LOVE?

Author : Hoona Oh

Main Cast : Do Kyung Soo

Kim Jong In

The other cast find them by yourself ^^

Genre : Romance, Marriage Life, and it's GS

Length: 2/?

Rated : M – for safe

Disclaimer: EXO belong to SM Entertainment and their parent. I only borrow the member's name. The plot is totally mine. Don't plagiarist.

::

If you do not like my story, just do a simple thing, click the exit bottom. Simple^^

::

Warning:

Typo, Alur maju-mundur, GAJE

::

Story begin

-/-

Chapter 2

Author POV

Pagi hari di keluarga Do terlihat seperti biasanya. Para maid yang menyiapkan sarapan pagi mondar-mandir dari dapur ke meja makan untuk meletakkan makanan yang telah matang. Terlihat Kyungsoo yang telah rapi dengan pakaian rumahannya dan Sehun dengan pakaiannya yang seperti biasa digunakan untuk ke kampus –celana jeans hitam dengan kaos polos dilapisi kemeja kotak-kotak yang tak dikancingkan– mereka turun dari kamar mereka di lantai dua menuju meja makan. Setelah sampai di meja makan, Kyungsoo mendengus kasar sedangkan Sehun lebih memilih memperlihatkan wajah datarnya melihat sang ayah yang sedang asyik bersenda gurau dengan seseorang.

"Kau! Apa yang kau lakukan di sini hah!?" Bentak Kyungsoo kepada seseorang yang duduk di samping ayahnya.

"Do Kyungsoo jaga ucapanmu! Soojung itu adikmu."

"Aku hanya punya satu adik, dan namanya Do Sehun." Kyungsoo menatap sengit ayahnya. Ia tidak akan pernah sudi mengakui gadis yang diketahui bernama Soojung itu sebagai adiknya.

"Kyungsoo unni" gadis tersebut memanggil Kyungsoo dengan lirih, karena takut mendengar bentakan sang kakak tadi.

"Jangan pernah kau dengan berani menyebut namaku. Aku tak sudi namaku keluar dari mulutmu!" Soojung yang mendengar bentakan Kyungsoo hampir meneteskan air matanya. Ia sangat takut jika kedua kakaknya itu marah kepadanya. Ia kira setelah mereka tidak bertemu dalam kurun waktu satu tahun ini, mereka akan mau menerima keberadaannya. Tetapi kedua kakaknya tetap saja dingin padanya.

"Aku sudah tidak mood untuk sarapan disini. Ahn Ajjuma! Bawakan sarapanku ke kamar!." Ahn ajjuma yang di panggil Kyungsoo pun tergopoh-gopoh untuk mengambilkan makanan sang nona muda. Dengan cepat Kyungsoo membalikkan tubuhnya untuk kembali ke kamarnya di lantai dua hingga setelahnya terdengar suara pintu yang dibanting dengan keras.

Sehun yang sudah tau hal seperti ini akan terjadi, hanya membiarkan noona pergi. Ia lebih memilih mendudukkan tubuhnya dan mulai mengambil sarapannya. Masih dengan wajah datarnya, Sehun memilih menikmati sarapan paginya tanpa menyapa dua orang yang ikut makan di meja tersebut. Tn. Do hanya dapat memandang kepergian Kyungsoo dengan sedih, dia hanya ingin makan dengan ketiga anaknya tersebut, tetapi mungkin hanya akan menjadi angan saja melihat sikap Kyungsoo yang tidak menyukai kehadiran Soojung. Tapi Tn. Do merasa lega melihat sehun yang ikut duduk sarapan bersamanya, walupun anak laki-lakinya tersebut tak berekspresi sama sekali, Tn. Do merasa lega Sehun masih mau menerima Soojung di rumah, walaupun sehun tidak pernah mau memandang ataupun menyapa adiknya tersebut.

"Tak apa Soojung-ie, teruskan saja makanmu. Unnimu mungkin ingin makan sendiri." Soojung tau, ayahnya hanya ingin menghiburnya. Soojung paham jika kedua kakaknya bersikap demikian. Ini semua memang karenanya, unni dan oppanya tidak menyukainya sejak Soojung pindah ke rumah ini. Ia hanya tidak paham kenapa kedua kakaknya sangat membencinya dan menganggap ia bukan adiknya. Padahal ayahnya selalu bilang bahwa dia anak ayah dan ibunya.

"Aku selesai." Sehun menggeser kursinya cukup keras. Ia sudah cukup menyantap sarapannya. Tanpa memandang ayah dan adiknya, Sehun kemudian keluar menuju garasi mengambil mobil sportnya dan berangkat menuju ke kampus.

~0~

Jongin keluar dari kamarnya tepat pukul 7 pagi. Ia telah mengenakan setelan kantornya dengan rapi, karena hari ini hari pertama Jongin menjadi wakil direktur di perusahaan milik ayahnya. Jongin kemudian berjalan menuju dapur apartemennya untuk sarapan pagi. Sesampainya di dapur, Jongin melihat Chanyeol yang sedang meletakkan setangkup sandwich di piring.

