleh Tao dan melemparkannya entah kemana. Kris menjilat bibirnya mendapati sosok topless sang model yang ternyata 100 kali lebih indah dan lebih sexy dibandingkan di majalah. Si pirang pun mulai mendekatkan wajahnya pada perut Tao. Memberikan perut ber-abs Tao sebuah kecupan-kecupan dan jilatan kecil yang ringan namun cukup membuat sang model terangsang. Mulut Kris lalu beralih pada dada Tao, memberikannya beberapa kecupan-kecupan kecil didadanya secara bergantian dan berkala, termasuk juga dengan kedua nipple Tao.
"Sshh… aammhhh~ Yifan…" desah sang model untuk yang kesekian kalinya, dimana ia sudah kepalang menikmati sentuhan si pirang tersebut. "Moreehhh~ I want more Yifann aahhh," pintanya yang sudah dirasuki oleh hawa nafsu. Seringai Kris semakin lebar mendengarnya, ia mendekatkan wajahnya pada wajah sang model yang berhasil membuatnya jatuh hati.
"Anything for you my princess~" ucapnya dihadapan wajah sang model yang pipinya langsung memanas dengan nama panggilan yang ia berikan padanya barusan. Tao dengan sedikit ragu dan malu-malu melingkarkan kedua lengannya yang terborgol pada leher Kris dan menyimpannya disana.
"Yi-Yifan… ki-kiss me please~ kiss me again," pinta Tao dengan canggung. Kris tersenyum simpul sebelum akhirnya ia menyatukan kedua belah bibir mereka dan memagutnya dalam sebuah ciuman yang begitu dalam. Baik Kris dan juga Tao berusaha melakukan yang terbaik dalam ciuman mereka kali ini, karena itu bukanlah first kiss mereka berdua. Kris pun melepaskan kedua kaki jenjangnya yang menahan kedua kaki Tao. Ia menahan berat tubuhnya dengan telapak tangan kanan dan kedua lutut kakinya yang bertumpu pada kasur agar tubuhnya tidak terlalu menindih tubuh sang model.
Mereka terus berciuman selama beberapa menit dengan menghasilkan suara kecipak saliva dan erangan nikmat tertahan yang memenuhi ruangan kamar Kris. Kedua tangan Kris masih memberikan rangsangan-rangsangan di tubuh bagian atas sang model. Mulai dari perut, dada, nipple, pinggangnya yang ramping, semuanya Kris sentuh dengan penuh kelembutan tanpa terkecuali.
Setalah merasa puas dengan ciuman tersebut dan dada mereka mulai terasa sesak akan kebutuhan oksigen. Mereka berdua pun melepaskan ciuman masing-masing dengan benang saliva yang tercipta sebagai penghubung bibir mereka. Bibir Kris mulai beralih pada salah satu nipple Tao dan melahapnya lalu menghisapnya bagai seorang bayi yang menyusui pada ibunya. Sedangkan satu nipple yang lain dimainkan oleh jemari tangan kiri Kris dengan lihai. Tao refleks mencengkram erat bathrobe yang Kris kenakan saat ia didera kenikmatan akan sentuhan didua titik tersebut.
"Ahh… Ahh… hhaaa Yifannn~" desah Tao saat lidah Kris menggoda tonjolan didadanya itu dengan gerakan sensual nan erotis. Dan dengan wajah yang memerah sempurna juga manik mata yang tertutup kabut nafsu birahi. Zi Tao mulai menarik bathrobe yang Kris gunakan dari bawah dengan susah payah menggunakan kedua tangannya yang masih terborgol. Kris dengan senang hati mengikuti apa yang ingin Tao lakukan, ia membantu Tao melepaskan bathrobe yang ia kenakan dan membuangnya kesembarang tempat setelah bathrobe itu terlepas dari tubuhnya.
Sang model menggigit bibir bawahnya melihat tubuh sexy dan menggoda Kris. ia menatap kagum pahatan tubuh Kris yang terlihat sangat sempurna dimatanya.
