Sepasang bola mata menatap tajam ke arah Jihoon squad. Bulu mata yang panjangnya upnormal tidak jadi penghalang bagi sang pemilik untuk memperhatikan gerak gerik Lee Jihoon. Walaupun jarak antara dia dengan target lumayan jauh namun kewaspadaan nya tidak pernah luntur. Kaki nya mulai melangkah ketika Jihoon Squad memasuki gedung sekolah dari pintu selatan dekat perpustakaan. Laki – laki pengintai itu mempercepat langkah nya agar tidak tertinggal jauh dari incaran. Benar saja ketika ia melangkah masuk, Jihoon sudah berjalan cukup jauh di depan nya. Tanpa pikir panjang ia kembali melangkah namun tiba – tiba sebuah tangan menarik lengan nya dan membuat langkah nya terhenti.

"Choi Seungcheol. Kita perlu bicara." suara Kang Yebin mengejutkan sang pengintai yang tak lain adalah Seungcheol.

0

0

0

0

0

Nampaknya Mingyu harus menambah daftar kebiasaan nya ke dalam list setelah ini. Mengecek smart phone nya 1 menit sekali. Seokmin sempat bingung karena Mingyu tidak biasanya terlalu fokus pada gadget. Mingyu tipikal orang yang senang bersosialisasi secara langsung dan ia tidak terlalu suka dengan mobile game. Namun seminggu terakhir nampaknya berbeda. Alih alih menanggapi cerita ayam Soonyoung hyung yang bertelur Mingyu lebih memilih untuk sibuk dengan smart phone nya. Sama hal nya dengan sekarang. Padahal Seokmin sedang menceritakan kisah haru biru nya memenangkan duel Mobile Legend untuk 5 game berturut turut.

"Aku tahu kau memang terlalu baik jika menanggapi serius ketika aku membicarakan game super keren ini. Tapi setidaknya perhatikan aku dong Kim Mingyu." gerutu Seokmin sambil mempoutkan bibirnya.

"Oh maaf kau bicara soal apa tadi?" tanya Mingyu tetapi masih fokus pada layar smart phone nya. Seokmin menyipitkan matanya tanda tidak suka dengan apa yang Mingyu lakukan pada dirinya. Seokmin langsung merebut smart phone Mingyu dan melihat apa yang sedang Mingyu baca sampai ia mengabaikan Seokmin.

"Yaaa!!! Kembalikan ponsel ku!!!" Seokmin berusaha menghindar dari Mingyu. Dia mengerutkan dahinya ketika tahu apa yang Mingyu sedang perhatikan sedari tadi.

"Kau sedang menunggu pesan dari seseorang?" tanya Seokmin. Rupanya dari tadi Mingyu membuka fitur Message . Namun yang aneh tidak ada satu pun pesan yang ada.

"Bukan urusanmu." Mingyu berhasil merebut kembali smart phone nya dan menaruhnya di kantong celana. Seokmin hanya memberikan senyuman licik.

" Jangan memberikan aku senyuman itu Lee Seokmin. Ini tidak seperti yang engkau pikirkan." kata Mingyu sambil menyeruput jus strawberry nya.

"Memang nya apa sih yang aku pikirkan Kim. Kau saja yang ke ge er an." kata Seokmin masih dengan senyum sumringah penuh maknanya.

"Memangnya aku tidak tahu apa yang kau bicarakan dengan Soonyoung hyung tadi pagi di toilet?? Kim Mingyu akhirnya bukan perjaka lagi, dia pulang larut ke apartment lelaki manis itu." kata Mingyu sambil memperagakan gaya bicara Seokmin.

"Pertama aku tidak pernah berbicar seperti idiot macam itu. Kedua aku memiliki sumber terpercaya bahwa kau memang pulang hampir larut malam dan masuk bersama ke apartment lelaki manis itu." tegas Seokmin sambil melipat kedua lengan nya di dada.

"Sumber?"

"Iyah. Anonymus."

"Jongin hyung?"

"Kau memang serba tahu Kim. Bagaimana bisa?"

"Otakmu saja yang dangkal." jawab Mingyu malas.

"Tapi benarkan kau pulang dengan dia? Si Wonwoo itu."

"Oke biar aku perjelas. Memang benar aku pulang dengan dia namun memang hanya sampai di depan pintu apartment nya saja. Dan ada alasan besar yang aku sendiri tidak tahu dan sangat ingin tahu namun pesan tak kunjung datang dari sunbae paling manis itu yang mengharuskan ku mengantar ia pulang" jelas Mingyu yang diakhiri dengan helaan napas agak panjang.

"Kenapa kau tidak menanyakan langsung. Bertemu langsung gitu."

"Sudah aku coba dan hasilnya nihil. Belum aku bisa memanggil namanya barang satu huruf pun. Jihoon sunbae sudah memberikan ku tatapan kematian. "

"Hmm aku jadi ikutan penasaran kenapa sampai segitunya. Memang kenapa kau bisa mengatakan ada alasan besar Kim?"

