Title : Love Confession

Author : BaekYeoleuuu

Main casts :

Byun Baek Hyun

Park Chan Yeol

Oh Sehun

Xi Luhan

Genre : Yaoi, Comedy (maybe) Romance, fluff

Rated : T

Length : Chapter

Oke author baik hati mau bales review dulu^^

Love : Thanks babe ^^ ini udah lanjut, semoga gak mengecewakan ya :D

guestestestest : Makasih say, ini uda lanjut kan ;)

AnjarW : Poor gmana nih? Baek beruntung kali bisa diterima ama yeol #dihajarbaek

rachmaiaia : oke ini uda lanjut, selamat menikmati (?) ^^

Aiiu d'freaky : udah lanjuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuutttttttttttttt t chingu wkwkwkwk XD mianhae, author babo ini takutnya ff ini gak ada yg lirik makanya tak buat ngebut dulu, nanti kalo ada peminatnya baru tak buat yg sebenarnya (?), sabar oke? Yuuppp, sehun ooc sekali pake bgt.. sengaja sih, pengen aja sekali2 Sehun sifatnya aneh kayak gini wkwkwkkwk XD tapi yang aneh kok kamu bilang Baekhyun agresif? Agresif dimana coba? Aku mikir keras lho chingu wktu kmu bilang baekhyun agresif. Oiya babe, thanks for following and paporitin epep ini, luv u pool #mendadak alay

SHY Fukuru : wkwkwkwk hun, kite diterimakasihin ama SHY, sungkemin yukkk #sungkeminSHY. Makasih ya babe, ntar kita liat aja yeol nya masih sok2 ngeblushing ala2 uke, apa enggak. Hahahaha thanks ya ^^

: yaiyalah dia berani, wong luhan itu kakaknya, klo baek-kan pujaan hatinya # ea ea wkwkwkwk ane tau nih sape yg dimaksud black sweet.. beruntung tuh si kkamjong dpet nama yg lebih mendingan, hahahhahaha XD wah si sehun mikir apa ya? Lets see, huahahahahhaha XD #org sarap lupa minum obat. Thanks ya babeh!

ferinaref : somplakan authornya dong u,u thanks ya say ^^

RaRa Byun : Sabar neng, sabar, ini uda lanjut kok :)

chanbaekxoxo : ne, si yeoyeol (?) uda nyimpen perasaan ke baebaek (?) sejak lama, pasti seneng bgt tuh dia, padahal dia nya gak tau kalo si baebaek gak suka beneran sama dia huaahahahhaha XD kecian lu yeoyeol #plak

Shippo P : Sabar sayang, ini udah lanjut, tapi kmu juga review terus ya. Pokoknya harus review terus #plak

Novey : Semoga aja ya say.. ini uda ada next chapnya ^^

Jung Eunhee : Yah, kirain beneran ikut deg2an breng yeol, taunya deg2an gra2 nunggu donlotan. Yeol kite doain aja ye donlotan die gak selese2 wkwkkwkwkwk XD peace Eunhee-ssi ._.v

Griffin 'Effie0420 : Sabar sayang, jangan sate authornya dong huwaaaaaa T.T baekhyun tolong Griffin-ssi mau sate istrimu (?) #plak Tenang aja, authornya bertanggung tanya *garing krenyeskrenyes* kok, jadi pasti tamat, asal review ttp mengalir, wkwkkwkwk XD thanks ya ^^

nuguya : wkwkwkkwkwkwk XD sebenernya sih aku juga pengennya HunBaek, tapi..tapi…tapi liat itu si yeoyeol uda ngasah golok, dienya ngancem, author ciut #plak Ini uda lanjut sayang, thanks ya ^^

