Disclaimer : Naruto bukan punya author

Warning : ooc, au, typo

Fic by Euclidz

.

.

.

Chapter 1

Langit yang cerah, burung-burung berkicauan dan hutan yang rindang. Itu adalah suasana yang dialami tokoh utama fic ini

Naruto Namikaze, dia adalah seorang Trinity muda yang sedang menuju kerajaan Konoha untuk memasuki akademi khusus Trinity bersama adik angkatnya

Shion Namikaze, adik angkat Naruto. Dia terlihat sedang tertidur di dalam kereta kuda yang membawa mereka munuju Konoha. Dia menyenderkan kepalanya ke bahu kakaknya dia juga adalah seorang Trinity bertipe wizard

Kereta kuda tiba-tiba saja berhenti

"Ada apa?" Tanya Naruto kepada orang yang mengendarai kereta kuda

"Ba-bandit" pria tua yang mengendarai kereta kuda ini menjawab dengan raut wajah yang ketakutan

"Serahkan benda dan kereta kuda ini atau kalian akan mati!" Seru seseorang yang sepertinya ketua bandit yang menyerang kita

"Ada apa nii-san?" Tanya Shion, dia sepertinya baru saja terbangun

"Kita diserang bandit" balas Naruto

"Eh? Merepotkan saja" balas Shion

"Biar aku saja yang mengurus mereka. Kau diam saja disini menjaga kereta ini" kata Naruto

"Baik nii-san" balas Shion

Naruto keluar dari kerta kuda dan memasang kuda-kuda bertarung

Dia menggunakan baju berwarna coklat, celana hitam panjang dan jubah hitam, di pinggangnya terdapat sebilah pedang yang disarungnya terdapat ukiran yang rumit

"Wah wah wah, ternyata ada seseorang yang berlaga pahlawan disini" ledek pria bertubuh kekar dengan kepala botak, dipunggungnya terdapa dua kapak besar berpenampilan serba hitam sepertinya dia adalah pemimpin bandit

"Kalian semua serang dia!"

Beberapa bandit datang menyerbu Naruto

Melihat Naruto yang hanya diam saja membuat mereka menyeringai karena mengira akan menang dengan mudah

Mereka melompat bersamaan dengan pedang yang terhunus kearah Naruto

Tapi tiba-tiba saja bandit-bandit itu terjatuh dengan pedang mereka yang patah semua

Bandit yang tersisa terlihat ragu untuk menyerang

Pemimpin bandit itu melihat ukiran yang ada di sarung pedang Naruto lalu memberikan isyarat kepada anak buahnya untuk diam

"Ukiran itu. Jadi begitu, kau memiliki Artifact. Jadi kau pasti seorang Trinity" kata pemimpin bandut itu lalu menarik kedua kapak besar dari punggungnya. Kedua kapak itu juga memiliki ukiran rumit di gagangnya

Artifact adalah sebuah senjata yang dimiliki oleh Trinity saat dia menerima GIFT dari dewa. Artifact hanya bisa digunakan oleh Trinity yamg memilikinya. Artifact juga memiliki bentuk yang berbeda-beda, seperti senjata, buku bahkan sebuah pakaian tergantung dia Trinity tipe wizard atau kinght. Dan artifact tidak bisa dihancurkan bahkan oleh artifact juga

"Anak muda. Bergabunglah denganku dan kalian semua akan selamat atau kalian akan mati disini" tawar pemimpin bandit

"Maaf saja aku tidak tertarik" tolak Naruto

"Kalau begitu mati kau"

Pemimpin bandit itu langsung berlari dengan cepat kearah Naruto

Pria itu mengayunkan sebuah kapaknya ke arah bawah pada Naruto

Naruto dengan mudah menghindarinya hanya dengan menggeser badanya

Pria itu lalu mengayunkan kapaknya kesamping pada Naruto

Naruto melompat kebelakang untuk menghindarinya

Pria botak itu melompat ke arah Naruto lalu mengayunkan salah satu kapaknya

Tapi Naruto menahannya dengan pedangnya

Sebelum pemimpin bandit itu kembali menyerang, Naruto menendang perut orang itu dengan keras hingga terpental cukup jauh ke belakang

Naruto berlari kerarah pria itu lalu menyerangnya dengan sisi tumpul pedangnya ke kelanya hingga membuat orang itu pingsan (pedang Naruto bukan katana tapi pedang nys kurang lebih kaya di one piece gitu tapi ga ada yang melengkungnya)