"Suka apa yang kau lihat?" tanya Kris yang diangguki pelan oleh Tao dengan sikap polosnya. Tao kemudian melirik kedua kakinya yang terkurung diantara kedua kaki Kris yang terbuka. Tao lalu memandang Kris dengan memamerkan sebuah senyum nakal menggoda, membuat tubuh Kris menegang sempurna melihatnya, begitu juga dengan junior miliknya dibawah sana.
Tao menaikkan satu kakinya tanpa diketahui langsung oleh Kris, ia lalu menggesek-gesekkan lutut kakinya itu di selangkangan Kris.
"Sshh… you naughty boy!" desis Kris dengan kedua mata terpejam sempurna. Kedua telapak tangannya langsung ia jadikan tumpuan tubuhnya sekarang. Ia begitu menikmati gesekkan lutut Tao pada selangkangannya dibawah sana. Ia tidak menyangka sang model akan bertindak nakal seperti ini padanya.
Tao menyeringai kecil namun ia tersentak kaget saat ujung lutunya menyentuh junior Kris yang masih terbungkus celana itu. 'Be-besar sekali penis si pirang ini,' batinnya agak takut saat dirinya merasakan ukuran kejantanan Kris yang bahkan masih belum sepenuhnya menegang. 'Haruskah aku berhenti menggodanya?' sambungnya dengan beberapa tetes keringat meluncur begitu saja di dahinya. Tao menghentikan gesekkannya pada selangkangan Kris dan hal itu membuat si pirang mendesah kecewa.
"Kenapa berhenti?" tanya Kris memandang lurus pada sang model. Ia memberikan pandangan memerintah pada Tao dengan makna ia harus melanjutkan apa yang ia lakukan atau Kris akan bertindak sendiri.
Tao menelan ludahnya takut-takut. Sungguh! Kali ini ia benar-benar merasa terintimidasi dengan pandangan si pirang. Tao tidak berani melawan dan akhinya, ia pun melanjutkan apa yang tadi sedang ia lakukan. Kembali Tao menggesek-gesekkan lututnya itu di selangkangan Kris. Membuat selangkangan Kris begitu menonjol sekarang karena juniornya mulai ereksi.
Kris kembali berdesis merasakan celana yang ia kenakan terasa sangat sempit dan juga sesak. "Sudah cukup Zi Tao," titah Kris. Tao menghentikan kegiatannya itu dan menatap bingung Kris yang menurunkan tubuhnya. Wajah Tao sontak memerah saat Kris mulai mencoba melepaskan celana jeans yang dikenakan oleh dirinya beserta juga boksernya. Membuat tubuh Tao kini telanjang sempurna tanpa sehelai benang pun yang membalut dirinya. Refleks kedua tangan Tao menutupi kejantanannya yang sudah tegang itu. Wajahnya yang semula bersemu merah semakin semerah sempurna bagai tomat sekarang.
Kris menyeringai kecil melihat sosok malu-malu Tao saat ini. "Kenapa? Kenapa kau menyembunyikan juniormu yang kecil itu dariku hm?"
Tao mendeath glare Kris atas apa yang sudah ia katakan kepadanya. "Punyaku tidak kecil! Kau saja yang terlalu kebesaran," serunya tidak terima namun sesaat kemudian ia langsung menutup mulutnya sendiri. Tao merutuki dirinya sendiri dalam hati karena ia sudah keceplosan bicara barusan.
Seringai Kris makin lebar mendengar seruan Tao barusan. "Ehhh~ jadi kau sudah mengetahui ukuran penisku hah?" goda Kris.
"TIDAK! Aku tidak tahu," elak Tao sambil memalingkan mukanya yang blushing dari sosok Kris. Kris menyunggingkan sebuah senyum tipis melihat reaksi Tao.
Kris menaikkan tubuhnya, mendekatkan wajahnya pada telinga Tao dan berbisik seduktif. "Jangan khawatir Zi Tao. Cepat atau lambat kau akan melihat milikku," Setelah itu ia kembali menurunkan tubuhnya dengan kepala yang berhadapan langsung dengan selangkangan Tao. Kris kemudian melepaskan kedua tangan Tao yang menyembunyikan juniornya tersebut. Kedua tangannya ia simpan pada kedua pangkal paha Tao dan mendorongnya sedikit agar aksesnya semakin lebar. Bibir lembut Kris lalu mulai memberikan kecupan-kecupan kecil pada ujung kejantanan Tao yang sudah mengeluarkan precum.