6vasfas : Ini uda apdet babeh… silakan diembat (?) wkwkwkkwk XD

Jaylyn Rui : oke, oke.. ini uda dilanjut ^^

Nurfadilah : oke, baekyeol fighting! Thanks chingu ^^

Adinda Faradisa : oke, ini uda lanjut mumumumuah

haru-chan : oke, ini udah dilanjut. Salam kenal juga chingu^^

Ayyes : ini uda dilanjut say… oke,mari dukung park chanyeol, muahahhaha XD thanks ya ^^

hunhanie : uda say^^

icha : ini uda lanjut sayangku :*

Deer Panda : cukup penasarannya say, ini uda ada lanjutannya ^^

ajib4ff : wkwkwkwk XD janga ngatain uri maknae dnng #plak

Oke, thanks semua buat yang review, favorite, and follow… aku bukan apa-apa tanpa kalian, hiks :')

WARNING : THIS IS YAOI, PLEASE, DON'T LIKE DON'T READ

JUST LEAVE WITHOUT ANY COMMENT

.

.

.

.

.

"Sebenarnya selama ini aku menyukaimu. Maukah..kau jadi kekasihku?"

DEG

DEG

DEG

DEG

DEG

Si idiot Park Chanyeol hanya melongo, mungkin terlalu shock. Ia mengerjap-erjapkan matanya beberapa kali. Apa dia tidak salah dengar tadi?

"Kalau kau memang sudah punya kekasih tidak apa kok, hehe.." Baekhyun tertawa kikuk. Ya tuhan, semoga setelah ini ia tidak dipermalukan.

"Tentu saja, aku akan jadi kekasihmu. Dengan senang hati."

.

.

.

.

Chapter 2

.

.

.

.

.

Baekhyun melongo.

Satu detik

Dua detik

Lima detik

Ngiiing ngggiiiinnggg -_- #backsound gagal

Baekhyun tersadar saat suara seekor lalat terngiang di telinganya.

Mengerjapkan mata.

Sekali.

Dua kali.

Tiga kali.

"Ne?"

Setelah loading berjam-jam -_- hanya itulah yang bisa ia keluarkan dari bibir sexynya.

"Aku bilang aku bersedia Baekhyun-ah. Dengan senang hati. Aku juga menyukaimu."

Bibir mungilnya sedikit terbuka, lalu kedua mata sipitnya memperhatikan lekat-lekat sosok idiot yang sedang tersenyum lebar di depannya. Apa-apaan ini? Apa dia bermaksud selingkuh dari Luhan? Atau jangan-jangan dia memang tidak ada hubungannya dengan Luhan?

"Wah kau pasti terlalu senang ya, sampai melongo tidak percaya begitu. Tenang saja, aku juga menyukaimu. Aku tidak bohong, aku sudah menyukaimu sejak kelas satu." Tubuh besar itu memeluk sosok mungil di depannya erat. Terlalu erat bahkan sampai Baekhyun terbatuk-batuk dengan lidah menjulur-_-

"leepppaaassshhh uhuk uhuk."

Chanyeol melepaskan pelukannya membuat nafas Baekhyun yang sesak mulai normal kembali. Tapi ia masih terbatuk-batuk sedangkan mukanya sudah memerah. Bukan memerah karena malu ya, hell no! untuk apa dia malu, yang tadi itu lebih terlihat seperti percobaan pembunuhan daripada pelukan.

"Kalau begitu aku boleh memanggilmu chagi kan?" orang di depan Baekhyun itu menunjukkan ekspresi menggemaskan seperti anak anjing yang sedang mengiba. Uh, Sehun juga sering melakukan itu, tapi kenapa saat orang ini yang melakukannya Baekhyun serasa ingin mencari kantong muntah ya?

Entahlah.

"Uh, terserah kau saja, hehehe.." Baekhyun rasanya ingin menangis sekarang. Kenapa jadi begini? Seharusnya kan orang bernama Park Chan Yeol ini menolaknya dengan alasan bahwa dia sudah punya pacar bernama Xi Luhan. Kenapa jadi begini sih?