"Kau sudah bangun Jongin-ah. Duduklah, aku sudah menyiapkan sarapan untukmu. Ayo makan bersama. Mungkin sebentar lagi baekhyun akan akan." Tanpa menjawab pertanyaan Chanyeol, Jongin pun mendudukkan tubuhnya di kursi. Melihat Jongin yang telah siap untuk memakan sarapnnya Chanyeol pun ikut mendudukkan dirinya. Sesaat kemudian suasana sepi mulai terasa dalam ruangan tersebut. Tak mau suasana akward berkepanjangan, Chanyeol kemudian berinisiatif untuk sedikit mengajak Jongin bercakap-cakap.

"Bagaimana tidurmu Jongin-ah? Nyenyak?"

"Hm." Jongin melanjutkan acara mengunyah makanannya.

"Oh, aku juga. Sakinh nyenyaknya tadi malam aku bermimpi bertemu dengan Sandara Park, bahkan ia mengajakku berkencan dan aku menolak ajakan kencannya. Hahaha bukankah itu hal yang lucu Jongin-ah. Aku menolak ajakan kencan artis idolaku." Chanyeol tertewa keras setelah ia menceritakan mimpinya, berbanding terbalik dengan Jongin yang malah memasang wajah stoic-nya dan melanjutkan makannya yang sedikit tertunda. Melihat Jongin yang sama sekali tak tertawa mendengar ceritanya, Chanyeol kemudian terdiam canggung dan melanjutkan memakan sandwich-nya dengan diam.

Ting Tong~

"Itu pasti Baekhyun, biar aku saja yang membukanya." Tanpa menunggu jawaban Jongin, Chanyeo pun pergi meninggalkan ruang makan untuk membukakan pintu sang tamu. Chanyeol merasa terselamatkan dengan kedatangan tamunya –yang dipercayainya merupakan Baekhyun– karena dapat menghindari suasana akward yang diciptakan oleh Jongin.

"Pagi Jongin-ah. Aku membawakanmu kopi." Terdengar suara cempreng yeoja yang masuk pendengaran Jongin. Jongin sudah hafal dengan suara yeoja yang hampir setiap hari selama 4 tahun ini datang keapartemennya.

"Pagi noona. Dan terima kasih." Jongin segera mengambil kopi yang diletakkan baekhyun –yeoja tadi– di meja makan dekatnya.

"Kopi untukku mana nona Byun?"

"Belilah sendiri, aku hanya membelikan untuk Jongin. Bukan untukmu. Wlek!" Tanpa terpengaruh dengan Baekhyun dan Chanyeol yang saling melempar candaan, Jongin tetap melanjutkan acara makannya yang hampir selesai sesekali terlihat Ia meminum kopi pemberian Baekhyun.

"Aku selesai." Jongin segera bangkit dari duduknya dan melenggang pergi untuk berangkat ke kantor. Chanyeol dan Baekhyun hanya bisa memandang kepergian Jongin sedih.

"Apakah dia belum berubah Chanyeol-ah?"

"Butuh proses yang lama Baek. Dia terlalu lama membekukan dunianya sendiri tanpa membiarkan orang lain mencairkannya."

"Apakah Bomi belum bisa mencairkan dunianya?"

"Dia sudah mulai bisa ceria seperti biasa. Kau tahu sendiri Bomi merupakan sosok yang ceria, jadi sedikit demi sedikit dapat menularkan keceriannya pada Jongin. Tapi setelah Bomi meminta sebuah komitmen pada Jongin. Itu membangkitkan trauma Jongin kembali. Jongin kemudian memutuskan hubungan mereka."

"Dia pasti berat menerima keadaan kedua orang tuanya yang tidak pernah harmonis. Wajar jika ia tidak menyukai sebuah komitmen."

"Paman dan Bibi Kim memang keterlaluan, Ia tidak pernah memikirkan bagaimana perasaan Jongin saat itu. Mereka hanya mementingkan keegoisan mereka sendiri. Aku juga merasa bersalah pada Jongin, seandainya saja dulu aku tidak meninggalkannya sendirian di Seoul mungkin Ia tidak akan bersikap dingin seperti sekarang."

"Sudahlah Yeol, jangan menyalahkan dirimu sendiri. Yang penting sekarang, kau ada di sini untuk menemani Jongin. Sehingga Ia tidak akan kesepian lagi."

"Terima kasih Baek. Aku tak tau bagaimana aku menghadapi keadaan ini tanpa kehadiranmu. Aku beruntung bisa mendapatkan wanita sepertimu."

"Aku juga beruntung mendapatkan laki-laki tak perlu berterima kasih, bukannya itu sudah menjadi tugasku untuk menjadi tunangan yang baik." Chanyeol memeluk erat Baekhyun yang ada disampingnya.

Chanyeol dan Baekhyun merupakan pasangan kekasih yang telah bertunangan sejak 2 tahun yang lalu. Mereka berdua sangat menyayangi Jongin layaknya adik sendiri, maka tak heran jika Baekhyun dan Chanyeol berbuat berbagai cara agar Jongin tidak bersikap dingin lagi.

.

Jongin sedang memeriksa dengan teliti berkas-berkas yang ada di mejanya. Jabatan wakil direktur yang diberikan ayahnya membuat Ia harus memikul tanggung jawab yang lumayan besar. Tetapi Jongin tak merasa keberatan dengan Semua itu, toh dia memang menginginkan jabatan tersebut, karena dengan itu peluangnya untuk menjadi direktur utama Seun jin Group menjadi lebih leluasa.