"Karena..." belum sempat Mingyu menyelesaikan kalimatnya ponsel mereka berbunyi. Ada pesan masuk dari Boo Seungkwan yang berisi.

Aku tahu kalian rindu.

Aku di rooftop

Mingyu dan Seokmin saling bertukar pandang. Biasanya kalau Seungkwan sudah kembali hadir dari absen lamanya dan menyuruh squad untuk kumpul di rooftop berarti ada berita cukup besar yang ingin ia beritahukan.

Tanpa pikir panjang Mingyu dan Seokmin segera beranjak dari kantin dan berjalan menuju rooftop.

0

0

0

0

0

Seungcheol mengatur napasnya dan sesekali melirik text yang ia tulis di telapak tangan nya. Dia mengepalkan tangan nya dan berdoa dalam hati. Ia yakin ia bisa. Walaupun tanpa Mingyu yang menemaninya, ia yakin bisa. Ini memang harus ia lakukan sendir.

Dengan mantap Seungcheol melangkah maju dan berhenti lumayan cukup jauh dari sosok lelaki mungil berkulit putih susu yang tak lain adalah Lee Jihoon.

Masih dengan posisi yang sama, bermain Mobile Legend, Jihoon nampaknya tidak mengetahui kedatangan Seungcheol.

Seungcheol kembali menguatkan tekadnya dan nampak yakin bahwa ia bisa melakukan rencananya dengan baik. Namun sesuatu hal terjadi dan itu meluluh lantahkan semua tekad seorang Choi Seungcheol.

"Hahaha Yes!!!" Lee Jihoon yang terkenal dengan tatapan mematikan yang bisa membunuh 10 orang sekaligus, tertawa riang dengan eye smile yang menggemaskan setelah suara Victory terdengar dari smart phone nya.

Seluruh kata kata yang Seungcheol sudah hapalkan dengan baik tiba tiba buyar karena terpana melihat senyuman Lee Jihoon yang bagi Seungcheol bisa menyembuhkan seluruh penyakit mematikan di dunia ini. Namun Seungcheol kembali sadar ketika ia beradu dengan tatapan Jihoon. Senyuman itu kembali hilang dari wajah Jihoon. Wajah kesal terpatri jelas pada Jihoon. Tanpa ba bi bu Jihoon langsung berdiri dan berniat pergi.

"Tunggu..." Seungcheol mencoba menghentikan Jihoon dan berhasil. Langkah Jihoon terhenti dan ia kembali menatap Seuncheol dengan kesal.

"Aku ingin berbicara sesuatu padamu. Tenang saja aku akan berbicara dari sini dan tidak akan menyentuh mu." Jihoon hanya menatap Seungcheol tajam dan itu membuat nyali Seungcheol agak ciut.

"Oke. Jadi begini. Lee Jihoon... Ayo tinggal bersamaku."

0

0

0

0

0

0

Masih dengan rutinitas yang sama. Mingyu kembali menjadi kasir di Coffee Shop milik ibunya sore itu. Bedanya suasan sore itu agak sedikit lebih ramai. Mungkin karena di luar sedang hujan sangat deras dan semua orang mencari kehangatan di Coffee Shop ini.

Kesibukan pekerjaan tidak menjadikan Mingyu berhenti memikirkan sosok laki laki manis yang menyita hampir seluruh ruang otak nya. Ketidak pahaman Mingyu dengan kejadian malam itu ditambah cerita Seungkwan tadi siang membuat Mingyu makin khawatir. Harusnya ia mengiyakan perkataan Seokmin soal menemui Wonwoo setelah pulang sekolah. Namun Mingyu masih ragu karena ada kejanggalan dari semua ini yang membuat Mingyu masih percaya bahwa harus Wonwoo terlebih dahulu yang menghubungi nya.

Lamunan Mingyu buyar ketika suara pintu dibuka dengan keras. Mingyu menoleh ke arah tersebut dan hampir saja ia menjatuhkan kopi pesanan pelanggan nya. Bagaimana tidak, sosok yang dari kemarin menghantui nya telah berdiri di pintu masuk Coffee Shop ibunya dengan keadaan sangat tidak baik. Basah kuyup dan nafas yang terengah engah. Mingyu setengah berlari ke arah Wonwoo.

"Sunbae..." panggil Mingyu pelan sambil memegang pundak Wonwoo yang basah.

Dan hal berikutnya adalah hal yang paling mengejutkan.

"Mi...M...Min..gyu... tolong aku" dan Wonwoo pun terjatuh pingsan di pelukan Mingyu.

a/n

Update singkat setelah sekian lama. Yuhuuu

Ada yang menonton DE kah? ayo kita bertemu

Btw saya buka GO buat SG loh... *lah jadi jualan*