Kalau tiba-tiba Baekhyun bilang, 'hahahahaha maaf ya sebenarnya aku tidak menyukaimu. Aku hanya mau memastikan apa kau ada hubungan dengan Xi Luhan. Itu saja, sebenarnya aku tidak menyukaimu, maaf ya.' What the hell? Dia harus bicara seperti itu? Lebih baik kubur Baekhyun sekarang, atau sekalian saja buang dia ke sumur paling dalam di dunia.

Oh, Baekhyun ingat. Ada seseorang yang bertanggung jawab di sini. Oh Sehun. Kau mati hari ini!

"Ayo, chagi.. apa kau ingin makan siang denganku?"

Suara khas ajussi itu terdengar lagi. Baekhyun mendongakkan kepalanya melihat wajah si raksasa idiot yang masih saja terus tersenyum. "Oh, itu..aku hari ini sedang tidak enak badan. Aku akan pulang sekarang, maaf ya, mungkin lain kali."

"Oh jeongmal? Kau sakit? Jadi kau tidak akan ikut kelas malam hari ini?"

Baekhyun menyingkirkan tangan Chanyeol dari dahinya lalu menggeleng sambil memaksakan tersenyum. "Tidak. Aku akan pulang sekarang. Aku benar-benar tidak enak badan."

"Benarkah? Oh, baiklah, aku akan mengantarmu chagi. Ayo ikut aku!" Chanyeol menarik pergelangan tangannya sementara Baekhyun hanya tertunduk lemas. Tadi dia yakin dia baik-baik saja, tapi entah kenapa sejak beberapa menit yang lalu, kepalanya terasa berputar-putar dan seluruh isi perutnya seperti ingin keluar. Mungkin efek melihat wajah di depannya ini.

"Aku tidak apa-apa kalau pulang sendiri Chanyeol-ah, kau kembalilah ke kelas."

Percuma, karena sekarang Chanyeol sudah memasangkan helm ke kepala Baekhyun.

Baekhyun mendengus sebal sementara si kepala batu—kenapa begitu banyak nama untuk si raksasa ini—sekarang sibuk dengan ponselnya yang tiba-tiba berdering.

"Apa hyung? Aish..sudah kubilang, aku ada kelas malam. Hyung pulang sendiri saja."

"…"

"LUHAN HYUUUNGGG!"

Baekhyun memandang wajah Chanyeol yang terlihat kesal dengan alis berkerut. Ada apa sampai Chanyeol menjerit begitu? "Ada apa Chanyeol-ah?" tanyanya antara mau tau dan tak mau tau juga sebenarnya #plak

"Hyungku minta dijemput. Hihh, apa-apaan dia? Adiknya yang tampan ini kan ada kelas malam, mana bisa mejemputnya!"

"Hyung?" loadiiiiiiiinggggg.. "Nama hyung mu Luhan?"

Chanyeol memandang Baekhyun heran lalu mengangguk. "Iya, memangnya kenapa?"

'hah?' batin Baekhyun menjerit.

Mari kita lakukan analisis sejenak.

Park Chanyeol.

Xi Luhan.

Bermarga Park.

Bermarga Xi.

Tinggi super.

Kerdil super.

Senyum idiot.

Senyum menawan.

Mata besar.

Mata sipit.

Suara khas ajussi.

Suara lembut.

What the hell?

Mereka sama sekali tidak mirip.

Dari sudut mana pun.

Baekhyun ingin membunuh seseorang sekarang.

"Sudahlah chagi, ayo kuantar pulang. Wajahmu sudah pucat."

Baekhyun tersadar lalu memasrahkan dirinya duduk di boncengan motor Chanyeol. Ia menggenggam blazer Chanyeol sebagai pegangannya. Tapi siapa sangka, orang idiot ini melajukan motornya seolah-olah ingin membuat kendaraan beroda dua itu terbang sanking kencangnya. Kepala Baekhyun berputar cepat saat merasakan tubuhnya hampir terbang karena ulah Chanyeol. Ia hampir saja menjerit heboh seperti saat seorang anak perempuan menonton film horor, namun hal itu diurungkannya karena ia tidak ingin merusak citra baik di depan sang 'namjachingu'.