"Selamat pagi wakil direktur, senang dengan jabatanmu sekarang?" Jongin menyeringai mendengar pertanyaan sarkatis dari seseorang yang masuk kedalam ruangan pribadinya dengan seenaknya itu.

"Tentu saja! Apalagi aku mendapatkan jabatan ini dengan kau keberatan Lee Taemin?"

"Well, sebenarnya aku sedikit keberatan. Tapi mengingat jabatan yang kau tempati hanya bertahan beberapa saat, ya.. aku membiarkan itu." Lee Taemin, Laki-laki yang mendatangi Jongin tak mau kalah, ia menyeringai saat tatapan matanya bertemu dengan Jongin.

"Wah, baguslah jika kau mengerti, Aku memang hanya sebentar memegang jabatan wakil direktur, karena sebentar lagi aku akan memenag jabatan direkutur utama Seung Jin Group." Melihat raut wajah tegang di depannya, Jongin dengan bangganya menyeringai senang. Dia senang membuat laki-laki didepannya tersebut ketakutan dengan posisinya sekarang.

"Tak akan aku biarkan kau menempati posisi direktur utama! Karena posisi tersebut adalah milikku!" Dengan kesal laki-laki tersebut pergi meninggalkan ruangan Jongin.

"Akupun juga akan mempertahankan milikku, sepupu." Setelah menerima tamu yang tak diundang tersebut yang tak lain adalah sepupunya sendiri, Jongin kembali meneruskan memeriksa berkas-berkas perusahaan.

Lee Taemin, saudara sepupu Jongin. Taemin berambisi untuk mengambil alih Seung Jin Group. Selama ini Taemin dan ayahnya hanya menjadi bayang-bayang dari Ayah Jongin, dan sekarang ia kembali di hadapkan dengan Jongin yang juga berambisi untuk menguasai Seung Jin Group. Taemin tidak akan begitu saja dengan rela jika jabatan Direktur utama di tempati oleh Jongin. Dia dengan segala ambisinya akan mendapatkan Jabatan itu dengan cara apapun.

"Wakil Presdir, aku membawakan berkas baru yang harus anda tanda tangani. Saya telah meneliti berkas tersebut mungkin anda perlu mempertimbangkan proposal itu kembali."

"Baiklah sekretaris Kim. Apakah ada perkembangan baru dalam bursa direktur utama?"

"Belum ada perkembangan dari pihak Lee Taemin, sepertinya mereka masih mencari cara untuk menjatuhkan anda, wakil presdir."

"Aku menanti waktu itu akan terjadi. Terima kasih sekretaris Kim. Aku tunggu perkembangan selanjutnya."

"Kalau begitu saya undur diri dulu." Kim Jongdae atau yang lebih sering dipanggil dengan Sekretaris Kim oleh Jongin merupakan sekretaris pribadi Jongin sekaligus kaki tangannya. Jongdae di pekerjakan oleh Tn. Kim –ayah Jongin– untuk membimbing Jongin dalam menangani Seung Jin Group. Selain menjadi sekretaris pribadi, Jongdae juga mendapat tugas tambahan untuk selalu mengawasi Jongin, dan Chanyeol-lah yang memberikan tugas tersebut. Chanyeol dan Jongdae merupakan teman semasa kuliah, Jongdae yang menganggap Chanyeol adalah saudaranya mengiyakan tugas yang diberikan padanya.

.

Suara gelas yang pecah menjadi background dalam ruangan yang sepi tersebut.

"Kim Jongin! Tak akan aku biarkan kau bisa menguasai Seung Jin group." Taemin kemudian menghubungi seseorang yang akan membantunya menghancurkan Jongin.

"Abeoji, kita jalankan rencana kita" Setelahnya Taemin mematikan sambungan telepon dengan ayahnya. Dia sudah menyiapkan sebuah rencana untuk menghalangi Jongin menjadi predir utama Sung Jin group.

"Kim Jongin! Tamatlah riwayatmu." Taemin menyeringai senang membayangkan rencana yang sudah ia susun secara matang akan berjalan lancar.

~0~

Kyungsoo merasa bosan saat ini, Ia hanya sendiri dirumah. Sehun masih ada di kampus, sedangkan Ia malas untuk keluar dari kamarnya. Kyungsoo sangat tak menyukai kehadiran Soojung dirumahnya. Kyungsoo masih ingat saat di mana soojung pertama kali datang kerumahnya. Saat itu adalah saat satu tahun Ibu Kyungsoo pergi dari rumah dan sampai sekarang Kyungsoo masih belum mengerti kenapa Ibunya bisa meninggalkannya.

Flashback

Kyungsoo sedang mengerjakan tugas keseniannya dan Sehun sedang memainkan PSP di sofa ketika mendengar suara langkah kaki memasuki ruang keluarga. Kyungsoo tetap melanjutkan acara mengerjakan tugasnya tanpa sama sekali tertarik mengetahui siapa yang datang, berbeda dengan Sehun yang antusias menyambut seseorang tersebut. Karena mereka yakin yang datang adalah ayah mereka berdua. Dan ternyata, benar yang datang merupakan Tn. Do, tetapi sang ayah tidak datang sendirian, Ia datang bersama seorang gadis kecil. Sehun yang semula antusias mulai menunjukkan raut wajah tak sukanya. Ia paling tak suka jika ada orang asing masuk dalam kehidupannya.

