Inilah Takdirmu Sebenarnya
By Hoshikagi
Ini Fict pertama ane , maaf klo banyak yang gaje
Diclaimer: Masashi Kishimoto
Warning : AU, OOC, TYPO(S), DON'T LIKE? DON'T READ!
diFic ini ane ganti pairinya , jadi bukan NaruHina . Baca selengkapnya gan ^^
Summary : Berawal dari naruto kehilangan Hinata setelah perang ninja ke-4 , Kekasih Naruto "Hinata Hyuga" Terluka parah dalam perang yang ganas itu, bagai mana kelanjutanya? apakah selamat ?
Chapter Sebelumnya :
"Tak lama kemudian , tsunade kehabisan cakra dan ia langsung pingsan. seketika wanita berambut Indigo dan memiliki mata Lavender yang mencintai naruto dari Akademi itu langsung tewas menghembuskan nafas terakhirnya.
Naruto langsung memeluk Hinata. tak bis a dibayangkan , perasaan naruto saat itu. Air mata langsung mengalir dipipinya dan menatapi wajah imut hinata."
Pagi ini semua para shinobi Konoha memakai pakai'an Hitam. Karena salah satu shinobi Konoha tewas akibat Perang Ninja. Ia lah "Hinata Hyuga" , seorang shinobi wanita yang pemalu. keluarga besar Hyuuga juga bisa merasakan kehilangan yang amat dalam, terutama "Hasashi" ayah hinata dan adiknya "Hanabi". Sebagai kekasih Hinata , Naruto sangat menyesal tidak bisa menjaga Hinata dengan baik . semua sahabat hinata juga sangat sedih.
"Hanabi , jangan terus menangis. Jika kau sedih maka kakakmu Hinata juga akan merasa sedih." Ujar Hiashi yang mencoba untuk menenangkan hanbi.
"tapi aku kangen kakak hinata, setiap pagi biasanya aku pergi kepasar dengganya dan ia mengajakku bermain , tapi sekarang aku pasti akan kesepian. hiks.. hikss."
Hiashi langsung tersenyum memandangi putrinya itu "kakakmu meninggalkan kita demi konoha. Seharusnya kau bangga memiliki kakak yang berjiwa besar."
"Baik ayah , tapi aku masih sangat sedih."
"ayah kembali pulang dulu ya, segera pulang .. hari mulai gelap."
. Naruto masih melihat hanabi disana. Sepertinya ia sangat sedih dan naruto mendekatinya.
"Hanabi , mengapa kau masih disini ? sebentar agi hari mulai gelap. Segera pulang !"
Dengan tatapan yang sedikit mar ah , hanabi menatap naruto "kau siapa ? kau tak berhak melarangku ! Hinata-chan mati gara – gara kau ! jika saja ia tak menolongmu , pasti ia masih hidup !" bentak hanabi dengan nada marah yang air matanya masih mengalir dipipinya.
Naruto begitu terpukul dengan kata – kata hanabi , naruto sangat kasihan dengan hanabi. Hanabi bisa depresi atas kehilangan kakak yang hanabi sayangi. Meskipun naruto tak terlihat sedih dihadapan hanabi dan teman - temannya , tapi dalam hatinya ia merasakan rasa sedih yang amat mendalam.
Tidak lama , hanabi pulang meninggalkan naruto dan naruto juga meningggalkan makam hinata. Tak terasa hari sudah sore.
- Hyuuga Mension -
"Maafkan saya tuan hiashi , aku tidak bisa menjaga Hinata dengan baik. Aku minta maaf , sekali lagi minta maaf atas tewasnya putrimu. " naruto bersujud meminta maaf tuan hiashi. Ia sangat bersalah dengan kematian putrinya itu.
"mengapa kau minta maaf ?" tanya hiashi dengan heran.
"Aku justru terima kasih denganmu, sejak hinata menjadi kekasihmu. Dia menjadi periang, tak seperti dulu wanita yang pemalu dan ia malah semangat berlatih. Ia meninggal bukan salahmu , ia meninggal untuk membela konoha dan orang yang ia cintai dan ini takdirnya. Meskipun , aku juga sangat sedih. Sekarang pulanglah , hari sudah mulai malam."
"Arigatou , tuan hiashi."
Naruto mencoba untuk melupakan hinata. Tapi rasanya sangat sulit.
Naruto tak langsung pulang. Ia berbel anja dulu disupermaket dekat apartemennya mengingat persediaan makanan sudah habis.
Disupermaket itu tampak banyak orang yang melihat naruto dengan senyum dan ada juga yang berbisik – bisik karena naruto adalah pahlawan konoha.