Naruto berbalik meninggalkan orang itu

Tanpa Naruto ketahui orang itu kembali bangkit lalu mengambil salah satu kapaknya lalu menyerang Naruto

Tapi sebelum serangannya mengenai Naruto, tiba-tiba saja orang itu terkurung es

"Terima kasih Shion" kata Naruto

"Nii-san harusnya lebih hati-hati lagi. Bagaimana jika aku tidak ada" balas Shion yang dari yang dari tadi menonton terlihat kesal pada kakaknya. Dia memakai baju berwarna putih, rok berwarna hitam sedikit diatas lutut, kaus kaki hitam selutut, sepatu hitam dan juga jubah hitam seperti kakaknya. Di tangannya terdapat tonkat berwrna coklat dengan ukiran rumit yang melengkung di ujungnya dan terdapat bola merah di tengahnya

"Maaf-maaf"

Naruto dan Shion lalu masuk kembaki ke kereta kuda untuk melanjutkan kembaki perjalannan mereka

Tak lama setelah keluar dari hutan, terlihat gerbang besar ibukota kerajaan Konoha

"Lewati saja antriannyal kata Naruto

"Baik"

Mereka melewati antriannya lalu berhenti saat seorang prajurit berbaju besi lengkap dari atas ke bawah dengan lambang konoha di dada kirinya menghentikan mereka

"Berhenti disini! Jika ingin masuk kalian harus melewati pemeriksaan terlebih dahulu" kata orang itu

Naruto dan Shion keluar dari kereta lalu mengeluarkan gulungan lalu menyerahkannya kepsda orang itu

"Jadi begitu, kalian adalah Trinity yang akan memasuki akademi. Ikuti aku" kata orang itu

Naruto mengeluarkan beberapa sebuah koin perak lalu memberikannya kepada kusir sebelum mengikuti orang itu

Orang itu membawa kami memasuki gerbang ibukota Kerajaan Konoha

"Karena sekarang masih hari minggu kurasa akademi masih tutup. Bagaimana jika kalian ku antar ke penginapan?" Tanya orang itu

"Baiklah" balas Naruto

Naruto dan Shion diaantar ke sebuah penginapan yang tak jauh dari gerbang konoha. Penginapan itu bernama Golden Sun

"Sampai disini saja aku mengantar kalian" kata orang itu

"Terima kasih, eto" kata Shion

"Kotetsu"

"Terima kasih Kotetsu-san"

Naruto lalu memasuki penginapan. Penginapan itu penuh dengan orang-orang yang berkumpul di ruang makan

Naruto dan Shion menghampiri seorang perempuan berambut merah yang di meja kasir yang terlihat seumuran dengan mereka

"Selamat datang di penginapan Golden Sun, apakah kalian ingin menginap atau makan?" Tanya gadis itu

"Kami ingin menginap. Apakah ada kamar yang kosong?" Tanya Naruto

"Ada kamar kosong tapi sayangnya hanya ada satu" kata gadis itu

"Eh? Bagaimana ini?" Kata Naruto bingung

"Ya sudah tidak apa, lagian kita kan adik kakak" balas Shion

"Kau yakin?" Tanya Naruto

"Itu lebih baik dari pada tidak sama sekali" jawab Shion

"Baiklah. Aku pesan kamar itu" kataku

"Baiklah, ini kunci kamar kalian. Kamar kalian ada di lantai tiga. Tapi sebelum itu tolong tulis nama kalian dan berapa lama kalian akan menginap disini" kata gadis itu sambil menyerahkan sebuah kunci dan sebuah buku

"Baiklah" kata Naruto

'Kurasa hanya sehari saja kita menginap disini' batin Naruto lalu menuliskan nama nya dan Shion

"Baiklah. Karena karena kebetulan kalian memesan kamar unutuk dua orang. Jadi biayanya 40 koin perunggu" kata gadis itu

Naruto menyerahkan 1 buah koin perak kepada gadis itu

"Tunggu sebentar" kata gadis itu lalu mengeluarkan kembalian 60 koin perunggu pada Naruto

"Kalian juga mendapatkan bonus 2 kali makan setiap hari. Apakah kalian akan makan sekarang?" Tanya gadis itu

"Tolong antar saja ke kamarl balas Naruto

"Baiklah"

"Terima kasih, eto"

"Sara. Namaku Sara"

"Terima kasih Sara" kata Shion

Naruto dan Shion pergi menuju lantai 3 untuk ke kamar mereka

Naruto mengeluarkan kunci kamar mereka lalu membuka pintu kamar mereka

Kamar itu berisi dua buah kasur dan juga 2 buah kotak besar untuk menyimpan barang