"Appa, siapa anak itu?" Suara ketus Sehun tak dapat ditutupi ketika ia bertanya kepada sang . Do memberikan senyumnya ketika mendengar pertanyaan anaknya.

"Kyungsoo-ya, Sehun-ah. Perkenalkan ini adik kalian. Ayo sayang perkenalkan dirimu." Tn. Do menyuruh gadis kecil yang usianya sekitar 12 tahun disampingnya itu menyapa kedua kakaknya.

"Annyeonghaseyo, Kyungsoo unni, Sehun oppa. Namaku Do Soojung. Senang bertemu dengan kalian." Soojung menyapa kedua kakaknya dengan ceria . Dia sudah menanti dengan lama untuk bisa bertemu dengan kedua kakaknya. Selama ini Ia hidup berpisah dari ayah dan kedua kakanya. Ia tinggal di rumah ayahnya yang lain dan tinggal di sana dengan pengasuhnya.

Mendengar perkataan ayahnya, Kyungsoo dan Sehun pun terkejut. Bagaimana bisa Ia mempunyai adik. Selama ini Ia tak pernah melihat Ibu mereka menggendong bahkan melahirkan seorang bayi perempuan.

"Dia bukan adikku." Kyungsoo menanggapi dengan ketus, sedangkan Sehun hanya memberikan raut datarnya. Soojung yang semula berwajah ceria ketika bisa bertemu dengan kedua kakaknya berubah menjadi muram. Ia tidak menyangka bahwa sambutan dari kedua kakaknya bisa sedingin ini.

"Do Kyungsoo, jaga ucapanmu."

"Apa peduliku. Dia memang bukan adikku. Aku tidak akan pernah sudi menerima dia menjadi adikku.!" Kyungsoo sedikit membentak kepada ayahnya.

"Soojung-ie. Pergilah ke kamarmu di lantai atas. Ayah harus berbicara dulu dengan kedua kakakmu." Dengan raut muka yang akan menangis karena mendengar perkataan kakaknya, Soojung pun berlari menuju kamarnya yang ada di lantai dua.

"Soo-ya dengarkan dulu penjelasan Appa."

"Apalagi yang harus Appa jelaskan? Aku dan Sehun sudah sakit hati ketika harus melihat Eomma pergi dari rumah ini dan sekarang Appa membawa seorang anak perempuan yang kemudian Appa perkenalkan sebagai adikku. Apa menurut Appa aku bisa menerima semua ini?"

"Aku tahu sekarang Appa, kenapa Eomma meninggalkan rumah ini?" Sehun memandang kakaknya dengan raut bingun. Memang selama ini Ia tidak mengetahui alasan di balik perginya sang Eomma. Dulu Sehun terlalu kecil untuk mengetahui semua ini, karena saat kecil Sehun merupakan sosok yang manja tidak peka dengan kepergian Ibunya.

"Eomma meninggalkan rumah ini, pasti gara-gara anak itu kan? Ayah berselingkung dengan wanita lain dibelakang Eomma kemudian Eomma mengetahuinya. Karena Eomma tak tahan hidup bersama Appa karena Appa memiliki wanita lain, Eomma lebih memilih pergi dari rumah ini. Aku benarkan Appa?" Kyungsoo meluapkan semua kekesalannya.

PLAKK

Tn. Do menampar pipi Kyungsoo dengan keras. Kyungsoo menahan isak tangisnya ketika tahu sang ayah menamparnya. Ia tidak menyangka, selama ini sang ayah tidak pernah sekalipun melakukan kekerasan fisik padanya maupun pada Sehun, tetapi setelah kepergian Ibunya, ayahnya sudah berubah menjadi laki-laki kasar. Sehun yang melihat sang kakak ditampar oleh ayah mereka membulatkan matanya tak percaya.

"Ma- maafkan Appa Soo-ya. Appa benar-benar khilaf saat menamparmu tadi." Tn. Do sangat merasa bersalah telah menampar putri kesayangannya itu. Iat kalut ketika mendengar perkataan Kyungsoo yang menusuk hatinya tadi.

" Jadi benarkan dugaanku. Aku benci Appa." Setelahnya Kyungsoo berlari menuju kamarnya yang dilantai atas. Tn. Do yang meilhat Kyungsoo menangis karena perbuatannya hanya dapat mematung ditempat. Sehun yang melihat sang noona pun dengan segera menyusulnya. Ia tak suka jika noonanya menangis.

Flashback End

Setelah kejadian tersebut, Kyungsoo mulai membenci Soojung dan ayahnya. Setiap kali dia berada dalam satu ruang dengan mereka, dengan segera pula Kyungsoo meninggalkan ruangan tersebut. Tetapi kelakuan Kyungsoo tersebut hanya berlangsung selama beberapa bulan saja, karena saat itu Soojung memutuskan untuk masuk ke sekolah yang memiliki asrama. Soojung merasa kakaknya membencinya dan ia lebih memilih sekolah yang memiliki sistem asrama karena ia akan jarang berada di rumah, Ia juga berharap setelah berjalannya waktu, kedua kakaknya mau menerima keberadaannya sebagai adik.