"Yi-Yifan aahhh~~ jangan menggodaku Yifan mhhh~," ujar Tao dengan nada malu-malu saat dirinya sudah merasa melayang di langit ketujuh akibat kecupan-kecupan dari bibir Kris dikepala kejantanannya. Tanpa menunggu lebih lama lagi, Kris memasukkan seluruh junior Tao kedalam mulutnya yang hangat dan basah.
"Aahh~ Yi-Yifan… Ahhh~~ Ahhh~~~" Tao mendesah keras saat miliknya dilahap begitu saja oleh Kris. Kejantanannya menegang dan mengeras sempurna didalam mulut hangat dan basah Kris. Kris pun langsung menaik turunkan kepalanya dengan cepat saat menghisapi dan menjilati junior Tao. Kedua tangan Tao refleks menjambak rambut pirang Kris yang naik turun karena gerakkannya yang menghisap juniornya itu.
Dada Tao naik turun dengan cepat dan kepalanya menekan kasur kuat-kuat karena rasa nikmat yang mendera tubuhnya atau lebih tepatnya kesejatiannya. "Yifan! Yifan! Ahhh~ Yifan… fasterhhh mhhh fasterhhh please," desahnya tak tertahan lagi.
Kris tersenyum lebar dalam kegiatannya saat melihat sang model terlihat menikmati hisapannya. Ia terus memberikan rangasangan-rangsangan kecil pada batang kejantanan Tao dengan menggigitinya. Dan memberikan rangsangan pada kepala kejantanan Tao dengan memberikan jilatan-jilatan dari lidahnya. Kris pun semakin kuat menghisap dan mempercepat tempo gerakkan naik turun kepalanya itu dengan kecepatan yang luar biasa cepat.
"Oh my God! Yifan ahhh! Ahh! Yes! Aahh~ mmmhhh~," desah sang model tidak terkendali. Kris bisa merasakan milik Tao mulai terasa bekerdut-kedut dan menghangat didalam mulutnya. Ia tahu sang model sudah hampir mencapai klimaksnya sebentar lagi, maka dari itu, Kris pun semakin bersemangat memberikan blowjob pertamanya pada Tao.
"I'm cumming~ aahh! Yi-Yifan I'm cumming cumming~~ HYAAAAHHHHH YIFAN!"
Crroott Crroott
Tao memuntahkan lahar putihnya didalam mulut Kris. tanpa merasa jijik sedikit pun, si pirang menelan habis cairan itu tanpa tersisa.
Tubuh Tao langsung terbaring lemas setelah dirinya mencapai klimaks. Cengkraman kedua tangannya pada rambut Kris pun sudah terlepas. Dirinya mulai menstabilkan deru napas dan detak jantungnya yang berdebar-debar dengan sangat kencang. Debar jantungnya semakin berdetak keras tatkala Kris kembali mengecup bibirnya dan mulai menciuminya saat ini. Tao bisa merasakan cairan miliknya dalam ciuman tersebut. Namun Tao tidak bisa membalas karena masih lelah dengan klimaks pertamanya, ia membutuhkan waktu untuk beristirahat.
Kris melepaksan tautan bibir mereka berdua dan mengangkat tubuh Tao dalam dekapannya. Membuat Tao kini duduk dalam pangkuan si pirang yang kembali menciumi bibirnya penuh nafsu.
Setelah dirasa cukup, Kris melepaskan kembali tautan bibir mereka berdua dan berbisik di telinga Tao. "Kau benar-benar sangat sexy dan menggairahkanku Zi Tao~" Kris mengulu cuping telinga Tao dan melepaskannya kembali dalam beberapa saat. "Aku sudah memuaskanmu Zi Tao. Sekarang giliranmu untuk memuaskan diriku," Tao memandang Kris dengan pandangan ragu dan bingung.