"Kau naruto kan ? bolehkah aku meminta tanda tanganmu?" pantas jika banyak orang yang meminta tanda tangan naruto karena naruto sekarang pahlawan berbelanja tapi malah jadi bintang disupermaket itu.
Setelah berbelanja, naruto kembali melanjutkan jalanya untuk pulang.
Sesampai di apartemen. Tak biasanya ia merasakan seperti ini. Biasanya setelah pulang menyelesaikan misi atau setelah berlatih, hinata menyambut dengan senyuman hangat hinata dan memasak masakan lezat untuknya,tapi kini berbeda.
Naruto langsung duduk disofa , membayangkan masa indahnya dengan hinata. Bibirnya senyum – senyum sendiri. Jika orang lain mengetahuinya mungkin naruto dikiri orang yang tidak waras xD.
Malam itu naruto tidak bisa tidur dan memutuskan untuk melihat pemandangan konoha dari balkon apartemennya yang terlihat lampu yang berwarna – warni dikota.
'sungguh indah , apalagi malam ini ada pesta kembang api sebagai peresmian gedung pasti senang jika melihat ini.' Batin naruto
Hari ini naruto bangun kesiangan , karena tadi malam ia susah tidur.
Naruto langsung melesat me nuju kamar mandi , setelah mandi naruto pergi kerumah kakashi – sensei.
"Tok Tok Tok , Permisi kakashi sensei !"
"Kriek.." suara pintu rumah kakashi.
"ada apa naruto ?" tanya kakashi dengan nada datar.
"Aku tau kau ahli dalam percintaan , jadi aku membutuhkanmu bantuan. Bagaimana melupakan hinata – chan ? kau bisa membantuku kan ?" tanya naruto.
"memang kau ingin melupakan Hinata begitu saja ?."
"Sebenarnya tidak , dihatiku tetap seorang hinata. Tapi aku remaja , membutuhkan kekasih baru."
"dasar , anak remaja. Yasudah , masuklah."
Mereka berdua sedang duduk disofa. "bagaimana kakashi – sensei ?"
"kau harus mencari pengganti kekasih yang bisa melupakan hinata." Jelas kakashi
"tapi , aku sangat sulit untuk mencintai wanita , apalagi orang yang baru kukenal."
"aku punya ide , aku akan mengadakan saimbara untukmu. Wanita pasti banyak yang tertarik, karena kaulah pahlawan konoha. Jadi nanti sore datanglah kerumahku berpakaian yang rapi dan keren."
"oke, Arigatou kakashi sensei. Terima kasih telah membantuku ^^" ucap naruto dengan senyum lebarnya.
Desa Konoha – 13.30 PM
Naruto saat ini sedang sibuk untuk mencari pakaian yang cocok untuknya. Semoga aja saran guru kakashi bisa menemukan kekasih yang ia suka dan cintai.
"Tidak biasa kau membeli pakaian. Biasanya kau membeli pakaian hanya ketika lebaran akan datang." Ucap Kiba yang tiba – tiba datang.
"Diamalah kau ! guru kakashi mengadakan saimbara untuk menjadi kekasihku. Agar wanita terpikat , aku harus memilih pakaiaan yang cool dan terliat dewasa."
"Woww.. bisa – bisanya kau melupakan orang yang kau cintai dengan mudah ?"
"aku tidak melupakannya . hinata masih ada dihatiku , tapi dilain sisi aku juga ingin mencari kekasih baru. Ini waktu yang pas untuk berkencan. Karena , perang ninja selesai dan dunia ninja akan damai beberapa tahun kedepan." Ucap naruto
"yasudah , terserah kau sajalah . bagus kalau kau tak larus dalam kesedihanmu."
"Apa mau kucarikan baju yang pas untukmu ?" tanya kiba.
"aku tak yakin orang s epertimu tau baju yang pas untuk memikat wanita."
"yasudah , jika tak mau juga tak apa – apa." Ucap kiba sambil meninggalkan naruto
"sebentar kiba , yasudah .. kau boleh memilihkan baju untukku"
"tapi aku minta satu ya ? hehehe..." kiba tertawa denga tawa liciknya.
"terserah kau."
Mereka berdua memasuki sebuh toko pakaian.
"sepertinya , ini cocok untukmu naruto." Ucap kiba
"bagus sekali . pasti wanita langsung terpikat. Kau memang pintar kiba."
Kemeja kotak – kotak lengan panjang dan celana cokelat muda yang ketat yang trend pada anak muda jaman sekarang memang membuat wanita akan terpaku melihatnya.
Desa Konoha – 15.30 PM
Naruto menuju kerumah kakashi – sensei. Dari kejauhan sudah terlihat guru kakashi yang sedang membaca buku sambil duduk dikursi depn rumahnya.
"Sore Kakashi ! apakah semua sudah siap ?" tanya naruto.