Namjachingu eoh? Kalau kalian ingin Baekhyun mendengar kata itu tolong sediakan kantong muntah sekaligus ok?

Baekhyun bahkan belum sempat memikirkan tentang bagaimana dia harus menghabisi Sehun, mereka sudah sampai di depan rumah Baekhyun.

Wow, hebat.

Jika Baekhyun naik bus, dia membutuhkan waktu sekitar lima belas menit lebih untuk sampai, tapi sekarang terasa seperti satu kedipan mata saat naik motor Chanyeol. Oke, ini berlebihan. Baekhyun sepertinya mulai hiperbolis.

Oh, Byun Baek Hyun, ingatlah untuk mengambil jurusan sastra saat kau kuliah nanti.

Lupakan soal hiperbolis dan jurusan sastra, sekarang kita kembali pada Baekhyun yang bingung mengatakan apa selain terima kasih yang baru saja ia ucapkan. Apa dia harus mengatakan, 'pulanglah sayang, hati-hati di jalan' atau 'kembalilah ke sekolah, nanti malam jangan lupa telepon aku.' Atau 'jangan khawatirkan aku sayang, aku akan segera sembuh setelah istirahat nanti.'

Heh? Memikirkannya saja sudah membuat Baekhyun mual. Dia harus memanggil raksasa dengan senyum overdosis ini 'sayang'? Yang benar saja!

"Baiklah, aku pergi dulu." Akhirnya Chanyeol juga yang memecahkan keheningan di antara mereka. Baekhyun mulai berpikir, pasti tulang pipinya terasa pegal karena hampir selalu tersenyum, yah, semoga saja giginya tidak menghitam karena tertimpa sinar matahari terlalu lama.

Astaga, ternyata selain hiperbolis, Baekhyun juga mengidap penyakit bodoh tingkat akut, bagaimana mungkin gigi menghitam karena tertimpa sinar matahari? Apa dia sedang menyamakan gigi Chanyeol dengan kulitnya yang seputih susu itu? Setelah ini, sebaiknya Baekhyun harus dicekoki dengan buku-buku biologi dan kesehatan agar pemikiran bodoh begini menghilang dari hidupnya.

"Ya, aku masuk dulu, annyeong!" Baekhyun melengkungkan sedikit bibirnya, tapi tidak terlalu mengekspos giginya. Ia takut giginya menghitam di tengah terik begini.

Oh Byun Baekhyun, jangan lagi please. Ketampananmu terlihat sia-sia kalau pemikiranmu sebodoh ini.

Motor Chanyeol berlalu begitu saja, Baekhyun pun mulai melangkahkan kakinya gontai. Ia membuka pintu dan disambut pemandangan Sehun yang sedang tiduran di sofanya sambil membaca komik. Dasar maling kecil, selalu saja masuk ke rumah orang lain tanpa sepengetahuan pemiliknya.

Melihat wajah Sehun, amarah Baekhyun naik lagi. Ia mulai teringat akan rencana-rencananya untuk menghabisi nyawa Sehun sekarang.

"Komiknya seru Oh Sehun?" tanyanya. Sebenarnya dari nada bicaranya saja, semua orang pasti sudah tau ada makna lain selain menanyakan tentang komik, tapi sepertinya IQ Sehun tidak cukup untuk menyadari itu.

Oh oke, itu tidak ada hubungannya dengan IQ.

"Seru hyung. Aku baru tau ada komik seseru ini!"

"Oh begitu ya. Wah, aku juga ingin membacanya kalau begitu. Tapi boleh kan kalau aku menghabisi nyawamu dulu?"

Menghabisi.

Nyawamu.

Dulu.

Oh Sehun—walaupun sangat lambat—akhirnya menyadari betapa berbahayanya kalimat Baekhyun bernada 'manis' itu. Ia mendongakkan kepala, menemukan seringai mengerikan di wajah Baekhyun dan dengan itu pula ia beringsut mundur.