"Aku ingin kau melakukan apa yang sudah aku lakukan padamu juga," tambah Kris yang membuat kedua mata Tao terbelalak lebar. "Dan aku tidak mau menerima penolakan darimu Huang Zi Tao,"
Setelah mengatakan itu. Kris menuntun Tao untuk merubah posisinya menjadi menungging dihadapannya. Dengan kedua lutut dan telapak tangan Tao sebagai tumpuan berat tubuh sang model itu sendiri. Kris mulai melepaskan celana beserta boksernya, menampilkan kejantanannya yang cukup besar namun masih setengah ereksi. Tao sontak menelan ludahnya sendiri melihat ukuran penis milik Kris.
Kris duduk dengan bertumpu pada kedua lutut kaki dihadapan wajah sang model. Juniornya menekan-nekan dan menampar pipi Tao beberapa kali, membuat sang model bisa mencium aroma maskulin dari kesejatian milik Kris. Kris lalu menyimpan satu tangannya di puncak kepala Tao dan mencengkramnya erat, membuat Tao merintih kecil karenanya.
"Buka mulutmu untukku Zi Tao~ please~" titah atau mohon Kris yang diangguki ragu oleh sang model. Tao mulai membuka mulutnya sedikit demi sedikit namun dalam beberapa saat ia kembali metutupnya lagi. Tao hanya bisa melihat penis Kris dengan perasaan takut-takut dan juga ragu. Kris berdecak sebal dalam hati melihat keraguan dari sang model. Ia mulai berpikir sejenak sebelum akhirnya satu tangan miliknya yang lain mulai beraksi di sekitar bongkahan pantat kenyal Tao. Dan tanpa disadari oleh sang model, satu jemari Kris yang panjang mulai ia masukkan kedalam virgin hole milik Tao dalam sekali dorongan tenaga.
"AKKKHH-mmpphhh-" Kris langsung memasukkan junior miliknya saat mulut Tao terbuka lebar karena menjerit barusan. Ia juga kembali melepaskan jarinya yang semula tertanam didalam hole Tao yang terasa begitu sempit dan hangat. Kris langsung memaju mundurkan pinggulnya, memaksa memasukkan sisa kejantanan miliknya kedalam mulut Tao yang terasa hangat dan basah. Tao terbatuk-batuk saat ujung kejantanan Kris menyentuh rongga dinding mulutnya berkali-kali.
"Aahhh~ yesshh mmhhh~ so good~" desah Kris disetiap dorongan dan tarikkan pinggulnya tersebut. Ia lalu menatap kebawah, menatap pada Tao yang hanya bisa pasrah menerima penis miliknya keluar masuk didalam mulut sang model itu sendiri.
Tao bisa merasakan penis Kris mulai berereksi dengan sempurna didalam mulutnya. Dan tidak semua kejantanan Kris bisa masuk kedalam mulutnya karena ukurannya yang terlalu besar dan panjang. Ini adalah kali pertamanya ia melakukan blowjob, rasanya sangat aneh dan cukup menyiksa mulutnya yang kecil ini. Mulutnya terasa penuh dan sesak oleh kejantanan milik Kris didalam sana. Namun Tao akui, ia juga menikmatinya sedikit. Ia berusaha bersikap menjadi seorang pro dengan mulai menghisap-hisap pelan penis milik Kris dan menggigiti batang kejantanan miliknya didalam sana. Tak lupa, ia juga menjilati ujung kejantanan milik si pirang, persis seperti apa yang Kris lakukan pada juniornya beberapa saat yang lalu.
"Ohh fuck yes! Like that Zi Tao, yes like that oohhh~" desah Kris lagi yang tak menyangka jika Tao akan mau memberikannya servis seperti ini. Oleh sebab itu, si pirang makin mempercepat tempo maju mundurnya, memaksa memasukkan miliknya beberapa inci lagi namun agak mustahil mengingat mulut Tao begitu kecil. Tangan Kris yang mencengkram erat puncak kepala sang model ia gerakkan dengan tempo yang berlawanan arah dengan gerakkan pinggulnya.