"Siap semua , tinggal pilih wanita yang kau sukai."
Banyak wanita cantik dan sexy yang berjejer di sebuah taman , dimana tempat itu sebagai tempat saimbaranya.
Tapi sepertinya naruto tidak ada cocok . tidak ada wanita yang ia pilih.
"bagaimana naruto ?" tanya kakashi , ingin mendapat kepastian dari naruto.
"tak ada yang kupilih." Jawab naruto
"Wanita ini sangat cantik dan sexy. Bagaimana kau tak tertarik ?"
"sepertinya tidak ada yang cocok dihatiku. Gomen Kakashi – sensei. Arigatou karena sudah membantu."
"Kalau begitu , aku menggunakan cara terakhirku ini."
"apa cara yang akan kau lakukan ?" tanya naruto dengan heran.
"sekarang , buatlah Hange no Jutsu." Perintah kakashi
"apa? Buat apa aku memakai jutsu itu ? aku bukan anak kecil lagi."
"lakukan sekarang !"
"baiklah, Hange No Jutsu !"
Blushh.. muncuk wanita sexy dari balik kepulan asap yang menutupi payudara dan kelaminnya.
Seketika muncul bunshin yang menyerupai naruto , tapi dalam versi perempuan.
"Fuujin Bunshin no Jutsu" teriak kakashi yang sepertinya akan melakukan sebuaj jutsu ( jurus buatan ane . ngawur dah xD )
"sekarang , bunshin ini aku buat permanen sampai pemilik bunshin meninggal. Jadi meskipun kau berusaha menghilangkan bunshin ini tetapi bunshinmu tak akan hilang"
"jadi ini yang kau maksud cara kedua ? memangnya dia yang akan jadi kekasihku ? tapi ini hanya bunshin ~! Aku tak mau !"
"terserah kau saja , memang sulit untuk mempercayainya. Dalam beberapa waktu kedepan, lihat saja" ucap Kakashi dengan penuh keyakinan.
"Ah bodoh , mana mungkin ia menjadi kekasihku."
"selamat pergi naruto !" kakashi mengucapkan sambil meninggalkan naruto.
"Siapa namamu ?" tanya naruto
"aku bunshin bernama "Naruko" memiliki nomor urut 12.999 dari 13.000 bunshin lainnya." Ujar si bunshin.
"Arghh.. kau membuatku pusing saja kakashi."
"Naruto – kun... kau mau kemana ? bukannya kakashi sensei sudah membuat aku permanen didunia ini?"
"jika kau mau ikut denganku. Ikuti aku .." ujar naruto.
Selama kembali keapartemen naruto , orang mulai bertanya – tanya
"Oii , naruto apakah itu adikmu ? dia mirip sekali denganmu hanya saja tidak memiliki tanda 3 kumis kucing dipipinya dan kulitnya putih dan anehnya mengapa dia tidak memakai pakaian ?" tanya Rock Lee yang noseblend melihat body bunshin naruko yang sexy dan mempunyai payudara sempurna.
"dia bukan adikku , dia bunshinku."
"Wkwkwk.. mana mungkin ,apakah cakramu tidak habis ?" tanya Rock Lee
Setelah dipikir – pikir. Benar atau tidak kata rock lee cakrannya akan habis ?
"maaf naruto , aku memontong pembicaraan anda dengan pria yang beralis tebal itu. Tetapi aku sudah terkna Fuujin Bunshin No Jutsu. Jutsu itu sebagai penyegel dapat membuat permanen bunshin hidup sampai pemilik bunshin meninggal. Tapi kecil kemungkinan untuk berhasil. Dalam 10 tahun hanya 1 orang yang dapat menggunakannya"
"berarti kakashi – sensei adalah orang yang berhasil menggunakan jutsu itu ?" tanya naruto
"benar sekali."
"hujan sepertinya akan turun . aku kembali naruto !" ucap Rock Lee
Beberapa menit kemudia , hujan turun. Mereka berdua meneduh dibawah bangunan lama. Naruko menggigil karena suhu dikonoha sangat rendah apalagi hujan turun.
Naruto yang tak tega dengan bunshinnya langsung , menutupi tubuh naruko itu dengan jaket yang digunakannya.
Raut wajah memerah. "Naruto – kun , terima masih."
"aku hanya tidak tega melihat wanita yang menggigil. Tidak ada maksud lainnya."
Sepertinya naruto masih membenci bunshinnya.
TO BE CONTINUED..
Akhirnya chapter 2 ini selesai. Reviewnya ya dari agan – agan ^^
Maaf jika banyak typo dan genre fic ini datar aja , belum ada konflik.
Mohon bimbingannya , baru tau fanfiction 3 minggu kaka -_-"