Dan dengan seiring berjalannya waktu pun Kyungsoo dan Sehun sedikit demi sedikit dapat menerima keadaan. Tetapi tetap saja Kyungsoo belum bisa menerima keberadaan Soojung di rumah. Walaupun ia sudah bisa memaafkan sang ayah, tetapi tetap saja ia kecewa dengan ayahnya.

Memikirkan kejadian itu membuat Kyungsoo mendengus tak suka. Soojung memang adiknya tapi berbeda ibu dan Kyungsoo benci mengingat bahwa gara-gara Soojung dan Ibunya membuat keluarganya hancur. Kyungsoo tidak akan pernah mau memaafkan dan menganggap Soojung sebagai adik, tidak sebelum Kyungsoo mengetahui kebenaran sang sesungguhnya.

.

Kyungsoo sekali lagi hanya berguling-guling tak jelas di kasurnya. Biasanya dia akan hang out bersama kekasihnya jika sedang bosan seperti ini. Tetapi saat ini dia sedang tidak memiliki kekasih dan tidak ada laki-laki yang dekat dengannya, jadi ia hanya melakukan kegiatan absurd di rumah. Sebenarnya banyak yang mengejar-ngejar Kyungsoo, tapi gadis tersebut malas untuk menanggapi para laki-laki itu.

Ketika melihat jam dinding di kamarnya yang sekarang menunjukkan pukul 3 sore, Kyungsoo pun berinisiatif untuk mengirim pesan ke Sehun karena jam segini biasanya Sehun telah selesai jam kuliahnya.

To: Baby Hun

Hun-ah, jam berapa pulang? Noona bosan di rumah

Kyungsoo menunggu balasan pesan dari Sehun sesaat setelah Ia mengirimkan pesannya. Dengan tak sabaran dai memandangi terus-terusan layar smartphonenya. Satu menit kemudian Smartphone Kyungsoo berbunyi dengan singkat, menandakan bahwa terdapat pesan masuk.

From: Baby Hun

15 menit lagi noona.

Kyungsoo kegirangan setelah membaca pesan dari Sehun. Setelahnya Kyungsoo melompat turun dari ranjang dan berlari keluar kamarnya. Kemana lagi kalo bukan kamar sang adik.

.

Sehun sudah tak lagi terkejut jika melihat sang kakak tidur dengan manis di ranjang king size-nya. Kyungsoo memang sering menunggu Sehun di kamarnya daripada menunggunya di tempat lain.

"Aigoo, uri Sehun-ie sudah pulang, sini-sini noona peluk dulu." Sehun pun segera mendekatkan tubuhnya kepada sang kakak yang telah duduk di pinggir ranjang agar kakaknya dapat memeluknya. Setelah selasai dengan acara pelukannya Sehun kemudian ikut mendudukkan dirinya di ranjang.

"Apa malam ini kau ada pertandingan Hun-ah?"

"Iya, wae?"

"Bolehkah noona malam ini ikut ke sirkuit. Noona bosan sekali di rumah dan noona sedang malas pergi ke Club malam ini."

"Tidak boleh! Sudah berapa kali aku bilang, noona tak boleh ikut ke sirkuit. Disana sangat berbahaya."

"Ayolah Hun-ah. Aku sangat bosan dirumah. Aku disana pasti baik-baik saja, kau tak usah khawatir."

"Tetap tak boleh. Aku tak mau mengambil resiko."

"Ayolah Hun-ah~. Boleh ya? Boleh ya? Eung~ eung~" Skakmat, Kyungsoo mengeluarkan jurus aegyeonya. Dan Sehun paling lemah dengan aegyeo yang diberikan oleh Kyungsoo dan sang kekasih, Luhan jago beraegyeo ngomong-ngomong. Apalagi dengan pandangan puppy kakaknya, Bunuh saja Sehun sekarang.

'Ck, pasti belajar dari Luhan noona.'

"Baiklah, tapi hanya untuk malam ini saja Noona ikut aku ke sirkuit. Untuk selanjutnya tak akan aku biarkan noona datang ketempat itu lagi." Sehun memang tak pernah mau mengajak Kyungsoo ke sirkuit balap. Bahkan Sehun juga tak pernah memperbolehkan Luhan untuk melihatnya bertanding.

.

Malam hampir larut ketika Sehun dan Kyungsoo turun ke lantai satu. Mereka dapat melihat Soojung dan ayah mereka yang sedang nonton tv. Tanpa mengindahkan ayah dan adiknya, Sehun dan Kyungsoo tetap melanjutkan langkah mereka menuju garasi mobil. Tn. Do yang paham dengan kebiasaan kedua anaknya itu hanya bisa menghela napas sedih.

"Apa Kyungsoo unni dan Sehun Oppa belum bisa mengubah kebiasaannya Appa?"

"Belum Soojung-ie. Doakan saja agar kedua kakakmu cepat menghentikan kebiasaan mereka karena Appa terlalu khawatir. Apalagi dengan unnimu, dia terlalu sering pergi ke Club malam dan mabuk-mabukan."

"Appa tenang saja. Sehun oppa pasti akan selalu menjaga Kyungsoo unni."

.

30 menit kemudian mobil sport Sehun memasuki area balap mobil. Disana sudah berjejer mobil-mobil mewah yang siap untuk tanding maupun hanya untuk di pamerkan. Sehun memarkirkan mobi sportnya berjejer dengan mobil-mobil tersebut. Setelah melepaskan seatbelt, Kyungsoo dan Sehun keluar dari mobil. Sehun kemudian menggandeng Kyungsoo untuk berkumpul bersama teman-temannya.