Shion langsung saja merebahkan dirinya di sebuah kasur didekat jendela

"Hei, setidaknya bantu aku memebereskan barang" kata Naruto

"Nii-san saja yang membereskan, aku capek" balas Shion

Naruto menghela nafas panjang mendengar jawaban sang adik

Saat sedang membereskan barang tiba-tiba saja pintu kamar diketuk seseorang

Naruto berhenti membereskan barang lalu menuju pintu kamar lalu membukannya

Dibalik pintu terlihat Sara yang sedang membawa nampan berisi makanan

"Terima kasih sudah di bawakan, biar aku saja yang membawanya" kata Naruto lalu mengambil nampan yang ada ditangan Sara

Sara berbalik pergi setelah Naruto

"Ayo makan" ajak Naruto

Nampan yang dibawa naruto berisikan dua mangkuk sup, 2 potong roti dan dua gelas air

Setelah Naruto menyimpan nampan itu mereka kemudian makan

.

.

.

Mereka sekarang berada di luar pintu penginapan setelah selesai makan. Tapi saat mereka keluar mereka tidak melihat Sara di kasir

"Kita akan kemana?" Tanya Naruto

"Aku ingin melihat pasar" jawab Shion

"Kau ingin makan lagi? Tidak takut gendut?" Tanya Naruto yamg membuat Shion memukul kepalanya dengan tongkatnya

"Sakit tahu"

"Rasain, salah sendiri ngeledek adik sendiri"

"Maaf maaf"

Mereka kemudian melanjutkan perjalanan menuju pasar setelah bertanya pada orang yang lewat

Tak butuh waktu lama untuk sampai karena pasar jaraknya tak begitu jauh dari penginapan

Pasar itu penuh dengan hiruk pikuk manusia yang berlalu lalang, selain manusia ada juga ras lain seperti dwarf, elf dan beastkin

"Banyak juga ras yang berkumpuk disini" gumam Shion tapi Naruto masih bisa mendengarnya

"Ya. Menurut sejarah, sudah tidak ada lagi diskriminasi antar ras. Tapi aku tidak yakin tentang itu. Apalagi entah kenapa hanya manusia yang menjadi Trinity" balas Naruto

"Kyaa. To-tolong hentikan" tiba-tiba saja terdengar suara teriakan perempuan dari gang sempit tak jauh dari tempat mereka

Naruto langsung saja berlari ke arah sumber suara

Sesampainya disana terlihat 1 orang berbadan kekar beekepala botak, pria tinggi kurus, pria gendut yang sedang mengganggu Sara

"Hentikan tindakakan kalian itu!" Kata Naruto

"Wah wah wah, ada yang mencoba jadi pahlawan disini" ledek pria kekar

"Tunggu bos, dia seorang Trinity" cegah pria kurus

"Cih, ayo pergi dari sini"

Ke 3 orang itu lalu pergi meninggalkan Naruto dan Sara

"Kau tidak apa-apa?" Tanya Naruto

"Terima kasih"

"Kenapa mereka menganggumu?"

"Ah, mereka hanya preman biasa yang suka mengganggu di sekitar sini"

Saat Naruto membantu Sara berdiri, dia melihat anting dengan ukiran rumit di telinga Sara

"Anting itu"

"Eh" Sara yang kaget langsung saja menutupi ke dua telinganya untuk menghalanginya

"Kau seorang Trinity?" tanya Naruto

"Bu-bukan, aku bukan seorang Trinity" bantah Sara terlihat panik dan berusaha kabur dari situ

"Ada apa nii-san?" Tanya Shion yang baru saja tiba

"Ah, tidak. Tadi Sara di ganggu oleh beberapa preman" jawab Naruto

"Ma-maaf, ku harus pergi" kata Sara lalu pergi dari situ dengan buru-buru

"Ada apa?" Tanya Shion

"Dia seorang Trinity, tapi entah kenapa dia tudak mau mengakuinya?" Balas Naruto

"Nii-san tahu dari mana kalau dia adalah Trinity?"

"Aku tidak sengaja melihat ukiran yang ada di antingnya"

"Yah, mungkin dia memiliki alasan tersendiri"

"Kau benar. Kita tidak berhak mencampuri urusannya"

.

.

.

TBC

Seginj aja dulu deh chap ini

Oh iya, kalau mau daftar oc silahkan soalnya author juga butuh buat cerita kedepannya

Buat pertanyaan kenapa raja iblis mau memusnahkan manusia itu nanti di jelasin

THANKS FOR READ AND PLEASE REVIEW