"Ada apa hyung?" tanyanya ragu, namun saat melihat Baekhyun semakin mendekat, Sehun berlari.

BRAK, BRUK, PRANG #gagal lagi -_-

Sehun terus berlari menghindari Baekhyun yang mulai melemparinya dengan berbagai benda. Mulai darii setumpuk komik yang ia letakkan di meja, kaleng biskuit, bantal sofa, remote tv, oh untung Baekhyun tidak melemparnya dengan gelas.

"Semua ini gara-gara kau Oh Sehun brengsek! Bisa-bisanya aku menuruti saran bodohmu. Menembak Chanyeol katamu? KAU MATI HARI INI JUGA OH SEHUN!"

BRUK

Sepatu yang baru saja dilemparnya mendarat di dinding. Astaga, untung Sehun cepat menghindar, padahal tadi sepatu itu hampir mendarat di dahinya.

"Sabar hyung, kita bicarakan baik-baik. Astaga hyung, berhenti melempariku!" Sehun berlari ke dapur dimana di belakangnya Baekhyun masih mengejarnya dan baru saja melempar Sehun (lagi) dengan kemoceng yang ia dapat entah dari mana. Mereka berkejar-kejaran mengelilingi meja makan, dan Baekhyun melemparkan buah apel yang ada di meja makan pada Sehun. Untung (lagi) Sehun berhasil menghindar.

"SABAR KATAMU HAH? SETELAH MEMBUATKU MENJALIN HUBUNGAN DENGAN ORANG IDIOT SEPERTI PARK CHANYEOL, KAU MASIH BISA MENYURUHKU UNTUK SABAR?" Baekhyun masih mengejar Sehun walau pada kenyataannya mereka hanya berlari mengelilingi meja makan.

"Dia menerimamu hyung?" Sehun berhenti sebentar namun segera berlari saat Baekhyun makin dekat dengan sebuah jeruk di tangannya.

"KAU MASIH BERANI TANYA HAH?"

BRUK

Jeruk yang baru saja dilemparkan Baekhyun mendarat di pintu kamar mandi sesaat setelah Sehun masuk ke dalam dan mengunci dirinya di sana. "KELUAR KAU OH SEHUN!" Teriak Baekhyun lagi dan lagi. Baek, ingat setelah ini kau harus memeriksakan tenggorokanmu okay?

"Tidak mau. Kalau aku keluar pasti hyung melemparku lagi. Katakan saja dari situ, aku akan mendengar dari sini. Jadi kenapa hyung marah-marah begini? Apa Park Chanyeol menerima hyung? Tapi kenapa? Dia kan sudah punya Luhan." Teriak Sehun dari balik pintu kamar mandi.

"LUHAN KATAMU? LUHAN SIALAN MENYEBALKAN MEMUAKKAN ITU HYUNGNYA BODOH! HYUNG! BAGAIMANA MUNGKIN KAU TIDAK MENGENAL ADIK NAMJACHINGUMU SENDIRI?"

"Jeongmalyo hyung? Setauku Luhan hyung tinggal sendiri di apartemennya." kepala Sehun menyembul dari balik pintu dan sudah dapat ditebak yang terjadi selanjutnya adalah….

…BUGH

Sepatu Baekhyun sebelah kiri—yang kanan sudah ia lempar tadi—melayang dan mendarat lulus di wajah mulus Oh Sehun.

"Rasakan itu!" Baekhyun tampak puas melihat sepatunya mendarat di tempat yang tepat.

"HUWAAAAAAAAAAAAAAA…. HYUNG KAU MEMBUAT HIDUNGKU BERDARAH!" Tangis khas Sehun pecah sambil menyeka cairan merah dari hidungnya. "Astaga, apa hidungku akan menyusut? Huwaaaaaaa…"

"Kau pantas mendapatkannya." Celetuk Baekhyun. "Rencanamu berhasil Oh Sehun. Kau sekarang sudah tau kepastian hubungan Luhan-mu itu dengan Chanyeol, tapi gara-gara rencana bodohmu itu juga aku harus merelakan sejarah pacar pertamaku dengan cerita bodoh seperti ini."