"Woww, Kyungsoo noona. You're so gorgeous tonight." Jackson salah satu teman Sehun, menyapa Kyungsoo dengan sikap playful-nya. Bagaimana tidak, malam ini Kyungsoo datang mengenakan skiny jeans hitam dipadukan dengan atasan tanktop putih dilapisi jaket kulit yang juga berwarna hitam, tak lupa ankle boots menghias kakinya. Rambutnya yang panjang Ia ikat ponytail membuat penampilan Kyungsoo nampak menggoda.

"Thanks Jackson, you're also so hot tonight." Kyungsoo memberikan wink kepada Jackson, tak pelak Jackson heboh sendiri mendapatkan wink dari Kyungsoo dan mendapatkan hadiah jitakan dari teman-temannya yang lain.

"Jauhkan tanganmu dari noonaku, Brengsek!" Sehun menggeram marah ketika melihat Jackson yang ingin merangkul pundak noonanya.

"Ou o, slowdown dude. Hahaha!"

"Tumben kau membawa Kyungsoo noona, Hun?" Jaebum teman Sehun yang duduk di atas bemper mobilnya bertanya. Karena setahunya Sehun adalah adik yang protektif pada kakaknya, tapi malam ini dengan beresiko Sehun membawa kakaknya ikut ke sirkuit.

"Dia yang memaksa ingin ikut. Ngomong-ngomong siapa yang menantangku tanding malam ini?"

"Ok Taecyeon, taruhannya mobil sport miliknya jika kau bisa mengalahkannya." Mark teman sehun yang satunya menjawab pertanyaan Sehun.

"Okey, aku akan segera bersiap. Tolong kalian jaga noonaku. Dan ingat jangan berani-beraninya kalian menggoda noonaku."

"Tenang saja Hun-ah, aku akan menjaga Kyungsoo noona dengan segenap jiwa ragaku. Kau tak usah khawatir Kyungsoo noona akan digoda oleh laki-laki lain. Benarkan Noona?" Jackson yang sebelumnya sedang asyik ngobrol dengan Kyungsoo menyahut dengan cepat mendengar perkataan Sehun, tak lupa ia memberikan wink sexy –yang menurut Sehun menjijikkan– kepada Kyungsoo.

"Yang aku khawatirkan bukan laki-laki lain tapi malah kau Wang Jackson."

"Sudahlah Hun, biar aku saja yang mengurusi playboy ini. Kau lebih baik bersiap untuk pertandingan." Jaebum melerai pertengkaran tak penting kedua temannya itu.

.

Kyungsoo dan teman-teman Sehun bersorak senang ketika mobil Sehun lah yang pertama kali mencapai garis finish. Bahkan Kyungsoo bersorak paling heboh melihat kemenangan adiknya, Ia tidak menyangka adiknya sangat lihai dalam mengendarai mobil balapnya.

Sehun dengan tampang coolnya keluar dari dalam mobil, Taecyeon yang kalahpun dengan berat hati harus memberikan mobilnya kepada Sehun. Setelah menerima hadiahnya Sehun pun kembali menuju ke tempat teman-temannya dan sang kakak berada.

"Wow Do Sehun, tak salah aku menjadikanmu driver utama dalam Group. Kau tak terkalahkan man!" Dengan segera para lelaki tersebut memberikan pelukan kemenangan bagi driver utama group mereka.

"Yuhoo~ we'll party tonight" Jackson bersorak heboh. Kemenangan Sehun berarti pesta malam ini.

"Wow, finish yang mengesankan Odult." Sehun mendengus kasar mendengar suara laki-laki menyebalkan yang selama ini menjadi rival terkuatnyanya saat di sirkuit. Sehun memang dijuluki odult saat berada di sirkuit.

"Apa maumu Kris?" Laki-laki yang dipanggil Kris tersebut hanya menyeringai mengetahui ada sedikit emosi dalam suara Sehun.

"Well aku hanya ingin mengajakmu bertanding, dengan taruhan yang berbeda. Aku ingin gadis disampingmu yang menjadi hadiahnya malam ini. So, menerima tantanganku?" Mendengar perkataan Kris barusan, Sehun mengepalkan kedua tangannya dengan kuat. Ia sudah merasakan perasaan buruk ketika tau Kris menantangnya balapan padahal anak itu sedang tidak ada jadwal tanding malam ini.

"Cih, aku tak sudi menerima tantanganmu brengsek! Asal kau tahu saja wanita ini bukan barang taruhan."

"Pecundang heh? Apa berharganya wanita itu untukmu hingga kau menjadi seorang pecundang seperti ini?"

"Itu bukan urusanmu brengsek!" Dengan segera Sehun menggandeng tangan Kyungsoo menuju mobilnya yang terparkir rapi di samping mobil Mark. Setelahnya terdengar deru mobil sport Sehun yang pergi menjauhi tempat tersebut.