Dibawah sana, Tao memejamkan kedua matanya. Ia sibuk sendiri memanjakan penis Kris didalam mulutnya yang semakin terasa hangat dan basah oleh saliva. Dan Kris benar-benar merasa melayang di langit ketujuh sekarang. Ini terasa benar-benar seperti surga disaat Tao memanjakan miliknya didalam mulut sang model. Kris tidak henti-hentinya mengeluarkan erangan dan desahan nikmatnya saat Zi Tao semakin lama semakin pro memanjakan kejantanannya didalam sana.
.
.
Sepuluh menit telah berlalu dan Kris masih belum mencapai klimaksnya. Ia masih terus melakukan gerakkan maju mundurnya dan tak lupa juga mengeluarkan erangan dan desahan nikmatnya berulang kali yang memenuhi ruangan kamar. Membuat sang model menjerit frustasi didalam hatinya. Bagaimana bisa si pirang ini bisa menahan klimaksnya dalam waktu lebih dari lima menit. Apakah ia seorang sex god? Bisa bahaya dirinya jika Kris memang benar-benar seorang sex god.
Tak mau menyerah, Tao semakin kuat menghisap milik Kris yang masih bersarang di dalam mulutnya itu. Tak lupa, Tao juga semakin mempercepat tempo gerakkan kepalanya yang maju mundur. Kris mendesis kecil saat Tao dengan tiba-tiba menghisap miliknya semakin kuat dan tempo gerakkanya semakin cepat. Ia memejamkan mata saat perutnya terasa penuh dan terasa ingin mengeluarkan sesuatu. Sebentar lagi ia akan mencapai klimaks pertama dan Tao sadar akan hal itu.
Kris menarik kepalanya saat klimaksnya semakin terasa. "Shit! Aaahh! Fasterrhhh yesss! Suck me fasterrhhh Aahh Zi Tao, AAHHHHHH!"
Crooottt Crooottt Crooootttt
Kris memuntahkan lahar putihnya didalam mulut Tao, membuat mulut sang model kini penuh oleh cairan miliknya hingga keluar dan merembes disudut bibirnya. Kris pun menarik penis miliknya yang mulai lemas dari dalam mulut Tao. Tao berjengit merasakan cairan Kris yang terasa aneh didalam mulutnya. Ia tidak bisa menelan semuanya karena ini pertama kalinya ia merasakan cairan sperma yang rasanya sedikit tidak enak.
Tao sedikit tersentak kaget saat Kris menaikkan tubuhnya, merubah posisinya kembali dalam pelukan si pirang. Kris duduk bersila dengan memeluk pinggang Tao dan Tao duduk di kedua paha Kris dengan kedua kakinya yang memeluk pinggang si pirang. Tanpa sungkan, Kris mendongakkan kepalanya dan menjilati sisa cairan miliknya sendiri yang merembes keluar dari dalam mulut Tao. Dan Tao melenguh nikmat saat lidah telaten Kris bukan hanya menjilati sudut bibirnya yang terdapat cairan sperma tetapi juga bibir miliknya sendiri dengan gerakan sensual dan menggoda.
Mengerti akan maksudnya, Tao menurunkan wajahnya, menatap langsung pada Kris dan membuka mulutnya sedikit. Ia membiarkan lidah Kris masuk kedalam goa hangat miliknya. Kris kembali menciumi dan memagut bibir sang model yang barusan memanjakan kejantanannya itu dengan penuh nafsu. Si pirang kembali mengeksploitasi apa yang ada didalam mulut sang model tanpa terkecuali. Ia juga merasakan kembali cairan miliknya yang masih menempel dibeberapa titik didalam mulut Tao.
"Mmphh~~ hhmmhhh~~~"
Tao mengerang nikmat dalam ciuman mereka berdua dan mulai melingkarkan tangannya yang masih terborgol itu dileher jenjang Kris. Ia memeluk leher Kris dan mendekatkan tubuh mereka berdua hingga kedua tubuh telanjang itu bersentuhan satu sama lain, membuat keduanya merasakan sengatan bagai listrik di setiap saraf tubuh mereka akibat sentuhan itu. Mereka berciuman dengan begitu intim dan bergairah, kedua lidah mereka saling beradu satu sama lain, menentukan siapa yang lebih dominan. Dan sudah jelas Krislah yang memenangkan permainan itu. Lelaki pirang itu kembali menyesapi bibir dan mulut sang model yang tidak pernah membuatnya merasa bosan untuk ia cicipi. Dan Tao hanya bisa mengerang dan melenguh nikmat di dalam ciuman tersebut dengan pasrah.
