Semenjak Jonghyun terakhir menghubungi Minhyun, pria manisnya sama sekali belum membalas pesannya. Jangankan mengharapkan Minhyun menelfon balik dirinya, pesan saja tidak dibalas—bahkan tidak dibaca sama sekali.

Tak apa sih, Jonghyun kan mengerti sesibuk apa jadwal Wanna One saat ini. Bahkan ia meringis setiap melihat foto-foto terbaru Minhyun.

Permaisurinya terlihat semakin kurus, bahkan pipinya tidak se-fluffy saat terakhir mereka bertemu. Kantung matanya pun semakin terlihat. Ia tidak tega melihatnya.

Ugh.. aku merindukan Minyeonieku yang gembul.—Kim Jonghyun, penyuka 'fluffy' Minyeonie.

Jonghyun kini tengah berada di dalam kamarnya, ah tidak, kamarnya Minhyun yang ditempati olehnya. Tangannya memegang pensil dan sebuah notes yang berisikan penuh rangkaian kata-kata dan coretan disana sini. Sepertinya ia tengah menulis lirik lagu.

Matanya mengarah ke meja nakas yang berada di samping ranjang berukuran medium itu, lebih tepatnya mengarah ke figura foto yang terdapat dua polaroid didalamnya.

Polaroid dengan foto dirinya bersama Minhyun pada musim semi pertama yang mereka lewati sebagai kekasih. Dibawah pohon cherry blossom yang tengah bermekaran.

Senyuman terpatri di bibirnya kala mengingat memori tersebut. Lalu tangannya meraih ponselnya yang berada tepat di sebelah notes yang ia taruh di meja kerjanya.

Jemarinya kembali membuka aplikasi musik, dan memutar lagu yang akhir-akhir ini selalu ada di playlistnya. Samuel ft. Chungha — With U.

Bibirnya ikut melantunkan lagu tersebut. Meskipun ia malu untuk bernyanyi di depan banyak orang, namun ia terkadang bernyanyi untuk Minhyun, ya itupun karena di paksa juga sih.

Mungkin Jonghyun terlalu menghayati, ia bahkan tidak sadar bahwa ada seseorang yang mengintip di pintu kamar dengan kamera ponsel menyala di tangannya.

Kapan lagi kan menemukan momen berharga seorang Kim Jonghyun menyanyi. Batinnya terkikik dalam hati yang membuatnya setengah mati menahan tawanya.

• With U •

Minhyun baru saja selesai membersihkan badannya. Tangannya masih mengusap-usapkan handuk di rambutnya. Tubuhnya sudah terbalut kaos berwarna putih dan celana pendek berwarna hitam.

Kakinya melangkah ke arah kasurnya, lalu membaringkan setengah badannya disana, punggungnya ia senderkan di tembok.

Tangannya mengobrak-abrik tasnya, mencari ponselnya yang baru saja ia dapatkan lagi dari manajernya. Mereka sedang diberi libur tiga hari, maka dari itu, ponsel mereka dikembalikan untuk sementara.

Dorm mereka pun lebih sepi, hampir semua member Wanna One pergi jalan-jalan bersama teman-temannya. Hanya tinggal ia, serta Daniel dan Sungwoon yang tengah bersiap untuk pergi juga.

Ia menyalakan ponselnya, sambil menunggu ponselnya menyala, ia kembali mengusak-usakan handuknya di rambutnya, agar rambutnya cepat kering.

Setelah ponselnya menyala, ia menyalakan data selulernya, dan boom! ponselnya dipenuhi oleh notif yang bertumpuk-tumpuk.

Ia tersenyum saat melihat nama kekasihnya di daftar notif tersebut. Namun saat ingin membukanya, matanya terlebih dulu melihat ke notifikasi terbaru, sebuah pesan berisikan sebuah video.

Anak ini, video apa yang ia kirimkan kepadaku huh?. Batinnya, lalu membuka notifikasi itu dan memutar video yang ada di dalamnya.

Minhyum tersenyum lebar saat mulai mendengar suara khas kekasihnya yang tengah bernyanyi itu. Setelah video itu berakhir, ia baru membaca caption di pesan itu.


Lihatlah, sepertinya pangeran kura-kura mu ini sangat merindukanmu Minyeonie~ Ia bahkan bernyanyi sepanjang lagu itu berputar! Apalagi pas di bagian akhir, sangat menghayati kekekekeke~

Ps: kau tidak perlu berterima kasih, aku tau aku anak baik, benarkan Minyeonie~?

—Yang akan terus menjadi maknae-mu, Minki!


Minhyun tertawa saat membacanya, lalu jari-jarinya dengan lihai mengetik beberapa rangkai kata untuk membalas pesan dari Minki.

Hahahaha... Terima kasih atas videonya Minki-ya! Akan ku bawakan ayam dan pizza untukmu nanti!

Minhyun masih tersenyum, lalu ia men-scroll down notifikasi chat nya lagi, mencari chat dari kekasihnya dan membuka chat tersebut saat ia menemukannya.

Senyumannya semakin lebar saat membaca chat terakhir yang dikirimkan oleh Jonghyun. Hm.. telfon tidak ya?. Batinnya.

Akhirnya ia menekan ikon hijau, melakukan panggilan ke nomor kekasihnya itu. Cukup lama ia mendengarkan nada sambung tersebut. Apa dia sibuk ya? batinnya.