"Jadi driver utama yang kalian banggakan itu hanya seorang pecundang heh? Loser!" Jaebum, Mark, dan Jackson menahan emosi mereka agar tak terpancing dengan provokasi yang dilakukan Kris. Setelah selesai dengan urusannya Kris beserta antek-anteknya menjauhi tempat tersebut. Kris sedikit kecewa karena Sehun menolak tantangannya. Dia sebenarnya tertarik dengan yeoja yang di gandeng Sehun barusan. 'Akan sangat menarik jika aku bisa merebut wanita yang kau cintai, Odult'. Kris menyeringai dia harus mencari cara lain untuk bisa menjatuhkan sang rival. Kris memang mengetahui bahwa Sehun telah memiliki kekasih, tetapi Ia tidak mengenal wanita mana yang menjadi kekasih Sehun. Mungkin dia mengira Kyungsoo sebagai kekasih Sehun.

Tanpa mereka sadari terdapat satu sosok laki-laki dengan tubuh jangkung yang menyeringai senang melihat kejadian barusan.

"Menarik. Siapa dirimu sebenarnya Do Kyungsoo."

~0~

Jongin merasa pening ketika pukul 7 malam ia baru menyelesaikan pekerjaannya hari ini. Ia adalah seorang workaholic yang akan dengan senang hati kerja lembur, bahkan jika Chanyeol tak melarangnya bekerja di weekend, ia pasti tetap bekerja di hari tersebut.

Merasa cukup untuk hari ini, Jongin memutuskan untuk pulang dan mungkin ia butuh hiburan lagi malam ini. Jongin mengambil tas dan kunci mobilnya kemudian melenggang pergi kearah lift untuk turun menuju basement tempat mobilnya terparkir.

Tak kurang dari 45 menit Jongin sampai digedung apartmennya. Setelah memarkirkan mobilnya, Jongin melangkah menuju lift untuk membawanya ke lantai 15 tempat dimana apartmennya berada. Ketika Jongin memasuki apatmennya hanya ada keadaan gelap yang menyapanya, menandakan Chanyeol belum pulang dari kantornya dan kemungkinan akan menginap di kantor mengingat deadline laporan yang harus di kerjakan. Ini tak seperti biasanya, karena Chanyeol akan selalu pulang sebelum jam 7 malam.

Setelah lebih dari 20 menit Jongin berada di kamarnya, sekarang ia telah siap untuk pergi keluar lagi. Celana jeans yang membungkus dengan apik dan kaos hitam polos yang dilapisi jaket baseball merupakan tampilan yang dipilih Jongin malam ini. Niatnya tadi ia akan pergi ke Club malam langganannya, tetapi tadi dia mendapatkan pesan dari temannya yang mengajaknya untuk menonton pertandingan balap mobil sekalian kumpul bersama setelah sekian lama tidak bertemu, Jongin pun mengurungkan niatnya untuk ke Club malam. Karena merasa pergi ke sirkuit lebih mengasyikkan dari pada ke Club Jongin pun mengiyakan ajakan temannya, sekalian ia ingin memamerkan mobil sport barunya kepada teman-temannya.

Sampainya di sirkuit balap, Jongin memarkirkan mobilnya berjejer dengan mobil sport lainnya. Ia keluar dari mobilnya dan mendatangi gerombolan laki-laki yang diyakininya merupakan teman-temannya semasa SHS-nya dulu.

"Hi Jong, lama tak ikut datang kesini. Kemana perginya Kai sang pemenang heh?" Jongin menyeringai mendengar julukannya ketika di sirkuit balap. Jongin memang pembalap handal ketika Ia masih di jenjang SHS. Tetapi setelah Ia menempuh kuliah di luar negeri, Ia kemudian meninggalkan dunia balap mobilnya.

"Belum saatnya dia keluar, Ken Hyung!"

"Mobilmu keren. Pemberian dari ayahmu heh?"

"Tentu saja, Ia hanya akan memberikanku materi di dunia ini."

Percakapan tersebut berlanjut menjadi nostalgia dengan teman-temannya semasa masih SHS dulu. Hingga kemudian mata tajamnya tak sengaja memandang sesosok yeoja menggunakan Skiny Jeans serta jaket kulit yang keluar dari mobil Sport yang baru datang. Dilihatnya yeoja tersebut di gandeng laki-laki tinggi menuju gerombolan laki-laki sedikit jauh dari tempatnya berkumpul bersama teman-temannya.

"Do Kyungsoo" Desis Jongin. Ia menyeringai senang melihat yeoja tersebut berada di tempat ini. Apalagi melihat Kyungsoo sedang menggandeng laki-laki lain padahal baru kemarin yeoja tersebut bertengkar dengan pasangannya.

"Wow odult menggandeng seorang wanita. Ini pertama kalinya aku melihat dia membawa wanita ke sirkuit." Ilhoon berseru melihat Sehun datang menggandeng seorang wanita.

"Kau mengenal laki-laki itu?"

"Tentu saja! Dia salah satu pembalam handal disini. Dia hampir menang disetiap pertandingan. Kau harus mencoba bertanding dengannya."