Saat dirasa puas, Kris melepaskan tautan bibir mereka berdua dengan benang saliva panjang yang tercipta akibat ciuman intim tersebut. Namun Tao masih belum merasa puas, ia kembali mendekatkan wajahnya dengan wajah Kris dan melumat bibirnya, membuat Kris terkejut namun juga senang akan hal itu.
Kali ini Kris membiarkan Tao mendominasi mulutnya. Namun di sisi lain Kris mulai beraksi. Dimana kedua tangan Kris yang semula berada di pinggang ramping sang model mulai turun menuju sepasang bongkahan pantat kenyal milik Tao. Tanpa aba-aba, Kris meremas kedua bongkahan pantat Tao dengan rasa gemas. Membuat Tao melenguh nikmat nan panjang dalam ciumannya dengan Kris.
"Yifaannn ohhhh~ mmhhh~ nggaahhh~~"
Kris melepaskan pagutan bibir Tao pada bibirnya, membuat sang model dengan bebas mengeluarkan erangannya barusan. Kris pun terus meremas pantat Tao dan Tao membiarkannya begitu saja. Toh, ia sangat menikmatinya juga. Tao pun membalas dengan menggoyang-goyangkan pantatnya ke depan, membuat kedua kejantanan milik mereka berdua yang lemas bergesekkan dan kembali berereksi. Kali ini, kedua lelaki itu mendesah pelan secara bersamaan akibat rangsangan tersebut.
Tidak mau kalah, mulut Kris kali ini mulai menjalari setiap inci leher Tao. Ia kembali memberikan beberapa kissmark disana lalu beralih memberikan kissmark lainnya di bahu dan dada sang model tanpa celah. Tao mengerang penuh kenikmatan dengan suara kencang karenanya. Membuat si pirang menyeringai lebar.
Setelah memberikan kissmark tersebut. Kris mendorong tubuh Tao untuk berbaring di kasur dengan pelan. Ia lalu berbisik menggoda di samping telinga kiri Tao. "Apa kau sudah siap untuk kehilangan keperjakaanmu malam ini, Zi Tao?" tanyanya seraya mengusap-usap pipi Tao lembut.
Tao menggigit bibir bawahnya dan setelah beberapa saat menimang-nimang pilihannya. Ia mengangguk pelan dengan wajah yang memerah sempurna. Kris tersenyum kecil dan memberikan kecupan ringan di bibir sang model. Ia lalu menurunkan tubuhnya di hadapan selangkangan sang model. Tao menatap Kris sedikit ragu dan takut dengan apa yang akan dilakukannya kepada dirinya sekarang.
Kris mengambil sebuah bantal dan menyimpan bantal itu dibawah tubuh Tao. Lalu ia melebarkan kedua paha Tao dengan tangannya. Hal itu membuat Kris kini bisa melihat dengan jelas virgin hole Tao yang begitu pink dan terlihat sangat kecil. Tanpa sadar, ia menjilati bibirnya sendiri yang terasa kering saat melihat hole sang model tersebut.
"Berhenti melihat holeku terus menerus, dasar kau pirang mesum!" kesal Tao dengan pipinya yang merona melihat raut mesum wajah Kris yang menatap holenya itu. "Holemu? Sekarang holemu sudah sah menjadi milikku~, bukan milikkmu lagi," timpal Kris dengan menyunggingkan sebuah seringai lebar yang terkesan pervert dimata Tao.
"A-apa kau bilang? Cih! Kau ternyata memang benar-benar mesum," ejek Tao.
"Whatever~" Kris lalu menatap Tao serius, membuat sang model sendiri sedikit terkejut dengan tatapannya itu. "Apa?" tanyanya.