"Sudahlah hyung. Tidak rugi juga kan berpacaran dengan Chanyeol? Setidaknya hyung bisa menghemat ongkos naik bus."

"KAU MAU MATI YA?"

"Ampun hyung!" Sehun berlari dan aksi saling kejar mengejar terjadi lagi. -_-

.

.

.

.

Sehun berakhir menjadi babu sementara di rumah Baekhyun. Akibat kekacauan tadi rumahnya sangat berantakan, dan Baekhyun menyuruh Sehun membereskan semuanya sementara Baekhyun sendiri hanya berbaring di sofa sambil memakan biskuit dengan komik yang dibaca Sehun tadi di tangannya.

Sehun sedang mengepel lantai—di lantai itu kotak susu yang dilempar Baekhyun jatuh dan tumpah—sambil memandang tajam ke arah Baekhyun. Di kepalanya ia mulai menyusun sesuatu untuk membalas Baekhyun. Setelah sebuah sepatu yang mendarat di wajahnya yang tampan ini, sekarang dia harus membersihkan sesuatu yang Baekhyun kacaukan. Rumah ini milik Baekhyun, yang mengacaukannya juga Baekhyun, tapi dia membuat Sehun membereskan semuanya.

Sialnya lagi, Baekhyun menyuruhnya mengepel dengan kain hingga Sehun berakhir dengan berlutut di lantai lalu melapkan kain ke permukaan lantai dengan dua tangan, khas pembantu. Oh tidak, pembantu di rumah Sehun bahkan tidak mengepel dengan cara seperti ini.

"Bukannya kau ada kelas malam hari ini hyung?" Sehun bersumpah dia hanya ingin memecah keheningan, tapi Baekhyun malah menatapnya tajam. "Kau masih berani banyak tanya ya! Kepalaku sudah hampir pecah karena ulahmu, sekarang kau menyuruhku untuk ikut kelas malam? Kau mau kujadikan bibimbap Oh Sehun?"

Sehun bungkam lalu menunduk melanjutkan pekerjaannya. Ia mencibir tanpa suara, namun tiba-tiba saja ia ingat sesuatu. Ia menyeringai tanpa dilihat oleh Baekhyun lalu merangkak ke sofa tempat Baekhyun berbaring.

"Hyung~~~" panggilnya dengan nada yang uhhh, membuat Baekhyun bergidik. Baekhyun menoleh ke samping dan menemukan Sehun yang sedang mengerjap-erjapkan matanya lucu. "Sehunie lelah hyung. Sehunie boleh berhenti sekarang kan?" tanyanya dengan nada yang sama.

"Tidak mempan bodoh." Baekhyun mendorong dahi Sehun dengan jari telunjuknya. Memang ekspresi Sehun tadi menggemaskan tapi Baekhyun harus ingat bahwa dia harus benar-benar memberi pelajaran pada Sehun.

Sehun cemberut lalu kembali ke tempatnya semula, mulai mengepel lagi tapi ia mulai mengoceh pelan, "Aku akan bilang pada eommaku tentang ini hyung."

"Katakan saja. Lalu aku akan bilang bahwa anaknya sering dihukum karena tidak menyelesaikan tugas, menghormat bendera karena terlambat, dikeluarkan dari kelas karena membuat keributan, nilai merah saat ulangan, dan yang utamanya, aku akan memberi tahu bahwa anaknya itu sudah membuatku kacau dengan rencana-rencana bodohnya."

Bibir Sehun mengerucut sebal mendengar daftar buku hitamnya yang disebut Baekhyun satu persatu. "Aku akan beritahu eommaku untuk tidak memberi makanan pada hyung lagi."