Tak menggubris Ilhoon yang mengoceh disampingnya, Jongin terus memandangi Kyungsoo yang sedang asyik bercakap-cakap dengan seseorang disana. Konsentrasinya sedikit terpecah ketika ia mendengar suara deru mobil yang saling bersahut-sahutan menandakan pertandingan akan segera dimulai. Dapat dilihatnya dua mobil yang sudah siap di garis start. Sekarang Jongin sedang berkonsentrasi untuk melihat pertandingan, hingga dapat dilihat mobil sehun yang finish duluan mendahului mobil satunya. Ia terus mengamati Sehun hingga kemudian melihat Sehun yang mendatangi Kyungsoo dan teman-temannya. Merasa sudah cukup untuk memandangi mereka Jongin memutuskan untuk segera beranjak pergi, tapi sebelum sejengkalpun Jongin melangkah pergi ia lebih dulu mendengar suara seseorang yang familiar di telinganya.

Jongin ikut mendengarkan perdebatan kedua laki-laki yang kelihatannya sedang membicarakan tentang taruhan. Ia menaikkan sebelah alisnya mendengar laki-laki yang bernama Kris tersebut membuat Kyungsoo sebagai taruhannya, kemudian Ia menyeringai mendengar jawaban tak terduga dari Odult yang tidak mau menjadikan Kyungsoo barang taruhannya. 'Sebegitu berharganya kau Do Kyungsoo'

Setelah melihat kejadian tersebut Jongin merasa menjadi lebih tertarik lagi dengan sosok yeoja bernama Do Kyungsoo tersebut.

"Menarik. Siapa sebenarnya dirimu Do Kyungsoo?"

"Hyung aku harus pulang sekarang, salam untuk yang lainnya."

"Baiklah Jong."

Jongin dengan segera memasuki mobil sportnya, setelah memasang seatbelt-nya Ia kemudian melajukan mobilnya menjauhi sirkuit.

Jongin sampai di aparment pada pukul 3 pagi. Setelah berganti pakaian Jongin merebahkan tubuhnya di ranjang bersiap untuk tidur. Untungnya besok adalah weekend, jadi Jongin lebih leluasa untuk bangun kesiangan.

.

Jongin baru bangun pada pukul 10, setelah membersihkan diri Jongin membawa tubuhnya ke dapur. Dilihatnya dapur yang sepi tetapi pandangan matanya dapat menangkap seonggok benda diatas meja makannya. Jongin membuka bungkusan tersebut yang ternyata didalamnya terdapat sup dan bubur beserta note diatasnya

'Jongin-ah, makanlah bubur dan sup-nya. Jika semuanya telah dingin, panaskan dulu di microwave selama 10 menit. Maaf aku tidak membangunkanmu tadi, aku terlalu terburu-buru jadi aku hanya meletakkan makanan ini dan pergi. Selamat makan^^' –Baekhyun

Setelah selesai membaca pesan tersebut, Jongin mengambil bubur dan sup yang telah dingin dan memanaskannya sesuai instruksi Baekyun. Saat sedang asyik menikmati sub dan buburnya, Jongin mendengar smartphonenya berbunyi, segera Ia mengambilnya dan melihat siapa yang menghubunginya kali ini.

"Ada apa Hyung? Tumben weekend kau menghubungiku?"

"Tadi aku mendapat pesan dari ayahmu. Beliau memintamu untuk datang makan malam dirumah malam ini. Tak ada penolakan katanya." Jongin mendengus kasar mendengar pesan yang disampaikan sekretarisnya tersebut.

"Baiklah, bilang padanya aku akan datang." Jongin mematikan sambungan telepon sepihak. Ia hanya ingin menikmati sarapnnya tanpa diganggu siapapun. Tetapi Ia sedikit kepikiran dengan pesan ayahnya tadi. Tumben sang ayah yang tidak pernah memerhatikannya itu mengajaknya makan bersama, pasti ada sesuatu.

.

.

~TBC~

.

Chap 2 is up. Semoga kalian suka. Maafkan typo yang bertebaran. Dan maafkan jika ff ini tak sesuai ekspektasi kalian. Mungkin untuk chapter-chapter berikutnya ff ini akan jarang di update. Terima kasih^^

.

Balasan Review

ruixi1:
Bukan Ibunya looh. Aku juga suka couple-nya^^. Terima kasih sudah baca

kyungs12:
semoga saja sesuai dengan ekspektasi yaa~. ini udah dilanjut. Terima kasih sudah baca^^

rly:
Hayoo siapaa? udah terjawabkan di chapter ini. Terima kasih sudah baca^^

JonginDO:
Udah aku next yaa~. Terima kasih sudah baca^^

LieZoppii:
Siapa yaa~~. Terima kasih udah baca^^

kkoch11:
Udah kejawab kann~ Terima kasih sudah baca^^

sekyungbin13:
Udah aku lanjutin~ Terima kasih udah baca^^

farydahKAISOO8812:
Terima kasih chingu-ya~~ insya allah huna rajin update. ne~ ne~ nadoo~~^^

kimra14:
udah aku lanjutin ya~baby Soo emang rada-rada najkal disini. wkwkwk Terima kasih udah baca^^

kaisooyy:
udah aku lanjutin ya~~ Terima kasih sudah baca^^

exindira:
Thank youu~~ Terima kasih sudah baca^^

LuXiaoLu:
Cieeee penasaran~~ ini aku udah fast update. Terima kasih sudah baca^^

kim fany:
Udah aku lanjutin ya~. Terima kasih sudah baca^^

.

Terima kasih bagi yang udah mau baca, fav, follow dan review cerita ini.

Kritik dan saran selalu ditunggu, agar huna semangat buat nerusin chapter berikutnya.

.

Mind to Review?