"Aku tidak punya lube disini. Jadi aku akan mempersiapkan holemu dengan caraku sendiri," ujar Kris dengan nada datar.
"Maksudmu?" Tao menatap Kris tidak mengerti namun setelahnya ia memekik kecil dengan wajah semerah tomat. "He-hey! Itu sangat geli dan jorok aahhh~ Yifannn hentikan aaahhh!"
Dibawah sana, wajah Kris sudah tenggelam diantara bongkahan pantat sang model dengan masing-masing pipi pantat Tao dilebarkan oleh kedua tangannya. Kris menjilati lubang Tao dan tanpa rasa sungkan membasahinya dengan saliva. Hal itulah yang membuat Tao merasa geli namun juga merasa nikmat. Hole Tao berkedut-kedut tiap kali ujung lidah Kris menekan-nekannya atau menusuknya dengan intens.
"Yifan~ stoopphhh mmhhh hhmmhhh~ Yifaannn~."
Tubuh Tao mulai semakin terangsang dan juga terasa lemas disaat Kris terus menerus melumat dan menjilati lubangnya. Tubuhnya merinding dan kejantanannya semakin ereksi tiap kali ujung lidah Kris menyentuh holenya dibawah sana. Dan Tao terpekik kembali saat Kris dengan nakal meremas kedua belah pipi pantatnya disela-sela kegiatan Kris yang masih asyik menjilati lubangnya.
"Kyaahhh~ Yifannn! Stop aahhh~ jangan menggodaku hhahh~~" desah Tao yang tanpa sadar membuat si pirang semakin horny mendengar melodi desahan indahnya barusan. Kris lalu berpikir sejenak dan setelahnya ia tersenyum jahil saat ia memikirkan sebuah ide nakal didalam benaknya.
Kris menghentikan kegiatannya menjilati lubang virgin Tao. Membuat Tao langsung menatapnya kecewa dan memohon agar ia melanjutkan apa yang dia lakukan barusan.
"Yi-Yifan… ja-jangan berhenti, kumohon~. Lakukan lagi~" pinta Tao dengan nada manja dan raut wajah innocent khas anak-anak pada sosok Kris. Kris berusaha sekuat tenaga untuk tidak melahap Tao karena nada manja dan raut wajahnya yang mengundang barusan.
Kris malah memberikan senyum tipis pada Tao. "Lakukan apa Zi Tao?" tanyanya dengan nada tak berdosa. "Itu… lakukan itu lagi, please~" Tao kembali memohon dengan nada sedikit frustasi. Penisnya sudah kepalang ereksi dengan precum yang sudah keluar di ujungnya dan Tao ingin kembali mencapai klimaks untuk yang kedua kalinya.
Kris menyeringai lebar. "Katakan padaku dengan jelas Zi Tao~. apa yang kau mau?"
Tao menjerit dalam hati saat ia tahu Kris bermaksud menggodanya. "Yifan~ lakukan itu lagi. Ji-jilati lagi lubangku, ku-kumohon~" pintanya dengan wajah yang sudah semerah kepiting rebus. Tao tak menyangka ia akan mengatakan ucapan atau permintaan seperti itu pada Kris.
"Aku tidak mau Zi Tao," jawab Kris. Tao mengerang kecewa dan ia ingin sekali menendang Kris. "Aku hanya akan melanjutkannya jika kau mau menyetujui dua permintaanku," sambung Kris yang membuat Tao menaikkan alisnya heran.
"Menyetujui apa?" timpal Tao.
" Pertama, kau setuju jika kau bersedia melakukan sex ini hingga aku merasa terpuaskan. Dan yang kedua, kau harus menjadi kekasihku setelah kita selesai melakukan sex ini, bagaimana?"
TBC
Next Chap sudah dipastikan END
Dan NC-nya dipastikan juga beronde-ronde dan berpindah-pindah tempat ohohoho~ #dasaryadong
Terima kasih yang sudah mereview di chap satu, mohon maaf tidak bisa author balas dan sebutkan satu persatu.
Love u Muaaacchhhh #readerslangsungmuntaber
Mind to Review Again