"Katakan saja. Aku bisa beli makanan siap saji di luar bodoh. Lalu aku akan beritahu Nyonya Oh tentang pemikiran pelit dan tidak ikhlas anaknya ini. Oh, pasti Nyonya Oh tidak akan memberinya makan selama seminggu,"

Bibir Sehun semakin maju. Sebal. Kenapa dia tidak pernah bisa membantah ucapan Baekhyun?

Drrrt.. Drrrrrt..

Baekhyun meraih ponselnya yang terletak di atas meja bermaksud mengangkat telepon yang masuk.

Nomor baru.

Entah kenapa perasaan Baekhyun tidak enak.

Dia melirik Sehun sebelum berkata, "Hei, angkat ini. Kalau ini Chanyeol katakan aku sedang tidur, mengerti?"

Sehun mencibir namun tetap melaksanakan perintah Baekhyun. Setelah mendekat, ia meraih ponsel Baekhyun lalu menyentuh icon telepon berwarna hijau yang ada di layar kemudian menempelkan benda persegi itu di telinganya. "Halo?"

Ada jeda beberapa detik sebelum orang di seberang telepon berbicara, "Baekhyun..?" tanya suara itu ragu.

"Ini Chanyeol ya? Maaf, Baekhyun sedang tidur. Aku Sehun, tetangganya."

"…"

"Ne."

Setelah sambungan terputus, Chanyeol mengerutkan dahinya. Dia sedang ada di kelas sekarang, tapi seonsaengnim kebetulan sedang meninggalkan kelas jadi Chanyeol memutuskan untuk menelepon Baekhyun dan ternyata Baekhyun sedang tidur. Tapi bukan itu yang membuat Chanyeol mengerutkan dahi melainkan Sehun. Sehun tetangga Baekhyun? Ia baru tau itu. Dan..kenapa dia yang mengangkat telepon Chanyeol? Apa itu berarti Sehun sedang ada di rumahnya? Di kamarnya? Di ranjangnya? Berbaring di sampingnya? Astaga…tolong ingatkan Chanyeol untuk tidak menggebrak meja sekarang.

Baekhyun itu sudah jadi kekasihnya. Si brengsek Sehun bodoh itu tidak boleh sekat-dekat dengan Baekhyun. Sialan! Seharusnya tadi Chanyeol bolos kelas malam saja dan merawat Baekhyun di rumahnya. Bodoh, bodoh, bodoh.

Ah! Setidaknya dia belum terlambat kalau ia pergi ke rumah Baekhyun sekarang. Ia akan mengusir si Sehun parasit menyebalkan itu dan menggantikannya untuk menjaga Baekhyun. Hahahahahahhahahahaha, Chanyeol tertawa dalam hati sambil menyeringai mengerikan membuat teman di sebelahnya bergidik ngeri.

Cara satu-satunya untuk keluar dari penjara mengerikan berstatus 'sekolah' ini adalah akting. Ya, akting, berpura-pura sakit dan Chanyeol bisa melakukan itu dengan baik. Sangat baik malah, sampai-sampai Kim Seonsaengnim segera mengizinkannya pulang tanpa bertanya panjang lebar.

.

.

.

.

"Hyung boleh aku minta biskuitnya?" tanya Sehun ragu-ragu. Ia sudah selesai dari pekerjaannya tadi dan sekarang sedang duduk di sofa di seberang Baekhyun.

"Boleh. Kalau kau mau yang ini." Baekhyun mengeluarkan biskuit yang sudah diikunyahnya di ujung lidah.

"Ish, kau jorok hyung."

"Yasudah kalau tidak mau." Baekhyun menelan kembali biskuitnya sementara Sehun kembali cemberut.

"Hyung, kalau jusnya?"

"Bekas kumur-kumurku mau?"

"Astaga hyung, kenapa kau pelit sekali? Padahal aku selalu.."

"Aku bercanda bodoh. Lagian kenapa kau masih bertanya begitu? Biasanya juga kan kau yang menghabiskan isi kulkasku."