Baru saja ia ingin menekan ikon berwarna merah, namun suara di sambungan itu membatalkan niatnya.

"Minyeonie?"

"Ah, Nde~ ini aku Jonghyunnie~" balasnya sambil tersenyum, walaupun ia tahu Jonghyun tidak akan bisa melihatnya tersenyum.

"Apa ini benar-benar kau Minyeonie?"

"Tentu saja ini aku, kau tidak percaya ya?"

"Bagaimana bisa kau menelfonku? Bukankah jadwal kalian sangat padat?"

"Manajer sedang berbaik hati mengembalikan ponsel kami, makanya aku bisa menghubungimu Bugi-ya~"

"Geurae? Tumben sekali"

Minhyun tertawa mendengar komentar dari Jonghyun yang terkesan sarcasm. "Hei, kamu mau tahu sesuatu?" ia kembali mengeluarkan suaranya ketika selesai tertawa.

"Eum. Mwoji?"

"Aku libur untuk tiga hari kedepan"

"Oh. Kamu libur tiga hari. Baguslah"

"EH?! APA?!"

Setelahnya ia mendengar Jonghyun memekik kaget saat menyadari perkataannya, Minhyun hanya tertawa ketika mendengar suara ricuh di sebrang sana dan kemudian panggilan itu terputus.

Tak lama ponselnya kembali berbunyi, panggilan dari maknaenya, Minki.

"Ha—"

"YAK! BICARA APA SAJA KAMU SAMPAI MEMBUAT JONGHYUN PERGI TERBURU-BURU HAH?!"

Minhyun menjauhkan ponselnya dari telinganya. Demi Tuhan, telinganya sakit mendengar pekikan Minki.

"Hei, aku bahkan belum selesai memberi salam Minki!" Minhyun kembali memasang wajah batunya.

"Ya, ya, ya, Halo juga Minyeonieku sayang~"

"Ew— menggelikan" Minhyun bergidik ngeri saat Minki memanggilnya dengan nada imut yang mendayu itu dan setelahnya ia hanya mendengar suara tawa meledak dari Minki.

"Baiklah. Tapi kamu belum menjawab pertanyaanku Tuan Hwang"

Minhyun memutar bola matanya jengah mendengar panggilan dari Minki itu. "Aku hanya memberi tahu kalau aku libur sampai tiga hari kedepan" jelasnya.

"Ow~ Pantas saja ia kalang kabut mencari kunci mobil dan sebagainya..."

"Well.. have fun with him, Minyeonie~"

Pipi Minhyun memanas ketika mendengar ucapan Minki tersebut. Have fun katanya? Yang benar saja! Dasar Choi sialan Minki. Batinnya.

"Eung. Terima kasih, akan ku bawakan pizza dan chicken untukmu saat aku pulang nanti"

"Kamu yang terbaik! Aku mencintaimu Minyeonie!"

"Ya, ya, aku ju—" dengan itu, Minki dengan kurang ajarnya memutuskan panggilannya begitu saja. Bahkan Minhyun belum sempat membalas ucapannya. Dasar Maknae sialan!

Setelah panggilan itu berakhir, Minhyun mengemas barang-barangnya dan dimasukkan ke dalam tasnya. Ketika ia sudah selesai mengemasnya, Minhyun tersenyum saat mencium wangi yang sudah ia hafal sejak benerapa tahun yang lalu.

"Well.. Hello Jonghyunie" Minhyun mendongak dan memandang wajah Jonghyun, tangannya mengelus-elus lengan Jonghyun yang melingkar di pinggangnya.

"Eum. Hello Minyeonie" balasnya, matanya menatap tepat pada manik hitam sepekat arang milik Minhyun.

Minhyun tersenyum lembut, lalu mengecup sekilas sudut bibir Jonghyun. "Aku juga rindu" ucapnya tanpa basa-basi, bahkan tanpa Jonghyun bilang dia sangat merindukan Minhyun pun, Minhyun sudah menyadarinya.

Jonghyun membalas senyuman Minhyun. Bibirnya bertemu dengan pelipis Minhyun. "Sangat" tambahnya, tangannya pun semakin mengeratkan rengkuhannya pada tubuh Minhyun.

"Ya, aku tahu, amat sangat tahu" balas Minhyun tanpa memudarkan senyumannya. Tangannya masih tetap menggenggam lengan Jonghyun, dan memberikan usapan-usapan lembut disana.

Jonghyun kembali mengecup Minhyun, kali ini di puncak kepalanya. Ia merenggangkan pelukannya. "So, wanna ride with me?" ajaknya, tangannya ia tadangkan di hadapan Minhyun

Minhyun tanpa ragu meraih dan menautkan jemari mereka yang terasa sangat pas, saling melengkapi. "Kajja, let's escape from this drama for a while" balasnya masih dengan senyuman.


With U part 2/4 done!

chapt selanjutnya bakal aku private mueheheh

i kno u kno(͡° ͜ʖ ͡°) hAHA!

.

so, make sure kalian follow aku ya

itu juga kalo kalian mau baca,

kalau engga ya gapapa sih

.

soalnya walau baca part 2

terus langsung skip ke 4 jugay nambung aja sih,

tapi ga tau juga bakal ada part 4 atau engga nya muehhehe

.

See ya!

Tea, Jinseob's lil baby❤