Sehun tersenyum cerah mendengar penuturan Baekhyun. Lampu hijau, pikirnya. Ia bergegas ke dapur, membuka kulkas Baekhyun yang seperti surga baginya. Kulkas itu dipenuhi makanan, bukannya Sehun tidak punya makanan di kulkas di rumahnya sendiri, tapi entah kenapa makanan di rumah Baekhyun itu terasa lebih lezat daripada yang ada di rumahnya.

Astaga Oh Sehun, pemikiran macam apa itu?

Sehun mengambil beberapa makanan yang ia ingin makan serta satu kotak jus strawberry kesukaan Baekhyun—dan Sehun ikut-ikut menyukainya. Ia memakan beberapa makanan itu masih di depan kulkas, lalu membawa sisanya ke ruang tengah. Kalau kalian periksa, sekarang setengah isi kulkas Baekhyun sudah raib karena diambil oleh Sehun.

Baru saja Sehun akan melangkah ke ruang tengah dengan begitu banyak makanan di tangannya, ia mendengar suara bel pintu rumah Baekhyun yang kemudian disusul oleh teriakan Baekhyun sendiri.

"Sehun buka pintunya!"

Sehun hanya menurut. Ia meletakkan semua makanan yang ia bawa di atas meja dan sempat menangkap ekspresi begini -_- dari wajah Baekhyun melihat banyaknya makanan yang ia bawa.

Sehun berjalan ke pintu, membukanya sambil berseru, "Siapa di.."

BRUK

Sehun menutup pintu lagi tak mempedulikan ekspresi seorang namja yang berdiri di depan pintu. Ia berlari ke arah Baekhyun dengan ekspresi panik.

"CHANYEOL!" Teriaknya tanpa suara dan ekspresi panik namun dari gerak bibirnya Baekhyun tau betul apa maksud ucapan itu.

Baekhyun ikut-ikutan panik. Ia melempar komik ke atas meja lalu berbisik, "Bagaimana dia ada di sini?" mata sipitnya terus dipaksa terbuka lebih lebar. "Pokoknya kau tahan dia sebentar. Aku bersiap-siap dulu."

Sehun mengangguk mantap lalu kembali ke pintu sementara Baekhyun berlari ke kamarnya. Astaga, dia belum mengganti seragamnya sejak tadi! Baekhyun cepat-cepat melepas kemeja lalu menurunkan celananya. Ia mengambil baju sembarangan, memakainya terburu-buru bahkan hampir terjatuh saat akan memakai celananya. Setelahnya ia bergegas melompat ke tempat tidur dan membungkus dirinya di dalam selimut tebal.

"Ada perlu apa kau kemari?"

"Aku ingin menemui Baekhyun. Mungkin kau belum tau, tadi siang Baekhyun menyatakan perasaanya padaku. Kami resmi menjadi sepasang kekasih." Sehun bisa melihat seringaian di wajah Chanyeol, namun daripada memusingkan soal itu, ia lebih memikirkan Baekhyun sekarang. Apa dia sudah selesai bersiap-siap?

"Tapi dia sedang tidur."

"Tak apa. Aku akan menungguinya."

"Terserah, sekarang masuklah." Sehun memberikan celah bagi Chanyeol untuk masuk. Namun baru beberapa langkah, Chanyeol memandang Sehun dengan satu alis terangkat melihat begitu banyak makanan bergeletakan di atas meja ruang tengah.

"Kenapa? Kau mau makanan?"

"Tidak, terima kasih. Aku hanya ingin menemui Baekhyun."

"Tapi kau akan menggangu waktu istirahat Baekhyun."

"Kau ini berisik sekali. Aku ini kekasihnya. Dan lagi, aku ini sunbaemu anak kelas satu. Sopan sedikit!"

Sehun memutar bola mata malas sedangkan Chanyeol mulai mendekati sebuah pintu. "Ini kamarnya?"

"Eum…Y..ya"

Semoga saja Baekhyun sudah selesai di dalam sana.

TBC

How? Masih pantas lanjut? Kalau iya, review dong^^